CHAPTER 9~ WHO?

Rated : M

Pair : Naruto x ?

Disclaimed : Naruto itu punya Masashi Kishimoto.

Warning : Gaje, Abal, FIC deh banyak, OC, OOC, Typo bertebaran, Lime+lemon, FIC Bikin sakit mata, dan stroke!

Night at Hokage Office.

"Apa maksudmu dengan Rumah Tajima Uchiha bisa di masuki oleh 2 orang" Ucap Minato sang Yondaime Hokage sambil menggebrak meja.

Sementara disebelah Minato, Hiruzen Sarutobi hanya mengelap darah yang meleleh keluar dari hidungnya akibat membaca buku Laknat karya anak didikannya Jiraiya.

"Maafkan saya Hokage-sama. Saya dan tim tiba ditempat kejadian saat orang yang menerobos masuk dan membakar rumah milik Tajima sudah pergi meniggalkan tempat kejadian" Ujar seorang ANBU dengan Topeng Kucing di wajahnya.

Minato yang mendengar itu hanya memijit keningnya karena sudah pasti didalam rumah milik ayah dari Madara Uchiha banyak benda-benda dan gulungan penting lainnya.

"Jadi apa kau sudah tau siapa pelakunya?" Tanya Hiruzen kepada ANBU yang ada di hadapannya.

"Maaf Sandaime-sama kami tidak tau siapa pelakunya. Tapi menurut keterangan beberapa saksi mata, orang yang menerobos masuk ke dalam rumah milik Tajima membawa semacam kipas mirip angka 8 dipunggunya." Jawab ANBU bertopeng kucing tersebut.

'Apakah itu sejenis Gunbai, senjata klan Uchiha?' Batin Hiruzen dan Minato.

Sejenak ruangan menjadi hening hingga datang seorang ANBU bertopeng garis Horizontal di topengnya. "Lapor Yondaime-sama, Sandaime-sama. Kami mendapat laporan dari divisi intrograsi yang mengorek informasi dari seorang ANBU yang tewas." Lapor ANBU tersebut kepada ke dua kage dihadapannya.

"Informasi apa yang kau dapat" Tanya Minato sambil menghadap jendela di belakangnya.

"Kami hanya mendapatkan informasi bahwa pelakunya memiliki Rambut berwarna Kuning dan lambang klan di punggung bajunya berlambang seperti Uchiha tapi pada lambang lingkarannya seperti pusaran air, Mirip seperti lambang klan uzumaki." Jawab ANBU tersebut.

Minato dan Hiruzen membelalakan matanya pasalnya satu-satunya klan uchiha yang tersisa hanya Sasuke, dan ada seorang lagi dia adalah sang pembantai klannya sendiri Itachi.

Minato yang mendengar itu mengeram marah kepada ANBU yang mengatakan itu. "Aku tidak mau tau! sebelum dilangsungkannya tahap terakhir ujian chunin nanti pagi, kalian harus menemukan siapa orang itu. Mengerti?" Tanya Minato sambil menggebrak meja kerjanya Lagi.

"Kami mengerti Hokage-sama!" Jawab Ke-2 ANBU tersebut lalu menghilang menggunakan Shunsin milik mereka.

Hiruzen yang melihat kepergian ke-2 ANBU yang tadi ada di depannya hanya menghela nafas berat 'Aku punya firasat buruk setelah ini' Batin Hiruzen.

"Sandaime-sama, aku punya firasat mengenai siapa orang dengan ciri-ciri seperti tadi" Jelas Minato sambil membereskan kertas-kertas kerjaannya yang berantakan karenanya.

Hiruzen yang mendengar itu hanya menoleh kearah Minato "Apa maksudmu Minato?" Tanya Hiruzen kepada Minato.

Belum sempat menjawab pertanyaan dari Hiruzen, terdengar bunyi pintu terbuka yang menampakan sosok dengan tampang paruh baya, mata kanannya diperban, dan berjalan menggunakan bantuan dari tongkat yang di pegangnya di tangan kirinya.

Kedua Kage yang sedang berbicara terpaksa terhenti karena ada seseorang yang masuk seenak jidatnya saja mengingat ini adalah Ruangan Hokage.

