Dilihat dari sisi manapun, Furihata Kouki hanyalah seorang pemuda ordinari.

Sudah ordinari, diintimidasi sedikit saja langsung mengigil ngeri.

Lantas mengapa sosok tirani seperti Akashi Seijuurou mendaratkan tatapan berkilat buas pada Furihata Kouki yang tak terlihat menarik sama sekali?

Kuroko Tetsuya harus segera bergerak melindungi si pemuda ordinari. Kalau tidak, Furihata Kouki akan menjadi santapan Akashi Seijuurou setiap hari.

.

.

.

.

.

.

.


Kuroko no Basket Fujimaki Tadatoshi

Pairing : KuroFuri x AkaFuri

Genre : highschool, romance, humor, drama

Warn : YAOI PAIRING! Protektif!Kuroko dan Posesif!Akashi. AkaKuro adalah seme, Furi uke. Ranjau typo.

A/N : karena author haus akan romance KuroFuri, maka terbitlah fic nista ini muehehehe. yang tentu diselipin AkaFuri. gemes aja kalo liat AkaKuro berantem gegara Furi awkwkwk.

Happy Reading~!


.

.

.

.

.

.

.

"Kouki."

Yang dipanggil namanya segera menoleh ke asal suara yang berani-beraninya memanggilnya dengan nama kecilnya. Tidak hanya yang dipanggil saja yang menoleh ke asal suara, yang tidak dipanggil pun (senpai-tachi dan anak-anak tahun pertama lainnya; terutama Fukuda dan Kawahara—yang merupakan sahabat sehidup seperorokan (katanya) ) menoleh juga. Semua langsung berjengit kaget melihat satu entitas tidak diundang berdiri di depan pintu gym dengan senyuman sexy. Yang dipanggil namanya tidak hanya kaget namun juga menggigil ngeri melihat sosok Akashi Seijuurou di sana.

Kuroko yang tidak suka melihat kedatangan tamu tak diundang tersebut menautkan alisnya. Dari iris matanya terlihat ketidaksukaan melihat sosok beraura tirani itu bertandang kemari. Apalagi tanpa basa-basi. Dan tanpa ia ketahui.

Semuanya terlihat bingung mengapa Si Akashi itu tiba-tiba datang ke Seirin. Apalagi mencari anak tahun pertama yang notabenenya adalah Furihata Kouki. Kalau itu adalah Kuroko, sih, para anggota Seirin memaklumi. Tapi Furihata Kouki? Hal ini patut dicurigai. Belum lagi datangnya dia ke sini tanpa ada konfirmasi. Dari Aida Kantoku maupun dari Kuroko sendiri. Rasa penasaran dan curiga mereka makin naik melihat situasi ini.

Aida yang tersadar dari keterkejutannya hendak menanyai perihal ada apa gerangan engkau datang kemari pada Si Kapten Tirani, namun Kuroko tiba-tiba saja sudah ada di samping Akashi menggunakan misdireksi.

"Ada apa kau kemari, Akashi-kun?"

Wow Kuroko. Tak pakai basa-basi sama sekali.

"Aku ingin bicara pada Kouki. Bukan dirimu."

Wow Akashi. Lugas, singkat, dan mengena.

"Maaf, Akashi-kun. Tidak bisa. Kami dan Furihata-kun sedang latihan."

"Ini tidak akan lama. Aku hanya ingin berbicara sebentar saja pada, Kouki."

Twitch.

Entah kenapa Kuroko tidak suka mendengar bagaimana cara Akashi menyebut nama anggota timnya tersebut. Terdengar sangat akrab. Padahal baru sekali bertemu. Namun gaya bicaranya sudah sok kenal sok dekat.

"Maaf sekali lagi, Akashi-kun. Tidak bisa. Kami membutuhkan Furihata-kun meski hanya sebentar."

