Step Brother (C) Iki Hayato 息隼人
.
.
.
EXO (C) SM entertainment, their families, and God
.
.
.
Main pair : ChanBaek!
.
Slight : EXO official couple, and others
.
.
Chanyeol's friends circle : Oh Sehun, Kim Jongin, Huang Zitao
.
Baekhyun's friends circle : Luhan, Do Kyungsoo, Kim Jinwoo (WINNER), Moonbyul (Mamamoo), Irene (Red Velvet)
.
enjoy
Chanyeol menghela napas pelan, bosan dengan materi yang diterangkan oleh gurunya di depan. Oh, shit. Kenapa menjelang siang begini ia harus mempelajari matematika? Chanyeol kembali menghela napas, namun tiba-tiba ia mendengar suara ramai dari lapangan. Perlahan mata bulat itu bergulir ke arah lapangan.
Seketika matanya menyegar, disana terdapat hyungnya dilapangan. Sepertinya, pagi ini giliran kelas Baekhyun berolahraga. Baekhyun tengah mengobrol dengan keempat sahabatnya sambil terkekeh pelan, Chanyeol tersenyum melihatnya. Hatinya menghangat melihat hyungnya tertawa lepas seperti itu.
Alis Chanyeol menaik saat tiba-tiba hyungnya menoleh kearahnya, ia terdiam sebentar karena kaget. Kemudian, Baekhyun menunjukan grin termanisnya sambil melambaikan tangannya. hal itu tentu saja membuat keempat sahabat Baekhyun menoleh kearah Chanyeol.
Chanyeol tersenyum lalu ia diam-diam melambaikan tangannya tanpa sepengetahuan guru yang berada di depannya. Chanyeol terkekeh pelan melihat hyungnya yang salah tingkah karena di goda oleh keempat sahabatnya, wajahnya memerah sempurna hingga ke telinganya. Menggemaskan sekali.
Rose yang diam-diam memperhatikan tingkah Chanyeol, menatap tidak suka. Hell, kenapa pula kelas kakak Chanyeol harus di jam seperti ini!? pikirnya.
'Lihat saja nanti! Akan kubuat kau melupakan kakak gay bodohmu itu!' pikir Rose geram lalu ia kembali menengok ke depan.
"Nah, setelah ini. seonsaengnim akan memberikan tugas perkelompok dan setiap kelompok berisi dua orang. Seonsaengnim akan membagikan kelompok kalian." Jelas guru Lee.
Guru Lee mulai menyebutkan nama para siswa yang ada dikelas ini untuk dijadikan kelompok. Sementara itu, Chanyeol masih tidak mempedulikannya dan memilih memandangi hyungnya lewat jendela. Ia tersenyum melihat hyungnya yang terlihat kesusahan merebut bola dari temannya.
"Huang Zitao dan Jung Ksrystal."
"Kang Seulgi dan Kim Jisoo."
"Oh Sehun dan Kim Jongin."
Setelah itu.. barulah guru Lee menyebutkan nama Chanyeol yang paling terakhir.
"Park Chanyeol dan Roseanne Park."
Mata Chanyeol membulat mendengarnya, ia memandang guru killer itu tidak percaya sekaligus kesal. Berbeda dengan Rose yang bersorak senang dalam hatinya karena ia berhasil satu kelompok dengan Chanyeol. chanyeol menatap sinis guru itu, bagaimana bisa ia dipasangi dengan wanita seperti itu.
"Kerjakan tugas satu sampai sepuluh pada halaman 105, dikumpulkan besok saat pelajaran saya dimulai. Mengerti?"
"Baik seonsaengnim!"
Sahut semuanya kecuali Chanyeol yang terlanjur kesal. Namun, sayangnya ia tidak bisa protes karena guru Lee terbilang sangat killer diantara guru kelas tahun pertama.
"Kalau begitu, seonsaengnim pamit diri, sampai bertemu besok." Seonsaengim membawa buku-bukunya lalu keluar dari kelas itu.
Dan saat itu juga, Rose langsung berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Chanyeol.
"Hey, nanti sepulang sekolah kita kerja kelompok ya.." ucap Rose dengan nada imut.
"Hm." Balas Chanyeol lalu beranjak dari tempat duduknya.
Ia pun keluar dari kelas diikuti oleh Sehun dan dan Jongin. Sekarang waktunya jam makan siang omong-omong. Rose menatap kesal kepergian Chanyeol dengan tangan yang terkepal kuat. Dia gagal lagi sialan.
.
.
Sehun dan Jongin melirik Chanyeol gugup, mereka merasakan aura tidak mengenakan menguar dari tubuh besar Chanyeol. dan Chanyeol juga, hanya diam sambil berjalan. Jadi mereka hanya bisa diam tanpa berani menanyakan apapun kepada Chanyeol.
"Kenapa seonsaengim harus membuatku satu kelompok dengannya." Geram Chanyeol kesal.
Mereka Sehun dan Jongin saling berpandangan. "Entahlah, kau tahu Lee seonsaengnim itu sangat random jika memilihkan kelompok." Celetuk Sehun.
Chanyeol tidak membalas, langkahnya terlihat semakin kesal. Ia tidak puas dengan ucapan Sehun.
"Nanti saat kau kerja kelompok dengannya, kami akan menemanimu. Tenang saja." hibur Jongin.
Chanyeol menoleh kearah Jongin dengan wajah yang lebih cerah daripada yang tadi, dan juga aura mengerikan itu juga berkurang.
"Gomawo yo... untung ada kalian. Aku tidak tahu bagaimana jadinya jika aku hanya berdua dengannya." Ucap Chanyeol.
