Chapter 32 ~ Penantian Kushira.
Rated: M+×÷=
Disclaimed: Naruto © MK.
Neo Namikaze Naruto © Afdhal ^^V
Warning: Gaje, Abal, OC, OOC, Ide pasaran, TYPO bertebaran, Lime+lemon, Fic menyebabkan iritasi mata dan Stroke.
≈WAKTU MEMBACA NEO NAMIKAZE NARUTO PASTIKAN RUANGAN TERANG DAN JANGAN MEMBACA TERLALU DEKAT, DAN JIKA SUDAH SELESAI MEMBACA, PEJAMKAN MATA, DAN GERAKAN MATA KE ATAS, BAWAH, KIRI, DAN KANAN SUPAYA MATA READER SEMUA TETAP SEHAT WALHAFIAT :)
Jangan dengarkan orang bicara
Jangan ikuti orang mengarah
Mereka cuma sirik sama kita
Percuma omongan orang dipercaya
Percuma banyak mulut-mulut berbisa
Mereka hanya sirik dengan cinta!
Oh cinta kita!
Cinta kita tak kan terbelah
Walau banyak cerita cerita
Yang gak mengasyikan
Cinta kita tak kan terpecah
Walau penuh kisah dankisah
Yang coba tuk menghancurkan kita
Acuhkan nada sumbang yang ga jelas
Acuhkan suara pengadu domba
Mereka selalu sirik dengan cinta
Oh cinta kita!
Cinta kita tak kan terbelah
Walau banyak cerita cerita
Yang coba tuk menghancurkan kita.
Slank ~ Cinta kita.
Terlihat seorang pria berambut silver melawan gravitasi yang bernama Hatake Kakashi tengah bersiap untuk melepas sebuah kekai pada sebuah kertas segel, kertas segel tersebut ternyata tidak akan bisa di buka, kecuali dengan cara melepas semua kertas segel lainya.
Ya lainnya, ia sudah berada di salah satu kertas segel yang menyegel sebuah goa besar yang di tutup oleh sebuah batu raksasa. Dan tadi team Guy sudah bergerak mencari sisa kertas segel tersebut, dengan bantuan dari Byakugan milik Hyuuga Neji akhirnya sisa dari kertas segel tersebut dapat ditemukan.
Sekarang Kakashi hanya menunggu beberapa saat lagi untuk melepas kertas segel tersebut. "Bagaimana apakah kalian sudah berada di posisi kalian yang sudah ditentukan oleh Neji?" Tanya Kakashi melalui radio jarak jauh nya.
"Ya! Aku sudah berada di posisi ku Kakashi." Terdengar suara dengan nada tinggi yang sudah akrab betul dengan Kakashi, dan itu adalah suara dari Maito Guy, rival abadi Kakashi.
"Sebentar lagi Kakashi-sensei, aku sedikit kesulitan mencari kertas segel itu." Terdengar suara feminim dari radio jarak jauh yang berada di lubang telinga sebelah kanan Kakashi.
Kakashi mendekatkan speaker kecil tersebut ke depan mulutnya yang tertutup masker hitamnya itu. "Baik lah, kertas segel itu berada di dekat bebatuan, 12 meter dari bibir sungai." Ujar Kakashi mengingatkan satu-satunya wanita yang ada di team Guy berkat penglihatan Byakugan milik Neji.
Sementara Kakashi sedang berkomunikasi dengan team guy, salah satu wanita yang berada di sana yaitu Namikaze Kushira–adik dari Namikaze Naruto–berharap nanti pada saat batu besar yang menyegel sesuatu yang di anggap menjadi markas dari Akatsuki.
Ia akan mengatakan segala yang ia rasakan selama ini kepada kakaknya. Ia rindu dengannya, segala perlakuan orang tua mereka pada kakaknya sudah ia jamin tidak akan terulang lagi jika kakaknya kembali ke desanya, Konoha.
Dan juga nanti mungkin kakaknya akan menjadi Hokage pada saat nanti Naruto kembali ke Konoha. Kushira tersenyum membayangkan ketika nanti kakaknya memakai jubah ala hokage dan juga topi hokage. Pasti nanti kakaknya akan terlihat lucu mungkin, tidak ada yang tau bukan.
.
Sementara itu dibalik batu besar yang menutupi sebuah goa besar, terlihat ada 7 sosok siluet tubuh manusia dan 3 sosok manusia. Dan mereka adalah akatsuki.
Seluruh anggota di sana sudah mengetahui bahwa ada ninja Konoha yang datang tidak dengan damai. Mereka berhasil mengalahkan tiruan dari Uchiha Itachi, dan Juga rekannya Kisame Hoshigake. Dan juga sepertinya nanti akan ada reuni antar kakak beradik.
Dengan kemunculannya Kushira Namikaze yang tak lain dan tak bukan yang dirinya seorang jinchuricki dari Musang ekor sembilan alias Kyuubi, sang leader sedari tadi sudah mikirkan sesuatu yang dapat menangkap sang Jinchuricki Kyuubi tersebut.
