Chapter 10 ~ Chunin Exam Final part 1

Rated : M

Pair : Naruto x ?

Disclaimed : Naruto punya MK!

Warning : Abal, Gaje, OC, OOC, Fic yang kaya gini dah banyak banget, Lemon+lime, Fic Bikin sakit mata dan Stroke!

29 Hari untuk bersiap pada babak final Ujian Chunin sudah usai, sekarang waktunya tahap akhir untuk menentukan layak, tidak layaknya ke-8 genin yang lulus ke tahap terakhir ini.

Beda urusannya dengan 'genin' pirang yang tengah duduk santai di patung Shodaime Hokage– Hashirama Senju, Genin 14 tahun dengan tampilan memakai topeng dengan warna merah dengan model seperti pola sharingan dan Memakai baju lengan panjang berwarna biru donker berkerah tinggi dengan Coat panjang berwaran Biru dongker yang tidak ia kancing dan seperti selempang dan membawa kantung senjata berwarna hitam dikiri dan kanan pinggangnya dia juga memakai sarung tangan Senada dengan warna bajunya ia pakai dan memakai jelana Hitam ANBU standar dan memakai sepatu hitam standar.

Sambil meletakan Gunbai di punggungnya dia kemudian turun melewati tangga, disusul dengan gadis berkacamata dan berambut merah yang memakai baju Hitam tanpa lengan dan rok pendek di atas lutut, dia langsung mengalungkan tangan kanannya di tangan kiri si pria.

"Tona-Kun, kita akan ke Arena tempat berlangsungnya tahap terakhir Ujian Chunin ya, " Tanya gadis 14 tahun bernama Karin.

"Hn, Dan tolong lepaskan tangan mu dari tanganku" Ucap naruto sambil menarik lengan kirinya.

"Tona-kun kenapa tidak menggunakan jutsu yang mirip Hiraisin ke Arena?" Tanya karin sambil melingkarkan lengan kanannya ke lengan kiri Naruto.

Naruto yang lengannya dipeluk dengan seenak jidatnya hanya menghela nafas. "Sekali-kali kita harus berjalan kaki" Jawab Naruto.

Karin yang mendengar itu hatinya makin berbunga-bunga 'Kya~benar juga Naruto-kun, lebih baik Naruto-kun tidak menggunakan jutsu itu lagi jika kita pergi ke suatu tempat agar aku lebih lama bersama Naruto-kun' Batin Karin membayangkan dirinya terus bersama Naruto.

Arena Final Chunin exam.

Arena untuk Babak final Ujian chunin tahap terakhir sudah dipenuhi oleh ratusan penonton yang memadati tribun penonton. Mulai dari warga sipil biasa, Ninja dari dalam dan luar daerah, genin, chunin, dan jounin, begitu pula dengan ke-3 Kage yang tengah duduk mennggu dimulainya acara.

"Sandaime-dono, Yondaime-dono, tahun ini genin dari konoha jauh lebih banyak dari tahun kemarin" Ujar Yondaime 'Kazekage dengan penampilan wajah memakai cadar yang menutupi Hidung dan mulutnya.

Minato sang Yondaime yang mendengar hal itu hanya tersenyum kecil. " Ya lebih banyak dari pada tahun lalu, dan juga ada peserta misterius dari amegakure" Jawab Minato yang duduk di sebelah Hiruzen.

"Yondaime-sama, Sandaime-sama, bolehkah saya memulai pertandingan?" Tanya seorang Jounin bernama Genma shiranui yang berlaku sebagai wasit pertandingan final ujian chunin.

Sementara Minato dan Hiruzen menganggukkan kepala mereka, Genma segera membalas dengan anggukan lalu menghilang menggunakan shunshinnya.

"Baiklah selamat kepada kalian semua yang berhasil masuk ke babak final ujian chunin" Ujar Genma sambil melihat ke depan–Kearah peserta–yang hanya ada 6 orang. "Baiklah kalian sudah tau siapa lawan kalian, jadi pertandingan pertama Neji Hyuga akan melawan Tona!, Jadi dimohon kepada kalian silahkan pergi dari arena dan ketempat itu" Ujar Genma sambil menunjuk tempat khusus untuk peserta.

"Neji, Apa kau melihat Tona?" Tanya Genma sambil melihat kearah sekelilingnya.

