Chapter: 30 ~ TEAM NARUTO.

Rated: M+×÷=

Disclaimed: Naruto © MK. Neo Namikaze Naruto © Afdhal ^^V

Warning: Gaje, Abal, OC, OOC, Ide pasaran, TYPO bertebaran, Lime+lemon, Fic menyebabkan iritasi mata dan Stroke.

WAKTU MEMBACA NEO NAMIKAZE NARUTO PASTIKAN RUANGAN TERANG DAN JANGAN MEMBACA TERLALU DEKAT, DAN JIKA SUDAH SELESAI MEMBACA, PEJAMKAN MATA, DAN GERAKAN MATA KE ATAS, BAWAH, KIRI, DAN KANAN SUPAYA MATA READER SEMUA TETAP SEHAT WALHAFIAT :)

Manusia sama saja dengan binatang

selalu perlu makan

Namun caranya berbeda

dalam memperoleh makanan

Binatang tak mempunyai akal dan pikiran

Segala cara halalkan demi perut kenyang

Binatang tak pernah tau rasa belas kasihan

Padahal di sekitarnya tertatih berjalan pincang

TAMPAR KIRI KANAN

ALASAN UNTUK MAKAN

PADAHAL SEMUA TAU DIA SERBA KECUKUPAN

HIMPIT KIRI KANAN

LALU CURI JATAH ORANG

PEDULI SAHABAT KENTAL KURUS KERING KELAPARAN.

IWAN FALS ~ OPINIKU.

.

Seorang wanita berambut merah berlari menyusuri lorong demi lorong rumah sakit sambil menggendong anak nya. Ia mencari seorang pria yang berstatus sebagai suami nya. Akhirnya ia menemukan kamar tempat suaminya berada, begitu ia masuk ia melihat ada Tsunade, Jiraiya dan ada seekor katak kecil berwarna biru yang tidak ia kenal.

Wanita itu adalah istri dari yondaime hokage, Kushina uzumaki. Kushina melihat bahwa suami nya di perban pada bagian dadanya. Ia mendekati suami nya. Ia meletakkan anaknya yang bernama Naruko di samping Minato.

"Kau kenapa?" Tanya Kushina kepada Minato sambil menggenggam tangan suaminya.

Sementara dibelakang Jiraiya berusaha mengalihkan pembicaraan. "Ah, Kushina Minato tidak apa-apa, ia hanya kelelahan." Bohong Jiraiya kepada Kushina agar tidak tau cerita sebenarnya.

"Aku tidak tanya kau Jiraiya! aku bertanya Dengan Minato." Balas Kushina.

Minato tersenyum, ia menoleh menatap anak ketiga nya Naruko Namikaze. Meskipun perempuan, Dia benar-benar mirip dengan Naruto. Dan ia membalas genggaman tangan Istrinya, ia gagal menepati janjinya pada Istri dan juga anak nya untuk memulangkan kembali anak pertama mereka, tetapi ia gagal, bahkan ia hampir mati di tangan anaknya sendiri.

Minato menatap Kushina. "Yang Sensei katakan itu benar Kushina, aku hanya kelelahan. Aku tidak apa-apa. " Balas Minato.

Kushina mengeraskan genggaman tangannya pada suami nya. "Aku ingin jawaban jujur Minato, lagipula jika kau hanya kelelahan, mana mungkin dadamu di perban. Aku ingin kau jujur." Tegas Kushina memaksa Minato agar memberikan jawaban yang jujur.

Masih dengan senyuman, Minato menggelengkan kepalanya. "Aku hanya kelelahan Kushina, percayalah aku hanya kelelahan." Lagi, Minato berbohong kepada Kushina, karena itulah yang terbaik, dan juga mana mungkin ia menjawab kalau dirinya hampir tewas oleh Naruto.

"Aku bilan—

'Poof' Perkataan Kushina terhenti setelah ia mendengar ada suara jutsu pemanggil di hadapan Katak berwarna biru itu.

Setelah asap tersebut menghilang, terlihat ada seekor katak. " Minato, benarkah Naruto hampir membunuh mu? " Teriak katak yang baru datang itu.

Kushina mendengar itu. Tidak ia berharap ia salah dengar. "A-apa? Minato? Tidak mungkin?" Ujar Kushina dengan suara parau air mata mulai mengalir keluar dari matanya.

Tidak mungkin Naruto melakukan itu, bagaimanapun Minato adalah ayah dari Naruto, tidak mungkin Naruto ingin membunuh Minato. "Benarkah itu Minato? Naruto menyerang mu dan hampir membuat MU tewas? Jawab aku!" Paksa Kushina kepada Suaminya.

"Kushina tenanglah, Naruto tidak melakukan itu." Jawab Jiraiya dari arah belakang Kushina.

"-" Kushina diam, ia tidak menanggapi jawaban yang di jawab oleh Jiraiya. Begitu pula dengan Minato, ia tidak menjawab pertanyaan Istrinya.

