Harry Potter ©J.K Rowling
Chapter 14
Gryffindor VS Slytherin Quidditch Match
(Opening Match of the Season)
Keesokan harinya kejadian yang sangat menggemparkan dan menegangkan tersebut menjadi pembicaraan hangat seluruh murid Hogwarts sehingga murid-murid tahun kedua asrama Gryffindor dan Slytherin menjadi sumber gosip tetapi sayangnya tidak banyak yang dapat mereka ceritakan karena saat kejadian tersebut, banyak murid yang langsung berlari keluar menghindari pixies yang menyerang bahkan Nevile yang bergelantungan tidak banyak yang dapat diceritakan olehnya karena setelah tulang naga jatuh, dia pun ikut terjatuh dan langsung berlari keluar tetapi dengan polosnya Nevile mengatakan yang tersisa dikelas saat itu hanya Harry, Ron, Hermione dan Malfoy. Karena mereka tidak mungkin menanyakan hal itu pada Malfoy (bahkan murid-murid asrama Slytherin enggan menanyakan hal tersebut padanya) sehingga Harry, Ron dan Hermione menjadi sasaran empuk bagi murid-murid yang haus akan gosip.
Sepertinya hal ini sudah diprediksi oleh Profesor Dumbledore karena setelah keempat murid tersebut selesai diperiksa oleh madam Pomfrey, mereka disuruh untuk tidak perlu menceritakan kejadian yang terjadi karena dikhawatirkan hal ini akan menyebabkan kepanikan dan dewan sekolah memecat Profesor Lockhart karena tidak dapat mengendalikan suasana kelas serta menghapus materi tentang pixies dari silabus D.A.D.A karena dianggap terlalu berbahaya.
Harry merasa situasi tadi tidak akan terjadi lagi karena pasti Profesor Lockhart akan lebih berhati-hati (itu pun kalau Profesor Lockhart masih ingin mengajar tentang pixies), Ron akan melakukan apapun agar dia tidak perlu mengingat hal itu lagi dan Hermione hanya mengatakan,
"Tentu saja Profesor. Itu hal yang terbaik, kasihan Profesor Lockhart kalau sampai beliau dipecat dan sayang sekali bila para murid tahun pertama tidak mendapat materi tentang pixies saat mereka ditahun kedua"
Sedangkan Draco hanya menganggukkan kepalanya saat Profesor Dumbledore mengatakan hal ini.
Kesimpulannya keempat murid tersebut tidak ingin memperpanjang masalah ini.
Jadi setiap ada murid yang menanyakan hal ini Harry, Ron dan Hermione hanya mengatakan para pixies tersebut gila, menyebabkan Profesor Lockhart pingsan dan terus menyerang mereka dan untungnya mereka berhasil selamat setelah para profesor datang menolong.
Mereka tidak menceritakan secara detail mengenai kejadian tersebut sedangkan Draco saat Pansy dan Blaise menanyakan hal itu, dia hanya mengatakan yang dikatakan Harry cs adalah benar dan dia malas membahasnya.
Kalau sudah seperti ini, Pansy dan Blaise terpaksa menyerah karena mereka tahu betapa keras kepalanya Draco bila sudah memutuskan sesuatu. Bila dia tidak mau membicarakan sesuatu maka seberapa keras mereka memaksanya Draco hanya akan tutup mulut. Kadang hal ini yang membuat mereka cukup kesal dengan sikap Draco.
Kemarin saat kembali ke asrama, Harry, Ron dan Hermione membicarakan kembali mengenai kejadian yang baru terjadi dan berkesimpulan kalau Malfoy tidak lah seburuk yang mereka pikirkan. Menurut Hermione mungkin saja sikapnya selama ini adalah efek dari lingkungannya dimana saat berada dirumah, sebagai salah satu keluarga pureblood paling berpengaruh wajar saja bila Malfoy mempunyai banyak tanggung jawab dan ekspetasi dari kedua orang tuanya dan saat disekolah, asrama yang dia tempati pun penuh dengan pureblood.
