Chapter 11 ~ Chunin Exam Final Part 2
Rated : M
Pair : Naruto x ?
Disclaimed : Naruto punya MK!
WARNING : Abal, Gaje, OC, OOC, Fic kaya gini udah banyak banget, Lime+lemon, Fic bikin sakit mata dan stroke!
"Aku menyerah" Ucap seorang laki-laki dengan rambut berwarna hitam dengan model nanas.
Genma sang wasit pertandingan final ujan chunin hanya mengerutkan keningnya karena dari pengamatannya jika genin yang sedang mengangkat tangan dan menyerah ini adalah pemenang sebenarnya.
Genma Hanya mengelengkan kepalanya dan menghela nafas berat. "Baiklah Pemenangnya Temari Sabaku" Ujar sang pengadil Genma Shiranui.
.
.
.
"Apa-apaan muridmu itu Asuma kenapa dia malah menyerah, padahal musuhnya sudah terikat dengan kagemane no jutsu!" Protes seorang wanita bernama Kurenai.
Asuma yang mendengar itu hanya tersenyum kecil sambil menghisap batang rokoknya. "Entahlah aku juga tak tau, dia itu pembuat strategi yang brilian sama seperti ayahnya" Sebelum melanjutkanya Asuma menghela nafas berat. "Tapi sayang, sifatnya itu pemalas".
"Haha, kau ini Asuma seharusnya kau melatih anak didikmu sepertiku, Benarkan Lee?" Ujar seorang dengan mata berapi-api penuh semangat.
"Kau benar Gai-sensei" Ujar anak murid dengan tampang sama seperti sang sensei.
.
.
.
Melihat ke-2 peserta yang baru saja berhadapan kembali ke tempat peserta, Genma akan mengumumkan pertandingan selanjutnya.
"Baiklah pertandingan selanjutnya Shino Aburame akan menghadapi Kankurou Sabaku" Teiak Genma sambil menghadap kearah tribun untuk peserta. "Baik kalian berdua cepat turun".
Namun tiba-tiba kankurou mengangkat tangan kanannya. "Wasit aku mengundurkan diri" Teriak Kankurou kepada Genma.
"Genin Kankurou apa kau yakin ingin mengundurkan diri!" Tanya Genma kepada Kankurou.
"Ya gaya bertarungku sudah diketahui oleh semua orang" Jawab Kankurou. Sementara lawannya, Shino, terus menatap tajam lawannya yang menyerah begitu saja.
"Baiklah pemenangnya Shino Aburame" Teriak Genma mengumumkan Shino sebagai pemenangnya.
.
.
.
.
Beberapa menit berlalu semua pertandingan sudah usai tapi batang hidungnya Sasuke belum kelihatan, membuat para penonton dan para petinggi desa protes kepada panitia agar Genin Sasuke di–diskualifikasi atas keterlambatannya.
"Bagaimana ini Sandaime-sama, Yondaime-sama, Sasuke Uchiha belum datang juga, padahal banyak penonton yang protes dan lebih parahnya lagi para pejabat desa ingin anda mendiskualifikasi Sasuke Uchiha?" Tanya Seorang Jounin kepada dua Hokage didepannya.
"Karena tidak muncul sampai pertandingan terakhir sudah dilaksanakan, segera diskualifikasi Sasuke Uchiha, dan nyatakan pemenangnya adalah Gaara dari Sunagakure!" Ujar Minato sambil berdiri ke arah tribun penonton, dan dibalas sorak protes dan anggukan para penonton.
"Baiklah bilang pada Genma lanjutkan pertandingannya dengan, Gaara akan melawan dia!" Ujar Hiruzen sambil menunjuk kearah Genin Bertopeng Merah berpola seperti Sharingan.
"Tapi bukankah itu terlalu cepat Yondaime-dono, Sandaime-dono, siapa tahu sebentar lagi Genin Sasuke Uchiha akan datang" Protes 'Kazekage' kepada Hiruzen dan Minato.
"Seperti yang saya katakan di awal acara, Tidak ada genin yang berhak menjadi Chunin tapi dirinya tidak bisa tepat waktu!" Jawab Minato dengan tegas menolak protes 'Kazekage'.
