Chapter: 27 ~ Deidara V Gaara.

Rated: M

Disclaimed: Naruto © MK. Neo Namikaze Naruto © Afdhal ^^V

Warning: Gaje, Abal, OC, OOC, Ide pasaran, TYPO bertebaran, Lime+lemon, Fic menyebabkan iritasi mata dan Stroke.

WAKTU MEMBACA NEO NAMIKAZE NARUTO PASTIKAN RUANGAN TERANG DAN JANGAN MEMBACA TERLALU DEKAT, DAN JIKA SUDAH SELESAI MEMBACA, PEJAMKAN MATA, DAN GERAKAN MATA KE ATAS, BAWAH, KIRI, DAN KANAN SUPAYA MATA READER SEMUA TETAP SEHAT WALHAFIAT≈

Manusia sama saja dengan binatang

selalu perlu makan

Namun caranya berbeda

dalam memperoleh makanan

Binatang tak mempunyai akal dan pikiran

Segala cara halalkan demi perut kenyang

Binatang tak pernah tau rasa belas kasihan

Padahal di sekitarnya tertatih berjalan pincang

TAMPAR KIRI KANAN

ALASAN UNTUK MAKAN

PADAHAL SEMUA TAU DIA SERBA KECUKUPAN

HIMPIT KIRI KANAN

LALU CURI JATAH ORANG

PEDULI SAHABAT KENTAL KURUS KERING KELAPARAN.

IWAN FALS ~ OPINIKU.

.

Malam hari di Sunagakure, terlihat sebuah burung berwarna putih terbang dari ketinggian Sunagakure. Dan di atas burung tersebut ada seseorang pria berambut pirang panjang yang tengah mengamati sesuatu.

Deidara, nama dari pria berambut pirang itu tengah mengintai shinobi dari atas burung yang terbuat dari tanah liatnya.

"1, 2, 3, 4..." Gumam Deidara menghitung beberapa Ninja Suna yang berjaga di sekitar gedung Kazekage. "Hanya ada 4...Hm" Lanjut Deidara.

Deidara merogoh 2 kantung tanah liat yang berada di samping kiri dan kanan Pinggangnya. Ia membuat 4 semacam laba-laba kecil. Ia menjatuhkan 1 per 1 laba-laba ke arah penjaga.

Deidara membuat segel tangan.

Dan ke 4laba-laba yang sudah berada di atas bahu masing-masing penjaga itu menjadi besar.

"Apa ini?!" Ucap seorang penjaga sambil berusaha menjauhkan laba-laba tersebut dari bahunya.

"Katsu"

Dan Blarrrr. Secara bersamaan ke 4 laba-laba tadi langsung meledak bersama para penjaga tersebut. Dan Deidara langsung melesat turun dan ia langsung melompat turun menuju sebuah gedung. "Penysupan sukses!" Gumam Deidara. Dan Deidara terkejut setelah ia menatap orang yang ada di hadapannya yang tak lain adalah Sang Kazekage, Gaara.

Deidara langsung menghindar dari serangan pasir yang Gaara arahkan kepadanya. "Hmm.." Dan Deidara langsung melompat kebelakang menuju burung tanahliatnya.

Serangan pasir Gaara terus menyerangnya tapi dengan lihai Deidara bisa menghindari semuanya. Dengan kecepatan penuh Deidara terbang menjauh keatas. Sementara di belakang Gaara juga ikut terbang dengan bantuan pasirnya.

"Jinchuricki Ichibi.." Gumam Deidara sambil berhadapan langsung diatas ketinggian dengan Gaara. Sementara mulut pada kedua tangannya terus mengunyah tanah liat pada kantong di kedua pinggang deidara. "Bagaimana kau tau bahwa itu aku..Hm?"

Gaara melipat kedua tangannya didepan dada. "Di padang pasir seperti ini, tidak ada burung seperti itu." Jawabnya.

"Aku rasa aku salah menyusup masuk ke suna..Hm" Ujar Deidara. "Tapi bagusnya, aku tidak perlu lagi mencari dirimu lagi."

Tanpa aba-aba Gaara langsung menyerang Deidara. Dan deidara langsung menghindar menjauh. Sementara ke dua mulutnya juga sudah selesai mengunyah tanah liatnya.

Daeidara kaget begitu menoleh kebelakang. Serangan pasir yang sangat besar menyerupai tangan mendekat kearah Deidara. Tapi dengan kecepatan tinggi Deidara dapat mengelak dari serangan pasir milil Gaara.

