Hadiah Alluka Di Malam Natal
Anime: Hunter x Hunter
Disclaimer: Yoshihiro Togashi
Warning: AU, OOC
Happy Tuesday~
And Happy Reading~~
Angin malam berhembus kencang. Ditemani salju yang mulai turun. Dinginnya angin malam dan salju yang turun, biasanya membuat seseorang untuk segera pulang ke rumah. Tetapi tidak dengannya, seorang remaja wanita yang sedang duduk di bangku taman untuk menikmati angin dan salju yang turun. Sesekali remaja itu menatap langit sembari mengeluarkan air mata kesedihan. Mungkin kesedihan sedang menimpa dirinya.
Remaja itu bernama Alluka Zoldyck. Anak ke empat dari keluarga mafia kelas atas. Alluka berusia 17 tahun. Saat Alluka masih berumur 10 tahun, kedua orang tuanya, kedua kakaknya, dan adiknya tewas dibunuh oleh pembunuh bayaran pada saat malam natal. Sedangkan Alluka dan Killua Zoldyck, kakaknya saat itu sedang membeli kue natal.
Flashback:
Killua Zoldyck setelah mendengar kabar bahwa keluarganya meninggal, ia mengalami syok berat. Kemudian pingsan dan koma sampai sekarang. Alluka yang saat itu masih kecil, bingung harus berbuat apa. Karena ia tak mempunyai uang yang cukup untuk membiayai rumah sakitnya. Dan juga, Alluka tidak bisa mengangkat tubuh Killua ke rumah sakit.
Hati Alluka sangat hancur. Keluarganya meninggal, kakaknya pingsan. Sungguh malang sekali gadis kecil itu. Sampai akhirnya polisi datang untuk menginvestigasi pembunuhan itu. Salah seorang polisi membantu membawa Killua ke rumah sakit. Polisi itu bernama Gon Freecs. Ia baik sekali kepada Alluka. Malahan dia menjadikan Alluka dan Killua anak angkatnya.
Semua biaya rumah sakit, Gon yang membiayai semuanya. Katanya "tak peduli seberapa banyak uang yang harus dikeluarkan yang penting Killua kembali sembuh seperti sedia kala".
7 tahun berlalu setelah insiden mengerikan itu, Killua masih pingsan sampai sekarang. Mungkin bisa dibilang koma. Dan sekarang Alluka memutuskan untuk menemani kakaknya di rumah sakit. Menggantikan ibu tirinya, Palm. Dulu, Alluka tidak diizinkan menemani kakaknya karena belum cukup umur. Dan sekarang, Alluka rasa umur 17 tahun sudah cukup.
"Papa, aku mau menemani oni-chan di rumah sakit. Boleh tidak?" rengek Alluka.
(ehh tulisan oni-chan bener kayak gitu kan?)
Lanjut
"Di umurmu yang sudah 17 tahun mungkin sudah boleh" jawab Gon sembari mengelus rambut anak tirinya.
"Kenapa mungkin?" tanya Alluka kebingungan.
"Entah, mungkin karena tak mungkin? Hahaha" jawab Gon sembari tertawa renyah.
Wajar kalau Gon terkadang suka melucu di depan Alluka agar Alluka senang.
"Yaahhh ditanya serius malah bercanda_-" tukas Alluka dengan ketus.
"Hahaha, hidup itu jangan selalu dibuat serius Alluka"
"Huuh" dengus Alluka sembari memalingkan muka dari Gon.
Setelah perbincangan singkat tadi, Alluka segera berlari ke kamar untuk mengambil ponselnya. Lantas Alluka segera mengetik pesan untuk ibunya.
To: Mama Palm
Mama, aku sudah minta izin ke papa, katanya mungkin sudah boleh. Bagaimana?
Alluka mengetik tombol send.
Setelah mengirim pesan untuk ibunya, Alluka mengambil tas besar kemudian memasuk masukkan bajunya ke tas besar tadi. Sebenarnya Alluka sengaja menyiapkannya jauh jauhhari agar jika sudah mendapatkan izin, Alluka tinggal memasukkannya.
13 menit berlalu
Hashiridasou tsurete ikou yakusoku no basho e to
(Kiki nogasu na hajimari no aizu)
Mukuna tamashii ga netsu wo ageru
Alright, Welcome to NEW ERA
Alluka segera mengambil ponselnya dan melihat ada 1 pesan masuk.
