Naruto by Masashi Kishimoto

Warning: OOC, AU, Typo, Lemon, Smut, Porn Without Plot, and many more.

Pairign: Naruto x Temari.

...

..

.

My Childhood Friend

...

Naruto melihat sebuah foto yang menampilkan dirinya dengan seorang bocah berambut pirang pucat pendek, keduanya terlihat tertawa lebar menatap kamera. Naruto sendiri tersenyum melihat fotonya dengan teman masa kecilnya tersebut, dia penasaran akan temannya itu saat ini, dia juga berkeinginan untuk bertemu dengannya.

Rasa penasaran membuat Naruto ingin menemuinya.

Yah, kali ini dia kembali ke desa Konoha, tempat dimana dirinya dilahirkan serta bertemu dengan teman masa kecilnya itu, terlebih lagi Kakek Neneknya meminta dirinya untuk membantu memanen beberapa sayuran yang ditanam oleh Kakeknya, sekalian mengisi waktu di hari liburnya.

Pemuda itu saat ini berada di belakang rumah Kakeknya, dia sedang duduk santai sambil melihat beberapa sayuran yang sudah dipetik, disebelahnya ada gelas serta camilan untuknya, sang nenek dengan senang hati membuatkan beberapa camilan serta minuman untuk dirinya.

Walaupun Naruto tak menginginkannya sih.

"Oi, kau Naruto ya?!"

Naruto mengerjapkan matanya beberapa kali mendengar suara yang agak maskulin itu, dia menoleh ke arah suara itu berada. Di sana ada sosok gadis berambut pirang pucat, tingginya mungkin hampir menyamai dirinya, dan juga kedua aset yang bisa dibilang berukuran besar.

Naruto mengerutkan dahinya saat gadis itu mendekatinya, dia duduk di samping pemuda itu. Sepertinya Naruto mengenali gadis ini, tapi siapa?

"Kau lupa huh? Dasar pikun."

"Maafkan aku yang lupa, tapi siapa ya?"

"Temari, Sabaku Temari, teman masa kecilmu di desa Konoha."

Naruto mengerjapkan matanya untuk yang kesekian kalinya, dia mengingat sosok bocah pirang yang berfoto bersama dirknya, dia ingat sekarang.

"Wahhh, kau Temari! Ternyata perempuan-aduh!"

"Kau kira aku laki-laki?!"

Bisa dibilang pakaian yang dikenakan Temari sekarang agak ke feminin, rok mini berbahan jeans serta sebuah yukata berwarna ungu yang menutupi tubuh bagian atasnya.

Naruto meringis merasakan pukulan yang mendarat dikepalanya, dia tersenyum saat melihat teman masa kecilnya itu datang dan bertemu. Rasa penasarannya sast ini telah hilang, digantikan dengan perasaan rindu pada gadis yang menjadi teman masa kecilnya itu.

"Uahhh, rasanya kita bernostalgia ya? Saat kecil kita berdua bermain bersama serta mencari beberapa serangga di dekat hutan atau dekat sungai," ujar Temari, dia memulai pembicaraan antara dia dan Naruto. "Dan sepertinya kau tak banyak berubah ya, Naruto."

"Sepertinya begitu, mungkin yang berubah hanyalah kau Temari."

Temari menampilkan seringai khasnya. "Aku lebih feminim daripada dulu tahu!" Gadis itu berujar lantang, walaupun dia sudah muali memakai pakaian khas wanita, tapi sifatnya yang tomboy masih terasa oleh Naruto. "Naruto, bagaimana jika kita melakukan itu lagi?"

Naruto mengerjapkan matanya polos, dia tak tahu apa yang dikatakan oleh gadis itu. Kepalanya miring kesamping saat mendengarkan ajakan Temari barusan. "Melakukan apa?"