"Tidak masalah, kami tidak akan meninggalkanmu disaat kau seperti ini." ucap Sehun.
"Lagipula aku juga tidak suka kepadanya, ia sudah seperti parasit yang hobinya nempel-nempel." Timpal Jongin dengan nada kesal. Sehun mengiyakan perkataan Jongin, setuju dengannya.
Chanyeol tersenyum, well setidaknya moodya bisa kembali lagi karena dua sahabat laknatnya ini. perlahan Chanyeol merangkul kedua sahabatnya dan berjalan lebih cepat kearah kantin.
.
.
"Menu hari apa?" tanya Baekhyun pada Luhan yang mengantri didepannya.
"Katanya sih daging, aku dengar dari yang lain sih begitu." Jawab Luhan.
Baekhyun menganggukan kepalanya mengerti, lalu kembali diam mengantri. Dalam hatinya, Baekhyun merutuki betapa lamanya antrian ini. perutnya sudah keroncongan sejak tadi, ditambah lagi ia habis pelajaran olahraga membuat tubuhnya merasa gerah sekarang.
"Hyung, mau kupesankan?" tanya suara berat itu tiba-tiba.
Mata Baekhyun membulat, dengan cepat ia menoleh ke belakangnya. Dan benar saja.. disana terdapat Chanyeol yang juga sedang mengantri disertai senyuman tampannya.
"Lho? Chanyeol sejak kapan kau disini?" tanya Baekhyun kaget. Baekhyun ingat sekali jika dibelakangnya bukanlah Chanyeol, namun Hani teman sekelasnya.
Sementara itu, Hani yang berada dibelakang Chanyeol hanya tersenyum-senyum tidak jelas bersama teman-temannya tanpa sepengetahuan Baekhyun sendiri.
"Aku baru saja sampai disini kok hyung, daripada itu hyung belum menjawab pertanyaanku tadi." balas Chanyeol.
Baekhyun menggelengkan kepalanya pelan lalu ia tersenyum manis kepada Chanyeol. "Ani, tidak perlu. Biar hyung saja yang memesan sendiri." Tolak Baekhyun halus.
Chanyeol menganggukan kepalanya mengerti. "Baiklah kalau begitu hyung."
Setelah itu, antriannya mulai maju. Dan Baekhyun memilih fokus antri daripada mengobrol dengan Chanyeol. Chanyeol juga sama, memperhatikan antrian juga seperti Baekhyun. Namun, tanpa sengaja kedua mata obsidian Chanyeol melirik ke leher belakang Baekhyun,
Leher putih mulus hyungnya mengeluarkan keringat, karena ia habis olahraga tadi. tanpa sadar, Chanyeol menelan ludahnya sendiri. Entah kenapa leher itu terlihat menggiurkan di matanya.
Tanpa sadar, Chanyeol menundukan tubuhnya lalu wajahnya ia dekatkan pada leher Baekhyun dan mengecupnya sekaligus mengendusnya. Chanyeol tersenyum mencium aroma memabukkan dari keringat hyungnya itu. Baekhyun berjengit pelan merasakan hembusan napas Chanyeol dan kecupan kecil pada lehernya itu.
Dengan panik, Baekhyun menoleh ke sekelilingnya, dan benar saja perkiraannya. Semua pasang mata melihat kearahnya, mereka semua juga kaget dengan tingkah nyosor Chanyeol di tempat ramai begini. Bahkan yang mengantri didepannya saja sampai menoleh ke belakangnya. Oh, Baekhyun ingin menguburkan dirinya saja saat ini.
"Cha.. Chanyeol! hentikan semuanya melihat kearah kita!" cegah Baekhyun panik. Wajahnya sudah memerah sempurna hingga ke telinganya saking malunya. Jangan lupakan kecupan Chanyeol pada lehernya semakin menjadi-jadi.
Chanyeol langsung saja menghentikan kecupannya dan melirik ke samping kiri dan kanannya. Dan benar saja, semuanya melihat kearah mereka. Chanyeol langsung berdiri seperti biasa sambil berdehem pelan. Canggung. Walau nyatanya ia sendiri terhibur dengan wajah Baekhyun yang memerah sempurna.
"Chanyeol bodoh! Tidak tahu tempat!" omel Baekhyun lirih sambil memalingkan wajahnya dari Chanyeol. pipinya ia kembungkan dan bibirnya ia kerucutkan.
Chanyeol terkekeh pelan, rasa canggung itu menghilang begitu saja. lihatlah cara Baekhyun marah, menggemaskan sekali bukan? Seperti bayi yang tidak dikasih mainan saja.
"Kyaaa! Sang adik agresif sekali!"
"Apa kalian memotret pemandangan itu tadi? kyaaaa! Menggemaskan sekali."
"Kita beruntung sekali masuk sekolah ini."
"Bagaimana bisa dia nyosor ditempat seperti ini!? kkkkkk"
"Dia sudah tidak bisa tahan."
"Mereka bermesraan saja, tidak kasihan pada kaum single seperti kami?"
Ya, begitulah bisik-bisik anak tahun ketiga dan tahun kedua perihal kejadian tadi. berbeda dengan anak tahun pertama yang seangkatan dengan Chanyeol masih kebingungan. Walau ada beberapa dari mereka yang reaksinya sama dengan anak tahun ketiga dan tahun kedua, terutama kedua sahabat Chanyeol, Sehun dan Jongin.
Diantara anak tahun pertama yang lain, terdapat Rose yang menatap benci kejadian tadi itu. Hell, apa-apaan itu? Si kakak gay itu pamer dengannya jika Chanyeol lebih suka dengannya!? Ia tidak bisa biarkan ini! tangannya mengepal erat, lalu ia berdiri dari tempat duduknya untuk membeli minuman dari vending machine.
