Step Brother (C) Iki Hayato 息隼人

.

.

.

EXO (C) SM entertainment, their families, and God

.

.

.

Main pair : ChanBaek!

.

Slight : EXO official couple, and others

.

.

enjoy


Suara ribut dari ruang tamu sedikit terdengar hingga pintu depan, disana terlihat Chanyeol bersama kedua teman barunya sekaligus teman sekelasnya Oh Sehun, dan Kim Jongin. Mereka langsung dekat saat pertama kali mereka bertemu di hari pertama. Dan sekarang adalah tiga minggu setelah mereka bersekolah di SM Senior High School.

"Yaiishh! Kenapa aku selalu kalah darimu." Pekik Jongin kesal sambil menatap Sehun sengit.

Sehun hanya menyampirkan seringaian penuh kemenangan sambil menggoyang-goyangkan joy stick yang dipegangnya. "Haha... Oh Sehun gitu loh."

"Cih!" Jongin nyaris membanting joy stick yang dipegangnya jika ia tidak ingat jika Joy stick itu milik Chanyeol.

"Jadi, tuan Oh Sehun yang terhormat mau bertanding melawanku?" tanya Chanyeol disertai seringaian bangsatnya.

Seketika saja, Sehun langsung merinding melihatnya. Dengan cepat, ia menggelengkan kepalanya. "Tidak. Kau brutal." Tolaknya.

Langsung saja Jongin menertawainya. "Hahahahaha... katanya jago kok malah takut sama Chanyeol!"

"Hei, yang juara tiga diam saja." balas Sehun tidak terima.

"Yak!"

Dan tentu saja, Sehun dan Jongin kembali berdebat tidak penting. Chanyeol menghela napas pelan, lalu meminum lemon tea-nya. ia sudah biasa sekarang melihat pertengkaran dua kopi susu itu. Chanyeol menonton pertengkaran itu dengan tatapan malas tanpa ada niat untuk melerai mereka. Toh, mereka juga akan berhenti sendiri.

"Aku pulang."

Atensi Chanyeol teralihkan, wajah malasnya berubah ceria mendengar suara itu. Ia sudah hafal siapa pemilik suara itu.

Sedetik kemudian, munculah Baekhyun namun, ia tidak sendiri. Ia bersama kedua sahabatnya, Xi Luhan dan Do Kyungsoo. Seketika saja wajah Chanyeol berubah biasa, entah kenapa ia tidak suka melihat hyung-nya berdekatan dengan orang lain kecuali dirinya. Apalagi Luhan tengah merangkul hyungnya dengan erat.

"Oh hyung? Kau membawa teman?" tanya Chanyeol disertai senyuman pura-pura ramahnya.

Baekhyun menganggukan kepalanya. "ne, kami ingin belajar bareng. Kami keatas duluan, kalian jangan terlalu berisik ya." Ucap Baekhyun.

"baik hyung." Ucap Sehun dan Jongin serempak. Entah kenapa mereka bisa kompak lagi.

Chanyeol hanya diam saja memperhatikan Baekhyun dan kedua sahabatnya melewati mereka lalu berjalan menuju kamar Baekhyun. Saat berjalan melewati mereka, Luhan terus memperhatikan Sehun dengan senyuman aneh diwajahnya.

Setelah itu Chanyeol dapat melihat lelaki berdarah China itu membisiki Kyungsoo dan Baekhyun sesuatu, jangan lupakan satu tangan Luhan merangkul Baekhyun erat. Namun, tampaknya Kyungsoo dan Baekhyun tidak setuju dengan perkataan Luhan. Sehingga Kyungsoo terlihat mengomeli Luhan dan Baekhyun menyentil dahi Luhan dengan cukup keras sambil berkata sesuatu.

Luhan tampak tidak terima pun tiba-tiba meremas kencang bokong hyungnya. Mata Chanyeol membulat melihat, hell apa-apaan itu!? Bahkan dirinya yang berstatus adiknya belum pernah melakukan hal seperti itu pada kakaknya. Baekhyun terihat kesal lalu memukul Luhan, ia dan Kyungsoo mendahului Luhan yang menertawainya.

