Chapter 31 ~ Aku akan memulangkanmu kak!

Rated: M+×÷=

Disclaimed: Naruto © MK.

Neo Namikaze Naruto © Afdhal ^^V

Warning: Gaje, Abal, OC, OOC, Ide pasaran, TYPO bertebaran, Lime+lemon, Fic menyebabkan iritasi mata dan Stroke.

WAKTU MEMBACA NEO NAMIKAZE NARUTO PASTIKAN RUANGAN TERANG DAN JANGAN MEMBACA TERLALU DEKAT, DAN JIKA SUDAH SELESAI MEMBACA, PEJAMKAN MATA, DAN GERAKAN MATA KE ATAS, BAWAH, KIRI, DAN KANAN SUPAYA MATA READER SEMUA TETAP SEHAT WALHAFIAT :)

Jangan dengarkan orang bicara

Jangan ikuti orang mengarah

Mereka cuma sirik sama kita

Percuma omongan orang dipercaya

Percuma banyak mulut-mulut berbisa

Mereka hanya sirik dengan cinta!

Oh cinta kita!

Cinta kita tak kan terbelah

Walau banyak cerita cerita

Yang gak mengasyikan

Cinta kita tak kan terpecah

Walau penuh kisah dankisah

Yang coba tuk menghancurkan kita

Acuhkan nada sumbang yang ga jelas

Acuhkan suara pengadu domba

Mereka selalu sirik dengan cinta

Oh cinta kita!

Cinta kita tak kan terbelah

Walau banyak cerita cerita

Yang coba tuk menghancurkan kita.

Slank ~ Cinta kita.

"Berarti kita satu tujuan, kalian mencari Kazekage, sementara aku mencari Naruto." Ucap seorang wanita cantik dengan rambut merah marun panjang sebatas pahanya, mengenakan baju hitam lengan panjang dan dilapisi jaket anti peluru kirigakure dan rok biru pendek selututnya. Wanita itu bernama Mei Terumi, pemimpin desa Kirigakure.

Sementara dihadapannya ada tiga ninja Konoha dan satu orang Wanita paruh baya. Ia tau gadis muda berambut merah sebahu itu, dia adik kembar Naruto. Meskipun ia perempuan, ia benar-benar mirip dengan Naruto. Dari mata besarnya pipi dengan 3 kumis yang menandakan ia benar-benar identik,kecuali rambut dan jenis kelaminnya saja yang membedakan mereka berdua.

"Apa maksud anda Mizukage-sama?" Tanya Kakashi kepada Mizukage.

Mei tersenyum dan mengangkat bahunya. "Aku hanya ingin bertemu dengan Naruto, karena Naruto punya urusan pribadi dengan ku." Balas Mei dengan seringai di wajahnya.

Kushira yang mendengar nya menaikan sebelah alis merahnya. " Apa maksud anda Mizukage-sama?" Tanya Kushira bingung.

"Tidak ada apa-apa!" Balasannya. "Hari sudah malam, Ao, Chojuro, Riku, kalian persiapkan tenda dan berjagalah." Ucap Mei kepada ke-tiga bawahan nya.

"Baik Mizukage-sama!" Ucap mereka bertiga.

Mei berbalik menghadap ke arah ninja Konoha dan Nenek Chiyo. "Tidak keberatan bukan aku bermalam disini bersama kalian?" Tanya Mei kepada orang-orang dihadapannya.

Kakashi tersenyum. "Tentu tidak Mizukage-sama." Balas Kakashi sambil tersenyum.

.

"Kakakmu benar-benar hebat Kushira." Ucap Mei Terumi kepada orang di samping nya.

Di dalam tenda mereka berdua dari tadi terus saja mengobrol membahas Kakaknya, Naruto Namikaze. Kushira tersenyum, senang kalau seorang Mizukage memuji kakaknya. "Terima kasih Mizukage-sama. Tapi aku berharap Niichan menggunakan kehebatannya untuk berbagai macam kebaikan." Ucap Kushira.

Mei tersenyum, ia tahu kalau kakaknya baik, tapi jalan yang ia pilih salah, ia jadi seorang buronan besar dunia. Tapi meskipun begitu, Mei masih belum bisa melupakan Naruto. "Kau tau Kushira, aku akan mengatakan sebuah rahasia besarku. Mau mendengarkan?" Tanya Mizukage kepada adik dari Naruto. Ya meskipun ini rahasia, tapi tidak salah seorang adik mengetahui rahasia kakaknya.

Mata Kushira fokus menatap wajah cantik Mizukage. "Apa itu Mizukage-sama?" Tanya Kushira.

Mei tersenyum. "Aku jatuh cinta pada Kakakmu, Naruto."

Mata Kushira melebar, tidak percaya apa yang baru saja ia dengar. Mana mungkin seorang Mizukage jatuh cinta dengan Kakaknya, lagi pula ia yakin umur mereka berbeda jauh. "Anda bercanda kan Mizukage-sama?" Tanya Kushira.

Mizukage menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku benar-benar jatuh cinta padanya. Sangat jatuh cinta padanya." Ujar Mei terus terang.

"Ba-bagaimana bisa Anda jatuh cinta dengan Niichan?" Tanya Kushira heran bagaimana Mizukage bisa jatuh cinta pada kakaknya.

Mizukage menunduk menatap ujung kaki nya. "Entahlah, tapi aku begitu mencintainya. Bahkan hingga saat ini aku masih mencintainya." Ujar Mei terus terang.

"T-tapi umur kalian pasti berbeda jauh, benar bukan?" Tanya Kushira.

Mei menoleh menatap Kushira. "Berapa Umurmu, Kushira?" Tanya Mei.

"17 tahun, umur Anda?" Tanya balik Kushira.

"Berarti perbedaan umur ku dan Kakakmu 14 tahun." Ujar Mei memberi tau perbedaan Naruto dan umurnya yang berusia 31 tahun.

