Chapter: 15 ~ Tsunade Senju & Mei Terumi.

Rated: M

Disclaimed: Naruto © MK. Neo Namikaze Naruto © Afdhal ^^V

Warning: Gaje, Abal, OC, OOC, Ide pasaran, TYPO bertebaran, Lime+lemon, Fic menyebabkan iritasi mata dan Stroke.

»WAKTU MEMBACA NEO NAMIKAZE NARUTO PASTIKAN RUANGAN TERANG DAN JANGAN MEMBACA TERLALU DEKAT, DAN JIKA SUDAH SELESAI MEMBACA, PEJAMKAN MATA, DAN GERAKAN MATA KE ATAS, BAWAH, KIRI, DAN KANAN SUPAYA MATA READER SEMUA TETAP SEHAT WALHAFIAT«

Disuatu tempat diKirigakure tengah terjadi pertarungan antara Pasukan Rebellion dan 'Yondaime Mizukage, Yagura'.

"Gawat Mei-sama, diarea depan ada 2 dari 7 pendekar pedang, " Ujar panik seseorang dengan penutup mata disebelah kanan.

"Apa! Siapa dua orang itu?" Tanya Mei sambil mengeram kesal.

"Dia adalah Kushimaru Kuriarare, dia pemegang pedang Jarum Nuibari, dan Munashi Jinpachi, dia pemegang pedang Shibuki" Sela seorang bernama Chōjurō.

"Ini gawat" Ujar Mei sambil memijit keningnya. "Ao berapa jumlah pasukan kita?" Tanya Mei Terumi.

"Sekitar 500 sampai 700 Orang Mei-sama" Balas Ao.

"Bagaimana dengan Akatsuki, apakah mereka sudah sampai?" Tanya Mei

"Entahlah Mei-sama saya belum tau dimana keberadaan mereka" Balas Bingung Ao.

"Cih, jangan-jangan mereka tidak menepati janjinya, aku sudah mengeluarkan banyak Uang untuk membayar mereka untuk membantu kita" Geram Mei karena merasa ditipu.

.

.

.

Sementara itu Naruto Dan Dreyōka sudah melewati jembatan 'Kushira' dan berjalan tenang hingga keduanya melihat ada 7 orang yang menahannya.

"Siapa kalian?"

Dreyōka menaikan sedikit topi campingnya keatas. "Akatsuki, Kami ingin bertemu dengan pemimpin Rebbelion Mei Terumi"

"Kalian Akatsuki? cepat ikuti kami"

"Hn/ Baiklah" Ujar Naruto dan Dreyōka.

.

.

.

Sementara itu adiknya, Kushira sedang berjalan Masuk ke suatu tempat Makan.

"Hey Ero-sennin disini tidak ada Ramen, Tebbare!"

"Akh, kau ini Ramen terus, " protes jiraya sambil membuka pintu restoran. "sudah cepat masuk" Ujar Jiraiya.

Kushira yang mendengarnya hanya cemberut kesal. "Ck, terserah kau sajalah"

Begitu masuk Jiraiya sudah merasakan Chakra yang sudah ia kenal dengan baik dan orang itu adalah...

Jiraiya menyenggol tangan Kushira dengan Sikunya. "Lihat Kushira, itu adalah Tsunade!" Ujar Jiraiya.

Kushira yang mendengarnya lanngsung menatap kesemua pengunjung yang sedang lahap memakan hidangan yang mereka pesan. "Yang mana Ero-sennin?" Tanya Kushira.

Jiraiya langsung merangkul pundak Kushira dan membawanya ke mejaTsunade sedang asik meminum Sake.

"Lama tidak bertemu, Tsunade~" Ucar Jiraiya kepada Tsunade.

Sementara Wanita yang dipanggil Tsunade hanya memicingkan Matanya. "Siapa kau? Apa aku punya hutang dengan mu?" Tanya Tsunade sambil menuangkan Sake kegelasnya.