Hiruzen sendiri menatap tajam ke arah Orang tua yang ada di depannya. "Untuk apa kau ke sini, Danzō!?" Tanya Hiruzen dengan nada tidak suka.

Danzō yang mendengar itu hanya menaikan ujung bibirnya. "Aku datang kemari karena aku bergerak lebih cepat dari pada kalian." Ucap danzō sambil mendekat ke arah meja hokage. "Aku tau siapa pelaku dibalik kejadian di kediam Tajima!" Ujar Danzō.

Sementara Minato mengengam erat tangannnya. "Apa maksudmu dengan Lebih cepat dari kami " Tanya minato dengan nada yang lebih tinggi pada akhir kalimatnya.

"Tenang saja, tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya datang untuk memberikan ini kepada kalian" Jawab Danzō sambil mengeluarkan sebuah map kecil berwarna putih. Kemudian map itu diletakan di tumpukan berkas milik Minato.

"Silahkan di baca" Ujar danzō.

Minato yang membaca dan melihat foto yang ada di dalam amplop tersebut hanya membelalakan matanya. 'Dia, dia adalah genin bertopeng spiral dari amegakure yang memilik Dōjutsu Rinnegan' Batin Minato.

"Bagaimana kau bisa tau siapa pelaku kejadian itu!?" Bentak Minato kepada Danzō.

Danzō yang mendengar pertanyaan itu hanya tersenyum kecil. "Sudah kubilang dari awal, Aku lebih cepat di banding kalian" Jawab Danzō dengan nada mengejek.

Hiruzen yang sudah meyelesaikan membaca dan melihat berkas yang diberikan oleh Danzō hanya menghela nafas berat memikirkan cepat atau lambat pasti konoha akan mendapat masalah yang cukup serius.

Sementara itu Danzō hanya mengingat-ingat pertemuannya dengan pria bertopeng itu.

Flashback.

Malam yang dingin melanda desa Konohagakure. Desa yang sebagian penduduknya tengah menikmati berpetualang di alam mimpi mereka masing-masing ada juga yang tengah berkatifitas.

Sekarang ada seorang Remaja dengan penampilan hanya menggunakan kimono berwarna Biru tua, tengah duduk bertapa memanggil chakra alam yang dia pelajari tentang senjutsu klan Senju ia terus belajar, dan sekarang ia tengah memyempurnakan Sennin mode–nya di tengah danau besar di komplek klan Uchiha bernama Tone alias Naruto Namikaze.

Setelah bertapa lumayan lama, Naruto berdiri dan muncul pola setengah lingkaran pada dareah mata bagian atasnya.

Setelah masuk dalam mode Sannin Naruto bisa merasakan kehadiran chakra dan emosi seseorang 3 kali lebih baik dibanding hanya bergantung kepada kemampuan Chakra Sensing technique Rinnegan miliknya.

Dan benar saja Naruto bisa merasakan Chakra khusus seseorang, Chakra khusus tersebut ada pada mata kanan seseorang di belakangnya. Saat berbalik Naruto melihat seorang Pria Tua dengan mata kanan di perban memakai pakaian atasan berwarna Putih dan rok(?) berwarna hitam panjang dan menggunakan tongkat sebagai alat bantu jalannya.

Naruto yang melihat itu hanya mengaktifkan jutsu Mangekyo Kyouten Chiten miliknya karena Naruto merasakan di mata kanannya yang tertutupi oleh perban itu adalah mata Sharingan yang sangat kuat. 'Dia adalah Luwak tua itu' Batin Naruto.

"Danzō Shimura lama tidak berjumpa" Ujar Naruto dengan nada datar.

Danzō yang mendengar kata milik Naruto hanya menaikan sebelah alisnya "Apa maksudmu dengan lama tak berjumpa?" Tanya Danzō.

"Apa tujuanmu kemari?" Naruto lansung bertanya kepada danzō yang seharusnya menjawab pertanyaan danzō.

Danzō yang mendengar itu hanya tersenyum kecil. "Aku kemari untuk merkrutmu Tone!" Jawab Danzō sambil turun ke danau mendekat ke arah Naruto.

"Kalau aku menolak" Tanya Naruto sambil melipat Tangannya di depan dada.