"Cih! Lihat saja! kau kira hanya kau yang bisa begitu! Dasar Park Gay Baekhyun menjijikan!" gumam Rose dengan nada kesal.
Daehyun yang habis beli minuman sontak terhenti, ia menoleh kearah adik kelasnya dengan tatapan kaget. Apa-apaan ini!? ia baru pertama kali mendengar adik kelas bertingkah seperti ini. perlahan pandangan Daehyun beralih kearah Baekhyun yang tengah mengambil pesanannya sambil mengobrol dengan Chanyeol. Baekhyun terus tersenyum dan memandangi adik tirinya itu penuh cinta. apakah sebenarnya adik kelasnya tadi menyukai Chanyeol?
Di satu sisi Daehyun sakit hati melihat pemandangan itu, namun di satu sisi lainnya ia khawatir pada Baekhyun. Ia merasa jika adik kelasnya tadi itu akan menyusun rencana jahat untuk menyingkirkan Baekhyun dilihat dari gumamannya tadi.
Daehyun menatap Baekhyun khawatir, ia berharap Baekhyun akan baik-baik saja.
.
.
"Hyung, bolehkah aku duduk bersama kalian?" tanya Chanyeol begitu mereka sudah selesai memesan makanan.
"Hm? Boleh saja sih." Jawab Moonbyul sambil menyuapkan makanannya.
"Irene dimana?" tanya Baekhyun sambil mendudukan dirinya disamping Luhan.
"kau lupa? Dia kan selalu makan siang bersama kekasihnya, lihat itu." Kyungsoo dan Jinu menunjuk kearah salah satu meja yang diisi oleh tiga orang tu dengan dagu mereka.
Baekhyun mengangguk-anggukan kepalanya mengerti, dan mulai memakan makanannya. Chanyeol pun duduk disamping Moonbyul yang bersebrangan dengan Baekhyun. Chanyeol memperhatikan hyungnya mengunyah sebelum memakan makanannya.
Pipi chubby itu terlihat semakin gembil ketika hyungnya mengunyah makanan. Menggemaskan sekali. chanyeol tersenyum gemas lalu mulai memakan makanannya.
Di tengah acara makan siang mereka, tiba-tiba datanglah Rose ke meja mereka. Rose menatap sinis Baekhyun, namun sayangnya Baekhyun tidak menyadarinya karena Baekhyun sibuk dengan makanannya.
"Chanyeol... bisakah nanti aku saja yang menentukan tempat kerja kelompoknya?" tanya Rose dengan nada manja.
Sontak semuanya yang dimeja itu langsung menoleh kearah Rose tidak terkecuali Chanyeol. ia memandang wanita itu malas. mau apa lagi dia ini?
"Mau dimana memangnya?" tanya Chanyeol malas sambil memakan makanannya.
Tanpa sengetahuan Chanyeol, Rose melirik kearah Baekhyun dengan tatapan merendahkan. Bakhyun menaikkan alisnya, hell apa-apaan wanita ini? keempat sahabat Baekhyun yang menyadari itu langsung menatap dingin wanita ini. hell, apa-apaan dia? Masih kelas tahun pertama saja sudah begini.
"Kalau begitu aku ingin di cafe lovesick, aku dengar pasangan yang pergi ke cafe sana akan semakin langgeng cintanya. Seperti aku dan Chanyeol misalnya." Tambah wanita itu. Ia matanya terus melirik Baekhyun disertai senyuman penuh penghinaan pada sunbaenya itu.
Baekhyun tersentak, ia menatap wanita itu tidak percaya. Begitu pula keempat sahabatnya. Hell, apa-apaan ini!? wanita tidak tahu diri ini sengaja ingin membuat Baekhyun drop. Tidak hanya keempat sahabatnya, beberapa siswa yang mendengar perkataan Rose langsung berbisik-bisik penuh kejulidan terhadap wanita itu.
Baekhyun hanya bisa terdiam mendengarnya. apa katanya tadi? pasangan seperti wanita itu dan Chanyeol!? hatinya sakit mendengarnya, entah kenapa jauh didalam lubuk hatinya ia tidak rela Chanyeol berpacaran dengan wanita ini. Baekhyun menoleh kearah Chanyeol yang terlihat tidak peduli dengan eksensi wanita itu, entah kenapa ia berharap Chanyeol menolak ajakan wanita itu.
"Kenapa harus jauh-jauh? Bukankah kerja kelompok bisa diperpustakaan? Dan juga kenapa harus cafe lovesick? Agar cinta semakin langgeng sejak kapan aku menjalin hubungan denganmu? Jangan karena kau sekelompok denganku, kau bisa melakukan sepuasnya." Tolak Chanyeol mentah-mentah dengan nada kesal.
"Ta.. tapi buk-
"Dan juga, kau berniat mengejek dan menghina hyungku dengan ajakanmu tadi, bukan? Kau kira aku tidak tahu tatapan merendahkanmu yang menghina hyungku dari tadi!? Dia ini bahkan seniormu! Berani sekali kau melakukan begitu! Apa dinegara asalmu tidak diajarkan tata krama senioritas? Jika kau melukai hyungku lagi, jangan berani kau mendekati diriku!" lanjut Chanyeol dengan tatapan bengisnya.
Nyali Rose menciut melihat tatapan angker yang ditujukan Chanyeol kepadanya, ia menatap Baekhyun penuh kebencian. Lalu dengan cepat ia meninggalkan area kantin dengan perasaan malu.
"Cih! Ini semua karena si kakak Park Gay itu!" ucap Rose geram dengan langkah kasar.
