Chapter: 20 ~ Kepergian Sasuke.

Rated: M

Disclaimed: Naruto © MK. Neo Namikaze Naruto © Afdhal ^^V

Warning: Gaje, Abal, OC, OOC, Ide pasaran, TYPO bertebaran, Lime+lemon, Fic menyebabkan iritasi mata dan Stroke.

WAKTU MEMBACA NEO NAMIKAZE NARUTO PASTIKAN RUANGAN TERANG DAN JANGAN MEMBACA TERLALU DEKAT, DAN JIKA SUDAH SELESAI MEMBACA, PEJAMKAN MATA, DAN GERAKAN MATA KE ATAS, BAWAH, KIRI, DAN KANAN SUPAYA MATA READER SEMUA TETAP SEHAT WALHAFIAT≈

"Apa itu?" Batin sesorang pria yang melihat perempuan berambut merah sebahu bermata biru safir yang sedang membuat pusaran berwana biru ditangannya. Tersadar dari lamunannya, Lalu pria tersebut merapal sebuah segel dan ditangan kirinya muncul sebuah petir.

"Chidori!"

Melihat pria dibawahnya sudah melompat kearahnya sambil meneriaki jurusnya ia melompat kebawah sambil mengarahkan jutsunya.

"Rasengan!"

"Hentikan! Kushira! Sasuke-kun!" Teriak gadis berambut pink yang berdiri tak jauh dari pertarungan 2 rekan setimnya itu.

Sama-sama mendekat, hingga jutsu itu hampir menyentuh satu-sama lain, sebelum ada seorang Jōnin yang menangakap dan melempar kedua anak didiknya itu ke drum air.

Blar! Blar!

Terdengar dua ledakan kecil akibat kedua jutsu itu beradu dengan drum air tersebut. Tangan kiri Sipria nampaknya menembus drum air tersebut hingga tangan kiri sipria ikut masuk kedalam drum air tersebut. Sementara si wanita hanya membuat lubang kecil di depan drum tersebut.

"Heh, tenyata–" Ucapan Sasuke terhenti oleh selaan Seseorang diatasnya.

"Apa yang kau lakukan Sasuke?" Tanya sesorang Jōnin diatas drum air.

"Cih!" Sasuke hanya mengendecih tidak suka dan melompat kebelakang drum air tersebut.

Tes! Tes! Tes! Tes!

Terdengar di indera pendengaran Sasuke ada suara air dari atas. Dan setelah melihat keatas Sasuke melabarkan matanya kaget karena asal suara tetesan air tersebut berasal dari balik drum air yang terkena jutsu gadis berambut merah tadi.

'Cih, Dengan adiknya saja aku masih kalah!' Batin Sasuke sambil memukul tembok disampingnya.

Sementara itu gadis berambut merah mendekat ke arah Sakura yang menangis.

"Sakura, Lain kali jangan halangi kami lagi ya" Ujarnya sambil menatap Drum air yang terkena jutsu Sasuke.

Sakura hanya menggeleng pelan sambil menghapus air mata yang menetes dari mata emeraldnya.

.

"Kushira, cepat kamu mandi Kaa-chan sudah selesai memasakan Ramen!"

Kushira tersadar dari lamunannya saat ada yang meneriaki namanya dari luar kamarnya. Entah kenapa ia bisa mengingat peristiwa tadi siang saat dimana dirinya dan Sasuke hampir beradu Rasengan Dan Chidori.

Kushira menatap keluar jendela, menatap gelapnya malam yang hanya diterangi oleh bulan purnama. Tanpa sadar Kushira meneteskan air matanya–Mengingat bulan purnama adalah saat kakaknya pergi meninggalkan desa 6 tahun lalu.

Belum lagi kabarnya bahwa Naruto–kakanya masuk kedalam organisasi kejahatan, Akatsuki. Ia tau penyebab kakaknya pergi yaitu kesepian, ia sebenarnya ingin sekali mengatakan kepada ayah dan ibunya bahwa dirinya bukanlah satu-satunya anak mereka, tapi mau bagaimana lagi, Nasi sudah menjadi bubur. Sekarang Kushira harus berfokus kepada latihannya–ia harus menjadi kuat agar bisa membawa kakaknya kembali kepangkuan ayah dan ibunya.

"Iya Kaa-chan aku akan Mandi!"

.

.

.

"AKU MENCINTAIMU SASUKE-KUN!"

