Paralel World. Code Geass
Code Geass Hangyaku no Lelouch
Oleh : Sunrise & CLAMP
Paralel World. Code Geass
Oleh : Kawaihana
Karena sudah mengantuk, aku memutuskan untuk tidur saja daripada menunggu Lelouch yang pulangnya entah jam berapa. Tapi saat berbaring dan baru saja memejamkan mata, mataku kembali terbuka karena suatu hal yang baru saja terpikirkan. Karena dari malam ini sampai besok C.C tidak ada, malam ini hanya ada aku dan Lelouch berdua saja...
Chapter 44
Lelouch POV
'Beberapa urusan selesai, sedangkan yang lain masih banyak yang belum selesai.' ku berkata dala hati sambil berjalan menuju pintu rumah. Semoga saja Yuka benar-benar tidak melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan berbuat heboh. Saat kubuka pintu, terlihat seisi rumah yang sunyi dan gelap. Tentu saja, ini kan sudah lebih dari jam sepuluh malam. Bahkan Sayoko pun sepertinya sudah tidur...
Aku terus berjalan menuju kamarku, dan saat kubuka pintunya kudapati lampu meja yang menyala dan Yuka yang sedang duduk di kasurku sambil memeluk boneka yang menurutku bentuknya aneh itu. Menyadari kehadiranku, Yuka menoleh padaku. Bisa kulihat matanya agak merah seperti mengantuk. Tapi kenyataannya dia belum tidur. "Kenapa kau masih belum tidur jam segini? AKu bisa melihat matamu yang sudah minta ditutup dan ingin melihat mimpi." kataku sambil menyalakan lampu kamar.
"Ah, kau sudah pulang Lelouch. Aku mengantuk tapi tak bisa tidur" Katanya sambil menguap. Aku berjalan menuju lemari pakaian. "Memangnya apa yang kau lakukan sampai tak bisa tidur? Apa karena tak ada C.C atau kau sedang memikirkan sesuatu?" Aku berkata sambil mengambil sebuah kaus dan celana panjang yang nyaman untuk dipakai tidur. Karena tak ada jawaban, aku menoleh pada Yuka dan mendapati dirinya sedang menenggelamkan mukanya pada boneka yang dipeluknya. Walaupun kurang jelas karena wajahnya yang ditutupi oleh boneka, aku bisa mendengar suaranya yang berkata 'Bukan… bukan apa-apa'. Aku hanya menghela nafas dan segera menuju kamar mandi untuk berganti pakaian. Tapi sebelum aku menutup pintu, aku kembali berkata "Cepatkah tidur. Bukankah kau bilang ingin bermain dengan Nunnally besok?" Tanpa mendengarkan jawabannya, aku menutup pintu dan mengganti pakaianku. Aku juga harus segera tidur, besok ada sekolah. Tak mungkin aku terus-terusan bolos sekolah.
Setelah berganti pakaian, aku masih mendapati Yuka yang belum juga tidur. "Memangnya apa yang kau pikirkan sampai tak bisa tidur?" Kataku sambil memasang selimut tambahan di karpet karena aku pastinya hars tidur di bawah karena kasurku di ambil alih lagi oleh Yuka (Walaupun memang sudah terbiasa…). Kalau tanpa tambahan alas, badanku bisa sakit saat bangun nanti. Saat menoleh untuk mengambil satu bantal jatahku yang ada di kasur, Yuka terlihat menutupi seluruh badannya dengan selimut, dan dari bentuk tubuhnya, dia sedang memunggungiku. Saat aku hendak mengambil bantal itu, aku merasa seperti ada ilusi kilatan petir yang menyambar di dekatku.'Karena tak ada C.C, sekarang ini hanya ada kami berdua disini' batinku. Aku terkejut karena betapa lambatnya diriku menyadari itu. Aku berusaha mengabaikan itu dan mengambil bantal untukku. Setelah itu aku memposisikan diriku untuk tidur dan menutupi badanku dengan selimut yang lain dan menutup mataku berharap untuk segera tidur. Tapi sepertinya itu tak akan mudah…
Keesokan harinya…
Akhirnya aku tidur jam setengah dua subuh tanpa menyadari kapan Yuka tidur. Sepertinya dia tidur lebih dulu dari pada aku, dan sekarangpun dia masih tidur. Aku berusaha melupakan pikiranku kemarin dan membangunkan Yuka karena dia bilang ingin bermain dengan Nunnally. "Oi, Yuka. Bangun". Mendengar panggilanku, Yuka mulai bangun dan menggosokkan tengannya pada matanya yang terlihat masih mengantuk. "Aku harus bersiap untuk sekolah. Kau juga, kalau ingin bermain dengan Nunnally sebelum dia masuk sekolah, kau harus cepat bangun!" Aku mengambil tas kertas berisi pakaian yang dibeli kemarin bersama C.C saat menyiapkan pakaian untuk misi C.C. C.C bilang untuk membelikan satu atau dua pasang pakaian untuk Yuka karena tak mungkin dia pakai bajuku terus. "Aku harus segera pergi. Kalau kau sudah mandi nanti, pakailah baju yang ada disini" Kataku sambil memberikan tas kertas itu pada Yuka. Yuka yang sepertinya sudah lebih sadar, mengambil tas kertas itu dari tanganku.
