Paralel World. Code Geass

Code Geass Hangyaku no Lelouch

Oleh : Sunrise & CLAMP

Paralel World. Code Geass

Oleh : Kawaihana


Untuk Arbiter Rowell: Lebih ke malu deh kayaknya si Yuka :D . Maaf ya lama ngk update, lagi kurang inspirasi...

Untuk Yamaras: Untuk menuju romance memang butuh jalan panjang menurut Hana. Hana kurang suka romance instant... (hehe...)


Kalimat itu membuatku tersentak dan tentu saja aku segera menyangkalnya yang ternyata tepat bersamaan dengan Yuka yang juga menyangkal kalimat itu. Bisa kulihat wajahnya agak memerah.


Chapter 43

Yuka POV

Malunya aku… C.C ini sekalinya bercanda kadang kelewatan deh. Dengan muka yang memerah, otomatis aku menyangkal kalimatnya itu, dan ternyata aku menyangkalnya bersamaan dengan Lelouch. Itu membuat wajahku sedikit bertambah merah. Memang benar sih di serial film Code Geass, yang paling aku suka Lelouch, kedua Suzaku. Tapi menurutku orang normal pasti akan mengelak kalau ada yang bicara seperti C.C barusan…

Aku berusaha segera mengubah topik pembicaraan "Da… daripada itu C.C… Lebih baik kau ganti bajumu itu. Banyak darahnya tuh…" aku berkata sambil menunjuk pada pakaian C.C yang memang bernoda darah bekas tembakan Mao. aku heran bagaimana dia bisa sampai kemari tanpa menarik perhatian orang dengan pakaian seperti itu?

Mendengar kata-kataku, C.C bangkit dari posisi duduknya "baiklah kalau begitu. Lelouch, aku pinjam bajumu lagi" C.C berkata sambil berjalan menuju lemari pakaian milik Lelouch. Tak seperti dugaanku, kupikir Lelouch akan mengoceh mengenai kami yang terlalu sering meminjam pakaian miliknya (habis mau gimana lagi..), Lelouch tak berkomentar sedikitpun dan langsung duduk di kursi kesayangannya menghadap laptop. Setelah menemukan pakaian yang dicari, C.C langsung berganti pakaian di tempat tanpa peduli sekitar. Reaksi Lelouch yang langsung berhadapan dengan laptopnya itu karena dia sudah tahu kalau ini akan terjadi.

Aku beranjak dari kasur dan menuju kamar mandi berniat membilas mukaku untuk menghilangkan sisa rasa kantuk yang masih terasa. Saat aku kembali, terlihat Lelouch yang masih asyik dengan laptopnya dan C.C yang kini memakai salah satu baju milik Leloch sedang memegang erat boneka kesayangannya itu.

Aku mengumpukan semua buku yang berserakan bekas kubaca tadi malam dan menyusunnya di lemari paling bawah, kemudian mengambil buku lanjutannya lagi. Aku berniat menghabiskan semua buku ini yang totalnya ada 7 seri, sekarang tinggal dua buku lagi hingga akhirnya tamat. Kami semua masing-masing sibuk dengan apa yang kami pegang masing-masing selama kurang lebih 30 menit hingga akhirnya aku membuyarkan kesunyian itu.

"Lelouch, boleh tidak besok aku bermain dengan Nunally sebelum dia masuk sekolah?" Aku bertanya sambil memeluk boneka kesayangan C.C. "Untuk apa kau meminta itu?" Jawab Lelouch tanpa berpaling dari laptopnya, mengurus kegiatan Kuro no Kishidan. "Habisnya aku bosan di kamar ini terus. Teman bicaraku juga hanya kau dan C.C." Kataku sedikit merajuk. "Baiklah. Selama kau tak menginjakkan kaki keluar dari rumah ini, kau bisa menemani Nunally sebentar". Lelouch berkata sambil terus tak berpaling dari laptopnya. Karena senang aku mengambil boneka yang dipegang C.C lalu melemparkannya ke udara, dimana sebelum boneka itu kembali ketanganku, C.C lebih dulu menangkapnya dan memeluknya. Walaupun tak berkata apapun, C.C menatapku dengan tatapan yang seakan mengatakan 'jangan kau lakukan itu pada boneka kesayanganku ini!'. Aku mengangguk dua kali menanggapi tatapan penuh arti itu.

Menuju Sore Hari…

Lelouch bersiap untuk kegiatannya sebagai 'Zero' lagi dan mengumpilkan barang-barang yang dianggapnya perlu ke dalam tas. Lelouch memutuskan kalau C.C yang akan jadi utusan untuk menemui federasi china. Karena itu, Lelouch dan C.C akan pergi ke bandara sore ini. Kalau aku sih… Sudah bisa ditebak pastinya bakal menetap di kamar ini lagi. Yah, setidaknya besok Lelouch sudah memberikan sedikit kebebasan agar bisa ngobrol dengan Nunally.

"Sudah tak ada yang ketinggalan?" Tanyaku pada C.C dan Zero. Zero sudah menyiapkan tas yang agak besar yang entah apa saja isinya dan perangkat alat komunikasi. C.C juga membawa sebuah koper yang entah apa saja isinya dan juga menyiapkan paspor palsu dan rambut palsu, dan juga baju resmi yang aku juga entah kapan itu belinya.

"Hmm… Tidak ada. Dengar ya Yuka. Selama aku belum pulang, jangan keluar dari kamar ini. Kau mengerti!" Perintah Lelouch. "Baiklah. Lagipula besok aku bisa main dengan Nunally". Kataku sambil tersenyum. Tadi Lelouch sudah membawakan beberapa roti dan susu kotak untukku makan malam agar aku tak keluyuran ke dapur mencari makan seperti maling kelaparan.

Malam harinya…

Aku sudah menghabiskan roti dan susu yang tadi dibawakan Lelouch. Sejujurnya aku kurang suka makan roti dan susu untuk makan malam. Itu kan lebih cocok buat sarapan daripada makan malam. Tapi ya sudah lah…

Sisa dua buku yang belum kubaca tadi kini sidah selesai kubaca. Saat melihat jam, ternyata sekarang sudah hampir jam sepuluh malam. Karena sudah mengantuk, aku memutuskan untuk tidur saja daripada menunggu Lelouch yang pulangnya entah jam berapa. Tapi saat berbaring dan baru saja memejamkan mata, mataku kembali terbuka karena suatu hal yang baru saja terpikirkan. Karena dari malam ini sampai besok C.C tidak ada, malam ini hanya ada aku dan Lelouch berdua saja...

TBC


Chapter 43 selesai

Hana kembali setelha kurlen 4 bulan nyumput ^_^"

Kembali Hana memohon Review dari semuanya ^_^

Salam,

Kawaihana