Paralel World. Code Geass

Code Geass Hangyaku no Lelouch

Oleh : Sunrise & CLAMP

Paralel World. Code Geass

Oleh : Kawaihana


Sesuai pesan yang dititipkan pada Nunnally, Mao meneleponku untuk mengajakku memainkan sebuah permainan petak umpet. Sebuah permainan petak umpet dengan nyawa Yuka sebagai taruhannya.


Chapter 46

Lelouch POV

Mao dapat membaca pikiranku. Itu menandakan kalau dia berada di tempat yang berjarak 500 meter dari tempatku berada. Mao juga menetapkan waktu 5 jam untuk aku dapat menemukan tempatnya berada. Dia juga melarangku menghubungi polisi. Pastinya Mao tak ingin aku membuat 'pion' untuk mengalahkannya. Lagipula kalau aku menghubungi polisi, malah akan ada keributan disini, dan itu bisa membuat identitasku terancam bocor.

Sekarang aku menyesal tak sekalian menghilangkan nyawanya saat itu. Tak kusangka dia akan menggunakan Yuka dan Nunnally dalam permainan busuknya itu.

Niatku untuk mengikuti pelajaran hari ini hilang sudah. Ku telusuri seluruh tempat yang memungkinkan menjadi tempat dimana Mao berada, termasuk ruang osis.

Karena tak kunjung mendapatkan petunjuk, Mao memberikan tambahan waktu 1 jam. Saat Mao sedang memberikan pesan itu, Suzaku datang. Kedatangan Suzaku membuatku terkejut.

"Lelouch. apa yang terjadi? Kau sepertinya sedang terburu-buru mencari sesuatu. Atau mungkin lebih tepatnya seseorang?" Suzaku berkata. Instingnya yang kuat membuatnya tahu kalau aku sedang menghadapi sebuah masalah.

"Kurang lebih begitu. Ada orang aneh yang menculik teman Nunnally". AKu menjawab Suzaku setenang mungkin. Aku tak berbohong mengenai 'orang aneh' dan Yuka sebagai teman Nunnally. Nunnally sudah benar-benar mengannggap Yuka sebagai temannya.

"Menculik!? Itu masalah besar. Sudah hubungi polisi?" Suzaku menjawab dengan suara yang sedikit meninggi.

"Orang itu tak membiarkanku menghubungi polisi, atau dia akan melukai Yuka. Ah, Yuka itu nama temannya Nunnaly". Aku menjawab lagi. Kurasa Suzaku belum pernah bertemu dengan Yuka kan? Semoga saja begitu.

Suzaku kini ikut membantuku mencari Mao dan Yuka. Kusebutkan petunjuk-petunjuk yang kudapatkan seperti lokasinya yang berjarak kurang lebih 500 meter di sekitar sekolah, dan juga suara air mengalir yang kudengar saat Mao menghubungiku. Aku baru menyadari kalau terdengar suara air saat Mao menghubungiku. Sepertinya aku cukup panih hingga melupakan petunjuk penting itu.

Mendengar petunjuk yang terakhir, Suzaku berpikir kalau kemungkinan lokasinya ada di saluran air bawah tanah.

Kami menuju lift yang dapat digunakan untuk menuju saluran air bawah tanah. Tetapi ternyata sistemnya telah di retas dan kartu yang biasa digunakan untuk mengaktifkan lift itu kini menjadi tak berguna.

Meretas sistem sekolah bukanlah hal yang sulit bagiku. Walaupun itu dilarang, tapi aku sudah sering melakukannya. Dengan mudah, ku retas kembali sistem itu hingga akhirnya pintu lift terbuka. Namun rupanya Mao sudah memasang beberapa jebakan untukku. Tapi dengan adanya jebakan itu, berarti lokasinya udah benar. Mao dan Yuka berada saluran air bawah tanah.

Yuka POV

Tak lama setelah Mao membawaku dari rumah Lelouch, aku kehilangan kesadaran karena pukulan Mao ditambah rasa pusingku. Sungguh kombinasi yang sangat tak menyenangkan.

Begitu tersadar, aku menyadari kalau aku sedang duduk di sebuah kursi. Tubuhku diikat erat pada kursi itu dan mataku juga ditutup dengan sehelai kain.

Mao yang menyadari diriku yang sudah tersadar, menepuk-nepukkan kedua tangannya beberapa kali seperti sedang merayakan kembalinya aku dari dunia yang gelap.

"Selamat pagi tuan putri. Apa tidurmu nyenyak? Jujur aku sedikit terkejut saat kau pingsan tadi. Kukira aku membunuh sanderaku dan itu tak akan bagus." Ucap Mao dengan nada yang sangat tak enak didengar.

Aku berusaha melepaskan tanganku dari ikatan, namun itu sia-sia. Ikatannya sangat kuat. Selain itu, rasa pusing di kepalaku juga belum sepenuhnya hilang.

Aku berusaha tenang dengan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya kembali.

Posisi Nunnally kini ada padaku. Diculik oleh Mao dan dijadikan umpan untuk membalas dendam pada Lelouch. Apa Lelouch memakan umpan ini ataukan dia mengabaikanku. Aku berharap Lelouch tak mengabaikanku.

"Tanpa mendengar pikiranmu pun, sepertinya aku sudah tahu apa yang kau pikirkan. Kau berpikir kalau Lelouch akan menyelamatkanmu kan?" Mao berkata padaku. Aku tak tahu raut wajah apa yang ada pada wajahnya karena mataku ditutup.

"Tersenyumlah yang lebar. Lulu kesayanganmu sebentar lagi akan hadir disini".

Ucapan Mao kali ini berhasil membuatku terkejut. Lelouch benar-benar mencariku.

Tidak lama setelah Mao mengatakan itu, aku dapat mendengar suara langkah kaki berlari yang berasal dari 2 orang. Kalau tetap pada jalur ceritanya, Lelouch datang kemari bersama dengan Suzaku kan...

Aku ingin sekali melepas kain yang menutupi mataku ini untuk melihat dua orang teratas yang paling kusukai dalam dunia Code geass ini.

TBC


Chapter 46 selesai

Maaf agak pendek 😅 (Malah pendek banget ini 😭)

Kembali Hana memohon Review dari semuanya ^_^

Salam,

Kawaihana