Step Brother (C) Iki Hayato 息隼人
.
.
.
EXO (C) SM entertainment, their families, and God
.
.
.
Main pair : ChanBaek!
.
Slight : EXO official couple, and others
.
.
Chanyeol's friends circle : Oh Sehun, Kim Jongin, Huang Zitao
.
Baekhyun's friends circle : Luhan, Do Kyungsoo, Kim Jinwoo (WINNER), Moonbyul (Mamamoo), Irene (Red Velvet)
.
enjoy
06.30 PM KST
Baekhyun mengerang pelan, perlahan ia membuka kedua bola matanya. Dirinya mengernyit saat menyadari jika ia tidak berada di ruang tamu, padahal Baekhyun ingat sekali jika dirinya tertidur pulas di ruang tamu semalam.
Baekhyun juga terkejut melihat dirinya sudah berganti seragam dengan piyamanya. Baekhyun masih ingat sekali jika dirinya tidur dengan seragam sekolahnya. Pandangannya beralih ke pintu kamarnya. Apa Chanyeol yang membawanya kemari sekaligus mengganti bajunya.
Memikirkan hal itu membuat wajah Baekhyun memerah sempurna dari telinga hingga lehernya. Jadi, Chanyeol sudah melihat tubuhnya? Perlahan Baekhyun mengulum bibirnya, namun seketika Baekhyun menegang saat merasakan rasa asing pada bibirnya.
Perlahan Baekhyun menyentuh bibir tipisnya lalu mengusapnya pelan. Pandangannya beralih ke pintu kamarnya yang masih tertutup itu. Apa yang sebenarnya terjadi tadi malam? Apakah semalam Chanyeol...
Buru-buru Baekhyun menggelengkan kepalanya. Baekhyun membuang jauh-jauh pikiran itu dari kepalanya. Baekhyun menyambar handuk yang ia gantung di kamarnya.
"Tidak mungkin.. lebih baik aku mandi sekarang daripada aku memikirkan hal-hal yang diluar batas." Gumam Baekhyun pada dirinya sendiri.
.
.
Baekhyun bergabung dengan Chanyeol diruang makan, hari ini Baekhyun yang sedikit telat dari biasanya. Chanyeol mengangkat alisnya saat menyadari jika rambut hyungnya yang masih basah itu.
"Hyung, kau baru habis mandi tadi?" tanya Chanyeol.
Baekhyun menganggukan kepalanya. "Ne, hari ini aku tidur nyenyak sekali." jawab Baekhyun.
Baekhyun mengoleskan rotinya dengan selai stroberi kesukaannya. Lalu melahabnya dengan cepat, Chanyeol sedikit kaget melihatnya.
"Pelan-pelan hyung, nanti kau tersedak!" tegur Chanyeol.
"Tidak bisa aku ada janji untuk belajar bersama dengan keempat sahabatku." Ucap Baekhyun.
Bahkan Baekhyun meminum susu stroberinya dengan cepat. Mendengar hal itu, Chanyeol jadi teringat Baekhyun kecapekan hingga tengah malam tadi. bahkan Baekhyun sampai tidur di sofa ruang tamu.
"Hyung, kenapa semalam kau tidak menelponku? Kau bahkan kecapekan sampai ketiduran di ruang tamu!" omel Chanyeol.
Jika sedang khawatir begini, Chanyeol tidak mempedulikan embel-embel hyung pada Baekhyun. Baekhyun juga kaget mendengarnya, ia tidak menyangka jika Chanyeol akan mengkhawatirkannya sampai seperti ini.
"Hyung kira Chanyeol sudah tidur, hyung tidak ingin mengganggu Chanyeol. dan juga maaf, hyung tidak ingin membuatmu khawatir, Chanyeol." ucap Baekhyun.
Tatapan Chanyeol mulai melunak. "Hyung... lain kali jangan seperti itu lagi. Aku sangat benci melihatmu begitu."
Baekhyun menganggukan kepalanya lalu menghabiskan susu stroberi hangatnya. "Aku sudah menghabiskan sarapanku. Ayo kita pergi."
Baekhyun beranjak dari bangkunya beserta Chanyeol. saat mereka hendak keluar dari gerbang rumah mereka, tiba-tiba tuan Lee memanggil mereka.
"Tuan muda tunggu!" panggil tuan Lee sambil berjalan ke arah mereka.
Chanyeol dan Baekhyun saling berpandangan, bingung. Lalu mereka menghampiri tuan Lee yang terlihat susah payah untuk mengejar mereka.
"Ada apa tuan Lee?" tanya Baekhyun.
"Syukurlah anda berdua belum berangkat, ada yang saya ingin berikan untuk tuan muda Chanyeol. mari ikut saya." Ucap tuan Lee.
Chanyeol dan Baekhyun kembali berpandangan, namun tidak ayal. Mereka tetap mengikuti kemana tuan Lee pergi. Dan tuan Lee mengajak mereka ke garasi? Chanyeol dan Baekhyun saling menaikan alis mereka. Memangnya ada apa di garas-
Mereka berdua membatu kala tuan Lee membuka garasi, disana terdapat motor sport berwarna hita. Bisa dibilang jika itu salah satu wishlist Chanyeol saat ia masuk SMA nanti, namun Chanyeol benar-benar tidak menyangka jika ia akan mendapatkannya sekarang ini.