Danzō yang melihat kearah lubang di topeng sebelah kiri Naruto hanya melebarkan matanya karena kaget orang di hadapannya memiliki dōjutsu Rinnegan.

'Ini gawat kenapa Kotoamatsukami tidak berkerja dengannya' Batin Danzō khawatir karena Jutsunya tidak berhasil.

Sementara Naruto yang menyadari pergerakan chakra Danzō berfokus pada Mata kanan danzō memperkirakan Sharingan milik danzō adalah sharingan milik Shisui Uchiha.

Naruto yang sudah mengetahui jutsu Kotoamatsukami milik danzō tidak berhasil padanya hanya tersenyum lebar."Kenapa kau tampak cemas Danzō. Apa karena Jutsu Kotoamatsukami–mu tidak berkerja dengan baik, hah!?" Tanya Naruto dengan Nada mengejek.

Danzō yang mendengar itu hanya menggenggam erat tongkat yang di pegangnya. 'Sial dia tau tentang mata Shisui, lebih baik aku meminta 'bantuan' dari Minato,dan Hiruzen' Batin danzō.

Naruto yang menatap danzō dengan pandangan merendahkan hanya melebarkan senyumnya melihat danzō 'kabur' menggunakan Shunsin miliknya. 'Pertemuan selanjutnya aku akan mengambil mata shisui' Batin Naruto.

Flashback off!

"Jadi orang yang memasuki rumah milik Tajima Uchiha adalah genin berumur 14 Tahun?" Tanya Minato kepada Danzō.

Danzō hanya mengangguk pelan. "Dia genin dari amegakure. sepertinya dia mempunyai Dōjutsu khusus yait–"

"–Rinnegan, kami sudah tau kalau dia mempunyai Dōjutsu yang dalam dunia ini hanya dimiliki oleh Rikudou Sennin" Sela Minato Sambil melempar Amplop yang diberikan oleh danzō kelantai ruangan.

"Yaa… dia mempunyai dōjutsu Rinnegan" Ujar pelan Danzō.

Hiruzen yang melihat itu hanya tersenyum melihat perilaku danzō. "Apa hanya itu yang ingin kau beritau kepada kami?" Tanya Hiruzen.

Tidak menjawab pertanyaan dari Hiruzen Danzō langsung meninggalkan ruangan Hokage tanpa membawa amplop yang tadi ia bawa.

Minato yang melihat danzō meninggalkan ruangan tanpa permisi hanya mengendus kesal. "Sebaiknya apa yang kita lakukan Sandaime-sama?" Tanya Minato kepada Hiruzen yang sudah mulai membaca buku Laknatnya.

"Kita lihat saja besok kalau besok pagi, kalau ia gugur kita langsung membawanya ke unit introgasi" Jawab Hiruzen kepada Minato.

"Baiklah saya mengerti"

~With Naruto~

Sementara Naruto ia tengah berbaring menatap langit-langit kamarnya, sementara Karin ia tengah memakai piyama untuk tidurnya. Karin yang sudah berada di pinggir kasur melepas kacamata yang ia kenakan dan meletakannya di atas meja. Sebelum meniduri kasur tersebut karin merapikan sprainya, Sementara Naruto ia mendudukan dirinya dan mendekati karin yang tengah sibuk merapikan sprai.

Naruto langsung memeluk karin dari belakang dan meraba bagian dada Karin dan meremas pelan dada sebelah kiri karin.

"Akhh… Naru."

"Aku ingin 'lagi' Karin" Bisik Naruto sambil mengencakan remasan pada dada karin.

"Ughhh… ahh… Tenhtu…sajah…boleh… Naruto…kunhhh" Ucap karin sambil mendesah karena aktifitas panas yang Naruto lakukan padanya.

Naruto yang mendengar itu langsung menyibakan rambut berwarna merah milik karin ke depan dadanya, dan langsung mencium leher jenjang Karin. Karin pun langsung mendesah erotis.

"Akhh… Naruto-kun".

Naruto yang tengah sibuk meremas dan menggigit pelan leher karin mulai meniduri karin dengan hati-hati.