Sementara Tsunade ia yang sedari tadi hanya diam angkat bicara. "Semua itu benar, Naruto menyerang Minato dan membuat Minato seperti itu. " Jelas Tsunade menjawab pertanyaan yang bukaan untuknya.

Kushina melebarkan matanya, tidak percaya akan jawaban yang di ucapkan oleh Godaime Hokage. "D-dia benar Minato?" Tanya Kushina kepada Minato.

Minato mengerucutkan bibirnya. "Tenanglah Kushi—

" Bagaimana aku bisa tenang mendengar kalau kau hampir tewas oleh Naruto, bagaimana? " Kushina berteriak memotong ucapan suaminya sambil mengeluarkan air mata.

Tangan Kanan Minato bergerak melepas genggaman tangannya, dan menggerakanjari telunjuk nya menahan bibir merah muda milik Kushina. "Ya, itu benar, aku gagal memenuhi keinginan mu dan Kushira untuk mengembalikan Naruto, maafkan aku." Dengan tangan kirinya ia memukul pelan, sangat pelan perut kecil Naruko agar tidak terbangun dari tidurnya.

-Sementara Itu-

"Aku akan ikut dengan kalian. Lagipula ini bersangkutan dengan cucu ku, jadi aku harus melakukan sesuatu untuk menghentikan cucu kesayangan ku itu." Ucap Seorang wanita tua yang berstatus sebagai Nenek dari salah satu anggota Akatsuki, Akasuna no Sasori.

"Oh, kau itu nenek yang tadi yang mengatakan kalau Kakashi-sensei yan—mmfff." Ucapan Kushira tertahan karena mulutnya di tutupi dengan tangan kiri Kakashi.

"Apa Anda yakin, ini misi yang sangat jauh, anda dengar sendiri kita harus ke arah selatan hingga mene–

"Tidak apa! Kau pikir dengan tubuh ku yang seperti ini aku tidak mampu, justru sebaliknya. Lagi pula ini bersangkutan dengan Kazekage, jadi aku harus ikut bersama kalian." Ucap Seorang Nenek bernama Chiyo yang memotong ucapan Kakashi.

Kakashi tersenyum dibalik masker nya, terlihat dari smile eye nya. Melepas pegangan pada bibir Kushira dan menganggukan kepalanya yang berarti ia memberi persetujuan untuk ikut mengajak Chiyo yang ahli dalam Kugutsu meskipun sudah dalam usia Yang terbilang sudah uzur.

Kushira berbalik bersama Sakura berjalan menuju gerbang besar Sunagakure diikuti Kakashi dan Chiyo. Baru beberapa langkah, dari arah belakang ada yang memanggil mereka.

Ternyata itu adalah Kankurou yang di bopong oleh kakaknya temari. Mereka berdua berjalan mendekat kearah Kushira. Kankurou bertatap muka dengan Kushira. "Aku tau di masa lalu, aku pernah ada gesekan dengan Konoha, tapi aku mohon, Bawalah Gaara kembali." Ujar Kankurou memohon agar mereka membawa kembali Gaara yang berstatus sebagai Kazekage desa Sunagakure.

Kushira membuat senyuman di wajah cantiknya. "Tenang saja, aku akan membawa kembali Gaara, itu sudah menjadi tugas kami–ttebare!" Ucap Kushira kepada Kankurou.

Temari tersenyum betapa baiknya gadis ini, dia adalah anak dari Yondaime Hokage, adik kembar dari Naruto Namikaze, orang yang dulu pada saat ujian Chunnin hampir membunuh Gaara, bahkan Gaara harus bertransformasi menjadi Shukaku sempurna dan itu juga Seorang bernama Naruto bisa mengalahkannya. Tapi gadis ini berbeda dari Kakaknya, ia adalah kebalikan dari Kakaknya.

-Sementara itu-

Di sebuah ruangan berwarna biru dengan banyak hiasan bunga-bunga terlihat ada seorang Wanita cantik berambut merah marun panjang tengah duduk di bangku kebesarannya didalam ruang kebesarannya, yaitu ruangan Mizugake.

Sambil membaca dan melihat buku yang ia pegang, di sampul buku tersebut Tertulis 'DAFTAR BURONAN' dan di halaman 3 adalah seorang Pria berambut Pirang dengan tatapan menoleh menatap kamera Dengan mata merah yang diketahui sebagai Sharingan menjadi top-of-the top buku Tersebut.

Namikaze Naruto.

Anak dari; Yondaime Hokage, Minato Namikaze, dan Istrinya; Kushina Uzumaki.

Memiliki seorang adik identik(kembar); Kushira Namikaze.

Asal; Konohagakure.

Umur;17

Kemampuan; Sangat baik dalam Jarak dekat, menengah. Memiliki 2 Kekei Genkai; Sharingan(Mangekyo), Rinnegan. Unsur elemen; Katon, Fuuton, Raiton, Suiton, Yoton, Mokuton.

