"Laksanakan tahap pertama" Ujar 'Kazekage' kepada 2 pengawalnya.
Chapter 12 ~ Invasi
Rated : M
Disclaimed : Naruto punya MK! Cerita ini Punya Afdal!
Pair : Naruto x ?
Warning : Abal, Gaje, OC, OOC, Fic yang kaya gini udah banyak, Typo bertebaran, Fic bikin Sakit mata dan Stroke!
Seluruh penonton tidak ada yang berkedip sama sekali menatap pertandingan antara Gaara melawan 'Tona'. Terutama saat ini, saat 'Tona' membuat sebuah jutsu mirip Rasengan di tangannya.
"Jutsu apa itu berisik sekali?!" Tanya Gai entah kepada siapa.
"Gai coba kau lihat ia membuat Rasengan, tapi dari pengamatanku ia memasukan elemen angin kedalam Rasengannya" Timpal seseorang di belakang Gai yaitu Kakashi.
"Dia genin yang sangat hebat, ia bisa memasukan elemen angin ke dalam Rasengannya" Ujar Gai.
"Lihat Kushira ia bisa menguasai jutsu rasengan tanpa bunshin sepertimu." Ujar Kushina kepada Kushira.
"Iya Kaa-chan, dia benar-benar hebat." Jawab Kushira dengan Nada kagum.
Duarr! Blarr! Duarr!
Namun sebelum 'Tona' melempar Jutsunya ada sebuah ledakan dari arah luar arena pertandingan. Dan di sela-sela ledakan ada sebuah bulu-bulu Halus berterbangan di dalam tribun untuk penonton yang membuat semuat orang tertidur kecuali Ninja yang berhasil mematahkan Genjutsu tersebut.
"Apa yang terjadi" Gumam Naruto sambil masih memegang Rasenshurikennya.
Namun tiba-tiba didepannya pasir pertahanan milik Gaara mulai hancur. Lalu kemudian datang ketiga ninja Sunagakure yaitu Baki, Temari, dan Kankurou.
"Sebenarnya ada apa ini?" Tanya Naruto kepada Baki.
"Ini semua tidak ada sangkut pautnya dengan kau, Temari, Kankurou bawa Gaara dan beri dia pertolongan!" Ujar Baki kepada Temari dan Kankurou. Kankurou langsung membopoh dan membawa Gaara keluar dari arena yang disusul Temari.
Naruto yang melihat itu mencoba mengejar Gaara yang dibopoh oleh Kankurou, dan dihalangi oleh Baki. Naruto yang masih memengang Rasenshuriken lansung melempar Rasenshuriken kearah Baki. "Mati kau, Fuuton: Rasenshuriken" Teriak Naruto sambil melempar Rasenshuriken kearah baki.
Blarrr!
Rasenshuriken itu kemudian meledak setelah mengenai Baki dan menghasilkan pusaran angin yang lumayan kencang dan menghasilkan lubang besar ditengah pertarungan.
"Tidak akan aku biarkan kalian lolos berengsek!" Teriak Naruto sambil mengejar Temari dan Kankurou yang membopoh Gaara.
.
Sementara Sasuke yang tidak terkena efek Genjutsu karena ia mengaktifkan Sharingan 2 Tomoenya langsung mengikuti Naruto. 'Cihh, kau akan aku habisi sialan' Batin Sasuke sambil mengejarnya.
.
.
Sementara itu Minato dan Hiruzen menghindari arah Shuriken ditambah dengan kertas peledak dengan cara melompat ke atap paling atas dari arena pertandingan.
Sementara 'Kazekage' dia mengikuti Minato dan Hiruzen bersama dengan 4 orang dibelakangnya.
"Apa-apaan ini Kazekage kenapa kau ditemani oleh ninja Otogakure?" Bentak Hiruzen kepada 'Kazekage'.
"Lakukan" 'Kazekage' memerintahkan ke-4 Ninja oto tersebut untuk berpencar dan membentuk formasi persegi yang mengurung Hiruzen dan Minato.
.
.
.
"Kakashi sepertinya kita diserang" Ujar Gai sambil memasang kuda-kuda menyerang.
Kakashi yang sudah menyadari hal tersebut langsung menarik keatas ikat kepalanya dan memperlihatkan Sharingan. "Yaa. Kita harus ke tempat Hokage!" Ujar Kakashi.
