Chapter: 17 ~ Naruto Puas, Mei Lemas °_°

Rated: M

Disclaimed: Naruto © MK. Neo Namikaze Naruto © Afdhal ^^V

Warning: Gaje, Abal, OC, OOC, Ide pasaran, TYPO bertebaran, Lime+lemon, Fic menyebabkan iritasi mata dan Stroke.

»WAKTU MEMBACA NEO NAMIKAZE NARUTO PASTIKAN RUANGAN TERANG DAN JANGAN MEMBACA TERLALU DEKAT, DAN JIKA SUDAH SELESAI MEMBACA, PEJAMKAN MATA, DAN GERAKAN MATA KE ATAS, BAWAH, KIRI, DAN KANAN SUPAYA MATA READER SEMUA TETAP SEHAT WALHAFIAT«

"Akhh! Akhh! Akhh ! Ini enak Naruto-kunh–Akhh, Lebih Cepath."

Desah seorang Wanita berambut merah Maroon yang tergerai indah milik Wanita yang besok akan dilantik sebagai Godaime Mizukage. Badannya berpeluh menikmati setiap sentuhan pria yang umurnya 10 tahun dibawahnya.

Sementara sipria terus mengulum puting payudara yang berwana merah muda sebelah kanan Mei yang berukuran ±34B, dan tak lupa ia makin bernafsu memaju-mundurkan ke-3 Jari tangan kirinya kedalam Vagina Indah Mei Terumi.

Mei sendiri ia baru pertama kali ia melakukan kegiatan senikmat ini. Sambil terus mendesah nikmat akibat kegiatan yang dilakukan Naruto olehnya.

"Naruh..Akh Aku! Aku akan keluarh Naruto–kunh!"

Cairan cinta mengalir deras keluar dari Vagina milik Mei. Naruto mengeluarkan ke-3 jarinya dan langsung mengulum bibir yang sangat menggoda bagi Naruto.

Mei membalas ciuman dahsyat Naruto. sambil terus mencium bibir Mei, Naruto mulai menarik turun resleting bajunya yang masih terpakai lengkap. Beda dengan Naruto yang masih berpakaian lengkap, Mei sendiri sudah 90% Tak berbusana, di badan indah Mei masih ada Bra hitam yang masih menempel pada bagian dada bawahnya dan celana dalam dan Hot pants nya masih berada di ujung kakinya.

"Kamu sangat cantik, Lava Girl" Kata Naruto berbisik di telinga mei dan mulai menggigit gemas telinga beserta anting milik Mei.

"Terima Kasih...… Kamu juga Naruto–kun, kamu sangat tampan" Balas Mei sambil menjambak pelan rambut Naruto karena sensasi aneh sekaligus Nikmat yang dilakukan oleh Naruto.

Mulut Naruto mulai turun ke leher jenjang milik Mei dan terus menggigit gemas leher indah Mei. Tangan Mei yang dari tadi terus menjambak kasar Rambut Naruto mulai membuka Baju hitam Naruto yang sudah tak di resleting.

"Mhhn! Naruh.. waktunya permainan... akhh, ya begitu Narutoh-kunh!"

Naruto yang dari tadi melumat, menjilat leher jenjang, dan tak lupa mencium Bibir Mei, tiba-tiba berpindah tempat ke daerah selangkang Mei, lebih tepatnya Vagina milik Mei.

Naruto yang kini berada dibawah Mei dan Terlihat jelas Vagina Mei yang masih sangat Rapat dan masih ada sisa cairan cinta hasil buah karyanya.

"Yeah…Begituh…Naruto-Kunh!" Kata Mei dengan desahan.

Naruto langsung mencium Vagina Mei, berbeda dengan Vagina milik Karin yang tanpa bulu halus, Vagina milk Mei ditumbuhi bulu-bulu halus dalam jumlah sedikit diatas bibir Vagina Milik Mei.

Naruto menjulurkan lidahnya lalu memasukan lidah nya kedalam Vagina Mei. Mei sendiri sudah tak tahan dengan perbuatan dengan sensasi Kenikmatan yang diberikan oleh Naruto.

Naruto mencoba mencari titik paling sensitif Vagina Mei, dan akhirnya Naruto menemukannya dan menjilati klitoris Mei. Mei terus menjambak sambil menekan kepala Naruto agar wajah Naruto lebih rapat dengan Vaginannya.

"Narutoh-kunh, Aku! Akh! Yeah! Aku akan keluar lagi Naruto-kunh!"

Desahan–bukan teriakan bercampur dengan desahan erotis terus keluar dari mulut Mei.