Senjata; Kipas perang/Gunbai Hitam yang telah dimodifikasi dengan Pedang Nuibari.

Status; Sangat berbahaya, Masih Hidup, Anggota Akatsuki.

Harga buronan; 600.000.000Ryo(Hidup), Ryo(Mati)

Terakhir Terlihat; Mengalahkan Roishi(Jinchuricki Yonbi) dan Godaime Mizukage, Mei Terumi disekitar perbatasan Kirigakire.

Rekan; (Belum diketahui)

Pasangan; (Belum diketahui)

Mei membaca Buku daftar buronan terbaru, yang baru terbit 12 menit yang lalu, dan membacanya. Dan daftar utama nya adalah Pria yang masih ia cintai dan pria yang ia benci Naruto Namikaze. Semenjak ia tahu kalau Naruto seorang kriminal, ia menyewa sebuah tim yang merupakan satuan dengan anggota 4 pria dan 4 wanita.

Tapi harga yang sudah ia keluarkan sama sekali tidak menemui hasil. Ia merasa ditipu untuk kedua kalinya. Mei Berdiri dari duduknya. Dihadapannya ada seorang pria mengenakan rompi Jounin Kirigakure bernama 'Ao' dan rekannya bergigi tajam, salah satu dari 7 ninja pedang Kirigakure Chojuro.

Mereka berdua Khawatir pada Mizukage, ia hampir tewas oleh rekan lama Kirigakure, Naruto Namikaze. Seiring berjalannya waktu, terkuak fakta bahwa Naruto dan Rekannya adalah seorang Kriminal. Mizukage sangat marah, ia menyewa sebuah team untuk membawa Kepala Naruto kehadapannya. Dan selanjutnya Mizukage terus mencari tau keberadaan Naruto, dan akhirnya dia menemukan nya, dan hasilnya Mizukage di serang dengan Genjutsu.

"Ao, Chojuro, bersiaplah! Aku baru mendengar kabar ada pertarungan di Reruntuhan Rouran, kemungkinan itu Naruto, jadi kalian persiapkan diri kalian. Ao panggil Riku di gadis terkuat, ajak dia agar ikut dalam pencarian kita. ® ∆ tidak bisa diharapkan. Kalian bertiga ku beri waktu 30 menit untuk bersiap setelah itu, kembali kemari. CEPAT! " Teriak Mei kepada Ao dan Chojuro. 'Dan jika kita bertemu lagi, kau harus membunuhku Lava Girl' Kata-kata Naruto masih terbayang dalam benak nya.

Ia harus bisa, pasti bisa. Ia harus melakukan nya. Pertama ia akan melupakan semua yang Naruto Lakukan padanya, semuanya, kata-kata, sentuhan, ciuman panas, senyumannya, bahkan Blowjob mengenakan yang ia beri untuk Naruto Seorang, Semua itu harus ia lupakan.

-Rumah sakit Konoha-

Mata Kushina melebar, sudah mengalir deras air matanya keluar. Mendengar cerita tentang Anaknya yang 'Bertarung' dengan ayahnya, benar-benar membuatnya menjadi bukan apa-apa.

Jadi Anaknya sudah benar benar berubah. Tapi bagaimana pun ia akan melakukan cara untuk memberi kasih sayangnya kepada Naruto meskipun ia masih menjadi seorang kriminal, karena ia adalah anaknya.

"Bagaimana dengan Kushira, kecil bukan kemungkinan nya untuk bertemu Naruto." Tanya Kushina.

"Ya kau benar, dia berada di Suna. Lagipula tugasnya bukan untuk Naruto, jadi kecil kemungkinan nya." jawab Tsunade menjawab pertanyaan Kushina. "Kau tenang saja, Kushira baik-baik saja."

Kushina sedikit lega mendengar ucapan Tsunade tadi. Ia berharap Kushira baik-baik saja. Namun ia merasakan Minato menggenggam erat tangannya.

"Kau tenang saja, Kushira akan baik baik saja. Benarkan Naruko." Ujar Minato sambil menggoda bayi kecilnya ini. Naruko menggerakan kedua tangannya, sepertinya ia setuju dengan pikirannya bahwa kakaknya akan baik-baik saja.

Tapi Minato teringat akan orang yang ia temui dan ia lawan tadi. Orang itu adalah kakaknya. Bagaimana mungkin kakaknya masih hidup, dia bilang dia mencari kebenaran tentang Sharingan yang ia peroleh, dan ternyata Byakugan di mata kanannya adalah mata dari Hyuga Eiji. Kemungkinan ia mengambil dulu mata Byakugan Eiji dan membunuhnya, karena setiap orang dari Klan Hyuga terdapat segel yang melindungi anugrah yang terdapat hanya pada klan Hyuga saja.