'Sialan Kau Minato, kau yang akan mati pertama, dan selanjutnya kau Luwak tua' Batin 'Kazekage'.
.
.
.
.
"Baiklah karena semua sudah jelas, saya akan melanjutkan pertandingan selanjutnya, Gaara Sabaku akan menghadapi Tona!" Teriak Genma mengumumkan pertandingan semifinal pertama.
"Baiklah Genin Gaa–" Genma menghentikan perkataannya akibat melihat pusaran daun yang menampilkan Sasuke Uchiha dan senseinya Kakashi Hatake.
Melihat angin dan daun sudah lenyap Kakashi yang masih membaca buku Laknatnya langsung menyapa Genma sambil mengakat sebelah tangannya.
"Yoo, aku harap Sasuke belum terlambat" Ujar Kakashi sambil memasukan buku laknatnya ke kantungnya.
Genma yang mendengar itu hanya menghela nafas berat. "Aku menyesal mengatakan ini, tapi kalian sudah terlambat. Dan karena kalian terlambat Yondaime-sama sudah mendiskualifikasi Sasuke Uchiha"
"Apa yang kau katakan Genma, Sasuke hanya terlambat beberapa menit sa–?"
"Sudah terlambat protes lagi, Sudah lebih baik kalian menyingkir dari arena dan berlatih lagi saja sana!" Tiba-Tiba ada seseorang dari arah samping Sasuke, yaitu pria bertopeng merah dengan pola seprti Sharingan.
Genma yang melihat itu hanya tersenyum kecil, melihat siapa yang mengatakan itu.
"Dia benar Kakashi, Sasuke, lebih baik kalian segera ketribun penonton, pertandingan selanjutnya akan dilangsukan." Ujar genma.
Sasuke yang melihat itu hanya menatap Tona alias Naruto dengan tatapan tidak suka.
"Dan setelah itu kau berlatih lebih kuat lagi agar bisa membunuh Kakakmu Sasuke" Ujar Naruto sambil memasang sikap santai dengan melipat tangan didepan dada.
Mendengar itu Kakashi lansung membulatkan matanya dan langsung membawa Sasuke dengan Shunsinnya ke tribun penonton.
.
.
.
. Sementara itu diluar Desa Konoha.
"Bagaimana keadaanya?" Tanya seorang Ninja Oto.
"Sepertinya sebentar lagi Baki, dan Kabuto akan memberi sinyal" Jawab Seorang ninja Suna.
.
.
.
.
"Baiklah kalian sudah siap" Tanya Genma kepada dua Genin didepannya.
"Hn/Ya aku siap" Ucap Gaara dan Naruto.
Genma mundur beberapa langkah "Hajime"
Mendengar Hajime yang diucapkan Genma Naruto langsung mengambil dan mengayunkan Gunbai–nya kearah Gaara dan Naruto mengambil Nafas dalam dan mengeluarkan Api dari dalam mulutnya. "Katon: Gōka Senpo" Ucap Naruto sambil mengayunkan Gunbai–nya dan menghasilkan api yang sangat besar ke arah Gaara.
Gaara yang melihat serangan api dalam bentuk sangat besar langsung membuat pelindung yang melindungi dirinya yang terbuat dari pasir.
Hasilnya api besar tersebut berhasil terhalang oleh pasir penghalang yang dibuat oleh Gaara. Setelah apinya menghilang Naruto hanya tersenyum kecil mengingat kuatnya pertahan milik Gaara, Naruto kemudian membungkus dirinya dengan "Raiton No Yoroi" Dan lansung melesat ke arah Gaara dengan sangat cepat.
Gaara yang melihat lawannya menghilang terus waspada mengingat lawannya jauh lebih cepat dari lawannya yang pertama. Namun tiba-tiba serangan Naruto menuju kedepan Gaara, pertahan otomatis milik Gaara langsung mencoba menghalangi namun kecepatan yang Naruto pakai jauh lebih cepat dari pergerakan pasir milik gaara.
Duaakh!.
Naruto langsung memukul wajah Gaara tepat pada Rahang kanannya hingga wajah Gaara retak dan Gaara terpental dan langsung disambut serangan lanjutan Naruto dengan tendangan dari atas menuju ke arah Gaara.