Mei pun akhirnya Klimaks, Mei mengeluarkan Cairan Cintanya–meskipun tidak sebanyak yang pertama tapi mampu membanjiri mulut Naruto.

Naruto menjilati seluruh daerah Vagina Mei dan menggigit gemas Paha bagian dalam Mei.

Naruto berdiri dan membersihkan bagian mulutnya yang masih menyisakan cairan Cinta milik Mei dan langsung memasukan jari yang ada Cairan cinta Mei.

"Kamu Jauh lebih cantik Lava Girl"Kata Naruto sambil menggerakan tangannya didalam mulut Mei. "hisap terus jari ku"

Naruto menarik jarinya dan meraih dagu Mei dan meraih Bibir ranum Mei dangan Bibirnya. Naruto kini mulai turun ke arah Payudara sebelah kiri Mei yang sedari tadi mengaggur.

Naruto mengulum payudara sebelah kiri Mei, dan kedua Tangan Mei mulai membuka Celana panjang berwana Hitam Natuto.

"Mhhn! Kau nakal Lava Girl!" Ujar Naruto karena penisnya dicubit oleh jari-jari lentik Mei.

Mei yang mendengar itu tertawa tetahan. "Penis mu besar, untuk pria seusia mu Naruto-kun"

"Tapi kamu suka, bukan?" Balas Naruto sambil menyingkirkan Helaian Rambut yang menutupi mata kanan Mei.

"Tentu, meskipun ini pengalaman pertamaku"

"Bagus kalau begitu, kita mulai–"

"Ya, mulai saja Naruto-kun!" Sela Mei tak sabar.

Naruto yang mendengar itu segera menurunkan celananya yang sudah tak terkancing, dan menarik turun celana dalam dan hot pants milik Mei yang mengantri di ujung kakinya.

"Kamu sungguh tak sabaran, Lava Girl!" Ujar Naruto yang sekarang sudah polos sambil menggesek-gesekan Penisnya ke Vagina Mei yang masih Virgin.

"Mhnn…Sakit Naruto-kun" Jerit Mei yang kini Vagina yang masih perawan sudah ditembus oleh benda tumpul milik Naruto.

"Akhh! Untuk wanita yang sudah berumur 27 tahun kamu ternyata masih perawan Lava Girl!" Kata Naruto sambil melebarkan kedua kaki Mei. Naruto mulai menggerakan Penisnya maju-mundur.

"Emhh! Tentu saja Naruh… Vagina ku khusus untuk pria–akhh–seprtihhhkmu–akhh!" Desah Mei berjampur jeritan kesakitan.

Naruto mulai memainkan Kedua payudara Mei dengan 10 jarinya sambil terus memacu pinggulnya. Semntara Mei hanya bisa mendesah nikmat merasakan sensasi luar biasa nikmatnyanya akibat pergerakan penis Naruto.

"Lebih…Lebih!Cepath Naruto-kunh!

Pergerakan Naruto makin cepat akibat merasakan Vagina Mei mulai berkedut dan menjepit Penis Naruto. Mei pun merasakan sensasi yang sama seprti tadi ia tau bahwa dirinya akan segera klimaks lagi.

"Naruuhh!… Akhh! akuh akann…keluarrh!"

Mei pun klimaks untuk ke 3 kalinya Naruto menghentikan sementara kegiatan memaju mundurkan Penisnya dan menatap betapa cantiknya Mei yang tengah kehabisan nafas. Melihat Mei mulai rileks, Naruto segera mencium bibir ranum Mei sambil terus memijit payudara sebelah kiri Mei.

Merasa Mei mulai rileks, Naruto mulai memaju mundurkan penisnya dengan cepat sambil terus memagut bibir Mei dan meremas payudara kirinya.

Hampir 10 menit keduanya beraksi, keduanya juga merasakan hal yang sama. Vagina milik Mei mulai berkedut, dan penis Naruto berkedut tanda keduanya akan klimaks dalam waktu yang bersamaan.

"Yeahh…akuh...akan keluar didalam... akhh!"

"Akuhh.. juga akannn.. keluarhh.. Narutohhh...kunhhh..!"

Penis Naruto akhirnya mengeluarkan Spermanya didalam Vagina Mei, dan Vagina Mei terasa hangat karena sperma Naruto.

"Akhh!"

Jerit Mei saat Naruto mengeluarkan penisnya dan menidurkan dirinya disamping Mei. Mei langsung menarik selimut tebal berwana biru terang yang kusut akibat perbuatan mereka berdua dan menyelimuti tubuhnya dan tubuh Naruto yang telanjang.

