DISCLAIMER :SEKRETARIS TERBUANG PISANGCHOCO
NARUTO MASASHI KISHIMOTO
Seorang Wanita cantik berambut bubble gum melengak lengokkan tangan dan tubuhnya yang semampai. Terlihat sangat ahli dalam hal tersebut. Begitulah seorang Haruno Sakura menjalani aktivitas seorang model. Tetapi. Itu dulu. Kenyataannya sekarang ia hanya terduduk termenung saja. Memikirkan nasib pekerjaan modelnya yang kian lama kian meredup.
"Kau yakin tak ada yg mengingkanku menjadikan model iklan atau majalah. Ayolahhh Sasori-nii" Sakura benar- benar frustasi memikirkan dirinya mengapa tak laku.
Dibilang tidak cantik. Tetapi kenyataannya dia memang cantik. Sangat malah. Kebiasaan teledor saja yang benar benar melekat kuat pada dirinya.
'Sialan. Mengapa aku begini, Kami-sama. Atau ada yang mengguna gunaku sehingga aku tidak laku.'
"Berhenti melamun bodoh. Jaman sekarang mana ada hal bodoh seperti guna guna" Seolah Sasori dapat membaca pikiran absurd Sakura.
Sakura memutar bola mata jengah. Ia menyenderkan tubuhnya di sofa.
"Lalu kenapa aku tidak lakuu. Coba katakan."
Sasori tidak kalah jengah melihat kelakuan Sakura yang setiap hari mengeluh dan mengeluh.
"Sudah ku bilang. Kau masih terkena skandal yg masih melekat 3 bulan lalu. Dan jelas itu kebodohanmu"
Sakura terduduk dengan perasaan cqmpur aduk
"Kau tau Sasori-nii itu semua karena Naruto brengsekk. Dan seharusnya aku tak menjemputnya. Huaaaaa. Haruskah aku terjun dari gunung fuji sekarang juga"
Sasori mulai merasa tak nyaman karena Sakura menangis bombai terlalu kerass. Sehingga semua orang di Kantor Agensi menatapnya. Seolah dia menjadi orang kejam yang menyerang seorang wanitaa.
"H-Hei berhentilah menangis Sakura. Semua orang menatap kita."
Sakura tersadar dan menghapus air mata yg cuma setetes saja. Dan terkikik geli.
"Hihihi. Gomen"
Ya, 3 bulan yg lalu Sakura tersandung skandal. Foto Sakura yg mabuk dikelilingi para lelaki. Membuat dia dikira model yg merangkap bekerja menjadi Jalang. Padahal tidak begitu kenyataanya. Malang nasibmu Sakuraa.
"Sudahlah Sakura ayo kita makan. Lapar sekali perutku. Kau yang traktir yaaaa." Mata Sasori bersinar sinar membuat Sakura tak tahan melihatnya.
"Yare-yare, untuk kali ini aku berhati. Kuharap kau tak memerasku ya Sasori-nii" tatapan membunuh Sakura hanya dibalas senyum lima jari oleh Sasori.
DI CAFE..
Dengan penampilan menyamar sakura memakai Kacamata hitam besar. Memakai syal yg bisa menutup wajahnya jika berjalan di kerumunan. Walaupun tidak laku. Bukan berarti dia tidak dikenal orang. Sebelumnya dia model bersinar. Sakura hanya menatap pudingnya dan memainkannya tanpa ingin memakannya. Sesekali menghembuskan nafas nya berat. Seolah malaikat mencabut nyawanya. Tapi boong.Sasori hanya mendengus melihat Sakura.
"Kau yakin tak ingin makan puding mahal itu. Lebih baik puding itu berakhir dimulutku daripada kau buat mainan. Sebagai gantinya ku belikan kau playdoh untuk mainan begitu."
Sakura mendeathglare Sasori. Detik berikutnya menampilkan muka frustasi. Lagi dan Lagi. Tanpa berkata apapun.
