Chapter: 23 ~ Kenangan.
Rated: M
Disclaimed: Naruto © MK. Neo Namikaze Naruto © Afdhal ^^V
Warning: Gaje, Abal, OC, OOC, Ide pasaran, TYPO bertebaran, Lime+lemon, Fic menyebabkan iritasi mata dan Stroke.
≈WAKTU MEMBACA NEO NAMIKAZE NARUTO PASTIKAN RUANGAN TERANG DAN JANGAN MEMBACA TERLALU DEKAT, DAN JIKA SUDAH SELESAI MEMBACA, PEJAMKAN MATA, DAN GERAKAN MATA KE ATAS, BAWAH, KIRI, DAN KANAN SUPAYA MATA READER SEMUA TETAP SEHAT WALHAFIAT≈
Dari sebuah kamar yang didominasi warna Biru terlihat perempuan berambut merah sebahu tengah menatap pada sebuah bingkai foto yang menampakan 'keluarga' bahagia. Difoto itu terlihat 3 orang–5orang tepatnya. Ada seorang permpuan berambut merah panjang tengah menggendong bayi laki-laki pirang yang sangat mirip pria disampingnya yaitu Minato Namikaze suaminya yang tengah menggendong bayi perempuan berambut merah mempunyai manik biru yang sangat indah sama seprti bayi laki-laki disampingnya dan ayah yang sedang menggendongnya. dan ditengah ada seorang pria dengan rambut putih tengah tersenyum melihat bayi permpuan yang digendong oleh Minato.
Bayi perempuan itu adalah Kushira Namikaze. Dia lah yang tengah menatap bingkai foto itu sejak tadi. Tiba-tiba Didalam pikirannya ada sebuah ingatan lama yang ingin sekali ia rasakan bersama dengan seorang pria yang sangat ia sayangi.
Flashback!
"Sakit Nii, Pelan-pelan!"
Jerit suara perempuan dengan nada kesakitan akibat sesuatu.
"Sst Kamu relax saja oke?" Ujar seseorang pria yang bersetatus sebagai kakaknya.
"Akhh! Bagaimana mau relax? Sakit! pelan-pelan Baka!" Teriak Perempuan yang bersetatus sebagai adiknya.
"Kalau kau tidak tenang darahnya semakin banyak, dasar cerewet sekali kamu ini!" Balas sang kakak dengan nada malas.
"Aduhh, pelan-pelan!"
"Kamu tau, kalau Tou-san dan Kaa-chan sampai tau aku tidak mau bertanggung jawab!" Balas sang kakak.
"Apa-apaan kamu ini Naru-nii, ini semua karena kamu! kalau kamu tidak genit dengan Naomi–pacar Nii yang tomboy itu aku tidak akan sampai jatuh seperti tadi!" Balasnya sambil melipat tangan didepan dada.
Naruto menghela Nafas berat memikirkan jawaban apa yang harus ia jawab. "Dasar Lututmu berdarah karena kamu jatuh dari pohon itu" Menunjuk batang pohon yang sudah patah. "Siapa suruh kamu iseng menguping pembicaraan ku dengan Naomi?" Tanya Naruto sambil mengobati lutut sang adik.
Sang adik tertawa tertahan mengingat hal yang tadi ia lakukan. memang ia salah, tapi ia juga ingin tau apa saja yang kakaknya dan Naomi bicarakan di bangku jalan utama desa Konoha. "Maaf Nii-chan" Ujarnya sambil tersenyum lebar menatap mata biru sang kakak yang tengah fokus membersihkan darah yang masih tersisa di lututnya.
Sang kakak tersenyum dan mengecup pipi sang adik dan mengulurkan tangan membantu adiknya berdiri. Sang adik meraih tangan kakaknya dan mencoba berdiri dengan bantuan tarikan dari kakaknya. Menahan sedikit perih dilitutnya ia kemudian menatap ikat kepala berlambang Konoha yang diikat dikepala sang kakak.