"Naruhh…Kamu sungguh agresif untuk pria seumuranmu" Ujar Mei yang menidurkan kepalanya didada bidang Naruto.

Naruto memeluk pinggang Mei dan mengecup puncak kepala Mei. "Kamu lebih agresif dibandingkan ku, Lava Girl?" Balas Naruto.

"Hmmm…aku sangat senang malam ini Naruto-kun!"

"Yaa…aku juga senang Lava Girl" Naruto Mengecup dan meremas dada sebelah kanan Mei. "Ayo kita tidur, Kau pasti lelah!"

"Yaa, Aku sangat lelah" Mei mengecup Bibir Naruto. "Selamat Malam Naruto-kun"

"Selamat malam, Lava Girl!".

.

.

.

Siang hari Konoha 11:45.

10 Hari pasca pemakaman Sandaime Hokage, ada 2 Sosok yang menyaksikan desa Konoha yang mulai bangkit dari kejauhan.

Kedua sosok itu mengenakan Over Coat Hitam dengan Aksen Awan merah dan memakai topi Jerami dengan kain-kain tipis dibawah topi campingnya, kedua orang itu adalah anggota Akatsuki.

"Kelihatannya Konoha benar-benar kacau, benar bukan Itachi?" Kata rekan kerja Itachi.

"Hn, seprtinya begitu" Balasnya. "Ayo, kita bergerak" Lanjutnya.

Mereka berdua kemudian berjalan ditengah desa dengan santai dan mengabaikan tatapan aneh dari orang yang melihat mereka dan mereka berhenti pada salah satu kedai teh di Konoha.

"Ayo, kita istirahat sebentar" Ujar Itachi kemudian masuk kedalam Kedai teh tersebut. Mereka berdua memesan 2 gelas teh hangat untuk mereka sambil terus mendengar apa yang orang lain katakan.

Tanpa disadari mereka berdua bahwa seseorang berambut abu-abu terus menatap mereka dari luar kedai dibalik buku yang ia baca.

"Hey, Kakashi apa yang kau lakukan disini?" Tanya seseorang pria sambil mengisap batang Rokoknya.

Kakashi hanya memberi respon dengan menunjuk kearah Kedai teh tempat Itachi dan Kisame dengan jari telunjuknya. "Mereka seprtinya tidak asing" Ujarnya.

"Yaa kau benar, Kakashi" ucap seorang wanita bernama Kurenai.

Kemudian mereka bertiga terus menatap kedalam kedai teh dan mereka bertiga melihat kedua orang yang mereka lihat keluar dari dalam kedai teh.

"Ayo" Ucap kakashi dan dibalas anggukan oleh Asuma dan Kurenai.

.

Itachi dan Kisame sedang berjalan dipinggir Sungai tanpa ada yang memulai pembicaraan. Dan didepan mereka sekarang ada dua orang berbeda gender yang berada dihadapan Itachi dan Kisame.

"Siapa Kalian?" Tanya Kurenai sambil mengarahkan Kunainya.

Itachi yang mendengar itu segera menaikan sedikit topi jeraminya. "Aku tidak ada urusan dengan kalian, Asuma, Kurenai." Balasnya dengan nada dingin.

Kurenai yang melihat dahapannya adalah mantan Kapten ANBU termuda melebarkan matanya terkejut. "K-kau…"

"…Itachi Uchiha." Sambung Asuma.

Kisame yang mendengarnya tertawa geli. "Haha, Itachi kau jangan begitu, lihat mereka berdegik ketakutan" Ujar Kisame dengan santai.

Mendengar itu Asuma langsung meraih Pisau Chakranya dan melesat kearah Kisame. Sementara Kisame langsung meraih gagang pedang Samehadanya.

Ctrankk!

Pisau Chakra milik Asuma tertahan oleh pedang Samehada milik Kisame.

Sementara Kurenai ia langsung menghilang dan muncul dibelakang Itachi dan melilit Tubuh Itachi dengan Genjutsu Pohon miliknya.

Itachi yang tubuhnya dililit mendongak–menatap tidak suka pada Kurenai yang sedang berada diatasnya sambil menodongkan Kunai kearahnya.

"Ada kata-kata Terakhir?" Tanya Kurenai Sambil mendekatkan Kunainya pada Itachi.

Lalu Itachi mengaktifkan Sharingannya. Dan kejadian selanjutnya benar-benar diluar dugaan Kurenai, dirinya bertukar tempat dengan Itachi, sementara Itachi tengah memegang Kunai ditangan Kirinya.

Asuma melebarkan Matanya melihat Kurenai dalam keadaan terdesak. ia ingin membantu Kurenai, tapi dirinya tengah menghadapi pria mirip hiu bernama Kisame.