Setelah kepergian Rose, Baekhyun dan keempat sahabatnya menatap kagum Chanyeol. baekhyun tidak menyangka Chanyeol akan membalas wanita itu dengan kata-kata pedasnya, ditambah Chanyeol menyadari tatapan wanita itu terhadapnya.
"Whoaah... kau keren sekali Chanyeol." puji Moonbyul sambil memukul bahu tegap Chanyeol dengan tinjuannya.
Chanyeol meringis pelan sambil mengusap bahunya, bagaimana bisa sahabat perempuan hyungnya ini bisa punya pukulan sekeras itu?
"Gomawo sunbae, dia sudah kelewatan tahu juga sebenarnya. Aku sangat benci saat ada orang yang memperlakukan Baekhyun hyung dengan hina." Balas Chanyeol.
"Kau adik yang baik, bisa membela hyungmu dari orang seperti itu." Puji Jinu.
"Tapi kau tidak terlihat seperti adik Baekhyun lagi." Goda Kyungsoo sambil menyeringai kepada Baekhyun. Pipi Baekhyun mulai merona lagi mendengar godaan dari Kyungsoo.
Melihat itu, Luhan ikutan menyeringai. "Ya, Chanyeol cocok sekali menjadi pasanganmu ya kan, Baek?" goda Luhan sambil mencolek dagu Baekhyun.
Wajah Baekhyun memerah sempurna, ia mengibas-ngibas tangannya pada dagu Luhan mengkode untuk berhenti menggodanya.
"Apa sih kalian? Kalian tidak jelas." Balas Baekhyun malu.
Dan yang lain langsung tertawa mendengar balasan Baekhyun yang malu-malu itu. Heol! Menggemaskan sekali!
"Tadi menurutku, kau agak keterlaluan Chanyeol. dia mengajakmu, tapi tidak seharusnya kau begitu kepadanya, ditambah lagi ia.. menyukaimu.' Ucap Baekhyun. Lidahnya sedikit kelu mengatakan kata 'menyukaimu' itu.
Semuanya langsung terdiam mendengar perkataan Baekhyun, keempat sahabat Baekhyun menatap Baekhyun gemas. Rasanya mereka ingin teriak 'dia itu sudah menyakitimu bodoh!' kepada Baekhyun. Chanyeol masih terdiam, namun sorot matanya mulai menajam seperti tadi saat wanita itu datang.
"Hyung, kenapa kau masih membelanya? Dia sudah begitu jahat denganmu. Jangan hanya karena ia perempuan, bukan berarti kau bisa membelanya hyung. Sikap dia sudah tidak bisa di toleransi begini." Balas Chanyeol.
"Tapi dia menyukaimu." Balas Baekhyun.
"Aku tidak menyukainya hyung. Kenapa hyung seperti menyuruhku berhubungan dengan orang yang tidak ku cintai? Bukankah itu namanya egois? Biarkan aku yang memilih orang kucintai hyung." balas Chanyeol.
Keempat sahabat Chanyeol tersenyum bangga mendengar perkataan Chanyeol yang savage itu. Well, setidaknya mereka mempunyai adik yang super pintar begini.
Sedangkan Baekhyun, ia benar-benar mendengar perkataan Chanyeol yang savage itu. Perlahan ia tersenyum, entah kenapa hatinya menghangat mendengar Chanyeol tidak menyukai wanita tadi. sebenarnya, jika Chanyeol betulan menyukai wanita itu Baekhyun juga ragu untuk merestui mereka.
"Benarkah?" gumam Baekhyun sambil tersenyum senang. Ia benar-benar lega sekarang.
"Lho? Kok Baekhyun malah senyam-senyum begitu tiba-tiba setelah Chanyeol bilang begitu?" goda Luhan disertai seringaiannya.
Satu meja itu langsung menoleh kearah Baekhyun, dan benar saja Baekhyun malah senyam-senyum seperti perkataan Luhan tadi. dan seketika, wajah senyum Baekhyun berubah menjadi merah. Oh sial, kenapa Luhan harus sadar dengan ekspresinya sih?
"Benar, kok hyung malah senyam-senyum sih. Apa ada yang salah dengan perkataanku?" goda Chanyeol disertai senyuman bangsatnya.
Wajah Baekhyun semakin memerah, dengan cepat ia memukul lengan kekar Chanyeol dan memukul punggung Luhan.
"Kalian diamlah! Dan habiskan makanan kalian!" omel Baekhyun.
Yang lain hanya tertawa mendengar omelan Baekhyun lalu kembali lanjut memakan makan siang mereka.
Sementara itu, Daehyun yang sedang makan melirik kearah Baekhyun lalu ia menoleh kearah perginya Rose.
"Semoga kau baik-baik saja Baekhyun." Gumam Daehyun.
.
.
.
.
Sekarang di kelas Baekhyun guru mata pelajarannya tidak masuk hari ini karena ada urusan pribadi. Hal ini, membuat siswa yang ada dikelas Baekhyun harus belajar sendiri mengingat mereka sudah kelas tahun ketiga bukan tahun pertama lagi.
Baekhyun menghela napas pelan, ia agak jenuh belajar. Kebetulan mata pelajaran sekarang adalah bahasa Inggris, salah satu mata pelajaran yang dibencinya. Dan entah kenapa ia terus kepikiran dengan apa yang terjadi dikantin beberapa jam yang lalu, ia bingung dengan perasaan yang ia rasakan itu. Karena itu ia tidak bisa konsentrasi saat belajar dari tadi.
Baekhyun memijit keningnya, lalu ia memilih beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke kantin untuk membeli minuman guna menyegarkan pikirannya.