Sedangkan Ron hanya dapat berkata,
"Tapi dia tetap seorang Malfoy…" dengan wajah tidak ikhlas dan ragu yang sangat terlihat
"Yang menyelamatkan lehermu" ucap Harry datar
"Ron, marga keluarga tidak membentuk sifat dan perilaku seseorang" ucap Hermione menceramahi Ron yang sejak awal ribut dengan nama "Malfoy"
Ron, "…"
"Aku tahu ini cukup membingungkan, karena Malfoy sejak tahun pertama selalu bertengkar dengan kalian tapi melihat kejadian ini kita bisa tahu kalau dia tidak lah seburuk itu" ucap Hermione
"Itu lah yang membuatku ragu, aku masih sangat kesal dengannya setiap mengingat kejadian tahun lalu tapi hari ini dia menyelamatkan kita dan itu membuatku bingung" ucap Ron, mengaruk kepalanya yang tidak gatal
"Bagaimana kalau kita menanyakannya besok pada Malfoy? Kenapa dia menyelamatkan kita?" ucap Harry tiba-tiba
"Ukh… entah kenapa aku tidak ingin bertemu dengannya dulu" Ron merasa canggung kalau langsung bertemu dengan Malfoy
"Oh… ayo lah Ron, lagi pula kita belum mengucapkan terima kasih padanya" ucap Hermione dengan nada malas karena bosan harus membahas ini lagi dengan Ron
"Hermione benar Ron, walaupun ini membingungkan tapi fakta kalau Malfoy sudah menyelamatkan kita itu tidak bisa dipungkiri, setidaknya kita harus mengucapkan terima kasih" balas Harry
"Baiklah… baiklah… aku akan mengikuti kalian" akhirnya Ron menyerah dengan permintaan Harry dan Hermione
Namun sayangnya keesokan harinya Malfoy tidak masuk kelas dan berdasarkan informasi yang didapatkan Hermione dari Profesor McGonagall kalau Malfoy izin selama 2 hari karena kelelahan, sihirnya banyak terkuras. Akhirnya mereka memutuskan untuk menemui Malfoy lusa ketika jam makan siang kemudian Harry berpisah dengan Hermione dan Ron karena dia harus latihan Quidditch.
-o0o-
"Harry" panggil Hermione dan Ron menghampiri Harry
"Kamu dengar suara itu?" tanya Harry dengan wajah bingung, mencoba mencari asal suara
"Suara apa?" tanya Ron sambil melihat sekeliling
"Pertama aku mendengarnya saat berada di kantornya Profesor Lockhart lalu barusan aku mendergarnya lagi saat keluar dari sana" ucap Harry masih kebingungan, apa hanya dia yang dapat mendengarnya?
Sekarang waktunya…
"Tunggu… suara itu bergerak. Aku rasa dia akan membunuh" ucap Harry sambil berlari mengikuti arah suara misterius tersebut. Hermione dan Ron yang sebenarnya kebingungan dengan sikap Harry, tetap berlari mengikutinya.
Tiba-tiba Harry berhenti karena melihat sekelompok laba-laba berbaris berjalan keluar jendela, itu adalah pemandangan yang tidak umum bagi mereka selain itu seluruh lantai dipenuhi genangan air yang entah datang dari mana.
"Apa itu?" ucap Ron ketika dia melihat ada tulisan dipantulan genangan air yang dilihatnya.
"The Chamber of Secrets, telah dibuka. Musuh keturunannya, berhati-hatilah. Ditulis dengan darah" ucap Hermione ketika membaca tulisan yang ada di dinding lalu betapa terkejutnya mereka melihat Mrs. Norris kucing milik Filch digantung disamping tulisan tersebut seketika itu tangan Harry, Ron dan Hermione terasa dingin.
Tiba-tiba dari lorong banyak murid yang datang karena baru selesai makan malam di Great Hall dan akan kembali ke asrama masing-masing. Semuanya terkejut dengan tulisan darah dan Mrs. Norris yang tergantung. Tidak ada yang dapat mengatakan apapun karena syok.
'Oh tidak'
Profesor Dumbledore langsung menyuruh semua murid kembali ke asrama dan mulai menanyakan hal yang terjadi pada Harry cs dan menenangkan Filch yang histeris ingin menyerang Harry.
Untungnya Profesor Lockhart dapat membantu memberikan kesaksian mengapa Harry tidak ada di Great Hall ketika Profesor Snape menanyakan hal tersebut sehingga Harry tidak lagi dicurigai sebagai pelaku yang menyebabkan Mrs. Norris menjadi kaku seperti patung.
Akhirnya Harry, Ron dan Hermione dibiarkan kembali ke asrama Gryffindor.