Tuan Lee tersenyum melihat wajah keterkejutan dua tuan mudanya, terutama Chanyeol. pasti dia senang sekali.
"Sebelum tuan Nickhun pergi, tuan Nickhun sempat membelikan ini untuk tuan muda Chanyeol. ia sangat tahu jika tuan muda Chanyeol menginginkan ini sejak dulu. Dan beliau ingin kalian tidak perlu naik bus lagi jika pergi kesekolah." Jelas tuan Lee.
Rasanya Chanyeol ingin meneteskan air matanya, ia tidak bisa menahan rasa sedih sekaligus senangnya. Namun, seketika ia teringat sesuatu. Bagaimana dengan Baekhyun.
"Lalu hadiah untuk Baekhyun hyung bagaimana?" tanya Chanyeol.
"Ah, kalau tuan muda Baekhyun. Tuan Nickhun meny-
"Aku sekarang masih SMA Chanyeol, aku belum masuk universitas. Karena itu appa belum memberikanku hadiah wishlistku, benar kan tuan Lee?" tukas Baekhyun.
"Ya, tuan muda Baekhyun benar." Ucap tuan Lee.
Chanyeol mendekati motor barunya, lalu memutar kunci yang sudah terpasang disana. seulas senyuman senang terpampang di wajah tampannya. Ia pun menoleh kearah Baekhyun beserta tuan Lee.
"Boleh aku membawanya ke sekolah?" tanya Chanyeol antusias.
"Bawa saja, kan itu sudah menjadi milikmu." Jawab Baekhyun.
Chanyeol mengambil helm-nya yang ada disana, beserta dengan Baekhyun. Chanyeol menertawai Baekhyun ketika Baekhyun sulit mengaitkan kaitan helmnya. Diam-diam tuan Lee tersenyum memandangnya.
"Kami pergi dulu tuan Lee." Ucap Baekhyun.
"Iya hati-hati dijalan." Ucap Tuan Lee.
Tuan Lee terus-terus tersenyum memandang kedua tuan muda kesayangannya mulai menghilang dari pandangannya.
"Aku berdoa, semoga mereka terus begini.."
.
.
.
Sekolah masih sepi, karena Chanyeol dan Baekhyun datang lebih awal. Chanyeol yang sudah mengunci motornya beralih ke hyungnya yang masih kesusahan membuka kaitan helmnya. Chanyeol terkekeh gemas, bagaimana bisa hyungnya bisa bertingkah semenggemaskan ini?
"Sini biar kubantu hyung." Chanyeol melepaskan helm yang dipakai Baekhyun lalu meletakannya di bagasi motornya.
Chanyeol sedikit tertawa melihat rambut hyungnya yang mencuat setelah lepas dari helm tadi. baekhyun tidak menyadarinya bahkan saat mereka sudah berada di lorong sekolah.
"sampai jumpa nanti Chanyeol." ucap Baekhyun saat mereka berpisah di tangga.
"Ne, hyung." Balas Chanyeol.
Dengan cepat, Chanyeol berjalan ke kelasnya dan membuka pintunya. Baru saja, ia membuka pintunya, ia disuguhi pemandangan Sehun dan Jongin tengah menonton sesuatu di laptop Jongin. Jangan lupakan wajah horny mereka berdua yang membuat Chanyeol tidak percaya dengan apa yang dilakukan kedua sahabatnya.
Bisa-bisanya mereka menonton 'itu' di pagi hari, Chanyeol tidak habis pikir dengan kedua sahabat laknatnya itu.
Sehun dan Jongin merasakan keberadaan orang lain, sontak melirik kearah pintu. Sudut bibir mereka terangkat saat melihat Chanyeol.
"Datang juga! Baru saja kami tadi membicarakanmu." Ucap Jongin.
"Ya, aku begitu kaget mendengar kau meminta Jongin untuk mendownload-kan video porno gay. Kesambet apa kau?" tanya Sehun.
Chanyeol memutar bola matanya malas, ia pun menutup pintu kelasnya lalu duduk di tempat duduknya. Ia belum mau membicarakan perasaannya terhadap kakaknya kepada kedua sahabatnya. Bukannya tidak percaya, hanya saja Chanyeol belum mau mereka mengetahuinya.
"Aku kepingin saja. aku juga penasaran bagaimana pria dengan pria melakukan 'itu'" jawab Chanyeol santai.
Sehun dan Jongin menatap Chanyeol tidak percaya, terbukti Chanyeol tidak menatap mereka sama sekali. namun, mereka memilih membiarkannya saja, karena mereka yakin Chanyeol hanya belum siap memberitahu mereka.
Jongin menggeser laptopnya menghadap Chanyeol. "Ini aku sudah mengirimkan videonya ke kakao talkmu. Aku berbaik hati mendownload video dari yang soft sampai yang hardcore tingkat BDSM. Dan aku menontonnya sedikit semalam, dan harus kuakui porno gay lebih menarik dari yang kukira." Jelas Jongin.
Tanpa sadar, Chanyeol menyunggingkan smirk khasnya."Gomawo, Jongin. Kau memang yang terbaik." Ucap Chanyeol.
"Omong-omong, kau naik motor sport kesini?" tanya Sehun.
Chanyeol tersenyum miring mendengarnya. "Kau tahu saja."