Ditariknya resleting piyama milik karin dan terlihat dada karin tanpa bra seperti biasa, Naruto yang sudah selesai membuka resleting piyama milik karin mulai melanjutkan aksinya meremas kedua dada karin yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.

"Ahkkkhhh…Shhhh." Desah tertahan karin dihasilkan karena Naruto mencium karin dengan posisi meniduri Karin. Tangan kiri naruto yang masih meremas dada sebelah kiri karin mulai turun ke perut dan terus turun lalu memasuki celah celana piyama karin lalu menerobos celana dalam milik Karin dan mengelus pelan bibir vagina milik karin yang mulai basah. Kemudian Jari tengah naruto memulai aksinya memasuki vagina milik karin hinga membuat karin mendesah nikmat.

"Llebihh.… chepathh…Nharutohhh…kunnh…" Desah karin karena aktifitas pria yang sedang memuaskanya.

Naruto pun menambah satu jarinya yaitu jari telujuknya dan mempercepat gerakannya kedalam vagina milik karin. Naruto terus mengulum dada sebelah kanan karin sementara tangan kanannya menopang berat badannya.

Tak berapa lama Vagina karin mulai menjepit 2 jari Naruto tanda dari karin sudah mulai mencapai klimaks pertamanya. Naruto sendiri nampak tak peduli, ia terus mempercepat gerakan tangannya pada Vagina milik karin.

Karin yang merasakan gerakan tangan naruto makin cepat hanya mendesah bercampur dengan jerit kesakitan karena Naruto begitu kasar menggerakan Jarinya.

"Naruhtoh-kunhh…Akhu…Akhh…suddaahh…Cukkuphh…"

Pinta karin karena gerakan naruto begitu kasar.

Tak berapa lama Vagina milik karin mulai berkedut kencang. Naruto yang sudah sekali bercinta dengan karin, meskipun tanpa cinta mengingat Madara pernah mengatakan sekuat apapun kita, kalau sudah jatuh cinta kita akan menjadi rapuh. Maka dari itu Naruto hanya memanfaatkan Karin. Naruto yang merasa karin akan mencapai klimaksnya menambah jarinya dengan memasukan jari manisnya makin mempercepat gerak ke- 3jarinya.

"Akkhhhh…Naruhtohh…akhhu… ahkann…akhhh…Keluhharhh…" Desah bercampur Jerit keluar dari karin.

Cairan kenikmatan keluar di sela vagina milik karin yang masih diisi oleh ke tiga jari milik Naruto. Naruto yang merasakan jarinya basah segera menarik keluar ke- 3jarinya keluar dari Vagina dan celana karin dan memasukan ke-3 jarinya yang basah akibat cairan kenikmatan ke dalam mulut karin.

Karin yang meneguk cairan kenikmatan miliknya sendiri, dan menggigit pelan 3 jari milik naruto. Naruto menarik pelan kedua tangannya lalu membuka celana piyama milik karin dan langsung menampakan celana dalam berwarna Biru yang sudah basah akibat perbuatannya.

Naruto membelai wajah karin lalu melumat bibir karin yang masih menyisakan cairan hasil buah tangannya.

Naruto menarik kepalanya dan terilhat saliva menetes di sela bibir karin. Tak ingin berlama-lama Naruto langsung membuka bajunya yang menutupi badan lumayan kekar milik naruto. Karena sudah bertelanjang dada naruto menarik turun celana karin yang masih berada di paha karin dan melempar asal celana karin.

Melihat karin yang sudah polos total dan wajahnya yang sudah berwarna sama seperti rambutnya. Naruto mulai menurunkan celana pendek berwarna hitam milinya dan menarik turun celana dalam naruto, dan kini Naruto sudah sama polos dengan karin dan menampakan Mr.P naruto yang lumayan besar dan bila di ukur mungkin panjang Mr.P naruto berukuran 21 cm.

Karin yang melihat Mr.P naruto hanya melebarkan matanya, padahal ini adalah kedua kalinya melihat Mr.P milik orang yang ia cintai itu.

Naruto pun merangkak ke arah kasur dan duduk di samping kepala karin "Karin Hisap Penisku " Ucap Naruto sambil membelai pipi karin yang merona padam.