Sang leader, Pain, sedari tadi matanya terus menatap Sharingan yang mempunyai chakra yang sepertinya spesial dilihat dari warna Chakra nya yang berwarna Hitam. Sang pemilik Sharingan itu ternya adalah 'Kakak' dari Yondaime Hokage, Namikaze Minato, dan juga merupakan seorang Paman dari salah satu anggotanya Naruto.
Tenyata dunia ini begitu sempit, ia bahkan tidak mengetahui bahwa sang Yondaime memiliki seorang saudara kandung. Dan lagi kini, mereka akan berhadapan dengan keponakan dari si pemilik Sharingan yang ia yakini mempunyai kekuatan spesial itu.
Itu akan menarik, ya. Sebelum ada pertarungan antara Kakak beradik, lebih baik pertarungan antara Paman dan Keponakan. Ia akan melihat sebenarnya sekuat apa kekuatan dari Sharingan tersebut. Pria yang awal mula muncul dengan Nama Dreyoka setelah di kalahkan oleh Naruto, dan ia bersedia masuk kedalam Akatsuki.
Dan setelah beberapa Misi yang ia berikan, ia akhirnya berpasangan dengan Keponakan nya sendiri. Seluruh misi yang ia berikan selaku sukses mereka laksanakan dengan baik, dan lagi seluruh misi yang mereka selesaikan selalu selesai tidak lebih dari dua hari.
Dan beberapa tahun kemudian, tepatnya beberapa hari yang lalu Naruto dan Dreyoka berhadapan dengan Yondaime Hokage, Minato Namikaze, dan rekannya. Terjadi pertarungan antara mereka dan tentu saja mereka menang, bahkan Naruto hampir membunuh ayahnya sendiri, ironis, karena masa lalunya Naruto benar-benar berubah.
Dan pada saat itu juga lah, identitas asli dari Dreyoka terbongkar. Nama aslinya adalah Namikaze Inazuma, kakak kandung dari Namikaze Minato.
Ia akan memperingatkan Inazuma agar turun tangan mengatasi masalah yang berada di luar goa besar ini. Lagipula penyegelan Ichibi masih sangat lama. Dan selanjutnya ia menatap Inazuma.
"Inazuma, kau sudah tau siapa yang berada di luar bukan? Segera lumpuhkan mereka. Dan ingat Salah satu dari mereka adalah Jinchuricki Kyuubi." Ujar sang Pemimpin kepada salah satu anggotanya.
Inazuma yang mendengarnya tersenyum. "Baiklah, aku mengerti." Dan selanjutnya Inazuma menghilang dari mereka hadapan anggota lainnya.
.
.
Sementara diluar, Kushira terlihat bosan karena dari tadi ia hanya melihat sang guru hanya berkomunikasi dengan team guy dan tangan kirinya terus saja bersiap untuk melepas kertas segel pada batu besar yang menjadi penghalang mereka untuk masuk kedalam goa yang diperkirakan menjadi markas Akatsuki.
Dirinya benar-benar bosan, ia sudah mempersiapkan mentalnya jika nanti ia bertemu dengan Kakaknya. Ia akan membujuk Naruto agar kembali lagi bersama mereka lagi di Konoha, lagi pula apa yang kakaknya lakukan dengan Akatsuki? Hanya menjadi seorang buronan yang di cari oleh hampir seluruh dunia. Sungguh itu bukan Narutonya dulu, Kakaknya bukan tipe orang yang mau repot untuk urusan yang tidak jelas, lagipula apa tujuan Akatsuki menangkap dan mengumpulkan Jinchuricki beserta Bijuu-nya? Tidak jelas bukan lebih baik kakaknya kembali lagi ke Konoha, tinggal bersama Tou-san dan Kaa-san nya.
Nanti jika kakaknya pulang pasti nanti ada gadis yang akan tertarik dengan kakaknya, dan itu benar kakaknya memang mempunyai kharisma yang benar-benar besar. Bahkan wanita di belakangnya ini salah satunya.
Kakaknya mampu membuat seorang Wanita sekelas Mizukage jatuh cinta kepadanya. Lihat Mizukage bahkan harus turun tangan langsung untuk mencari Naruto, yah meskipun tujuannya belum jelas tapi ia yakin Mizukage cantik itu akan membantu nya memulangkan kembali kakak kembarnya.
Ia benar-benar rindu dengan Kakaknya, segala hal dari Kakaknya ia rindukan. Sikap cabul kakaknya jika ia melihat gadis seksi, sikap cuek kakaknya, ngambeknya kakaknya kalau tidur dibangunkan tidak pada waktunya, segala hal tentang kembarannya ia rindukan.
Dan yang paling ia rindukan adalah momen di mana kakaknya yang setiap malam selalu mentraktir nya makan di Ichiraku Ramen, ia selalu memesan ramen kuah kental dengan potongan ayam goreng dan potongan kecil wortel di atasnya, oh dan jangan lupakan dua buah telur rebus di atas mangkuk besar ramen tersebut.