"Baek, kau mau kemana?" tanya Moonbyul.
"Kantin." Jawab Baekhyun singkat.
"Tunggu! Aku ikut!" Moonbyul merapikan buku-bukunya yang berantakan lalu menyusul Baekhyun.
"Tunggu! Kami juga nitip!" teriak Jinu, Kyungsoo dan Luhan.
Moobyul dan Baekhyun menghentikan langkah mereka, mereka berdua menatap mereka malas.
"nitip apa?" tanya Baekhyun sedikit ketus.
"Seperti biasa, kau seperti tidak kenal kami saja." jawab Kyungsoo.
"Pakai uang kalian dulu ya, nanti kami ganti." Ucap Luhan.
Moonbyul dan Baekhyun memutar kedua mata mereka malas. "Terserah. Ayo Baekhyun sebelum jam mata pelajaran ini habis." Moonbyul menarik Baekhyun agar pergi dari kelas mereka.
.
.
Baekhyun meminum susu stroberinya bersama Moonbyul dimeja kantin. Mereka sengaja sedikit melama-lamakan agar ketiga sahabat mereka yang laknat itu kesal. Baekhyun melirik Moonbyul yang sedang terdiam memikirkan sesuatu.
"Hei, Moonbyul. Sebenarnya aku punya perasaan aneh akhir-akhir ini." ucap Baekhyun.
"Hm? Perasaan seperti apa?" tanya moonbyul penasaran.
Baekhyun meremas pelan kotak susu stroberi yang ada di tangannya. ia agak ragu sebenarnya mengatakan ini kepada Moonbyul.
"Se.. sebenarnya akhir-akhir ini aku punya perasaan aneh terhadap Chanyeol sendiri. Jantungku selalu berdebar keras setiap kali dekat dengannya, hatiku selalu menghangat setaip kali melihatnya begitu senang, dan juga hatiku jadi sakit sekali setiap kali ada perempuan yang mendekatinya seperti wanita itu. Kejadian di kantin tadi juga membuatku seperti ini. menurutmu itu perasaan apa yang sebenarnya yang aku rasakan?" tanya Baekhyun.
Moonbyul yang menyimak pun tersenyum mendengarnya. apakah ini saatnya Baekhyun menyadari perasaannya yang seperti ini. Moonbyul juga senang mendengar pengakuan langsung dari Baekhyun.
"Itu artinya, kau mencintai Chanyeol lebih dari adikmu sendiri. Kau ingin hubungan lebih dari sekedar adik kakak." Jawab Moonbyul.
Mata Baekhyun membulat mendengarnya, tunggu! Apa!? Ia tidak salah dengar apa yang Moonbyul katakan bukan?
"He.. hei, kau pasti bercanda bukan? Mana mungkin aku menyimpan perasaan pada adikku sendiri." Balas Baekhyun tidak percaya.
"Jika kau tidak menyimpan perasaan pada Chanyeol, lalu kenapa kau bisa sakit hati saat tahu ada orang yang menyukai Chanyeol hm? Kau bahkan tersenyum saat Chanyeol menolak mentah-mentah wanita itu dengan kata-kata pedasnya." Jelas Moonbyul.
Baekhyun terkejut mendengar perkataan Moonbyul. "Aku? Tersenyum tadi?" Baekhyun menunjuk dirinya tidak percaya.
"Huum... itu adalah senyuman terpuas yang pernah aku lihat dari dirimu." Timpal Moonbyul.
"Tapi bagaimana bisa? Aku dan Chanyeol adalah saudara. Bagaimana perasaan Chanyeol nanti?" ucap Baekhyun sambil memijit keningnya.
Moonbyul menyentuh bahu Baekhyun lalu memijitnya pelan sebagai dukungan. "Hei, aku yakin Chanyeol bisa menerima perasaanmu ini." balas Moonbyul sambil tersenyum.
'Dia bahkan sudah mencintaimu duluan bodoh.' Tambah Moonbyul dalam hatinya.
"Omong-omong, sebenarnya aku sedikit lapar sebenarnya. Aku pesan corn dog dulu ya. Tunggu sebentar ya Baek." Ucap Moonbyul.
"Baiklah."
Setelah itu Moonbyul pergi ke kasir dan memesan makanannya. Sang penjaga kantin sudah tidak heran lagi melihat ada siswa yang bisa jajan walaupun sudah masuk jam pelajaran begini. Hal seperti ini menurutnya sudah biasa.
Sementara Baekhyun, ia masih duduk sambil memikirkan perkataan Moonbyul tadi. apa benar Chanyeol bisa menerima perasaannya yang melebihi seorang saudara begini. Pipinya merona memikirkan apa yang Chanyeol lakukan akhir-akhir ini. benar-benar menggetarkan hatinya.
Tap!
Lamunan Baekhyun terbuyarkan mendengar langkah kaki didekat mejanya. Ia pun mendongak melihat siapa orang itu, dan seketika Baekhyun terdiam. Orang itu adalah wanita yang ditolak Chanyeol di kantin tadi. wanita itu menatap Baekhyun penuh kebencian, seakan ingin membunuhnya saat itu juga.
Baekhyun melirik kearah Moonbyul, namun sialnya Moonbyul masih memesan corn dog. Sepertinya ada hot dog menu baru sehingga sang penjaga kantin harus merekomendasikan hot dog enak kepada Moonbyul.
"Park Baekhyun sunbae bukan? Kakak dari Park Chanyeol?" tanya wanita itu.
Baekhyun melirik ke name tag wanita itu, disana terdapat nama Rose Park disana.
"Ya, itu aku. Ada apa Rose-ssi? " tanya Baekhyun setenang mungkin.