Karin yang mendengar tawaran Naruto hanya menggigit pelan bibirnya. "Ehmm…Baiklah Naruto-Kun" Ucap Ragu Karin.

"Akhh…Yaa begitu karin… " Desah Naruto karena tanpa aba-aba karin langsung melahap Penis milik Naruto.

Karin terus memaju-mundurkan kepalanya sambil mengulum penis besar milik Naruto. Karin melepas keluar penis Naruto lalu menjilat bagian bawah Penis naruto sambil menggenggam penis naruto yang membuat naruto mendesah Nikmat.

'Ini luar bisa, aku harus lebih sering melakukan ini' Batin Naruto karena nikmat yang tak tertahan akibat jilatan Lidah karin pada bagian bawah penis naruto.

Naruto kemudian menekan kepala karin sambil mengeluh nikmat. Karin yang kehabisan Udara akibat tekanan tangan naruto yang menekan kepala karin, mencubit pelan paha Naruto.

Naruto yang pahanya di cubit oleh karin langsung melepas dan meniduri karin dengan pelan. Karin yang sudah berada di posisi bawah sementara Naruto sedang sibuk mengarahkan penisnya ke arah Vagina karin.

"Akkhhh…Phelan…Pelanh… Naruto…kun…" Jerit karin karena dengan kasar memasukan Penisnya yang besar kedalam Vagina yang baru sekali dimasuki olehnya.

"Akhh…sempit sekali karin" Ujar naruto karena susahnya memasukan penisnya.

Naruto yang sudah berhasil memasuki penisnya memulai pergerakan memaju mundurkan penisnya.

"Akhh…Shhakith…Naruutoh…Kunnhh" Jerit bercampur dengan desahan dikeluarkan karin karena naruto memaju-mundurkan Penisnya terlalu cepat.

"Ini…sudah…pelanh…" Ujar bohong naruto karena sebenarnya ia mengerakan pinggulnya terlalu cepat.

Naruto yang melihat karin menangis sama seprti pertama kali melakukanya, langsung memberi rangsangan agar rasa sakitnya berkurang dengan mencium bibir yang nampak begitu menggoda dan meremas dada sebelah kanan karin.

Melihat karin sudah mulai rileks, Naruto mempercepat gerakan pinggulnya pada vagina karin.

"Ssshh…Nsarushtosh…kssun…akssuu…ksselussar!" Desah tertahan Karin karena mulutnya terus dicium oleh Naruto.

Mendengar karin mengucap 'keluar' naruto makin mempercepat aksinya. Tanpa peduli darah menetes di sela Vagina dan penis yang sedang menyatu itu, Naruto terus saja memaju mundurkan pinggulnya mengingat Nikmat yang tak tertahan yang di berikan oleh tubuh karin.

Naruto yang merasakan hal yang sama dengan karin makin cepat memacu penisnya didalam Vagina karin.

"Karin…Akuu…Akhh…Keluarhh…"

"Akkhhu…Jugahh…Narutoh…kunh…"

Sperma Naruto keluar dengan jumlah yang banyak masuk mengisi vagina karin ditambah lagi dengan cairan orgasme ke-2 milik karin dan ditambah lagi dengan darah akibat perbuatan brutal Naruto.

"Akhh…Karin, Apa kau tidak apa-apa?" Tanya Naruto dengan nada ngos-ngosan.

"Aku tidak apa-apa Naruto-kun, Hanya lelah mengingat tadi siang kita baru saja bercinta Naruto-kun" Jelas Karin kepada naruto juga dengan Nada lirih.

"Begitu" kemudian naruto menarik selimut yang tadi berada di kasur, tapi sekarang sudah berada dilantai akibat aksi panas mereka berdua. "Ayo tidur Karin sudah jam 11" Ujar Naruto sambil mencium kening karin dan sambil menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Karin dan tubuhnya.

Karin yang mendapat perlakuan manis dari naruto, hatinya terus berbunga-bunga 'Kya~aku sudah mendapatkan Naruto-kun, dan yang terpenting aku sudah melayani dan dilayani olehnya~' Batin Karin. "Selamat malam Naruto-kun" Ucap pelan karin sambil meniduri dada bidang Naruto.

"Hn, selamat malam Karin"

~TBC!~