Dirinya selalu memesan sama seperti itu, sama seperti kakaknya. Hanya berbeda kakaknya dengan rasa pedas, sementara dirinya tidak terlalu suka pedas. Tapi pernah ia beberapa kali harus terpaksa memakan makanan pedas, dirinya selalu saja kalah dari kakaknya jika kakaknya mengajaknya balapan dari tempat latihan menuju tempat Ichiraku berada. Dan akhirnya ia harus memakan ramen pedas dan juga ia yang membayar apapun yang dirinya dan juga apapun yang kakaknya pesan, heh sudah jatuh tertimpa tangga pula, tapi sekarang jika ia harus kembali berlomba seperti itu, yah sudah jelas bahwa dirinya akan kalah telak bahkan. Bayangkan kakaknya bisa menguasai Hiraishin tanpa Fuuin berbeda dengan ayahnya yang sampai sekarang masih menggunakan Hiraishin versi kunonya mungkin, tapi meskipun kuno ia bahkan belum bisa menguasai jutsu tersebut.
Tapi meskipun demikian, ia sangat ingin melakukan itu semua. Rasa itu benar-benar nyaman, berjalan bersama saudara kandung sendiri, bercanda, kata-katanya, dan yang paling ia rindukan di saat kakaknya selalu menggenggam erat pergelangan tangannya erat lalu menariknya untuk berlari dan berteriak, "Aku akan menjadi Hokage terkuat sepanjang sejarah –Tebbayo!"
Dirinya dari dulu memang selalu berlomba-lomba dalam hal apapun dengan kakak kembarnya itu, hal apapun bahkan ia dulu pernah berlomba dengan kakaknya dalam hal mencorat-coret monumen patung wajah hokage, mereka berdua berlomba siapa yang paling banyak mencoret wajah keempat patung itu dialah yang menang.
Flashback!
"Bilang saja kamu takut kalahkan, sudah akui saja Kushira." Ucap seorang anak kecil berambut pirang dengan ikat kepala shinobi Konoha berwarna biru terikat di dahinya.
Bibir lawan bicaranya mengerucut, ia bukan takut kalah, hanya saja tidak ada hal lain yang kakaknya jadikan perlombaan selain mencorat-coret patung para Hokage. "Ta-tapi, itukan patung Hokage, seharusnya kan jangan kita corat-coret, malah sebaliknya Nii-chan. Kita harus mempe–"
"Takut! Kalau takut kalah bilang aja" Ucapan Naruto tiba-tiba menyela perkataan adiknya. "Kalau kamu mengalah begitu bagaimana nanti jika kamu melihat aku akan menjadi Hokage Nanti. Apa kamu rela melihat ku menjadi penerus Tou-san? Mana ucapan kata bersaingmuKushira?" Ujar Naruto sambil melipat tangannya di dada nya.
Mata birunya membulat sempurna, ia tak rela, ia harus bisa memberikan perlawanan sengit jika ini bersangkutan tentang Hokage, ia harus bisa. "Baiklah cara apapun bolehkan Nii-chan?" Tanya Kushira mengikuti gaya kakaknya dengan melipat kedua tangannya di depan dada nya.
Naruto tersenyum dan mengganguk. "Disana catnya" Ujar Naruto lalu menoleh ke arah banyaknya kaleng cat-cat berbagai macam warna.
"Jika kamu kalah berarti kamu sudah melepa–"
"Kagebunshin no Jutsu!" Teriak Kushira lalu terlihat sebuah kepulan asap putih dan tak lama keluar banyak bunshin dari balik asap Yang tebal tersebut. Terlihat ada sekitar 15 bunsin dan tentunya salah satunya adalah Kushira.
"Kalau kamu diam saja, kamu akan kalah Nii-chan, uweee!" Ujarnya sambil menjulurkan lidahnya kearah kakaknya.
Naruto terkaget begitu tau adiknya curang kepadanya, ia tersenyum dan merapal segel. "Baiklah, Kagebunshin no Jutsu!"
Flashback end!
Dan akhrinya dirinya menang, ia mencoret habis patung wajah dari Shodaime, Sandaime dan patung ayahnya dengan berbagai warna cat yang melapisi ketiga patung wajah dari ketiga pemimpin Konoha di masa lalu dan di masa depan.
Kakaknya kalah cepat dengan dirinya, ia hanya mencoret patung Nidaime saja, dan akhirnya kakaknya mengaku kalah untuk pertama kalinya. Dan masih dalam euforia kemenangan yang benar-benar terasa dalam dirinya, ia tiba-tiba merasakan sakit pada telinga kanannya. Sambil menahan rasa sakit, Ia melihat Tou-san nya muncul disampingnya dan langsung menjewer telinganya.
Tak berbeda jauh dengan dirinya, Kakaknya ditarik kebawah oleh rantai chakra berwarna hijau. Siapa lagi yang memiliki itu, tentunya saja ibunya, sang ibu dengan sadis terus saja menarik rantai Chakranya dan langsung menjitak kepala Naruto tepat di ubun-ubunya.