Para anggota Seirin yang melihat interaksi antara kedua mantan anggota tim basket Teikou itu merinding. Pasalnya aura yang menyelimuti mereka terasa sangat berat dan mencekam. Parahnya, mereka pun turut merasakannya! Atmosfer di antara mereka pun ikut memberat sebab aura persaingan dari keduanya. Bahkan Kuroko yang terkenal selalu berekspresi datar saja dengan berani menampakkan emosi. "Bahkan Kuroko tidak berusaha menutupi rasa tidak sukanya pada kedatangan Akashi!" jerit hati para anggota Seirin ngeri. Mereka memang tahu Kuroko yang kesal itu terlihat menyeramkan meski ekspresinya tetap datar. Namun melihat Kuroko diselimuti emosi ditambah dengan raut ekspresi? Malapetaka mungkin segera menanti! Para anggota Seirin menggigil ngeri (lagi). Bahkan Kagami yang terkenal bodoh itu pun bisa mengetahui bahwa Kuroko marah bukanlah perpaduan yang bagus. Dalam hati Kagami mencatat agar tak pernah membuat Kuroko marah. Yang mana seluruh anggota Seirin menyetujui, seolah memiliki telepati batin dengan Kagami.

"Kalau begitu aku akan berbicara langsung dengan Kouki."

Seluruh atensi para anggota Seirin (kecuali Kuroko yang masih menatap Akashi intens dengan tatapan intimidasi, sayangnya tak memberikan reaksi apapun pada Si Kapten Tirani, yang dibalas tatap santai oleh Akashi dengan bibir menyunggingkan seringai yang dapat membuat mata menjadi iritasi) menoleh menatap pemuda yang kerap kali namanya disebut oleh Akashi dengan pandangan bertanya, "Ada hubungan apa kau dengan Si Akashi?!" meski tanpa suara. Furihata yang sudah ketakutan karena kedatangan Akashi yang mencarinya makin takut dan ciut melihat tatapan para anggota Seirin. Furihata hanya bisa menggelengkan kepala kuat dengan tubuh bergetar hebat, "Aku tidak ada hubungan apapun dengannya!"

Belum sempat Akashi melangkahkan kakinya, Kuroko tiba-tiba sudah ada di depannya. Akashi diam. Ia hanya memandang Kuroko datar sedangkan Kuroko masih menggunakan ekspresi yang sama ketika menatapnya tadi. Rasanya lucu sekali melihat Kuroko ternyata bisa berekspresi seperti itu kepadanya hanya karena ia mencari sosok pemuda ordinari. Seharusnya anak itu tak perlu menampilkan ekspresi seperti itu hanya karena ia ingin bertemu dengan Furihata, 'kan?

Akashi bergeser ke samping dan kembali hendak melangkahkan kaki, namun lagi-lagi kembali terhenti sebelum sempat melangkah ke depan karena terjebak di situasi sama seperti tadi. Akashi merasa tidak terima karena Kuroko menghalangi jalannya untuk yang kedua kali.

"Tetsuya."

"Akashi-kun."

"APA-APAAN SUASANA BERAT DAN MENCEKAM INI?! KENAPA TIBA-TIBA OKSIGEN TERASA MENIPIS?!"

Batin para anggota Seirin menahan napas melihat intensitas ketegangan yang makin menjadi-jadi di antara Kuroko dan Akashi. Keduanya memperlihatkan rasa tidak ingin mengalah. Akashi yang egois tetap ingin bertemu Furihata. Kuroko yang persistensi menghalangi Akashi untuk bertemu Furihata.

Sementara sosok yang jadi ajang perebutan tersebut mencoba memberanikan diri untuk menemui Si Kapten Tirani. Ia melakukan tarik napas-buang napas beberapa kali sebelum akhirnya memantapkan hati lalu memutuskan untuk buka suara.

"A-aku—"

Sret

Semua kepala langsung menoleh ke arahnya.