Kushira membuka sedikit mulutnya, bagaimana bisa kakaknya bisa membuat seorang wanita seperti Mizukage. Memang ia cantik, seksi tapi binal menurut Kushira. Ia tau kakaknya menawan, tapi masa iya Mizukage juga terperdaya oleh Kakaknya. "Dimana kalian pertama bertemu? " Tanya Kushira.

"Aku menyewa sebuah kelompok, dan ternyata mereka adalah Akatsuki. Dan itu adalah Kakakmu dan seseorang bernama Dreyoka. Kakakmu benar-benar hebat, ia melakukan segala hal dengan begitu.,... Kau pasti tau sifat Kakakmu. Hal itu lah yang membuat aku begitu mencintainya." Ujar Mei jujur.

Namun Kushira merasakan posisi yang benar-benar tidak nyaman untuk nya. Ia akan pamit keluar tenda dan memberikan Mizukage sendirian. "Aku akan Pam—

"Sebelum itu, kau harus berjanji tidak akan berbicara tentang hal ini pada siapapun."

-Sementara itu di Konoha-

Minato sudah diperbolehkan untuk kembali kerumahnya karena luka yang ia alami sudah membaik. Begitu kembali Minato menceritakan semua hal yang terjadi di Roran sambil berbaring di ranjang bersama istri nya.

Kushina baru tau ternyata Minato memiliki seorang Kakak. Tapi dari semua ceritanya, ia heran kenapa kakaknya memiliki Sharingan?prediksi Minato, Kakaknya yang bernama Inazuma, mencuri Sharingan tersebut dan mengimplannya pada matanya. Karena tidak mungkin seperti yang diceritakan Inazuma adalah realitas, ibunya bukan Uchiha dan ayahnya ia juga yakin meskipun ia tidak tahu siapa ayahnya, ia bukan Uchiha.

"Bagaimana bisa Kakakmu berpartner dengan Naruto, Minato?" Tanya Kushina khawatir.

Menato menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu Kushina. Tapi jika mereka berdua muncul aku sendiri tidak mampu menghadapi mereka berdua." Ujar Minato terus terang. Dan itu adalah kenyataan, sulit baginya untuk menghadapi mereka berdua.

"Tidak, kau tidak melawan mereka berdua. Hanya Inazuma, Naruto Bukan Musuhmu!" Ujar Kushina memperingatkan Minato sambil berbalik menatap Minato.

Minato menganggukkan kepalanya. "Aku tau, tapi dari gerakan nya Naruto benar-benar serius untuk membunuhku, seandainya saja ia tidak di tahan oleh Inazuma aku yakin ia akan membunuhku." Ujar Minato terus terang.

Kushina menggelengkan kepalanya. " Tidak bodoh! Tidak mungkin Naruto melakukan itu, dia itu anak mu, ia tidak mungkin melakukan hal tersebut." Ujar Kushina yang menjadi harapannya.

Minato menganggukkan kepalanya dan memajukan kepalanya dan mencium bibir merah merona istrinya, perlahan ia melepaskan ciumannya, dan tersenyum. "Aku harap itu benar Kushina." Ujarnya dan menidurkan Kembali badannya.

Kushina tersenyum, ia menatap Minato dan mencondongkan tubuhnya melumat bibir suaminya. Kushina perlahan naik keatas badan Minato sambil terus menciumi bibir suaminya. Minato membalas ciuman istrinya, ia mulai menggerakkan tangannya dan dengan pelan membalik badannya menjadi di atas sementara Kushina berada di bawahnya.

Minato tersenyum, sudah lama ia tidak bercinta dengan istri nya. Tangan Kushina perlahan mulai menaikan keatas baju putih yang dikenakan suaminya. Minato yang sudah tak memakai baju mulai lagi menciumi bibir istrinya, tangan kanannya mulai bergerak mengarah ke dada yang masih terbalut baju oranye Kushina.

Sambil terus meremas dada Kushina, mulut Minato perlahan pindah ke dagu dan secara perlahan terus turun ke leher Istrinya. Menggigit gemas leher istrinya, sambil terus meremas-remas dada kanan Kushina. Kushina mendesah hebat, saat tangan Minato masuk ke celanannya, mulai meraba bulu vagina nya. Dan perlahan jarinya mendekati Vaginanya. Jari Minato mulai membelai Vagina Kushina dan mulai terasa kalau Vagina Kushina sudah mulai basah.

Minato dengan perlahan melepas baju oranye Kushina, dan membuang sembarang Baju tersebut. "Tanpa bra, kau benar-benar…." Ujar Minato srtelah melihat kedua payudara Kushina tidak si bungkus oleh bra.

Mulai menciumi dada kanan Kushina, membuat Kushina melepaskan sebuah desahan indah keluar dari mulutnya. Tangan Kushina dari yang dari tadi terus melingkarkan tangannya di leher suaminya, perlahan bergerak ke pinggang dan terus turun menuju sebuah Batang keras kebanggan Minato.

Minato yang tidak mau kalah, mulai menurunkan celana Kushina. Minato yang masih terus menciumi dada istrinya membuang asal celana hitam istrinya. Sekarang Kushina hanya mengenakan celana dalamnya saja.

"Ahh" Desah Kushina saat jari telunjuk Minato memasuki vaginanya. Dengan gerakan bertahap dari pelan menuju cepat Minato menggerakkan jarinya keluar dan Masuk Vagina Istrinya.

Merasa terganggu dengan celana dalam biru yang masih berada di tempatnya, membuat pergerakan tangan Minato terganggu. Ia menarik kebawah dan melepaskan celana dalam Kushina dan membuang sembarangan celana dalamnya.

Minato tersenyum sudah lama ia tidak melihat Kushina tanpa busana seperti ini. Kushina yang melihat mata Minato terus menatapnya, menggerakkan tangannya untuk melepas ikatan celana Minato.

