Chapter: 25 ~ Pertemuan dan Yonbi.
Rated: M
Disclaimed: Naruto © MK. Neo Namikaze Naruto © Afdhal ^^V
Warning: Gaje, Abal, OC, OOC, Ide pasaran, TYPO bertebaran, Lime+lemon, Fic menyebabkan iritasi mata dan Stroke.
≈WAKTU MEMBACA NEO NAMIKAZE NARUTO PASTIKAN RUANGAN TERANG DAN JANGAN MEMBACA TERLALU DEKAT, DAN JIKA SUDAH SELESAI MEMBACA, PEJAMKAN MATA, DAN GERAKAN MATA KE ATAS, BAWAH, KIRI, DAN KANAN SUPAYA MATA READER SEMUA TETAP SEHAT WALHAFIAT≈
Manusia sama saja dengan binatang
selalu perlu makan
Namun caranya berbeda
dalam memperoleh makanan
Binatang tak mempunyai akal dan pikiran
Segala cara halalkan demi perut kenyang
Binatang tak pernah tau rasa belas kasihan
Padahal di sekitarnya tertatih berjalan pincang
TAMPAR KIRI KANAN
ALASAN UNTUK MAKAN
PADAHAL SEMUA TAU DIA SERBA KECUKUPAN
HIMPIT KIRI KANAN
LALU CURI JATAH ORANG
PEDULI SAHABAT KENTAL KURUS KERING KELAPARAN.
IWAN FALS ~ OPINIKU.
Di sebuah gurun pasir terlihat dua figur. Satu figur memiliki rambut pirang panjang yang menutupi sebelah matanya dan memakai sebuah topi jerami yang menutupi kedua matanya. Dan satu figur lainnya memiliki badan besar dan berjalan dengan badan yang bungkuk memakai cadar untuk menutupi daerah hidung sampai dagunya dan juga memakai topi jerami sama seperti rekannya. Dan juga keduanya sama-sama mengenakan Over Coat berwarna hitam dengan aksen awan merah pada daerah tertentu.
Keduanya berjalan dalam keadaan matahari siang menyinari gersangnya pasir di perbatasan negara Angin menuju pusat kota dengan tujuan tertentu. Tujuan mereka tidak lain dan tidak bukan adalah menangkap Bijuu Ichibi yang bersemayam di tubuh sang pemimpin yaitu Kazekage Muda Gaara.
Keduanya sudah lama tau bahwa jinchuricki dari Ichibi yaitu Gaara kalah dari salah satu anggota lain dari organisasi yang menyebut diri mereka dengan sebutan Akatsuki yaitu Naruto. Bahkan Naruto juga bisa mengalahkan sang Bijuu itu sendiri. Keduanya jadi percaya diri karena menurut kepercayaan orang lain Ichibi lah yg terlemah dari ke-9 Bijuu yang ada.
"Sasori-Danna apakah tujuan kita masih jauh, aku sudah tidak tahan dengan panas disini, Hm." Ujar Figur yang diketahui bernama Deidara yang mengeluh tentang panas yang begitu menyengat.
"Tidak lama lagi kita sampai, sekitar 5 sampai 6 kilometer lagi kita sampai." Suara serak sosok yang bernama Sasori itu menjawab pertanyaan dari rekannya.
Deidara mengulas seringai di wajahnya dan mengeluarkan tangan kirinyame dari kantong yang berada di balik jubahnya dan membuat sesuatu dengan tangan kirinya. Dan setelah selesai Deidara melebarkan ke-5 jarinya dan terlihat ada semacam burung kecil berwarna putih terbentuk dari hasil perbuatannya dan dibawah kaki burun kecil tersebut ada semacam mulut lengkap dengan gigi dan jga lidah nya yang tengah menjilati burung kecil tersebut.