Aku bergegas menyiapkan tas sekolahku dan segera mandi. Setelah aku selesai, giliran yuka yang memakai kamar mandi. Setelah keluar, terlihat dia memakan pakaian yang kuberikan padanya berupa sebuah blouse putih berlengan sesiku dangan hiasan renda dan ruk panjang selutut bermotif kotak-kotak berwarna coklat. Aku berusaha mengalihkan pandanganku darinya senormal mungkin. "Ayo kita sarapan di ruang makan. Sekalian aku juga akan menitipkanmu pada Sayoko. Dan jangan sampai kau keluar dari rumah ini." Kataku sambil kami berjalan turun. "Iya. aku mengerti kok. Aku hanya akan bermain dengan Nunnally sebentar, lalu kembali ke kamarmu" Yuka akhirnya bersuara.
Yuka POV
Aku tak tahu kemarin bisa tidur jam berapa. Sungguh suasana baru hanya berdua malam-malam begitu dengan Lelouch. Walaupun tak pernah sedikitpun terpikirkan kalau dia akan menyerangku, tetap saja aku gugup…
Akhirnya setelah sekian lama aku bisa makan makanan yang benar-benar makanan. Sayoko membuatkan Pancake dengan sirup maple untukku dan Nunnally, sedangkan Lelouch hanya minum kopi dan beberapa lembar roti panggang. Sepertinya Lelouch sudah meberitahu Sayoko kalau aku akan ikut sarapan. Walaupun dengan mata yang tertutup, aku bisa melihat wajah Nunnally yang begitu berseri-seri saat tahu kalau aku ikut sarapan bersamanya dan akan menemaninya bermain sampai saatnya dia pergi sekolah.
"Ngomong-ngomong, kemana Onee-chan yang satu lagi?" Tanya Nunnally padaku setelah menelan suapan pancakenya yang terakhir. "Maksudmu C.C? Dia sedang ada kepentingan. Karena itu jugalah aku ingin bermain kemari karena tak ada teman. Kataku sambil tersenyum sebelum meminum teh hangat yang dibuatkan Sayoko. Sungguh jujur, Teh buatan Sayoko jauh lebih enak daripada yang pernah kubuat. "Karena itu, tak apa-apa kan kalau aku menemanimu sebentar saja?" Tambahku pada Nunnally. Sambil tersenyum, Nunnally menjawab " Tentu saja. Aku juga rindu sudah lama tak bermain dengan ka…" Kalimat Nunnally terputus karena Lelouch yang mengeluarkan suara berdeham untuk menghentukan Nunnally melanjutkan ucapannya, walaupun aku sepertinya sudah tahu apa lanjutan kalimat Nunnally itu.
Setelah menghabiskan kopi dan rotinya, Lelouch segera berangkat. Tapi tidak sebelum mendengarkan kata 'selamat jalan' dari Nunnally. Sayoko segera membereskan meja makan. Aku mengajukan diri untuk membantunya, tapi Sayoko menolaknya dengan lembut.
Aku pergi ke ruangan lain sambil mendorong kursi roda Nunnally. Kami sepakat untuk membuat bangau kertas lagi. Kali ini aku juga ingin mengajarkannya membuat origami lain selain bangau kertas. Saat aku sedang mengajarinya membuat bunga, tiba-tiba Sayoko datang dan mengatakan kalau dia harus keluar dan mebeli sesuatu dan menitipkan Nunnally padaku. Dia bilang kalau dia hanya akan pergi sebentar saja. Tapi ini yang ku khawatirkan. Bukankah Mao akan datang saat Sayoko sedang tak ada.
TBC
Chapter 44 selesai
Kembali Hana memohon Review dari semuanya ^_^
Salam,
Kawaihana