Minato menurunkan celanya setelah Kushina berhasil melepas ikatan celanannya. Minato membuang sembarang celananya dan juga celana dalamnya.

"Tunggu apalagi?" Goda Kushina.

Minato tersenyum dan mulai bergerak memasukan penisnya ke dalam Vagina Kushina.

"Ahhh!"

.

Kushina meletakan kepalaanya di dada Suaminya. Ia memegang bekas luka besar yang di buat oleh anaknya. 21 jahitan pada dada luarnya sementara 10 jahitan pada dada bagian dalam yang robek akibat sabetan Kunai Naruto.

Setelah melakukan hal yang sudah lama ia tidak lakukan Minato langsung tertidur. Tapi tidak dengan dirinya, ia berharap anaknya baik-baik saja maupun itu Naruto atau Kushira, keduanya adalah orang-orang yang ia cintai, selain Minato dan Naruko.

Bagaimana pun ia akan melakukan cara agar anaknya kembali bersama mereka. Ia tau ia sudah menua dan juga dengan Minato, ia ingin sisa hidupnya penuh kebahagiaan bersama seluruh anggota keluarganya terutama Naruto. Ia ingin sekali melakukan segala hal dengannya, menggodanya dengan gadis-gadis yang mungkin dipacari olehnya, membuatkan makanan favoritnya, memeluknya, menciuminya. Ia ingin melakukan itu.

Andai orang bertopeng itu tidak datang pada saat itu pasti sekarang ia sudah melihat Impian besar Naruto terwujud, yaitu menjadi Hokage. Ia tersenyum, mengingat betapa percaya dirinya ia dulu ingin sekali menjadi Hokage. Dan ternyata impiannya menular ke kedua anak Kembar nya, Naruto dan Kushira.

Air mata mulai terbentuk di sudut-sudut matanya. Tidak, ia tidak akan menangis. Ia bersama Minato dan Kushira akan mengembalikan Naruto. Itu adalah Janji nya.

-Keesokan Harinya-

Seorang gadis berambut merah muda sebahu menggoyangkan tubuh seorang gadis berambut merah, gadis tersebut tertidur dengan sangat nyenyak, terbukti dengan ada aliran air liur yang mengalir di pipinya.

Sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya agar Kushira bangun dari tidurnya. Dan berhasil, Kushira membuka matanya perlahan. "Bangun peri kecil hari sudah pagi." Ucap Sakura kepada Kushira sambil tersenyum.

Kushira menguap dan mengucek matanya dan memberi anggukan kepala. "Aku sudah bangun." Ucap Kushira.

.

Kakashi melihat ke arah Kushira, Sakura, dan Nenek Chiyo. "Baiklah tinggal beberapa Kilometer lagi, kita akan sampai di tujuan kita. Dan nanti kita akan bertemu dengan Team Guy." Ujar Kakashi menyampaikan informasi bahwa Pakkun, hewan yang menjadi Kuchiyose Kakashi itu sudah bertemu dengan Team Guy.

Kushira menaikan sebelah alis merahnya. "Guru alis tebal?" Kushira membayangkan Guru Guy bersama dengan teamnya, Neji, Ten-ten dan seorang yang mempunyai tampang yang sama persis dengan Guru Guy. Spandex Hijau, rambut hitam gaya mangkok, alis tebal, dan 'jiwa muda' yang membara.

"Baiklah ayo kita berangkat." Ujar seorang wanita di belakang Kakashi, wanita itu adalah Mei Terumi, Seorang Mizukage turun tangan langsung untuk mengejar Naruto.

"Baik, Mizukage-sama!" Ujar Ao, Chojuro, dan Riku berbarengan. "Ayo kalian juga!" Ucap Mizukage kepada Ninja Konoha dan Nenek Chiyo.

-Sementara itu-

Terlihat sepuluh orang sedang berdiri di sepuluh jari sebuah patung besar. Ke sepuluh orang itu adalah anggota Akatsuki, tujuh orang dengan wujud transparan, sementara tiga lainnya dengan wujud asli mereka.

Ke tiga orang itu adalah Deidara, Sasori, dan Dreyoka atau yang bernama asli Inazuma. Mereka dengan tubuh asli mereka ikut menyegel Ichibi. Yonbi sudah berhasil mereka segel, tinggal beberapa jam lagi mereka dapat menyegel Chakra dari Ichibi kedalam patung Gedo Mazo.

Sementara Ketua mereka, Pain, hanya diam sambil terus fokus melakukan Jutsu untuk menggerakkan Gedo Mazo agar terus memasukan chakra Ichibi yang tersisa. Tapi ini sudah kali kedua mereka melakukan penyegelan Bijuu, tapi ia belum melihat Naruto ada pada saat yang seperti ini.

Konan pun sama, satu-satunya wanita yang ada di Akatsuki itu merasa kalau Naruto tidak mempunyai urusan yang mendesak seperti yang di ucapkan oleh partner Naruto, Dreyoka. Malah sekarang Dreyoka mempunyai tampilan baru, dengan Sharingan yang begitu terang menyala dalam kegelapan ruangan.

Sebelum Dreyoka datang, Zetsu memberi tau mereka semua kalau ia baru bertarung dengan Yondaime Hokage. Tidak hanya itu, Zetsu memberi kabar yang sangat menarik ternyata Dreyoka adalah Kakak kandung dari Minato Namikaze, yang berarti Naruto memiliki seorang partner yang berstatus sebagai pamannya.

Sebuah kebetulan yang sangat mencengangkan, ia tau sebelum mengetahui bahwa Dreyoka memiliki Sharingan, Konan menyadari ada Chakra khusus berwarna hitam yang mengaliri menuju mata kirinya Dreyoka. Dan ternyata Chakra Hitam itu adalah chakra Khusus yang mengalir menuju Sharingan itu.

