Step Brother (C) Iki Hayato 息隼人

.

.

.

EXO (C) SM entertainment, their families, and God

.

.

.

Main pair : ChanBaek!

.

Slight : Khunfany, and others

.

.

enjoy


16 April 2014

Sudah lebih dari seminggu, Nickhun dan Tiffany pergi. Dan sudah lebih dari seminggu juga, Chanyeol tidur satu ranjang dengan Baekhyun untuk meredakan anxiety dari dalam diri kakaknya. Kadang mereka tidur di kamar Chanyeol ataupun Baekhyun. Tetapi mereka kadang juga bisa tertidur disofa ruang tamu, entah karena sofanya yang lebar atau tubuh Baekhyun yang begitu mungil hingga muat 2 orang dengan seseorang bertubuh besar seperti Chanyeol.

Menurut Chanyeol, jika benar seseuatu buruk terjadi kedua orang mereka. Ia yakin sekali hyungnya akan lebih drop jika hal itu benar-benar terjadi. Karena itu Chanyeol memutuskan untuk selalu menemani hyungnya lebih sering.

Saat ini, Chanyeol hanya punya hyungnya, ia tidak mau hyungnya kenapa-kenapa.

.

.

18 April 2014

...

Chanyeol baru selesai mandi, ia tengah memakaikan piyamanya ke tubuh kekarnya. Saat ia hendak mengancingkan dua kancing teratas piyamanya, tiba-tiba sepasang lengan mungil memeluk tubuh kekarnya dari belakang. Mata Chanyeol membulat, ia tahu siapa pemilik lengan mungil ini, sekaligus pemilik wangi tubuh manis ini.

"Lho? Hyung?" dengan cepat Chanyeol membalikan tubuhnya agar menghadap Baekhyun.

Chanyeol tertegun sesaat melihat wajah dari hyungnya yang berekspresi yang belum pernah ia lihat, namun sampai disana keterpukauan Chanyeol terhadap hyungnya. Tiba-tiba Baekhyun menjinjitkan tubuhnya, wajahnya ia dekatkan pada wajah Chanyeol dan..

Chup!

Baekhyun menempelkan bibirnya ke bibir Chanyeol. Chanyeol terkejut bukan main terhadap kelakuan hyungnya, hell ada apa dengan hyungnya!? Belum sampai disana, Baekhyun mendorong Chanyeol ke tempat tidurnya. Hingga posisi Chanyeol berada dibawah Baekhyun.

Chanyeol sedikit mendesis saat Baekhyun membuka kancing piyamanya dengan terburu-buru.

"Hyung kita tidak boleh melakukan ini!" ucap Chanyeol.

Tetapi, Baekhyun tidak mengindahkan perkataan Chanyeol. Baekhyun sekarang malah menjilati telinga Chanyeol. sedangkan tangannya meraba-raba dada hingga perut Chanyeol yang mulai terbentuk itu. awalnya Chanyeol mendiamkannya saja perlakuan Baekhyun terhadap dirinya. Karena menurutnya hyungnya akan berhenti sendiri.

Namun, karena memang sejatinya Chanyeol adalah seorang laki-laki dominant yang juga punya nafsu dalam dirinya. Semakin lama perlakuan Baekhyun terhadapnya membangunkan sesuatu diarea selatannya. Dan sesuatu dalam dirinya terbangun saat itu juga, seperti monster yang baru bangun dalam tidur panjangnya.

Dengan cepat, Chanyeol membalikkan posisi mereka hingga Chanyeol yang kini diatas Baekhyun dan Baekhyun berada dalam kukungannya. Chanyeol menatap hyungnya penuh nafsu, seakan hyungnya adalah santapan buruannya yang akan hilang saat itu juga. Jangan lupakan kedua tangan kekarnya yang mengunci pergerakan hyungnya agar Baekhyun tidak bisa kabur, Chanyeol benar-benar terlihat seperti monster yang amat buas kali ini.

"Kau yang memulainya hyung, dan sekarang kau yang harus menerima konsekuensinya."

Setelah mengatakan kalimat itu, Chanyeol langsung melumat bibir hyungnya dengan amat kasar. Ia juga memeraktekan ciuman panas yang biasa ia lihat di video porno yang sering ia tonton bersama sahabat-sahabatnya.

.

"Mpphhtt... aaahhh.." desah Baehyun kala Chanyeol menjilat nipplenya.

"Joa?" bisik Chanyeol sambil memainkan satu nipple Baekhyun yang lain. Jangan lupakan tangannya yang lain meremas erat kejantanan hyungnya.

Baekhyun hanya bisa menganggukan kepalanya, sementara tangannya meremas pelan rambut Chanyeol untuk menyalurkan hasratnya.