"Harry, kamu mendengar suara sedangkan orang lain tidak lalu Mrs. Norris menjadi kaku. Hal ini sangatlah aneh" ucap Hermione sambil menaiki tangga menuju asrama mereka
"Apakah sebaiknya aku beritahu kan pada para profesor?" ucap Harry
"Jangan Harry. Bahkan didunia sihir, orang yang bisa mendengar suara-suara bukan pertanda baik" ucap Hermione sambil memasuki asrama Gryffindor.
-o0o-
Keesokan harinya saat dikelas Transfigurasi, Profesor McGonagall mengajarkan mantra vera verto untuk mengubah binatang menjadi gelas lalu Hermione bertanya mengenai the Chamber of Secrets dan dari Profesor McGonagall lah mereka tahu kalau ruang tersembunyi itu adalah milik Salazar Slytherin yang dibangun sebelum dia meninggalkan Hogwarts dan hanya dapat dibuka oleh keturunannya saja. Sebuah ruangan rahasia yang merupakan sarang untuk monster yang hanya dapat dikendalikan oleh keturunan Slytherin dan akan membersihkan sekolah dari orang-orang yang tidak pantas mempelajari sihir, dengan kata lain muggleborn.
Seusai kelas Harry, Ron dan Hermione berjalan menuju perpustakaan sambil membicarakan mengenai hal yang baru saja mereka dengar dan dari raut wajah para profesor yang khawatir bisa dipastikan kalau hal ini benar, The Chamber of Secrets telah dibuka. Jujur saja Hermione merasa gugup dan tidak nyaman karena bila The Chamber of Secrets dibuka berarti dirinya dan semua muggleborn yang ada di Hogwarts berada dalam bahaya tetapi yang lebih membuatnya penasaran mengenai hal ini yaitu keturunan Slytherin telah kembali ke Hogwarts. Pertanyaannya: Siapa?
"Mungkin yang menganggap kalau Muggleborn itu kotor? Mungkin salah satu dari para pureblood. Murid asrama Slytherin?" Tanya Ron
"Siapa? Asrama Slytherin dipenuhi oleh pureblood yang sombong akan darah murninya" ucap Hermione
"Bagaimana dengan Malfoy?" tanya Ron, Harry dan Hermione menoleh kearah Ron
"Ron, hanya karena kau tidak menyukai Malfoy bukan berarti kau bisa menuduhnya seperti ini" ucap Harry
"Bukan, maksudku bukan seperti itu. Maksudku Malfoy itukan dari keluarga pureblood dan ayahku bilang sejak Malfoy generasi pertama mereka selalu masuk asrama Slytherin" Ron salah tingkah saat Harry dan Hermione masih menatapnya dengan pandangan aneh
"Itu masuk akal tapi… aku ragu kalau Malfoy adalah keturunan Slytherin lagi pula kalau dia tidak suka dengan penyihir muggleborn, kenapa dia menyelamatkanku saat di kelas D.A.D.A?" tanya Hermione bingung
"Mungkin… supaya kita tidak curiga padanya?" ucap Ron
"Sebenarnya aku juga ragu akan hal ini" jawab Harry
"Teman-teman Malfoy mungkin tahu, kita bisa tanya mereka" jawab Ron
"Kau bercanda? Mungkin sebelum kita mengucapkan hai mereka sudah memantrai kita. Kalian lupa bagaimana hubungan asrama kita dengan mereka?" ucap Hermione
"Lalu kita harus bagaimana?" tanya Ron
Ketiganya terdiam memikirkan suatu cara untuk mendapatkan informasi mengenai Malfoy.
"Hm… kalian tahu, rasanya aku sedikit merasa bersalah pada Malfoy karena kita mencurigainya seperti ini padahal dia sudah menolong kita bahkan kita belum mengucapkan terima kasih" ucap Harry tiba-tiba
"Hah… kau benar Harry, aku juga merasa kurang nyaman dengan hal ini tapi kalau dilihat lagi dialah orang yang paling mencurigakan" balas Hermione
Ron yang mendengar ucapan kedua sahabatnya juga ikut bingung dengan hal ini, walaupun dia membenci Malfoy tapi dia bukan seseorang yang tidak dapat melihat kebaikan orang lain. Ron teringat jelas tentang kejadian saat di kelas, dia teringat bagaimana Malfoy berusaha keras untuk membantu mereka bertiga.
"Hm… teman-teman bagaimana kalau kita pergi ke perpustakaan? Mungkin akan ada petunjuk lain? Misalnya kita bisa mencari siapa nama anak Salazar Slytherin dan keturunannya setelah itu. Kalau kita beruntung mungkin kita bisa tahu nama keluarga keturunanya masa ini" ucap Ron tiba-tiba dan membuyarkan lamunan Harry serta Hermione
Keduanya terdiam mendengarkan ucapan Ron yang sangat tidak disangka itu.