Ia ingin tumbuh hebat seprti kakaknya. ia tau kemampuannya jauh di bawah sang kakak meskipun umur mereka sama karena mereka kembar. Ia tersenyum mengingat hebatnya sang kakak ia bangga sekaligus senang melihat kakaknya tumbuh menjadi calon Shinobi hebat yang kelak akan menggantikan sang ayah dari jabatan sebagai Hokage.
"Kamu tau Kushira, aku tidak tomboy! kamu saja yang tidak bisa diam selalu saja mengikuti kami, kami ini pacaran tau :p" Ujar seorang perempuan berambut Hitam panjang dengan lambang Uchiha dibelakan bajunya yang menandakan bahwa ia Uchiha sambil menjulurkan lidahnya kepada Kushira.
"sudah-sudah Naomi, ayo Kushira, Naomi kita Ke Ichiraku, Aku sudah lapar!" Ucap Naruto sambil mengelus-elus perutnya.
"Yeeay Ichiraku!"
Flashback End!
Ia sangat ingin masa-masa itu terluang untuk kedua kalinya. Ia tau itu mustahil pertama Naomi sudah tewas, beberapa hari sebelum pembantaian Klan Uchiha ia mendengar kabar bahwa Naomi ditemukan tewas mengambang didanau di komplek klan Uchiha dengan luka tembus tepat ditengah dadanya. Ia sangat kaget mendengar hal itu, ia melihat bahwa kakaknya mencari siapa yang berani membunuh Naomi, bahkan Kakaknya berani mendatangi markas ANBU Nee(ROOT) seorang diri untuk mencari Danzō karena menurutnya Kematian Naomi dan kakaknya Naomi Shisui Uchiha ada Hubungannya. tetapi Kakaknya gagal membuktikan bahwa semua pengakuan nya itu benar. dan ia benar-benar merasakan Aura yang benar-benar berbeda dari kakaknya tidak ada lagi tatapan penuh cinta dan kasih sayang dari tatapan kakaknya. dan diperparah oleh Cueknya orang tua mereka kepada Naruto semakin memperburuk situasi sang kakak. Hingga tepat pada Hari ini sudah 7 tahun kakaknya meninggalkan mereka semua dan lebih parahnya lagi Kakaknya bergabung dengan Akatsuki, sebuah komplotan penuh dengan kriminal S-Rank yang kabarnya berburu Bijū.
Ia menarik nafas mengingat hal itu. ia sudah lelah hanya menangis dan menyesali semuanya yang sudah terjadi. sekarang saatnya ia untuk bertambah kuat untuk membawa Orang yang ia sayanhi dan ia cintai. Ia akan melakukan perjalanan panjang selama 2 tahun bersama Jiraiya. ia sudah mempersiapkan skenario terburuk, yaitu bertarung dengan kakaknya.
Ia akan melakukan itu meskipun ia kalah ia yakin kakaknya tidak akan membunuhnya karena ia tau kakaknya begitu mencintai danenyayanginya sepenuh hati. Ia yakin bahkan sangat yakin ia bisa membawa sang kakak kepelukan keluarganya.
Kushira berdiri dan menatap sebuah foto yang ia tempel di balik di balik bingkai foto tersebut yaitu foto buronan kakaknya dengan sharingan yang menyala dalam kegelapan. entah dari mana kakaknya mendapatkan Sharingan, hanya ada satu pentunjuk yaitu pemberian orang yang sudah kakaknya anggap ayahnya sendiri. Apa maksudnya itu ia sudah tau klan Uchiha sudah dibantai tak tersisa oleh Itachi Uchiha dan hanya menyisakan sang adik yaitu Sasuke Uchiha, secara logika Uchiha hanya tinggal tersisa 2 orang yaitu Sasuke dan Itachi Ucha yang beberapa bulan yang lalu mereka bertemu dihotel tanzaku. dan Pria yang mirip denga Ikan Hiu itu berbicara seolah ia benar-benar mengenal kakaknya.
