Step Brother (C) Iki Hayato 息隼人

.

.

.

EXO (C) SM entertainment, their families, and God

.

.

.

Main pair : ChanBaek!

.

Slight : EXO official couple, and others

.

.

Chanyeol's friends circle : Oh Sehun, Kim Jongin, Huang Zitao

.

Baekhyun's friends circle : Luhan, Do Kyungsoo, Kim Jinwoo (WINNER), Moonbyul (Mamamoo)

.

enjoy


Saat istirahat, seperti biasa. Baekhyun makan siang bersama keempat sahabatnya di area pojok kantin, tempat biasa mereka makan sejak tahun pertama SMA. Mereka bahkan di juluki sebagai penghuni bangku pojok.

Saat makan, diam-diam Kyungsoo dan Luhan mencuri-curi pandang kearah tempat duduk Chanyeol dan kedua sahabatnya. Tiba-tiba mereka bedua tersentak saat Chanyeol menoleh kearah mereka, tidak! Lebih tepatnya Chanyeol memandangi Baekhyun yang makan dengan tenang di tempatnya.

Perlahan Luhan menyenggol pelan lengan Baekhyun, Baekhyun menoleh kearah Luhan dan memerikan tatapan 'ada apa?.' Perlahan Luhan mengisyaratkan Baekhyun untuk menoleh kearah Chanyeol. baekhyun pun menoleh kearah Chanyeol yang masih menatapnya dan membeikan tatapan 'ada apa?' kepada Chanyeol.

Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu kembali lanjut memakan makan siangnya. Baekhyun menatap bingung adik tirinya, lalu ia kembali fokus pada makanannya.

Moonbyul, Jinwoo, beserta Jinwoo yang hanya memperhatikan kejadian itu tanpa memberitahu apapun pada Baekhyun mulai memberikan opini mereka.

"Hei, Baekhyun. Adik tirimu itu menatapmu seperti ingin memakanmu bulat-bulat." Celetuk Moonbyul.

"Ya, bahkan aura dominannya keluar pekat dari dalam tubuhnya." Timpal Jinwoo.

"Dan sampai sekarang kau masih tidak percaya jika adik tirimu itu tidak menyimpan perasaan khusus kepadamu?" timpal Kyungsoo.

Baekhyun mendengus kesal, kepalanya mulai pusing karena opini sahabat-sahabatnya. Kenapa sahabat-sahabatnya semangat sekali menjodohkan dirinya dengan Chanyeol!?

"Hei, kita masih makan siang. Aku tidak ingin bahas pembicaraan seperti ini." ucap Baekhyun tegas dengan nada final.

Baekhyun kembali menyumpit nasinya lalu memasukannya kedalam mulutnya, saat mengunyah Baekhyun diam-diam melirik kearah Chanyeol. ia lihat Chanyeol tengah mengobrol sesuatu dengan Sehun dan Jongin hingga mereka bertiga tertawa.

Baekhyun diam-diam tersenyum melihat tawa renyah dari Chanyeol, ia senang melihat adik tirinya bahagia seperti ini. namun, senyumannya menghilang kala ada seorang perempuan berambut pirang menghampiri meja Chanyeol beserta kedua sahabatnya. Perempuan itu juga membawa roti dalam genggamannya.

Baekhyun tidak bisa melihat wajah Chanyeol karena tertutup oleh tubuh perempuan itu. Baekhyun tidak pernah melihat perempuan pirang itu, Baekhyun dapat menyimpulkan jika perempuan itu adalah anak baru diangkatan Chanyeol.

Perempuan berambut pirang itu membicarakan sesuatu kepada Sehun dan Jongin, lalu perempuan itu duduk disamping Chanyeol. karena kebetulan hanya bangku disamping Chanyeol yang kosong.

Entah kenapa ada perasaan sesak didada Chanyeol ketika perempuan itu mencoba mendekati Chanyeol, entah kenapa Baekhyun tidak suka saat melihat Chanyeol bersama perempuan lain. Perutnya terasa kembung saat itu juga, makanannya juga terasa pahit.

Baekhyun meminum airnya lalu beranjak dari tempat duduknya. Hal itu tentu saja membuat keempat sahabatnya menatapnya bingung.

"Kau mau kemana?" tanya Kyungsoo.

"Aku sudah kenyang." Lalu Baekhyun berjalan keluar dari kantin yang ramai itu.

Keempat sahabatnya melirik ke piringnya yang masih tersisa banyak makanan disana, perlahan ia melirik kearah meja Chanyeol. terdapat wanita berambut pirang disana. melihat perempuan itu yang mencoba mendekati Chanyeol, membuat perasaan benci dalam diri mereka pada perempuan itu.

.

.

.

"Kalian tahu? Selain anime hentai, ternyata Luhan sunbae juga mengirimkanku film porno JAV." Ucap Sehun.

Chanyeol dan Jongin mendengus pelan, lalu mereka bertiga tertawa kencang. Hell, bahkan Luhan yang wajahnya lugu begitu tontonannya melebihi mereka betiga ternyata.

"Aku tidak percaya ini.. hahahahaha.." tawa Chanyeol.

