Step Brother (C) Iki Hayato 息隼人

.

.

.

EXO (C) SM entertainment, their families, and God

.

.

.

Main pair : ChanBaek!

.

Slight : EXO official couple, and others

.

.

Chanyeol's friends circle : Oh Sehun, Kim Jongin, Huang Zitao

.

Baekhyun's friends circle : Luhan, Do Kyungsoo, Kim Jinwoo (WINNER), Moonbyul (Mamamoo), Irene (Red Velvet)

.

enjoy


"Aah... laparnya, sehabis belajar perut selalu minta di isi.. aku ingin memasak ramyeon. Chanyeol mau juga?" tawar Baekhyun sambil meletakan sepatunya diatas rak.

Chanyeol menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak hyung, aku sudah makan duluan tadi sebelum menjemput hyung." Tolak Chanyeol halus.

Baekhyun menganggukan kepalanya. "Hum... baiklah kalau begitu."

Baekhyun berjalan menuju kamarnya dengan cepat untuk mengganti seragamnya, sedangkan Chanyeol lebih memilih untuk duduk duluan di meja makan sambil meminum susu tawarnya yang sudah ia ambil di kulkas tadi. tangannya sibuk mengotak-atik ponselnya, sedangkan matanya sibuk membaca chat grupnya bersama Sehun dan Jongin.

Chanyeol mendengus pelan saat ia melihat Sehun mengirimkan link yang ia dapat dari Luhan. Heh, anak itu memang sesuatu ya.. dan juga kenapa Luhan mau mau saja memberikan link mesum itu dengan Cuma Cuma? Apa jangan-jangan Luhan itu sebenarnya suka pada Sehun? Ia sekarang sedang melakukan PDKT pada Sehun dengan cara berbagi link? Entahlah hanya mereka yang tahu.

Pergerakan Chanyeol terhenti, ingatannya melayang ke kejadian tadi. saat Baekhyun menghampiri dulu temannya yang ia ketahui bernama Jung Daehyun itu. Chanyeol dapat melihat jika mereka membicarakn sesuatu yang sama sekali Chanyeol tidak ketahui, entah kenapa Chanyeol amat sangat tidak menyukainya saat hyungnya berbicara sesuatu dengan lelaki lain tanpa Chanyeol ketahui apa-apa.

Saking fokusnya dengan pikirannya, Chanyeol bahkan tidak menyadari jika Baekhyun sudah kembali ke dapur dan mulai memasak ramyeon. Baekhyun sebenarnya sedikit bingung, karena Chanyeol terus melamun tanpa menyadari keberadaannya. Chanyeol mulai sadar, saat Baekhyun sudah selesai memasak ramyeonnya. Bau pedas dari ramyeon berkuah itu telah menyadarkan Chanyeol kembali ke realita.

Baekhyun meletakan sepiring kecil kimchi di samping panci ramyeonnya, lalu duduk dengan tenang.

"Selamat makan.."

Baekhyun melirk Chanyeol yang terus menatapnya. "Eum... Chanyeol, kau juga mau?" tawar Baekhyun untuk kedua kalinya.

Chanyeol menggelengkan kepalanya. "Tidak.. hyung saja yang makan. Aku baik-baik saja." tolak Chanyeol lagi.

Baekhyun menganggukan kepalanya lalu mulai memakan ramyeonnya dengan lahab sebagaimana laparnya Baekhyun. Chanyeol hanya memperhatikan hyungnya yang tengah makan itu, pipinya yang chubby mengembung saat mengunyah itu menambah kadar keimutan hyungnya. Namun, bukan itu masalahnya.

Chanyeol menompang dagunya dengan tangan kanannya. "Hyung, apa yang hyung bicarakantadi dengan teman hyung yang bernama Jung Daehyun itu?" tanya Chanyeol langsung ke intinya.

Gerakan tangan Baekhyun berhenti, ia menoleh kearah Chanyeol yang tengah menatapnya datar. Namun, Baekhyun dapat merasakan tusukan dari kedua mata obsidian itu hingga membuatnya membeku seperti ini.

Baekhyun buru-buru menjawab. "Bukan apa-apa, lagipula itu bukan hal besar. Jadi tidak apa-apa."

Namun, Chanyeol tidak puas dengan jawaban yang diberikan oleh hyungnya itu. Matanya menajam menatap Baekhyun. "Hyung..." ucapnya lagi.

Baekhyun berjengit saat bertatapan dengan mata obsidian Chanyeol yang menatapnya tajam, ia tidak bisa berkutik kali ini. kedua mata itu seakan mengeluarkan pedang panjang dan menusuk kepalanya saat itu juga. Keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.

"Daehyun mengajakku pulang bersama tadi, namun.. karena kau menjemputnya jadinya kami tidak jadi pulang bersama. Ia terlihat agak sedih karena batal pulang bersamaku, jadinya aku menghiburnya jika kita akan pulang bersama lain kali saja." jelas Baekhyun.