"Hei, tadi aku lihat Luhan sunbae memperhatikanmu dengan senyuman anehnya." Ucap Jongin pada Sehun.

Sehun mendengus sombong, lalu menyisirkan rambutnya kebelakangnya. " Tentu saja! aku ini kan tampan, pasti Luhan sunbae yang cantik itu menyukaiku." Ucap Sehun narsis.

Jongin menatap Sehun jijik, lalu ia memukulnya dengan bantal sofa. " Kau menjijikan!" omelnya.

"Yak!" Sehun berusaha untuk menghindar dari pukulan bantal Jongin.

"Chanyeol! lihatlah! Maknae kita jadi narsis begini!" ucap Jongin.

Tidak ada jawaban apapu dari Chanyeol. hal itu tentu saja membuat Sehun dan Jongin mengernyit, tidak biasanya Chanyeol begini. Ia selalu nimbrung. Saat Sehun dan Jongin menoleh kearahnya, seketika mereka langsung terdiam dengan tatapan kaget.

Chanyeol terdiam dengan tatapan tajam tidak lupa aura hitam pekat keluar dari tubuhnya. Walau Sehun dan Jongin belum lama mengenal Chanyeol, mereka tahu jika tuan muda Park itu kondisi hatinya sedang marah besar.

Sehun dan Jongin saling berpandangan. Kira-kira apa yang membuat Chanyeol seperti itu?

.

.

Luhan dan Kyungsoo menenggelamkaan wajah mereka ke bantal, mereka berdua memandang jenuh buku tebal mereka yang penuh angka sekaligus tulisan. Mata mereka beralih ke Baekhyun yang masih mengerjakan soal dengan penuh semangat. Terlihat dari matanya yang meniratkan bara api.

"Bagaimana bisa kau masih semangat begini?" tanya Luhan heran.

"Ya, kau bahkan belajar seperti ini sejak kelas 2 SMA." Timpal Kyungsoo.

Gerakan tangan Baekhyun berhenti, ia menoleh kearah kedua sahabatnya. "Kalian tahukan jika appa dan eommaku sudah meninggal? Dan aku sudah berjanji kepada mereka untuk masuk universitas terbaik." Jawab Baekhyun.

Luhan dan Kyungsoo langsung terdiam, seketika atmosfer mereka langsung dingin dalam sekejap. "Ma.. maafkan kami, kami tidak bermaksud untuk mengungkitnya."

"Tidak apa-apa, omong-omong kalian niatnya mau masuk universitas mana?" tanya Baekhyun.

"Hm? Sama denganmu. SNU." Jawab Kyungsoo.

"Ya, aku juga. Tapi bisa jadi aku akan kembali ke Beijing untuk kuliah disana." jawab Luhan.

"Yang benar? Berarti kau akan meninggalkan Oh Sehun." Ucap Kyungsoo.

Luhan mengernyitkan keningnya. "Hah? Ada apa dengannya?" tanya Luhan bingung.

"Kau suka dengannya bukan? Kau membicarakannya dengan penuh semangat tadi saat kita naik kesini." Ucap Baekhyun.

Luhan mendengus remeh. "Hei, aku membicarakannya karena ia cukup mirip dengan Levi Ackerman. Dan aku cinta Levi."

"Berhenti memiripkan orang sepertinya dengan Levi, Oh Sehun hanya seonggok pria penuh komuk. Beda dengan Levi yang keren." Ucap Baekhyun ketus.

"Ya aku setuju dengan Baekhyun." Timpal Kyungsoo sambil menganggukan kepalanya.

Ia dan Kyungsoo pun saling berhigh five saat melihat wajah Luhan yang memerah menahan marah karena mereka.

"Yak! Kalian ini! bisa tidak jangan rusak kesenanganku melihat Levi versi real life." Omel Luhan kesal.