Saat Chanyeol hendak memutar video yang dikirim Jongin, tiba-tiba pintu kelas terbuka dan menampilkan Tao memasuki kelasnya dengan langkah malas. hal itu tentu saja membuat Chanyeol Sehun, dan Jongin heran. Pasalnya Tao selalu datang di penghujung bel bukan jam segini.
Chanyeol, Sehun, dan Jongin semakin kaget melihat penampilan Tao pagi ini. Pasalnya, terlihat aura hitam menguar dari tubuh pemuda manis itu, dan juga wajahnya yang kentara sekali dengan bad moodnya. Ia seperti tidak tidur semalaman. Ada apa dengannya? Pikir mereka bertiga.
Tao meletakan kepalanya diatas mejanya begitu ia duduk di tempat duduknya.
"Hei Tao, kau OK?" tanya Jongin.
"Apa yang terjadi?" tanya Sehun.
Tao menghela napas pelan, ia pun mengangkat kepalanya dari atas meja lalu menatap ketiga manusia itu.
"Tidak baik. Kalian tahu tidak kenapa semalam ayahku menyuruhku menemui koleganya?" tanya Tao.
Mereka bertiga menggelengkan kepalanya. Chanyeol membulatkan matanya."Apa jangan-jangan kau-
"Ya, ayahku menjodohkanku dengan koleganya yang umurnya masih muda. Umur kolega ayahku sekitar 24 tahun keatas. Katanya, agar aku terbebas dari wanita-wanita 2D yang kusuka. Menyebalkan sekali bukan? Dan juga, padahal aku membeli merchandise, action figure dan menonton anime premium dengan uangku sendiri, bukan dengan uang ayah. Hell, aku ini punya modal walau masih SMA begini." jelas Tao berapi-api.
"Kan sudah ku bilang. Kau bisa mendandani calon tunanganmu sebagai Rin Rin waifu kesayanganmu itu kan." Ucap Sehun.
Tao menggeram pelan. "masalahnya calon tunanganku itu laki-laki! Bakal manjijikan jika ku dandani sebagai Rin. Nanti sama saja artinya jika aku menistakan Rin! Rin kan cantik dan kawaii! Memangnya dia!" Ucap balas Tao kesal. Rasanya Tao ingin memukul Sehun sekarang juga.
Oke kali ini Chanyeol, Sehun dan Jongin kaget mendengarnya. mereka baru dengar perihal perjodohan antar laki-laki dengan laki-laki. "Bagaimana bisa? Kalian kan sesama laki-laki. Ada apa dengan ayahmu?" tanya Sehun tidak percaya.
"Ya, aku juga kaget mendengarnya. biasanya banyak orang tua menginginkan anaknya normal seperti anak lainnya." ucap Jongin.
Tao memutar kedua bola matanya malas. "Aku juga tidak tahu! Jika kalian tidak percaya, aku akan menunjukan foto calon tunanganku kepada kalian."
Tao membuka ponselnya dan mengotak-atiknya sebentar lalu menunjukan foto seorang lelaki tampan berambut hitam legam dengan jas hitam melekat pada tubuh besarnya. Jangan lupakan kacamata bertengger di kacamatanya membuat ketampanan lelaki itu bertambah maksimal.
"Bukankah ini Kris Wu?" tanya Sehun.
"Ya, benar ini Kris Wu. Ayahmu seleranya tinggi ya.. mencarikan jodoh untukmu." Timpal Jongin.
"Sepertinya kau tidak perlu khawatir jika ingin menghabiskan uangmu untuk hal-hal berbau weaboo atau anime itu." Ucap Chanyeol.
Jangan heran mereka tahu jika pria itu adalah Kris Wu. Hell! Siapa yang tidak mengenal Kris Wu atau Wu Yifan, bos kaya dan sukses dari perusahaan Wu. Bahkan pria itu telah menggantikan ayahnya di usianya yang masih 21, banyak pria submisiv atau wanita yang menyukainya.
"Sempurna apanya? Dia saja memelihara soang untuk binatang peliharaannya. Bahkan di ajak jalan-jalan juga."
Tao kembali menarik ponselnya lalu menunjukan gambar lain. Di sana terlihat seorang Kris Wu sedang berjalan bersama seekor soang. Yang membuatnya aneh adalah soang yang dipelihara Kris itu diberikan kaitan kalung seperti mengajak jalan kucing atau anjing. Hal itu tentu saja mengundang tawa dari Chanyeol, Sehun dan Jongin.
"hahahahahaha... yang benar saja. Bahkan soangnya diberi kalung." Chanyeol tertawa sambil memukuli Sehun dan Jongin.
"Kenapa selera hewan peliharanya seperti ini!? jika diternakan sih tidak apa-apa... hahahahaha..." tawa Sehun.
Tao memutar bola matanya malas. "Entahlah yang pasti orang ini aneh sekali. aku sedikit takut saat bertemu dengannya semalam. Bayangkan saja! dia bahkan menatapku intens sekali! matanya juga menggelap seperti cowok horny dalam anime hentai dan film JAV! Aku jadi ngeri dengan orang seperti ini! kuberitahu ayahku pun, ayahku tidak akan percaya padaku." jelas Tao kesal.
Chanyeol, Sehun, dan Jongin saling berpandangan. Lalu Jongin mendekati Tao lalu mengelus punggung Tao dengan lembut.