Mengingat pertemua itu ia juga dikagetkan Bahwa pertemuannya dengan Itachi dan Pria Hiu itu bukan hanya tentang dirinya dan Kakaknya, ada orang lain, yaitu Sasuke. Sasuke dihajar Habis-habisan oleh Itachi, ia bahkan diGenjutsu oleh Itachi hingga ia tidak sadarkan diri beberapa Hari. Lalu ia meletakan Bingkai foto tersebut dan mencoba menghilangkan sejenak semua kenangannya bersama sang Kakak dan Sasuke, kedua orang yang Ia cintai yang mempunyai tempat Khusus dihatinya. Ia Akan membawa mereka pulang Kekonoha Cepat atau lambat, menggunakan Cara kasar atau pun lembut.
Sementara itu jauh diKonoha.
Terlihat ada beberapa Orang ditempat–seprti arena Judi tengah menyaksikan kedua pria saling bertarung. Pria pertama berciri-ciri Rambut pirang pendek menggunakan Kostum Hitam dengan hiasan awan merah sedang bertarung dengan pria berambut silver klimis bertarung menggunakan sabit dengan 3 mata dan menggunakan Kostum yang sama dengan lawanya bedanya hanya bagian atasnya saja yang sudah tidak ada karena terkena serangan Api milik lawannya.
"Kau akan mati karena tidak mau mengikuti ajaran Jahsin Keparat!" Teriak Orang tersebut sambil menyerang lawannya denga sabitnya. Ternyata lawannya sangat lihai mengelak semua serangan sabit yang ia arahkan kepada lawanya.
Sambil melompat beberapa langkah silawan membuat segel tangan Kuda. "Siapa yang ingin mengikuti ajaran sesat dan tidak jelas yang kau sebut Jashinme itu Hidan, lebih baik kau bertemu dengan tuhan sialan yang Kau sembah itu! Katon: Goka Messhitsu!" Ujarnya sambil menghembuskan api yang sangat besar kearah lawannya yang nampak tersenyum bahagia melihat api semakin dekat dengannya.
Dan diantara Pengunjung yang menonton aksi pertarungan satu komplotan adalah kedua pria...Aneh. Bagaimana tidak aneh satu pria mengenakan cadar yang menutupi mulutnya dan hanya menampakan matanya. dan satu lagi pria yang nampak normal tapi ia menggunakan satu buah penutup mata yang memutupi mata nya dan nampak di sebelahnya adalah salah satu kekei genkai klan Hyūga yaitu Byakugan. Dan keduanya sama-sama mengenakan OverCoat berwarna Hitam dan bergambar awan merah yang sedang asik menyaksikan salah satu rekannya terpanggang.
"Apa itu tidak berlebihan Naruto, ini area publik?" Tanya Rekan Naruto yang belum diketahui latar belakangnya yang bernama Dreyōka.
"Tidak, ini tidak akan membuatnya mati!" Balas Naruto dengan teriakan.
"Biarkan saja dia Dre! Aku ingin tau sehebat apa keabadian Hidan?" Sambung seseorang disamping Dreyōka sebut saja Kakuzu.
Dan hasil dari kobaran api yang Naruto hasilkan dari hembusan nafasnya adalah kobaran api yang membakar sebagian arena Judi kelas atas ini dan kepulan asap tebal. Dan perlahan-lahan asap tersebut menghilang menampakan Hidan yang mengalami luka bakar hebat pada bagian dada kiri hingga pergelangan tangannya.
"Luar Biasa, Ini SANGAT SAKIT SIALAN!" Teriak Hidan dengan berpose seolah olah ia senang padahal sebaliknya.
Naruto tersenyum memang benar lawannya kali ini super kebal. ia tidak akan mati kecuali ia diubah menjadi abu atau kepala dan badannya dipisahkan. Kemudian Naruto melihat Hidan berlari sambil mengayunkan Sabitnya kearah Naruto.
Hidan mengarahkan sabitnya kearah atas kepala naruto, tetapi naruto dengan mudah mengelak dan berhasil menghindari serangan tersebut. terua menyerang dengan sabitnya, Hidan melihat Naruto terus berjalan mundur sambil terus menghidari serangannya hingga hampir menabrak dinding dibelakangnya.