Namun, tatapan tajam Chanyeol tidak mengurang. Ia masih terdiam dengan tatapan yang semakin menajam pada hyungnya, bahkan saat tahu apa yang hyungnya bicarakan dengan temannya pun masih membuat Chanyeol kesal bukan main. Rasanya Chanyeol ingin menghampiri Daehyun dan melayangkan bogeman pada pria itu agar tidak mendekati Baekhyun lagi.

"Jangan pulang bersama dengannya, hyung." Ucap Chanyeol tiba-tiba.

"Eh?" Baekhyun terkejut mendengarnya sampai menjatuhkan kembali mienya dari sumpit.

"Kenapa? Daehyun itu temanku, kami belum pernah sama sekali pulang bersama, hang out bersama saja belum pernah." Rengek Baekhyun tidak setuju dengan perkataan Chanyeol.

Mata Chanyeol kian menajam setelah mendengar rengekan Baekhyun. "Hyung.. dengarkan apa yang aku katakan." ucap Chanyeol lagi.

Baekhyun hanya bisa terdiam melihat tatapan tajam Chanyeol, jika Chanyeol sudah menatapnya seperti itu. Maka Baekhyun sudah tidak bisa membantah lagi. Entah kenapa aura dominan dan intimidasi yang Chanyeol keluarkan selalu bisa membuat Baekhyun tidak bisa berkutik.

Baekhyun meremas pelan sumpitnya, ia menundukan kepalanya agar tidak bertatapan dengan Chanyeol. "Tapi kenapa..? kenapa aku tidak boleh pulang bersama Daehyun?" tanya Baekhyun.

Kali ini Chanyeol yang terdiam dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Baekhyun. Chanyeol juga bingung, kenapa ia benci sekali melihat hyungnya bersama lelaki lain selain dirinya. Terutama lelaki yang bernama Jung Daehyun itu. Dan jangan lupakan mimpi erotisnya bersama hyungnya yang sering muncul.

Pandangan Chanyeol mulai melunak, lalu ia menjawab. "Aku tidak suka melihat hyung bersama pria lain, pria selain diriku." Chanyeol menjawab sejujurnya apa yang ia rasakan.

Mata Baekhyun membulat mendengarnya jawaban dari Chanyeol. "Tunggu, apa!?"

"Aku juga tidak mengerti hyung dengan apa yang kurasakan. Sekarang sudah malam hyung, lebih baik hyung cepat makan lalu tidur." Chanyeol menghabiskan susunya lalu pergi ke kamarnya duluan.

Meninggalkan Baekhyun yang masih kebingungan di ruang makan. Baekhyun menajamklan laisnya untuk mencerna perkataan Chanyeol tadi.

"Apa maksudnya tadi?" gumam Baekhyun lirih.

.

.

.

.

Canggung.

Itulah yang di rasakan oleh kedua kakak beradik tidak sedarah itu pagi ini. mereka bahkan tidak mengucapkan satu kata apapun saat sarapan kecuali selamat pagi. Itupun mereka ragu-ragu mengatakannya. Tuan Lee yang memperhatikan mereka dari tadi menjadi khawatir.

"Eumm... tuan muda? Apa ada sesuatu yang salah dengan kalian berdua?" tanya tuan Lee khawatir.

Chanyeol dan Baekhyun menoleh kearah tuan Lee lalu Baekhyun tersenyum. "Tidak tuan Lee, kami baik-baik saja." jawab Baekhyun.

Chanyeol hanya mengangguk, mengiyakan perkataan Baekhyun sambil mengunyah sandwichnya. Namun, tuan Lee masih belum percaya dengan perkataan Baekhyun. Ia sudah mengenal Chanyeol dan Baekhyun sejak lama, jadi tuan Lee sudah hapal dengan tingkah laku mereka.

Chanyeol menghabiskan susu tawarnya lalu beranjak dari tempat duduknya dan mengangkat tasnya. "Hyung, ayo kita berangkat." Ucap Chanyeol yang berjalan duluan keluar dari rumah.

Baekhyun menganggukan kepalanya, lalu ia juga beranjak dari tempat duduknya. "Tuan Lee, kami berangkat dulu ya.. sampai jumpa nanti." Ucap Baekhyun lalu ia menyusul Chanyeol yang sudah siap dengan motornya.

Tuan Lee masih terdiam di tempatnya dengan tatapan penuh tanda tanya, bingung dengan tingkah laku kedua tuan mudanya.

"Mereka tidak marahan ataupun perang dingin... apa mereka... canggung terhadap satu sama lain?" pikir Tuan Lee.

.

.

.

.

.

Daehyun sibuk menuliskan angka pada bukunya bersama Baekhyun yang memperhatikan apa yang Daehyun kerjakan. Sekarang sudah jam makan siang dan mereka berdua sedang berada di perpustakaan. Daehyun menghentikan pergerakan tangannya saat melihat soal membingungkan dibuku itu dan juga jawabannya yang mulai ngaco. Hasilnya tidak sesuai dengan pilihan yang ada.