Sekarang mereka berdua sudah telanjang tanpa sehelai benang pun lagi. Chanyeol menyeringai mendengar desahan hyungnya, dan jangan lupakan ekspresi erotis hyungya membuat libidonya semakin meningkat. Ia semakin semangat untuk menggoda hyungya lebih.

Dirasanya hyungnya akan klimaks, Chanyeol langsung memasukan kejantanan mungil itu kedalam mulutnya dan membiarkan Baekhyun menyemburkan cairannya kedalam mulutnya. Chanyeol semakin terpesona melihat ekspresi hyungnya, Baekhyun jadi semakin terlihat menggairahkan setelah klimaks.

Perlahan Chanyeol melebarkan kedua kaki hyungya, seringaiannya semakin melebar melihat lubang itu sudah berkedut-kedut seolah minta di isi. Perlahan Chanyeol memasukan jarinya kedalam lubang sempit itu.

Tubuh Baekhyun seketika menegang. "Sakit..." rintihnya pelan.

Chanyeol melakukannya dengan sedikit lembut agar hyungnya tidak kesakitan. Chanyeol semakin cepat mengeluar masukan jarinya, bahkan Chanyeol sudah menambahkan satu jarinya lagi. Baekhyun terus-terusan mendesah tanpa henti, membuat kejantanan Chanyeol dibawah sana semakin menegang. Setelah chanyeol rasa cukup, ia mengeluarkan kedua jarinya dari sana.

Chanyeol memposisikan dirinya untuk menyodok. Tapi sebelum menyodok ia memperhatikan wajah hyungnya dulu yang erotis itu. Kejantanannya semakin menengangg karena itu.

"Hyung ini akan sakit, tolong bertahanlah sedikit." Ucap Chanyeol.

Chanyeol menandai paha sekal Baekhyun dulu, tidak lupa ia meremas-remas bokong Baekhyun yang montok itu. setelah itu baru ia masukan kejantanannya yang berukuran wow itu kedalam lubang hyungnya.

...

Seketika Chanyeol terbangun dari mimpi joroknya. Mata Chanyeol terbuka lebar, ia terduduk sambil memegangi kepalanya. Napasnya terengah-engah. Matanya membulat tidak percaya, bagaimana bisa ia bermimpi melakukan hal erotis itu bersamanya hyungnya sendiri? Chanyeol menyibak selimutnya, untuk turun ke dapur dan minum segelas air guna menenangkan pikirannya.

Saat selimut itu di sibak, Chanyeol mematung melihat area selangkangan celananya yang basah total hingga membasahi seprai sekaligus selimutnya. Chanyeol menggeram pelan sambil mengacak rambutnya frustasi.

"Oh shit."

Dengan cepat, Chanyeol memasuki kamar mandi. Dan langsung membersihkan dirinya sekaligus mencuci celananya beserta seprai dan selimutnya.

.

Chanyeol menghela napas pelan sambil menjemur celananya, seprai, dan selimutnya. Dalam hatinya ia terus bertanya-tanya, kenapa ia bisa bermimpi basah dengan hyungnya sendiri? Jika seperti ini terus, bisa-bisa ia menatap Baekhyun bukan sebagai kakaknya lagi.

"Lho? Chanyeol? kau sudah bangun?" tanya Baekhyun.

Seketika mata Chanyeol membulat, refleks ia menoleh kearah hyungnya. Seketika ia menyesal karena ia menoleh kearah hyungnya. Hyungnya baru bangun tidur dengan wajah bantalnya. Ia memakai piyamanya yang kebesaran dan juga tidak terkancingkan dengan benar hingga dada dan perut mulus hyungnya terekspos.

Jangan lupakan mata hyungnya yang sayu saat menatapya dan suaranya yang agak serak khas orang bangun tidur seketika semua itu membuat Chanyeol menegang dalam waktu singkat. Pikirannya melayang ke mimpinya yang semalam.

"Aahh.. chanyeol! aaah... faster..."

"Chanyeol?" panggil Baekhyun lagi. Baekhyun sedikit khawatir, Chanyeol sedikit berbeda dari biasanya.

Seketika lamunan jorok Chanyeol terhenti, namun hal itu belum selesai karena nyatanya area selatan Chanyeol kembali menegang dengan sempurna. Dengan cepat, Chanyeol meninggalkan Baekhyun begitu saja menuju kamar mandi tanpa mengatakan satu kata apapun. Baekhyun menatap kepergian Chanyeol dengan tanda tanya besar dikepalanya.

"Ada apa dengannya? Tidak biasanya. Ah.. laparnya." Baekhyun pun memilih untuk meladeni rasa laparnya terlebih dahulu daripada perilaku Chanyeol yang aneh.

Beruntung kamar Chanyeol ada kamar mandinya didalamnya, dengan cepat lelaki itu mengunci dirinya dalam kamar mandinya lalu menyalakan keran air dengan volume yang tinggi. Perlahan Chanyeol membuka celananya dan menggenggam kejantanannya yang panjang dan besar itu.