Tiba-tiba saja semua determinasi itu menguap melihat berpasang-pasang mata menatapnya dengan tatapan berbeda. Ada yang kaget, ada yang ngeri, ada yang tidak setuju, dan ada pula tatapan yang berkilat menunggu. Sialnya, tak sengaja pupil matanya bertatapan dengan manik heterokromatik milik Akashi. Furihata susah payah menelan ludah. Dengan langkah perlahan tapi pasti (walau agak bergetar) ia berjalan menghampiri dua orang pemuda yang tengah berdebat tadi. Sesampainya di hadapan keduanya, Furihata serasa membutuhkan oksigen lebih karena demi apapun! Atmosfer di sini jauh jauuuuuuh lebih berat ketimbang di tempatnya tadi bersama senpai-tachi!

"Furihata-kun."

Kuroko memanggil dengan nada keberatan. Ekspresinya antara tidak suka dan khawatir memandang Furihata yang terlihat seperti menyerahkan diri pada Akashi. Sedangkan Furihata hanya tersenyum seperti orang sakit gigi kepadanya seolah hendak menenangkannya bahwa ia tidak apa-apa.

Untuk beberapa saat mata heterokromatik itu berkilat sinis melihat interaksi non-verbal keduanya. Ia bisa melihat sorot khawatir di mata langit biru itu memandang mangsanya. Rasanya sungguh menjengkelkan dan mengiritasi mata. Akashi sangat tidak suka.

"A-Akashi."

Akashi langsung menoleh ke arahnya sambil menyunggingkan senyum ganteng. Tapi tadi sepertinya Furihata melihat Akashi melemparkan tatapan sinis pada Kuroko sebelum menatapnya. Mungkin tidak. Melihat tatapan Akashi yang terlihat ramah malah membuat Furihata bertanya-tanya mengapa tiba-tiba ia menjadi gagap begini. Apakah karena aura Akashi yang begitu kental sehingga membuatnya jadi terlihat lemah dan takut? Memang mengerikan sekali anak Akashi ini. Damagenya bukan hanya ke dirinya saja, namun para senpainya pun menaruh respek besar terhadap sosok ini. Furihata menelan ludahnya sekali lagi.

"Akashi-kun, waktunya hanya sebentar." Suara Kuroko menginterupsi. Akashi hanya mengindahkan. Fokusnya hanya pada sosok pemuda ordinari yang memaksa diri untuk tidak terlihat takut kendati tubuh diselimuti tremor dan tetes peluh membasahi wajahnya serta bajunya yang berkeringat membuat tubuhnya tercetak jelas. Tidak begitu atletis rupanya, benar-benar biasa saja. Namun terlihat sangat menyenangkan untuk dilihat.

Kuroko tanpa sadar mengepalkan tangannya jengkel melihat mata sewarna senja itu secara terang-terangan menelusuri tubuh teman setimnya. Rasanya Kuroko ingin melayangkan jurus Ignite Pass Kai pada wajah Si Anak Akashi. Tapi tidak. Kuroko adalah orang yang bisa menahan diri. Ia akan bersabar dan memberikan waktu kepada Akashi dan Furihata untuk berbicara sebentar.

Melihat ke belakang di mana para anggota basket lainnya berada, ternyata mereka masih diam di tempat namun dengan mulut bergerak-gerak.

"Aku tidak tahan dengan atmosfer yang mengerikan ini,"

"Benar. Kuroko terlihat sangat menyeramkan saat ini."

"Sebenarnya apa mau anak Akashi itu sih? Kenapa tiba-tiba mencari Furi?"

"Ini sungguh membingungkan sekali. Aku jadi penasaran ada apa di antara mereka,"

"Seingatku, Akashi dan Furi hanya sekali bertemu. Ketika Kisedai reuni dan aku dan Furi ikut Kuroko menghadiri reuni mereka,"

"Ah, pas insiden mengerikan itu, ya?"

"Ya, benar. Hiiiy, aku merinding tiap kali mengingat gunting yang hampir melukai wajah tampanku ini,"

"Dia memang terlihat seperti psikopat."

Ternyata mereka sedang menggosipkan ketiga pemuda di sana.

"Terima kasih untuk yang kemarin, Kouki. Ini untukmu."

Semua orang tampak melongo tidak mengerti mendengar penuturan Akashi.