Deidara yang sudah selesai membuat 2 ekor burung yang terbuat dari tanah liat dan langsung melempar ke dua burung tersebut kearah Gaara. Tapi Gaara segera membuat semacam tangan pasir dan berusaha menangkap ke dua burung tersebut. Tapi semuanya gagal, dengan lihai kedua burung tanah liat itu menghindari tangkapan dari tangan pasir tersebut.

"Yang ini jau lebih cepat!" Teriak Deidara.

Bofft..

Kedua burung tersebut membesar dan melesat menuju gaara.

"Katsu!"

Deidara meledakan kedua burung tanah liatnya tepat dihadapan Gaara. Deidara menatap dengan serius kepulan asap pekat tersebut. 'Pelindung pasir' Batin Deidara melihat serangannya gagal.

Sangkin fokusnya menatap Gaara Deidara sampai tidak sadar ada sebuah serangan menuju kearahnya. "Ini buruk!" Ujar Deidara saat tangan kirinya telah ditangkap oleh pasir Gaara.

Boom!

Didalam semacam tangan pasir milik Gaara terdengar suara ledakan yang mengakibatkan hancurnya tangan kiri milik Deidara. Dan ternyata Deidara meledakan tangannya sendiri dan ia langsung terbang menjauh.

Gaara yang berada didalam kubah pasirnya yang mulai hancur, ia menggenggam tangan Deidara dengan pasirnya dan menghancurkanya.

"Aku hanya punya sedikit tanah liat yang tersisa, ini hanya cukup untuk 1 kali serangan." Ucap Deidara sambil mengumpulkan tanah liatnya.

Sementara itu, dari bawa Kankuroo mengetahui siapa yang sedang berhadapan dengan Gaara. "Dari apa yang aku lihat sepertinya lawan dari Gaara adalah Akatsuki." Ucap Kankuroo sambil terus memperhatikan Deidara.

"Semuanya! Bersiaplah kita akan memberikan bantuan untuk Kazekage!" Teriak Kankuro.

"Baik Kankuro!"

Sementara itu Kankuro juga memikirkan satu hal yang mungkin akan terjadi yaitu, bangkitnya Shukaku. Tapi sepertinya hal itu tidak akan terjadi mengingat Gaara sudah berubah, ia tidak lagi menunjukan sikap dinginnya pada penduduk desa. Itu semua karena karena ia ingin dihormati semua orang.

.

Diatas Deidara membuat sebuah replika dirinya dengan tanah liat hanya dengan satu tangan dan ia siap melempar tanah liat itu kebawah, ke arah Desa.

"Aku akan menghancurkan desa ini, Bagaimanapun kau lebih kuat dariku, sama halnya Sasori-danna... aku sudah bosan melihat wajah tanpa perasaanmu itu!" Teriak Deidara. Dan setelahnya Deidara menjatuhkan replika dirinya yang terbuat dari tanah liat ke bawah.

"Hehehe... Dari semua boneka yang aku buat, seni ku yang spesial adalah itu, no:18." Ucap Deidara memamerkan seni andalannya. "Seni yang memiliki level paling tinggi dari Chakra C3 yang dimasukan, Ledakan adalah Seni!" Teriak Deidara menyuarakan Jargom andalannya.

Gaara dan penduduk dibawah tampak kaget melihat boneka itu jatuh kebawah.

"Ini buruk! Semuanya menjauhlah!" Teriak Kankuro memperingati warga desa agar menjauh

"Kau terlambat!" Deidara bersiap untuk meledakanya dan Deidara membuat sebuah segel tangan . "Katsu!"

Boommm!

Dan ledakan dahsyat pun terjadi.

"Hehehe..." Tawa Deidara senang karena hasil karyanya.

Sementara itu tak jauh dari Deidara, Gaara terlihat kehabisan Chakra. Deidara terkejut melihat pasir yang sangat besar telah melindungi desa dari ledakan besar tadi.

"I-ini..."

"Pasir penghalang!"

"He-hebat, ia bisa menciptakan pelindung yang sangat besar!" Para Shinobi suna nampak senang karena Kazekage mereka berhasil membuat pelindung yang melindungi desa.

Sementara diatas, Gaara benar-benar kelelahan karena kehabisan Chakra karena membuat perisai besar tadi.

Sementara itu Deidara bergerak dengan kecepatan penuh menuju kearah Gaara. "Baiklah, ia sudah ku arahkan!"

Sementara itu Gaara tampak Kaget melihat seekor burung tepat berada didepannya.