"Baekhyun, kau tahu cara yang ini bagaimana?" tanya Daehyun.

Namun, hening. Hanya terdengar suara gaduh dari lapangan saja yang Daehyun dengar. Baekhyun tidak merespon perkataannya.

"Baekhyun, nomor yang ini-

Ucapan Daehyun terhenti saat melihat Baekhyun yang memandang luar jendela dengan kefokusan penuh, dan jangan lupakan senyuman di wajah cantiknya yang membuat jantung Daehyun bekerja dua kali lipat daripada sebelumnya. Namun, bukan itu masalahnya. Apa yang membuat Baekhyun begitu fokus hingga tidak mendengar panggilannya. Saat Daehyun menoleh kearah yang Baekhyun lihat seketika ia membeku.

Disana terdapat Chanyeol tengah bermain basket dengan ketiga sahabatnya, mereka bermain two on two. Chanyeol terlihat bahagia dengan ketiga sahabatnya, tawaan renyah Chanyeol membuat Baekhyun terkekeh pelan. Baekhyun terlihat secinta itu terhadap adiknya.

Saat Chanyeol menyadari tatapan Baekhyun, ia tersenyum dan melambaikan tangannya kearah jendela perpustakaan. Tentu saja Baekhyun membalas lambaian tangan Chanyeol disertai kekehan pelan. Interaksi mereka benar-benar membuat Daehyun sakit hati.

Ia hanya bisa terdiam saat Baekhyun melihat Chanyeol dengan tatapan sebegitu cintanya. Dalam hatinya ia bertanya-tanya, apakah ia sudah tidak memiliki kesempatan lagi? Ia mengepalkan kedua tangannya dengan erat.

"Baekhyun.." panggil Daehyun sekali lagi.

Kali ini Baekhyun tersentak. Dengan cepat ia menoleh kearah Daehyun.

"Maaf! Aku melamun tadi, tadi kau menanyakan apa? Apa aku terlalu lama melamunnya? " tanya Baekhyun dengan cepat. Ia terlihat panik karena sudah mengabaikan Daehyun dan memperhatikan Chanyeol yang bermain basket bersama ketiga sahabatnya.

Dalam hatinya, Daehyun terkekeh gemas. Baekhyun tidak berubah sejak mereka SMP, ia selalu panik jika ia tidak sengaja mengabaikan orang yang berbicara di hadapannya. Perlahan Daehyun menyondorkan bukunya pada Baekhyun dan menunjukan nomor yang ia tidak mengerti.

"Nomor ini bagaimana? Hasilnya ngaco, tidak sesuai dengan pilihan jawabannya." Ucap Daehyun.

"Hm? Caramu salah, seharusnya kau pakai cara seperti yang ada di nomor 10. Sini biar ku contohkan." Baekhyun mengambil alih buku dan pensil Daehyun lalu menuliskannya disana.

Daehyun memperhatikan apa yang Baekhyun jelaskan padanya, namun disela-sela penjelasan Baekhyun. Daehyun diam-diam melirik wajah Baekhyun yang terlihat serius. Daehyun berpikir keras, mungkin... ia harus berusaha lebih keras mulai sekarang.

"Begitu caranya, kau mengerti kan?" ucap Baekhyun.

Daehyun menganggukan kepalanya, lalu ia menarik kembali buku dan pensilnya. Namun sebelum ia kembali belajar lagi ia tersenyum pada Baekhyun.

"Kau tidak berubah sejak SMP." Ucap Daehyun tiba-tiba.

Baekhyun menatap Daehyun bingung. "Apa maksudmu?" tanya Baekhyun.

Daehyun menggelengkan kepalanya. "Tidak.. aku hanya ingin bilang begitu." Jawab Daehyun.

Baekhyun menganggukan kepalanya sambil menggaruk pelan pipinya yang merona. Kenapa Daehyun berbicara seperti itu sih? Rasanya memalukan untuk Baekhyun.

"Omong-omong... hari ini buku ujian bahasa Inggris sudah terbit di toko buku loh. Mau beli beli buku itu sekalian pulang bersamaku? Kebetulan juga hari ini kita tidak ada kelas malam." tawar Daehyun tiba-tiba.

Baekhyun terkejut mendengarnya, ini pertama kalinya Daehyun mengajaknya seperti ini. apa yang sebenarnya merasuki Daehyun!? Kemana Daehyun yang malu-malu itu!?

"Kau kenapa mengajakku tiba-tiba begini? Kau tidak kerasukan kan?" ucap Baekhyun dengan tatapan kaget.

Daehyun memutar kedua bola matanya, bisa-bisanya Baekhyun. "Aku serius, kau mau ikut tidak? Aku akan menunggu jawabanmu hingga pulang sekolah nanti." Ucap Daehyun.