Dia sadar, ajang pencoretan patung hokage ini bukan hanya sekedar menang atau kalah. Tapi ia yakin ini juga sekaligus menarik perhatian kedua orangtuanya agar bisa memberi perhatian pada Kakaknya yang memang kurang akan perhatian dan kasih sayang kedua orangtuanya, yang juga orangtuanya juga.
Ia sadar juga hal itu adalah salah satu, dari penyebab utama dari kepergian kakaknya dari desa. Di siang sebelum kepergiannya Naruto benar-benar tidak bicara pada siapapun, bahkan dirinya. Sejak mayat Naomi di temukan, dan Kelakuan kakaknya yang menyalahkan salah seorang Tetua desa, Shimura Danzo sebagai dalang dari semua yang terjadi di balik pembantaian Uchiha, tapi sayangnya tidak ada yang percaya pada hal itu.
Sejak saat itu kakaknya dan orangtuanya berubah, Naruto lebih cenderung menutup dirinya dan menjadi orang yang sangat dingin. Ia tidak lagi menanggapi nya bicara, bahkan ia mencekal erat tangannya pada saat ia menarik paksa tangan kakaknya menuju Ichiracku.
Ibunya nya hampir setiap saat selalu mendekati Naruto dan hanya dibalas dengan gumaman 'Hn' atau 'Hm', ia benar-benar berbeda tidak ada lagi hawa kasih sayang seperti yang sudah-sudah di Kakaknya. Ibunya selalu menawarkan akan membuatkan makanan dan hanya dibalas gumanan lagi, makanan yang di buatkan oleh ibunya jangankan di makan sendok beserta isinya tidak berubah posisi sedikitpun.
Kakaknya membentak keras ibunya beberapa jam sebelum kakaknya meninggalkan desa. "Kau tidak pernah ada untukku! Sekarang keluar dari kamar ku, urus saja yang lainya dan dirimu sendiri!" Teriak Kakaknya sampai terdengar oleh dirinya yang berada di bawah di ruang tengah. Ia naik keatas dan melihat bahwa ibunya baru saja menampar keras pipi Kakaknya.
Kakaknya menangis dan meminta Kushira dan Ibu keluar dari kamarnya, sebelum keluar tangan ibunya bergerak memeluk tubuh Naruto erat. Dan berkata "Kaa-san minta maaf belum bisa menjadi ibu yang kamu mau, tapi mulai sekarang Kaa-san akan akan melakukannya untukmu Naruto." Kata Ibunya membuat Kushira Tersenyum, Ia melihat Ibunya mencium puncak kepala Naruto lama, sangat lama dan kemudian ia melepaskan pelukannya dan berbalik menarik tangan Kushira keluar dari kamar Kakaknya.
Dan pada saat Ibunya menutup pintu, ibunya berkata Naruto akan baik-baik saja, untuk sekarang ia perlu waktu untuk sendirian Kushira. Setelah mengatakan itu ibunya langsung mengelus-elus rambut merah Kushira, dan bergerak menuju kamarnya.
Pada saat itu Kushira sudah sangat senang, akhirnya orangtuanya sudah mulai menggangap Naruto ada di antara mereka, Ia sangat senang.
Tapi beberapa jam kemudian ia benar-benar tidak percaya mendengar kejadian bahwa kakaknya kabur dari rumah dan membunuh seorang ANBU dan bahkan ia hampir membunuh Kakashi-sensei.
Tangis ibu nya pecah, ia memaksa Minato untuk segera mencari keberadaan kakaknya saat ini, tentunya Minato langsung bergerak bersama beberapa Ninja Konoha lainnya. Dan hasilnya nihil, Mereka tidak mendapatkan apa-apa. Kakaknya telah pergi jauh dari Konoha, meninggalkan luka mendalam bagi orangtuanya dan Kushira.
"Apa yang kau lamunkan Kushira?"
Suara rekan setimnya, Sakura Haruno memecah lamunannya. Ia baru sadar bahwa sekarang ia tengah menjadi pusat perhatian diantara mereka, bahkan Ninja Kirigakure juga ikut memperhatikan nya, Dan Mizukage menatapnya dengan senyuman misterius.
"Kau melamunkan Kakakmu?" Tanya wanita yang menjabat sebagai Mizukage itu.
Kushira menegaskan badanya. "Tentu saja Mizukage-sama." Balas Kushira kepada Mei Terumi.
Mei berpikiran positif, tentu saja pasti seorang adik pasti akan sangat menantikan kehadiran sang kakak bukan, terutama gadis di hadapannya ini. Rambut merah sepundak, ikat kepala Hitam panjang dengan bangga ia pasang di dahinya menutupi rambut merahnya. Mata biru sebiru mata sang kakak, wajahnya juga begitu mirip dengan kembarannya.
Wajah nya sangat cantik, lawan dari wajah tampan Kakaknya, juga dengan tiga garis di pipi kiri dan kanannya. Dan juga dadanya, ia tahu di balik baju itu terdapat dua buah payudara dengan kualitas tinggi, terbukti dengan menonjolnya dua buah gudukan dada di balik baju tersebut. Diusia muda ia sudah di anugrahi wujud sempurna sebagai seorang wanita.