Dan ia menduga pada saat ia bertarung dengan Inazuma, Naruto pasti sudah menghabisi Hiro. Hiro adalah Shinobi yang kuat. Kakaknya memiliki elemen api unik yaitu api berwarna biru, Namun Seichi menghilang hampir satu tahun yang lalu. Dan sekarang adiknya juga menghilang, tapi kemungkinan besar Hiro tewas ditangan anaknya Naruto.

-Disebuah tempat-

Terlihat sesosok pria besar bungkuk bercadar Hitam menutupi mulutnya, mengenakan Over Coat Hitam dengan aksen awan merah berjalan memasuki sebuah gua besar, pria yang dikenal sebagai Sasori, tidak itu bukan dirinya itu hanyalah kugutsu bernama Hiruko. Sasori yang asli berada didalam Kugutsu bernama Hiruko tersebut.

Setelah Sasori masuk, perlahan sebuah batu besar naik keatas menutupi Pintu Gua tersebut. Sasori melompat menuju jari tengah Gedo Mazo di samping Seseorang yang diketahui bernama Deidara, rekannya.

"Kenapa kau lama sekali Sasori-danna? Hmm." Ujar Deidara kepada orang yang ada di sebelah nya.

"Diamlah kau Deidara." Balas Sasori dengan suara Khasnya.

Sementara Pria bermata bulat mirip seperti mata ikan(bukan penyakit) memperhatikan seluruh objek yang ada dihadapannya. Ada 10, kurang Naruto, dimana dia. Rekannya Dreyoka/Inazuma ada tapi dimana Naruto. "Hey, Dre dimana Naruto?" Tanya orang tersebut kepada Dreyoka/Inazuma.

Orang yang dipanggil menoleh dengan Tampilan baru yaitu Byakugan dan Sharingan dengan pola 6 Segitiga yang mengelilingi Pupil matanya. "Dia akan kembali, dia ada urusan mendesak." Balasan yang di keluarkan menjadi jawaban juga bagi semua orang yang ada di masing-masing 10 jari tersebut, termasuk Pain, Ketua dari Akatsuki.

"Tapi kurasa ia tengah menangis, karena ia baru saja bertemu rindu dengan Ayahnya, seperti yang Zetsu katakan." Ucap seorang bayangan dengan sabit besar bermata 3 di punggungnya yang diketahui bernama Hidan.

Dreyoka/Inazuma tersenyum mendengar jawaban dari Anggota lain bernama Hidan tersebut. Ia melihat tidak ada rasa ragu sama sekali bagi Naruto untuk membunuhnya, kalau saja mereka berdua tidak dipanggil Naruto pasti sudah membunuh Minato, ayahnya sendiri.

-Dengan Naruto-

Ia berdiri menatap ke 11 Wujud dengan rambut yang sama yaitu Kuning dan memiliki Rinnegan di kedua matanya, dan tentu saja memakai Jubah Akatsuki. Ia sudah membuat sebuah team yang lebih kuat dari Pain, masing-masing dari mereka memiliki chakra sendiri.

Sekarang ia akan menguji coba teamnya, tes pertama ia memerlukan senjata, memang ia sudah memiliki Gunbai, tapi Gunbai itu bukan senjata untuk Ofensif, cenderung bertahan jika ia memakai Gunbai itu.

Dia sudah bertanya kepada Zetsu, apakah ada senjata yang bagus diluar sana. Dan tentu saja Zetsu tau.

-Flashback-

"Ada sebuah rumor mengenai pedang andalan Shodai Raikage Z(Oc) yang terbuat dari baja ringan impor dari dunia barat yang tak boleh di masuki oleh Shinobi, dan sebuah potongan Asteroid yang jatuh hampir seabad yang lalu. Tersimpan rapi disalah satu kuil di Kumogakure." Jelas Zetsu menjawab pertanyaan Naruto. Lalu Naruto bertanya apa hanya itu yang terbaik?.

"Ada semacam Tombak sepancang 32 Sentimeter terbuat dari baja Hitam yang ditempa sehingga menjadi sebuah gagang sepanjang 27 sentimeter yang di ukir relief-relief Khas Iwagakure. Oh ya bahan pegangannya sama seperti pedang Dreyoka, dan yang menjadi keistimewaan Tombak ini adalah Mata tombaknya yang jika patah akan tumbuh kembali dengan sangat cepat, dan juga gagang tombak tersebut jika di aliri sedikit chakra akan memanjang setara dengan 58 sentimeter dengan mata tombaknya menjadi 63 Sentimeter, kalau Tombak ini aku tidak tau tempatnya. Tapi yang pasti Di sekitar Tsuchi no kuni." Jelas Zetsu putih kepada Naruto.

"Jadi kau ambil yang mana?" Tanya sisi hitam Zetsu.

"keduanya"

-End of Flashback-

'Kalian bergerak, ambil pedang dan tombak dan bawa kepadaku, aku mau dalam waktu satu hari.' Ucap Naruto melalui telepati memberitahu ke 11 orang dihadapannya.