Inginnya Baekhyun menjawab iya, karena ini pertama kalinya ia hang out berdua dengan Daehyun. Namun... seketika ia teringat apa yang Chanyeol katakan padanya semalam. Seketika bulu kuduk Baekhyun berdiri mengingat tatapan tajam Chanyeol semalam. Dan Baekhyun juga merasakan aura dingin dari arah lapangan sehingga ia takut untuk menoleh kearah lapangan.

"A.. aku ingin tapi-

"Kudengar toko es krim yang ada di dekat toko buku sekarang juga menjual crepes. Salah satu produk barunya itu crepes stoberi dengan topping es krim stroberi." Tukas Daehyun.

Seketika tubuh Baekhyun membeku, ia menatap kesal Daehyun yang sekarang tersenyum kemenangan melihat Baekhyun tidak bisa berkata-kata lagi untuk menolak ajakannya. dan juga, kenapa Daehyun harus tahu jika ia sangat suka dengan es kirm stroberi apalagi jika dipadukan dengan crepes. Daripada itu... sejak kapan Daehyun jadi seagresif ini!?

"Dasar kau ini.." ucap Baekhyun kesal.

Daehyun hanya tertawa menanggapi Baekhyun yang terlihat kesal itu, namun ia malah terlihat menggemaskan. Seperti bayi yang kesal.

"Jadi bagaimana?" tanya Daehyun lagi.

"Cih! Baiklah deal! Tapi traktir aku crepes dan es krim.." Jawab Baekhyun.

Baekhyun tersenyum menyebalkan melihat ekspresi kaget yang di keluarkan oleh Daehyun, Daehyun memutar kedua bola matanya lalu ia tersenyum dan menyentil dahi Baekhyun.

"Auchh!"

"Baiklah.. untung itu dirimu bukan yang lain."

Baekhyun mengembungkan pipinya sambil mengelus dahinya yang memerah itu. Tidak lama kemudian Daehyun menertawakan ekspresi Baekhyun yang menggemaskan seperti kucing itu, dan Baekhyun hanya mendengus pelan sambil membalas sentilan Daehyun.

Sementara itu, Chanyeol memperhatikan interaksi hyungnya bersama Daehyun dengan tatapan membunuh. Ia meremas bola basket yang ia pegang tanpa Chanyeol sadari. Bukankah ia sudah bilang ke hyungnya jika ia tidak menyukai hyungnya berdekatan dengan pria lain selain dirinya? Tapi kenapa ia tetap dekat-dekat dengan pria bernama Jung Daehyun itu!?

"Chanyeol, kenapa kau lama sekal-

Ucapan Sehun berhenti saat ia merasakan aura membunuh Chanyeol yang amat sangat pekat itu. Dan jangan lupakan tatapan tajam Chanyeol yang seolah bisa membunuh orang disekitarnya membuat Sehun, Jongin, dan Tao merinding.

Mereka bertiga menoleh kearah yang Chanyeol pandangi hingga ia begitu dan mereka dapati adalah Baekhyun, yang mereka ketahui sebagai kakak tiri dari Chanyeol sedang mengobrol dengan lelaki lain yang sepertinya teman sekelasnya sambil bercanda. Baekhyun tertawa lepas saat teman lelakinya itu melontarkan sebuah candaan.

Mereka bertiga saling berpandangan.

Apakah Chanyeol...

.

.

Di waktu yang sama

Seulgi dan Jisoo memandang datar teman mereka, Rose yang muali mendekati Chanyeol lagi tanpa menyerah. Rose semakin gencar mendekati Chanyeol, padahal jelas-jelas pria itu menolaknya keras. Mereka melihat Chanyeol terlihat terganggu dengan keberadaan teman mereka itu.

Seulgi menghela napas pelan. "Apa temanmu selalu seperti jika di tolak lelaki yang ia sukai? Jujur, lama-lama aku terganggu melihatnya." Tanya Seulgi.

Jisoo menggelengkan kepalanya. "Entahlah, aku tidak tahu. Dia baru pindah lagi ke Korea sebulan yang lalu. Dan juga aku merasa dia juga berubah dari dirinya yang dulu." Jawab Jisoo.

"Humm.." Seulgi menganggukan kepalanya lalu ia kembali memperhatikan Rose.

Terlihat Chanyeol berserta ketiga sahabatnya meninggalkannya begitu saja, Rose terlihat kesal lalu mengejar mereka.

"Apa temanmu itu LGBT-phobic juga? Sikapnya benar-benar berubah saat ia tahu jika aku berpacaran dengan Irene eonni?" tanya Seulgi lagi.

Jisoo menghela napas pelan. "Ya, tapi aku tidak tahu juga. Waktu itu saat kami bermain ke rumah Sooyoung, Chaeyoung menemukan sekardus manhwa yaoi disana. dan ya.. ia langsung memaki-maki Sooyoung, betapa menjijikannya Sooyoung menyukai dan mendukung orang berpenyakit itu katanya. Saat itu, aku yakin dia berubah banyak setelah pulang dari Australia, dia tidak pernah memaki-maki orang seperti itu sebelumnya apalagi yang berbeda pendapat dengannya." Jelas Jisoo sedih.