Hidan melihat Naruto menabrak dinding dibelakangnya. Naruto menoleh sebentar dan itu dimanfaatkam oleh Hidan. Hidan langsung membacok bagian pinggang kiri Naruto dan menyebabkan robekan keci pada OverCoat dan Luka kecil dan mengeluarkan darah. Hidan melihat ujung Sabitnya, dan ia melebarkan senyum diwajahnya.
Hidan Menjilat darah yang berada diujung sabitnya. Ia merasakan rasa yang baginya sangat nikmat dimulutnya. Naruto sendiri ia langsung memegang pinggangnya yang terkena serangan Hidan.
Naruto merogoh kedua kantung Kunai yang berada dikiri dan kanan pinggangnya. Naruto mengeluarkan 2kunai standar dan langsung melesat menggunakan Hiraitoningusin(+) dan langsung muncul dihadapan Hidan.
Jraaash!
Dada kanan Hidan Tertembus kunai yang dialiri Petir berwarna Merah yang menembus dada Hidan yang mengeluarkan banyak darah didada Hidan. Hidan tersenyum sambil memgeluarkan darah segar dari mulutnya. ia sangat ingin membunuh orang dihadapannya sekarang ini tapi ia merasakan sakit luarbiasa pada dada kanannya ketika Naruto menarik keluar Tangannya dari dada sebelah kanan hidan yang sudah berlubang.
Naruto langsung mengingat sesuatu, sesuatu yang sangat ingin ia lupakan yaitu kematian Naomi. karena ia membuat lubang yang hampir sama seprti lubang pada dada Naomi–Mayat Naomi lebih tepatnya yang ditemukan mengambang didanau klan Uchiha.
Melihat lawannya terbengong menatap dadanya yang berlubang ia merasakan sudah saatnya ia mengunakan jutsu pamungkasnya. ia mengambil bebrapa langkah mundur dan menggambar suatu pola segitiga yang dilingkari sebuah lingkaran sempurna menggunakan darahnya menggunakan Kedua kakinya.
Hidan melebarkan senyumnya. akhirnya ia bisa menunjukan aksinya kepada orang yang telah memaki tuhannya. "Kau akan mati keparat!" Teriak Hidan sambil mengambil sebuah tombak pendek dan langsung menusukan tombak tersebut kepahanya sendiri.
"Akhh! INI BENAR BENAR SAKIT!"
Naruto yang masih terbengong tiba-tiba merasakan sakit luar biasa pada kaki kirinya. tepatnya pada paha kirinya yang langsung mengeluarkan darah secara tiba-tiba. Naruto langsung menatap Hidan yang tengah menusukan Sebuah tombak pendek ke paha kirinya. ia baru mengingat sesuatu tentang Hidan yaitu ia memiliki sutu kemampuan unik seprti kempuan ilmu Vōdō yang akan berakibat kepada yang darahnya dikonsumsi oleh si pengguna yaitu Hidan.
Masih memegang lututnya Naruto juga sudah menyadari sesuatu ia harus mengeluarkan Hidan dari lingkaran Ritualnya. namun Naruto juga kesulitan bergerak karena ia merasakan sakit pada kakinya. akhirnya ia memutuskan menggunakan sebuah kunai bermata tiga dan ia lempar asal dan langsung menghilang dan muncul di hadapan Hidan untuk kedua kalinya dan langsung membawa hidan Keluar dari lingkaran Ritualnya.
Begitu sampai pada letak kunai yang naruto lempar secara asal, yaitu didepan bar, Naruto langsung mengarahkan Kunai bermata tiga kearah Leher Hidan sebelum dihentikan oleh ratusan lembar kertas yang menahan pergelangan tangannya.
"Kau sudah tau perturannya bukan? Naruto" Terdengar suar permpuan yang lumayan Naruto kenal dari arah belakang Naruto.
"Selalu disaat yang tepat, Konan." Balas Naruto sambil melihat Konan dari ujung matanya.
"Heyy! kenapa berhenti teruskan! tidak ada ampun untukmu! Dewa Jashin akan memberi azab bagi mu Sialan!" Teriak Hidan kepada Naruto yang memasukan kembali kunai bermata tiganya.