Dan ke-11 Wujud itu berjalan keluar dari tempat bernama Sengoku No habanaka. Tempat ia bertemu dengan Seorang pria tua yang ternyata adalah seorang Madara Uchiha yang telah memberikan Naruto banyak sekali hal-hal. Ia akan membalas itu dengan mewujudkan impian nya 'Tsuki no Me'

"Kenapa kau di sini Naruto." Ucap Seseorang Pria bertopeng spiral oranye.

"Tidak apa aku hanya mencoba mencari sesuatu benda yang bisa kupakai." Jawab Naruto kepada orang di hadapan nya.

"Apa maksudmu?" Tanya orang bertopeng itu.

"Hanya mencari 2buah senjata impor. Hanya itu" Balas Naruto.

-Bersama 11 Wujud Naruto-

Naruto memerintahkan agar membagi menjadi 2 team terpisah satu ke Iwagakure dan satunya lagi di Kumogakure.

Jadi 6 orang berpencar mencari kesetiap kuil, karena di Kumogakure Hanya ada 4 kuil seperti 4 arah mata angin yaitu Barat, timur, Selatan, Utara.

Ningendo ke kuil barat, sesosok pria berambut cepak berwarna Kuning, dengan jubah Akatsuki, ia memasuki Kuil itu secara santai, beberapa orang melihat orang ini menaikan alisnya melihat ada seorang pria berambut kuning memakai jubah hitam.

Beberapa biksu mulai curiga dengan kehadiran orang ini, jadi ia mendatangi pria berambut kuning tersebut. "Anda mencari sesuatu Tuan?" Tanya Biksu botak dengan hormat kepada jalan Ningendo.

Ningendo menoleh, menatap Biksu tersebut. "Apa kau tau tempat pedang peninggalan Raikage Z?"

Biksu tersebut menyipit kan matanya curiga. "Maaf, aku tidak tau tempat yang kau katakan." Balas Biksu tersebut.

Ningendo bergerak menendang tepat di lutut biksu tersebut hingga tulang lutut patah. Tangannya bergerak memegang kepala botak Biksu tersebut. "Cepat katakan, atau kau akan mati." Ancam Ningendo kepada Biksu yang menahan rasa sakit di tulang lutut nya.

"Demi kami-sama, aku tidak tau" Balas Jujur biksu tersebut.

Ningendo melakukan sesuatu, ia menarik keluar semua chakra dan jiwa orang tersebut. Jiwa berwarna biru transparan itu sudah di tarik keluar, dan benar orang ini tidak tau apa-apa.

Sementara Biksu lain melihat rekannya tewas mulai berdatangan menuju ke arah Ningendo.

Sementara di Kuil Selatan, Shurado masuk dan bertanya kepada seorang Biksu. "Apa kau tau Letak pedang Raikage Z?" Tanya Pria bermuka 3 berkulit Hitam dengan 2 Rinnegan di masing-masing wajahnya kepada segerombolan Biksu.

Dengan tegas Biksu tersebut tidak mengetahui letak pedang tersebut. Karena memang mereka tidak mengetahui letak pedang tersebut.

Shurado yang merupakan seorang Cyborg, membuka Jubah Akatsuki nya. Dan terlihat ada 6 tangan dan ia merapal segel. Dan muncullah kepulan asap. Dan dua tubuh terbang dengan api di bawah telapak kaki mereka dan langsung mengeluarkan banyak rudal dari Pundaknya.

Rudal-rudal Tersebut mengarah gedung Kuil tersebut. 'Blaar' Ledakan terjadi karena rudal mengenai target nya. Kedua Shurado yang masih di udara mengeluarkan masing-masing 1 pipa kecil di masing-masing telapak tangannya. Dari pipa tersebut keluar api besar, keduanya terbang sambil tersenyum membakar bangunan, pohon, dan beberapa Biksu yang masih hidup.

Dan dalam beberapa menit Kuil tersebut sudah rata dengan tanah. Shurado meratakan Kuil tersebut, dan hasilnya ia tidak menemukan apa-apa. Hanya asap dan runtuhan dan jeritan orang minta tolong terdengar di telinga nya.

.

Sementara di Kuil Utara Jigokudo dan Gakido juga mendapatkan hasil yang Nihil, Jigokudo sudah memanggil keluar raja neraka dan memaksa beberapa Biksu untuk buka mulut, tapi tidak ada yang menjawab jadi dengan menggunakan lidah raja neraka, ia menarik lidah Biksu hingga beberapa Biksu tewas.

Sementara Gakido tidak berbuat apa-apa ia hanya menemani Jigokudo mencari keberadaan Pedang tersebut.

.

"Katakan dimana Pedang nya berada?" Tanya seorang wanita muda bermata Rinnegan sambil menusukan besi hitam di pudak kiri Salah satu Biksu tersebut.

Biksu tersebut tidak bisa menahan rasa sakit ini lebih lama lagi. 'Maafkan aku Kami-sama' "Didalam, lantai bawah tanah ruang artefak." Ujar Biksu tersebut dengan suara khas orang menahan sakit.