''Ini mudah, kau pernah melakukan ini sebelumnya bukan?' batin Chanyeol pada dirinya sendiri.

"Aahh.. Baekhyun hyung... aahhh..."

Dan ini untuk pertama kalinya bagi Chanyeol memfantasikan hyungnya dalam permainan solonya kali ini. semoga saja hyungnya tidak tahu.

.

.

.

07 Juni 2014

Sudah tiga bulan lamanya, semenjak Nickhun dan Tiffany pergi. Beruntungnya mereka terus berkabar dengan Chanyeol dan Baekhyun setiap ada waktu. Setidaknya untuk sekarang, Chanyeol dan Baekhyun bisa tenang karena keadaan kedua orang tua mereka baik-baik saja.

Sekarang Chanyeol sedang belajar diruang tamu, mata bulatnya menatap tajam soal-soal yang terpampang dilembaran kertas itu. Seketika atensi Chanyeol terbuyarkan saat Baekhyun duduk disampingnya.

Tidak lupa juga Baekhyun meletakan iced americano disebelah tempat pensil Chanyeol. baekhyun tersenyum kecil melihat buku Chanyeol yang ramai karena penuh coretan.

"Chanyeol ingin mau SMA mana?" tanya Baekhyun.

Chanyeol mengalihkan pandangannya dari bukunya lalu menatap Baekhyun. "Aku ingin satu SMA dengan hyung."

"SM Senior High School? Kau yakin benar-benar ingin masuk kesana?" tanya Baekhyun memastikan.

Chanyeol menganggukan kepalanya, ia mantap dengan keputusannya. "Ne, aku ingin bersama terus dengan hyung. Karena itu aku belajar keras dari sekarang."

Baekhyun tersenyum kecil, lalu ia mengelus pelan kepala Chanyeol. ia terkekeh pelan. "Semangat Chanyeol, pasti appa dan eomma akan sangat bangga denganmu."

"Mereka juga pasti bangga dengan hyung. Hyung selalu bekerja keras." Puji Chanyeol.

Baekhyun terdiam mendengarnya, kemudian Baekhyun menyunggingkan senyuman manis pada wajah cantiknya. Perlahan Chanyeol dan Baekhyun saling tertawa pelan.

'I want you... i want you..'

Seketika kekehan mereka terhenti saat ponsel Baekhyun berbunyi dengan kencang. Baekhyun merengut kesal dalam hatinya, siapa yang berani menelponnya disaat seperti ini. jika yang menelponnya adalah para sahabat laknatnya, maka Baekhyun akan memakinya saat itu juga.

Tatapan Baekhyun melunak saat melihat kontak ayahnya yang menelponnya via video call. Wajahnya langsung berseri-seri, dengan cepat Baekhyun menarik Chanyeol agar mendekat dengannya.

"Chanyeol! ada video call dari appa!" ucap Baekhyun dengan semangat.

Mendengar itu, Chanyeol langsung meletakan pensilnya dan mendekatkan kepalanya ke ponsel Baekhyun. Begitu Baekhyun mengangkat telepon itu, di layar ponselnya terpampang wajah cantik ibu mereka beserta wajah tampan ayah mereka.

"Anyeong, Chanyeollie, Baekhyunnie. Bagaimana kabar kalian hari ini?" tanya Tiffany.

"Kami baik-baik saja eomma. Bagaimana dengan appa dan eomma disana?" ucap Chanyeol.

"Kami baik disini, walau kami sangat sibuk disini." Jawab Nickhun.

"Appa, eomma sekarang Chanyeol sedang mempersiapkan diri agar bisa masuk ke SMA yang sama denganku." Ucap Baekhyun dengan cepat.

"Yak! Hyung!" protes Chanyeol malu.

"Benarkah? Semangat Chanyeollie, kami mendukungmu!" ucap Tiffany.

"Hyung juga sekarang sedang belajar mati-matian agar bisa masuk universitas! Walau sekarang hyung masih kelas 2 sih." Ucap Chanyeol.

Kini wajah Baekhyun yang memerah, Chanyeol menyeringai penuh kemenangan kali ini.

"Benarkah? Baekhyunnie ingin masuk ke universitas mana?" tanya Nickhun.

"Aku ingin masuk diantara SNU dan Yonsei. Untuk sementara dua universitas ini dulu, mungkin aku akan memikirkannya yang lain. " jawab Baekhyun.

"Jika Chanyeollie masuk ke SMA yang sama dengan Baekhyunnie, dan Baekhyunnie masuk ke Universitas yang Baekhyunnie inginkan. Eomma dan appa akan memberikan hadiah wishlist yang kalian." Ucap Nickhun.