"Maaf aku terlambat." Ujar seseorang yang tiba-tiba muncul di Hadapan Neji dengan kilatan berwarna biru dengan topeng merah berpola seperti Sharingan.

"Nama?" Tanya Genma kepada seorang yang bertopeng.

"Tona!"

Genma yang mendengar itu hanya tersenyum kecil. "Baiklah, Apa kalian sudah siap" Tanya Genma sambil mundur beberapa langkah.

"Aku siap wasit/ Hn aku siap" Ucap ke-2 Genin yang sedang memasang kuda-kuda untuk menyerang sedangkan Genin bertopeng masih melipat kedua tangannya didepan dada.

"Hajime!"

"Menyerahlah, Takdir sudah menakdirkanku untuk menang dari mu orang aneh!" Ujar Neji sambil terus memasang kuda-kuda untuk menyerang.

Sementara Naruto hanya mengangkat salah satu alisnya. "Apa maksudmu dengan menang dariku?" Tanya Naruto sambil memegang gagang Gunbai-nya.

"Maksudku kau tidak akan menang dariku sekuat apapun kau melawan ku kau tetap akan kalah, sekeras apapun kau berusaha kau tetap akan kalah!" Jelas Neji.

Hal yang didengar Naruto sudah seperti lelucon, mana mungkin naruto kalah, seharusnya yang mengatakan hal seperti itu dirinya.

"Kalau menurutmu begitu maju lah dan buktikan semua omongkosongmu kepadaku!" Ujar Naruto Sambil mengaktifkan Mugen Mangekyo Sharingan peninggalan Madara Uchiha.

Sementara di tribun penonton terlihat bergemuruh karena banyaknya orang yang saling memberi pendapat mengenai siapa yang akan menang.

"Aku yakin Genin dari klan Hyuga itu pasti akan menang"

"Iya kau benar, Apa lagi dia memiliki kekei genkai klan Hyuga yaitu Byakugan."

"Aku setuju"

"Tapi menurutku Pria bertopeng itu lah yang akan menang. aku mendapat kabar dari teman anakku dia mengalahkan Kushira-hime dengan 2kali serangan"

"Beda lah kau ini bagaimana, Kushira-hime itu dibawahnya levelnya Hyuga Neji"

Itulah beberapa pendapat mengenai siapa yang akan menang dan kalah dalam pertandingan pertama.

Sementara Kushira sendiri tengah fokus menatap Genin bertopeng dan duduk bersama ibu dan teman-teman seangkatannya melihat pertarungan Antara Hyuga Neji dan Tone genin misterius yang memiliki doujutsu Rinnegan.

"Kushira, kenapa kau terus menatap pria bertopeng itu, Tebbane?" Tanya seorang wanita berambut merah Yang mengenakan Baju tanpa lengan berwarna biru dan menggunakan celana hitam panjang bernama Kushina Namikaze.

Kushira yang mendengar pertanyaan dari ibunya langsung mengalihkan pandangannya ke arah ibunya. "Tidak apa-apa kaa-chan. Hanya saja disaat aku menatapnya, aku seperti mempunyai ikatan yang benar-benar terhubung, dia seperti Naruto-niichan." Jawab Kushira sambil menundukan wajahnya.

"Apa maksudmu, tebbane" Tanya Kushina sambil melingkarkan tangannya di pundak Kushira.

"Disaat aku bertarung dengannya, tanpa sengaja aku melihat ia menon–aktifkan Rinnegannya dan terlihat Matanya yang berwarna biru, persis sama seprti Naruto-niichan." Jawab Kushira.

"Kalau dia memang benar Naruto, Tou-chan mu pasti sudah mengetahuinya, Jadi jangan berkhayal yang macam-macam"

"Tapi apakan Kaa-chan tidak merindukan Naruto-Niichan?, Tou-chan saja sampai rela membujuk Ero-sennin untuk melacak keberadaan Naruto-Niichan" Bela kushira mengingat ia lah penyebab kakaknya meninggalkan desa dan keluarganya.

"Kaa-chan benar-benar merindukan Naruto, Kushira. Tapi dia sudah menghilang selama 6 tahun karena kita semua mengacuhkannya" Jawab Kushina dengan wajah sedih.

Sementara itu Asuma dan Gai yang sedang berdiri di samping Kushira, Terus menatap ke arah Ninja dari Otogakure dan Sunagakure yang dari tadi terus menatap ke arah Istri Yondaime Hokage, Kushina Namikaze.