Ah, sepertinya aku lupa memberitahu kalian jika Luhan, Kyungsoo, dan Baekhyun itu adalah fanboy-nya Levi Ackerman. Kalian bisa melihat mereka akan berteriak seperti fanboy jika Levi sedang beraksi dengan kerennya membunuh titan, atau menangis sedih saat Levi kehilangan kedua sahabatnya beserta sahabat-sahabatnya. Oke kita kembali ke cerita.

Luhan dengan kesal pun menerjang kedua sahabatnya lalu menggelitikinya keduanya terutama Baekhyun. Karena Baekhyun yang paling gampang geli diantara mereka, jadi Baekhyun sering jadi sasaran gelitikan teman-temannya. Bahkan Kyungsoo sekarang sekongkol dengan Luhan untuk menggelitik Baekhyun.

"Gyaaaaa! Luhan! Kyungsoo! Berhenti menggelitikiku hahahahahahah..." Baekhyun terus berusaha memberontak dari kukungan Luhan dan Kyungsoo.

"Rasakan ini karena sudah mengatai Levi versi real lifeku." Luhan semakin gencar menggelitik Baekhyun.

"AAAA! Kyungsoo! Kenapa kau berubah haluan jadi membantu Luhan!?" ucap Baekhyun kesal.

"Hahahaha... maaf Baekhyun. Sepertinya menggelitikimu itu lebih menarik daripada melawan Luhan." Ucap Kyungsoo disertai tawa setannya.

"Dasar satansoo!" teriak Baekhyun.

Setelah Baekhyun berteriak seperti itu tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Dan menampilkan salah satu temna Chanyeol yang kulitnya sedikit tan, Kim Jongin.

"Baekhyun hyung, Chanye-

Ucapan Jongin terputus saat melihat posisi Baekhyun bersama kedua sahabatnya. Entah kenapa dimatanya posisi mereka terlihat ambigu, seperti orang yang melakukan threesome. Tapi, kenapa orang yang melakukan threesome itu cantik-cantik semua?

Langsung saja Jongin menutup pintu lalu berteriak.

"CHANYEOL! HYUNGMU SEDANG MELAKUKAN THREESOME BERSAMA KEDUA SAHABATNYA!" teriak Jongin sambil lari kebawah.

.

.

.

"Maafkan aku! Aku tidak bermaksud seperti itu hyung." Sesal Jongin.

Kyungsoo dan Luhan masih mengeluarkan aura membunuh kepada Jongin. Karena mulut ember Jongin beserta otak kotornya membuat suasana menjadi canggung di ruang makan ini. baekhyun menghela napas pelan lalu menatap sahabat dari adik tirinya itu.

"Sudahlah jangan dipikirkan, lain kali jangan begitu lagi." Ucap Baekhyun lalu menyomot ayam goreng.

"Baik, hyung. Sekali lagi maafkan aku." Ucap Jongin.

Chanyeol menelan daging ayamnya, lalu memandang hyungnya.

"Sebenarnya apa yang terjadi hyung?" tanya Chanyeol.

Chanyeol dari tadi sudah menahan dirinya untuk bertanya, ia semakin tidak nyaman mengingat Jongin memasukan kata threesome dalam teriakannya. Chanyeol tahu betul apa itu threesome mingingat ia sering menontonnya bersama kedua sahabat laknatnya.

"Bukan masalah besar kok Chanyeol." jawab Baekhyun.

Namun, bukan itu jawaban yang Chanyeol inginkan. Mata Chanyeol menajam, aura intimidasinya keluar membuat semua yang ada disana merinding terutama Jongin. Chanyeol menatap Baekhyun tajam.

"Hyuung..." paksa Chanyol.

Baekhyun menghela napas kasar. "baiklah, Jongin salah paham dengan kami, padahal kami sedang menggelitiki satu sama lain. Kau jangan ikutan berpikiran kotor seperti Jongin juga." Omel Baekhyun sambil menyentil keras dahi lebar Chanyeol.

"Auchh! Sakit hyung!" Chanyeol mengelus pelan dahinya yang memerah itu.

"Hey, jangan kira hyung tidak tahu apa biasa kau tonton itu, Park Chanyeol." Baekhyun kembali memakan ayamnya tidak mempedulikan tatapan kaget dari adik tirinya beserta kedua sahabatnya.