"Sabar ya.. suatu saat nanti lubangmu tidak perawan lagi karena dibobol oleh calon tunanganmu yang horny-an itu." Ucap Jongin.
Wajah Tao memerah sempurna dari leher ke telinganya. "YAK! Sialan! Teman macam apa kau!" Tao berdiri lalu menendang tulang kering Jongin hingga empunya kesakitan.
"kau boleh membagikan video-nya dengan kami setelah itu." Ucap Chanyeol di sertai ancungan jempolnya.
"Ide bagus. Kira-kira seganas apa calon tunangan Tao dalam urusan ranjang." Timpal Sehun sambil tertawa.
Chanyeol dan Sehun saling ber-high five setelh mengucapkan itu. Wajah Tao semakin memerah, mirip dengan dengan bunga mawar yang bermekaran di taman belakang sekolah.
"YAK! AWAS SAJA KALIAN!"
Chanyeol dan Sehun hanya tertawa sambil berlari menghindari pukulan maut Tao.
.
.
.
.
Sementara itu, di kelas tahun ketiga. Terlihat Baekhyun bersama keempat sahabatnya tengah belajar soal ujian dengan tenang. Mereka hanya bisa mendengar suara gesekan udara saking tenangnya, namun beberapa lama kemudian, tiba-tiba...
"Waaaaah... ampun!"
Konsentrasi mereka pecah saat itu juga ketika mendengar suara teriakan dari arah lapangan. Mereka berlima mendengus pelan sambil menatap keluar ruang kelas mereka.
"Ada yang sudah datang lagi?" tanya Jinwoo dengan suara yang agak kesal.
"Apa mereka anak tahun pertama? Salah satu suaranya mirip seperti adikmu, Baek." Tanya Moonbyul.
"Ya, aku mendengar suara Sehun juga." Timpal Luhan.
"Ngapain mereka kesini pagi-pagi begini?" tanya Kyungsoo kesal. Kyungsoo paling tidak suka jika ada suara yang mengganggu ketika mereka belajar.
Baekhyun menghela napas pelan. "Sebenarnya, Chanyeol juga biasa datang ke sekolah dengan jam yang sama denganku. Biasanya ia ke sekolah lebih awal, agar bisa mengobrol dengan para sahabatnya. Namun, baru kali ini dia dan teman-temannya berisik seperti ini."
"Aku akan menegur mereka." Baekhyun beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan ke lorong kelasnya.
Disana ia melihat Chanyeol dan Sehun di pukuli dengan brutal oleh temannya yang Baekhyun tahu bernama Tao. Baekhyun menatap datar pemandangan itu, pasti Chanyeol berulah lagi membuat temannya marah begitu.
"Ssssttt..."
Chanyeol dan kedua sahabatnya langsung menoleh kearah Baekhyun yang berada di lantai 3.
"Kalian mainnya bisa dikelas saja? kami sedang belajar sekarang, suara kalian terdengar hingga ke kelas kami. Terutama kau Chanyeol." tegur Baekhyun sambil menunjuk Chanyeol langsung.
"Baik hyung, maafkan kami. Tapi, nanti hyung belikan aku susu ya.." pinta Chanyeol disertai cengiran khasnya.
"Yak!" teriak Baekhyun.
Chanyeol, hanya tertawa setan lalu masuk ke kelas bersama kedua sahabatnya. Diatas sana, Baekhyun terkekeh pelan lalu ia tersenyum simpul.
"Hell! Apa-apaan itu?" gumamnya.
"Baekhyun! Aku tidak mengerti soal nomor tiga!" teriak Luhan.
Langsung saja Luhan di pukul oleh Kyungsoo dan Jinwoo karena sudah berteriak. Moonbyul hanya tertawa dengan tidak akhlaknya melihat keadaan Luhan yang mengenaskan.
Baekhyun kembali tertawa melihat tingkah absurd keempat sahabatnya. "Iya.. iya.. aku kesana.."
.
.
.
.
Dikelas Chanyeol sekarang sudah mulai pelajaran kedua, namun gurunya tidak masuk. Jadi, semua murid mengharuskan mereka untuk belajar sendiri-sendiri. Namun, berbeda dengan Chanyeol, Sehun, dan Jongin. Mereka malah nobar film porno gay yang Jongin download semalam. Namun, bedanya mereka tidak mendengar suaranya agar tidak cepat turn on pagi-pagi begini.
Rose tersenyum lalu menghampiri mereka, namun belum sempat Rose melihat isi layar laptop Jongin. Jongin sudah menutupnya duluan, mereka bertiga menatap Rose tajam.
"Kenapa kau kesini?" tanya Sehun kesal. Ya, mengganggu acara menonton saja.
Namun Rose masih tetap tidak gentar dan tersenyum. "Kalian menonton apa? Sepertinya seru sekali, aku ingin menonton bareng kalian."
"Bisakah kau tidak ikut campur urusan kami? Memangnya kau tidak punya teman?" tanya Jongin kesal.
Sudah tiga hari ini, Rose selalu menganggu kegiatan mereka agar bisa dekat dengan Chanyeol. Chanyeol benar-benar muak mendengar godaan menjijikan perempuan ini. Seulgi dan Jisoo yang tengah mengerjakan tugas menghela napas pelan, Jisoo berdiri dari kursinya lalu menarik Rose agar duduk.