"Lain kali kita harus meneraktir Luhan sunbae, ia sudah seperti pahlawan untuk pejuang link seperti kita hahahahahaha.." timpal Jongin.

"Mungkin cocok ditonton nanti hahahahaha..." celetuk Sehun.

Mereka bertiga tertawa begitu puas, hingga tidak sadar anak baru dari kelas mereka Rose menghampiri mereka. Rose merapikan sedikit rambutnya lalu ia tersenyum kepada mereka bertiga, lebih tepatnya kepada Chanyeol.

"Maaf, tempat lain sudah penuh. Bolehkah aku duduk bersama kalian?" tanya Rose berusaha bersikap semanis mungkin.

Tawa mereka seketika berhenti, atensi mereka bertiga beralih ke perempuan itu. Chanyeol dan Sehun memperhatikan tempat lain. Dan mereka melihat Kim Jisoo, teman sebangku Rose duduk berdua dengan Kang Seulgi serta pacarnya Seulgi dibangku khusus untuk empat orang. Jika disana masih ada bangku kosong kenapa harus disini?

"Dari sekian banyak tempat kenapa harus disini?" tanya Chanyeol tidak suka.

"Ya, itu tempatnya Jisoo ssi bersama Seulgi ssi masih kosong contohnya." Timpal Sehun.

Rose terlihat gelagapan membalas perkatan Chanyeol dan Sehun. Namun, sialnya Jongin yang membalas perempuan ini. ia tidak peka dengan sinyal ketidaksukaan kedua sahabatnya pada perempuan ini.

"Hush! Kalian tidak boleh seperti itu! Rose itu anak baru dikelas kita bukan? Kau duduk saja Rose, biarkan saja mereka." Ucap Jongin.

Rose tersenyum penuh kemenangan lalu duduk disamping Chanyeol, memang kebetulan samping Chanyeol yang kosong. Ia menatap Chanyeol penuh puja. Chanyeol dan Sehun menatap Jongin kesal. kenapa sahabat mereka tidak menangkap pesan jika mereka amat tidak menyukai perempuan ini!

"Sebelum itu, bolehkah aku meminta nomor kalian? Aku ingin berkenalan lebih dengan kalian, anak-anak lain sudah ku simpan nomor mereka kecuali kalian bertiga." Ucap Rose sambil memandangi mereka bertiga, lebih tepatnya Chanyeol masih belum mau menatap wajah Rose.

"Maaf aku tidak bisa memberikan nomorku kepada orang asing." Ucap Sehun pedas.

"Ya, aku tidak akan membalas pesan dari orang yang menurutku tidak penting." Timpal Chanyeol tidak kalah pedasnya.

Jongin mengela napasnya. "ini nomorku nanti nomor mere-

"Jongin jika kau berani membagikan nomor kami ke orang yang tidak berkentingan, kami tidak akan segan melakukan hal yang tidak kau inginkan." Chanyeol memandang Jongin tajam jangan lupakan tatapan Sehun seakan yang juga membekukan dirinya.

Jongin menelan ludahnya, lalu ia menarik kembali kertasnya yang berisi nomor mliknya. Seharusnya ia menyadari kode jika kedua sahabatnya ini sangat tidak menyukai anak baru dikelas mereka.

"Maaf Rose ssi, sepertinya lain kali saja kami memberikan nomor kepadamu." Tolak Jongin halus.

Rose mendengus pelan, ia gagal mendapatkan nomor lelaki yang ia puja. Ia menatap Chanyeol penuh harap.

"Chanyeol, aku minta nomormu.. boleh ya boleh.." ucapnya dengan ber-aegyo. Tangannya mengguncang pelan lengan Chanyeol yang mulai membentuk otot.

Jika laki-laki lain, mungkin mereka akan gemas dan ingin bertukar posisi dengan Chanyeol. namun beda dengan Chanyeol, ia menatap jijik perempuan itu. Apalagi Sehun, ia bahkan sampai menjatuhkan sumpitnya. Jongin juga kaget, ini pertama kalinya ada perempuan yang berani menggoda Chanyeol sampai seperti ini.

Mata bulatnya menangkap kepergian kakak tirinya yang pergi begitu cepat dari kantin. Tidak biasanya hyungnya seperti ini ditambah lagi langkah hyungnya terburu-buru seperti ingin melampiaskan sesuatu. ia menatap Rose datar namun penuh emosi. Ya, semua ini terjadi saat perempuan ini mendekatinya.

"Aku sudah selesai. Lepaskan tanganmu." Ucap Chanyeol dengan tenang namun nadanya kentara dengan emosi. Ia menghempaskan tangan Rose lalu keluar dari kantin mengejar hyungnya.

Tangan Rose mengepal melihat kepergian Chanyeol, ia menatap punggung lebar itu kesal. Tidak pernah ia diperlakukan seperti ini oleh lelaki yang ia inginkan.

"Aku tidak akan menyerah Park Chanyeol! lihat saja!" ucapnya mantap.

.

.

.