"Ini aku, Jiraiya"

Tsunade yang mendengar itu langsung menatap penuh kearah orang yang dihadapannya lalu menatap kesamping kirinya. "Ohh, Hey Shizune tambah lagi!"

"B-baik Tsunade-sama"

"Mau apa kau Jiraiya?" Tanya Tsunade.

Jiraiya tersenyum kecil mendengar kata-kata yang dikeluarkan Tsunade. "Aku kemari untuk menjadikanmu Hokage selanjutnya." Kata Jiraiya.

"Memangnya kenapa dengan Hokage yang ada? Apa mereka sudah tidak sanggup memimpin lagi sehingga aku yang menjadi Hokage?" Ucap Tsunade sambil memakan kue Dango.

"Jadi kau belum tau ya?" Jiraiya menghela Nafas. "Sandaime–Hiruzen sudah tewas, sedangkan Minato mengundurkan diri" Ujar Jiraiya Sambil melepas Tas yang berada dipunggungnya.

Tsunade yang mendengar itu langsung menghentikan kegiatan mengunyahnya. "Apa? Bagaimana bisa Sandaime tewas?" Tanya Tsunade sambil menggebrak meja.

"Sandaime–Hiruzen tewas karena Orochimaru, yang menggunakan Edo-tensei Shodime–Hasirama, dan Nidaime–Tobirama." Jelas Jiraiya.

Tsunade kaget mendengarnya karena ia baru bertemu dengan Orochimaru 3 hari yang lalu. "Lalu Minato?kenapa ia mengundurkan diri?"

"Minato mengundurkan diri karena..." Jiraiya Menatap kearah Kushira yang sedang berdiri disampingnya. "..Naruto, ia bertemu dengan Naruto."

Tsunade hanya menganguk-anggukkan kepalanya. "Jadi dia sudah sadar, Baguslah". Ucap Tsunade sambil meneguk Sakenya.

"Hey, Nona berdada besar tolong dengarkan ya, Tou-chan sudah sadar sejak Naruto-niichan pergi," Protes Kushira.

Tsunade yang mendengar itu hanya menaikan satu alisnya. "Lalu hubungannya denganku?"

"Hubungannya dengan mu adalah kau harus menjadi Hokage selanjutnya!" Bentak Kushira.

"Emm.. Maaf Tsunade-sama, 4Bulan yang lalu bukankah kita bertemu dengan Naruto?" Sela Shizune.

Jiraiya dan Kushira yang mendengar ucapan Shizune pun Shyok akibat kaget karena Tsunade pernah bertemu dengan Naruto.

"Apa maksudmu Shizune?." Tanya Jiraiya.

"Begini Jiraiya-sama, Saya dan Tsunade-sama pernah bertem–"

"Sudah kau diam saja Shizune aku yang akan menjelaskannya" Sela Tsunade.

Mendengar hal tersebut Kushira dan Jiraiya memfokuskan indera pendengaran mereka untuk mendengarkan kata-kata yang dikeluarkan Tsunade.

"4 Bulan yang lalu...

.

Flashback.

Disebuah Ruangan yang lumayan besar terlihat ada 4 Orang yang tengah serius bermain Poker untuk memenangkan taruhan yang lumayan besar.

"Hey wanita selanjutnya kau" Ujar seorang laki-laki.

Lalu Tsunade melemparkan kartu 9 Wajik yang mengalahkan 6 Kriting kearah meja.

'Bagus jika terus begini Tsunade-sama pasti akan menang' Batin Shizune yang sedang memeluk Ton-Ton.

"Hey Byakugan cepat jalan!" Bentak Tsunade kepada Orang di samping kirinya.

Orang yang dipanggil 'Byakugan' langsung melempar Jack Love yang mengalahkan 9 Wajik milik Tsunade.

Tapi setelah Pria yang barusan melempar Kartu Jack Love ada seseorang yang menendang Kasar Pintu ruangan.

"Akhirnya ketemu juga kau, D ikut kami dengan cara baik-baik atau kami akan memakai kekerasan" Ujar seseorang dengan wajah tampan Rambut Klimis dan menodongkan Sabit besar bermata 3.