Sambil tersenyum dalam memandang wajah Kushira, ia mendengar ada langkah kaki. Suara langkah kaki itu terdengar di belakangnya, ia menolehkan kepalanya dan melihat seorang berambut hitam dengan jubah hitam berawan merah berjalan mendekat kearah mereka.
Pria beRambut hitam spiky, Sharingan yang menyala, berjalan dengan santai ke arah tiga ninja Konoha satu ninja Suna dan empat ninja Kiri. Tersenyum manis pada mereka semua, tetapi tatapan matanya mengarah ke gadis cantik berambut merah sepundak.
Kakashi dengan waspada, bersiap untuk keadaan terburuknya. Sepertinya orang dihadapannya ini tidak sembarangan, dengan Sharingan itu ia yakin bahwa orang di hadapannya ini bukan orang sembarangan, lagi ia melihat bukan hanya Sharingan tapi di mata kanannya juga ada Byakugan, Kekei Genkai Khas Klan Hyuuga.
Selama ini Kakashi selalu mendengar desas-desus tentang Akatsuki, mulai dari berapa banyak anggotanya, seberapa kuat mereka, dan apa tujuan mereka sebenarnya. Itu masih dalam tanda tanya besar, dan dengan munculnya pria ber-Sharingan dihadapannya ini makin menguatkan fakta bahwa memang benar di balik ke misteriusannya Akatsuki terdapat banyak sekali orang-orang kuat.
Tapi dengan Sharingan dan juga Byakugan itu, ia yakin seluruh anggota Akatsuki adalah orang-orang yang sangat berbahaya. Naruto adalah salah satunya, ia memiliki mata yang konon hanya dimiliki oleh Rikudo Sennin.
Tapi apapun itu ia siap untuk menghadapinya. Meskipun ia masih berharap Naruto kembali ke desa, selalu ada orang yang menantinya di desa, orangtuanya dan juga adiknya selalu berharap agar Naruto kembali, tapi hingga sekarang jangankan kembali, memunculkan batang hidungnya pun tidak.
Dan Kakashi menghentikan lamunanmya melihat orang berpakaian ala Akatsuki itu semakin mendekati kearah mereka berdiri sekarang.
Inazuma berjalan semakin mendekat dan berhenti hanya sekitar sepuluh meter di hadapan para Shinobi, dan tatapan matanya tidak pernah lepas menatap mata biru seorang gadis bernama Kushira Namikaze. "Namamu Kushira?" Tanya Inazuna kepada Kushira.
Mendengar suaranya saja Kushira gemetar, suaranya benar-benar dingin. Ia menelan ludahnya, "I-iya, Aku Kushira." Jawab Kushira kepada lawan bicaranya yang nampak sedikit menyeramkan.
Inazuma yang masih dalam jarak sedekat ini masih memasang pose santai dengan melipat kedua tangannya di dadanya menganggukan pelan kepalanya. "Di mana ayahmu saat ini?" Tanya Inazuma Kepada Kushira.
Kushira sedikit terkejut mendengar suara yang didengarnya, kenapa orang ini membawa-bawa ayahnya? "Ada urusan apa kau dengan Tou-san? Dan dimana sekarang Naruto-Nii?" Ujar Kushira bertanya balik pada orang dihadapannya ini.
Semua orang yang ada di sana kecuali Kushira dan Inazuma hanya diam dan bersiap dengan keadaan terburuknya yaitu berhadapan dengan salah satu anggota dari Akatsuki yang identitasnya masih belum diketahui siapakah orang yang berada dihadapannya sekarang ini.
Dan tentu saja sang Mizukage, Mei Terumi juga bersiap dengan keadaan itu. Dari awal ia memang sudah mempersiapkan dirinya untuk keadaan yang terburuk yaitu bertarung dengan Akatsuki, tidak lebih tepatnya untuk bertarung dengan Naruto.
Itulah tujuannya datang kesini, untuk menghabisi nyawa seorang Pria pirang bernama Namikaze Naruto.
Ia menatap pria ber-sharingan yang ia ketahui adalah rekan setimnya Naruto, Dreyoka. Sekarang ia tahu, dibalik penutup mata yang menutup mata kirinya dulu terdapat sebuah Sharingan. Dan ia yakin Sharingan itu sudah benar-benar terasah dengan sangat baik, ditambah lagi dengan mata kanannya yang sekarang masih ia tutup dengan kelopak matanya. Tapi ia tau itu adalah Byakugan, Kekei genkai yang sempat menjadi perenggang hubungan antara Kirigakure dan Konoha, tapi semua itu sudah di selesaikan dengan damai.
Tapi ia butuh jawaban yang di tanyakan oleh adik dari seorang yang sudah ia cari selama ini, Dimana Naruto? Itu saja begitu ia tau dimana letaknya ia Mungin akan segera ketempat yang dikatakan pria bernama Dreyoka itu.
