(Haikyuu merupakan hak cipta Furudate-san)

Sepulang sekolah, Bokuto dan Akaashi pergi jajan dulu ke minimarket. Sesungguhnya Akaashi berencana untuk bermain Pocky game dengan Bokuto. Mengambil sebatang biskuit Pocky dari bungkusnya, kemudian saling menggigit biskuit itu bersama sang kekasih dan berakhir dengan ciuman mesra. Itulah mengapa tanggal sebelas bulan sebelas ini terasa spesial.

Alasan Akaashi melakukan permainan itu adalah dia ingin lebih dekat dan intim dengan Bokuto. Dia dan cowok berambut monokrom berpacaran sejak enam bulan lalu.

Akaashi mendekati rak cemilan. Dia melihat berbagai macam Pocky. Ada rasa coklat, stroberi, uji matcha, azuki, bahkan ada pula Pocky rainbow. Cowok yang selalu terlihat kalem itu memilih Pocky rainbow. Di mata Akaashi, Bokuto bagaikan pelangi yang muncul setelah hujan. Bokuto juga selalu berada di sisinya, baik di kala susah maupun senang.

Di taman, Akaashi menyodorkan Pocky rainbow kepada Bokuto. Cowok hiperaktif tersebut begitu girang, seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah dari sang Ayah. Mendadak Bokuto teringat sesuatu. Dia mengambil satu, membuka bungkusnya dan menempelkan biskuit panjang itu ke mulut.

Hah? Aku pikir dia tidak tahu kalau hari ini hari Pocky. Batin Akaashi dalam hati.

Malu-malu, Akaashi menggigit sisi kanan biskuit. Semakin lama, kepala mereka saling berdekatan. Pocky game yang direncanakan sukses! Bibirnya dengan Bokuto bersentuhan. Mereka berpelukan secara spontan dan berciuman. Rasa manis dari mulut Bokuto sulit untuk dilupakan.

"Bokuto-san, aku… Aku akan terus mencintaimu sampai rambut kita memutih."

"Aku juga mencintaimu, Akaashi!"


A/N: Butterfly desu! Pen name aku sebelumnya Irena Takizawa, kalau kalian lupa (entah ada yang sadar atau nggak). Soalnya pen name-nya mau disamakan dengan akun Wattpad. Kalau lain-lain nanti pada lier lagi, hehe. Aku masih nulis, kok. Cuma kelamaan menggarap fanfic-nya.

Semoga kalian suka dengan flash fiction khusus Pocky day hari ini