Mereka bertiga langsung berpandangan. Bagaimana bisa Baekhyun tahu apa yang mereka tonton? Bahkan mereka sudah yakin banget jika mereka nonton dengan sangat hati-hati.

Sementara itu, Baekhyun dan Kyungsoo hanya menahan tawa mereka sambil memakan ayam goreng mereka. Beda dengan Luhan yang malah memperhatikan Sehun, tatapan seakan ia menonton Levi Ackerman sedang makan ayam goreng.

Sehun yang menyadari tatapan Luhan langsung membalas menatapnya, alisnya mengernyit.

"Hyung? Apa ada yang salah denganku?" tanya Sehun.

Luhan mengerjap pelan. "Tidak.. hanya saja kau mirip dengan karakter anime kesukaanku Levi Ackerman." Jawab Luhan.

Oke, Sehun, Jongin beserta Chanyeol bingung dengan apa yang Luhan katakan, sedangkan Kyungsoo dan Baekhyun menatap Luhan datar.

"Lu, sudah kubilang jangan menyamakan orang seperti dia dengan Levi. Levi jauh lebih keren, lihat bahkan dia saja tidak tahu siapa itu Levi." Ucap Kyungsoo pedas.

"Hyung, siapa itu Levi Ackerman?" tanya Chanyeol pada Baekhyun.

"Karakter anime kesukaan Luhan, Kyungsoo, dan aku." Jawab Baekhyun.

Kali ini Chanyeol yang kaget. "Hyung suka anime? Bagaimana bisa aku tidak tahu!?"

Terlihat keringat sebiji jagung di pelipis Baekhyun, ia tersenyum gugup lalu memilih untuk melahap ayam gorengnya dari pada menjawab pertanyaan dari Chanyeol. chanyeol menatap kakak tirinya tidak percaya.

Disebrang meja makan, Jongin menyeringai. "Jangan-jangan kalian nonton anime hentai, alias pornonya anime." Celetuknya. Oke, kali ini Chanyeol dan Sehun yang kaget.

"Ah! Aku nonton kok. Tapi, aku tidak tahu bagaimana dengan Kyungsoo dan Baekhyun." Jawab Luhan santai sambil mengunyah ayam gorengnya.

"Kau menontonnya!?" tanya Baekhyun tidak percaya. Kyungsoo memilih melahab ayamnya saja, ia sudah tidak heran lagi dengan apa yang Luhan tonton.

"Tentu saja! aku ini kan lelaki jantan. Sudah sepatutnya seorang laki-laki nonton hal seperti itu." Balas Luhan dengan bangga.

"Heh! Jantan kok wajahnya seperti perempuan." Ejek Sehun lirih.

"kau bilang apa tadi?" tanya Luhan sambil tersenyum jangan lupakan aura membunuh yang keluar dari tubuhnya.

Sehun menelan ludahnya paksa. "Ti.. tidak kok hyung, aku hanya ingin link anime hentainya." Ucap Sehun dengan cepat. Oke, Sehun takut mati jika membuat sunbaenya marah.

"Baiklah mana id kakao talkmu, akan kukirimkan link animenya dari sana saja." Luhan mulai mengeluarkan ponselnya begitu juga dengan Sehun.

Mereka mengobrol seakan diruangan ini hanya ada mereka berdua. Bahkan ekspresi Sehun seperti kagum melihat isi ponselnya, Luhan hanya tertawa bangga. Mereka bahkan berbagi earphone berdua. Kyungsoo dan Baekhyun hanya bisa menatap datar interaksi Luhan dengan Levi real life (menurut Luhan sendiri) itu.

"Hun, jangan lupa bagi linknya ke grup ya.." ucap Jongin. Ia tidak menghiraukan tatapan tajam dari Baekhyun.

Kyungsoo menyenggol pelan lengan Baekhyun. "Baek, temanmu itu pintar sekali modusnya." Ucapnya pelan.

"Kira-kira siapa yang mengejari temanmu itu." Balas Baekhyun.