Baekhyun memasuki kamar mandi lalu membasuh wajahnya dengan air keran. Ia menatap datar bayangan dirinya yang ada di cermin. Ya, mata Baekhyun terus-terusan memanas sedari tadi. perlahan Baekhyun mengelus matanya sambil tersenyum getir.

"Sadarlah Byun Baekhyun! Dia hanyalah adikmu! Walau tidak sekandung ia tetaplah adikmu bukan? Tidak seharusnya kau menyimpan perasaan lebih padanya. Seharusnya kau senang bukan, adikmu mendapat perempuan yang cantik bukan malah sedih."ucap Baekhyun pada bayangannya.

Baekhyun merasakan matanya kembali memanas, buru-buru ia kembali membasuh wajahnya. Ia kembali tersenyum getir pada bayangannya lalu Baekhyun terkekeh pelan.

"Sepertinya setelah aku mulai begadang terus untuk belajar, aku jadi emosional dan cengeng. Bisa-bisa appa dan eomma mengejekku jika putra sulung mereka secengeng ini." gumam Baekhyun.

Baekhyun hendak keluar dari pintu kamar mandi, namun ia dikagetkan oleh Chanyeol yang hendak masuk ke kamar mandi dengan kecepatan penuh. Chanyeol terlihat terengah-engah. Mereka berdua terdiam sebentar, saat Baekhyun ingin mendahului Chanyeol menuju kelasnya. Tiba-tiba Chanyeol mencekal pergelangan tangannya.

"Hyung ayo kita berbicara di atap sekolah." Ajak Chanyeol.

Baekhyun tidak punya pilihan lain, ia memilih mengangguk mengiyakan perkataan Chanyeol.

.

.

Sekarang Chanyeol dan Baekhyun berada diatap sekolah yang sepi akan pengunjung itu. Tidak lupa Chanyeol mengunci pintu atap, agar tidak ada orang yang berani menginterupsi pembicaraan mereka. Chanyeol juga memilih duduk jauh dari pintu agar tidak ada orang yang menguping pembicaraan mereka.

"Jadi, apakah di kelasmu ada anak baru? Dia cantik sekali." ucap Baekhyun.

"Ya, hari ini dikelasku kedatangan anak baru, dan dia datang dari Australia." Jawab Chanyeol.

Baekhyun terdiam sebentar. "Pasti kau beruntung sekali, mendapat seseorang sempurna itu." Ucap Baekhyun.

Chanyeol mengernyitkan alisnya, sedetik kemudian pandangan Chanyeol menjadi tidak suka. "Hyung ini bicara apa? Dia saja baru masuk hari ini, dan aku sangat tidak menyukainya karena aku punya firasat buruk tentangnya." Balas Chanyeol.

"Tapi-

"Hyung, kenapa kau memaksakanku dengan orang sepertinya? Hyung kira aku akan suka jika dipasangkan dengannya? Hyung kira aku akan bahagia dengannya? Jikai hyung maunya seperti itu, bukankah hyung sendiri yang egois?" tukas Chanyeol berapi-api.

Chanyeol membenci wanita itu, karena ia sudah punya dugaan jika wanita itu adalah penganggu. Buktinya saja, hubungannya dengan Baekhyun mulai merenggang saat wanita itu datang. Di tambah lagi, Baekhyun adalah orang yang sangat mudah untuk insecure. Jadi mudah sekali untuk merenggangkannya.

Baekhyun menatap Chanyeol penuh rasa bersalah. "Maafkan hyung, a.. aku tidak bermaksud memaksakanmu. Hanya saja... perempuan itu kelihatannya suka sekali denganmu."

"Hyung, perasaan orang-orang itu tidak terbaca dan tidak terprediksi hyung." Balas Chanyeol.

'Karena aku sendiri sudah terlanjur jatuh cinta padamu hyung.' Tambah Chanyeol dalam hatinya.

"Benarkah?" Senyuman Baekhyun mulai mengembang diwajah cantiknya.

Chanyeol tersenyum senang, ia berhasil membuat mood hyungnya meninggi.

"Nanti, hyung tidak ada kelas malam bukan? Bagaimana jika kita pulang sambil jajan seperti dulu?" tawar Chanyeol.

Mata Baekhyun membinar mendengarnya, Chanyeol terkekeh gemas. Hyungnya terlihat seperti anak anjing yang menggemaskan sekarang.

"Oke, call!"

Setelah itu, bunyi bel masuk berbunyi menyudahi percakapan mereka diatap.

.

.

.

.

Begitu bel pulang sekolah berbunyi, Chanyeol dengan cekatan memasukan buku-bukunya kedalam tasnya. Senyuman antusiasnya terpampang diwajah tampannya, hal itu tentu saja membuat Sehun, Jongin beserta Tao kebingungan.

"Kenapa kau antusias sekali? apa kau menemukan link porno baru?" tanya Jongin.

Karena mood Chanyeol sedang bagus sore ini, ia hanya tertawa pelan menanggapi candaan Jongin. "Ani, hari ini aku akan jajan bersama Baekhyun hyung." Jawab Chanyeol dengan semangat.