Deidara melempar burung it kebawah dan merapal segel dan tiba-tiba burung yan g tadiny kecil kini berubah menjadi besar. "Ayo Sasori-Danna lebih baik kita menaiki burung hasil seni buatan ku ini, Hmm." Ujar Deidara agar Sasori menaiki burung yang terbuat dari tanah liat itu agar cepat sampai ke tujuan mereka.
"Kau bilang burung payah mu itu adalah Seni, Deidara? Lebih baik aku berjalan menggunakan Karya seni ku ini." Balas Sasori dengan suara serak khas nya.
"Apa? Kau bilang ini payah! Baiklah aku saja yang naik kau berjalanlah!" Ujar Deidara kesal.
"Sampai kau meninggalkanku kau yang akan pergi duluan ke Neraka Dei, ingat itu." Ancaman diberikan oleh Sasori untuk deidara. Deidara hanya menganggukan ke pelan mengiyakan perkataan dari Seseorang yang ia panggil dengan sebutan Danna(Master)
.
.
Sementara itu figur lainnya yang sama-sama menggunakan Overcoat dari ketinggian buruk Hijau berparuh besar yang ia naiki menyaksikan pertarungan partner nya yang sedang berhadapan dengan Bijuu Yonbi.
Terlihat dari atas sepertinya partnernya dengan diselubungi makhluk Rohani raksasa berwarna Biru dengan wujud raja tengu, tengah Menginjak Yonbi dengan satu kakinya.
"Minato anakmu benar-benar luar biasa." Dreyoka bergumam tentang betapa hebat anak dari Yondaime Hokage Minato Namikaze Itu. Ia tau bahwa naruto tumbuh hebat seperti sekarang bukan dengan bantuan ayah dan keluarganya tapi dari hasil kerja kerasnya selama 17 tahu lebih Hidup naruto.
Sementara dibawah Naruto menarik ujung bibirnya, membuat sebuah senyum kecil di wajahnya. Ia merasaka chakra khusus mulai terasa ia tau bahwa Yonbi akan berubah.
"Kakazan"
Terdengar sebuah teriakan dan setelah itu muncul dari tanah yang di injak oleh Susanoo Milik naruto lava panas yang menyembur dari tanah.
Mau-tidak mau Naruto harus mengelak ia segera melompat dengan Susanoo yang masih menyelubungi tubuhnya kebelakang, menjauh dari lelehan lava yang dikeluarkan dari Yonbi yang sekarang sudah mengeluarkan ekor ke-4 nya.
Naruto merasakan ia harus sedikit bersenang-senang dan sebuah ide muncul di benaknya. 'Aku akan menjadikan Yonbi menjadi hewan peliharaanku, sama seperti yang Madara-sensei lakukan' Pikir Naruto tentang yang akan ia lakukan.
Naruto menghilangkan Susanoo yan menyelubungi tubuhnya dan menggulung lengan OverCoatnya hingga sebatas Siku dan langsung memasang kuda-kuda menyerang sekaligus Eternal mangekyo Sharingan yang sudah di aktifkan sambil mengulas senyum.
Dari penglihatan Naruto Yonbi nampak kesal disertai asap yang keluar dari hidung dan juga mulutnya. Sosok berwarna merah darah berekor 4 itu langsung melesat menuju ke arah Naruto berada. Yonbi langsung memukul daerah kepala Naruto tapi dengan lihai Naruto menundunk menghindari pukulan yang memiliki tenaga sangat besar itu dengan relatif mudah. Naruto langsung mengangkat dengkulnya keatas dan menendang Yonbi te p bagian dadanya dan langsung memukul wajah Yonbi tepat di wajahnya.
Seringai terlihat jelas di wajah Naruto. Memang ini lah yang ia suka, pertarungan jarak dekat. Apalagi musuhnya yang bisa dibilang sebanding dengannya. Naruto melihat Yonbi mulai bangkit dari jatuhnya dia akibat pukulan telak yang diberikan oleh naruto.