"Katsu!" Dan Deidara langsung meledakan burung tersebut.

Duarrr!

Ledakan pun tercipta akibat meledaknya burung tersebut tepat dihadapan Gaara. Asap pekat mulai menghilang dan tampak Gaara telah melindungi dirinya dengan pasir.

'Seperti dugaanku, ia sangat cepat membuat pelindung seperti itu.' Batin Deidara. "Yehh! Tepat seperti dugaanku."

Sementara itu satu per satu laba-laba kecil yang terbuat dari tanah liat mulai masuk kedalamnya dan Gaara yang menyadari hal ini tidak bisa berbuat apa-apa lagi. 'Sial' batin Gaara.

Blaarr!

Laba-laba itu meledak didalam kubah pasir Gaara. Sementara pasir Gaara mulai Jatuh.

Senyum tercipta diwajah Deidara. "Hehehe, tentu saja kau menghancurkan tanganku, tapi aku mengambil kesempatan itu dan aku memakan beberapa pasirmu dan menaruhnya kembali setelah ledakan tanah liatku terjadi." Ujar Deidara sambil mengingat rencana yang ia lancarkan saat Gaara menghancurkan tangan kirinya. 'Kau menggunakan pasir untuk melindungimu dari bahaya.' Pikir Deidara lagi.

'Aku merencanakannya dan melakukan cara itu.' Pikir Deidara. 'Tapi jika aku meledakan seni ku dekat denganmu, maka kau harus menggunakan pasir yang berada dalam gentongmu itu yang kau gunakan untuk menghancurkan tanganku.' Pikiran Deidara terus berlanjut.

Sementara itu, pelan tapi pasti pasir Gaara mulai berjatuhan.

"Gaara!?" Teriak Kankuro melihat Gaara yang terjatuh.

Dan Gaara pun terjatuh karena kehabisan Chakra dan menerima

efek ledakan tadi. Dengan kecepatan

tinggi Deidara terbang dengan burung tanah liatnya menangkap tubuh Gaara.

"Kau Kazekage yang hebat, menggunakan sedikit Chakramu untuk melinduni desa." Ucap Deidara. "Tapi cukup sulit juga untuk tidak membunuhmu. Tapi apapun itu, tugas ku sudah selesai." Lanjut Deidara sambil terus terbang menuju tempat Sasori menunggunya.

.

Sementara dibawah kankuro terlihat panik melihat adiknya yang seorang Kazekage telah di kalahkan oleh anggota yang menamai diri mereka akatsuki. Kankuro berlari tapi diikuti oleh seorang Jounin suna.

"Kau mau kemana Kankuro?" Tanya Jouni itu sambil mengikuti kankuro.

"Kau jangan mengikutiku! Cepat kau buat tim pengejar dan kejar dia secepat mungkin, lalu kirimkan pesan kekonoha dan cepat informasikan tentang situasi ini!" Perintah Kankuro kepada Jounin disebelahnya. Dan jounin tersebut mengangguk dan berputar arah menuju pusat kota.

.

Sementara itu malam di kediaman Namikaze, terlihat seorang gadis tengah bercanda dengan seorang bayi berambut pirang. Gadis berambut merah panjang sepunggung itu tengah menciumi perut bayi berambut pirang tersebut.

"Ruko-chan! Ruko-chan!"

Kata kata yang dikelurakan sang kakak membuat adiknya tertawa melihat tingkah sang kakak. Namun tiba-tiba ia merasakan sesuatu. 2 hal yang ada dipirkannya adalah 1 dan 4. Entah apa itu. Tapi ia merasakan sesuatu yang buruk. Ia langsung menatap wajah Adiknya, Naruko. Sangat mirip dengan Naruto kakaknya. Ia jadi teringat akan kakaknya. 'Onii-chan, apakah kau tau kita mempunyai anggota keluarga baru, sangat mirip dengan mu, rambut pirang dan matanya biru sama denganmu, tapi dia cewek sama seprtiku. Apa kau tidak ingin pulang? Melihat adik kita?' Batin Kushira berharap Kakaknya, Naruto pulang bersama mereka kembali.

Tanpa disadari rambut atasnya diusap oleh tangan seseorang. Dan Kushira berbalik menatap orang di belakangnya dan ternyata itu adalah ayahnya, Minato yang menatapnya dengan tersenyum. Pria 39 tahun itu duduk di kursi samping Kushira dan mendekatkan badannya dengan Kushira.

