Chapter: 18 ~ Mei Puas, Naruto Lemas ^_^

Rated: M

Disclaimed: Naruto © MK. Neo Namikaze Naruto © Afdhal ^^V

Warning: Gaje, Abal, OC, OOC, Ide pasaran, TYPO bertebaran, Lime+lemon, Fic menyebabkan iritasi mata dan Stroke.

»WAKTU MEMBACA NEO NAMIKAZE NARUTO PASTIKAN RUANGAN TERANG DAN JANGAN MEMBACA TERLALU DEKAT, DAN JIKA SUDAH SELESAI MEMBACA, PEJAMKAN MATA, DAN GERAKAN MATA KE ATAS, BAWAH, KIRI, DAN KANAN SUPAYA MATA READER SEMUA TETAP SEHAT WALHAFIAT«

Hari sudah pagi dan Matahari sudah memancarkan sinarnya dan memberikan kehangatan pagi yang dingin pada siapa saja. Termasuk kedua orang berbeda gender dan berbeda umur yang tengah tertidur dengan keadaan tanpa busana yang sedang saling memeluk dengan si Pria menindih dada sang gadis.

Mei yang tertidur merasakan sesak didadanya. Mei pun terbangun dari tidurnya dan melihat Naruto–pria yang pertama kali menyentuhnya dengan agersif sedang tertidur di dada sebelah kanannya sambil memeluk pinggang ramping Mei.

Mengingat hal tersebut mengakibatkan semburat merah muncul dikedua pipi Mei karena aktifitas semalam yang begitu meguras banyak tenaga. Sedetik kemudian Mei mengelus rambut pirang Naruto, entah kenapa setelah ia melihat Naruto ia langsung beranggapan kalau Naruto adalah anak dari Yondaime Hokage–Minato Namikaze.

Tanpa disadari oleh Mei, tenyata Naruto sudah bangun sedari tadi dan mulai mendongak menatap Wajah cantik Mei.

"Pagi Lava Girl" ujar Naruto sambil mengelus pipi yang sekarang sudah sama warnanya dengan rambut Mei.

"Pagi Naruto-kun, apa kamu lapar?" Tanya Mei sambil mengadap Wajah Naruto.

"Hm, ya aku lapar" Balasnya.

"Baiklah aku akan kedapur untuk memasak makanan, Kamu mandi dulu saja Naruto-kun" Kata Mei.

"Baiklah" Balas Naruto sambil Mulai mencium bibir yang membengkak milik Mei.

"Mhhn..." Mei menjauhkan Wajah Naruto. "Mandi dulu Naruto-kun" Ujarnya.

"Hmm... Baiklah." Ujar Naruto sambil menggendong Mei dangan cara bridal.

"Kyaa… mau kemana Naruto–kun!" Jeritnya kala Naruto membawanya dari kasur dengan Cara bridal.

"Mau melanjutkan yang tadi malam" Ujarnya sambil meremas bagian bokong padat Mei. "Sekalian Mandi!" Lanjutnya.

"Mhhn.. Dikamar Mandi, boleh juga Naruto-kun.

.

.

.

"Hey dimana Naruto ini sudah waktunya kami kembali!" Ujar seseorang bermata Byakugan disebelah mata nya yang bernama Dreyōka.

"Maaf, Tapi Mei-sama bilang sebelum ia keluar dari mensionnya, ia tidak boleh diganggu oleh siapapun!" Jawab seseorang jounin bermata Byakugan bernama Ao.

"Ckk…Leader pasti akan marah padaku saat kembali."

.

.

.

"Akkhh…Yeah disituhh…Narutoh…Kun!"

Desahan terus keluar dari mulut indah Mei Terumi. Bagaimana tidak mendesah jika ada seorang lelaki memanjakan area Vagina–nya dengan mulutnya.

Sementara dibawah sana Naruto tengah sibuk dengan Vagina milik Mei yang sangat memabukan membuat Naruto tak sabar untuk terus menjilati Vagina Mei.