Dengan wajah yang tanpa penutup mata sebelah kiri nya, memang wajahnya mirip dengan Minato, hanya berbeda di beberapa titik, seperti yang paling terlihat yaitu Rambutnya yang hitam kasar, berbeda dengan Minato yang jika dengan Naruto tidak terlalu mirip. Bahkan tidak mirip sama sekali.

Sementara itu, Kakuzu memandang Dreyoka dengan tatapan mencurigakan. Sebelum ini ia tau bahwa harga buronan Dreyoka tidak terlalu tinggi, tapi sekarang sudah melonjak tajam, menurut buku Bingo(buronan), harganya lumayan besar untuk ninja baru terbit seperti dia. Ia penasaran dengan harga partnernya, terakhir ia lihat harganya diatas 80 juta Ryo. Ia berharap harga Naruto Naik Drastis.

Berbeda dengan Itachi, ia heran kenapa ada lagi orang yang muncul kenapa harus dengan Sharingan. Setelah ia berbicara dengan Naruto, ia tau bahwa Naruto mendapatkan Sharingan dari seseorang yang merupakan pemberian sebelum orang itu akhirnya mati dimakan usia. Dan ternyata, ia baru tau ternyata Rinnegan adalah transformasi akhir dari Sharingan.

-Flashback-

"Dia mengatakan, 'Sharingan bisa berkembang terus menjadi Dojutsu terhebat, bahkan bisa membuat si pemilik Sharingan itu menjadi orang bagaikan dewa, tapi itu perlu perjuangan, tidak pengorbanan yang sangat besar hingga sampai pada tahap di mana Seseorang bisa membangkitkan Rinnegan pada Sharingan nya' itu lah yang dia katakan." Ujar seorang pria Berambut pirang yang duduk di sebuah kedai makan bersama orang bernama Itachi Uchiha disampingnya.

Itachi tak merespon, ia bergerak meminum tehnya. Dan kemudian ia berbicara "Begitu, setahu aku Sharingan hanya sampai pada tahap akhir yaitu Mugen Mangekyo Sharingan. Tidak kusangka gurumu mampu membangkitkan Rinnegan pada matanya." Balas Itachi.

Naruto Tersenyum. "Hmm… Ya dia orang yang sangat berarti untuk orang seperti ku." Ujar Naruto laku memasukan sebuah bola Manis bernama Dango kedalam mulutnya.

-Flashback end-

Tapi Dreyoka, ia belum tau asal muasal dari mana ia mendapatkan Sharingan yang sudah bertransformasi menjadi Mangekyo Sharingan itu. Ia dan Madara sudah menghabisi seluruh anggota klan, dan Madara mengambil seluruh mata yang sudah menjadi Mangekyo Sharingan, tapi yang belum sepertinya dikubur dengan damai.

Dan tentu saja hanya adiknya, Uchiha Sasuke yang masih hidup, dan ia menjadi murid dari salah satu orang yang ia benci, Orochimaru. Tapi ia yakin suatu saat Sasuke dapat menghabisi Siluman ular itu, dan mustahil Orochimaru dapat mengalahkan Sasuke, karena hanya Uchiha yang dapat mengalahkan Uchiha.

-Gedung Hokage-

Minato berdiri menatap Hokage wanita pertama Konoha,Tsunade Senju, dan orang disampingnya adalah Jiraiya, Gurunya. Ia dipanggil olehnya mengenai misi yang gagal ia laksanakan kemarin. Ya ia gagal karena anaknya, Naruto Namikaze hampir saja membunuhnya.

Ia tidak ingin lagi mengingat hal itu. Ia dan istrinya sudah sepakat akan melakukan apapun agar dapat mengembalikan Naruto kembali bersama mereka

"Ada apa memanggil ku, Tsunade-sama?" Tanya Minato karena kenapa ia dipanggil ke hadapannya.

Tsunade menatap wajah Minato dengan fokus. "Menurut keterangan mu kemarin, aku berspekulasi bahwa kau yang hampir tewas oleh anakmu, dan pertemuan mu dengan 'kakak'mu yang bernama Inazuma. Apakah benar Hiro Tewas oleh anakmu?" Tanya Tsunade kepada Minato dan melihat Minato menganggukkan kepalanya.

"Ya. Seperti yang aku katakan, Di saat aku sedang berhadapan dengan Inazuma, Naruto menghilang bersama Hiro-san menggunakan Jutsu semacam Hiraishin." Jelas Minato. "Dan dalam beberapa puluh menit Naruto datang dan langsung menyerang ku."

Tsunade menganggukan kepalanya. "Dia adalah Shinobi penting untuk Konoha, dan ia tewas oleh anakmu Minato." Tsunade Melepaskan nafas panjang nya dan menggelengkan kepalanya. "Anakmu sudah melewati batas, Minato." Ujar Tsunade lalu bergerak membuka Sebuah buku dan mengarahkannya kepada Minato. "Ambil dan kau baca dari daftar isi."

Minato menerima buku tersebut dan membacanya secara perlahan. Itu adalah buku yang isinya nama-nama buronan Shinobi. Dan matanya melebar saat melihat anaknya menjadi incaran tertinggi di buku tersebut. Ia tidak menyangka harga anaknya begitu tinggi, bahkan lebih tinggi 4 kali lipat dari orang yang tertinggi kedua di dalam buku Bingo(Buronan) Tersebut.

Ryo600.000.000 jika hidup sedangkan mati Ryo. itu harga yang sangat tinggi untuk dia. Lagi pula apa salah anaknya sehingga harga dirinya dihargai begitu besar. Ia sudah mengakui kalau anaknya sudah jauh lebih kuat dari anaknya yang dulu. Dari Hiraishin nya saja Naruto sudah membuat itu tanpa segel Fuinjutsu yang di letakan di sebuah Kunai. Dan belum lagi warna nya merah itu menambah kesan keren pada anaknya disaat ia memakai jutsu itu, Memang ia salah tapi ia sedikit bangga pada anaknya.