.

.

.

"Hakke Kūsho" Teriak Neji sambil mengarahkan pukulan dangan telapak tangan ke arah genin bertopeng.

Naruto yang melihat serangan datang kearahnya hanya menggunakan Gunbai untuk menahan Hakke Kūsho milik neji.

"Uchiha Gaeshi" Ucap naruto sambil mengayunkan gunbai–nya.

Lalu tiba-tiba serangan yang berhasil ditangkis oleh Gunbai Naruto langung mengarah ke arah Neji. Neji yang melihat itu langsung menghindari serangan yang dikeluarkan oleh Gunbai Naruto.

"Dasar, apa hanya itu kemampuanmu hanya membalikan serangan!" Teriak Neji sambil memasang kuda-kuda menyerang.

Namun Tiba-tiba orang yang ada dihadapannya menghilang dan langsung muncul dari arah belakang dan memukul Neji dengan Gunbainya dengan keras hingga neji terpental lumayan jauh. Neji yang bangkit dan melihat siapa yang memukulnya hanya Melebarkan matanya pasalnya gerakannya sangat cepat, bahkan byakugan tidak bisa melihat pergerakannya.

"Haha, apa hanya itu kemampuanmu?" Tanya Naruto sambil menaruh gunbai pada pundaknya.

Neji yang mendengar itu hanya mengeram kesal, dan langsung menyerang Naruto dengan "Hakke Rokujūyon Sho" Teriak Neji sambil menggunakan serangan Juken yang mampu merusak titik aliran Chakra ditubuh lawannya.

Naruto yang melihat Neji menggunakan jutsu yang berbahaya lansung menghilang dari hadapan Neji dan muncul di batang pohon tertinggi di arena ujian chunin.

Neji yang ingin melakukan pukulan pertama pada musuhnya hanya kaget, pasalnya musuhnya menghilang menggunakan Jutsu mirip Hiraisin berwarna biru. Neji melihat sekeliling dan ia menemuka lawannya sedang berdiri padasalah satu dari 3 pohon yang ada di dalam Arena pertarungan. "Dasar pengecut kalau kau berani jangan terus kabur dari seranganku dasar pengecut!" Geram neji karena musuhnya terus melarikan diri disaat ia ingin menyerang.

Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum kecil dibalik topeng merahnya. Lalu naruto merogoh kantung senjatanya dan mengeluarkan 2 Shuriken dan melapisinya dengan elemen angin kemudian melemparnya ke arah neji lalu merapal sebuah segel tangan dan mengatakan "Shuriken Kagebunshin" kemudian ke-2 Shuriken tersebut berlipat ganda hingga jumlahnya Ratusan.

Melihat shuriken yang sangat cepat menuju kearahnya lalu berlipat ganda menjadi Ratusan, Neji lalu Memutar tubuhnya dan mengucapkan "Hakkeshō Kaiten" dan muncul putaran Chakra yang digunakan sebagai pertahanan untuk menahan ratusan shuriken yang mengarah padanya. 1 hal yang neji tidak tau yaitu shuriken tersebut di lapisi oleh chakra angin.

Trank!Trank!Trank!

Hanya beberapa puluh Shuriken yang berhasil neji tahan, sisanya mengarah pada badannya dan Beberapa shuriken mengenai badannya.

Naruto yang melihat neji terluka hanya karena terkena serangan shuriken langsung turun dari pohon tempat ia melempar shuriken tadi.

Genma yang melihat Pertahanan terbaik klan Hyuga ditembus oleh shuriken hanya berdecak kagum kepada genin bertopeng yang tengah berjalan mendekat ke arah Neji.

Neji yang masih terkena serangan dan mendapat luka lumayan dalam hanya menahan rasa sakit dan berdiri karena ia merasa sanggup untuk bertarung langsung berdiri dan memasang kuda-kuda menyerang.

"Dasar keras kepala, lebih baik kau menyerah!" Ujar Naruto sambil meletakan Gunbai–nya.

Neji tak menghubris perkataan Naruto dan langsung berlari kearah Naruto dan ia ingin menggunakan jutsu "Hakke Hyaku Ninjūhachi Sho" Teriak Neji yang sudah siap untuk memukul Naruto.