"Kau merindukannya Kushira?" Tanya Minato kepada Kushira dan tatapan Kushira langsung menatap kearah Naruko yang menguap karena mengantuk.

"Sangat! Aku sangat merindukan Naruto." Ujar Kushira kemudian meletakan kepalanya di pundak sang ayah. Minato melingkari pinggang ramping Kushira. "Ayah adalah ayah yang buruk? Benar bukan Kushira?" Tanya Minato kepada kushira.

Kushira menggelengkan kepalanya. "Tidak, bagiku Tou-san adalah ayah terbaik!" Ujar Kushira kemudian bangkit dari duduknya. "Aku lelah Tou-san, baru pulang saja aku sudah berhadapan dengan Kakashi-sensei. Aku ingin Tidur!" Ujar Kushira sambil melambaikan tangannya pada Naruko.

"Yah kau tidur lah, besok hari setelah menyelesaika misi kita akan berlatih." Ucap Minato dan memberikan senyum terbaik pada Anaknya Kushira. "Ya Tou-san, Selamat malam!"

Bersambung!

Panggilan dari Gunung

Turun ke lembah - lembah

Kenapa nadamu murung

Langkah kaki gelisah

Matamu separuh katup

Lihat kolam seperti danau

Kau bawa persoalan

Cerita duka melulu

Disini, menunggu

Cerita yang lain

Berapa lama diam

Cermin katakan bangkit!

IWAN FALS ~ PANGGILAN DARI GUNUNG.

.

Hey Sekarang Neo Namikaze Naruto chapter 27 udehan muncul kan di Google? Haha? Gmana chap kali ini deh pusing pala ngetik jam 2 malam suntuk nih... tapi untuk reader setia itu mah masalah kecil. Niatnya pengen masukin adegan pertarungan Kakashi Vs Kushira+ sakura yah tapi gitu, males ngetik ulang soalnya tanpa sengaja laptopku ke-restar -_- Gomen Minna-sama! Oh iye deh pada nonton belom movie Boruto: Naruto the Movie? Film nya sumpah gak jelas! Bener kan! Apalagi ngeliat Sarada! Pengen muntah saya -_- tapi kerennya pas adegan Boruto marah-marah sama bundanya siapa lagi kalo bukan Hinata :* . Eh kenapa Jadi Curcol gak jelas. Oke segini dulu!

See ya!

afdaldis.

Balasan Riview?

Namikaze Atarashi: maaf baru di bales riviewnya :) Saya udah mau upload fic yang baru ada pertama didunia, yaitu fic dengan tema kehidupan yang sebenarnya pelajar jakarta. Gimana itu baru fic anti Mainstream. Mungkin aja ini fic bakal sukses? Iya saya tau gaya penulisan yang bikin suatu cerita bagus atau tidak bagus. Saya akan perbaiki kesalahan pada fic ini. Terima kasih atas sarannya :)

XavierLucifer87: iya udeh di Up :) Hadeh itu gak ada apaapa kok. Iya tentang kepulangan Kushira. Udeh lanjut!

Danielkeanumadegani: Yah sorry lagi enak2 baca Tbc. Ini deh lanjut.

Kurotsuhi mangetsu: Iya dong sekuat apapu pria ia pantang melawan wanita. Udeh Up nih.

Namikazeall: Udeh. Kira-kira naru balik lagi gak ya?

Mauriceandreane: Naruhina? Hinata dingin? Ide bagus ! Saya tampung semua pair yang minna san minta!.

Zowell 81 : Sorry No Incest!

: wah bagus deh. Lagu paling enak menurut dikau apa? Menurutku Sumbang dan Yakinlah! Iya Typo nya kayak nyamuk dirumah ane banyak banget!

Donquixote Tamao : Udeh lanjut Mas!

Antoni Yamada : Udeh lanjut! Saya tampung Naruhina atau pair apapun asalkan No incest dan No Yaoi!

Ryuki namikaze lucifer : Udeh Lanjut.

Indah605: Ganbatte itu semangat :) Udeh lanjut kakak :)

Uzumaki Alfi : Keren? Biasa aja keles-_- Sara? Liat aja entar :)

Kainan: Romance abal keles-_- Oke makasih yak :) Mei Konan? Liat aja entar

#Guest1: Udeh flash kan kayak Kamui Kakashi?

#Iwas: Udeh up nih brew.

#Guest2: Lah kok bawa2 sekolahan yak ;) Gini aja agustus kemaren Kampung jamet 7 kenapa di Harmoni? Masa lagi all base kalah sama Budut 21 orang?