"Dimana Naruto." Ujar Mei dengan suara dengan nada tinggi itu. Ia sama sekali tidak sabaran untuk mendengar jawaban itu. "Kau rekan setim Naruto di Akatsuki, katakan saja dimana Naruto sekarang ini!" Ujar Mei melanjutkan ucapannya sekarang dengan nada ancaman didalamnya.
Sementara yang ditanya hanya menatapnya tajam dan membuat sebuah senyum di wajahnya. "Mizukage Mei Terumi, sempat aku berpikir kalau waktu itu Naruto membunuhmu... Tapi nyatanya tidak." Ujar Inazuma kepada Mei Terumi.
Sementara yang lain kaget mendengar ucapan yang dikatakan pria yang bernama Dreyoka berkat hasil mendengar percakapan antara Mei dan Anggota Akatsuki tersebut.
Ternyata Naruto Namikaze dengan mudahnya bisa saja membunuh seorang Mizukage. Bisa dibilang kekuatan Naruto sudah sangat pesat berkembang nya sejak pergi meninggalkan desa.
Begitu juga dengan adiknya, entah kenapa sejak ia menatap wajah pria dihadapannya ini–yang sedang tersenyum itu–ia merasakan adanya sebuah rasa yang berbeda jika menatapnya, rasanya seperti ia memiliki sebuah ikatan dengan pria–yang lumayan rupawan–berSharingan dihadapan Kushira ini.
ngomong-ngomong tentang rupawan ia juga sangat penasaran dengan wajah kakaknya sekarang, terakhir mereka bertemu, wajah kakaknya begitu berbeda. Tidak lagi memakai ikat kepalanya yang menjadi kebanggaannya dulu, masih memiliki tiga garis di kiri dan kanan pipinya tapi tidak terlalu jelas lagi seperti dirinya, dan senyumannya yang jauh berubah. Senyumannya yang sekarang lebih baik tidak usah di munculkan, karena sama sekali bukan senyumannya yang dulu, sama sekali tidak ada rasa apapun didalam senyuman itu selain rasa merendahkan. Dan Mata biru itu, Dengan mata birunya itu, membuat siapa saja pasti akan masuk kedalam semacam genjutsu, ya seperti yang ia rasakan saat ia melihat mata biru kakaknya.
Matanya saja mampu membuat seseorang merasa dirinya tidak lebih dari seorang wanita lemah tak berguna, ia terus saja terbayang akan hal itu. Benar-benar seperti terkena sebuah Genjutsu.
Selalu saja merasa tidak berguna, padahal dirinya sudah melakukan segalanya untuk mencari tahu keberadaan kakak kembarnya itu. Matanya saja mampu membuatnya terus-menerus berpikiran seperti itu.
Apalagi jika Naruto sudah merubah matanya menjadi Sharingan, sudah pasti akan ada hal yang lebih buruk lagi dari pada itu. Dan juga pasti kakaknya itu sudah mahir betul dalam hal mengendalikan Sharingannya itu.
Dan juga ia dengar-dengar dan juga ia tidak terlalu jelas melihatnya, kalau kakaknya itu sudah membangkitkan kedua matanya menjadi Mangekyo Sharingan.
Hebatnya, kakaknya bisa memanggil sebuah...entah apalah bentuknya, seperti seorang manusia yang memakai pakaian ala Samurai berwarna biru dari ujung kepala hingga ujung kakinya. Makhluk itu menyelubungi tubuh kakaknya.
Dan juga ia tahu dari ayahnya kalau hanya ada beberapa orang saja yang mampu membangkitkan makhluk bernama Susanoo itu.
Jujur ia senang mengetahui kalau kakaknya bisa membangkitkan makhluk bernama Susanoo itu, secara hanya ada beberapa orang saja yang mampu membangkitkan nya, tapi rasa senangnya itu bercampur juga dengan rasa sakit dan kecewa. Karena ia tahu kakaknya sudah melakukan banyak tindak kriminal dengan kedua Mangekyo Sharingannya itu.
Tapi ia selalu berharap dan melakukan segala cara agar Kakaknya menghentikan segala tindakannya yang tidak berguna itu, ia harus bisa mengembalikan kembali kakaknya ke Konoha bersamanya.
Dengan rasa positif yang sangat tinggi Kushira mengepalkan kedua tangannya erat. Ia harus tau di mana kakaknya sekarang juga, masa bodo dengan adanya sesuatu ikatan dengan orang dihadapannya ini.
"Di mana Nii-chan! Katakan sekarang juga!" Ujar Kushira dengan nada ancaman.
Inazuma yakin-seyakinnya kalau ia merasakan sebuah gejolak chakra pada tubuh Kushira Namikaze. 'Itu chkara Kyuubi' Batin Inazuma.
Sedikit saja dengan membuat Kushira panas dan ia yakin selanjutnya yang akan mengambil alih tubuh Kushira adalah Kyuubi.
"Sepertinya kau ingin tau sekali Kushira" Jawabnya dengan enteng.