"Kalian tetap disini kami yang akan ke tempat Hokage" Ujar salah satu dari ke-4 ANBU.
"Baiklah aku serahkan pada kalian. Asuma, Gai kalian dibelakang, Kurenai kau jaga Kushina-sama," Ujar Kakashi kemudian ia melihat Sasuke yang mengejar Naruto dan ia melihat Sakura yang sedang menghilangkan efek Genjutsu pada Kushira. "Sakura, Kushira, kalian ikut aku, kita akan mengejar Sasuke!" Kata Kakashi kepada Kushira dan Sakura.
"Memangnya Dimana Teme?!" Tanya Kushira sambil berjongkok menghindari pertarungan di daerah atas.
"Sasuke mengejar Pria bertopeng itu, ayo kita harus cepat!" Kata Kakashi.
"B-baik Sensei" Kata mereka berdua.
.
.
.
Setelah Kekai yang mengurung Ke-3 Kage terbentuk dengan sempurna 'Kazekage' Melempar asal topi dan jubah Kazekagenya dan mengelap wajahnya pelan dan merobek kulit wajah palsunya dan menampakan wajah asli 'Kazekage'.
Hiruzen yang melihat wajah Kazekage hanya tipuan hanya melebarkan matanya karena Shyok. "Orochimaru ternyata kau dalang dibalik semua ini?!" Bentak Hiruzen kepada Kazekage Kualitas KW alias Orochimaru.
Orochimaru yang mendengar itu hanya tertawa pelan. "Haha. Lama tidak berjumpa Hiruzen, Minato"
.
.
.
"Hey, Shikamaru kau tidak terkena Genjutsu bukan?!" Tanya Kushira sambil menggoyang-goyangkan badan Shikamaru yang pura-pura terkena Genjutsu.
Shikamaru yang mendengar itu langsung duduk "Ck, Merepotkan!"
"Kushira, Sakura, dan kau Shikamaru ayo kau ikut dengan ku mengerjar Sasuke!" Ujar Kakashi kepada Kushira, Sakura, dan Shikamaru.
.
.
Sementara Minato terus saja menatap Orochimaru dengan tatapan tak suka, ia tahu bahwa Orochimaru adalah Mantan murid dari Hiruzen.
Penglihatan Hiruzen tanpa sengaja melihat ke arah luar arena yang samar-samar karena dihalangi oleh kekai. Ia melihat Kakashi, Kushira, Sakura, dan Shikamaru yang tengah melompati tembok arena dan pergi ke hutan mengejar Pria bertopeng dan Sasuke.
"Hey Minato kau kejar saja Kushira, dia tengah mengejar Sasuke-kun dan Genin bertopeng!?." Ujar Hiruzen kepada Minato.
"Tapi bagaimana dengan anda, saya tidak mungkin meninggalkan anda berhadapan seorang diri dengan dia!" Ujar Minato sambil menunjuk kearah Orochimaru.
"Sudah cepat kau kejar dia, kau memasang segel Hiraisin pada Kushira bukan?" Tanya Hiruzen sambil memasang kuda-kuda menyerang.
"Yaa, saya memang memasang segel Hiraisin pada Kushira, tapi aku memasang segel itu pada ikat kepalanya dan hari ini ia tidak memakainya, Tapi aku bisa melakukannya pada Kushina karena aku memasang segel Hiraisin pada gelang ditangan kirinya.!" Jelas Minato kepada Hiruzen.
"Yasudah kalau begitu cepat kau pergi, aku akan menghadapi Orochimaru!" Jawab Hiruzen sambil melepas jubah Hokagenya dan memperlihatkan pakaian tempur Sandaime Hokage.
Minato yang mendengar itu mengangguk pelan. "Baiklah saya mengerti Sandaime-sama!" Ujar Minato kemudian hilang meninggalkan cahaya kuning karena ia baru saja menggunakan Hiraisin No Jutsu.
Orochimaru yang melihat perginya Minato hanya melebarkan seringai diwajahnya. "Mari kita mulai Hiruzen!" Ujar orochimaru sambil berlari kearah Hiruzen.
.
.
.
