DISCLAIMER :SEKRETARIS TERBUANG - PISANGCHOCONARUTO - MASASHI KISHIMOTO

Chapter 2

"Ayahh Ibu, Aku pulanggg" Sakura memberikan salam dengan rona wajah yg gembira, menghampiri kedua orang tuanya.

"Sini sayang makan malam bersama kami." Ayah Sakura menatap hangat anak perempuan satu - satunya.

Sakura melihat hidangan apa saja yang disiapkan oleh Ibunya. Sesaat kemudian cemberut melihat hidangan didepannya.

"Ayam goreng tak da ke?!"

'Anak bodoh. Dikira tupin - tipin apa ya' batin ayah dan ibu sakura

"Didapur ada lintah goreng kalo kau mau Saki-chan" Ibu tersenyum manis, tetapi tidak untuk Ayah dan Sakura sendiri, malah terlihat seperti nenek lampir yg siap menyihir sakura menjadi prasasti . Mereka bergidik. Dan Sakura memutuskan untuk duduk.

"Becanda bu. Jangan serius begitu. Ibu semakin tua kalau marah" Sakura memeluk ibunya.

"Ibu memang sudah tua Saki. Kapan kamu beri ibu cucu" Ibu menatap Sakura dengan tatapan memohon.

'Yailah bu, Jangankan cucu, nikah belum, dapet pacar juga kaga. Boro boro jauh kesitu. Dikira kek bikin kue apa ya. Mikir dunia model aja udah pusing' Sakura tersenyum kecut menahan rasa galau.

"Ayah"

"Apa Saki"

"Ayah bisa bantu Sakura??"

"Bantu apa sayang? Asal jangan menyuruh ayah membawa menara eifel atau gunung fuji kemari"

"Garing yah. Kaya karir Sakura" Sakura tidak menyangka ayahnya mempunyai humor receh ditengah obrolan nyaris serius

"Hmm. A-aku ingin bekerja di kantor. Ta-tapi ga dikantor Ayah. Mungkin ayah punya temen. Maybe. Hehe. " Sakura deg-degan kalau idenya ditolak

Kini suara garpu sendok yang terhenti. Ayah dan Ibu Sakura melihat Anaknya.

"Bagaimana dengan keinginanmu jadi Model? Hmm?" Kizashi menatap tajam Sakura curiga.

"A-ano. Sa-saki cuti se-sementara waktu. Ja-Jadi Saki me-memutuskan u-untuk mengisi ke-kekosongan ha-hati. Eh maksud Sa-Saki Hari, ayah" Suara Sakura tergagap dan tangan Sakura juga bergetar seperti terkena gempa bumi 8.0 SR

Keluarga Sakura memang tidak tau kalau karir anaknya mulai redup. Dan Sakura tidak berniat memberitahu orang tuanya. Sakura khawatir. Ya khawatir jika orang tuanya besok bakal menyuruh Sakura berjualan Koran di lampu merah perempatan jalan, jika tau Sakura sebenarnya mulai mati karir. Memikirkannya membuat Sakura mual.

"Mending kamu ikut casting film. Ayah punya rekomendasi buat kamu Saki" Kizashi memangku wajahnya macam detektif memecahkan kasus. Sok keren.

Sakura tidak menyangka bakal semudah itu karirnya hidup. Bahkan bisa naik pangkat jadi Artis bintang film. Mungki dia bisa kolaborasi main ftv bareng Iqbaal Ramadhan. Dengan judul Ftv 'Cintaku tumbuh di peternakan babi'

"A-ayah se-serius??" Sakura kini berbinar binar

"Iya. Ayah serius. Kau casting jadi pasangannya Aziz Gagap. Ayah liat kemampuan gagap km tertata bagus. Mungkin km bisa mencobanya" Jawab Kizashi tanpa menghilangkan mode aok kerennya.

Empat siku didahi Sakura muncul.

'Ayah Lucknut'

"AYAHHHH. AKU SERIUS. IBU LIHAT. AYAH MENGERJAIKU" nyaris Sakura melempar sambel terasi yg ada di meja kalau dia tidak ingat berbincang dengan orang tuanya.

"Ayah juga serius Saki. Hehe. Engga deng becanda. " Kizashi ciut kala melihat Mebuki istrinya menatapnya tajam seolah berkata 'diam. Atau kau mati'

"Ayah bantulah Sakura, Ayah kan punya banyak teman. Sabaku, Nara atau mungkin Uchiha" Mebuki masih menatap tajam suaminya seolah mengisyaratkan 'Bantu dia bodoh

'"I-iya bu. Ayah akan mempertimbangkan." Kini Kizashi yg ketakutan. Sakura dan Mebuki tersenyum lega.