Sakura Haruno meneguk ludahnya sendiri, jujur ia takut dengan kondisi ini. Hawanya begitu mencekam. Belum lagi orang dihadapannya itu yang terus-terusan tersenyum seperti itu.
Ia yakin dibalik senyuman itu terdapat sebuah kekuatan besar yang akan ia keluarkan nantinya. Dari Sharingannya itu, tapi apakah dengan saringan itu menandakan bahwa ia adalah Uchiha? Karena Uchiha sudah di bunuh habis oleh salah satu anggota klannya sendiri yaitu Itachi Uchiha.
Dan dari semua pembantaiannya hanya tersisa dua orang klan Uchiha saja lah yang masih hidup yaitu, tentu Uchiha Itachi dan Adiknya; Uchiha Sasuke. Pria yang menjadi bagian penting dari hidup Sakura Haruno.
Sakura menggelengkan kepalanya, ia seharusnya fokus dengan apa yang terjadi sekarang ini. Bukannya berimajinasi tentang dia secara terus-menerus.
Ia harus siap menghadapi masalah hidup yang berada dihadapannya ini. Di seorang ninja medis, didikan langsung dari Godaime Hokage; Senju Tsunade. Ia akan tumbuh menjadi dirinya dan tentu akan melewatinya.
Sementara Kakashi sedari tadi sengaja mematikan alat komunikasinya dengan tim guy yang tengah mencari empat buah kertas segel. Sekarang itu tidak penting lagi ia tau pria dihadapannya mengincar 'sesuatu' yang berada di dalam tubuh anak didiknya, Kushira.
Ya tidak ada cara lain selain berhadapan dengannya, tidak mungkin hanya dengan Taijutsu atau Ninjutsu saja jika menghadapi musuh seperti nya. Terakhir kali ia menghadapi pria ber-Sharingan dirinya di buat tak berdaya hanya karena Genjutsu.
Tapi kali ini ia sudah mempunyai yang lebih baik dari hanya sekedar Sharingan biasa. Tanpa sadar ia sudah membangkitkan sesuatu yang akan sangat berguna jika ia gunakan untuk kondisi darurat seperti ini.
Dengan sekali gerakan ia mengangkat ikat kepalanya sedikit ke atas dan membuka kelopak mata kirinya. Dan sudah terlihat sebuah Sharingannya. Ia sekarang membutuhkan sedikit waktu untuk membangkitkan mata tersebut.
Inazuma menoleh menatap Sharingan Kakashi. Dari penglihatannya ia melihat aliran chakranya Kakashi mengarah ke arah Sharingannya berada, mungkin ia sudah membangkitkan Mangekyo Sharingan tapi karena ia kurang pengalaman dalam penggunaannya ia memerlukan proses untuk mendapatkan hasil maksimal dari Mangekyo Sharingannya.
Tapi ia tidak terlalu peduli dengan itu. Yang menarik adalah wanita yang berada di samping Mizukage tersebut. Ia terus saja menampilkan wajah yang benar-benar berbeda, mungkin ia benar-benar kesal.
"Kau ingin tahu di mana Kakakmu bukan, Kushira?" Tanya Inazuma. "Kalau kau ingin tahu, cepat kalahkan aku, dengan begitu aku akan memberikanmu lokasi kakakmu berada saat ini." Ujar Inazuma berusaha memancing Kushira agar paling tidak agar menyerangnya.
Kushira yang mendengar itu semakin mengeraskan kepalan tangannya. Ia sangat kesal mendengar perkataan orang di hadapannya ini.
Sementara yang lainnya semakin bersiap untuk keadaan yang terburuknya, mereka yakin kalau mereka akan bertarung dengan salah satu anggota Akatsuki di hadapan mereka ini.
Dan benar saja Sakura melihat Kushira berlari menuju pria berkostum Akatsuki itu sambil memegang sebuah Kunai di tangannya.
.
"Tunggu! Luce tunggu dulu!" Ujar seseorang pria berambut jabrik berwarna merah muda atau bisa dikatakan dusty pink.
Yang dipanggil oleh pria itu adalah seorang gadis cantik berambut pirang panjang dengan dua ikatan kecil di belakang menoleh menatap ke pria yang barusan memanggil nya. "Ada apa Natsu?" Tanya Wanita kepada rekannya yang berambut pink itu.
Natsu, begitu kira-kira nama pria yang berada dihadapan wanita pirang itu. "Kau mau kemana?" Tanyanya lagi.
Sang gadis cantik itu menggelengkan kepalanya dan tersenyum. "Aku hanya ingin menghilangkan rasa bosan ku ini, aku ingin menjernihkan sedikit pikiran ku ini Natsu." Ujarnya kepada pria dihadapannya. "Mungkin aku akan berbelanja, wajar bukan?" Lanjutnya.
Pria itu hanya manggut-manggut tanda mengerti apa yang diinginkan gadis dihadapannya ini. "Boleh aku ikut, Luce?" Tanyanya apakah dirinya boleh ikut dengan gadis itu.
"Aku hanya sebentar Natsu, lagipula sudah lama aku tidak berbelanja, biarkan aku sendiri dulu. Aku akan kembali sebelum jam sepuluh." Balasnya sambil membenarkan posisi poni di dahinya.