"Kau tau harga kepala Naruto sama dengan ⅛ pendapatan dari seluruh kerja misi yang dilaksanakan oleh Ninja Kita Minato." Ucap Jiraiya memecah konsentrasi Minato yang sedikit bangga pada anaknya, ya sedikit.

"Dan tadi malam ada 2 buah surat langsung dari 2 pemimpin desa yang berbeda masuk ke dalam lemari surat ku, Minato." Ucap Tsunade.

"Sebuah surat" Tanya Minato bingung. Begitu pun dengan Jiraiya, ia tidak tau tentang hal yang satu ini.

Tsunade menganggukan kepalanya. "Ya, tapi keduanya sama-sama ingin mengadakan pertemuan Kage yang di adakan di Iwagakure. Ini tentang anggota Akatsuki yang merusak dan mengambil barang penting di Kumogakure dan Iwagakure. "

Minato dan Jiraiya mendengarkan ucapan yang di ucapkan oleh Tsunade dengan serius. "Siapa orang itu?" Tanya Jiraiya yang berada di samping Tsunade.

Tsunade memejamkan matanya. "Tidak diketahui, tapi mereka semua mempunyai warna rambut yang sama.." Tsunade menatap Minato. "Semuanya memiliki warna rambut, kuning. Dan mereka memiliki Dojutsu yang sama, Rinnegan." Ujar Tsunade menjelaskan ciri-ciri orang yang melakukan kejahatan yang menjurus ke arah anak dari Minato, Naruto Namikaze.

Mata Minato melebar, semua itu mengarah kepada anaknya. Tapi Tsunade mengatakan 'mereka', jadi belum tentu itu adalah Naruto. "Kau tentu saja tidak menjadikan Naruto menjadi kambing hitamnya bukan? Lagipula Bagaimana mungkin Naruto mampu melakukan itu."

"Tentu, aku tidak menyalahkan anakmu dalam masalah ini. Tapi dari surat yang dikirim oleh Tsuchikage, tertulis bahwa 'mereka' yang berjumlah 5 orang yang datang dan mengambil sebuah tombak milik Iwagakure adalah bawahan dari Naruto. Jadi bisa kita berspekulasi bahwa Naruto adalah pemimpin dari Akatsuki." Jelas Tsunade mengeluarkan semua pendapat nya.

Jiraiya memejamkan matanya, itu bisa jadi sebuah petunjuk. Itachi dan rekannya Hoshigake Kisame adalah anggota Akatsuki yang pertama kali muncul di Konoha. Dan Itachi berasal dari Konoha, dan ia pergi dari Konoha 2 hari sebelum Naruto mengikuti jalannya meninggalkan Konoha. Jadi menurut Jiraiya, Itachi dan Naruto berkerja sama dalam Akatsuki.

Tapi itu masih perkiraan, dengan Rinnegan nya, Naruto mampu melakukan apapun. Dan juga ia menurut semua sumber, Naruto memiliki Sharingan yang sudah naik ketahap berikutnya, Mangekyo Sharingan. Sama seperti Itachi, dan sudah dipastikan jika keduanya muncul itu akan menjadi masalah serius.

Mata Minato menatap ujung kaki nya dengan tatapan sendu. Ya sudah dipastikan ia akan menjadi seorang ayah terburuk, terpayah, apapun itu asalakan jelek itu lah ia. Lihat lah perbuatannya, meskipun ia berharap Naruto bukan Ketua Akatsuki tapi mengetahui bahwa anaknya sudah tidak menganggapnya bukan orang tuanya lagi sudah membuat hatinya menjerit.

Kalau tau ia masih hidup hingga saat ini, ia tidak akan membagi Chakra dan Wujud Kyuubi menjadi 2. Semua ini karena orang yang ia duga adalah Madara Uchiha yang menarik keluar Kyuubi dari tubuh Kushina. Ia menyiapkan sebuah rencana besar dengan memasukan Chakra Kyuubi kedalam tubuh Kushira. Ia berharap dengan Chakra itu ia akan mempelajari cara untuk melakukan perubahan besar pada dunia bersama dengan Naruto yang sangat ia harapkan menjadi seseorang yang menjadi panutan untuk Kushira. Itu adalah rencananya, memasukan Chakra Kyuubi agar Naruto bisa mendapingi Kushira agar bisa meneruskan perjuangan nya.

Tapi ia selamat, ia hanya koma kurang dari empat bulan dan dia beruntung bisa hidup, karena Chakra Kyuubi menyelamatkan nyawa dari Shinigami yang ia panggil untuk menarik keluar jiwa Kyuubi. Begitu juga dengan Kushina, ia selamat. Ia tertusuk kuku-kuku tajam Kyuubi dan langsung mendapatkan pertolongan dengan membawanyake rumah sakit. Beruntung Kushina bertahan, begitu siuman ia langsung memeluk dan menciumnya terus-menerus Naruto dan Kushira.

Sementara sekarang salah satu anaknya menjadi orang paling ditakuti, diburu, dan paling ia sayang di dunia. Rasa sayang yang tak tersampaikan kepada Naruto semakin membuat ia menyesal kenapa ia selalu dan selalu bertindak pasif untuk Naruto. Selalu mementingkan Kushira dibanding Naruto. Melatih Kushira dengan serius, dan hasilnya Kushira berkembang dengan lambat. Lain halnya dengan Naruto, kakak dari Kushira berkembang diluar perkiraan nya, dia yang jarang sekali memberi masukan kepada Naruto begitu melihat Naruto menguasai Hiraishin, hanya menganggukan kepalanya dan berkata "Kembangkan jutsu itu Naruto" sambil mengacak-acak rambutnya.

Ingin sekali ia mengarahkan kunainya dan merobek mulutnya, atau membuat sebuah bacaan 'Ayah Bodoh!' di jidatnya mengingat kembali kejadian waktu itu.