Mata Chanyeol dan Baekhyun membinar mendengarnya.

"Benarkah?" tanya keduanya berbarengan.

"Tentu." Jawab Tiffany disertai anggukan dari Nickhun.

"Tuan Nickhun! nyonya Tiffany! Ada keperluan mendesak!" tiba-tiba tuan Lee, adjudan dari Nickhun berteriak dengan tergesa-gesa.

"Sepertinya, telepon kita sampai di sini saja." ucap Tiffany sedih.

"AH! Kami hampir memberitahukan hal penting kepada kalian! Lusa kami akan pulang." Ucap Nickhun dengan nada ceria.

Wajah Chanyeol dan Baekhyun yang tadinya suram mendengar perkataan Tiffany tadi langsung cerah seketika.

"Benarkah appa?" tanya Baekhyun memastikan.

"Iya, karena itu. Tolong doakan kami agar tugasnya cepat selesai dan kami bisa pulang bertemu dengan kalian." Timpal Tiffany.

"kalau begitu, kami tutup teleponnya agar appa dan eomma fokus pada pekerjaan kalian." Ucap Chanyeol.

"Anyeong.. sampai jumpa lusa nanti." Ucap Nickhun.

Setelah itu video call terputus. Chanyeol dan Baekhyun saling berpadangan dengan tatapan berseri-seri. Mereka berdua saling berteriak sambil menggoyang-goyang tubuh mereka satu sama lain dengan brutal.

"Aaaa! Chanyeol, kau mendengarnya tadi!?" Baekhyun begitu ribut mendengar berita jika kedua orang tua mereka akan pulang dengan waktu yang sangat cepat.

"Tentu saja! kenapa tidak?" balas Chanyeol tidak kalah ribut.

"Aaaaa! Kita harus beres-beres sekarang. Eomma bisa marah rumah begini berantakan." Baekhyun buru-buru berdiri dari tempatnya dan berpindah ke ruangan lain untuk segera memberekan kekacauan yang mereka buat pada hari-hari sebelumnya.

Chanyeol tertawa pelan melihat tingkah hyungnya yang menurutnya menggemaskan itu, perlahan ia menutup bukunya lalu menyusul hyungnya ke ruangan lain.

.

.

.

08 Juni 2013

Baekhyun dan Chanyeol telah membeli persiapan untuk kepulangan kedua orang tua mereka besok, Baekhyun semangat sekali untuk menyambut kepulangan Nickhun dan Tiffany besok. Ia antusias sekali, Chanyeol kadang sampai gemas dengan kelakuan hyungnya itu yang tidak mencerminkan seorang laki-laki berumur 17 tahun.

Chanyeol meminum susu tawar hangatnya sambil membaca chat grup yang di isi dengannya, tapi tiba-tiba saja, tidak angin ataupun hujan. Chanyeol tersedak oleh susu yang ia minum hingga masuk kedalam hidungnya.

'Shit, disaat seperti ini..'

Chanyeol buru-buru berlari kearah wastafel lalu mengeluarkan susu dari dalam hidungnya. Dirinya menumpu satu lengan kekarnya pada wastafel itu, sedangkan tangan satunya menekan-nekan hidungnya.

"Entah kenapa aku punya firasat buruk sekarang." Gumam Chanyeol lirih.

Chanyeol kembali duduk dibangku makan lalu kembali mengecek ponselnya. Ia melihat jam tertera diponselnya menunjukan pukul 22.00 PM. Lalu ia menghela napas pelan.

"Mungkin hanya perasaanku, sekarang lebih baik aku tidur saja." gumam Chanyeol lagi. Ia tidak boleh memberitahu hyungnya, bisa-bisa Baekhyun sedih mendengarnya.

Chanyeol menghabiskan susu tawar hangatnya yang tinggal setengah, lalu mematikan lampu dapur dan berniat untuk pergi ke kamarnya untuk pergi tidur. Langkah Chanyeol terhenti saat ia melewati ruang tamu yang lampunya masih menyala itu.

Ia melihat Baekhyun yang sudah memakain piyamanya tiduran miring kearah TV yang tengah menayangkan film action, jangan lupakan mata hyungnya yang berusaha keras untuk tertutup. Senyuman kecil terlukis diwajah tampan Chanyeol, perlahan ia mendekati kakaknya itu.

Mata ngantuk Baekhyun melirik Chanyeol yang kini ada didepannya, perlahan Baekhyun mengubah posisi tidurannya menjadi telentang.

"Oh Chanyeol. kau tidak tidur?" tanya Baekhyun.

"Ini mau tidur sebenarnya, hyung sendiri tidak tidur? Besok masih sekolah." Ucap Chanyeol.