"Yah, tidak heran Sooyoung seperti tidak ingin bertemu lagi dengan dia." Seulgi menyenderkan tubuhnya pada dinding lalu menatap langit yang berwarna cerah itu.

"Kau tahu? Akhir-akhir ini klub manhwa sedang membicarakan tingkah laku temanmu ituloh. Karena aku dan Irene eonnie adalah anggota klub itu, jadi kami tahu." Celetuk Seulgi.

"Memangnya apa yang dibicarakan klub manhwa tentang Chaeyoung?" tanya Jisoo penasaran.

Seulgi memincingkan matanya kepada Jisoo. "jangan bilang siapa-siapa, jika kau membocorkan ini atau memberitahukan ini kepada Rose. Aku akan membongkar rahasiamu, jika kau adalah shipper dari Hanbin sunbae dan Jinhwan sunbae dan sering memotret kebersamaan mereka diam-diam." Bisik Seulgi.

Mata Jisoo membulat mendengarnya. "Yak! Bagaimana kau.. ishh.. baiklah aku tidak akan bilang ke siapa-siapa." Ucap Jisoo final.

Seulgi tersenyum penuh kemenangan. "Good. Jadi ya.. sebenarnya mereka jengah melihat Rose yang selalu mencoba mendekati Chanyeol tak kenal waktu dan tempat. Mereka melihat Rose seperti perusak hubungan Chanyeol dan Baekhyun sunbae." Jelas Seulgi.

Jisoo mengernyitkan alisnya. "Sebentar, bukankah mereka kakak beradik? Incest dong namanya? Bagaimana bisa para anggota klub manhwa ngeship mereka, walau kalau boleh jujur interaksi mereka juga sangat menggemaskan buatku." Ucap Jisoo bingung.

"Tidak tahu, aku juga bingung. Para sunbae sekaligus Irene eonnie bilang mereka itu hanya saudara tiri, ayah Chanyeol yang menikahi ibu Baekhyun. Mereka juga bilang marga asli Baekhyun sunbae itu Byun bukan Park. Baekhyun baru mengganti marganya saat dia kelas 2 awal semester gitu. Dan juga Chanyeol sering ke sini dulu hanya untuk menjemput Baekhyun pulang, mereka juga sering terlihat pergi bersama berdua seperti sepasang kekasih." Jelas Seulgi lagi.

"Apa kau percaya dengan fakta yang sunbae kita katakan?" tanya Jisoo heran.

Seulgi menganggukan kepalanya. "Ya bisa dibilang begitu, karena mereka lebih kenal lama Baekhyun sunbae daripada kita yang sekelas yang sekaligus seangkatan dengan Chanyeol. Bagaimana denganmu?" tanya Seulgi.

Jisoo terdiam, ia memandang langit yang cerah itu. Entah kenapa sekarang pikirannya melayang ke sahabat kecilnya "Entahlah.. kita lihat saja nanti.."

.

.

.

.

.

Chanyeol memasukan buku-bukunya kedalam tasnya, tiba-tiba ponselnya bergetar tanda ada yang mengirimkan pesan. Chanyeol langsung mengeluarkan ponselnya dan mengeceknya, ia tersenyum saat melihat orang yang mengirim pesannya adalah Baekhyun. Namun, senyumannya langsung luntur begitu Chanyeol membaca pesannya.

Baekhyun hyung.

Maaf Chanyeol, hyung tidak bisa pulang bersamamu hari ini

Hari ini aku ke toko buku dulu bersama Daehyun. Ada buku

bagus untuk ujian kami. Tolong jangan marah ya...

Chanyeol menghela napas kasar, hilang sudah moodnya hari ini. padahal ia berniat menghabiskan waktu bersama hyungnya begitu pulang nanti, Chanyeol menarik tasnya lalu berjalan menuju keluar kelasnya. Namun, sebelum dia sampai pintu, ia sudah ditarik oleh ketiga sahabatnya. Chanyeol menggeram kesal lalu menatap sengit ketiga sahabatnya.

"Kalian mau apa?" tanya Chanyeol ketus.

"Ada yang ingin kami tanyakan kepadamu." Jawab Sehun.

"Tidak bisa. Baekhyun hyung pasti sudah menungguku." Bohong Chanyeol.

"Jangan ngadi-ngadi ya, kami melihat Baekhyun hyung pulang bersama teman laki-lakinya tadi." balas Tao dengan cepat.

Oke, kali ini Chanyeol tidak bisa mengelak lagi. Sehun, Jongin, dan Tao langsung menarik Chanyeol ke bangku paling belakang sekaligus paling pojok kelas. Dan Chanyeol hanya menurut, setelah itu mereka menutup pintu agar tidak ada yang masuk ke kelas ini.

"Kami penasaran soal ini dari tadi." ucap Jongin.

Chanyeol menaikkan alisnya. "Apanya?"