"Ooh, kencan seperti yang ada di komi-komik romansa itu ya?" goda Tao. Ya, selain otaku anime, Tao juga penggemar komik romansa Jepang yang penuh adegan kabedon.

"Haha.. mungkin bisa di bilang begitu." Jawab Chanyeol sambil tertawa.

Saat Chanyeol hendak keluar dari ruang kelas, tiba-tiba Rose menahannya.

Perempuan itu tersenyum (sok) manis. "Mau pulang bersamaku?" tawarnya disertai kedipan.

Chanyeol memandang perempuan itu jijik, hancur sudah mood Chanyeol sore ini. "Maaf, aku punya janji yang jauh lebih penting dari dirimu itu." Ucapnya pedas.

Chanyeol menghempaskan tangan Rose lalu berjalan dengan cepat meninggalkan ruang kelasnya. Rose memandang kesal Chanyeol, lagi-lagi ia gagal. Tiba-tiba saja, Rose merasakan sebuah lengan mungil melingkari bahunya.

Dan terlihat Kim Jisoo tertawa pelan. "Kau bisa pulang bersamaku Chaeyoung-ah." Ucapnya.

FYI, Jisoo adalah teman sepermainan Rose saat dirinya dulu tinggal di Korea, jadi tidak heran jika Jisoo mengetahui nama Koreanya Rose. Bahkan rumah mereka masih satu blok sampai sekarang. Rose tersenyum kecil lalu menggandeng perempuan yang lebih pendek darinya itu.

"Ne, ayo kita pulang." Rose dan Jisoo berjalan pelan menuju gerbang sekolah sambil berbicang.

Saat sudah diepan gerbang sekolah, Rose melihat Chanyeol berjalan pulang dengan pemuda yang lebih mungil dibanding dirinya. Jangan lupakan tangan besar Chanyeol yang bertengger erat di pinggang ramping pemuda itu, mereka juga berbagi earphone. Kadang mereka berdua bercanda hingga mereka berdua tertawa.

Yang pasti, Chanyeol mengeluarkan ekspresi paling bahagianya disana. entah kenapa Rose membencinya. Hell! Dan juga seiapa pemuda itu?

"Hey, Jisoo siapa pemuda mungil yang bersama Chanyeol itu?" tanya Rose.

Jisoo menoleh kearah Rose lalu menoleh kearah Chanyeol bersama hyungnya itu. "Ooh, itu kakaknya Chanyeol. namanya Park Baekhyun, ia berada di kelas tiga sekarang. Hubungan mereka manis sekali sebagai adik kakak, kadang aku sangat suka melihat interaksi mereka seperti itu." Jelas Jisoo semangat sambil tersenyum-senyum tidak jelas memandang interaksi Chanyeol dan Baekhyun.

Rose membenci kenyataan jika Jisoo menyukai hubungan mereka yang seperti itu. "Tapi di mataku, mereka hubungannya lebih dari keluarga. Apakah mereka punya hubungan lebih dari adik dan kakak?" ucap Rose.

Jisoo menaikkan alisnya. "Mana mungkin. Ah! Lihat! Busnya sudah datang."

Jisoo menarik pelan lengan Rose memasuki bus yang baru datang itu, sedangkan Rose terus memandangi Baekhyun yang sedang mengobrol dengan Chanyeol. matanya mulai menajam.

'Lihat saja pemuda itu! Aku akan mengawasinya!'

.

.

.

Chanyeol dan Baekhyun memasuki salah satu kedai langganan mereka sejak jaman ibu dan ayah mereka baru menikah. Saat itu, Chanyeol baru tahu jika kedai sederhana begini bisa punya cita rasa makanan seenak ini. waktu itu ia hanya makan makanan yang ada direstoran ternama saja.

"Ahjumma kami datang lagi." Sapa Baekhyun ramah kepada pemilik kedai ini.

Senyuman senang terlukis diwajah cantik bibi itu ketika melihat pelanggan kesayangannya datang ke kedai ini. "Selamat datang Baekhyun. Ahjumma sudah lama tidak melihatmu main ke kedai ahjumma. Ahjumma merindukanmu." Ucap bibi itu.

"Maaf ahjumma, akhir-akhir ini aku sedang sibuk belajar untuk mempersiapkan ujian masuk universitas." Balas Baekhyun.

"Benarkah? Semangat Baekhyunnie, ahjumma akan selalu mendo'akanmu. Hari ini Baekhyunnie dan Chanyeollie ingin memesan apa untuk hari ini?" tanya ahjumma itu.

"Terima kasih atas doanya ahjumma. Hari ini aku ingin teokkpokki, odeng, dan juga gorengan. Chanyeol, kau pesan apa?" tanya Baekhyun.

"samakan saja denganmu hyung. Tapi tambahkan sundae pada pesananku." Jawab Chanyeol.

"Baiklah, dua pesanan akan segera datang pada kedua pelanggan tampan dan cantik ini."

Wajah Baekhyun memerah ketika mendengar godaan dari bibi itu, sedangkan Chanyeol dan bibi itu hanya tertawa pelan melihat tingkah menggemaskan hyungnya. Perlahan ia menarik lengan mungil hyungnya.