Naruto memegang gagang gunbainya setelah melihat Yonbi memusatkan Chak yang lumaya besar di mulutnya. Sepertinya Yonbi ingin menembakan Bijuudama atau semacamnya dalam jarak yang lumayan dekat.
Puluhan mini Bijuudama ditembakan oleh Yonbi dar jarak yang lumayan dekat. Naruto langsung melompat sambil menangkis Mini Bijuudama yan diarahkan kepadanya menggunakan Gunbai yang sudah dimodifikasi dengan Pedang Nuibari. Beberapa Mini bijuudama berhasil di elakan sementara lainnya ia bisa tangkis dengan Gunbainya. Dan naruto langsung melempar Gunbainya menuju Yonbi, lebih tepatnya ke arah Ekor Yonbi.
Dan tepat, ujung Gunbai yang adalah pedang Nuibari menancap tepat pada 1 dari 4 ekor Yonbi.
Rarwghhh.
Raungan kesakitan dikeluarkan oleh Yonbi. Naruto tersenyum dan memegang rantai Gunbai miliknya erat agar dia bisa memindahkan dirinya ke gunbai miliknya yang sudah dipasang segel Hiraisin. Dan tiba-tiba Naruto sudah berpindah tepat dihadapan Yonbi. Naruto langsung menatap Mata berwarna Putih itu dan kejadian selanjutnya Naruto langsung muncul ditempat berwarna biru dan di hadapan nya ada seekor kera raksasa yang tengah menatapnya tak suka.
"Grhhhh, Uchiha! Apa mau mu?" Tanya Yonbi dengan nada tak suka.
Naruto menarik ujung bibirnya membuat sebuah senyuman. "Tidak ada." Dan setelah itu mata besar yonbi tidak sengaja menatap Eternal Mangekyo Sharingan Milik Naruto.
Dan Selanjutnya yang Yonbi rasaka adalah isi kepalanya seperti blank semua hanya ada satu yang ada dipikirannya yaitu tuannya yaitu Naruto. Ia langsung membungkuk memberi penghormatan kepada tuannya.
"Naruto-sama." Ujar Yonbi dengan nada sopan kepada tuan barunya.
"Yonbi, kau mulai sekarang menjadi bidak milikku, mengerti?" Tanya Naruto sambil melipat tangannya didepan dadanya.
"Aku mengerti Naruto-sama." Balas Yonbi.
Sementara itu dari arah belakang Naruto terdengar suara langkah kaki seperti langkah orang berlari. Naruto menoleh kearah belakang dan ada seorang paruh baya tengah berlari ke arahnya. Mengarahkan tangan kanannya ke arah orang tua itu, naruto langsung mengucapkan "Bansho Tenin"
Dan kejadian selanjutnya tubuh orang tua itu langsung terbang menuju pergerakan tangan Naruto. Naruto mencekik leher dan menatap Orang tua itu dengan pandangan merendahkan.
"Banyak orang bilang bahwa kau adalah jinchuricki sempurna, tapi apa kau selemah ini? Kau payah orang tua sialan!" Ejek Naruto kepada Orang tua dihadapannya.
"Aku tidal peduli kau mengataiku dengan apapun, tapi kau akan kuhabisi jika tidak menghilangkan efek Genjutsu sialanmu itu pada Son!." Ancam Roshi kepada Naruto tidak peduli bahwa lehernya sedang dicengkram erat oleh Naruto.
"Son? Jadi Yonbi memiliki nama?" Tanya Naruto entah pada siapa. Lalu pandangan Naruto mendongak menatap Yonbi. "Yonbi sebutkan Namamu." Perintah Naruto.
"Namaku Son Goku." Balas Yonbi memperkenalkan namanya.
"Son Goku? Nama yang bagus untuk hewan seprtim?." Dan tatapan Naruto menuju ke arah Roshi. Naruto melempar badan Roshi dan langsung membuat segel tangan. "Mokuton: Shicuro." Ujar Naruto dan langsung muncul perlahan lahan sebuah kotak penjara kecil sekitar 2x2 meter.