Mereka bertiga saling berpandangan lalu saling mengangguk ke satu sama lain. "Kau sebenarnya menyimpan perasaan kepada Baekhyun hyung, bukan?" tanya Sehun langsung ke intinya.

Chanyeol tersentak mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu. "Hei, apa maksud kalian hah?"

"Jangan mencoba mengelak, kami memperhatikanmu sejak tadi saat kita bermain basket jam makan siang lalu. Kau selalu menatap benci teman Baekhyun hyung yang sedang belajar bersamanya itu." Ucap Tao.

"Katakan sejujurnya kepada kami, apakah ini alasannya kau memintaku mendownloadkan video porno gay?" tanya Jongin.

Chanyeol menghela napas kasar, sepertinya memang sudah waktunya ia memberitahukan ini kepada ketiga sahabatnya.

"Baiklah.. aku akan mengakuinya. Sepertinya.. aku menyukai ani- aku mencintai Baekhyun hyung, lebih daripada saudara." Jawab Chanyeol.

Sehun, Jongin, Tao terdiam mendengar pengakuan dari Chanyeol. mereka bertiga berpandangan, ternyata benar dugaan mereka selama ini.

"Kalian tidak jijik denganku kan?" tanya Chanyeol lagi.

"Kenapa kami harus jijik dengan hubungan sesama lelaki? Kan Tao juga dijodohkan dengan lelaki." Celetuk Jongin.

Tao langsung memukul bahu Jongin, wajahnya memerah karena perkataan Jongin itu. "Jangan bahas itu bodoh! Aku masih sensitif dengan topik perjodohan itu." Balas Tao kesal sekaligus malu.

"Bukan masalah suka sesama lelaki itu yang ku maksud. Kalian tahukan, jika aku dan Baekhyun hyung adalah saudara?" ucap Chanyeol lagi.

"Tapi kalian hanya saudara tiri bukan? Kalian juga tidak terhubung dengan darah." Balas Sehun.

Chanyeol terdiam mendengar perkataan Sehun.

"Kau bisa memutuskan hubungan saudara itu dengan Baekhyun hyung, dan setelah itu kalian bisa menikah." Ucap Jongin.

"Ya, kami selalu mendukungmu. Kami akan membantumu agar teman lelaki Baekhyun hyung menjauh darinya dan juga Rose sialan itu agar dia menjauh darimu." Timpal Tao.

"Ya, Tao benar. Selama ada kami, tidak ada yang perlu kau takutkan." Ucap Sehun.

Chanyeol tersenyum senang kepada ketiga sahabatnya, ia sangat bersyukur bertemu dengan mereka bertiga disini.

"Tapi sebagai gantinya, traktir kami ayam goreng BHC sebagai permulaan dari sekarang." Celetuk Jongin disertai senyuman tanpa dosanya.

"Ya! Aku setuju!" timpal Tao.

Sehun hanya mengangguk-anggukan kepalanya setuju.

Senyuman Chanyeol luntur digantikan ekspresi kesalnya, well mereka tetaplah sahabat laknat tidak peduli apapun baiknya mereka.

"Cih! Bisa-bisanya kalian.."

"Sudahlah! Ayo kita ke apartemen Sehun untuk membuat rencana kita besok." Jongin berdiri lalu menarik Chanyeol dan kedua sahabat laiinya untuk pergi dari sekolah menuju apartemen Sehun.

.

.

Sementara itu, di waktu yang sama.

Rose yang sedang berjalan di lorong yang sepi untuk pulang, tidak sengaja mendengar suara dekat jendela kelasnya, ia pun berhenti sebentar untuk mengetahui siapa yang ada di kelas itu. Ia menyenderkan tubuhnya pada dinding agar bisa mendengar suara itu dengan jelas.

"Kau sebenarnya menyimpan perasaan kepada Baekhyun hyung, bukan?"

Rose mengenali siapa pemilik suara itu. 'Sehun? Dia berbicara kepada siapa!?' pikir Rose.

"Katakan sejujurnya kepada kami, apakah ini alasannya kau memintaku mendownloadkan video porno gay?"

Mata Rose membulat mendengar perkataan dari Kai. apa!? Mendownload video porno gay!? Salah satu diantara mereka adalah bagian dari orang 'sakit' itu? Tubuh Rose bergetar pelan. Tapi siapa? Rose berharap bukan-

"Baiklah.. aku akan mengakuinya. Sepertinya.. aku menyukai ani- aku mencintai Baekhyun hyung, lebih daripada saudara."

Tubuh Rose membeku, ia mengenali siapa yang mengatakan ini. orang itu adalah Chanyeol, lelaki yang mencuri hatinya belakangan ini. dan dia adalah gay ditambah lagi incest terhadap kakaknya sendiri!? Rose mengepalkan tangannya, ia sangat tidak menerima berita yang ia dapatkan hari ini.

Tidak! Chanyeol tidak boleh menjadi gay apalagi incest terhadap kakaknya sendiri! Ia harus menormalkan Chanyeol kembali sebelum lebih parah! Seharusnya Chanyeol bersanding dengan perempuan cantik seperti dirinya! Bukan kakaknya yang lelaki itu!