"Kemarin?"

"KEMARIN?! APA YANG TERJADI KEMARIN MEMANGNYA?!"

"Eh?"

Akashi merogoh saku dalam jas sekolahnya lalu memberikan sebuah bingkisan kecil ke Furihata. Furihata bingung. Ia melihat ke bingkisan itu dan Akashi secara bergantian. Nampak ragu ingin mengambilnya atau tidak. Kuroko memicingkan matanya melihat bingkisan yang diberi Akashi. Ada rasa penasaran soal kemarin yang dibilang Akashi tadi. Ada apa dengan kemarin? Ada apa yang terjadi antara Akashi dan Furihata kemarin?

Akashi melihat keraguan pada Furihata langsung meraih tangannya dan menaruh bingkisan itu ke telapak tangannya. Merasakan tangannya langsung diraih tiba-tiba seperti itu membuat Furihata terkejut setengah mati. Ia pun kembali gugup karena hubungan kontak yang tiba-tiba. Akashi hanya tersenyum tipis melihatnya.

"Ambil saja. Karena waktuku hanya sebentar—" sambil berucap seperti itu, sekilas Akashi melirik sinis Kuroko. "—aku harus segera kembali. Sampai jumpa lagi—"

Cup

"Kouki."

Akashi melepaskan tangan yang barusan ia bubuhkan kecupan manis di punggung tangan Si Kouki. Manik matanya mengerling menggoda melihat wajah Furihata yang memerah dan salah tingkah. Melirik ke Kuroko, ada raut wajah terkejut tak menyangka di sana. Senyumannya berganti senyum pongah yang menyerukan kemenangan. Satu pukulan melayang ke arahnya, namun Akashi berkelit dengan gesit sebelum pukulan tersebut melukai wajah tampannya. Membuat pukulan yang melayang tadi hanya bisa memukul udara. Ada sorot kesal di manik langit biru itu. Tapi Akashi tetap mempertahankan senyuman puasnya.

"Aku permisi." Kemudian berbalik arah dan melenggang pergi dengan perasaan puas. Entah puas karena melihat ekspresi Furihata ketika digoda olehnya. Atau melihat raut kekesalan menjadi-jadi pada Kuroko Tetsuya.

Semua orang yang melihat kejadian tadi menahan napas. Mata membulat komikal melihat aksi tak terduga Kapten Rakuzan tersebut.

"Ta-tadi..."

"Ugh, a-aku..."

"Akashi..."

"Cium..."

"Tangan..."

"FURIHATA?!"

Furihata yang malu setengah mati langsung ambruk tak sadarkan diri.

"FURIHATAAAAAA!"

.

.

.

.

.

.

.

to be continue


A/N : AHAHAHAHAHAHAHA AKU HAVE FUN BANGET NULIS INI ASTAGA WKWKWKWK. NGAKAK BANGEEET. AKU TUH SUKA BANGET SAMA KUROFURI DAN BERENCANA BUAT KUROFURI TAPI TETAP SAJA DIBUMBUI AKAFURI. HARUS. KENAPA? BIAR BISA MELIHAT SEBERAPA PROTEKTIF NYA KUROKO SAMA FURI. AAAAAAAAAA GEMAS BANGET WOY SAMPE MAU NANGESSSSSSSSSSSSS.

aku gemaaaazzzzz banget sama mereka karena nemu doujin AkaFuri yg furinya tuh cuma ngasih hansaplast ke kening akashi yg luka, eh malah digondol dong wkwkwkw. terus tim seirin lgsg hampirin akashi, furinya gemeter ketakutan dan lgsg ngehambur ke pelukan kuroko. kuroko nya natap akashi tajem banget. SKSKDJDKSKSKDJ AAAAAAAAAAA GEMAAAZZZZZZ MAU GIGIT KUROKO. KUROKO TUH MANLY BANGET WOY SLSNDOWNDSKKWNDKDDK AAAAAA DEK TETCUYA SINI SAMA TANTE/WOY

see you next time! *