From: Mama Palm
Baiklah, tapi bagaimana dengan sekolahmu?
Alluka tersenyum setelah menerima pesan dari ibu tirinya. Tanpa perlu basa basi dulu, Alluka segera membalasnya.
To: Mama Palm
"Arigatou mama. Kalau masalah sekolah aku tetap berangkat. Tapi mama mau ga jagain oni-chan waktu aku sekolah? Kalau mama ga setuju gapapa kok
Send.
Alluka merasa sangat senang. Setelah menunggu setelah 7 tahun, akhirnya kesempatan itu datang.
1 menit kemudian
Hashiridasou tsurete ikou yakus-
Tanpa perlu menunggu nada dering selesai berbunyi, Alluka langsung membukanya.
From: Mama Palm
Oke
Jawaban singkat dari ibunya membuat Alluka sangat sangat sangat senang.
Malam itu ia bisa tidur tenang.
Flashback end
Alluka masih menatap langit sambil menangis. Mengingat masa lalu sungguh sangatlah pahit. Apalagi sekarang malam natal. Sungguh sangat membuatnya teringat kejadian itu.
Setelah puas menangis, Alluka pergi ke toko kue kesukaannya yang kebetulan masih buka padahal sudah pukul 10 malam.
Alluka membuka pintu toko.
"Selamat datang, ehh nona Alluka" sapa seorang pelayan toko.
"Ahh nona Senritsu, saya mau beli cake natal. Apakah masih ada?" tanya Alluka ramah.
"Ada, mau yang mana?" tanya pelayan toko yang bernama Senritsu itu.
Alluka melihat ada 4 kue natal. Ada yang bergambar sepasang kekasih sedang duduk melihat salju, ada hewan beruang kutub sedang bersama anaknya, dan ada kue dengan hiasan kue jahe.
Setelah melihat 3 kue, Alluka melihat kue natal terakhir. Kue itu bergambar seorang lelaki dan perempuan berpelukan di bawah salju, tetapi ada tulisan "I LOVE YOU BROTHER"
"Nona Senritsu, aku mau beli yang ini" Alluka menunjuk kue ke 4 yang menurutnya mirip seperti dia dan Killua.
"Baik harganya 102k" Nona Senritsu menyerahkan kuenya ke Alluka.
(mahal ya)
"Terima kasih" jawab Alluka sembari menyerahkan uang.
"Datang kembali" teriak Senritsu.
Alluka keluar dari toko kue.
Alluka berlari menuju rumah sakit tempat Killua dirawat. Sesampainya di sana...
"Selamat datang Alluka"
'suara itu'
Alluka melihatnya dengan tatapan tak percaya.
Seorang Killua yang sudah sadar dari komanya.
"OOONNNNIIII-CHHHAAANNN" teriak Alluka sembari berlari memeluk kakaknya.
Alluka menangis di pelukan Killua.
"Aku sudah sehat Alluka, tidak usah cemas" lirih Killua pada adik semata wayangnya.
"Akhirnyaaa... Oni-chan sadar. Setelah 7 tahun berlalu... Mungkin ini hadiah natalku yang paling tidak bisa kulupakan" Alluka mengucapkan kalimat itu masih dalam keadaan menangis.
"Sudah, tidak usah menangis. Kan malam natal gaboleh nangis" kata Killua lembut.
Alluka mengusap air matanya mengunakan sapu tangannya dan melepaskan pelukannya dari Killua.
"Aku kangen tau, hiks" kata Alluka sembari terisak.
"Aku juga. Ehh omong omong aku mau makan kue. Laparrr" kata Killua.
"Ini ada kue dari Alluka buatmu. Tadi Alluka langsung lari dan lempar kuenya dan untung Papa tangkap" jelas Palm.
"Terimakasih mama Palm" jawab Killua lirih.
"Ayo kita makan bersama!!" teriak Gon.
Malam natal tahun ini begitu bermakna bagi keluarga kecil itu.
'terima kasih tuhan'
Author Note: Haii, gimana cerita kali ini? Jelek apa bagus? Tulis di review ya;)
Ohh ya nada dering Alluka itu lagu openingnya Hanyo No Yashahime yang judulnya New Era*gada yang nanya sumpah*
Menerima kritik, saran, dan pujian.
Dan makasih yang udah baca.
Sayonara~~