"Tunggu Ayah mencari timbangan untuk mempertimbangkan" Kizashi kembali menginterupsi

Hening.

Hening.

Hening.

Suamiku goblok

Ayahku bodoh

"PERTIMBANGKAN AKU PAKAI OTAK AYAH BUKAN PAKAI TIMBANGAN" Sakura tak tahan lagi ingin melempar cobek yang berisi sambal terasi. Dan kali ini seperti Mebuki setuju dengan perbuatan Sakura kalau memang benar ingin dia lakukan.

Makan malam pun berjalan lancar dengan konyol. Emang keluarga aneh.

Pagi Hari...

Sakura memang tak pernah bangun siang. Pagi hari ini pun udah segar dan wangii bunga melati. Jangan lupa minyak nyong - nyong yang selalu ada disakunya. Hehe canda deng.

Sakura turun kebawah. Soalnya tidurnya langit langit rumahnya. Untuk menemui orang tuanya dan ikut sarapan tentunya.

"Good Pagi Ayahh Ibu"

"Selamat Morning sayang" Ayah Sakura menimpali

"Guten Morgen Saki" Ibu sakura tak kalah menimpali

"Hari ini mau kemana saja dan kegiatanmu apa Saki?" kini Kizashi serius menanyakan.

"Pergi dengan Sasori ke Agensi ayah. Mau kemana lagi." Sakura Acuh tak acuh sebenarnya dia Malas datang ke agensinya lebih tepatnya Malu karena dia cuma datang tanpa ada rapat membahas dia akan disewa oleh iklan apa.

"Nanti siang temui ayah dikantor. Kau katanya membutuhkan pekerjaan sampingan. Ayah sudah membicarakan ini ke teman Ayah sepertinya banyak yang menerimamu"

Mebuki tersenyum bangga anaknya laku ternyata dikalangan pembisnis. Mon maaf bu. Anaknya ini mau cari kerja bukan jodoh.

"Benarkah?? Aku curiga nanti ayah menepatkanku di kantor teman ayah bagian OB" Sakura memikirkan hal terburuk. Tau sendiri ayahnya sangat absurd.

"Tidqk mungkin. Mana ada anak ayah ditaruh bagian OB. Jelas diatas ini Saki."

"Benarakahhh? Bagian apa yah?" Sakura tak sabar.

"Ketua OB" Jawab Kizashi enteng.

'Ayahku emang Bodoh.'

'Sepertinya sudah saatnya aku mencari pengganti suami'

Dan sarapan berakhir baku hantam didalam pikiran Sakura dan Mebuki masing- masing.

"Pagi Sakuraa. Kenapa mukamu tertekuk begitu??" Sasori heran dengan tingkah Sakura memasuki mobilnya dengan keadaan merengut

Sakura menceritakan prihal bersama ayahnya semalam dan pagi ini. Sudah ditebak Sasori terpingkal pingkal mendengarnya.

"Ayahmu memang pelawak handal sakura. Jadi nanti sebelum makan siang kuantar kau ke kantor Ayahmu?"

"berhenti tertawa baka. Tentu saja. Antar aku kesana. Sekarang bagaimana kalo kita Shopping sambil minum boba tai tea menunggu siang?"

"Thai tea bodoh. Hmm. Apapun untukmu Lady" Jawab Sasori mantap.

Konoha Mall

Sasori membawakan berbagai bag berisi pakaian, tas, sepatu, sandal, kosmetik, kompor, pqnci, mobil, rumah, bahkan masa depan. Berjalan menuju Sakura yg duduk di kursi tunggu Mall sambil minum bobanya.

"Sudah jam 11 Saki apa tak sebaiknya kita ke kantor paman Kizashi? Ayahmu pasti menunggumu." Kata Sasori sambil mendudukkan dirinya disamping Sakura.

Berharap Sakura menyetujui pulang karena junur Sasori capek membawa barang belanjaan yg nauzubillah beratnya. Sama seperti mebawa beban hidup.

" Skuyy lahh. Sini ku bantu Sasori" sambil membawa tas belanja yg ada ditangan Sasori.

Sasori tersenyum mendengar Sakura ingin membantu. Tapi tidak lama. Karena Sakura hanya membawa tas kecil berisi peralatan make up. Sisanya ya dia bawa.

'Memang anak dakjal'

Tbc.

Maaf gais mau lanjutt tapi males ngetikk :( Gomenasai :( See you next chap. See yaa!! Yosh!! Salam cinta PisangChoco.