"Hyung, ayo kita duduk." Ajak Chanyeol.

Chanyeol dan Baekhyun pun duduk di bangku biasa mereka. Sembari menunggu pesanan mereka disiapkan, mereka berdua mengobrol hal-hal yang ringan.

"Chanyeol, besok aku akan ada kelas malam. Jadi kita tidak bisa pulang bareng besok." Ucap Baekhyun.

"Benarkah? Perlukah aku jemput?" tawar Chanyeol.

"Ani, tidak perlu. Kau tidur saja duluan. Bisa jadi malam sekali aku pulang." Tolak Baekhyun.

"Baiklah, tapi jika ada sesuatu buruk terjadi. Telepon saja aku." Ucap Chanyeol.

"Ne."

Setelah itu, pesanan mereka datang. Chanyeol dan Baekhyun pun mulai fokus dengan apa yang mereka makan. Terutama Baekhyun, ia terlihat bahagia sekali memakan teokkpokki kedai ini lagi.

"Ahh.. enaknya aku rindu rasa ini." Baekhyun menyuapkan lagi teokk kedalam mulutnya.

Sambil makan, Chanyeol terus memperhatikan hyungnya yang makan dengan antusias. Ia tersenyum gemas, Baekhyun terlihat begitu menggemaskan ketika sedang makan seperti ini. saking semangatnya makan, Baekhyun tidak menyadari jika saus teokkpokki-nya mengotori sudut bibirnya.

Chanyeol tersenyum miring, gemas dengan kelakuan Baekhyun. Lalu ia mengelap sudut bibir Baekhyun dengan jempolnya. Baekhyun terperanjat kaget, lalu ia menatap Chanyeol.

"Ada saus di bibir mu hyung." Ucap Chanyeol.

"Ooh.. gomawo yo Chanyeol."

Chanyeol menganggukan kepalanya, lalu Baekhyun kembali melanjutkan acara makannya yang tertunda. Tanpa sepengetahuan Baekhyun, Chanyeol menjilat saus yang ada di tangan itu lalu ia tersenyum miring.

'Manis seperti orangnya.' Batinnya lalu Chanyeol kembali makan teokkpokkinya sebelum dingin.

Tanpa mempedulikan empat perempuan dari SMA lain yang histeris seperti fangirl melihat adegan BL di hadapan mereka secara live itu.

.

.

.

Besoknya di sekolah.

Baekhyun tengah mengerjakan soal-soal yang ada dibukunya, sekarang masih jam istirahat. Baekhyun memilih untuk ke kelas lebih dulu untuk belajar. Tiba-tiba datanglah anak dari kelas lain dengan nama tag Jung Daehyun mendekati Baekhyun. Jantung Daehyun berdetak dua kali lebih kencang saat melihat Baekhyun.

Lelaki itu terpukau melihat wajah cantik Baekhyun yang seakan bersinar diterangi oleh cahaya ilahi. Sehingga kecantikannya bertambah berkali-kali lipat, ia terlihat seperti malaikat yang sedang belajar. Merasa di perhatikan, Baekhyun pun menoleh kearah Daehyun. Baekhyun memiringkan kepalanya bingung melihat Daehyun yang hanya mematung memandangi dirinya.

"Daehyun? Ada apa?" tegur Baekhyun.

Seketika Daehyun tersentak dari keterpesonaannya, dalam hatinya ia malu sekali ketahuan memandangi Baekhyun oleh empunya sendiri. Perlahan ia mendekati Baekhyun dan membuka bukunya.

"Ini, aku sedikit tidak mengerti dengan soal yang diberikan Kim seonsaengnim untuk PR nanti. Bisakah kau mengajariku?" tanya Daehyun.

Baekhyun memperhatikan soalnya sebentar, lalu ia menganggukan kepalanya. "Aah.. ini mudah kok. Jadi pertama kau harus.."

Baekhyun menjelaskan materi soal itu dengan jelas dan mudah kepada Daehyun agar dirinya mudah mengerti. Daehyun tersenyum senang, lalu mereka berlanjut ke soal yang lain.

Tanpa Baekhyun sadari, Chanyeol berada di depan pintu kelasnya memandanginya tidak suka melihat kedekatan hyungnya dengan lelaki lain. Awalnya, Chanyeol hanya berniat memberikan susu stroberi yang ia beli dikantin tadi untuk hyungnya, namun Chanyeol tidak menyangka jika ia akan di suguhi pemandangan tidak mengenakan seperti ini.

Tangan Chanyeol mengepal keras, ia membenci pemandangan itu. Namun, Chanyeol tetap memaksakan dirinya memasuki kelas Baekhyun. Baekhyun tersenyum senang saat menyadari keberadaan adiknya.

"hyung.. aku membelikanmu susu tadi." ucap Chanyeol. lalu ia meletakan kantong plastik yang berisi tiga susu stroberi di atas meja Baekhyun. Mata Baekhyun membinar melihat susu kesukaannya itu.

"Ah, gomawo Chanyeol. kau memang yang terbaik." Ucap Baekhyun senang.