"Ron, itu jenius" ucap Harry menepuk pundak Ron
"Hehehe" tawa Ron mendengar pujian Harry
"Hm… memang benar tokoh penting seperti Salazar Slytherin pasti mempunyai buku biografi tentangnya tapi masalahnya Salazar Slytherin adalah seseorang yang tertutup termasuk mengenai kehidupan pribadinya. Buku-buku biografi tentangnya pun hanya mengenai hal-hal umum" ucap Hermione
"Bagaimana kau bisa tahu Hermione? Kita bahkan belum mencoba mencarinya" tanya Ron
"Itu karena aku membacanya saat ditahun pertama mengenai 4 penyihir hebat yang membangun Hogwarts sebagai bacaan ringan. Dari keempat penyihir tersebut hanya Salazar Slytherin yang informasinya sangat sedikit, aku mencoba mencarinya dibuku lain karena penasaran tapi tetap saja sama" jawab Hermione
"Jadi, kita tidak bisa mencari tahu tentang hal ini ya? Sayang sekali padahal itu ide yang bagus" ucap Harry kecewa
"Tunggu, apakah informasi yang kau cari itu di perpustakaan Hogwarts Hermione?" tanya Ron
"Tentu saja aku mencarinya disana Ron"
"kalau begitu sepertinya masih ada cara lain teman-teman" ucap Ron misterius yang membuat Harry dan Hermione makin penasaran dengan hal tersebut
"Apa?" tanya Harry dan Hermione serentak sedangkan Ron hanya tertawa melihat sikap teman-temannya
"Ron… ayo cepat katakan" Hermione mulai jengkel dengan sikap Ron yang menggoda mereka berdua
"Baiklah… baiklah… jadi kalau tidak ada informasi di perpustakaan Hogwarts kenapa kita tidak mencari informasi diluar Hogwarts?" jawab Ron
Harry dan Hermione terdiam mendengar ucapan Ron dan Harry sekali lagi menepuk pundak Ron sambil mengacungkan jempol.
"itu ide yang bagus Ron tapi dimana kita bisa mencarinya? sedangkan kita belum bisa keluar dari Hogwarts" ucap Hermione
"Kita mungkin tidak bisa, tapi burung hantu bisa"
"Okey… Lalu?" tanya Hermione
"Kalian lupa kalau ayahku bekerja dikementrian? Disana ada perpustakaan yang sangat besar dan mungkin banyak informasi yang tidak bisa kita temukan disini" ucap Ron bersemangat
"Ya ampun Ron itu ide yang sangat jenius" ucap Harry bersemangat
"Aku tidak menyangka kau bisa memikirkan ide luar biasa seperti ini Ron. Kalau dikementrian mereka pasti punya data-data para penyihir hebat yang pernah berjaya didunia sihir" ucap Hermione tidak kalah bersemangat
"Baiklah, sekarang aku hanya perlu menulis surat pada ayahku menanyakan tentang keturunan Salazar Slyherin"
"Tapi apa tidak masalah kita menanyakan hal ini? Karena ayahmu baru saja terkena masalah karena kita. Aku tidak mau membuat ayahmu tambah kerepotan" tanya Harry
"Hm, kalau begitu aku akan tanyakan dulu pada ayahku. Apa dia bisa membantu kita atau tidak" ucap Ron
"Sebelum itu Ron, pastikan kau tidak memberi tahu ayahmu alasan kita mencari tahu soal ini. Aku khawatir ini hanya akan membuat ayahmu panik" ucap Hermione
"Tentu saja, aku tidak mungkin mengatakan kalau hal itu berhubungan dengan The Chamber of Secrets"
Setelahnya Ron langsung menulis surat pada ayahnya menanyakan mengenai keturunan terakhir Salazar Slytherin karena dia penasaran dan tidak menemukan informasinya di perpustakaan Hogwarts. Tentu saja Ron menambahkan kalau ayahnya sibuk, beliau tidak perlu melakukannya karena ini hanya rasa penasaran kecilnya yang tidak penting.