Rose kembali berjalan untuk pulang tanpa menguping percakapan mereka lebih lanjut lagi. Ia sudah terlalu emosi untuk menguping lebih lanjut. Ia menatap benci kelas tahun ketiga yang ditempati oleh Baekhyun, melihat lelaki itu yang selalu tertawa dan tersenyum disamping Chanyeol membuat amarahnya memuncak! Seharusnya ia yang disana! bukan lelaki gay itu! Karena Baekhyunlah Chanyeol menjadi gay begini! Menjadi orang 'sakit' yang dibenci oleh masyarakat!

'Lihat saja! aku akan menormalkan kembali Chanyeol dan menjadikannya miliku! Lihat saja, siapa yang akan menang nanti!'

.

.

.

Baekhyun menatap crepesnya dengan tatapan penuh cinta, ini sudah yang kedua kalinya ia memakan crepes dari toko es krim itu. Dalam hatinya, ia bersyukur ternyata Daehyun tidak sekedar membohonginya agar ia menyetujui ajakannya. Daehyun tersenyum simpul melihat Baekhyun yang begitu bahagia memakan crepesnya. Ia menyeruput pelan iced americanonya, hari ini mungkin adalah hari terbaik selama hidupnya.

"Oh iya, sebenarnya aku cukup kaget loh saat kau mengajakku tiba-tiba untuk hang out seperti ini." ucap Baekhyun.

Daehyun meletakan gelasnya dan menatap Baekhyun bingung. "Kenapa memangnya?" tanya Daehyun bingung.

Baekhyun menggaruk pipinya, bingung untuk memulai dari mana. "Kalau kata Moonbyul, kau itu pengecut. Tidak berani mengajakku pulang bersama atau hang out bersama." Jawab Baekhyun.

Rasanya hati Daehyun tertusuk mendengar jawaban dari Baekhyun. Hell apa!? Bisa-bisanya sahabatnya Baekhyun berbicara seperti itu.

"Sahabatmu mulutnya licin sekali ya.." Ucap Daehyun.

"Ya, Moonbyul itu memang begitu suka ceplas-ceplos tanpa filter. Tapi, aslinya dia baik kok. Setidaknya aku senang, akhirnya kau jadi seberani ini untuk mengajak seseorang." Balas Baekhyun disertai senyuman senang yang membuat wajahnya berkali-kali lipat cantiknya.

Daehyun terdiam melihat senyuman manis Baekhyun yang di lontarkan kepadanya, seketika jantungnya kembali bekerja dua kali lipat dari biasanya. Daehyun langsung menundukan kepalanya, untuk menutupi rona merah pada kedua pipinya.

"Bae.. Baek.. sepertinya sudah mau gelap. Ayo, kita pulang." Ajak Daehyun.

"Eoh? Baiklah." Baekhyun langsung melahab suapan crepes terakhirnya, lalu beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari toko itu bersama Daehyun.

"Kau pulang, dengan bus biasa kan?" tanya Daehyun.

"Heumm... kenapa memangnya?" tanya Baekhyun balik.

"Tidak apa-apa, omong-omong.. kau ingin aku antar?" tawar Daehyun.

Baekhyun menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak perlu aku bisa-

"Baekhyun hyung."

Ucapan Baekhyun terpotong oleh seseorang, sontak Daehyun dan Baekhyun menoleh kearah seseorang itu. Dan seketika tubuh Baekhyun membeku, disana terlihat Chanyeol yang masih mengenakan seragam sekolahnya berdiri disamping motornya.

Chanyeol memandang tajam keduanya, terutama kepada Daehyun yang mulai berani membalas tatapannya. Chanyeol berjalan menuju mereka berdua lalu menarik lengan Baekhyun.

"Hyung, ayo kita pulang." Ajak Chanyeol.

"Chanyeol, bagaimana bisa kau tahu aku berada disini?" tanya Baekhyun bingung.

Chanyeol tersenyum, lalu dia menarik tangan Baekhyun menuju dadanya. "Karena cintaku pada hyunglah yang membuat aku tahu hyung berada disini." Jawab Chanyeol.

Pipi Baekhyun memerah mendengarnya, jantungnya jadi bekerja dua kali lebih cepat. Sedangkan Daehyun menatap datar Chanyeol, hell apa-apaan dia?

Lalu Chanyeol menoleh kearah Daehyun dan melemparkan tatapan 'Jangan berani kau mendekati hyungku lagi.'

Namun diluar dugaannya, Daehyun membalas tatapannya. 'Aku ini temannya, jangan hanya karena kau adiknya Baekhyun bisa mengatur seenaknya!'

Dalam hatinya, Chanyeol tertawa mengejek. Teman hyungnya ini sudah bisa melawan rupanya, padahal Chanyeol masih ingat sekali jika pria ini selalu bersembunyi dibalik kacamata tebalnya dalam keadaan apapun.