Mei sendiri sudah tak tahan, meskipun baru melakukan aktifitas ini 3 menit yang lalu tapi Vagina milik Mei mulai berkedut yang berarti ia akan Klimaks.

"Mhnnn,,,Naruh,,,Akhuu,,yeahhh,,,,,,,,ingin,,,keluarhhhh!"

Vagina Mei terus dijilat, dihisap, dan digigit pelan bagian yang menonjol pada Vagina Mei oleh mulut Naruto yang tak pernah berhenti mengulum Vagina Mei. Dan akhirnya Vagina Mei mengeluarkan Cairan cintanya dan langsung ditenggak habis oleh mulut Rakus Naruto.

Dan kedua tangan Naruto tak tinggal diam. Dengan kedua tangannya Naruto mencoba membuka Vagina Mei dan terlihat jelas klitoris Mei yang masih menyisakan cairan cintanya. Dengan lidahnya Naruto segera menjilati klitoris Mei dan mengigit pelan klitoris Mei yang berukuran seperti biji kacang.

"Nhhhn,,,,, Janganhh,,,,begituhhnn,,,Akhnnn,,Nikmathhnnn,,,!" Desahan Mei makin kencang kala mulut Rakus Naruto tak berhenti mengulum Vagina Mei.

Naruto terus menglum Vagina Mei, menggigit, menjilat, menggigit, menjilat, terus hingga kepala Naruto Naik ke daerah perut dan menciumi lubang pusar Mei. Tangan kanan terus meraba rambut-rambut halus Mei, mengakibatkan sensasi geli bagi Mei.

Kepala Naruto terus berkelana didaerah Perut dan bergerak keatas–ke payudara Mei yang membusung indah. Mengulum Bagian merah muda pada payudara sebelah kanan Mei sambil mulai meremas payudara sebelahnya.

Mulut Naruto terus bergerak keatas, sekarang mulut Naruto berada di leher menjilati dan mencium leher yang sudah penuh dengan kissmark hasil perbuatannya.

"Naruhhh,,,Mnnnh,,," Desah Mei sambil menggenggam Penis Naruto yang dari tadi sudah mengeras.

Mei sekarang membalikan keadaan, sekarang ia tengah menciumi leher Naruto sambil menjilatinya dan turun didada bidang Naruto. Naruto sendiri, ia merasa aneh saat Mei mengulum puting berwana Coklatnya, tapi begitu Mei memasukan Lidahnya kedalam Pusarnya ia merasakan sensasi terbakar pada pusarnya.

"Mnhh,,,,Lidah yang luar biasa Lava Girl!"

"Ini baru awalnya Naruto-kun!"

Mei mulai meraba paha Naruto dengan jari telunjuknya dan langsung menggenggam Penis Naruto. Mei mulai menjilati ujung penis Naruto, menyebabkan Bokong Naruto bergeser kerkiri dan kekanan.

Mei mulai memasukan Penis Naruto kedalam Mulutnya hingga setengah penis Naruto masuk kedalam Mulutnya.

"Akhhn! Janganh sampaihhn Lecet,,aknnn,,,,,Lava,,,,, Girl, pelan-pelanhh!"

Sekarang malah Naruto yang mendesah Hebat karena kepala Mei ikut bergerak Naik-turun agar bisa memasukan penis Naruto maju-mundur–Cantik(?).

Mei menjilati Bagian bawah Penis Naruto dan menatap Naruto yang sedang Merem-melek akibat Nikmat tiada tara yang diberikan oleh Mei. Tangan Naruto mulai menata Rambut Merah Mei yang ikut masuk kedalam mulutnya kebelakang telinga.

"Bagaimana Naruto-kun, Nikmat bukan?" Tanya Mei disela kegiatan Blowjob-nya.

Naruto turun dari tepi Bathtub dan mendudukan dirinya di depan Mei. "Yaa, sangat, ini hal ternikmat Yang pernah kualami, Lava Girl!" Ujar Naruto sambil memegang dagu Mei.