Chanyeol melemparkan tatapan benci ke Daehyun sehingga membuat pemuda itu membantu dengan tubuh merinding. Tatapan Chanyeol mengerikan sekali, Daehun yang notabennya kakak kelas Chanyeol jadi takut dibuatnya.

"Aku hanya mengantarkan susu saja hyung, aku kembali lagi ya."

Baru saja Chanyeol hendak meninggalkan Baekhyun, Baekhyun langsung menarik tangannya. "Sebentar, hyung juga membelikanmu ini."

Baekhyun mengeluarkan dua susu tawar beserta hot dog dari dalam dalam tasnya. "Ini, untuk Chanyeol. makan saja diam-diam saat pelajaran." Goda Baekhyun sambil tertawa.

"Hahaha... akan aku coba hyung." Balas Chanyeol sambil tertawa.

Diam-diam Chanyol menyeringai penuh kemenangan saat wajah Daehyun di penuhi rasa kecemburuan saat Baekhyun memberikannya susu dan hot dog. Lalu Chanyeol keluar dari kelas Baekhyun dengan langkah yang riang.

Well, karena Park Chanyeol selalu menang dalam apapun bukan?

.

.

.

.

Bel pulang sekolah berbunyi dengan kerasnya.

Hari ini Chanyeol akan nobar anime hentai bersama Sehun, Jongin, beserta Tao di apartemen Sehun. Bahkan Tao sudah menyiapkan link baru anime hentai yang jauh lebih hot. Mumpung Baekhyun sedang tidak ada, lebih baik nonton anime hentai bukan?

Karena Baekhyun akan menjalani kelas malam, hal ini tentu saja dimanfaatkan oleh Rose untuk mendekati Chanyeol. dengan pedenya perempuan itu mendekati Chanyeol lalu menahan lengannya.

"Chanyeol, ayo kita pulang bareng ya... kakakmu akan ada kelas malam bukan?" Pintanya.

Tidak hanya Chanyeol yang menoleh kearahnya, tapi Sehun, Jongin beserta Tao juga ikutan menoleh kearah Rose. Mereka menatap Rose malas. Rose selalu berusaha mendekati Chanyeol disetiap kesempatan di kelas mereka, tentu saja lama-kelamaan mereka juga merasa jengah dengan wanita ini. mana wanita ini maksa banget. Mereka yakin, anak-anak kels juga lama-lama jengah dengan kelakuan wanita ini.

"Kau tidak lihat dengan siapa aku pulang?" tanya Chanyeol sarkas.

Namun, Rose masih belum menyerah. "Bersamaku saja ya.. kan bisa pulang bersama sahabatmu besok." Rengeknya lagi.

Oke, Tao sudah tidak tahan lagi. Di tambah lagi mood Tao sedang buruk-buruknya hari ini. Dengan cepat ia menghempaskan tangan Rose dari lengan Chanyeol.

"Dengar Nona sok cantik! Dia sudah menolak, hargailah keputusannya. Memangnya kau secantik siapa bisa memaksa orang seperti itu!? Ingat Im Yoona dan Bae Suzy jauh lebih cantik daripada dirimu bahkan Irene sunbae saja jauh lebih cantik daripada dirimu! Hanya karena kau dulu tinggal di Australia, kau merasa spesial begitu!?" omel Tao kesal.

"Awalnya aku tidak mempedulikan dirimu! Namun aku lama-lama juga kesal melihat sahabatku dipaksa seperti itu, bahkan dengan orang yang ia tidak kenal! Kau tidak lihat bertapa terganggunya dia!? Banyak lelaki yang ingin pulang bersamamu, kenapa tidak dengan mereka saja!?" lanjut Tao.

Oke satu kelas melongo, untuk pertama kalinya mereka melihat Tao. Anak otaku anime yang pendiam itu semarah ini. bahkan Chanyeol, Sehun, dan Jongin saja kaget melihat Tao bisa menggunakan kata-kata pedas untuk menjatuhkan Rose.

Wajah Rose memerah entah karena marah atau malu. "Kau pik-

"Kau pikir aku siapa!? Aku ini salah satu dari sahabat Chanyeol. Dan aku bisa melakukan apapun hal yang aku inginkan, termasuk mempermalukan dan menjatuhkan harga dirimu dihadapan orang banyak dengan kuasaku." Lalu Tao berbalik dan mendorong punggung Chanyeol dan Jongin keluar dari kelas.

Meninggalkan begitu saja, Rose memandang punggung Tao penuh amarah.

.

.

Chanyeol, Sehun dan Jongin sedikit khawatir melihat tubuh Tao yang mengeluarkan aura tidak enak sejak tadi. sebenarnya Tao sudah tidak bad mood sejak istirahat tadi entah kenapa. Bahkan moodnya memburuk setelah membentak-bentak Rose tadi. Jika dibandingkan, mood Tao sedikit mirip dengan wanita yang sedang datang bulan.

Mereka berempat pun mengangguk lalu bertanya kepada Tao.

"Tao, ada apa? Kau tidak terlihat baik sedari tadi." tanya Sehun.