"Dan karena itu, aku ingin kau dan Jiraiya ikut dengan ku ke Iwagakure." Ujar Tsunade memecah keheningan yang ada di dalam ruangan ini.

"Untuk apa?" Ujar Jiraiya heran.

Tsunade tersenyum menatap sahabatnya. "Raikage dan Tsuchikage sepakat akan mengadakan pertemuan lima kage dalam waktu tiga hari di Iwagakure."

Minato mendengarkannya ia tau ini pasti menyangkut anaknya dan Akatsuki. Ia akan ikut dalam perjalanan bersama Tsunade. "Aku akan ikut serta." Kata Minato.

Tsunade tersenyum melihat Minato dan menatap Jiraiya. "Kau akan bersama dengan Jiraiya akan menjadi pengawal ku."

Jiraiya menyentuh pundak Tsunade. "Kau saja dengan Minato, aku tidak ikut, aku ada urusan yang lebih penting daripada berkumpul dengan orang-orang seperti itu Tsunade."

Tsunade sudah menduga bahwa Jiraiya akan menolak ajakannya, mana mau ia harus ikut bersama dengannya apalagi dengan Mizukage baru Mei Terumi itu. Ia sudah bertemu dengannya sekali dan ia mengakui bahwa ia cantik, ya meskipun tidak secantik dirinya. "Baiklah kalau itu menurutmu yang terbaik. Shizune! cepat kau masuk." Teriak Tsunade memanggil seseorang diluar ruangan.

-Sementara itu-

"Katon: Dai Endan!"

"Suiton: Gurogano!"

Teriakan yang dikeluarkan oleh seorang pria bernama Itachi Uchiha dan Seorang wanita bernama Riku. Dan setelah itu api besar di tiupkan keluar dari mulut Itachi.

Tak kalah Riku juga membuat sebuah air berbentuk kepala naga besar dari air yang ia injak mengarah ke arah api yang di ucapkan oleh Itachi. 'Bshhh' Suara beradunya api besar dan air yang tak kalah besar beradu mengahasilkan asap putih tebal.

"Kagebunshin No Jutsu"

Lalu dari arah belakang Gadis bernama Riku tersebut muncul 7 sosok wanita berambut merah berlari di atas genangan air menuju lawannya Itachi Uchiha. Begitu dihadapannya Kushira langsung menyerang Itachi dengan Taijutsu nya.

Pukulan langsung di arahkan oleh Kushira tapi Itachi menangkap dan mematahkan pergelangan tangan dan satu bunshin menghilang. Kushira makin bernafsu untuk menyerang Itachi, dengan mudah Itachi mampu menghindari semua serangan yang diarahkan ke arahnya.

"Shanaroo!"

Teriakan terdengar di hadapan Itachi. Dan ternyata itu adalah Sakura yang melompat dan mengarahkan pukulan mautnya ke arah Itachi, Kushira memberi ruang, dan akhirnya Sakura berhasil mengenai Itachi. Tapi Itachi menyilangkan tangannya di depan wajahnya membuat pertahannya dari pukulan maut itu.

Itachi bergeser beberapa meter dari tempat ia berada, dan kali ini ia melihat dua orang berlari lagi ke arahnya. Orang pertama adalah Kakashi Hatake, dan Satu orang Ninja Kirigakure yang memegang salah satu dari tujuh pedang Kirigakure Hikamekari.

Itachi mengambil sebuah Kunai dan bersiap menerima serangan keduanya. Kakashi melempar 3 buah kunai dan Itachi melompat menghindari serangan tersebut. Itachi melempar sebuah Shuriken dan shuriken itu berubah menjadi banyak dan ia merapal sebuah segel tangan.

"Katon: Honseka!"

Itachi mengeluarkan api dari mulutnya dan mengalirkan api tersebut agar melapisi Shuriken itu. Dan hasilnya puluhan Shuriken berlapis api mengarah ke arah Kakashi. Kakashi yang melihat itu merapal sebuah segel tangan.

"Doton: Doryuheki"

Lalu ada sebuah perisai tanah dengan kepala anjing menahan arah shuriken itu. Namun setelah Shuriken tersebut berhenti bergerak karena menacap pada perisai tanah, Chojuro menyerang Itachi dengan pedang Hikamekari. Itachi menahan serangan pedang besar itu dengan hanya sebuah kunai.

Dengan Sharingannya Itachi dengan mudah menebak arah serangan ayunan Hikamekari dari Chojuro. Dengan sekali tendangan berputar Itachi berhasil melepaskan pedang Hikamekari dari genggaman Tangan lawannya. Itachi bersiap mengarahkan Kunai yang ia pegang ke arah lawannya. Tapi kali ini Kakashi menahan pergerakan Kunainya dengan kunai yang di pegang oleh Kakashi.

Sharingan itu pun saling bertatapan. "Kali ini kau tidak bisa menggunakan Genjutsu mu pada ku." Ujar Kakashi kepada Itachi. Itachi tersenyum mendengar ucapan Kakashi. "Kau tidak menyadarinya?" Tanya Itachi kepada lawannya dengan seringai di wajahnya.

Kakashi menoleh menatap Kushira yang berdiri diam tak bergerak. Mata Kakashi melebar, dan langsung menyadari kalau Kushira terkena Genjutsu oleh Itachi. Mungkin tadi pada saat Kushira berhadapan dengan Itachi pada saat Kushira menggunakan Kagebunshin untuk menyerang Itachi.

-Bersama Kushira-

"Kau lemah Kushira! Kau bilang kau ingin menyelamatkan Naruto!" Ucap seorang yang hanya berwujud kepalanya saja yang muncul di bahu Kushira, dan ternyata itu adalah Ayahnya Minato Namikaze.