Kyungsoo menghembuskan napasnya lalu menyenderkan kepalanya ke pundak Baekhyun, kedua lengannya memeluk tubuh Baekhyun seolah Baekhyun adalah bantal kesayangannya. Mereka berdua menonton interaksi Sehun Luhan itu sambil tersenyum-senyum tidak jelas. Mereka sudah seperti shipper bl saja.

Dan lagi-lagi Chanyeol memperhatikan interaksi manis Baekhyun denga Kyungsoo dengan tatapan tidak suka yang sangat kentara itu.

.

.

.

22.30 PM

Tiga menit yang lalu, Sehun, Jongin, Kyungsoo, dan Luhan sudah meninggalkan rumah Chanyeol dan Baekhyun. Sekarang, Baekhyun tengah mencuci piring yang digunakan untuk makan malam tadi, Chanyeol mendekati hyungnya. Perlahan kedua lengan kekar itu melingkar di perut Baekhyun.

Baekhyun sedikit berjengit saat merasakan napas Chanyeol menerpa lehernya dengan telak.

"Hyung.. malam ini aku ingin tidur seranjang denganmu." Ucap Chanyeol.

Baekhyun terkekeh pelan mendengarnya. "Akhir-akhir ini kau suka sekali tidur seranjang dengan hyung."

"Huuumm..." Chanyeol hanya mendengus pelan sambil menyesap aroma manis tubuh Baekhyun yang selalu membuatnya mabuk kepayang sambil memejamkan matanya.

Ingatan Chanyeol berputar pada kejadian tadi sore, ketika Luhan meremas bokong sintal Baekhyun ataupun Kyungsoo memeluk erat Baekhyun seperti memeluk bantal kesayangannya makan malam tadi. bahkan Jongin tadi mengira mereka tengah melakukan threesome saat mau makan malam.

Entah kenapa Chanyeol sangat tidak menyukai kedekatan Baekhyun dengan kedua sahabatnya itu. Tanpa sadar, Chanyeol mengeratkan pelukannya hingga membuat Baekhyun mengernyitkan keningnya. Bingung.

"Chanyeol ada apa?" tanya Baekhyun bingung.

"Ani hyung." Jawab Chanyeol.

Baekhyun semakin bingung dengan Chanyeol, namun Baekhyun memilih untuk melanjutkan mencuci piringnya yang tertunda. Saat Baekhyun hendak meletakan piring terakhir ke rak piring, tiba-tiba Chanyeol membuka mulutnya.

"Hyung, apa hyung bersama kedua teman hyung itu sedekat itu. Aku lihat kalian sering berpelukan begitu, bahkan Jongin mengira kalian melakukan threesome dan Luhan sunbaenim juga tidak ragu meremas asetmu." Ucap Chanyeol.

Wajah Baekhyun memerah mendengarnya, ia pun langsung menghadap Chanyeol hingga pelukan Chanyeol terlepas.

"kau melihat apa yang dilakukan Luhan!? Aah... memalukan sekali." baekhyun menutupi wajahnya yang sudah memerah sempurna itu.

"Kalian sering begitu? Hingga di kira punya hubungan lebih seperti itu?" tanya Chanyeol memastikan.

Baekhyun menggaruk pelan tengkuknya. "Eumm... mungkin ya. Karena kami sudah berteman sejak lama bahkan sebelum masuk SMP, jadi aku terbiasa seperti itu dengan mereka. Walau ujung-ujungnya ku pukul juga sih." Jelas Baekhyun sambil tertawa mengingat hal itu.

Namun, berbeda dengan Chanyeol. ia semakin tidak suka mendengar hal itu, jadi sebelum ia bertemu dengan Baekhyun. Kedua sahabat laknat Baekhyun sudah seperti itu!?

"Hyung, bisa katakan kepada sahabat hyung untuk tidak seperti itu lagi? Aku tidak menyukai itu." Ucap Chanyeol.

Mata Baekhyun membulat kaget. Tunggu. Apa!? "Eh!? Tapi-

"Hyung..." kali ini Chanyeol menatap tajam Baekhyun dengan aura intimdasi serta aura dominan yang seakan berkata 'jangan membantah'

Baekhyun menggigit bibirnya pelan, sejak kapan Chanyeol jadi punya aura intimidasi dan aura dominan yang sangat kuat begini? Apa ini dari Nickhun?