"Sayang sekali seharusnya kau kubunuh, tapi jika kau ku bunuh maka Son juga akan Mati, lebih baik kau masuk kemari." Ujar naruto sambil memaksa Roshi masuk kedalam penjara kecil itu.
Dan Naruto keluar dari alam bawah sadar Roshi dan melihat Tubub roshi tergeletak di tanah. Berjalan dan meletakan tubuh Roshi ke pundaknya.
Awalnya ia ingin melompat sambil mengaktifkan Susanoonya. Tapi begitu merasakan Chakra yang ia sudah kenal ia mengurungkan niatnya.
"Lama tidak bertemu, Lava Girl." Ujar Naruto kepada seseorang dibelakangnya yang ternyata seorang Mizukage. Mei Terumi.
"Berengsek kau! Naruto turunkan tubuh Roshi atau kau akan ku habisi." Ancam Mei kepada Naruto yang dibalas senyuman memukau dari Naruto.
Pipi Mei sontak memerah melihat betapa menawannya senyuman naruto kali ini. Berbeda dengan bebrapa tahun yang lalu sekarang Naruto sudah banyak perubahan. Dan yang paling mencolok adalah rambut pirangnya sudah panjang(A-N: Rambut Madara Kecil) dan kulitnya sudah semakin sempurna dengan kulit Tan nya menambah ketampanan seorang Namikaze Naruto, mei harus akui itu.
"Kenapa Mei? Seprtinya kau begitu menikmati pemandangan yang sekarang kau lihat ini? Benar?" Tanya Naruto dengan Nada menggoda.
"D-diam kau! Kuperingati sekali lagi, turunkan tubuh Roshi atau kau akan kuserang?" Ancam Mei sambil memasang Kuda-kuda menyerang.
Naruto mengembuskan nafas, ia malas jika sudah melawan wanita, itu adalah pantangan untuknya. Naruto memfokuskan pandangannya ke arah kedua mata mei. Dan tiba-tiba tubuh Mei jatuh menimpa tanah. Mei merasakan pusing luar biasa dikepalanya, ia sadar ia baru saja di Genjutsu oleh Naruto.
Mei mendongak, menatap Naruto yang berjalan mendekat ke arahnya sambil membawa tubuh Roshi di pundaknya. Mata mei menatap biru saffir indah milik Naruto, satu-satunya mata yang membuatnya terbius indahnya pemandangan mata milik Naruto.
Tanpa sadar Naruto sudah duduk ditanah di samping tubuh Mei yang yatuh tengkurap. Mei merasakan tangan Kiri Naruto mengelus rambut merah panjangnya. Rasa yang sudah lama ia tidak rasakan. Rasa yang membuatnya begitu nyaman berada disamping seorang bernama Naruto.
"Bunuh aku." Suara Mei begitu saja keluar dari kerongkongannya.
Naruto membuat sebuah senyuman di wajahnya. "Kau tidak ingat apa yang kita bicarakan saat makan malam waktu itu Mei?" Tanya Naruto kepada Mei.
Mei mulai membuka kembali ingatannya tentang makan malamnya dengan Naruto.
Flashback.
Disebuah ruang makan mewah terlihat dua figur tengah asik menyantap masakan berupa Kare lezat buatan Mei yang merupakan Godaime Mizukage yang baru saja di lantik.
Mei menatap Naruto yang sedang melahap Nasi kare buatannya dengan lahap. Itu membuat ia senang mengingat sedikit orang yang sudah memakan masakan buatannya, itu pun hanya masakan biasa. Tapi beda dengan masakan yang satu ini. Mei membuat semuanya dengan perasaan yang mendalam dengan bumbu dan bahan-bahan spesial yang ada di Kirigakure khusus untuk pemuda dihadapannya ini.