Baekhyun tidak menjawab, ia hanya menggelengkan kepalanya. Lalu Baekhyun merenggangkan otot-otot tubuhnya, Chanyeol tersenyum gemas melihatnya. Baekhyun terlihat seperti anak kucing jika merenggangkan otot-ototnya seperti itu. Tiba-tiba terlintas ide di kepala Chanyeol.

"Hyung, hari ini aku mau tidur denganmu." Ucap Chanyeol.

Chanyeol pikir, jika ia tidur satu ranjang dengan Baekhyun malam ini. mungkin firasat buruk yang ia anggap sebagai perasaan bisa hilang.

Baekhyun menganggukan kepalanya , setuju. "Sebentar, aku sedikit mengantuk soalnya." Perlahan Baekhyun bangkit dari telentangnya.

Karena gerakan Baekhyun agak lambat, Chanyeol jadi tidak sabar. Dengan cepat Chanyeol menyelipkan lengan kekarnya dipunggung Baekhyun dan lutut Baekhyun lalu menggendong hyungnya kekamarnya dengan gaya pengantin. Oke Chanyeol sedikit kaget, karena tubuh hyungnya begitu ringan, sangat berbeda dari ekspetasinya.

Baekhyun memekik kaget ketika Chanyeol menggendongnya seperti ini, dengan cepat Baekhyun mengalungkan kedua tangannya pada leher Chanyeol. ia takut jika Chanyeol akan menjatuhkannya. Baekhyun menatap Chanyeol tidak percaya.

"Yak!apa yang kau lakukan!?" tanya Baekhyun dengan cepat.

"Menggendong hyung apa lagi?" jawab Chanyeol.

Wajah Baekhyun mulai memerah hingga ke telinganya.

"Tapi jangan menggendongku seperti ini, rasanya seperti..."

"Seperti pangeran menggendong mesra tuan putrinya, bukan?" tukas Chanyeol dengan serigaian bangsatnya.

Wajah Baekhyun semakin memerah hingga lehernya juga, dengan cepat ia memukul-mukul pelan dada Chanyeol. "Bodoh! Bodoh!" makinya malu.

Chanyeol tertawa puas mendengarnya, hyungnya benar-benar menggemaskan sekali. chanyeol membuka pintu kamarnya dengan kakinya lalu membaringkan hyungnya perlahan diatas termpat tidurnya. Setelah itu Chanyeol kembali menutup pintu kamarnya dan mengganti bajunya dengan piyama.

Baekhyun mendesah nyaman, lalu merapatkan selimut Chanyeol dengan tubuhnya. Matanya melirik Chanyeol yang sedang bertelanjang dada didepannya. Melihat tubuh Chanyeol yang mulai terbentuk, membuat Baekhyun mengelus tubuhnya sendiri.

"Aku iri dengan tubuhmu, aku jua mau punya tubuh seatletis itu. Haruskah aku diet dan mulai rutin pergi ke gym seperti dirimu?" tanya Baekhyun.

Seketika pergerakan Chanyeol terhenti, ingatannya berputar setahun yang lalu. Saat itu, Chanyol ingat sekali, Baekhyun diet mati-matian hingga berat badannya jauh dibawah normal berat badan Baekhyun sebenarnya. Memikirkan hal itu rahang Chanyeol mengeras, matanya menajam.

Baekhyun membeku saat merasakan aura hitam pekat, sekaligus dominan keluar dari dalam tubuh Chanyeol. baekhyun semakin merinding saat Chanyeol berbalik menghadapnya.

Dengan cepat Chanyeol langsung bergabung dengan Baekhyun diatas tempat tidurnya begitu selesai berganti pakaian. Chanyeol mengukung Baekhyun, dan menatapnya tajam seolah tatapannya bisa melubangi kepala Baekhyun saat itu juga. Aura dominan dan intimidasi Chanyeol keluar dengan begitu pekat. Baekhyun cukup merinding ditatap seperti itu oleh Chanyeol, ini untuk pertama kalinya Chanyeol begini terhadapnya.

"Hyung, jangan coba-coba lagi untuk diet ketat seperti itu. Hyung tahu, aku benci melihatmu sakit karena kekurangan nutrisi dan berat badan. Aku lebih suka hyung apa adanya begini, aku lebih senang melihat pipi gembil ini mengunyah daripada menirus karena sakit. Hyung mengerti?" cap Chanyeol.

Baekhyun tidak punya pilihan lain selain mengangguk dan mengiyakan perkataan Chanyeol. entah kenapa saat ini Chanyeol terlihat menyeramkan di penglihatannya. Ia seperti seorang dominant yang tidak bisa terbantahkan. Baekhyun memilih untuk membelakangi Chanyeol dan memeluk guling yang ada disana.

Tiba-tiba Chanyeol dan Baekhyun terdiam tanpa mengatakan satu kata apapun, atmosfernya menjadi canggung. Baekhyun pun memilih untuk mencair suasan itu duluan.