"Baiklah, aku akan membicarakan ini kepada mereka besok." Ucap Baekhyun. Ya, ia kembali mengalah dengan Chanyeol.

Seulas senyuman senang terpampang dia wajah tampan Chanyeol. perlahan tangan kekar itu menarik Baekhyun menaiki tangga menuju kamarnya. "Baiklah, ayo kita tidur hyung. Besok kita bisa telat."

Baekhyun hanya mengangguk pelan disertai senyuman kecilnya, mata sipitnya memandang punggung lebar itu bingung.

'Ada apa denganmu Chanyeol?' batin Baekhyun.

.

.

Malam sudah semakin larut, bahkan Baekhyun sudah tertidur dengan pulasnya sambil memeluk guling kesayangannya. Berbeda dengan Chanyeol yang masih terjaga dan memperhatikan wajah polos hyungnya yang tertidur nyenyak itu. Jemari besar dan panjangnya menyelusuri wajah cantik itu, yang tidak pernah bosan ia perhatikan.

Perlahan Chanyeol sedikit duduk lalu menarik hyungnya agar lebih mendekat dengannya lalu menenggelamkan wajahnya ke ceruk leher Baehyun, entah kenapa ia sangat menyukai menenggelamkan wajahnya ke ceruk hyungnya ditambah lagi wangi manis hyung yang selalu berhasil memabukan dirinya.

Perlahan kedua lengan kekar itu memeluk pinggang hyungnya. Dirinya kembali mendongak memandang wajah cantik itu yang masih tertidur tidak terganggu dengan pergerakannya.

"Maaf, hyung kau pasti merasa tidak nyaman dengan sikapku tadi. tapi, aku hanya mengutarakan apa yang kurasakan dan entah kenapa aku sangat tidak menyukai ada lelaki ataupun perempuan yang mendekatimu." Ucap Chanyeol lirih.

Baekhyun tidak menjawab, perlahan Baekhyun bergerak, tangannya yang tadinya di depan dadanya bergerak menuju belakang kepala Chanyeol lalu mengelus pelan rambut Chanyeol.

Chanyeol tersenyum merasakan elusan lembut itu dikepalanya, perlahan Chanyeol menutup matanya lalu menyusul hyungnya menuju alam mimpinya.

.

.

.

Paginya, Baekhyun masuk ke kelasnya. Matanya membinar saat melihat kedua sahabatnya tengah berkumpul di meja Jinwoo, bersama sahabat Baekhyun yang lain Kim Jinwoo dan Moonbyul.

Mereka berempat menyambut kedatangan Baekhyun dengan antusias, Baekhyun tersenyum senang melihatnya lalu ia meletakan tasnya di bangkunya lalu berjalan menuju meja Jinwoo. Luhan langsung merangkulnya dengan erat begitu sudah didekatnya.

"Teganya kalian tidak mengajakku belajar di rumah Baekhyun kemarin." Rengut Jinwoo sambil mengerucutkan bibirnya.

Moonbyul tertawa melihat ekspresi lucu Jinwoo perlahan ia mencubit gemas pipi chubby Jinwoo.

"Maaf.. maaf.. kukira kau ada les seperti Moonbyul." Ucap Baekhyun.

"Daripada itu.. ada hal yang ingin ku diskusikan dengan kalian." Ucap Baekhyun.

Keempat sahabat Baekhyun langsung menoleh kearah Baekhyun secara bersamaan. "Ada apa?" tanya Luhan yang pertama kali bertanya. Seketika aura disekitar mereka berubah menjadi lebih serius dari biasanya.

Baekhyun menyeret salah satu bangku lalu mendudukinya, kelas mereka masih sepi karena mereka sering datang lebih awal agar bisa mengobrol dan bermain. Mereka biasa datang ke sekolah jam 7 pagi sedangkan jam masuk adalah jam 9 pagi. Dan itu sudah menjadi kebiasaan mereka saat masih duduk di bangku SMP.