"Wah–wah–wah, Seprtinya Itachi sudah selesai sekarang giliranku!" Ujar Kisame Sambil mengayunkan Pedang Samehada-nya.

Hal yang sama dilakukan Oleh Itachi, ia segera mengarahkan Kunainya kearah Kurenai.

Trankk! Trank!

Kedua serangan Itachi dan Kisame tertahan oleh seseorang dengan rambut melawan gravitasi berwana abu-abu dan memakai Masker diwajahnya.

"Itachi Uchiha, kenapa kau kembali?" Tanya Kakashi sambil menahan serangan Kunai yang diarahkannya kearah Kurenai.

"Kakashi si Sharingan, Lama tidak berjumpa!" Balasnya.

Asuma yang dirinya ditolong oleh Bunsin Kakashi langsung pergi kearah Kurenai dan membantunya keluar dari Genjutsunya.

"Kai" Ujar Asuma menyadarkan Kurenai dari Genjutsu.

Melihat itu Kakasi segera memperingatkan agar. "Asuma, Kurenai kalian Urus yang satu lagi, aku akan menghadapi Mantan kapten ANBU kita" Ujar Kakashi sambil menarik keatas Ikat kepalanya dan menampakan Sharingan-nya.

"Baik" Dengan Itu mereka berdua segera menyerang Kisame dengan Taijutsunya.

"Kau pikir dengan Sharingan mu, bisa mengatasi kekuatan mata ku? Biar kutunjukan Sharingan yang sebenarnya" Dengan itu mata Hitam Itachi berubah menjadi menjadi mata merah denga tiga Tomoe. Itachi segera mengGenjutsu Kakashi.

Dunia Genjutsu.

Dan Dunia di pandangan Kakashi berubah menjadi serba merah dan hitam-putih dan dirinya terikat disebuah tiang yang berbentuk †.

"Selamat datang, Biar kutunjukan ¼ kekuatanku!" Dengan itu tubuh Itachi berlipat ganda menjadi Ratusan dengan wujud Hitam-putih.

Ratusan Itachi tersebut langsung menusukan Ratusan Katana ketubuh Kakashi yang terikat pada tiang †.

"Akhhhh!"

Jerit Kakahi saat Ratusan Katana milik Itachi menikam tubuh Kakashi yang terikat.

"Tahan sebentar Kakashi, waktumu disini masih ada 48 jam untuk disiksa seperti ini" Ujar Salah satu tubuh Itachi lalu menusukan Lagi Katana miliknya.

Dunia Nyata.

Setelah 2 detik Tubuh Kakashi Jatuh terduduk dengan keadaan yang Kacau.

Melihat itu Asuma, dan Kurenai membelalakan matanya, pasalnya Kakashi kalah dengan Itachi tanpa Kontak Fisik.

Pofft!

Bunshin Kakashi yang ikut bertarung dengan Asuma dan Kurenai langsung menghilang.

melihat itu Kisame segera mengayunkan Samehada miliknya kearah musuh dihadapanynya.

"Konoha Senpō!"

Lalu datang seseorang dan langsung menendang Kisame yang mengakibatkan Tubuh Kisame terpental kearah pertarungan Itachi dan Kakashi yang sedang berada di Sungai.

"Apa kalian tidak apa-apa?" Tanya Gai dengan pose menyerang.

"Ya kami tidak apa-apa, terima Kasih" Ujar Kurenai.

Gai yang melihat Kakashi terkapar segera membantunya berdiri.

"Apa kau tidak apa-apa Kakashi?" Tanya Gai Khawatir.

"Y-ya aku tidak apa-apa?" Balasnya dengan nafas tersengal-sengal.

"Lumayan juga kau pengguna Taijutsu, siapa kau?" Tanya Kisame sambil berdiri.

"Namaku adalah Maito Gai!" Balas Gai.

"Ayo kita teruskan!" Ujar Kisame sambil mengarahkan Samehada kearah Gai.

"Hentikan Itachi, Kisame, Naruto dan Dreyōka berhasil menangkap Sanbi, jadi segera tinggalkan mereka dan kita akan meyegel Sanbi!" Ujar seseorang melalui telepati.

"Ayo Kisame!" Ujar Itachi sambil menahan pergerakan tangan Kisame. "Tugas kita bukan ini!" Lanjunya.

Mendengar itu Kisame melebarkan senyum diwajah Hiunya(?).

"Kami akan pergi" Dengan itu Kisame dan Itachi menghilang menggunakan Shunsin nya.

TBC!