"Sebenarnya.. aku merasakan firasat buruk tentang appa dan eomma, karena itu aku menonton film untuk menghilangkannya." Ucap Baekhyun tiba-tiba.

Mata Chanyeol membulat mendengarnya. jadi bukan hanya dia?

"Aku juga hyung, karena itu aku mengajakmu tidur satu ranjang malam ini." balas Chanyeol.

"Apakah... itu hanya perasaan belaka atau.."

"Semoga saja itu hanya perasaan belaka hyung. Lebih baik kita tidur saja sekarang." Chanyeol mematikan lampu kamarnya lalu bersiap tidur. Seulas senyum terlukis diwajah tampan Chanyeol saat melihat hyungnya sudah tertidur, suara dengkuran halus khas seperti anak anjing terdengar di telinga Chanyeol.

Perlahan Chanyeol masuk kedalam selimut lalu memeluk Baekhyun dari belakang. Kepalanya ia tenggelamkan pada ceruk leher Baekhyun dan menyesap wangi manis sekaligus memabukan itu sepuasnya. Chanyeol tersenyum setelah menghirupnya, wangi tubuh Baekhyun memang membuatnya tenang. Setelah itu, Chanyeol masuk kedalam alam mimpinya.

.

.

09 April 2013

Tiba-tiba di jam empat pagi, ponsel Chanyeol berdering dengan sangat kencang hingga Chanyeol dan Baekhyun terbangun dari tidurnya seketika. Chanyeol menggeram kesal, siapa yang berani menelpon mereka pagi-pagi buta begini!?

Padangan Chanyeol melunak saat melihat nama Tuan Lee, adjudan Nickhun tertera di layar ponselnya dengan cepat Chanyeol mengangkatnya.

"Selamat pagi, tuan muda Chanyeol dan Baekhyun. Maaf telah menelpon anda berdua pagi-pagi begini." Ucap Tuan Lee dari sebrang telepon. Suaranya mengatakn jika dia tidak baik-baik saja.

Saat itu juga nyawa Chanyeol dan Baekhyun terkumpul penuh, mereka berdua saling berpandangan apa yang sebenarnya yang terjadi?

"Memangnya ada apa hingga tuan Lee menelpon kami pagi-pagi begini?" tanya Chanyeol.

Tuan Lee menghela napas sedih dari sana, ia juga terdengar menahan rasa sedihnya.

"Maafkan saya, seharusnya hari ini menjadi hari paling membahagiakan untuk anda berdua. Tapi saya malah.." ucapan tuan Lee terhenti karena tidak bisa menahan tangisnya.

"Apa sesuatu terjadi pada appa dan eomma?" tanya Baekhyun memastikan. Wajahnya begitu tegang.

"Maafkan saya, tuan Nickhun dan Nyonya Tiffany meninggal dalam kecelakaan saat ingin kembali kesini."

Berita yang disampaikan oleh Tuan Lee membuat Chanyeol dan Baekhyun shock setengah mati. Terutama Baekhyun tubuhnya melemas seketika, tatapannya mengosong. Chanyeol begitu panik melihat keadaan hyungnya yang berubah drastis seperti itu.

"Maafkan saya,tuan muda. Saya tidak becus menjadi adjudan tuan Nickhun, padahal saya berhutang banyak pada beliau." Tuan Lee mulai terisak di sebrang telepon. Seketika image tuan Lee yang selalu tegar dihadapan Chanyeol dan Baekhyun runtuh seketika.

"Tuan Lee, tolong bagikan lokasinya ke saya. Kami akan segera kesana." Ucap Chanyeol dengan cepat.

"Baik, tuan muda!"

Setelah itu Chanyeol mematikan teleponnya sepihak. Chanyeol menghampiri Baekhyun yang hanya bisa menatap kosong lantai.

"Hyung, kita harus mendatangi pemakam appa dan eomma. Setidaknya kita harus bertemu dengan mereka untuk terakhir kalinya." Air mata Chanyeol menggenang begitu juga dengan Baekhyun.

Baekhyun pun terisak pelan, lalu Chanyeol dengan sigap memeluknya. Membiarkan hyungnya menangis di dadanya.

.

.

Sudah berjam-jam Chanyeol dan Baekhyun derdiam diri sambil menyambut tamu-tamu bersama tuan Lee. Sahabat-sahabat Chanyeol beserta Baekhyun juga datang. Mereka mengatakan kalimat-kalimat penyemangat agar Chanyeol dan Baekhyun tidak sedih lagi.

Chanyeol menghela napas pelan lalu menoleh kearah Baekhyun yang sedang dikerubungin oleh sahabat-sahabatnya. Lalu ia menatap lantai.

"Aku khawatir dengan Baekhyun hyung, ia pasti sangat terguncang dengan meninggalnya appa dan eomma." Ucap Chanyeol.