"Kalian tahu, kemarin kita nyaris dikira threesome oleh sahabatnya Chanyeol, Kim Jongin." Ucap Baekhyun.

Moonbyul dan Jinwoo yang mendengarnya langsung tertawa. "Hei, kalian ini terlalu cantik untuk melakukan threesome.. hahahaha..." tawa perempuan dominan itu.

"Dianya saja yang otaknya penuh dengan video porno." Ucap Kyungsoo kesal.

"Tapi bukan itu masalahnya." Lanjut Baekhyun.

"Lalu?" kali ini Jinwoo yang bertanya.

"Chanyeol tidak menyukainya, kalian tahu sekali bukan? Jika Luhan sangat suka meraba-raba tubuhku terutama bokongku. Dan Kyungsoo suka menjadikanku bantalnya, Chanyeol memintaku untuk menghentikan kebiasaan Luhan dan Kyungsoo seperti itu kepadaku. Sebenarnya aku tidak masalah, hanya saja kenapa dia harus memaksaku." Jelas Baekhyun. Wajahnya benar-benar penuh dengan tanda tanya.

"Ia mempelakukanku seperti miliknya seorang, dan tidak ada orang yang boleh menyentuhku selain dirinya." Lanjut Baekhyun.

Luhan, Kyungsoo, Jinwoo, dan Moonbyul berpikir dengan keras. Sampai bermenit-menit belalu hingga Luhan yang memberikan opininya duluan.

"Hei, apakah Chanyeol menyimpan perasaan lebih kepadamu? Maksudku perasaan yang lebih dari saudara seorang." Tanya Luhan.

"hei, Chanyeol itu adikku mana mungkin ia menyukaiku dalam artian seperti itu. Dan hubungan sesama saudara itu tidak dibolehkan bukan?" sangkal Baekhyun dengan cepat.

"Kalian bukan saudara kandung, semua orang disekolah ini tahu itu karena margamu berubah dari Byun Baekhyun menjadi Park Baekhyun. Yah kecuali, anak-anak baru yang seangkatan dengan adik tirimu itu." Balas Kyungsoo.

"Yah, kalian hanya saudara tiri bukan? Menurutku tidak apa-apa sih kalia berhubungan seperti, dan juga keluargamu itu terbilang sangat kaya bukan? Pasti bisa diatasi dengan mudah." Timpal Jinwoo.

"Daripada itu, apa kau sendiri tidak menyimpan perasaan kepada Chanyeol juga? Kau sadar tidak? Kelakuan kalian itu seperti pasangan muda yang baru menikah dan juga baru tinggal berdua." Celetuk Moonbyul tiba-tiba.

Mata Baekhyun membulat mendengarnya.

"Ya, kau benar sekali. saat Chanyeol dan Baekhyun berdua, rasanya dunia hanya milik mereka, dan kita hanya ngontrak." Gurau Luhan sambil tertawa.

Semuanya tertawa mendengar gurauan Luhan, minus Baekhyun sendiri yang masih tenggelam dalam pikirannya.

.

.

.

Sementara itu, di kelas tahun pertama.

"Hei, Luhan sunbae sudah mengirimkanku link anime hentai yang banyak banget! Mau nonton bareng tidak?" tanya Sehun sambil menatap Chanyeol dan Jongin yang tengah asik memainkan ponsel mereka.

"Bodoh! Sekarang masih pagi tahu!" Chanyeol menendang keras bangku yang Sehun duduki.

"Masa iya, pagi-pagi begini nanti kita harus menyelesaikan bagian kita dikamar mandi lagi." Timpal Jongin.

"Aaiishh! Aku hanya mengajak kalian, tapi bukan sekarang!" balas Sehun kesal. Sehun berbalik lalu kembali Chattingan dengan Luhan.

Setelah Sehun berkata seperti itu, datanglah Huang ZiTao ke kelas lalu ia duduk ditempatnya yang dekat dengan tempat duduk Trio tiang itu. Jongin tersenyum lalu mendekati laki-laki manis berdarah China itu.