" Lebih baik kau mencari pekerjaan. Aku Takut kau gila akibat tidak lama bekerja. Otak mu hanya memikirkan hal hal bodoh." Sasori menyuapkan pudingnya sambil melihat Sakura yg menjedot2kan kepala pinknya di meja.
"Pekerjaan apa Sasoriii. Kau tau Aku hanya ingin menjadi model" Sakura menaruh kepalanya yg jidatnya mulai memerah.
"Cobalah bekerja di Kantor. Hmm. Seperti Sekretaris. Atau apalah. Kaukan juga sempat kuliah Manajemen. Lagian kau cantik. Proporsional. Setidaknya meski kau bodoh sedikit itu membantu"
"Aku tidak bodoh Sasori. Kau malah ingin membuatku bertekad bulat untuk Harakiri karena tidak bisa mengemban cita citaku menjadi model." Sakura kembali membentur benturkan kepalanya di meja
"Kau fikir saja. Kau bisa bekerja di perusahaan ternama. Kau banyak kenalan disana. Siapa tau mereka berminat membuat kau jadi model lagi." Sasori meringis melihat kelakuan gila Sakura.
Sakura pun menatap Sasori dengan mata berbinar macam anak kucing dijalan minta di adopsi oleh orang.
" Kau benar. Kenapa aku tidak kepikiran seperti ituu. Oke. Positif Sakura. Kau bisa. KAU AKAN CEMERLANG KEMBALI SAKURAA!" tanpa sadar Sakura berteriak dan membuat semua orang melihatnya.
Sasori menarik tangan Sakura untuk duduk kembali. Dan berbicara lirih sarat marah dan malu
"Kau bodoh ya Saki. Duduk bodoh. Kau ingin semua orang tau siapa kau!?"
Sakura tersadar. Dan mendudukkan dirinya memakai syal untuk menutup mukanya. Lebih tepat roman malunya.
"Eh Sasori-nii. Hmm. Bolehlah kau membujuk Kakashi supaya aku bisa bekerja diluar sana. Kau taukann. Kakashi tak mengijinkan modelnya bekerja dimanapun selain di Agensi dia. Kumohon..." puppy eyes no jutsu.
Sasori menghela nafas.
"Baiklahhh. Memanggilku nii Kalo ada maunya."
Sakura hanya tertawamenanggapinya.
"Baiklah ayo kuantar kau pulang Saki. Supaya kau dapat pencerahan bekerja dimana."
"Siyappp Asisten setiakuuu. Kalau ini sukses akuu tidak akan melupakanmuu" Sakura tersenyum tulus.
Ya hanya Sasori yg menemani Sakura dari awal merangkak karirnya. Hingga ia jatuh seperti ini. Pengawal setia, Kakak bahkan bisa menjadi musuh juga. Memang indah persahabatan mereka.
Sakura turun dari mobil Sasori. Membungkuk untuk memberikan salam perpisahan.
"Selamat Malam Sasori. Terimakasih hari ini idemu brilian sekali."
"Malam juga Saki. Iyaa. Ya sudah. Hubungi aku kalau kau dapat bekerja dimana. Aku siap mengantarmu kemanapun. Asal bayaranku masih sama. Hohoho. Becanda Saki."
"Sialan. Sana pergi. Atau ku pecat kauu" Sakura tertawa dan berjalan meninggalkan Sasori sambil melambaikan tangannya.
Setelah mobil Sasori berlalu Sakura membalikan badan memasuki rumahnya. Sambil berfikir kemana ia akan bekerja.
'Lebih baik bicara sama Ayah saja. Siapa tau membantu.'
Sakura memasuki rumahnya dengan ruang gembira seperti anak SD yang mendapatkan dinilai sempurna di mata pelajarannya.
Tbc.
Mohon reviewnya ya gaes. Maaf kalo jelekkss! Hihi see you di chap berikutnya!