Naruto yang merasakan dirinya diperhatikan secara Intens oleh Mei, menghentikan kegiatannya dan berbalik menatap Mei yang sedang menatapnya. "Ada apa?" Tanya Naruto kepada Mei.
Mei menggeleng pelan. "Kau makan seperti anak kecil, kau tahu itu." Ledek Mei kepada Naruto.
Naruto menaikan sebelah alisnya heran. Apanya yang anak kecil. Naruto memang sudah sangat kelaparan ia sudah dari pagi belum makan. Mengingat betapa lezatnya makasakan yang di buat oleh Mei, naruto tak ambil pusing dengan makan dengan cara yang sopan.
"Sepertinya orang sekuatmu hanya memiliki pantangan yaitu lapar, benar bukan Naruto-kun?" Tanya mei sambil menopang kepalanya dengan tangan kirinya.
"Tidak." Balas Naruto sambil menggelengkan kepalanya. "Aku hanya memiliki 1 pantangan yaitu aku tidak akan melawan Wanita!" Balas Naruto, lalu ia memasukan nasi kare dengan sendok kedalam mulutnya.
Mei tersenyum mendengar hal itu. "Benarkah? Kenapa kau tidak ingin melawan wanita Naruto-kun?" Tanya Mei.
Mata biru Naruto keatasa menatap langit-langit ruangan. Ia berfikir apa penyebab ia tidak akan melawan Wanita. "Hmm, mungkin karena pengalamanku mempunyai saudara yang begitu pengertian denganku dan seorang wanita yang tidak menganggapku ada." Jelas Naruto sambil membuka kenangan lamanya mengingat betapa menyenangkan dan menyedihkan kehidupannya dulu. "Atau Guruku yang begitu mengagumi seorang wanita dan balik begitu membenci wanita, entah karena apa." Jelas Naruto mengingat cerita yang pernah diceritakan oleh gurunya yang bernama Madara.
Mei menaikan sebelah alisnya. "Memang siapa wanita yang tidak menganggap keberadaan mu Naruto-kun?" Tanya Mei heran siapa wanita yang tidak menganggap keberadaan Naruto.
"Ibuku." Jelas, padat, singkat. Itulah jawaban yang naruto berikan untuk Mei.
Mei melebarkan matanya. Kaget ternyata seorang ibu punya perasaan seperti itu kepada anaknya. Ibu macam apa yang tega tidak menganggap anak secemerlang Naruto. Baru sehari bersama saja Mei sudah tau naruto begitu banyak memiliki kelebihan. Cerdas, kuat, dan yang terpenting tampangnya yang rupawan memiliki nilai lebih untuk diri mei terhadap Naruto.
Mei merasa tidak enak hati, ia telah menanyakan sesuatu yang pasti sangat pahit bagi hidup Naruto. "Maaf, aku tidak bermaksu–"
"Tidak apa, bukankan kenangan seperti itu harus di lupakan Mei. Ya sekaligus untuk pelajaran bagi dirimu kelak, jika memilik anak kau tidak boleh seperti itu. Kau harus seimbang untuk memberi kasih sayang kepada orang yang engkau sayangi. Kau mengerti Lava Girl." Tanya Naruto kepada Mei ditambah dengan senyuman khas seorang naruto.
Mei menggagukan kepalanya. Paham dan mengeri apa yang naruto katakan akan ia laksanakan. Ya ia begitu beruntung apabila anak yang naruto katakan tadi adalah anak mereka berdua. Memikirkan itu membuat pipi mei memerah, mengingat apa yang keduanya lakukan tadi sebelum mereka melakukan makan malam.
Naruto yang sudah menyelasaikan makakannya. Dan ia menatap Mei yang memerah. Ia heran kenapa hampir semua wanita pipinya memerah jika berad didekatnya. Apakah dirinya begitu menawan? Pikir Naruto. Itu bukanlah tujuannya. Tujuannya adalah mengikuti semua yang Madar rencanakan bukannya terlalu dekat dengan Wanita. Tapi jika Naruto terlalu serius untuk apa. Lebih baik ia bersenang-senang dahulu.