"Hm… aku tidak berbohong tentang ini. Kita memang penasarankan?" ucap Ron sambil menatap kedua temannya yang juga sedang membaca isi surat singkat Ron pada ayahnya kemudian ketiganya pergi menuju menara post tempat sarang para burung hantu untuk mengirimkan surat tersebut dengan alamat kantor kementrian Inggris lebih tepatnya ruangan ayah Ron.
"Ok, selanjutnya apa?" tanya Ron setelah burung hantunya terbang meninggalkan Hogwarts dengan membawa surat miliknya.
"Kira-kira kapan ayahmu membalasnya?" tanya Hermione
"Kalau ayahku tidak bisa melakukannya karena sibuk, mungkin lusa kita sudah menerima beritanya" ucap Ron
"Hm… ada kemungkinan kita tidak akan mendapat informasi dari ayah Ron, jadi kita harus membuat rencana B" ucap Hermione
Ron dan Harry hanya mengangguk mendengar ucapan Hermione dan mengikutinya menuju kelas History dan Potions yang kebetulan bersama asrama Slytherin dan Malfoy tetap tidak hadir didua kelas tersebut.
-o0o-
Keesokan harinya kelas pagi diliburkan karena pertandingan Quidditch antara Gryffindor dan Slytherin. Biasanya pertandingan akan dilakukan saat hari sabtu atau minggu agar tidak menganggu hari kelas tapi khusus pertandingan pertama ditahun ajaran baru selalu dilakukan di hari jum'at pagi sebagai tanda pembuka pertandingan Quidditch.
Sekali lagi Harry menjadi seeker mewakili tim asrama Gryffindor. Pertandingan belum dimulai tapi suara penonton menggema keras. Tribun-tribun penuh dengan para penonton setiap asrama karena walaupun ini pertandingan antara Slytherin dan Gryffindor tapi asrama Ravenclaw dan Hufflepuff pun ikut meramaikan pertandingan.
Harry mendapat informasi kalau Slytherin memiliki seeker baru tapi yang dia lihat seeker Slytherin masih yang lama tapi memang ada yang berbeda dengan tim asrama Slytherin. Setiap pemain memiliki sapu nimbus 2001 yang baru keluar tahun itu sebagai sapu terbang tercepat.
Tidak lama pertandingan dimulai dan saat itu Harry kembali bertemu dengan Malfoy yang menghilang selama 2 hari sejak kejadian di kelas D.A.D.A tapi hal yang lebih mengejutkan yaitu ternyata Malfoy adalah seeker baru asrama Slytherin.
"Apa yang kau lihat scar face?" ucap Malfoy dengan senyuman khasnya yang sinis
Harry sempat tertegun mendengar ucapan Malfoy yang tiba-tiba mengejeknya. Jujur Harry tidak mengerti dengan sifat dan sikap Malfoy padanya yang selalu berubah tapi walaupun begitu tetap saja Harry kesal dengan ucapan Malfoy jadi dia membalasnya dengan tatapan tajam dan memilih terbang mengelilingi lapangan, mengacuhkan Malfoy.
Setelah 15 menit pertandingan berlalu, akhirnya Harry mulai mencari snitch. Skor pertandingan saat ini yaitu Slytherin lebih unggul 90 poin sedangkan Gryffindor 60 poin. Harry berpikir harus segera menemukan snitch tersebut agar asramanya menang dan segera menyelesaikan pertandingan ini.
Tiba-tiba bludger terbang menuju Harry dan berusaha menghantamnya tapi Harry dengan cekatan berhasil menghindar tapi anehnya bludger tersebut terus mengejar Harry. Walaupun Harry berusaha terus menghindar tapi tetap saja bludger tersebut terus mengejarnya bahkan sampai menabrak para tribun penonton, bludger tersebut tetap mengejar Harry. Seakan-akan bludger itu hidup dan targetnya hanyalah Harry.
"Ya ampun, Harry dikejar bludger. Pasti ada yang mengotak-atik bludger itu" ucap Hagrid
"Aku akan menghentikannya" ucap Ron sambil mengacungkan tongkatnya
"Jangan tongkatmu rusak, kau bisa-bisa melukai Harry" Hermione mencegah Ron sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi
"Kalau begitu coba pakai tongkatmu Hermione" ucap Ron
"Aku juga ingin melakukannya tapi gerakan bludger sangat cepat, bagaimana kalau mantraku malah mengenai Harry atau pemain lain? Mungkin kita harus melihat keadaan terlebih dahulu" ucap Hermione
Ron dan Hermione hanya bisa pasrah melihat keadaan tersebut dan berdoa agar Harry baik-baik saja.