Lagi-lagi Natsu mengganguk. "Baiklah, aku dan Gray akan pergi untuk mencari target kita. Jadi jaga dirimu baik-baik Lucy." Ujarnya. "Dunia ini, meskipun mirip, tapi semuanya terasa berbeda. Ingat itu Luce."
"Iya Natsu, aku sudah tau. Sudah hampir dua tahun kita di sini, jadi aku sudah tahu semua itu." Balasnya dengan sedikit kesal.
"Baiklah, aku kedalam dulu untuk bersiap mancari Naruto."
.
#LohkokadaNatsusamaLucy;D
Lama aku terpisah
Dari dirinya
Sekian lama
Lama sudah berlalu
Tapi jejaknya
Tertanam selamanya
Dia selalu ada
Di dalam doa
Terselip nama
Di dalam doa
Lewat radio aku sampaikan
Kerinduan yang lama terpendam
Terus mencari biar musim berganti
Radio cerahkan hidupnya
Jika hingga nanti ku tak bisa
Menemukan hatinya
Menemukan hatinya
Menemukan hatinya lagi
Lama sudah berlalu
Tapi jejaknya
Tertanam selamanya
Dia segalanya bagiku
Dia segalanya bagiku
Apa yang terjadi jika ku gagal menemukannya.
Sheila on 7 ~ Radio.
Maaf chap di atas saya gantungin gitu aja, chap depan baru ada pertarungan Inazuma. Dan nanti Inazuma bakal mengeluarkan Jurus Sharingannya loh! Dan yeah! Pair dari fic ini adalah, jengjengjeng...NarutoxLucyHeartfilia! Kenapa? Ya emang dari awal saya buat NNN pair-nya antara NaruLucy atau NaruSaku! Tapi saya lebih milih NaruLucy, hehehe. Lah kok bisa ada Lucy Heartfilia seh? Tenang bukan cuma Lucy doang, ada yang lain, Natsu Dragneel ada, GrUvia Fullbuster ada, Erza Scarlett ada, Wendy Marvell ada, Gajell Redfox ada, Laxus Dreyar juga ada, terus juga ada tiga kucing(?) juga loh hehehehe. Tapi tetep musuhnya bukan anggota Fairy Tail itu kok, mungkin hehe:D oke segini dulu ya :)
Balasan komentar:
Laffayete : Hmmm... Oke tunggu aja :D
King Mongkey 29 : Deh lanjut Vroh...
Taufiqqurahman 172 : Kalo nama team Naru saya tampung dulu yak, tapi arti Hikari keren tuh :)
Esya. : Umm... Kan dia dapat kabar ada pertarungan Naruto vs Minato di Rouran, nah pas di Rouran Mei ama ninja Kirigakure ga sengaja bertemu sama Team 7+Chiyo. Tapi sangat disayangkan, Mei gak Hamil Vrohhh...
Tamerlane : Selow aja PDS4 masih lamaaa... Kalau senjatanya yag dipake sama Naruto lah... Gunbai? Gimana yak? Kayaknya kurang cocok aja dipake sama Naru, tapi tenang ntu Gunbai bakalan di pakai lagi dan tentu aja dengan jutsu yang lain :) Ya you Right, nanti ada 1 atau 2 karakter yang bakalan mati sama dua senjata itu(Pedang sama Tombak)
Lusy922 : Iya nanti Kushira bakalan ketemu kok sama Naruto. Kenapa Mei pengen ketemu sama Naru? Karena Mei ingin menghabisi nyawa Naruto. Tujuan Naruto itu, ya tujuannya yang di berikan oleh Madara. Kalo tujuan Dreyoka(Inazuma)Nanti juga tau kok hehe.
.9 : Iya gan.
Ilikebob : Wkwkwk... Dosamu sudah dicatat oleh malaikat loh(DevilSmile)
Kang Delis : Hehe, You Wrong man :D
TsukiNoChandra : Itu kan kekuatan Rinnegan di Cannon? Kalo di NNN beda, Baru bisa mengendalikan maksimal sebelas Tubuh. Iya dari ke sebelas tubuh itu, enam tubuh juga punya kaya gitu; Tendo, Gakido, Chikisodo, Shurado, Jigokudo, Nintendo plus kekuatan dari lima tubuh lainnya loh, dan ada kekuatan spesial nya loh :D Sorry walaupun bagus, saya gak terima lagu dari luar Negeri men ;)
Guest : ha-ha-ha... Emang saya orangnya kaya gitu, maunya langsung gak pake lama gak pake bertele-tele. Makasih udah suka NNN.
Guest : bentar lagi men :)
.980 : Udeh :)
Antoni Yamada : Udeh lanjut neh:)
Guest : Hiks..Hiks..Hiks... Akhirnya ada yang bela saya dari Flamers ;)
Guest : Maksudnya apaan seh?! Rada gak ngerti neh?!
Nokia 7610 BLACK : Udah lanjut neh :)