"Hum, kau lupa ternyata." Temari pun mendekatkan bibirnya pada telinga Naruto, dia membisikkan sesuatu pada pemuda itu yang membuat tubuh Naruto menegang. Gadis itu pun beranjak, dan duduk di atas paha Naruto membuat pemuda itu terkejut melihat tingkah teman masa kecilnya itu, kedua tangan Temari bertumpu di atas bahu lebar Naruto, lalu dia mendekati telinga Naruto dan meniup daun telinga pemuda itu.

Tubuh Naruto bergetar geli saat merasakan telinganya di tiup oleh Temari. "Te-temari."

"Apa?" Temari bertanya, tetapi dadanya malah menempal pada dada bidang Naruto, dia tersenyum menggoda pada pemuda itu. "Kau punya janji yang harus dipenuhi."

"Ja-janji?"

"Menikah denganku!"

"Meni...kah?"

Flashback.

Naruto dan Temari terlihat bermain-main di tepi sungai, mereka juga memancing ikan untuk kesenangan mereka, setelah mendapatkan beberapanikan, Naruto dan Temari membakarnya di sebelah api unggun yang telah dibuat.

"Naruto."

Naruto yang fokus dengan ikan bakar itu pun menoleh, dia melihat sosok bocah berambut pirang kecoklatan pendek dengan pakaian kaos tanpa lengan berwarna putih dan sebuah celana pendek berwarna hitam, bocah itu terlihat malu saat memanggil dirinya.

"Ada apa?"

"Saat kita dewasa, maukah kau menikahiku?"

"Menikah? Tapi kita sama-sama lelaki." Wajah Temari yang malu itu pun berubah kembali ke semula, dia memasang wajah lelah mendengar pernyataan polos dari Naruto. "Tapi aku tak masalah jika menikahi kau, lelaki atau perempuan pun aku masalah kok, asal kita selalu bersama."

Sebuah cengiran khas membuat Temari kembali tersipu. "Janji ya?"

"Janji!"

...

...

"Sudah ingat?"

Naruto tertawa tak enak, dia mengingat bagaimana ucapannya saat keduanya masih kecil, Naruto saat itu tak mengetahui jika Temari adalah seorang wanita tulen. "Ah iya, aku ingat saat itu."

"Dan aku cewek tulen, dasar bodoh." Temari pun langsung mencium bibir Naruto dengan mesra, dia memeluk leher pemuda itu dan merapatkan tubuhnya.

Naruto sendiri membalas ciuman dadakan yang diberikan Temari, dia memeluk pinggul ramping gadis itu membuat kedua area sensitif mereka saling bersentuhan. Naruto merasakan sesak di celana training yang dikenakannya.

Kedua tangan Naruto mulai turun kebawah hingga menyentuh pantat Temari, dia bermain-main dengan pantat seksi Temari dengan cara meremasnya. Naruto sangat gemas dengan bongkahan pantat Temari, sementara ciuman Naruto mulai turun ke leher Temari, ia memberikan bercak-bercak merah yang membuat Temari mendesah nikmat.

"Naruto..."

"Ada apa hm?" Naruto menarik dirinya, dia menatap Temari yang sedang menarik napasnya dengan wajah merah meronanya. "Aku tak tahu jika gadis tomboy akan sangat cantik jika seperti ini."

"Jangan menggodaku, sialan."

Naruto menyeringai, dia menarik kedua tangannya dan membuka Yukata yang dikenakan Temari, dua buah payudara yang tertutupi oleh perban pun terlihat, Naruto segera menyingkap perban itu untuk melihat dua buah puting susu milik gadis di depannya.

Naruto melahap salah satu puting susu itu, dia juga meremas payudara Temari yang lain, gadis itu meremas kepala pirang Naruto, tubuhnya menegang saat putingnya dihisap oleh pemuda itu.

"Uhnnn..." Temari mendesah saat putingnya yang sebelah kiri di cubit oleh Naruto. Hisapan pada puting Temari berubah menjadi jilatan, kedua payudara Temari pun dijilati oleh Naruto membuat tubuh gadis itu kembali bergerak dengan sendirinya.