Harry masih sibuk dengan bludger yang terus mengincarnya, dia jadi kesulitan mencari snitch.
Draco yang sejak tadi memperhatikan Harry langsung menyadari kalau bludger yang mengejarnya tidaklah normal bahkan bludger tersebut terlihat sangat cepat, tidak seperti gerakan bludger pada umumnya dan Draco merasakan firasat buruk akan hal ini.
Akhirnya Harry berhasil lepas dari bludger yang mengejarnya dan kembali fokus dengan pertandingan, "Apa yang kau lakukan potter? Latihan balet?" ejek Draco yang tentu saja tidak dipedulikan oleh Harry.
Tiba-tiba Harry melihat snitch terbang dibelakang Draco dan segera mengejarnya. Draco yang melihat hal itu segera mengikutinya dan mereka pun terlibat aksi kejar-kejaran untuk menangkap snitch yang bergerak sangat cepat.
Draco bergerak lebih cepat dan tangannya hampir menggapai snitch tersebut tapi tiba-tiba bludger datang dari arah kanan mereka, berusaha menghantam Harry. Untungnya Draco dan Harry dengan cekatan menghindari bludger tersebut dan melaju lebih cepat.
Harry berusaha fokus untuk menangkap snitch karena Draco hampir mendapatkannya tapi tiba-tiba bludger tersebut muncul dari arah kiri dan menghantam tangan Harry yang terjulur untuk mendapatkan snitch, sarung tangan Harry terlepas dan sepertinya tangannya juga cedera tapi Harry tidak menyerah dan tetap berusaha mendapatkan snitch tersebut tapi tiba-tiba sekali lagi bludger muncul dan menghantam bagian belakang sapu Harry dan membuatnya tidak seimbang sehingga Harry hampir terjatuh dari sapunya.
Harry bergelantungan dengan satu tangan disapu yang setengah dari bagian belakangnya hancur, dia tetap berusaha untuk terbang tapi juga tidak yakin karena sapunya rusak dan mulai susah dikendalikan walaupun kecepatannya tidak melambat.
Dengan keadaan yang mengejutkan ini, semua orang panik melihat keadaan Harry tapi pertandingan tidak bisa dihentikan. Harry berusaha untuk naik kembali kesapunya tapi tiba-tiba bludger datang dan menghantam sapu Harry sekali lagi dan karena sapunya sulit dikendalikan Harry tidak bisa menghindari hantaman bludger.
"AAAAKKKKHHHHH"
"KKKYYYYAAAA"
Para penonton histeris melihat kejadian tersebut, banyak dari mereka khususnya anak-anak perempuan menutup mata mereka dan para profesor semuanya berdiri karena kaget melihat kejadian tersebut.
Harry yang sudah pasrah dengan keadaannya, dalam waktu 5 detik mempertimbangkan luka mana yang lebih baik diterimanya, cedera kaki dan tangannya bila dia jatuh dari ketinggian ini atau kepalanya pecah terkena bludger? Harry memilih opsi pertama dan langsung melepas pegangannya pada sapu.
Ketika terjatuh Harry melihat Sapu miliknya terhantam bludger dan hancur lalu Harry memejamkan matanya bersiap menerima rasa sakit tapi anehnya dia tidak merasakan sakit atau menghantam tanah.
"Got you Potter" Harry langsung membuka matanya ketika mendengar suara itu, suara yang sering sekali mengejeknya tapi disaat-saat tertentu membuatnya merasa aman, seperti saat ini.
Ketika Harry terjatuh, Draco langsung berbalik arah dan dengan cekatan berhasil menangkap Harry sebelum dia menabrak tanah. Saat ini posisi Harry berada dibagian depan sapu dengan lengan Draco melingkar erat dibagian pinggang dan lututnya. Harry merasa posisi ini sedikit familiar, seperti… Bride style? Seketika itu wajah Harry memerah dan terdiam terpaku.
"Ada apa Potter? Terlalu syok sampai kau tidak bisa bicara? Uuhh~~~ The Chosen One takut ketinggian…" Draco mengejek Harry terus-menerus bahkan saat mereka sudah sampai di tanah, Draco masih berceloteh mengejek-ejek Harry yang sejak tadi tidak meresponnya.