"Chaeyoung ah, lebih baik kita mengerjakan tugas daripada mengganggu mereka." Bujuk Jisoo.
"Tapi mereka juga tidak mengerjakan tugas! Kenapa aku saja yang kau bujuk." Rose menghempaskan tangan Jisoo hingga Jisoo terkejut.
"Yang tidak mengerjakan kan mereka, yang kesusahan juga mereka. Kenapa kau ribet sekali." sindir Tao.
Rose mendelik kearah Tao. "Aku tidak bertanya kepadamu, otaku freak!" hina Rose.
Tao memutar kedua bola matanya malas. "Setidaknya diriku bukanlah jalang yang hobinya mengemis pada pria tampan dan kaya disekitarku." Balas Tao dengan seringaian.
Satu kelas kaget mendengarnya. bisa-bisanya Tao menghina anak baru, apa ia tidak takut kena masalah oleh sekolah!?
Wajah Rose sudah memerah karena marah dan juga malu. "Yak! Dasar kau-
"Chaeyong ah sudah! Seulgi tolong bantu aku!" pekik Jisoo.
Seulgi memutar kedua bola matanya malas lalu membantu Jisoo menarik Rose agar duduk ditempatnya dengan cepat. Jika boleh jujur, Seulgi sudah malas dengan drama alay seperti ini. rasanya Seulgi ingin dielus oleh pacarnya saja.
.
.
.
"Begitu caranya, kau sudah mengerti?" tanya Baekhyun pada gadis disebelahnya yang bernama Irene.
"Aah.. gomawo Baekhyun. Penjelasanmu memang lebih mudah di mengerti, kau tidak ingin membuat grup belajar?" tanya Irene.
Baekhyun menganggukan kepalanya. "Ya, sebenarnya sudah sih. Namun isinya hanya circle sahabatku saja. jika kau ingin ikut tidak apa-apa, aku akan mengabari yang lainnya dan memasukanmu kedalam grup." Jawab Baekhyun sambil mengotak-atik ponselnya.
"Ya, aku ingin ikut. Omong-omong, kau tidak mengajak Daehyun? Kudengar dia itu teman seperjuanganmu sejak kelas tahun pertama." Tanya Irene lagi.
"Ya, memang. Tapi aku sedikit ragu juga mengajaknya entah kenapa. Mereka bilang tidak apa-apa kau masuk grup, aku juga sudah memasukanmu." Ucap Baekhyun sambil memasukan ponselnya.
Irene menatap layar ponselnya dengan senang. "Ah.. gomawo lagi Baekhyun." Tangan Irene terentang ingin memeluk tubuh mungil itu.
Tapi buru-buru Baekhyun mencegahnya. "Yak! Jangan memelukku! Kau sudah punya pacar, bisa-bisa aku kena semprot oleh pacarmu. Omong-omong kenapa dia tidak kesini? Biasanya ia menghampirimu setiap jam makan siang." Tanya Baekhyun.
"Mungkin ia sedikit telat, omong-omong wajah malumu itu membuatku semakin gemas. Biarkan aku mencium pipi chubbymu." Irene semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Baekhyun.
Baekhyun semakin panik, ia terus memperhatikan pintu. Takut-takut ada yang masuk, kan sangat memalukan jika posisi Irene jauh lebih dominan daripada ia yang memang terlahir sebagai laki-laki. Mana Irene itu perempuan dan ia adalah laki-laki sangat memalukan bukan?
Dan juga... kenapa tenaga Irene lebih kuat daripadanya. Saat bibir Irene sudah dekat dengan pipi Baekhyun tiba-tiba pintu kelas terbuka. Dan menampilkan Chanyeol bersama teman sekelasnya, Seulgi.
"Hyung ayo makan siang bareng-
"Unnie! Maaf aku agak-
Ucapan mereka terhenti saat mereka melihat pemandangan didepan mereka. Irene dan Baekhyun menatap mereka kaget, dengan cepat Irene mengganti posisinya seperti tadi. chanyeol dan Seulgi menatap mereka dengan tatapan tajam.
"I... ini tidak seperti yang kalian pikirkan!" sentak Irene dan Baekhyun bersamaan.
.
.
.
"Benarkah? Aku kaget kekasih dari Seulgi ssi bisa begitu." Ucap Chanyeol.
Mereka ada di atap sekolah sekarang, Baekhyun menundukan wajahnya yang memerah sempurna. Baekhyun mengunyah rotinya dengan tidak semangat.
"Memalukan sekali, seharusnya aku yang laki-laki lebih dominan daripada dirinya." Ucap Baekhyun sambil meminum susu stroberinya dengan brutal.
Chanyeol terkekeh pelan melihat wajah hyungnya, menggemaskan sekali. perlahan sebuah senyuman miring terpampang pada wajah tampan Chanyeol. perlahan ia mendekatkan tubuhnya mendekat kearah Baekhyun.
"Ya, memang hyung bukan dominan." Ucap Chanyeol disertai seringaian menyebalkannya.
Wajah Baekhyun semakin memerah mendengarnya, ia menatap Chanyeol kesal lalu memukul bahunya dengan kencang. Dan sialnya, Chanyeol malah menertawainya!
"Yak! Memangnya kau sudah sedominan itu hah!?" omel Baekhyun sambil menunjuk-nunjuk kearah Chanyeol.