Duakkh!.
Gaara pun terkena tendangan Naruto tepat pada dada hingga tubuhnya masuk kedalam tanah sejauh beberapa meter.
.
.
.
Sementara para penonton hanya menahan Nafas akibat melihat Genin dari Amegakure menghajar genin terbaik yang dimilik Suna.
"Gai kecepatannya jauh lebih cepat dari pertandingannya melawan Neji Hyuga" Ucap kagum Asuma kepada Gai.
"Yaa.. dia jauh lebih cepat" Jawab Gai.
"Dia sangat hebat, dia bisa mengalirkan elemen petir pada tubuhnya yang membuat pergerakannya 3 kali lebih cepat dibanding jutsu milik Minato-sensei" Komen Kakashi kepada dirinya sendiri.
'Cihh bocah bertopeng itu dia benar-benar hebat' Batin Sasuke iri kepada Naruto.
"Lihat Kaa-chan pergerakannya tidak bisa kita lihat, dia sangat cepat" Ujar Kushira Kagum.
"Kau benar, Tebbane!" Jawan Kushina.
Sementara Kakak Gaara terus merasa Khawatir melihat adiknya dihajar.
"Kankurou ini gawat, kalau seperti ini terus Shukaku akan keluar" Ujar Temari panik karena takut kalau Gaara marah Shukaku akan keluar.
"Minato dia mengalirkan chakra petir ditubuhnya mirip Raikage A, bukan" Tanya Huruzen kepada Minato.
"Y–ya Kau benar Sandaime-sama." Balas Minato.
Sementara 'Kazekage' hanya manatap tajam ke arah genin bertopeng yang sedang menghajar Gaara 'Dia yang waktu itu, Rinnegan' Batin 'Kazekagae.
.
.
.
Setelah mengahajar Gaara hingga seluruh tubuh Gaara penuh dengan retakan Naruto lalu berdiri Dihadapan lubang yang lumayan besar akibat perbuatannya. Naruto langsung mengaktifkan mata EMS miliknya.
Melihat Gaara mulai bangkit dan berteriak tidak jelas Naruto menduga bahwa Shukaku akan keluar.
"Akkkhh, Kau orang aneh, kau akan mati, Khahahaha!" Teriak Gaara, kemudian Gaara membuat sebuah kubah untuk melindunginya.
Melihat Pertahan Gaara sudah sempurna Naruto langsung merapal segel rumit. "Suiton: Teppōdama No Jutsu" Lalu dari lubang kecil pada topeng Naruto keluar Puluhan peluru air berkecepatan tinggi.
Melihat serangannya hanya membasahi sebagian kubah pasir yang melindungi tubuh Gaara, Naruto yang masih mengaktifkan "Raiton No Yoroi" Miliknya segera mengeraskan dirinya dengan "Doton: Domu" Lalu Naruto menyerang Kubah pertahan milik Gaara dengan sangat cepat.
Naruto lalu memajukan ke-4 Jari tangan kanannya untuk menembus pertahan milik Gaara. "Jigokuzi: Yonhon Nukite" Kemudian Naruto memukul pertahan kubah pasir milkk Gaara dengan 4jarinya.
"Dia benar-benar hebat, tapi sehebat apapu dia, dia tidak mungkin akan–" Ucapan Kankurou terpotong karena serangan Naruto berhasil memembus kubah yang melindungi tubuh Gaara.
Melihat tangannya menembus pertahanan Gaara tiba-tiba muncul Duri tajam, tapi karena Naruto sudah mengeraskan badannya dengan "Doton: Domu" Naruto tidak terluka karena terkena duri yang muncul karena berhasil menembus kubah pertahanan milik Gaara, Naruto menarik lengan kanannya dan tercipta lubang yang lumayan besar akibat perbuatannya.
Naruto mundur beberapa langkah dan ia memfokuskan pandangannya kepada lubang yang ada pada kubah pertahan milik Gaara. 'Ternyata kau muncul juga Shukaku' Batin Naruto karena melihat mata sebelah kiri, mata milik Shukaku.
.
.
.
"Laksanakan tahap pertama" Ujar 'Kazekage' kepada dua pengawalnya.
TBC!