Rose menyeringai remeh, lalu berkacak pinggang angkuh. "Aku mendengar percakapanmu bersama temanmu. Dan aku mendengar kau menyimpan perasaan lebih dari saudara kepada Chanyeol eh?" ucapnya.
Baru saja, Baekhyun hendak membalas perkataannya. Rose sudah melanjutkan perkataannya.
"Menjijikan! Sampah masyarakat! Sudah Incest! Gay lagi! Hubungan menjijikan yang seharusnya musnah dari muka bumi ini! harusnya laki-laki dipasangkan oleh wanita cantik!" bentak Rose dengan nada tinggi.
Mata Baekhyun menajam mendengarnya, mau apa wanita ini!?
"Lalu?" tanya Baekhyun.
Rose semakin geram, seharusnya Baekhyun sadar diri. Kenapa malah seperti ini!?
"Kalian ini keluarga terpandang, harusnya kau tidak menyimpan perasaan kepada Chanyeol. kau merusak masa depannya, bisa-bisa ia jauhi karena ketidak normalannya itu. " omel Rose lagi.
Kali ini Baekhyun tersentak, kenapa ia tidak berpikir sampai kesana? Kenapa ia bisa sampai lupa jika Chanyeol adalah penerus perusahaan ayahnya. Melihat Baekhyun yang mulai down, Rose mulai menyeringai penuh kemenangan. Ia pun mengangkat tangannya lalu-
Plaak!
Rose menampar Baekhyun hingga kuku panjangnya menggores pipi Baekhyun. Baekhyun hanya bisa terdiam, dengan tatapan mata yang kosong. Rose menatap jijik Baekhyun hingga ia ingin membunuhnya.
"Jauhi Chanyeol! seharusnya Chanyeol bersanding dengan wanita cantik sepertiku! Bukan lelaki gay rendah yang menjijikan seperti-
Plakk!
Ucapan Rose terhenti saat sebuah tamparan mengenai pipinya hingga memerah. Mata Baekhyun membulat saat tahu siapa yang melakukan itu, dia adalah Moonbyul. Moonbyul baru saja mengambil pesanannya tadi langsung disuguhkan pemandangan menyebalkan seperti ini! dan apa-apaan itu!? Seorang Hoobae menampar Sunbae kelas tiga!? Kemana tata kramanya!? Tidak diajarkan!?
"Jaga ucapanmu jalang! Kau mengatai temanku menjijikan karena orientasi seksualnya, sedangkan kau sendiri malah bermain dengan laki-laki setelah pulang sekolah! Kau kira aku tidak tahu! Dan juga, bisa-bisanya kau melakukan ini kepada seniormu." Omel Moonbyul.
Rose masih meringis sambil mengelus pipinya, tamparan Moonbyul tidak main-main sakitnya. Tenaganya setara dengan lelaki dominan seperti Chanyeol. bahkan mulut dalamnya sampai berdarah.
"Lalu kenapa!? Bukankah incest itu bahkan lebih menjijikan daripada LGBT!? Kau mendukung hubungan Incest!" omel Rose kesal.
Moonbyul menyeringai remeh lalu mendengus. "Heh! Apa yang kau tahu tentang Chanyeol dan Baekhyun. Kau bahkan tidak tahu apa-apa tentang mereka, dan juga... Chanyeol tidak akan pernah melirikmu satu detikmu. Hentikan halusinasi menjijikanmu." Moonbyul menarik Baekhyun berdiri lalu pergi dari kantin.
"Memangnya kau tahu apa?" sepertinya Rose masih belum puas berdebat dengan Moonbyul.
Moonbyul menoleh kearahnya lalu tersenyum penuh penghinaan. "Karena Chanyeol sudah memiliki orang yang dia cintai, aku bahkan yang bukan satu angkatan dengannya saja tahu. Memangnya dirimu hanya modal halusinasi seperti orang rumah sakit jiwa." Setelah itu Moonbyul dan Baekhyun pergi meninggalkan kantin. Meninggalkan Rose yang menggertakkan giginya saking kesalnya.
.
.
"Hey, apakah aku harus mengorbankan perasaanku dan membiarkan wanita itu jadian dengan Chanyeol?" tanya Baekhyun tiba-tiba saat mereka hampir sampai di kelas mereka.
Moonbyul terkejut mendengarnya dengan cepat ia menarik Baekhyun ke tangga darurat untuk bicara lebih lanjut. ini bukanlah hal yang main-main.
"Makanlah hot dog mozarella ini, aku membeli dua tadi." ucap Moonbyul.
"Gomawo." Baekhyun menerima corn dog itu dengan tidak semangat.
Moonbyul menatap Baekhyun khawatir. Baekhyun menjadi drop begini setelah ia berbicara dengan Rose tadi. dan sialnya, sepertinya ada perkataan dari wanita itu yang membuat Baekhyun overthinking.
Baekhyun mulai menggigit ujung corn dognya dan keju yang meleleh itu streching. Rasa saus pedas dengan keju meleleh itu membuat mood Baekhyun lebih baik. Moonbyul tersenyum melihatnya.
"jadi, kenapa kau memilih seperti itu tadi?" tanya Moonbyul.
Baekhyun terdiam sebentar lalu menelan mozarellanya. "Bagaimana jika nanti aku merusak masa depan Chanyeol seperti perkataan dia tadi?" tanya Baekhyun.
Moonbyul sudah menduganya, perempuan itu berhasil mempengaruhi Baekhyun rupanya. Menyebalkan sekali.
"Hei, bagaimana jika Chanyeol sebenarnya juga memiliki perasaan yang sama denganmu? Bukankah itu namanya egois?" tanya Moonbyul lagi.