"Iya! Aku tau aku lemah Tou-san!" Teriak Kushira sambil menutup lubang telinga nya tidak sanggup mendengarkan kata-katanya.

"Andai Kyuubi tidak tersegel di tubuhmu pasti Naruto bisa bersama kami sekarang, kau tau itu kan Kushira." Kini seorang wanita berkepala merah yang mengatakan itu, ia muncul di Bahu kiri Kushira.

Air mata sudah mengalir deras keluar dari matanya. Ia tidak sanggup mendengar semua kenyataan yang ada. Ia lemah! Ia adalah penyebab Kakanya, Naruto Namikaze pergi dan menjadi seorang penjahat. Ya ia tau semua itu.

Tapi bagaimana pun ia akan melakukan segala cara agar dapat mengembalikan Kakaknya. Dengan semua cara ia berharap kakaknya kembali lagi dengan mereka, dapat memaafkan dirinya dan Keluarganya. Dan mereka berlima akan hidup penuh cinta dari awal kembali. Itu adalah keinginannya. Kushira tersenyum di sela tangisannya. Sudah waktunya ia melakukan sesuatu agar bisa keluar dari Genjutsu sialan ini.

Ia ingat perkatan Guru genit, Jiraiya mengenai cara untuk menghentikan Sebuah Genjutsu. Ia harus fokus pada cara menghentikan peredaran chakranya. Ya karena Genjutsu terus menyebar melalui aliran chakranya, dan apabila ia menghentikan peredaran Chakranya. Perlahan tapi pasti ia mulai tidak mendengarkan ocehan Kedua orang tua nya. Ia fokus untuk melakukan cara agar menghentikan peredaran Chakranya.

Ia berhasil ia mulai menghentikan peredaran Chakranya. "Kau tau, kau tidak akan bisa membuat ku kembali Ke Konoha, Kau pasti menyadari hal itu bukan, Imouto?" Terdengar suara yang sudah ia kenal betul itu suara siapa. Itu adalah suara Kakaknya.

Kushira membuka matanya dan melihat kalau ada wajah kakaknya di perutnya sambil menghadap nya dengan Senyumannya. "Niichan!" Ujar Kushira melihat kakaknya, meskipun ini hanya Genjutsu, ia senang melihat kakaknya. "Kalau itu a-aku bisa Niichan!" Ucap Kushira percaya dirinya karena menurutnya ia mampu untuk membawa kakaknya kembali Ke Konoha.

Wajah Naruto itu tersenyum. "Kau saja kalah oleh Sasuke, dan kudengar kau hampir tewas jika tidak ada Chakra Kyuubi. Benar bukan Imouto?"

Wajah Kushira berubah menjadi lebih sendu. "A-aku….

"Mana semangat mu yang seperti Bushy brow-sensei(Guru alis tebal) Kushira?"

"Kau bilang kau bisa membawa ku pulang, tapi? Aku butuh bukti dari semua perkataan dan janji mu Kushira!"

Kushira menangis, air mata yang sudah setengah mati ia tahan agar tidak mengalir, tapi akhirnya mengalir keluar dari mata birunya. Ia tidak bisa hatinya berteriak mengingat kembali semua kenangan itu. Ia malu pada dirinya sendiri, ia gagal membawa pulang Sasuke, ia lemah, ia penyebab semua ini terjadi. Ia begitu lemah, ia tidak berguna, yang ia bisa hanya menangisi segala hal yang sudah lama terjadi dan menyesali itu. Hanya itu tidak ada gerakan sama sekali, lihat sekarang Kakaknya menjadi orang paling di cari, bahkan seorang Mizukage yang meskipun mencintai kakaknya mencarinya bagai buronan.

Ia tidak bisa terus seperti ini, jika ia kalah hanya oleh Genjutsu. Berarti ia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa untuk Kakaknya, bahkan untuk Sasuke. Ia memfokuskan kembali dirinya. Ia melakukan sesuatu.

Namun ia tiba-tiba terbangun dan ia berada di prlukan pelukan hangat Mizukage, Mei Terumi. Ia tersenyum kepada wanita dihadapannya. "Kau terkena Genjutsu Kushira, tapi sekarang aku sudah melepaskan efek genjutsunya pada dirimu Kushira." Ujar Mei.

Kushira mengucapkan terimakasih dan ia berdiri dan membuat dua buah bunshin. Kushira mengatakan tangannya membuat sesuatu, kedua bunshin nya juga, mereka membuat Rasengan. Dan terlihat sebuah pusaran angin terlihat di tangan Kushira. Itu sebuah Rasengan yang berbeda dari biasanya, kali ini lebih besar dan lebih keren dari Rasengan biasanya.

Itu sebuah Rasengan yang sudah dialiri sebuah chakra Fuuton(angin) yang menyebabkan Rasengan itu lebih hebat, kuat, dan keren dari biasanya. 'Aku akan buktikan, aku mampu untuk menggembalikan mu Niichan!' Teriak Kushira dalam hati dan ia berlari menuju arah Kakak dari Sasuke itu.

Kushira semakin mendekati Itachi di temani dua orang Bunshinnya ia berlari dan melompat mengarahkan jutsu nya ke arah Itachi.

"Fuuton: Rasenkamikaze!" Teriak Kushira karena ia berhasil mengenai tubuh Itachi lebih tepatnya di bagian perutnya. Itachi terpental jauh kebelakang dan terjadi pusaran angin yang sangat besar terjadi karena efek dari jutsu tersebut.

Kushira langsung merasakan nyeri pada tangan kanannya. Ia terlalu banyak mengalirkan chakra Fuuton(angin) dalam Rasengannya. Kakashi yang melihat itu kagum pada Kushira, ia berhasil berkembang pesat setelah menjalani latihan bersama Jiraiya, buktinya ia berhasil mengembangkan Jutsu yang sudah di ciptakan oleh Ayahnya.