Sementara Naruto terus mengejar Gaara yang tengah dibopoh oleh Temari dan Kankurou. Naruto lalu menyadari dibelakangnya ada seseorang yang mengikutinya hanya diam saja sambil terus melompati dah pohon.
Naruto yang bosan terus mengejar Gaara akhirnya merapal segel ular dan mengaktifkan. "Yōton No Yoroi" Dan tubuh Naruto langsung diselimuti oleh lelehan Lava yang sangat panas.
"Yōton: Shakugaryūgan No Jutsu" Ujar Naruto lalu dari lubang kecil ditopeng Naruto keluar 4 Bola Lava yang menuju kearah Gaara.
Temari dan Kankurou yang sedang membopoh Gaara tidak sadar akan datangnya Bola lava tersebut. Dan akhirnya bola lava tersebut mengenai Gaara, dan saat tekena Gaara langsung terjatuh ke Tanah sementara 2 saudaranya tengah menahan pergerakan Naruto disamping Gaara.
"Berhenti disana atau kami akan memakai kekerasan" Ujar Kankurou sambil mengambil boneka yang ada dipunggungnya.
"Aku tidak punya urusan dengan kalian,!" Ujar Naruto dari atas lalu Naruto merapal sebuah segel.
"Mokuton: Jubaku Eiso" Ujar Naruto lalu dikiri dan kanan Temari dan Kankurou Muncul 2 batang pohon yang mengikat dan memendam Temari dan Kankurou kedalam tanah.
Temari terus berontak dari kekangan pohon yang mengekangnya tapi percuma pohon itu terlalu kuat.
Sementara Gaara yang mulai sadar dari serangan bola Lava Naruto dan luka besar yang ada dipunggungnya mulai sembuh dan wajah gaara setengahnya sudah mulai menampakan wujud Shukaku.
"Chidori!" Ujar seseorang dibelakang Naruto yang adalah Sasuke.
Naruto yang sudah mengetahui keberadaan Sasuke saat tadi langsung mengambil dan memukul Sasuke menggunakan Gunbai–nya. Sasuke yang terkena pukulan Gunbai Naruto hanya mengeram tak suka.
Naruto yang menoleh kesamping melihat Sasuke yang terbentur kayu akibat pukulan gunbai–nya hanya menatapnya dengan seringai dibalik topengnya. "Aku tidak ada urusan denganmu jadi kau pergi dari sini!"
"Berisik lebih baik kau mati, Chidori!" Ujar Sasuke kepada Naruto sambil berlari kearah Naruto.
Sasuke melompat dari pohon ia tebentur ke arah dahan tempat Naruto berdiri sambil mengarahkan tangan kirinya yang ada Chidorinya.
"Dasar keras kepala" Ujar Naruto pelan lalu mengganti Yōton No Yoroi dengan Raiton No Yoroi.
Sementara Sasuke terus mendekat kearah Naruto hingga ia hendak mengarahkan Chidorinya kearah Naruto sebelum Naruto menangkap lengan kiri Sasuke dan mengakibatkan Chidori tersebut tidak aktif lagi.
Naruto makin mengencangkan Genggaman tangannya ke tangan Sasuke dan mengalikan Chakra petir bertegangan tinggi ketubuh Sasuke.
Naruto lalu melepas cekalan tangannya pada tangan Sasuke. Sasuke yang sudah lemas akibat aliran petir ditubuhnya langsung melemas dan jutuh ketanah.
Naruto lalu menoleh kearah Gaara yang sedang bertranformasi menjadi Shukaku dan terus berteriak tidak jelas.
"Grrrrahh!"" Teriak Gaara yang sudah menjadi Shukaku versi mini.
"Akhirnya kau serius juga." Ujar Naruto kepada Shukaku yang sedang berteriak tidak Jelas.
.
.
.
"Kushina" Kata Minato yang baru sampai di tribun penonton. "dia terkena Genjutsu. Kai" Ujar Minato menyadarkan Istrinya dari Genjutsu.
Sementar Kushina yang baru tersadar dari pengaruh Genjutsu langsung melihat kesekitar dan terjadi pertarungan disana. "Minato ada apa ini, dimana Kushira?" Tanya Kushina khawatir karena anaknya Kushira tidak ada.
"Kushira mengikuti Sasuke-kun yang sedang mengejar Genin bertopeng itu." Ujar Minato.