"Kau kalah 2 kali oleh Naruto, Hidan, menyedihkan!" Ujar seseorang dengan suara tertahan.
"Tutup mulut mu Kakuzu!" Balas Hidan dengan teriakan.
"Pain tidak akan senang bila ia mendengar ini Naruto, Hidan!" Ujar Konan sambil menyatukan lagi tubuhnya dngan ratusan lembar kertas. "Cepat Bereskan diri kalian dan kalian harus berkumpul di Markas utara" Lanjut Konan kemudian berjalan Keluar dari Arena teesebut.
Dreyōka tersenyum meningat kejadian serupa beberapa tahun yang lalu pada saat dirinya dikalahkan oleh Naruto. "Ayo kita kembali, leader-sama sudah menunggu."
.
.
.
.
.
TBC!
AN: Yoo! I'm back :p gimana chapter ini, bagus, jelek, atau apa, kalau jelek atau ada Typo harap maklum karena saya membuat Chapter ini di Bus Kota P.9.A arah Jatinegara menuju Senen jam setengah enam pagi menuju sekolah, jadi maklum aja kalau ada kesalahan :p
Dan Insya'Allah Chapter depan bakalan Time-skip 2 tahun langsuuuuuuuuung menuju Shippuden! Horeeee, Akhirnya Akatsuki Bergerak(Plak).
(+): Hiraitoningusin: Flying Lightning God.
.
.
.
.
.
Balasan Riview!
Alvinnvz: Yah kira-kira gitu :D
Akagami no Shanks: Udeh Lanjut. Kushira bakal ketangkep Akatsuki? Kira-kira ketangkep gak ya :D
Kang Delis: Makasih udeh bilang NNN keren :)
Jefri Hia-sama: Nah gitu dong manggil saya dengan nick-name saya :D Dan terima Kasih atas dukungannya :)
Nokia 7610 Muscle: udeh Next, dan jangan manggil saya kang ya, saya orang medan yang tinggal dijakarta :D
Ryuuga D Dragneel: Wah tebakan anda benar, udeh Next! :D
Rohimbae88: Pairnya Narusaku? Belum kepikiran, Lihat aje nanti. Jangan manggil saya SENPAI donk! panggil aje Caesar, Clown, atau nama asli saya juga Boleh :D
Kyoigneel: Kasian kenapa Mei ama karin? Pairnya RAHASIA :p No HAREM!
Kang Delis: Saya lumayan berpengalaman dalam urusan beginian jadi wajar aja kalo wanita marah sama seseorang yang udah ngambil sesuatu yang sangat ia jaga :/ Terima kasih udeh bilang NNN keren :D
Namikaze Nagato: Udeh Next! Dan tolong ye jangan manggil saya Senpai!
Iib. junior: Maaf kalau anda kurang puas karena jumlah kata-katanya, nanti per-chapter akan saya coba panjangkan semampu dan sekuat tangan saya ngetik ye :p
Hi Tsuki Rin: Maklum aja kalo ada TYPO orang ngetiknya make kalkulator dagang :D Udeh Next!
Uchiha kimcil: Lah?
cr4zyfic: Kalo akur itu masih menjadi rahasia :P Nasib karin? Yaah Gitu :p
ChristianAmrokuzan: SAYA AKAN USAHAKAN PERCHAPTER SAYA AKAN PANJANGKAN WORD-nye :D
Kainan: Makasih deh suka NNN, wordnye akan saya usahakan perchapter akan saya panjangkan.
Indah605: Udeh Lanjut! Makasih udeh bilang NNN keren :D
Lowkent20: Alurnye dijamin Beda, mungkin ada sedikit-sedikit kesamaan Alur dengan yang Cannon, yaiiya lah mana ada Author yang mau buat Fic yang alurnye sama kayak yang Cannon :/
Hi no Ketsui: Udeh Lanjutz! terima Kasih atas perhatiannye.
Gil88: Udeh Lanjut, emang NNN seru? Biasa aja ah :p
Terima kasih atas perhatian dan dukungan anda semua!
See Yaa!