"Makananmu sudah Habis Naruto-kun? Mau tambah?" Tawar Mei untuk menambah Nasi dan mungkin beberapa tuangan kuah kare beserta daging pilihan.
Naruto mengangguk. "Tidak terlalu pedas ya." Ucap Naruto.
Flashback end.
"Kau ingat semua itu, lava Girl?" Tanya Naruto kepada Mei.
Semua itu Mei dengan jelas mengingat semua itu. Semuanya. Mei dengan tenaga yang terasisa mencoba menggerakan tangannya. Tangannya menggenggam erat tangan Naruto. Tangan yang ia ridukan. Begitu nyaman rasanya.
"Aku Mencintaimu, Naruto-kun."
Mei mengatakan hal yang baru 2 kalia ia ucapkan seumur hidupnya kepada orang yang sama Yaitu Naruto. Tangan halus milik Mei merasakan tangannya digenggam dengan erat oleh Naruto. Ia tidak tau apa yang terjadi setelah ini. Ia sudah siap jika ia akan dibunuh oleh Naruto. Ia sudah pasrah. Ia menggerakan tangannya saja sangat susah.
"Begitu... kata-kata itu." Ujar Naruto setelah perasan yang begitu membuatnya seperti... Merinding... ketakutan. Entah oleh apa. Ia tidak takut oleh siapapun atau apapun didunia ini. Tapi kenapa kata-kata kosong seperti itu yang tidak memiliki makna dan maksud sama sekali bagi dirinya tapi begitu membuat sakit sekaligus sesak didadanya.
"Aku tau kau tidak akan melawan apalagi membunuh seorang Wanita. Tapi, kali ini kumohon... Bunuh aku Naruto-kun." Kata-kata itu ia keluarkan berbarengan dengan air matanya menetes deras dari mata indah Mei. Begitu sakit baginya mekatakan itu. Ia hanya sanggup menangisi hal yang sangat berarti untuk dirinya. Kembali seperti dulu dimana Mei kecil yang cengeng.
Genggaman tangan Naruto mengerat. Sampai mei merasakan sakut pada pergelangan tangannya. "Aku ragu akan hal itu, Mei." Dengan tangan kanannya Naruto menghapus aliran air mata Mei. Dan meletakan anak Rambut di balik Kedua kupingnya. Mengelus pipi yang dari tadi masih memerah itu. Dan kemudian berdiri.
"Lihat Mei ANBU dan Ninja kirigakure sudah datang. Ini saatnya aku pergi, genjutsu itu hanya membuatmu seperti itu hanya selama 1 jam dan setelah itu kau bisa beraktifitas sepertu biasa." Jelas Naruto kemudian membawa tubuh Roshi di pundaknya. "Selamat tinggal Mei. Ingat kau harus menjadi wanita kuat dan setelah itu... kau harus membunuhku, Lava Girl." Dan setelah mengatakan itu Naruto mengaktifkan Susanoonya dan kemudian terbang menuju Dreyoka yang sedari tadi terbang berputar-putar diatas.
"Reuni yang mengharukan, benar bukan Naruto." Tanya sambil menggoda Dre kepada Naruto. Naruto langsung melempar tubuh Roshi ke arah Dre.
"Diam kau, cepat kita akan ke Kaze no Kuni." Ujar Naruto.
BERSAMBUNG!
Panggilan dari Gunung
Turun ke lembah - lembah
Kenapa nadamu murung
Langkah kaki gelisah
Matamu separuh katup
Lihat kolam seperti danau
Kau bawa persoalan
Cerita duka melulu
Disini, menunggu
Cerita yang lain
Berapa lama diam
Cermin katakan bangkit!
IWAN FALS ~ PANGGILAN DARI GUNUNG.