Chanyeol menyeringai, tanpa Baekhyun duga. Tiba-tiba Chanyeol mendorongnya ke dinding lalu memenjarakannya dengan kedua tangannya. Baekhyun menatap Chanyeol takut-takut. Chanyeol menatapnya intens sekali, dan juga entah bagaimana Chanyeol mengunci semua pergerakannya.
"Yak! Chanyeol! apa yang kau lakukan!? Bagaimana jika ada orang lain yang melihat kita!? Kita ini bersaudara!" omel Baekhyun panik sambil melirik kearah pintu atap.
Chanyeol terdiam mendengar kata 'saudara' yang dilontarkan oleh Baekhyun, entah kenapa ia semakinmembenci kata saudara itu semakin hari.
Perlahan Chanyeol mendekatkan wajahnya pada telinga Baekhyun. "Hanya ada kita berdua disini hyung... apa yang hyung harapkan?" bisik Chanyeol dengan suara beratnya.
Baekhyun merinding mendengar suara Chanyeol yang begitu berat ditelinganya. "Tetap saja! bagaimana nanti jika-
Ucapan Baekhyun terhenti kala pintu atap terbuka. Setelah itu, terlihat Daehyun berjalan kearahnya sambil membawa buku tebal.
"Baekhyun! Aku mencarimu kemana-mana! Aku ingin bert-
Ucapan Daehyun juga terhenti saat melihat pemandangan di depannya. Bahkan Daehyun sendiri nyaris menjatuhkan bukunya. Dengan cepat, Baekhyun mendorong Chanyeol hingga kedua lengan Chanyeol yang memenjarakannya terlepas.
Dengan cepat, Baekhyun menghampiri Daehyun yang masih mematung disana.
"Ada apa Daehyun? Kenapa mencariku diwaktu istirahat begini?" tanya Baekhyun dengan cepat. Seolah tidak terjadi apa-apa tadi.
Daehyun tersentak, lalu buru-buru membuka bukunya. "AH! Itu aku ingin bertanya soal nomor 20 dan 32, aku menghitung berkali-kali namun hasil hitungannya tetap salah." Jawab Daehyun.
Baekhyun terdiam sebentar, lalu menganggukan kepalanya. "Oh.. ini memang agak susah. Kau bawa pensil kan?" ucap Baekhyun mengambil alih buku itu sambil duduk.
"Ne." Daehyun mengeluarkan pensil dari dalam bukunya lalu duduk disamping Baekhyun.
Baekhyun mengambil pensil Daehyun lalu mulai menjelaskan cara mudah untuk mengerjakan soal tersebut. Mereka seakan melupakan keberadaan Chanyeol disana, Chanyeol memandangi mereka tidak suka.
Hell! Kenapa pria yang kemarin ini mengganggu momen berharganya bersama hyung kesayangannya!? Chanyeol terus memandangi Daehyun tatapan membunuh, hingga Daehyun sendiri merasa bulu kuduknya merinding disana. bahkan Daehyun sendiri tidak berani menatap balik Chanyeol.
Akhirnya setelah menit-menit terlewatkan, Baekhyun selesai mengajari Daehyun soal yang susah baginya.
"Lain kali pakai cara seperti itu saja jika ada soal kayak gitu." Ucap Baekhyun.
"Gomawo Baekhyun. Aku terselamatkan jadinya.. omong-omong aku kembali duluan ke kelas. Aku ingin belajar." Ucap Daehyun.
"Hm? Kau beneran langsung kembali ke kelas? Tidak makan dulu?" tanya Baekhyun.
Melihat tatapan tajam yang dilontarkan Chanyeol membuat Daehyun menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Ani, aku sudah makan tadi. sampai jumpa nanti, Baekhyun ssi."
Dengan cepat Daehyun keluar dari pintu atap itu. Setelah kepergian Daehyun, Baekhyun kembali duduk disamping Chanyeol yang masih menatapnya tidak suka.
"Siapa lelaki tadi hyung? Kulihat kalian selalu bersama akhir-akhir ini." tanya Chanyeol dengan nada tidak suka.
"Hum? Lelaki tadi? dia adalah Jung Daehyun, teman seperjuanganku sejak SMP." Jawab Baekhyun.
Chanyeol semakin menajamkan matanya. "Hah? Kenapa aku tidak tahu soal ini? hyung tidak pernah menceritakannya." Ucap Chanyeol lagi.
"Kau tidak pernah bertanya kepadaku. Kau hanya tahu sahabatku Kyungsoo, Luhan, Jinwoo, dan Moonbyul. Daehyun memang tidak sampai masuk lingkaran sahabat, ia itu lebih seperti teman saling punya hubungan mutualisme denganku saat SMP. Saat dia tidak tahu dia bertanya kepadaku, dan saat aku tidak tahu aku bertanya padanya. Dulu dia tertutup sekali, sampai ia tidak punya teman satupun. Sekarang sudah lebih baik, ia mulai berteman dengan anak yang satu klub dengannya, Bang Yongguk." Jelas Baekhyun sambil tersenyum mengingat masanya jaman SMP.
Chanyeol semakin tidak suka mendengarnya, baru saja Chanyeol hendak membalas perkataan Baekhyun. Tiba-tiba bel masuk berbunyi.