"Ya, kau seperti wanita yang sedang datang bul-

Bugh!

Dengan entengnya, Tao memukul kepala Jongin bahkan sebelum pemuda itu menyelesaikan perkataannya. Jongin meringis pelan sambil mengusap kepalanya yang benjol itu. Tao menatap Jongin sengit, lalu barulah Tao menjawab pertanyaan dari Sehun.

"Ayah menyuruhku pulang jam 8 malam nanti, ia menyuruhku untuk makan malam bersamanya. Ia juga bilang jika ia ingin mempertemukanmu dengan koleganya." Jawab Tao malas.

"Lalu kenapa? Temui saja, bertemu dengan kolega itu tidak lama kan?" timpal Chanyeol.

"Kau tidak mengerti. Aku sudah beberapa kali diajak ayah bertemu koleganya, dan itu sangat membosankan. Mereka hanya membahas uang, perusahaan, saham, bahkan investasi. Lebih baik aku berada dikamar dan menonton anime. Dan sekarang, aku punya firasat buruk tentang kolega ayah malam ini." Jelas Tao.

"Apa ada kemungkinan jika kau akan dijodohkan dengan kolega ayahmu itu?" tanya Jongin. Kali ini, Jongin menanyakan hal yang waras kepada Tao.

Tao menghela napas pelan. "Bisa jadi, tapi aku masih setia dengan Tohsaka Rinku." Jawab Tao malas.

Chanyeol, Sehun, dan Jongin hanya bisa mendengus mendengar perkataan Tao. Lagi-lagi karakter anime, Tao itu wibu akut yang sampai punya waifu ternyata.

"Kan bisa mendandani calon tunanganmu agar mirip dengan Rin Rin kesayanganmu itu." Usul Sehun.

Mata Tao membinar mendengarnya. "Ide bagus! Kenapa aku tidak memikirkan itu dari tadi!" mood Tao mulai membaik sekarang.

Chanyeol, Jongin, dan Sehun tertawa pelan melihat tingkah Tao. Well, setidaknya mood Tao tidak seperti wanita yang sedang datang bulan lagi.

.

.

.

00.08 AM KST

Chanyeol terus-terusan memeriksa ponselnya, sudah jam dua belas malam. Namun, Baekhyun masih belum pulang, bahkan Baekhyun menelpon ataupun mengiriminya pesan sedari tadi. perasaan negatif mulai menggerototi kepala Chanyeol. bagaimana jika hyungnya di ganggu oleh orang-orang mabuk saat berjalan!?

Karena isi pikiran Chanyeol semakin tidak karuan, Chanyeol langsung menyambar jaketnya lalu ia menuruni tangga dengan terburu-buru. Saat ia hendak melewati ruang tamu, langkahnya terhenti melihat Baekhyun yang tertidur pulas di sofa ruang tamu.

Chanyeol menghela napas lega lalu ia mendekati hyungnya. Perlahan tangan besar itu mengelus wajah Baekhyun yang terlihat capek sekali. bahkan Baekhyun belum mengganti seragam sekolahnyanya sama sekali, beberapa kancing dari kemejanya terbuka. Bahkan tasnya tergeletak begitu saja di lantai ruang tamu.

Chanyeol menatap hyungnya penuh cinta, dirinya mengelus pipi chubby yang selalu terasa halus ditangannya.

"Hyung kau membuatku khawatir. Lain kali kirimlah aku pesan, agar aku tidak khawatir." Ucap Chanyeol.

Baekhyun membalasnya dengan dengkurang halus yang menggemaskan bagaikan anak anjing. Chanyeol terkekeh pelan, lalu ia menggantungkan tas Baekhyun pada bahunya dan mengangkat Baekhyun ke kamarnya dengan gaya pengatin.

Tubuh Chanyeol menegang saat merasakan hembusan napas Baekhyun mengenai lehernya dengan sangat telak. Jangan lupakan beberapa kancing seragam Baekhyun yang terbuka sehingga memperlihatkan dada hyungnya yang sedikit menonjol dan nipple-nya yang berwarna merah muda itu.

"Sial, jangan berpikir kotor malam-malam begini." Ucap Chanyeol lirih pada dirinya sendiri.

Chanyeol membaringkan hyungnya di ranjang hyungnya lalu Chanyeol meletakan tas Baekhyun di bangku belajarnya. Tadinya, Chanyeol mau langsung meninggalkan hyungnya namun, melihat hyungnya masih menggunakan seragam sekolah begini membuatnya mengurungkan niatnya.

Chanyeol membuka lemari hyungnya dan mengambil salah satu piyama Baekhyun yang berwarna baby blue dengan motif segitiga. Perlahan Chanyeol membuka seragam Baekhyun, dirinya berdecak pelan. Bagaimana bisa tubuh hyungnya lebih bagus daripada yang biasa ada di mimpinya akhir-akhir ini?

Apakah rasanya juga sama? Rasa penasaran itu membuat Chanyeol bertindak lebih.