"Hei, Tao. Kau kan otaku, bisa bagi link anime hentai yang paling 'wow' tidak?" tanya Jongin.

Kedua pipi Tao memerah mendengar pertanyaan Jongin yang menurutnya vulgar itu, dengan tidak berperasaan Tao memukul kencang kepala Jongin hingga terlihat benjolan di kepala Jongin.

"Bodoh! Idiot! Apa di kepalamu hanya ada video porno dan anime hentai saja? sekarang masih pagi bodoh!" bentak Tao kesal sekaligus malu. Mana suaranya Jongin itu besar, bisa saja yang lain tahu.

FYI, Tao adalah salah otaku anime yang ada dikelas, bedanya Tao tipe otaku yang terbilang kaya. Buktinya, Tao rela mengeluarkan uangnya untuk membeli merchandise anime kesukaannya dan juga Tao menonton anime di Crucnhcroll. Jangan lupakan berapa banyak action figure anime yang sudah Tao beli.

Chanyeol dan Sehun dengan teganya menertawai Jongin yang sedang meringis kesakitan. Jongin merutuki jika ia melupakan fakta jika Tao mempelajari wushu, sekarang ia kena batunya.

"Omong-omong, nanti kita akan ada murid pindahan baru dari Australia." Ucap Tao tiba-tiba.

"Benarkah!? Laki-laki atau perempuan?" tanya Jongin tiba-tiba. Sepertinya ia sudah pulih dari sakitnya pukulan Tao.

"Tidak tahu.. Kim Seonsaengnim yang memberitahuku." Jawab Tao acuh. Lalu ia kembali menonton anime yang ia tunda semalam.

Jongin merengut pelan, lalu ia menenggelamkan kepalanya diantara kedua lengannya.

Tidak lama kemudian, bel berbunyi. Semua siswa yang ada diluar kelas langsung masuk kedalam kelas mereka masing-masing. Tao pun melepaskan headphonenya sekaligus memasukan tabletnya kedalam tas.

Lalu tidak lama kemudian, datanglah Kim Seonsaengnim masuk kekelas mereka bersama seorang murid perempuan dengan rambut berwarna pirang. Semua laki-laki yang ada dikelas mereka langsung ribut memuji betapa cantiknya anak perempuan itu. Anak perempuan itu hanya tersenyum ketika para lelaki menujinya.

Tao mendengus pelan melihat anak perempuan itu. "masih cantikkan Tohsaka Rin-ku. dia tidak ada bandingannya dengan Rin." Ucapnya kesal.

Chanyeol memutar kedua bola matanya malas. 'Baekhyun hyung masih jauh lebih cantik.' Batinnya.

"Anak-anak, hari ini kalian mendapat teman baru dari Australia, perkenalkan dirimu!" perintah Kim Seonsaengnim.

Murid perempuan itu tersenyum. "Anyeong Hasseo yeoreobun, namaku Roseanne Park biasa dipanggil Rose. Aku orang Korea namun aku sudah lama tinggal di Australia salam kenal."

Perempuan itu melihat Chanyeol yang berada dibangku belakang. Chanyeol terlihat tidak tertarik dengannya dan memilih mengobrol diam-diam dengan temannya tanpa sepengetahuan Kim Seonsaengnim.

Perlahan perempuan itu tersenyum.

TBC...

Maaf chapter kali ini lebih sedikit dari biasanya T_T.

Dan juga terimakasih banyak untuk yang review chapter kemarin sama yang sudah favorit plus follow fanfic ini. huhu Thank you so much, you all Made my day.

untuk Baekhyuneew, hehe fanfic ini memang bukan two shoot, tapi aku berusaha buat selesaikan fanfic ini dengan cepat. Dan maaf lagi, aku harus nambahin pelakor. karena mereka pasti pikir hubungan ChanBaek itu gak normal dan berusaha mau merebut dengan embel-embel menormalkan cih!

Dan untuk ChanBaek09, tentu dong happy ending. apa yang enggak buat Daddy dan appa hehe.

that's all for today. sampai nanti chapter depan.

regards

Iki