"Kita harus cepat!" Baekhyun buru-buru merapikan kemasan roti dan susu lalu membuangnya kedalam tempat sampah.
"Hyung, nanti sepulang sekolah aku ingin mengajakmu-
"Maaf, Chanyeol. hari ini hyung tidak bisa pulang bersamamu, aku akan ada kelas malam." Tolak Baekhyun halus.
"Kalau begitu aku akan menjemput hyung. Hyung pulang jam berapa?" tanya Chanyeol.
"Chanyeol, kau tidak perl-
"Hyung.." Chanyeol menatap Baekhyun tajam.
Baekhyun terdiam, lalu ia menghela napas. "Aku pulang jam 10." Jawab Baekhyun.
Chanyeol tersenyum puas. "Baiklah tunggu aku disekolah... sekarang kita masuk dulu."
Chanyeol menarik Baekhyun keluar dari atap sekolah. Tanpa mereka sadari, ada seorang perempuan yang menguping pembicaraan mereka. Perempuan itu menggeram kesal lalu meninggalkan atap tepat sebelum bel masuk berbunyi.
.
.
.
.
Bel pulang berbunyi dengan kencang, Chanyeol membereskan peralatan beserta buku-buku kedalam tasnya dengan malas. moodnya memburuk sejak hyungnya membicarakan Daehyun saat istirahat tadi.
Puk!
Chanyeol tersentak saat seseorang menepuk pundaknya, dengan cepat ia menoleh kearah sang pelaku. Terlihat Jongin dan Sehun menatapnya khawatir.
"Hei, kau OK?" tanya Jongin.
"Kami panggil berkali-kali kau tidak menyahut." Timpal Sehun.
Chanyeol menganggukan kepalanya. "Ya, aku tidak apa-apa. Aku hanya sedang kepikiran hal lain." Jawab Chanyeol.
"Ah, begitu. Aku sebenarnya ingin mengajakmu ke rumahku untuk melanjutkan tontonan kita yang tadi bersama Sehun." Ucap Jongin.
Chanyeol kembali menganggukan kepalanya. "Aku ikut. Tapi, aku ingin pulang dulu untuk berganti baju." Balas Chanyeol.
"Oke, tapi datang cepat ya. Omong-omong Tao, kau tidak ikut?" tanya Jongin.
Tao yang sudah bersiap pulang menggelengkan kepalanya. "Tidak, hari ini ayahku menyuruhku pulang cepat agar bisa membuatku dekat dengan 'dia'." Tolak Tao.
Sehun dan Jongin menyeringai mendengarnya. perlahan Jongin mendekati Tao lalu merangkulnya.
"Hei, jika kalian ingin melakukan 'itu' aku akan memberikan ini." Jongin merogoh sakunya lalu memberikan Tao sebungkus kondom.
Wajah Tao memerah melihat benda yang Jongin berikan itu kepadanya. Sehun dan Chanyeol ikutan menyeringai.
"Jangan lupa videonya." Ucap Chanyeol.
"Kami ingin tahu seberapa ganas seorang Kris Wu diatas ranjang." Timpal Sehun disertai ancungan jempolnya.
Wajah Tao semakin memerah, mirip dengan tomat yang biasa dijual dipasar. Dengan secepat kilat, Tao menjitak ketiga manusia laknat itu hingga menimbulkan benjol dikepala mereka. Dengan kesal Tao meninggalkan mereka dengan kaki yang dihentak-hentakkan.
Tao heran kenapa bisa-bisanya ia mau bersahabat dengan tiga orang tidak ada akhlak itu.
.
Chanyeol menghampiri motornya lalu memakai helm. Baru saja Chanyeol hendak menyalakan motornya dan pergi. Tiba-tiba merasakan lengannya dipegang oleh seseorang. Chanyeol yakin sekali yang memegang legannya bukanlah Sehun ataupun Jongin, tangan ini terlalu kecil untuk mereka.
Dengan cepat Chanyeol menoleh kebelakangnya, dan seketika ekspresinya berubah datar saat melihat Rose yang tersenyum kepadanya. Oh, sial. Moodnya semakin memburuk sekarang.
"Motormu bagus sekali, habis beli ya? Tidak apa kan jika aku numpang kepadamu? Kebetulan rumahku dekat kok. Boleh ya? Ya ya?" pinta Rose sambil menggoyang-goyangkan tangan Chanyeol dengan manja.
Dengan cepat Chanyeol menghempaskan tang Rose. "Tidak." Jawabnya tegas.
'Jok belakang hanya untuk Baekhyun hyung, bukan siapa-siapa lagi.' Batin Chanyeol.
Dengan cepat Chanyeol menaiki mottornya lalu menyalakannya. Wajah Rose berubah mendengar penolakan dari Chanyeol.
"Rumahku dekat. Kumohon... boleh ya.." pinta Rose lagi. Kali ini dengan aegyo.
"Aku bilang tidak! Ya tidak!" setelah itu Chanyeol menjalankan motornya meninggalkan Rose yang memandangnya geram karena ia gagal lagi mendekati Chanyeol.
.
.
.
.
22.00 PM
Baekhyun keluar dari area sekolah bersama teman-temannya. Baekhyun menguap pelan lalu menyandarkan kepalanya pada bahu Luhan.
"Aku mengantuuk..." rengeknya pelan.