Wanita pirang yang memiliki kekuatan Chikushudo itu menarik kesamping besi hitam tersebut hingga kepala Biksu tersebut putus, dan menggelinding kearah kakinya. Chikushudo mematahkan besi hitam dan melompat ke udara dan melakukan segel tangan.

.

Sementara Wanita berambut kuning bermata Rinnegan berdiri di pegunungan tertinggi di Kumogakure, ia berhasil. Salah satu anggotanya menemukan letak Kuil yang menyimpan Pedang Legendaris tersebut. Ia akan di summon oleh Jalan Chikushudo bersama yang lainnya.

.

Seorang Biksu berlari dengan terburu-buru dan menggedor pintu milik kepala negara Kumo yaitu Raikage.

Dari dalam seorang wanita pirang membukakan pintu. Begitu masuk Biksu tersebut langsung menjelaskan kalau semua Kuil di Kumogakure di masuki oleh segerombol pria dan wanita. Mereka mencari hal yang sama, yaitu Pedang Raikage Z. Dan semua Kuil sudah rata dengan tanah.

"Apa?" Teriak pria berotot besar yang menjabat sebagai Raikage ke-4 "Darui, Shin, kalian ikut dengan ku."

"Baik Boss."

.

Terlihat seorang Wanita berambut pirang sebahu, membawa sebuah pedang dan memasukannya kedalam Fuinjutsu penyimpanannya. "Naruto-sama akan senang dengan pedang ini. Ayo kembali."

Tendo, Chukushudo, 3 wujud Shurado, Ningendo, Jigokudo dan Gakido berjalan keluar Kuil. Mereka berdelapan telah keluar dan dihadapan mereka ada 3 orang dan yang di tengah adalah Raikage ke-empat.

Pria berbadan besar itu berjalan mendekati ke-delapan orang yang berada di hadapannya. "Kembalikan pedang itu, aku hanya memperingatkan satu kali." Teriak Raikage A kepada orang-orang di hadapannya.

Sementara Shin, ia tau mereka adalah Akatsuki. "Hey, Darui mereka Akatsuki." Ucap Shin kepada Darui.

Darui menoleh dan menganggukan kepalanya. "Aku juga sudah tahu." Balas Darui.

"Lebih baik kau cium pantat ku Keparat!" Teriak Tendo sambil mengacungkan jari tengah ke arah Raikage. Sambil tersenyum ia melihat kalau mereka sudah siap.

Shin mengangkat sebelah alisnya bingung, berani sekali ia melakukan hal yang sangat bodoh kepada Raikage.

Raikage melapisi tubuhnya dengan Chakra Petir dan membuat retakan di tempat yang ia pijaki. Raikage melesat, menghilang dan muncul di hadapannya. Tapi Wanita di hadapannya sudah mengarahkan tangan kiri nya.

'Shinra tensei'

Dan kejadian selanjutnya adalah bencana, Raikage, Darui, dan Shin terpental puluhan meter bersama puing-puing akibat Jutsu tersebut.

Raikage melihat lagi ke arah mereka dan melihat lagi-lagi wanita itu mengacungkan jari tengah ke arah nya untuk ke dua kalinya. Dan akhirnya mereka menghilang meninggalkan percikan kilat merah.

.

Kelima sosok berambut pirang sedang melihat sesuatu yang menancap di sebuah batu hitam. Dan itu adalah target mereka, tombak yang diperintahkan oleh tuan mereka agar membawakan tombak tersebut kedepannya.

Mereka sudah meratakan desa terisolir dari masyarakat dan mereka berhasil membunuh hampir semua penjaga & Ninja Iwa. Dan disini lah mereka didalam sebuah bangunan arsitektural yang berisi target mereka.

Pria berambut pirang yang berdiri di tengah-tengah maju untuk mencabut tombak yang menancap di batu besar berwarna hitam. Pria pirang itu melompat dan berdiri di atas batu besar berwarna hitam dan berjalan lalu memegang dan menarik tombak tersebut. Berhasil, tombak tersebut berhasil ditarik keluar dari batu besar hitam tersebut dan ke-empat orang berpakaian hitam dengan awan merah yang menandakan Meraka salah satu bagian dari Akatsuki.

Pria tersebut memberikan tombak tersebut ke salah satu wanita pirang bermata Rinnegan. Wanita menerimanya dan menyegel tombak tersebut dalam Fuin-nya. Mereka ber-lima berhasil, sudah saatnya mereka kembali.

Mereka berlima sudah berada di luar bangunan penuh dengan ukuran dan beberapa unsur khas Iwagakure dan berjalan santai menuju ke-enam lainnya team mereka yang sedang dalam perjalanan menuju ke arah mereka.

Dari bawah mereka melihat ada empat orang yang terbang di ketinggian, dari penglihatan ke-empat orang tersebut adalah Ninja Iwagakure dan pemimpin desanya Tsuchikage.