Orang yang dipanggil D tersebut menoleh ke arah Orang yang seenak jidatnya memasuki ruangan. "Ada mau apa kau denganku" Ujar D yang masih memegang kartu ditangannya.

"Kami datang untuk merekrutmu untuk Masuk Akatsuki!" Ujar tiba-tiba orang dibelakang Hidan.

D yang mendengarnya hanya memicingkan matanya. "Akatsuki? Aku Tidak pernah mendengarnya, Maaf aku tidak berminat!" Balas D.

"Akkh, banyak bicara mati kau!" Ujar Hidan sambil mengayunkan Sabitnya kearah D.

Melihat Sabit sudah semakin dekat kearahnya, D langsung berdiri dan menangkap bagian tengah sabit milik Hidan. Dan sabit tersebut ditahan hanya dengan 1 tangan sementara 1 tangan lainnya masih memengang kartu.

"Lumayan juga, kau bisa menahan serangan milik Hidan. Bagaimana jika kita bertaruh, jika kami bisa mengalahkanmu kau ikut dengan kami dan jika kau bisa mengalahkan kami kau bisa bebas!, Bagaimana" Ujar Naruto yang tiba-tiba sudah berada disamping Hidan.

"Setuju" Balas D sambil melempar kartu miliknya ke meja arena Poker.

"Tapi sebelum kita keluar aku ingin tau siapa Nama aslimu?" Tanya Naruto sambil mengaktifkan EMS–nya.

"Dreyōka" Balasnya singkat.

"Bagus ayo Hidan, setelah ini kau bisa bersenang-senang!" Ujar Naruto sambil melenggang pergi meninggalkan ruangan.

"Heh, kau akan kuhabisi diluar!" Ujar Hidan sambil menarik Sabit yang dipegang oleh Dreyōka. Hidan pun keluar disusul oleh Dreyōka.

Sementara Ruangan yang baru saja dimasuki dan ditinggal oleh 2 Pria dengan kostum Over Coat berwana Hitam dan berAksen awan merah nampak hening, dan masih ada sisa kartu Dreyōka yang dilempar begitu saja.

"Ehmn... Tsunade-sama tadi itu Naruto anak Yondaime-sama bukan?!" Bisik Shizune kepada Tsunade.

Sebelum menjawab Tsunade menghela nafas berat. "Sepertinya begitu, dia menghilang selama 5 tahun lebih dan muncul dengan memiliki kekei genkai Sharingan," Tsunade kemudian berdiri mengambil uang yang ada di samping tumpukan Kartu. "Uang ini aku ambil, ayo Shizune kita ke resepsionis, aku ingin tidur!" Ujar Tsunade.

"B-baik Tsunade-sama".

.

Flashback Off!

"...Seprti itulah, entah Naruto menang atau kalah, tapi yang jelas aku tidak peduli, " Jelas Tsunade lalu meneguk gelas yang berisi sake.

Sementara Kushira ia berusaha untuk menahan agar Air matanya tidak turun dari mata berIris Biru Safir sama seperti Ayahnya.

'Akatsuki, apa itu' Batin Jiraiya. "Kenapa kau tidak menahannya, Tsunade,?" Tanya Jiraiya.

"Untuk apa,? yang membuat kesalahan itu Minato dan Kushina, aku sama sekali tidak peduli dengannya!" Balas Tsunade.

"Kau, dasar wanita jalang seharusnya kau menahan Naruto-niichan, kau tidak tau seberapa kehilangannya kami saat Naruto-niichan pergi meninggalkan Kami!" Sela Kushira sambil meneteskan Air mata.

Mendengar hal tersebut Tsunade tanpa sengaja memori masa lalunya Muncul yang mengakibatkan ia ingat akan 2 orang yang ia Sayangi dan ia cintai. 'Dia sama sepertiku, tidak ada salahnya aku membantu Minato dan Kushina' Batin Tsunade.