Perlahan Chanyeol menyentuh dada Baekhyun yang terlihat menggiurkan di matanya sejak tadi. satu alis Chanyeol terangkat saat merasakan betapa lembut dan empuknya dada hyungnya, berbeda dengan dadanya yang keras dan bidang itu. Dada hyungnya sedikit menonjol, agak mirip dengan dada perempuan.

"Nngghhh..." Baekhyun mendesah pelan dalam mimpinya sambil menggigit bibirnya.

Darah Chanyeol langsung berdesir mendengarnya, hey bahkan suara hyungnya jauh lebih erotis daripada yang ada di mimpinya. Hal ini tentu saja membuat Chanyeol semangat untuk melakukan lebih.

Perlahan, tangannya yang satu lagi ikutan meremas dada hyungnya. Ia terus memperhatikan ekspresi hyungnya saat melakukannya, dan benar saja reaksi hyungnya sesuai dengan ekspetasinya. Melihat Baekhyun menahan nikmat sambil menggigit bibirnya, membuat Chanyeol menegang seketika.

Chanyeol terus memperhatikan bibir tipis hyungnya yang warnanya lebih merah daripada lipstick yang serong digunakan wanita-wanita yang ada di sekitarnya. Oh, bagaimana rasanya itu?

Perlahan Chanyeol mendekati wajah Baekhyun, melihat tanda-tanda Baekhyun tidak terusik membuat Chanyeol memberanikan dirinya menempelkan bibir tebalnya pada bibir hyungnya semetara tangannya masih setia meremas dada hyungnya. Ia sangat menyukai dada hyungnya sekarang.

Namun, anehnya Baekhyun masih belum terusik dengan apa yang Chanyeol lalukan. Mungkin karena Baekhyun terlalu kecapekan akhir-akhir ini, karena itu ia tidur dengan pulas sekali. bahkan Chanyeol sudah memberanikan diri untuk memasukan lidahnya kedalam mulut hangat hyungnya.

Chanyeol baru tahu, jika mulut Baekhyun sehangat ini. perlahan ia melepaskan lumatannya lalu memandang wajah hyungnya yang sekarang terlihat berkali-kali lipat lebih cantik dari biasanya. Chanyeol mengusap pelan bibir bengkak hyungnya sambil tersenyum.

Tangan Chanyeol beralih dari dada montok hyungnya ke perut hyungnya. Chanyeol tertawa pelan saat mengusap bagian itu, perut Baekhyun memang tidak ramping. Namun, perutnya tipe nuttela menggemaskan sekali.

Chanyeol melepaskan ikat pinggang pada celana seragam Baekhyun lalu menggantungnya, di ikuti oleh celana seragamnya.

Chanyeol semakin menahan napas melihat bagian bawah Baekhyun, oh pahanya yang sekal itu dan juga selangkangannya. Chanyeol semakin tidak kuat melihatnya, Chanyeol merasakan sesuatu berdiri sempuran di area selatan tubuhnya. Seketika tubuhnya menegang. Dengan cepat, Chanyeol memakaikan piyama itu ke tubuh hyungnya sebelum ia menyerang tubuh hyungnya habis-habisan.

Setelah itu, Chanyeol langsung lari ke kamarnya dan mengunci dirinya dalam kamar mandi kamarnya. Sebelum ia melakukan ritual solonya, ia menelpon Jongin dulu. Chanyeol yakin sekali jika Jongin akan mengangkat telepon darinya walau sudah larut begini.

Dan benar saja.

"Yak! Kenapa kau menelponku malam-malam begini!?" omel Jongin dengan suara seraknya khas orang yang baru bangun.

"Carikan aku video porno gay, besok kau harus memberikannya kepadaku." Pinta Chanyeol.

"Tunggu apa!? Aku tidak salah dengar kan?" ucap Jongin tidak percaya dengan apa yang ia dengar.

"Aku bilang, carikan aku video porno gay, aku sudah tidak tertarik dengan video porno biasa."

Setelah itu, Chanyeol memutuskan teleponnya sepihak dan mulai melakukan ritualnya. Sudah tidak terhitung berapa kali Chanyeol memfantasikan hyungnya dalam permainan solonya.

Berbeda dengan Jongin, ia menatap ponselnya tidak percaya. Lalu perlahan ia menyalakan laptopnya untuk mengunduh video yang Chanyeol minta.

"Kesambet apa anak ini, tiba-tiba minta porno gay begini?" gumam Jongin sambil menunggu download-annya selesai sambil terkantuk-kantuk.

TBC...

a/n : Hari ini mood aku lagi bagus banget, di tambah otakku lagi lancar banget jadi aku super fast update.

btw, sengaja aku tambahin adegan menjurus di akhir untuk penyegaran ffn hari ini.

ChanBaek09 : Ya, emang pengganggu banget. jadinya aku roast Mulu biar diam kkkkkkk.

Terimakasih kasih banyak semuanya, yang udah mau review plus favorit dan follow ffn aku. aku senang banget.

Tapi, reviewnya tolong diperbanyak ya, biar aku semakin semangat buat lanjutin ffn ini. hehe..

that's all for today, sampai jumpa chapter selanjutnya.

Regrads

Iki