Ke-empat ninja Iwa mendekati target mereka yang sekarang sudah dekat dengan mereka. Mereka berjalan mendekati ke lima orang berambut pirang bermata ungu dengan pola aneh, tapi Tsuchikage tau kalau matau tersebut adalah Rinnegan dan mereka semua memakai sebuah kostum yang sama, awan merah mereka adalah Akatsuki, tempat salah satu mantan murid Tsuchikage yaitu Deidara.

Pria kecil itu menatap lima orang dihadapannya, bagaimana ada Doujutsu yang sama pada kelima orang di hadapannya ini. Pria di tengah ini seperti nya pemimpinnya, dengan potongan rambut hanya memperlihatkan mata kirinya ia yakin orang ini adalah yang terkuat diantara mereka berlima.

"Kalian Akatsuki sudah membuat sebuah keputusan dan perbuatan yang sangat bodoh! Apa yang kalian inginkan dari sebuah tombak itu?" Tanya pria bernama Oonoki yang berstatus sebagai Tsuchikage.

"Kami tidak menginginkan tombak itu. Ini untuk Naruto-sama." Jawab Wanita berambut pirang pendek sebahu yang berdiri paling kanan.

"Naruto? Anak dari Yondaime itu, kalian mempunyai pemimpin yang lebih bodoh dari kalian!" Tegas Oonoki.

Kelima orang ini tersenyum, dihadapannya ada seorang Tsuchikage yang menghina tuan mereka. "Ulangi kata kata mu tadi." Ucap pria yang berada di tengah dengan rambut menutupi sebelah matanya yang menpakan mata Kanannya saja.

Tsuchikage tersenyum. "Kalian mempunyai pemimpin yang sangat bodoh." Ucap Tsuchikage sambil tersenyum menuruti keinginan yang diajukan oleh pria dihadapannya. Begitu juga dengan ketiga orang di belakang Oonoki, mereka tersenyum. Mereka adalah cucu dari Oonoki, Kurotsuchi seorang wanita cantik berambut hitam pendek seleher mengenakan dress panjang berwarna coklat, dan satu pria bernama Iwaga yang berpenampilan besar berambut botak mengenakan celana hitam panjang dan jaket anti peluru Iwagakure, sementara satu lagi pria bernama kagaira pria berambut hitam tidak terlalu tinggi mengenakan celana panjang hitam dan jaket jounin anti peluru Iwagakure.

Namun pria bernama Kagaira terpental setelah tiba-tiba wanita berambut pirang pendek berada di belakang Oonoki dan siap berhadapan dengan Kurotsuchi dan pria botak bernama Iwaga. Wanita itu membuat segel tangan tikus dan di tangan kanan wanita itu muncul sebuah kilatan petir berbentuk kepala naga yang di arahkan ke Tsuchikage.

Iwaga yang melihat itu langsung membuat lapisan tebal tanah di kedua tangannya. Iwaga menangkap tangan kanan wanita itu dan memukul wanita itu. Tapi tiba-tiba wanita itu mengeluarkan pukulan yang sama dan mengarahkan nya kearah pukulan tangan Iwaga, kedua tangan itu beradu tangan kiri wanita itu beradu dengan tangan kiri milik Iwaga. Hasilnya lapisan tanah yang melapisi tangan Iwaga hancur dan Iwaga terpental beberapa meter.

Tsuchikage dan Kurotsuchi yang melihat itu menjauh. Kagaira bangkit dan berusaha menyerang wanita itu dengan Kunainya, tapi seorang pria dengan pedang yang terbuat dari elemen es menahan serangan Kunainya dengan hanya satu tangan kirinya saja. Pria pirang itu yang sudah di ketahui dulunya bernama Seichi membuat satu segel hanya dengan satu tangan.

"Katon: Komakai Kaki!"

Ucap Pria itu lalu meniupkan api dari mulutnya. Api itu sangat cepat Kagaira tidak sempat untuk menghindari serangan api tersebut, dan akhirnya membakar habis tubuh Kagaira.

Tsuchikage yang melihat itu marah. Ia merapatkan kedua telapak tangannya dan perlahan menjauhkannya, dan terlihat semacam segitiga kecil transparan yang nampaknya sangat berbahaya.

"Kalian akan mati, setelah itu tuan kali–" Oonoki tidak mampu melanjutkan perkataannya, karena ia tiba-tiba merasakan sakit pada tangan dan badannya. Dan itu menyebabkan Jutsunya gagal karena kehilangan Chakra. Ia merasakan bahwa tangannya digerakan begitu juga dengan cucunya, Kurotsuchi, Ia dikendalikan.

Tubuhnya dipaksa terduduk lemas dengan lutut sebagai penopangnya. Ia melihat satu lagi wanita menggerakkan tangannya yang menandakan bahwa ia yang telah mengendalikannya. Rasa sakit begitu terasa saat tangan dipaksa diletakan di pinggangnya dan ia melihat wanita itu bergerak bersama ke-4 rekannya.