"Ahhh, Naruto..." Temari terus mendesah memanggil nama Naruto, dia dibuat tak berdaya oleh pemuda itu.

...

..

...

Temari meletakkan celana dalamnya disebelah Naruto, dia kembali ke pangkuan pemuda yang disukainya itu. "Kau yakin Temari?"

"Ya, aku sudah membulatkan tekad sejak dulu."

Temari menurunkan pinggulnya, penis tegang Naruto mulai merangsek masuk membuat pemuda itu mengernyitkan dahinya saat merasakan penisnya masuk ke dalam tubuh Temari, dia memegang kedua paha gadis itu. Dia juga ikut mendorongnya agar penisnya bisa masuk semua.

"Temari, sempit..."

"Itu karena aku masih perawan, bodoh!"

Naruto langsung melongo melihat wajah merona dari gadis di depannya itu. "Kau... benar-benar masih perawan?"

"Me-memangnya aku gadis murahan yang memberikan keperawanannya pada lelaki lain? Aku menyiapkannya hanya untukmu bodoh!"

Naruto tersenyum, dia pun mencium Temari sembari kedua tangannya mendorong pinggul gadis itu hingga semua penisnya masuk, tubuh Temari menegang seolah dirinya tersengat listrik.

"Ungghhh!" Temari mendesah, dia merasakan bagian bawahnya yang sesak saat dimasuki oleh penis Naruto, dia mendiamkannya beberapa saat, kedua tangannya mencengkram bahu Naruto membuat pemuda itu meringis merasakan kuku yang mencengkram bahunya.

"Sakit?"

"Tidak, tentu saja ini sakit bego!"

Naruto hanya tertawa hambar mendengarnya, dia menggerakkan pinggulnya naik turun, penisnya keluar masuk di dalam tubuh Temari dengan cairan milik gadis itu. Cairan Temari membuat penisnya semakin licin di dalam sana, Naruto sendiri sudah tak perlu khawatir Temari kesakitan, karena dia melihat wajah cantik gadis itu tengah menikmati bagaimana penisnya menghujami tubuhnya.

Kedua payudara Temari bergerak naik turun mengikuti gerakan tubuhnya, Naruto yang gemas saat itu juga langsung meraih kedua benda itu, dia meremasnya membuat Temari mendesah kencang.

Gadis itu terus saja diberikan rangsangan oleh Naruto, hingga dia ingin klimaks untuk yang kedua kalinya.

"A-aku keluar!"

"Kita keluarkan bersama-sama!"

Naruto mempercepat gerakannya, dia terus menusukkan penisnya ke vagina Temari hingga tubuh keduanya bergetar hebat akibat klimaks keduanya yang keluar secara bersamaan.

...

..

...

Satu tahun berlalu.

Naruto baru saja akan keluar dari rumah untuk mengambil beberapa sayuran yang berada di halaman belakang rumahnya, tapi dia dihentikan oleh seorang balita yang berjalan menghampirinya.

"Menma? Mau ikut touchan ke halaman belakang?"

Bocah pirang bernama Menma itu mengangguk mantap, dia tersenyum menatap ayahnya yang mengajak dirinya kebelakang untuk mengamb beberapa sayuran.

"Aku ikut!"

"Heee, biarkan kami ke bekalang berdua Temari."

"Dan meninggalkan Menma sementara kau asyik dengan sayuran? Huh, tidak bodoh!" Temari keluar dari dapur dengan rambut panjangnya yang digerai, pakaiannya khas seorang Ibu rumah tangga, walaupun dia adalah wanita yang tomboy.

"Temari, kau cocok memakai itu."

"Diam, atau kupukul kau!" Wajah Temari sudah menjadi tomat saat di puji Naruto.

...

..

.

END

Ah, kemarin di review sama Bolt dan Ereaser.

Ya, gw bodoh amat sama kedua orang gila nan maso itu woakwoakwoak, gila apa, tiap gw update langsung muncul mereka berdua.

Dahlah, bye