Tiba-tiba suara keras menutupi suara Draco,
"WWWWOOOOAAAAHHHH"
"PROK… PROK… PROK…"
Suara sorak dan tepuk tangan penonton membanjiri lapangan, tidak hanya semua murid asrama tapi bahkan para profesor ikut bertepuk tangan akan hal ini. Para profesor tersenyum, kagum serta bangga akan sikap dari Draco Malfoy yang bersikap sportif dan melupakan permusuhannya dengan Harry demi menyelamatkannya.
Tiba-tiba Jordan sang komentator berkata,
"Woah… Kedua seeker dari tim Gryffindor dan Slytherin sudah tidak berada dalam posisi terbang alias kaki mereka sudah menapaki tanah. Apakah artinya pertandingan ini seri? Karena tidak ada satu pun yang menangkap snitch?"
Seketika itu suasana stadium menjadi sunyi, histeria yang baru saja terjadi tidak berbekas dan menyadarkan mereka dengan situasi ambigu saat ini.
Jadi siapa yang menang? Apakah pertandingan ini seri?
Ini lah rata-rata pertanyaan yang ada dibenak para penonton.
Madam Hooch menghampiri Harry dan Draco yang terdiam terpaku karena kaget dengan teriakan para penonton bahkan para pemain dari kedua tim terdiam dan tidak melanjutkan pertandingan menunggu keputusan dari madam Hooch.
"Mr. Malfoy itu adalah tindakan yang luar biasa, sikap sportif itulah yang membuat pertandingan ditahun ajaran baru ini menjadi sangat terkesan tapi… karena kau dan Mr. Potter tidak ada yang menangkap snitch, aku putuskan pertandingan ini se…"
"Tunggu" belum selesai madam Hooch bicara tiba-tiba Draco menyelanya dan berkata,
"Siapa bilang kalau pertandingan ini seri?" dengan penuh percaya diri Draco mengangkat tangannya, disana disela-sela jemarinya terdapat bola kecil keemasan dengan sayap yang terbujur lesu.
"Slytherin menang… SLYTHERIN MENANG…" teriak Jordan menyadarkan para penonton yang terpaku melihat tangan Draco yang menggenggam snitch
"Pertandingan Quidditch pertama ditahun ajaran baru kali ini dimenangkan oleh… ASRAMA SLYTHERIN…"
"WWWWOOOOAAAAHHHH"
"PROK… PROK… PROK…"
Para penonton bersorak keras dan bertepuk tangan menyelamati tim asrama Slytherin yang menang. Tentu saja yang paling heboh adalah penonton dari asrama Slytherin yang berhasil memenangkan pertandingan pertama tahun ini.
DDDUUUUAAAKKK…
Tiba-tiba suara keras mengagetkan seluruh penonton dan ketika dilihat sumber suara itu ternyata dari bludger yang anehnya masih aktif padahal seharusnya bludger tersebut secara otomatis akan non aktif setelah pertandingan usai.
Lebih anehnya lagi bludger tersebut masih terus mengincar Harry yang saat ini kondisinya tidak terlalu baik karena tangannya yang terluka mulai terasa sakit, sepertinya semua adrenalin yang dirasakan Harry mulai menghilang sehingga Harry mulai merasakan sakit yang sangat pada tangannya yang dihantam oleh bludger.
"AWAS MR. POTTER" teriak madam Hooch sambil mengayunkan tongkat sihirnya kearah bludger liar itu tapi karena gerakannya sangat cepat dan membingungkan, madam Hooch tidak dapat membidiknya dengan baik. Sehingga Harry terpaksa berlari untuk menghindari bludger yang terus saja mengincar nyawanya.
"POTTER MENUNDUK" secara otomatis Harry langsung membungkukkan badannya dan saat itu dia melihat Malfoy dengan gagahnya memukul bludger dengan bagian belakang sapu, seperi pemain bisbol yang berusaha mencetak homerun.
Harry terbangun dari lamunannya ketika dia melihat bludger itu kembali terbang lurus kearahnya dengan kecepatan tinggi lalu madam Hooch memanfaatkan keadaan tersebut dan membidik bludger.
"Finite Incantatem!"
DDDUUUAAARRR….
Siapa yang menyangka bludger itu akan meledak sekeras ini, madam Hooch terlempar bahkan Harry dan Draco yang lebih dekat dengan bludger itu terlempar cukup jauh dari posisi awal mereka. Sedangkan, para pemain lain karena terbang cukup tinggi untungnya mereka tidak terkena dampak ledakan walaupun angin kencang menerpa mereka tapi tidak ada yang terluka.