Sahabat-sahabat Chanyeol terdiam mendengarnya, lalu mereka ikutan menoleh kearah Baekhyun dan sahabat-sahabatnya. Mereka menatap Baekhyun prihatin.

"Ya.. aku tidak tega melihat hyungmu. Ia seperti akan menangis saat ini juga." Ucap Park Kyung.

"Kakakmu hebat bisa menahannya sampai sejauh ini. jangan sampai membuatnya melakukan hal-hal aneh Chanyeol." ucap Zico.

"Ya tentu saja." ucap Chanyeol sambil memperhatikan hyungnya yang sedang berbincang dengan para sahabatnya.

.

.

Saat pulang, Baekhyun langsung mengunci diri di kamarnya. Chanyeol menatap sedih pintu kamar Baekhyun. Begitu juga, tuan Lee bersama adjudan-adjudan yang lainnya. Mereka takut Baekhyun akan melakukan sesuatu yang aneh. Chanyeol menghela napas pelan, lalu menatap para adjudan-adjudan ayahnya itu.

"Aku akan mengurusnya, kalian tunggu disini." Chanyeol pun melepas jasnya sembarangan lalu masuk ke kamar hyungnya dengan kunci duplikat yang ia buat diam-diam tanpa sepengetahuan Baekhyun.

Saat Chanyeol membuka pintu kamar Baekhyun, Chanyeol disuguhi pemandangan Baekhyun yang menyender didinding kamarnya sembari memeluk kedua lututnya. Baekhyun menundukkan kepalanya hingga poninya menutupi matanya.

Chanyeol menatap Baekhyun prihatin, perlahan ia mendekati Baekhyun dan duduk dikasur hyungnya.

"Hyung..." panggil Chanyeol pelan.

Baekhyun tidak menjawab, ia tetap menunduk tanpa menatap Chanyeol sama sekali. Chanyeol pun mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Baekhyun lalu mencengkram erat kedua pundak hyungnya. Dirinya menatap sedih hyungnya yang kacau begini.

"Hyung tolong tatap aku! Jebal!" pinta Chanyeol.

Baekhyun pun mengangkat wajahnya dan menatap wajah Chanyeol. baru saja Chanyeol hendak mengatakan sesuatu pada Baekhyun, Baekhyun sudah mendahuluinya.

"Sekarang kita harus apa? Appa dan eomma sudah pergi meninggalkan kita duluan. Padahal kita belum berikan apa-apa ke mereka.. hiks.."

"Aku merasa tidak berguna.. harusnya aku saja yang meninggal..."

Mata Chanyeol membulat mendengarnya, cengkramannya pada pundak Baekhyun semakin menguat. Rahangnya mengeras, dia sangat benci mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh hyungnya. Tidak... ia tidak ingin kehilangan kakak satu-satunya.

"Hyung! Kau tidak boleh berkata seperti itu!" ucap Chanyeol dengan cepat.

"Ha.. habisny-

"Hyung tidak memikirkan perasaan appa dan eomma!?" omel Chanyeol.

Seketika tubuh Baekhyun tersentak, dirinya menatap Chanyeol kaget. Melihat hyungnya sudah kembali seperti semula, Chanyeol pun meneruskan ucapannya.

"Mereka pasti sedih melihat hyung seperti ini. hyung juga sudah berjanji kepada mereka untuk hidup lebih baik dan masuk universitas yang bagus bukan?" ucap Chanyeol lagi.

"Aku juga sedih mendengar kepergian mereka, tetapi tidak seharusnya kau begini hyung. Kau harus merelakan mereka! Dan terus melangkah maju! Buatlah appa dan eomma bangga diatas sana melihat usahamu, ne?" ucap Chanyeol.

Tes..

Air mata Baekhyun kembali turun mendengar perkataan Chanyeol. baekhyun menarik Chanyeol lebih dekat, lalu menenggelamkan wajahnya dan menangis sepuasnya dibahu lebar itu. Perlahan juga Chanyeol mengelus punggung mungil Baekhyun, air matanya juga turun perlahan.

Sementara itu, tuan Lee beserta adjudan-adjudan yang lain tengah mengintip apa yang dilakukan Chanyeol, tersenyum lega melihat Chanyeol bisa menenangkan Baekhyun dengan cepat.

"Sepertinya kita tidak perlu khawatir lagi." Ucap tuan Han.

"Ya, tuan muda Chanyeol memang hebat! Ia persis seperti ayahnya jika bertindak." Timpal tuan Jung.

"Aku bersumpah atas nyawaku untuk melindungi tuan muda Chanyeol dan tuan muda Baekhyun." Batin tuan Lee sambil tersenyum.