Mei menatap Kushira dengan pandangan kosong, ia melihat Kushira sangatlah mirip dengan Naruto. Ia yakin ia juga sekuat kakaknya, buktinya ia dapat mengalahkan Itachi.

.

Mata dengan pola riak air tersebut terbuka. Ia yang baru saja mengendalikan tubuh seseorang yang senantiasa mendonorkan tubuhnya agar bisa menjadi salah satu bagian dari Akatsuki, tapi sayang sekali ia tidak bisa bertahan lama. Ia baru saja tewas dalam serangan yang di lakukan oleh jinchurikki Kyuubi, Kushira Namikaze. Ia tewas dalam wujud dan 40% chakra Itachi Uchiha.

Ternyata adiknya mempunyai kemampuan yang hebat setelah ia menjalani latihan bersama salah satu dari tiga legenda sanin, Jiraiya.

Mungkin sekarang ia bisa memberi sedikit perlawanan jika waktu untuk mengeluarkan sesuatu yang sangat penting itu di paksa keluar dari dalam tubuhnya nanti. Tidak seperti beberapa tahun yang lalu, adik dari Namikaze Naruto tersebut sama sekali tidak berkutik saat dirinya di datangi oleh Itachi Uchiha dan Kisame Hoshikage.

Pain menutup kedua matanya, ia sangat penasaran dengan sosok kakak beradik itu. Sang kakak mempunyai kekuatan misterius dengan Saringan yang sudah sangat sempurna, Rinnegan yang entah asal muasal nya dari mana, tapi ia berhasil menguasai kedua Doujutsu tersebut.

Tapi sudah dua kali ritual penyegelan terjadi, sosok anggotanya yang berambut pirang itu belum sekali pun ikut dalam ritual penyegelan ini, bukan seorang bermulut tiga alias Deidara melainkan Naruto. Tapi ia sendiri harus mengakui bahwa Naruto adalah yang Ninja tercepat dari seluruh anggotanya, dan mungkin dirinya. Dan mungkin dirinya sendiri sebagai seorang ketua tidak sebanding dengannya, tapi masih banyak hal yang tidak di ketahui oleh Naruto tentang mata samsara ini.

#Bersambung!

Lama aku terpisah

Dari dirinya

Sekian lama

Lama sudah berlalu

Tapi jejaknya

Tertanam selamanya

Dia selalu ada

Di dalam doa

Terselip nama

Di dalam doa

Lewat radio aku sampaikan

Kerinduan yang lama terpendam

Terus mencari biar musim berganti

Radio cerahkan hidupnya

Jika hingga nanti ku tak bisa

Menemukan hatinya

Menemukan hatinya

Menemukan hatinya lagi

Lama sudah berlalu

Tapi jejaknya

Tertanam selamanya

Dia segalanya bagiku

Dia segalanya bagiku

Apa yang terjadi jika ku gagal menemukannya.

Sheila on 7 ~ Radio.

At a backstage:

Minato: Um... Tadi kenapa scene saya cuma segitu doang afdal-san?

Afdhal: (Devil smile) Segitu juga Udeh enak kale :) benerkan Kaa-chan?

Kushina: Pe-pertama aku bukan ibumu, dan kenapa kau tulis scene seperti tadi dan ayolah besok puasa?

Afdhal: Hahahaha biarin aja biar Reader saya makin banyak dosanya (digangbang Reader)

A/N

Oke dalam waktu sebentar saya update lage chapter ke 31 NNN, keren kan. Yah walaupun saya niatnya update lage pas abis lebaran tapi kayaknya lama banget, saya paling males nunggu update, yegak! Dan buat opening itu adalah pemanis buat awal bumbu roman antara Naruto x kepo :p tapi sabar aja oke sebentar lagi muncul kok siapa nanti pair nya naruhhh :*

Balasan Komentar:

ViRUZ.S.u.C.K. : Makasih :) Kalo nama teamnya Naru saya tampung dulu. Makasih atas masukan dan perhatiannya.

ahmad. .9: Unik nih namanya :p

Otsutsuki Nero: Setdah, namanya seram amat :p saya tampung dulu oke!

Jonta Rapael524: Wait aja! Oke mas :)

Uzunamisenju: Lu gila ya?

Alma Restu440: Sabar oke, nanti sekalian ama nama teamnya Naru :)

Tamerlane 12: Tenang, saya baru update kan :)

Lora bozz Allus29: (y) Oke, tapi saya ini bukan aktor Chris Hemsworth yang bawa-bawa palu kemana-mana :v

Kurotsuhi Mangetsu: Emang banyak seh yang bilang kalo NNN itu keren(pede gila Lo dhal) Kalo OC kan itu buat alurnya tambah menarik dan keren Gito, kan OC nya bukan sembarang OC soalnya OCnya penting semua :) Weh? Sorry yak:( jalan ceritanya mau di ke akhir cerita yang keren pokok nya yang pasti :)

Lusy922: Yang jelas ntu pedang ama tombak ga bakal di jual ama Naru :p Udeh up Kaka :D

Lafayete' Anda salah :) Ending nya bukan kaya gitu :p

Jasmine DaisyonoYuki: kan awalnya ke11 painnya Naru boros chakra, nah sekarang mereka punya chakranya sendiri. Jadi ga ada efek sampingnya deh :p

Shin Kazumiya: Amin :) Tapi yang mati lu dulu gan, kan saya masih belom tamatin NNN :*

Uzuuchi007: Oke makasih :)

Alexis: Sorry 11 aja kan semakin banyak semakin bagus. Tapi namanya keren tuh, 6 kesatria suci :)

.980: Udeh mas :)

Guest: emng bagus? Saya munafik kaya gimana coba? Bisa jelasin ga? Lu kalo nulis Mikir dulu ah males kalo galaknya di dunia Maya kaya gini apalage di Ffn :*

Guest: kan setau ente doang mas:)

Guest: Makasih :)