"Apaa,! Kita harus mengejarnya Minato!" Bentak Kushina kepada Minato dan dibalas anggukan dan mereka berdua meninggalkan arena menuju tempat Kushira berada.
.
.
.
Setelah memasuki mode Shukaku versi mini, Gaara langsung melompat kearah Naruto dan langsung menyerang Naruto.
Tangan kanan tiba Gaara memanjang dan mengarah ke Naruto namun Naruto berhasil menghindari serangan tersebut dan tangan kanan Gaara mengenai salah satu Batang pohon.
"Graah. Aku akan membunuhmu Sialan!" Teriak Gaara kepada Naruto.
Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum kecil. "Coba saja!"
.
.
.
Sementara Kakashi, Sakura, Kushira, dan Shikamaru sedang mengejar Sasuke yang dipandu oleh Pakkun.
"Hey Pakkun, sudah ketemu belum Sasuke nya?" Tanya Kushira kepada Pakkun.
"Sudah, tapi nampaknya dia tidak sendirian, aku mencium bau 4 orang lainnya" Ujar Pakkun sambil melompati batang pohon.
"Kita harus cepat!"
.
.
.
"Bagaimana ini Minato, Kushira pasti dalam posisi yang membahayakan!" Ujar panik Kushina kepada Minato.
"Kamu tenang saja, ada Kakashi yang menjaga Kushira" Minato membalas dengan Nada tenang.
.
.
.
"Suna no Shuriken" Dari tangan Shukaku versi mini keluar puluhan Shuriken pasir yang mengarah kearah Naruto.
Naruto yang melihat itu dengan mudah menghindari Shuriken pasir tersebut dengan mudah dan langsung muncul di belakang Gaara dan menendang dengan keras Punggung Gaara.
"Cih apa hanya ini kekutan Bijuu Ichibi?" Tanya Naruto dari belakang Gaara.
Sementara Gaara yang kesadarannya mulai menghilang akibat berubah menjadi Shukaku Hanya mengeram tak suka kepada lawan dihadapannya.
"Grrhh. Akan kubunuh kau!"
Gaara kembali memanjangkan tangan Kirinya untuk menyerang Naruto yang berdiri santai sambil melipat tangan didepan dada.
Melihat tangan Shukaku mendekat Naruto yang masih mengaktifkan Raiton No Yoroi-nya memusatkan Chakra petir pada tangan kanannya untuk memotong tangan Kiri Shukaku.
Jraash!
Tangan kiri Shukaku–pun terputus akibat sayatan tangan kanan Naruto pada tangan kiri Shukaku, dan tangan yang terputus itupun langsung berubah menjadi jutaan butiran pasir.
"Raakhh, Beraninya kau melakukan ini kepada ku, kau akan aku habisi sialan!"
"Haha, kau mau menghabisiku?" Tanya Naruto dengan nada meremehkan.
"Akan kubunuh kau! Tanuki Neiri No Jutsu" Ucap Shukaku sambil melompat kearah Naruto.
Melihat Shukaku melompat kearahnya Naruto mengambil nafas dalam-dalam dan membuang asal topeng yang ia pakai dan mengeluarkan Api Raksasa.
"Katon: Gōkakyu No Jutsu"
Api berukuran Raksasa keluar dari mulut Naruto dan langsung menuju kearah Shukaku yang sedang melompat.
Blaar!
Shukaku yang tidak sempat menghindarpun akhirnya terkena api raksasa tersebut. Sementara dibawah Kankurou dan Temari yang sedang dikekang menatap tidak percaya Gaara yang sudah bertranformasi menjadi mini Shukaku menerima serangan sebesar itu.
Naruto yang masih santai tapi mukannya sudah tidak ada lagi topeng yang menutupi 'identitasnya' hanya tersenyum karena melihat seekor Bijuu ia kalahkan dengan mudah dibalik kepulan asap.
Tapi setelah kepulan asap menghilang terlihatlah gundukan pasir besar bekas Shukaku versi mini mulai bergerak dan menyatu membentuk seekor makhluk raksasa berbentuk Rakun Raksasa.
Naruto yang melompat mundur ke beberapa pohon dan menuju pohon tertinggi hanya melebarkan senyumnya karena Shukaku sudah masuk dalam mode sempurna.
"Akhirnya ada lawan yang sepadan!"
TBC!