Baekhyun terdiam. "kau tahu, Chanyeol akan menjadi penerus dari perusahaan yang didirikan oleh appa. Bagaimana jika perusahaan itu bangkrut karena diriku." Tanya Baekhyun.
"Hei, saat itu semuanya hanya sibuk mengurus hidup mereka masing-masing, kenapa mereka harus mempedulikan orientasi seksual orang diluar kehidupan mereka disaat kehidupan mereka jauh lebih sudah ribet." Ucap Moonbyul sambil mengelus lembut rambut Baekhyun.
"intinya, kau jangan terpengaruh oleh perkataan wanita itu tadi. percayalah kepada Chanyeol, percaya apa yang keluar dari mulut Chanyeol. bukan wanita itu. Kau punya hak untuk mencintainya, lagipula kau hanya kakak tirinya bukan? Tidak sedarah dalam hubungan persaudaraan." Hibur Moonbyul.
Baekhyun terdiam, ia meresapi kata-kata Moonbyul di hatinya. Entah kenapa ia merasa jika perkataan Moonbyul ada benarnya.
.
Sementara itu, di toilet laki-laki lantai kelas tahun ketiga. Terdapat anak laki-laki berkacamata duduk disalah satu bilik toilet sambil menonton video yang ia rekam di ponselnya beberapa saat yang lalu. Di video itu terdapat teman seangkatannya Baekhyun dan adik kelasnya tahun pertama. Video itu mulai merekam dari perbuatan Rose yang kurang ajar itu kepada Baekhyun sampai Baekhyun dan sahabatnya pergi dari kantin.
"Sudah kuduga adik kelas ini akan melakukan hal seperti ini kepada Baekhyun. Tidak salah, aku dulu hanya bisa menguntit disekolah tanpa bisa menyatakan perasaanku yang sebenarnya." Ucap lelaki yang dikenal sebagai Jung Daehyun itu sambil membenarkan kacamatanya.
.
.
.
.
.
Bel pulang sekolah sudah berdering sejak tadi, dan sekarang Chanyeol. Sehun, Jongin, dan wanita itu berada di perpustakaan sekolah. Chanyeol, Sehun, dan Jongin mengerjakan soal-soal dengan tenang. Beruntung Chanyeol masih sedikit mengerti dengan soal yang disuruh oleh guru Lee karena Baekhyun selalu memaksakan dirinya untuk mengajarkannya matematika.
Berbeda dengan mereka, Rose terlihat geram sekali sekarang. Seharusnya ia bekerja berdua dengan Chanyeol bukan berempat bersama kedua sahabatnya! Kenapa kedua sahabat Chanyeol ini mengikutinya kemana saja!?
"Chanyeol.. kita kan janji mengerjakan berdua saja. kenapa harus ada mereka?" ucap Rose dengan suara agak besar.
"SShhh!"
Rose tersentak saat ia ditegur oleh Guru Im yang bekerja sebagai penjaga perpustakaan itu. Sehun dan Jongin mendengus pelan sambil mengerjakan tugasnya.
"Memangnya aku pernah janji mengerjakan tugas hanya berdua?" balas Chanyeol malas.
Ia mendorong kertas yang ia kerjakan pada Rose lalu beranjak dari tempat duduknya dan membereskan peralatan tulisnya.
"Aku sudah selesai, tinggal kau saja." chanyeol mengisyaratkan kedua sahabatnya untuk pergi dari perpustakaan itu.
Rose tercenggang melihatnya. "Ka.. kau mau kemana!?" tanya Rose panik.
Padahal Rose sudah membayangkan jika ia dan Chanyeol akan menghabiskan waktu yang lama seperti pasangan mengingat pria itu membenci pelajaran matematika. Namun, entah bagaimana bisa Chanyeol mengerjakan soal ini begitu mudah seakan ia meniup debu.
"Pulang. Aku tidak mau berlama-lama dengan tugas matematika." Jawab Chanyeol singkat.
Ros menggertakkan giginya, ia gagal lagi. "Apa karena kakak gaymu itu kau selalu menghindariku!?" tanya Rose emosi.
Mata Sehun dan Jongin membulat mendengarnya. apa? Rose tahu soal perasaan Chanyeol kepada Baekhyun? Dan apa-apaan panggilan itu? Sangat tidak sopan sekali seorang hoobae memanggil sunbae seperti itu.
"Apa itu urusanmu? Orientasi seksualku bukan urusan siapa-siapa." Balas Chanyeol dengan tenang.
"Dan juga.. Baekhyun hyung itu jauh lebih baik daripada dirimu!" balas Jongin.
"Mana mau Chanyeol mau dengan perempuan yang tubuhnya sudah dipakai berkali-kali oleh para lelaki." Balas Sehun pedas lalu menarik Chanyeol dan Jongin keluar dari perpustakaan meninggalkan Rose yang sudah kesal kepalang itu.
Ia mengelus pipinya yang masih sakit itu. "Sialan! Ini semua karena Park Gay Baekhyun itu!"
.
.
.
21.30 PM KST.
Chanyeol meminum susu sambil memperhatikan ponselnya, Baekhyun belum mengiriminya pesan dri tadi. biasanya hyungnya itu mengiriminya pesan. Ada apa dengannya?
Baru saja ia berpikir seperti itu, tiba-tiba ia mendengar suara pintu dibuka dari luar. Dengan cepat, Chanyeol berlari kedepan, berharap orang itu adalah Baekhyun. Dan benar saja, di sana Baekhyun baru saja melepaskan sepatunya dan meletakannya keatas rak.