"Kalau begitu" Mei mengecup Bibir Naruto. "..mari kita mulai permainan utama?" Tanya Mei sambil mengelus dada Bidang Naruto dengan jari telunjuknya.

"Tentu saja"

.

.

.

Sementara diruangan Gelap terlihat 10 Siluet berdiri pada 10 Jari patung Gedō Mazō sedang Merapal segel Harimau secara bersamaan.

"Hey Dre, dimana Naruto, Hm?" Tanya seseorang dengan siluet rambut ekor Kuda dan menutupi sebelah matanya.

"Kurasa ia tengah bersenang-senang dengan Client kami." Balasnya.

Seluruh Siluet–8 pria, 1 wanita, dan 1 makhluk yang diselubungi Semacam tanaman Venus Flytrap menaikan Alisnya heran.

"Apa maksudmu dengan bersenang-senang?" Tanya siluet dengan tubuh gendut dan bungkuk dan memakai Cadar yang menutupi mulutnya.

"Hmm, entahlah tapi kurasa berbau Intim" Balas Dreyōka.

"Apa?!" Teriak siluet rambut klimis dan dipunggungnya terdapat sabit dengan 3 mata.

"Ckk, bisa diam tidak hidan!" Protes siluet disebelahnya yang juga memakai cadar yang menutupi mulutnya.

"Memangnya kenapa Kakuzu kalau aku berteriak!" Balas siluet bernama Hidan.

"Hentikan perdebatan kalian, lebih baik kalian laporkan tugas kalian!" Sela siluet bermata Rinnegan. "Hidan, Kakuzu bagaimana kalau kalian mulai berbicara?"

"Kami baru mengumpulkan 11 Milyar Ryo Leader-sama" Ujar Kakuze pada sang pemimpin.

"Bagus, Lalu Deidara, Sasori bagaimana dengan kalian,? apakah kalian berhasil meratakan Iwa?" Tanya sang Leader.

"Yaa, meskipun tidak semuanya tapi sebagian besar Iwa sudah rata dengan tanah" Jawab Sasori.

"Itachi, Kisame bagaimana dengan Kalian?" Tanya sang leader kepada Itachi dan Kisame.

"Kami sudah berada di pinggiran Negara Hi, leader-sama" Balas Itachi.

"Kerja kalian semua bagus" Ujar San leader. "Sekarang fokus, kita akan memasukan Chakra Sanbi kedalam Gedō Mazō!"

Dan terlihat seseosok pria bertopeng di langit-langit goa. 'Meskipun Naruto bisa mengalahkan Yagura, tapi Sifatmu benar-benar genit terhadap wanita' Batin pria bertopeng tersebut.

.

.

.

Naruto melihat lelehan cairan kental berwarna Merah itu keluar begitu saja saat Penis-nya menghentak keras Vagina Mei.

Sementara Mei terus menggeliat menikmati sekaligus menjerit akibat hentakan pinggul Naruto. Matanya merem-melek sambil terus menggegam tangan kiri Naruto.

"Akhh! Pelanh! Pelanh! Naruh...Sakithh!"

Desahan berjampur jeritan serta suara rintikan air yang turun dari shower yang sengaja di Hidupkan Oleh Naruto menggema di dalam kamar mandi serba berwarna putih itu.

"Akhh...Lava girl!"

Sempitnya Vagina Mei membuat Naruto mengeram Nikmat. Naruto semakin memacu kecepatan Pinggulnya, terus menghentak lubang kenikmatan Mei secara terus-menerus bagaikan tak ada hari esok(?).

Mei terus menggigit bibir bawahnya, menahan desahan erotis keluar dari mulutnya. sambil terus menatap Naruto yang masih terus menghentakan Pinggulnya, Mei merasakan kalau Penis Naruto yang tengah mengisi Vagina-nya berkedut menandakan Kalau Naruto akan segera Klimaks.

"Yeahh! Aku..akann..keluarhhh!"

Setelah mengucapkan 'keluar' Naruto segera mencium bibir Mei yang nampak Sangat menggoda dimata Naruto. Sambil terus menaikan Ritme keluar masuk Penisnya yang membuat Mei mendesah terus menerus akibat nikmat tiada tara.