Malam itu, setelah para adjudan Nickhun kembali ke kediaman mereka masing-masing, Chanyeol dan Baekhyun berakhir dengan tidur seranjang di kamar Baekhyun. Chanyeol tersenyum memandang hyungnya, ia lega bisa menenangkan hyungnya yang drop berat begini.

Perlahan tangan kekarnya menangkup pipi Baekhyun lalu mencium kening hyungnya dengan penuh kasih sayang. Ia memandang hyungnya sambil tersenyum.

"mimpi indah hyung.." ucapnya lalu ia menidurkan dirinya.

Tanpa Chanyeol sadari, seulas senyum terlukis diwajah Baekhyun setelah ia mengatakan kalimat itu.

.

.

.

.

Satu tahun kemudian

April 2015

Chanyeol mengencangkan dasinya, lalu memakai rompi dan blazer SM Senior High School. Ia juga menggunakan gaya comma pada rambutnya, hingga Chanyeol terlihat tampan maksimal. Ia tersenyum melihat penampilannya pada cermin lalu keluar dari kamarnya.

Ia duduk disamping Baekhyun saat ia berada di ruang makan. Ia menatap hyungnya yang sibuk makan dan membaca buku SKS-nya itu sambil tersenyum tampan.

"hyung, bagaimana dengan penampilanku?" tanya Chanyeol.

Kunyahan Baekhyun terhenti, dan juga atensinya pada buku SKS-nya teralihkan pada Chanyeol. seketika Baekhyun terdiam, ia terpesona dengan penampilan Chanyeol. chanyeol terlihat tampan sekali dengan seragam sekolahnya.

Melihat kerterdiaman Baekhyun membuat Chanyeol menyeringai senang, artinya hyungnya itu terpesona dengan ketampanannya bukan? "Hyung, bagaimana dengan penampilanku?"

Buru-buru Baekhyun memalingkan wajahnya. "Ka.. kau terlihat bagus kok hanya saja.."

Baekhyun melirik ke dasi Chanyeol, dan benar saja. chanyeol tidak mengikat dasinya dengan benar lagi.

"Lagi-lagi kau tidak mengikat dasimu dengan benar." Baekhyun menarik dasi Chanyeol lalu mengikatnya dengan benar.

"Hehe... aku memang tidak suka mengkita dasi hyung." Ucap Chanyeol.

"Hm. Terserahlah, cepat habiskan sarapanmu nanti kita telat." Ucap Baekhyun.

Dengan cepat, Chanyeol menghabiskan sandwichnya lalu memakai sepatu dikuti oleh hyungnya. Langkah mereka terhenti saat melihat tuan Lee berada didepan pintu mereka dengan mobil.

"Selamat pagi, tuan muda Chanyeol, tuan muda Baekhyun. Hari ini izinkan saya mengantar anda berdua ke sekolah." Ucap tuan Lee.

"Tidak perlu repot-repot, tuan Lee. Anda ini adjudan kami bukan supir kami." Tolak Baekhyun halus.

"Tapi hari ini, hari pertama tuan muda Chanyeol SMA. Tolong izinkan saya mengantar kalian." Mohon tuan Lee lagi.

"Baiklah, sekali ini saja ya... lain kali jangan mengantar kami lagi. Anda supir kami tuan Lee." Ucap Baekhyun.

"Baik, tuan muda Baekhyun." Lalu tuan Lee membukakan pintu mobil untuk mereka.

Setelah itu, mereka bertiga melaju ke sekolah yang memang sedikit jauh dari rumah. Chanyeol banyak bertanya dengan Baekhyun soal sekolah yang akan ia tempati nanti, dan Baekhyun juga semangat menjawab pertanyaan dari Chanyeol.

Sambil menyetir, tuan Lee terus tersenyum memperhatikan tingkah dua kakak beradik tidak sedarah itu. Ia senang sekali melihat keakraban dua tuan mudanya itu, ia sepeti melihat anaknya yang masih SMA.

Saat mereka sampai di sekolah, seruan para murid perempuan terdengar saat Chanyeol keluar dari mobilnya. Chanyeol terlihat tampan sekali, apalag dengan Baekhyun berad disampingnya. Seperti terkena tamparan visual, nikmat mana yang para murid perempuan dustakan saat melihat mereka berdua jalan berbarengan.

Chanyeol tersenyum senang sambil menggandeng tangan hyungnya dengan erat. Ia tidak sia-sia belajar habis-habisan untuk masuk sini.

Tapi tanpa Chanyeol tahu, semua ini bermula dari sini.

TBC...


Terimakasih banyak untuk ChanBaek09 dan Baekhyuneew buat review. Aku senang banget dapat review dari kalian.

dan juga maaf Baekhyuneew, Khunfanynya aku bikin dead huhu. soalnya itu yang aku rencanakan untuk cerita ini.

Thanks untuk support-nya, sampai jumpa di chapter berikutnya.

regrads

Iki