"Hyung... kenapa hyung tidak mengirimiku pesan? Aku sangat khawatir." Ucap Chanyeol dengan cepat.
Chanyeol mengernyitkan keningnya, ia merasakan kejanggalan pada hyungnya. Biasanya mata hyungnya membinar-binar semangat seperti anak anjing, namun kali ini mata hyungnya kosong seperti ada sesuatu mengganjal pikirannya.
"Hyung.. pipimu kenapa?" chanyeol menangkup pipi Baekhyun dan mengelusnya lebut.
Disana terdapat lecet seperti habis dicakar, mata Chanyeol membulat. Perasaan marah mengebu-ngebu dalam hatinya. Siapa yang melakukan ini kepada hyungnya!?
"Hyung! Siapa yang melakukan ini kepadamu!? Katakan kepadaku." Satu tangan Chanyeol yang satu lagi menangkup pipi Baekhyun sebelah kirinya.
Baekhyun menghela napas pelan, lalu ia melepaskan tangan Chanyeol yang menangkup wajahnya itu lalu ia berjalan menuju kamarnya tanpa mengatakan sepatah kata apapun. Dan Chanyeol langsung mengikutinya.
Saat Baekhyun hendak membuka pintu kamarnya, Chanyeol langsung menggenggam tangannya dan membuat Baekhyun berbalik kearahnya.
"Hari ini kau aneh sekali hyung! Apa yang sebenarnya terjadi kepadamu!?" tanya Chanyeol dengan tatapan tajamnya.
Baekhyun menggigit bibirnya, ia pun menjawab pertanyaan Chanyeol. "Hei... hubungan kita ini tidak seharusnya kita begini, kita seperti saudara yang punya hubungan diluar persaudaraan. Nanti bagaimana jika karena hubungan seperti ini.. aku menghancurkan masa depanmu?" ucap Baekhyun.
Mata Chanyeol membulat kaget, hell bagaimana bisa hyungnya mengatakn hal seperti ini!?
"Hyung ini bicara apa! Kenapa hanya hubungan sep-
Chanyeol langsung terdiam, ia mengingat jika perkataan ini mirip dengan perkataan wanita itu di perpustakaan sore tadi. Apa jangan-jangan wanita itu...
"Apa dia yang membuatmu seperti ini hyung? Dia juga bukan yang membuat pipimu jadi seperti ini?" tanya Chanyeol marah. Ia begitu marah mengertahui hyung kesayangannya diperlakukan oleh orang luar yang tidak tahu apa-apa seperti ini.
Mata Baekhyun membulat mendengarnya, bagaimana Chanyeol mengetahuinya dengan begitu mudah!?
Melihat reaksi yang diberikan oleh hyungnya, Chanyeol langsung tahu jika tebakannya tidak salah. Hyungnya ini sangat mudah terbaca disaat seperti ini.
Chanyeol menghela napas pelan. "hyung, dengarkan aku. Apapun yang dikatakan wanita itu, jangan pernah kau dengarkan. Dia itu hanya pembohong yang memikirkan dirinya sendiri. Sekarang hyung tidurlah, besok hyung harus ada kelas malam lagi." Ucap Chanyeol.
Lalu Chanyeol berjalan menuju kamarnya dan menutup pintu kamarnya. Baekhyun menatap sedih pintu kamar Chanyeol.
"Chanyeol... maafkan hyungmu yang bodoh ini..." gumam Baekhyun menahan tangisnya. Hatinya sakit mengingat kata-kata kejam wanita itu yang ditujukan kepada dirinya.
.
.
Chanyeol menggeram kesal, hatinya sakit mendengar isakan hyungnya karena wanita itu. Mata itu menajam.
"Dia sudah kelewatan, aku harus membalasnya."
TBC...
a/n : Hai ini Iki. maaf aku udah lama g update, sebenarnya aku kena writer block. bukan karena ngeblank karena bingung mau nulis apa, tapi ga ada mood buat buka laptop.
Juga chapter ini ngeselin deh wkwkwkwkwk emosi akutuh pas nulis. walau aku dalam hati merasa bersalah sih karena jadiin karakter Rose jadi kek gini huhu. dan aku juga paling benci bayik aku diperlakukan kayak gini sama orang ketiga di ffn
jaa, waktunya bales review.
nataa614 aowkaowkaowk Chanyeol mah apa aja ngegas.
ChanBaek09 iyaaa, sebenarnya aku nyaris bikin mereka incest sama bapak sama ibu. tapi aku sadar, incest ga baik buat kedepannya.
halunyafangirl iya au. aku Ampe bikin ffnya, udah aku pub juga. aku bahkan hampir bikin Baekhyun di rebutin sama para uke yang mau dominasi dia. tapi aku mikir, mending ChanBaek aja, terus Luhan sama uco balik ke pawang mereka aowkaowkaowk.
overdsky beneran? kalo aku pilih kata lahab soalnya beberapa dari cerpen yg aku baca. dan juga terimakasih buat pujiannya.
kato bee Udah aku publish sih sebenarnya aowkaowkaowk, tapi aku tetep Adain kalo Luhan sama uco tetep kembali ke pawang mereka
Parkhyunda614 aku bikin karakter Chanyeol kayak gini dari Twitter, kata mutualku Chanyeol itu bucin banget. tapi emang beneran ya jarang kkkk aku gak ngerasa. tapi kalo Chanyeol yang nolak mentah-mentah orang ketiga aku gak tahu.
terimakasih banyak buat yang review, review kalian sangat berharga banget buat aku. karena aku udah hampir sebulan ga update, aku bakal up chapter selanjutnya lebih cepat lagi.
sampai disini saja, sampai jumpa chapter depan
regards
Iki