Melihat Neji akan menggunakan Jutsu yang 2 kali lipat lebih berbahaya dari yang pertama. Naruto yang tidak ingin terkena jutsu berbahaya itu lansung mengucapkan 'mantra' "Doton: Domu" Dan kulit Naruto pun langsung menghitam kalau dilihat dari sela antara sarung tangan dan Coat panjangnya dan kulitnya juga keras seperti baja.

Melihat Neji sudah selangkah dihadapannya, Naruto langsung mengambil tangan kiri Neji dan memukul keras wajah sebelah kanan Neji hingga terpental dan menghujam dinding Arena hingga retak lumayan dalam.

Genma yang melihat Neji terjatuh akibat mengahantam tembok Arena langsung mendekat ke arah neji dan menunggu selama 10 detik, dan apabila neji tidak bangun di hitungan ke-10 Neji dianggap kalah.

Genma yang berdiri di samping Neji yang terkapar hanya terus menghitung di dalam hati, 6,7,8,9,,10. 'Hebat ia bisa mengalahkan Prodigy Hyuga tanpa bersusah payah' Batin Genma.

"Baiklah, pemenangnya Tona!" Ujar genma membuat seluruh penonton kaget karena korban selanjutnya pria bertopeng adalah seorang pridogy Hyuga.

"He–hebat dia bisa mengalahkan Neji" Ujar Seorang dengan dengan rambut mangkok dan mempunyai alis tebal bernama Rock Lee.

"Kau benar Lee-san dia hebat bisa mengalahkan Neji!" Jawab Seorang gadis berambut merah muda alias Pink.

"Pertama Kushira-chan, selanjutnya Neji yang menduduki peringkat pertama diangkatan kita" Lanjut Seorang gadis dengan rambut pirang dan bermata biru aquamarine.

"Tapi walaupun dia bisa mengalahkan Kushira-chan, dan Neji tetap saja di tidak aka bisa mengalahkan Sasuke-kun" Lanjut Sakura.

"Yaa, Kau benar Forehead!" Jawab Ino.

Sementara itu di tribun ninja dari luar daerah, Karin lah yang paling berisik dan mengundang perhatian Seorang berkacamata dan memiliki rambut silver.

"Kalian berdua tangkap Karin dan bawa dia ke markas selatan" Ucap Kabuto kepada dua Anak buahnya.

Sementara itu Naruto hanya tersenyum mengingat kata-kata sombong yang Neji ucapkan untuknya. Melihat neji berdiri dibantu oleh beberapa ninja medis dan melewatinya ia hanya tertawa tertahan.

"Menyedihkan,!" Tanya Naruto sambil melipat ke dua lengannya dan menghilang dan muncul di samping Pesrta genin yang lain.

Sementara seluruh penonton masih bergemuruh, Genma akan mengumumkan pertandingan selanjutnya.

"Baiklah pertandingan selanjutnya, Sasuke Uchiha akan menghadapi Gaara Sabaku". Genma yang melihat ke arah tribun untuk peserta tidak melihat batang hidungnya Sasuk langsung melapor kepada Hokage.

"Tona adalah genin berbakat dari amegakure, wajar saja kalau ia menang dari Hyuga Neji." Jawab 'Kazekage'

"Yaa, Kau mungkin benar Kazekage-Dono" Ucap Hiruzen sang sandaime Hokage.

Lapor Sandaime-sama, Yondaime-sama, Genin Sasuke Uchiha belum ada di arena apa yang harus kita lakukan?" Tanya Genma Kepada Kedua Hokage yang ada dihadapannya.

"Gugurkan saja ia, Ninja yang tidak bisa hadir tepat waktu tidaklah pantas diberi gelar Chunin" Jawab Minato kepada genma dan mendapat perhatian Penuh dari 'Kazekage'.

"Apakah itu tidak terlalu terburu-buru Yondaime-dono, Bukankah banyak yang penonton yang ingin melihat aksi dari Uchiha terakhir?" Tawar 'Kazekage' Kepada Minato.

"Kazekage-dono benar Minato, Genma berikan waktu kepada Sasuke sampai pertandingan terakhir, Kalau ia tidak datang juga nyatakan Gaara Sabaku sebagai pemenangnya". Jelas Hiruzen kepada Genma.

"Hmm... Baiklah aku setuju denganmu Sandaime-sama!" Sela Minato kepada Hiruzen.

"Saya Mengerti Sandaime–sama,Yondaime–sama!".

TBC!