"Hei jangan tidur. Kau belum sampai rumah." Tegur Luhan.
Baekhyun mendesah pelan lalu mengangkat kepalanya dari bahu Luhan, baekhyun mengerucutkan bibirnya, kenapa ia sudah sengantuk ini? padahal dulu ia kuat belajar hingga begadang. Dari jauh, Daehyun berjalan pelan menuju Baekhyun.
"Baekhyun!" Panggil Daehyun.
"Hum?" Baekhyun menoleh kearah Daehyun yang sekarang berada di depannya.
"Mau pulang bersamaku? Kupikir ini pertama kalinya sejak kita pulang bersama." Ucap Daehyun sambil menggaruk pipinya, malu.
Baekhyun terdiam mendengarnya. "Aku tidak masalah pulang denganmu, tetapi bagaimana dengan kalian?" Baekhyun menoleh kearah Kyungsoo, Luhan, dan Jinwoo. Entah kemana Moonbyul itu, sejak ada Irene mereka mengobrol berdua melulu. Mungkin karena Moonbyul senang ada perempuan nambah di grup mereka.
"Duluan saja, kau juga sudah mengantuk kan?" ucap Jinwoo.
Kyungsoo dan Luhan mengangguk, setuju dengan apa yang Jinwoo katakan. Baekhyun kembali menoleh kearah Daehyun berniat untuk menyetujui ajakannya, namun tiba-tiba datanglah Moonbyul dan Irene dengan heboh.
"Baekhyun pacarmu datang untuk menjemputmu!" teriak Irene.
Baekhyun, Daehyun, Kyungsoo, Luhan, dan Jinwoo menatap Irene bingung. Hell, Baekhyun itu single seperti mereka! Bagaimana bisa Baekhyun punya pacar!?
"Apa maksudmu? Aku tidak pernah punya pacar?" Baekhyun menatap Irene dan Moonbyul bingung.
Moonbyul memutar kedua bola matanya. "Maksud Irene, adikmu kesini untuk menjemputmu." Ucap Moonbyul.
Baekhyun menatap Moobyul tidak percaya, lalu Baekhyun berlari kearah gerbang sekolah. Dan benar saja, disana ada Chanyeol bersama motor sport barunya. Banyak anak-anak entah laki-laki atau perempuan yang berbisik-bisik tentangnya.
"Lho? Chanyeol?" panggil Baekhyun.
Chanyeol langsung menoleh kearahnya. Setelah itu seulas senyum terpampang diwajahnya.
"Kenapa kau kesini? Sudah malam, seharusnya kau sudah tidur." Ucap Baekhyun.
Chanyeol terkekeh pelan. "Sudah kubilang bukan? Aku akan menjemput hyung." Balas Chanyeol disertai senyuman tampannya.
Wajah Baekhyun memerah mendengarnya, lalu dibelakang mereka terdengar suara fangirling dari para cewek yang seangkatan dengan Baekhyun.
"Kyaaaa! Romantisnya!"
"Seperti manhwa yang kubaca saja!"
"Aku jadi ingin punya pacar seperti itu!"
Chanyeol pun memasangkan helm ke kepala Baekhyun, saat Chanyeol hendak menyalakan motornya tiba-tiba Baekhyun teringat sesuatu. Ia langsung menoleh kearah Daehyun yang berdiri mematung disana bersama anak-anak lainnya.
"Chanyeol, tunggu sebentar. Hyung tidak akan lama." Dengan cepat Baekhyun berlari kecil menuju Daehyun menghiraukan tatapan bingung yang dilontarkan oleh Chanyeol.
"Daehyun, maaf aku tidak jadi pulang bersamamu. Padahal ini pertama kalinya kita pulang bersama" Sesal Baekhyun.
Daehyun hanya tersenyum. "Ani, tidak apa-apa kok. Kita bisa pulang bersama lain kali." Ucap Daehyun.
"Sekali lagi aku minta maaf Daehyun." Ucap Baekhyun lagi.
"Tidak apa-apa, cepat sana adikmu sudah menunggu. Hati-hati dijalan." Ucap Daehyun.
Baekhyun menganggukan kepalanya, lalu ia kembali kepada Chanyeol dan meninggalkan area sekolah. Sementara itu, Daehyun hanya bisa memperhatikan kepergian mereka dengan tatapan nanar.
Perlahan tangannya meremas saku dalam celananya. 'Apakah aku masih memiliki kesempatan untuk memilikimu?'
TBC...
a/n : Hai, ini Iki. Maaf updatenya terbilang telat pake banget. Akhir-akhir ini banyak deadline huhuhu. Jadi sedikit susah buat update.
Btw, aku nambahin sedikit bumbu pair seulrene nih. kalian gapapa kan sama pair Yuri? tenang aja kok bagi yang ga terlalu suka yuri, aku nambahin mereka cuma sebagai bumbu pelengkap hehehe...
Baekhyuneew thanks sudah semangatin. Kadang aku juga sedikit geregetan mikirinnya cara munculnya si satu ini.
Erishiteru Terimakasih sudah suka cerita ini. aku seneng kamu suka sama work aku.
Maboyexo Aku sudah update kok hehehe...
Terimakasih yang sudah review, favorit, dan follow. aku seneng kalian suka sama work yang aku bikin.
sekali lagi terimakasih dan sampai jumpa chapter depan.
Regrads
Iki