Dipersekian detik itu Harry menyadari kalau Malfoy melindunginya dari ledakan dan serpihan bludger yang melayang. Sehingga Harry tidak terlalu terluka parah walaupun kepalanya terbentur cukup keras. Berbeda dengan Draco yang hampir kehilangan kesadaran saat itu dengan posisi tubuhnya diatas Harry.
'Malfoy melindungiku'
Deg… deg… deg…
"HHHAAAAHHH…."
"OH… TIDAK…"
"APA YANG TERJADI… ?!"
Semua orang terkejut dengan kejadian tersebut dan segera berlari menghampiri madam Hooch, Harry dan Draco.
"Harry kau tidak apa-apa?" teriak Hermione menghampiri Harry dengan Ron dan Hagrid
"Aku tidak apa-apa Hermione tapi Malfoy…"
"Beri aku jalan anak-anak. Minggir semuanya minggir" teriak madam Pomfrey berlari menembus murid-murid yang berkerumun ingin melihat keadaan 3 orang yang terluka tersebut.
"Madam Pomfrey, tolong sepertinya Malfoy pingsan" dipangkuan Harry, Draco dalam keadaan sadar-tidak sadar dan kepalanya pusing, telingannya berdenging bahkan bagian punggungnya terasa tertusuk. Hal terakhir yang Draco lihat di tribun penonton adalah ayahnya dan Severus menggeleng-gelengkan kepalanya, seketika itu Draco tahu apa yang mereka maksud. Tindakannya ini tidak mencerminkan sikap Slytherin dan sialnya ayahnya melihat hal ini. Draco yakin hal pertama yang ayahnya lakukan adalah menertawainya ketika dia siuman nanti.
Dengan cekatan madam Pomfrey memeriksa keadaan Draco dan langsung membawanya menuju Hospital Wings tapi tidak lupa juga memeriksa keadaan Harry, untungnya hanya cedera ditangan dan kepalanya yang terbentur tidak berdarah dan mungkin hanya akan benjol sedangkan madam Hooch hanya lecet dibagian tangan dan kakinya.
"Aku harus membawa Mr. Malfoy terlebih dahulu, Hagrid tolong bantu aku memapah Mr. Potter" ucap Madam Pomfrey sebelum pergi
"Biar aku saja yang mengobati Mr. Potter madam. Hal seperi ini sudah biasa bagiku" ucap Profesor Lockhart
"Oh… baiklah kalau begitu. Aku akan percayakan padamu Gilderoy" madam Pomfrey tersenyum dan berlalu pergi meninggalkan Harry yang mengeleng-gelengkan kepalanya menolak kebaikan Profesor Lockhart.
"Jangan khawatir Harry, aku akan mengobati tanganmu dengan cepat" ucap Profesor Lockhart dengan penuh percaya diri
"Tolong jangan anda" ucap Harry mencoba menarik tangannya yang patah untuk menjauh
"Kamu ini bicara apa, ini untuk kebaikanmu" Profesor Lockhart menarik lengan baju Harry keatas dan mengambil tongkat sihirnya.
"Ini mungkin akan terasa sakit" ucapnya sambil tersenyum lebar. Ron dan Hagrid terlihat ragu dengan pengobatan dari Profesor Lockhart bahkan Harry berkeringat dingin dibuatnya.
"Brackium Emendo!" cahaya kebiruan menyelimuti tangan harry dan dia merasa tangannya tidak sakit lagi tapi setelah cahaya itu menghilang barulah Harry melihat keadaan tangannya yang sudah seperi tanaman layu dan saat Profesor Lockhart mengangkat tangan Harry betul-betul seperti daging tanpa tulang.
Tulang tangannya hilang entah kemana!
"Ya… Ukh… kadang-kadang memang begini tapi yang terpenting…" Profesor Lockhart melipat telapak tangan Harry kebelakang sampai-sampai tangannya terlipat 2 seperti baju.
"Kamu tidak akan merasa sakit lagi dan jelas tidak ada tulang yang patah" ucap Profesor Lockhart dengan senyuman lebar
"Patah? Tentu saja tidak ada yang patah, tulangnya bahkan tidak ada" ucap Hagrid kesal
"Tapi Harry jadi lebih fleksibel. Hehehe"
Harry merasa menyesal tidak langsung berlari menyusul Madam Pomfrey ke Hospital wings padahal kakinya baik-baik saja.
TBC
Author Note:
Bagaimana ceritanya?
Tolong saran dan kritiknya ya
Terima Kasih