"Kau tau itu tadi sangat berbahaya?" Ucap Wanita yang memiliki rambut ponytail pirang yang sekarang tengah mengendalikannya dan Kurotsuchi. "Sakit bukan, semakin kau lawan maka akan semakin sakit." Lanjut wanita itu.

Dan ia dan Kurotsuchi melihat ada sekitar enam orang memakai kostum yang sama. Seperti nya ia akan di habisi disini, tidak ia akan melawan. Pada saat ia akan melawan tiba-tiba saja semua anggota Akatsuki itu menghilang dan meninggalkan kilatan petir berwarna merah.

Dan Oonoki merasa bahwa ia tidak di kendalikan lagi. Ia segera berdiri dan melihat sekitar dan ternyata semua sudah menghilang. Semua anggota Akatsuki tersebut menghilang.

-Sementara itu dengan Naruto-

Naruto sedang duduk di sofa empuk berwarna hijau sambil menikmati secangkir kopi hangat buatannya sambil menunggu kedatangan pesanannya. Sekarang ia bersantai, sementara anggota lain sedang melakukan penyegelan Yonbi, dan Ichibi yang sudah tertangkap.

Ia paling tidak suka berkumpul bersama anggota lainnya apalagi berdiri sepanjang hari lalu menyegel Bijuu kedalam Gedo Mazo, itu sangat membosankan, lebih baik ia bersantai sejenak.

Meminum sedikit kopi nya ia melihat ada kilatan merah di hadapannya. Dan ia melihat sebelas orang berada dihadapannya. Naruto tersenyum, ini terlalu cepat. Belum genap 7 jam, tapi mereka berhasil mendapatkan keduanya.

Ke dua Wanita pirang maju dan mengeluarkan sebuah gulungan fuin dan berjalan mendekati Naruto. Naruto meletakkan gelas berisi kopi di meja di sampingnya. Menggerakkan kedua tangannya Naruto menerima perkamen fuin tersebut. Dan hal selanjutnya ia mengalirkan chakra nya dan perkamen tersebut berubah menjadi Sebuah pedang dengan desain hitam dengan ukiran yang terbuat dari bahan alami emas dan pegangannya sangat pas dengan nya. Sementara satu lagi adalah tombak hitam dengan bagian yang lancip berukuran kecil sekitar 5 sentimeter.

Ini sangat cocok dengannya. Naruto tersenyum dan ke-11 orang di hadapannya menghilang meninggalkan asap putih.

#Bersambung :)

Lama aku terpisah

Dari dirinya

Sekian lama

Lama sudah berlalu

Tapi jejaknya

Tertanam selamanya

Dia selalu ada

Di dalam doa

Terselip nama

Di dalam doa

Lewat radio aku sampaikan

Kerinduan yang lama terpendam

Terus mencari biar musim berganti

Radio cerahkan hidupnya

Jika hingga nanti ku tak bisa

Menemukan hatinya

Menemukan hatinya

Menemukan hatinya lagi

Lama sudah berlalu

Tapi jejaknya

Tertanam selamanya

Dia segalanya bagiku

Dia segalanya bagiku

Apa yang terjadi jika ku gagal menemukannya.

SHEILA ON 7 ~ RADIO.

Author Note.

Maaf ya semua saya baru update. Seharusnya saya updatenya pas tanggal 20 kemarin, ya tapi saya ada masalah di daerah pasar rebo, daerah Ciracas (yang aktif main Twitter pasti tau masalah saya-_-) Oke tadi chapter di atas gimana? Udeh liat kan saingannya pain-nya Nagato, ya Naruto membuat sekelompok manusia yang sudah ia kalahkan dan abis ntu di olah menjadi salah satu semacam pain gitu, ngerti gak seh(susah jelasinnya neh-_-) saya lage cari nama buat team Naruto, kan kalo Nagato namanya pain, kalo Naruto itu saya lagi nyari. Doain ya supaya Nemu nama yang cocok, kalo bisa bantuin saya dengan cara ketik: Reg(spasi) *Dilempar keyboard sama reader* hehehe bantu cari namanya abis ntu kirim aje bisa rivew PM mention saya, apa ajalah nanti yang terbaik saya gunakan namanya hehehe:* Buat yang udah rivew makasih ya! Maaf belum bisa bales rivewnya tapi semuanya udehan saya baca kok. Makasih banget ya buat semua yang Udeh rivew fav dan follow NNN tanpa kalian ini fic ga bakalan nyampe chapter 30! Makasih banget ya :* Dan, Oke kira-kira nanti NNN bakal update lage sesudah hari raya idul Fitri doain aja, soalnya chap depan dan depannya lage dan depannya lage lage dan lage kayaknya ada lemon;) ingat kayaknya! Oke?

Beritahu saya apa yang anda pikirkan!