Tiba-tiba saja pergerakannya berhenti disaat wanita dibelakangnya meneriaki Sasuke dengan kata-kata seprti itu. Sasuke menoleh menatap gadis yang tengah menangis–entah menangisi apa tapi sepertinya ia tengah menangis karena takut pria yang ia cintai meninggalkanya.

"B-bagiku hidup tanpamu sama saja aku hidup seorang diri, bagiku semua orang diKonoha tidak ada yang mampu mengisi hati ku Sasuke-kun" Kata yang dikeluarkan oleh gadis berambut merah muda itu terdengar sedikit serak–wajar karena ia tengan menangis. "Ka-kalau pun kamu i-ingin pergi, bawalah aku Sasuke-kun!"

"_"

"Aku berjanji jika kamu membawa ku kamu tidak akan menyesal, malah sebaliknya" Gadis itu memberanikan diri menatap punggung lebar Sasuke yang terhalang sebuah tas berwarna biru. "Kamu akan senang, aku akan membuat mu senang, kita akan bahagia, itu semua karena... AKU MENCINTAMU SASUKE-KUN!" Teriak Sakura dengan teriakan pada akhir kalimat yang ia keluarkan.

Sasuke mendengar itu mengulas seringai diwajahnya. "Kau menyedihkan!" Ujar Sasuke dingin kemudian melanjutkan perjalanan yang sempat terganggu.

"B-berhenti! KUBILANG BERHENTI ATAU AKU AKA–?" Sakura tak mampu melanjutkan perkataannya karena melihat Sasuke mengilang dan muncul dibelang punggung Sakura.

Sebelum mengucapkan sesuatu Sasuke mengulas senyum. "Terima Kasih." Dan setelah itu Sasuke memukul pingsan Sakura dan meletakan tubuh Sakura di bangku jalan Konoha.

.

Pagi pun datang menyinari konoha dari gelap dan dinginnya malam. Begitu juga dengan gadis berambut merah muda yang tengah tertidur dibangku dijalan utama Konoha.

"Hey Izumo lihat" Ujar seseorang yang tengah membawa tumpukan buku ditangannya.

"Hm, Cepat kau bangunkan dia Kotetsu!" Balas Izumo.

Kotetsu mengangguk dan meletakan tumpukan buku-buku di bawah kaki gadis berambut merah muda tersebut.

"Hey bangun, hey!" Ujar Kotetsu sambil menggoyang-goyangkan pundak Sakura.

Sakura membuka matanya, mendudukan dirinya dan melihat ada seseorang yang membangunkannya. Ia teringat akan hal semalam. "Sasuke-kun, di mana Sasuke-kun?" Tanya Sakura kepada orang dihadapannya.

Kotetsu dan Izumo mengangkat sebelah alisnya Heran. "Apa maksudmu?" Tanya Izumo.

"S-semalam aku mencoba menghalangi–" Perkataan Sakura terputus dan Sakura mulai meneteskan Air matanya.

"H-hey kenapa kau menangis?" Tanya Izumo heran karena gadis didepannya menangis tanpa sebab yang jelas.

"Sasuke-kun pergi ketempat O-orochimaru!" Ujar Sakura langsung keintinya.

"Apa?" Teriak Izumo. "Ayo Kotetsu kita lapor kepada Hokage-sama!" Lanjut Izumo.

"Baiklah!" Balas Kotetsu kemudian menatap Sakura. "Hey lebih baik kau pulang kami akan laporkan Hal ini pada Hokage-sama!"

.

"Engh..Masuk!" Ujar Tsunade dengan tampang orang seprti habis bangun tidur.

Lalu pada saat pintu terbuka menampakan 2 Jōnin yang sedang membawa tumpukan buku yang bernama Izumo Dan Kotetsu.

"Terimakasih, tolong letakan buku-bukunya disini" Ujar Tsunade sambil memukul pelan ujung meja Hokagenya.

Setelah meletakan susunan buku tersebut Izumo dan Kotetsu melaporka hal yang tadi diberitau oleh Sakura yang baru saja mereka bangunkan di jalan utama desa.

"Apa?!" Teriak Tsunade.

"Iya nampaknya benar Hokage-sama, Genin Sasuke Uchiha telah meninggalakan Konoha dan pergi ketempat Orochimaru" Balas Izumo.

"Orochimaru, ternyata kau" Ujar Tsunade mengeraskan rahangnya kesal. "Kalian Berdua cepat panggil Shikamaru kemari, sekarang!" Teriak Tsunade.

"Baik Hokage-sama!" Balas Mereka berdua.

TBC!