"Jadi, kembali kepembicaraan, kau bersedia untuk menjadi Hokage selanjutnya?!" Tanya Jiraiya.

Sebelum menjawab Tsunade tersenyum kecil sambil menatap Kushira yang sedang menghapus Air matanya. "Baiklah aku setuju" Ujar Tsunade.

Kushira yang mendengar itu merasa senang sekaligus merasa Aneh karena Tsunade berkata 'Aku tidak peduli pada Minato dan Kushina'.

Mendengar Hal itu Jiraiya tersenyum senang akhirnya Tsunade mau menerima Jabatan Menjadi Hokage, lalu Jiraiya menatap Kearah samping, menatap Kushira. "Hey Kushira kenapa kau sedih begitu, mari sini Duduk, kau mau makan apa?" Ajak Jiraiya sambil mendudukan Kushira disampingnya.

"Terserah asal Manis!" Ujar Kushira singkat.

.

.

.

.

Sekarang Naruto dan Dreyōka sedang berada di depan Bangunan Tingkat 3 yang menjadi markas pusat Pasukan Rebellion.

"Mari Naruto-san, Dreyōka-san masuk" Ujar seorang jounin Kirigakure yang dari tadi mengantarkan Naruto dan Dreyōka ke tempat Mei berada.

"Hn" Balas Naruto singkat sambil mengangkat dan membuang asal topi campingnya.

Setelah masuk Naruto dan Dreyōka diarahkan langsung keruangan Mei. Setelah sampai, Jounin tersebut mengetuk pintu ruangan tersebut.

Tok! Tok! Tok!

"Masuk!" Ujar suara feminim dari arah dalam ruangan.

Sang Jounin tersebut langsung membuka pintu ruangan tersebut. "Mei-sama, mereka berdua adalah Anggota Akatsuki" Kata Jounin yang mengantar Naruto dan Dreyōka.

Begitu melihat Naruto Pikiran Mei yang sedang kacau akibat kalah jumlah oleh pasukan Yondaime Mizukage–Yagura, langsung lenyap, digantikan oleh satu kata 'Tampan'. Tanpa sadar Mei menjilati Bibir bawahnya sendiri memikirkan tampang Naruto yang Liar, dengan Mata biru cerah, pakaiannya keseluruhan berwana Hitam, membawa semacam Kipas dipunggungnya.

"Ehmm.. maaf Mei-sama mereka adala–"

"Siapa Namamu Blondie-Kun?" Tanya Mei dengan nada menggoda.

Seluruh Ninja kirigakure yang ada diruangan hanya menatap Mei dengan tatapan seolah 'ya ampun penyakit Mei-sama kambuh lagi'.

Sementara Naruto hanya mengangkat satu alisnya, heran. "Naruto" Balas Naruto singkat.

"Selamat datang di Kirigakure, Naruto-kun, emm... siapa nama Rekanmu Naruto-kun?" Tanya Mei sambil berdiri menuju kearah Naruto.

"Namaku Adalah Dreyōka, Mei-san." Kata Dreyōka.

"Baiklah Naruto-kun, Dreyōka-san, anda sudah tau bukan, sekarang Kirigakure sedang dalam era perang Saudara. Antara kami yang biasa dipanggil Rebbelion, melawan Pasukan dari Yondaime Mizukage Yagura," Jelas Mei.

"Ya saya sudah tau, jadi tugas kami apa?" Tanya Dreyōka.

Mei yang mendengar itu melangkah mendekat kearah Naruto dan Dreyōka sambil tersenyum. "Tugas Kalian adalah membantu kami menggulingkan Yagura sebagai Mizukage" Jawab Mei yang dari tadi menatap wajah Naruto.

'Apa-apaan wanita ini, aku yang aku yang bicara dia malah menatap Naruto' Batin Dreyōka.

"Jadi sama saja kami harus membunuh Yagura?" Tanya Naruto dengan wajah memerah.

'Ini baru tipeku' Batin Mei. "Dengan Cara apapun asalkan Yagura lengser dari bangku Mizukage, Naruto-kun"

TBC!