"Maaf, Daehyun. Aku pulang duluan ya bersama Chanyeol." ucap Baekhyun. Dan Chanyeol tersenyum penuh kemenangan mendengarnya.

"Tidak apa-apa kau tidak perlu minta maaf kepadaku." Balas Daehyun disertai senyumannya. Dalam hati Daehyun, ia kesal melihat Chanyeol yang tersenyum mengejek kearahnya.

Setelah itu kedua kakak beradik tidak sedarah tu menaiki motor mereka lalu meninggalkan Daehyun sendiri. Daehyun menghela napas sedih melihat kepergian mereka berdua, tangannya mengepal dengan erat. Inginnya Daehyun pesimis dengan perasaannya, namun..

'Tidak! Aku tidak akan menyerah sebelum aku mendapatkan jawabannya sendiri dari Baekhyun!"

.

.

.

Selama perjalanan, Chanyeol dan Baekhyun diam saja tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Chanyeol melirik kaca spionnya ia melihat Baekhyun sedang terpejam menikmati angin yang berhembus kencang selama perjalanan.

"Hyung, kenapa hyung pergi ke toko es krim bersamanya? Memangnya bersamaku tidak bisa? Aku kan juga mau." Tanya Chanyeol dengan suara keras untuk melawan gesekan angin disekitarnya.

"Eh? Karena kami mau beli buku terbaru untuk ujian. Daehyun bilang, buku bahasa Inggris yang bagus sudah terbit karena itu ia mengajakku pulang bersama, ia sudah seperti mentor bahasa Inggrisku omong-omong. Hubungan kita seperti mutualisme, dia tidak begitu mengerti matematika bertanya kepadaku, sedangkan aku tidak terlalu mengerti bahasa Inggris bertanya kepadanya." Jelas Baekhyun.

"Hyung tidak mau bertanya kepadaku saja? begini-begini aku juga pandai bahasa Inggris loh hyung." Ucap Chanyeol.

Baekhyun tersenyum mendengarnya. "Tidak... karena aku tidak ingin terlihat lemah di hadapanmu. Mungkin dihadapan orang lain, aku adalah figur kakak yang lemah namun berbeda dengan dirimu kau masih menganggapku kakak yang kuat. Dan aku ingin mempertahankan itu, supaya tidak hilang." Jelas Baekhyun lagi.

Chanyeol menggelengkan kepalanya tidak setuju. "Hyung ini bicara apa? Hyung kuat kok, hanya karena hyung minta tolong kepadaku itu tidak menjadikan hyung lemah. Kita juga manusia yang mempunyai segala kekurangan."

Baekhyun tersenyum mendengarnya. "Begitu ya, sepertinya mungkin lain kali saja aku minta ajari denganmu. Aku masih ingin diajari oleh Daehyun hingga aku lulus. Sebenarnya niat kami pulang bersama tadi. Namun, sepertinya ada akhirnya aku tetap pulang bersamamu hehehe.." balas Baekhyun disertai kekehan diakhir.

Melihat ekspresi bahagia Baekhyun, diam-diam Chanyeol tersenyum. "Ya, hyung pasti akan selalu kembali kepadaku walau hyung bersama pria itu. Karena hyung adalah milikku seorang." Ucap Chanyeol pelan.

"Hm? Kau bilang sesuatu, Chanyeol?" tanya Baekhyun. Ia merasa Chanyeol berkata sesuatu namun tidak jelas karena gesekan udara.

"Tidak hyung. Mungkin hyung hanya salah dengar." Balas Chanyeol.

Baekhyun mengembungkan pipinya mendengar perkataan dari Chanyeol. namun, Baekhyun menghiraukan itu karena ia masih ingin menikmati pemandangan kota Seoul dari motor.

Sementara Baekhyun terus memperhatikan sekitarnya, Chanyeol diam-diam mencuri-curi pandang kearah Baekhyun.

'Sekarang, aku hanya perlu menunggu waktu untuk mengatakannya.'

TBC...

a/n : Hai ini Iki. maaf udah lama gak update. Minggu ini aku uts huhu... sedikit lambat sih dari sekolah lain.

anyway, sebenarnya aku hampir frustasi juga gara-gara war soal grup itu. aku bahkan hampir ngepublish fanfic Lubaek. tentu aja semenya Luhan. Maafkeun, aku kalo lagi frustasi emang suka ngadi-ngadi

oh iya makasih yang sudah review, favorit, sama follow cerita ini senangnya.

ChanBaek09 of course apa yang enggak untuk daddy dan appa.

Erishiteru wah, makasih karena suka karakter ceye disini. aku emang sukanya ceye kayak gini daripada ceye brengsek yang suka mainin cewek kkkkk

btw aku agak kaget ff ku yang private study malah makin banyak yang favorit plus follow padahal aku udah lama ga lanjut ngetik ff itu. kalian mecooom ya, aku juga sih kkkkk

anyway chapter hari ini sampai sini dulu, sampai jumpa chapter depan

regrads

Iki