"Nhnn...lebihnnn..chepaatn!"

Desahan terus menggema di kamar mandi minimalis milik Mei. Sangkin Nikmatnya Mei sudah tak merasakan perih di daerah Vaginanya.

Terus mempercepat pinggulnya hingga tubuh Mei yang telentang di lantai Kamar Mandi terhentak-hentak akibat cepatnya penis Naruto didalam Vagina Mei.

"Mhnnhnnn... Naruh... akuh..!"

Lenguhan Panjang keluar dari mulut Mei Terumi, dan setelahnya Mei mengeluarkan Lagi Cairan Cinta yang langsung melumuri Penis Naruto yang dari tadi belum menurunkan kecepatan Memaju Mundurkan Penisnya.

Mei Langsung Lemas. Mei sendiri lupa sudah berapa kali ia sudah Klimaks. Naruto yang menyadari Mei Klimaks Makin mempercepat Tempo pada Vagina Yang sudah penuh dengan berbagai Macam Cairan.

"Mnnnhh... Uhmmmnn"

Desahan tertahan keluar dari bibir Mei yang di lumat habis oleh bibir Naruto. Merasakan pergerakan Penis Naruto Melambat Mei mulai mengerakan Pinggulnya agar kenikmatannya terus dirasakannya.

"Mnnhh... Lavah.. Girllh... Akhhh!"

Sangkin cepatnya Memacu Penisnya hingga penis Naruto keluar Dari Vagina Mei. Melihat Penisnya keluar dari Vagina Mei, Naruto segera menyuruh Mei agar menungging.

"Naruhhh... Mau yang lebih nikmat?" Tanya Mei sambil Menungging.

Sambil menggesek-gesekan Penisnya ke Vagina Mei Naruto bergumam "Hn".

"Kalau Begitu masukan di Anal-ku Naruto-kun!" Jawab Mei sambil Menggoyang-goyangkan Bokongnya.

"Baiklah, seprtinya Anal mu Nikmat Lava Girl!"

Naruto langsung mengarahkan Penisnya Ke lubang atas–Lubang Anal Berwarna Merah muda yang nampak begitu menggoda.

"Akhhh... mnhh.. Nikmathh!" Desah Naruto saat Penisnya Masuk kedalam Lubang Anal Mei.

"Kamu benar, ini.. akh.. ini Nikmat!"

Mei tersenyum bangga mendengar perkataan Naruto. Mei mulai memaju-mundurkan Bokongnya.

Naruto mulai menggerakan Penisnya di lubang Anal Mei. 'Akhhnn... Berbeda dengan Vagina, Anal sungguh Nikmat!' Batin Naruto sambil menjilati tangan kanannya lalu di oleskan di Penisnya agar lebih mudah bergerak didalam lubang Anal Mei.

"Yeahhn... Begituhnn.. Naruhh..!" Erangan Nikmat Mei mulai menggema Lagi di kamar Mandi Mei.

Baru beberapa kali hentakan Penis Naruto yang tadinya akan klimaks didalam Vagina Mei sekarang merasakan Penis-nya akan segera Klimaks akibat rangsangan tingkat tinggi pada kepala penis Naruto didalam Lubang Anal Mei.

"Akkhn... aku.. keluar.. !"

Dan setelah mengatakan 'keluar' penis Naruto langsung mengeluarkan Sperma Didalam Lubang Anal Mei.

"Haah..haaahh.. Luar Biasa... Lavah Girl..!"

"Mnhhh... haah..hhah.. Benar kan Naruhh... anal lebih Nikmat?" Tanya Mei masih dalam posisis Doggy Style.

"Haah... Yaah... otot sphincter-mu benar-benar membuatku Ke-enakan Lava Girl!"

"Akhhh' Desah Mei saat Naruto Menarik Keluar Penis-nya. "Ayo Naruto-kun kedapur akan kumasakan Kare spesial buatan Ku!"

"Mhnnn.. Kelihatannya Lezat!"

TBC!