Paint Something with a Board Bush

OP|T|Humor|Slice of Life| Traflagar D. Law |Straw Hat Pirates| belong to Oda

..

..

..

Happy Reading Minna!

...

Yamato memasuki kapal Thousand Sunny dengan ekspresi kagum. Karena untuk pertama kalinya ia bisa keluar dari sangkar ayahnya yang kejam dan mengikuti Oden untuk menjelajahi samudra. Gadis 28 tahun itu menatap setiap inchi Thousand Sunny penuh ketelitian.

"Terimakasih Luffy kau telah memperbolehkanku ikut bersamamu!"

"Ya, tentu saja Yamao!"

Kru baru mereka ke 10 telah datang. Wanita muda berambut putih, dengan gradient aqua green terusan biru laut. Anak gadis Kaido yang meproklamirkan diri sebagai Kozuki Oden, terinspirasi hingga ikut-ikutan membuka Wano.

Tingginya dua kalilipat dari Luffy namun tidak setinggi Kaido. Nami merasa aneh dengan perbedaan tinggi (dan umur) yang sangat kontras, melupakan bagaimana perbedaan spesies yang juga ada di kapal mereka. Sedangkan Sanji mulai berpikir aneh-aneh dengan penambahan anggota perempuan, walaupun Yamato ini mengaku sebagai laki-laki.

Zoro terlihat senang, akhirnya ada kru yang benar-benar memiliki tingkat kekuatan luar biasa. Anak Kaido, Raja Binatang itu memang mengerikan, apalagi setelah melihat sepak terjangnya dimedan pertempuran Zoro optimis dengan masa depan.

Setelah perpisahan yang penuh air mata (terutama dengan Otama) mereka berlayar menuju ke pulau dimana bajak laut Hearts meletakkan kapalnya. Nami, Franky, dan Ussop sempat mengomel tentang betapa pintarnya Law dapat mengatur pertarungan ini tanpa melibatkan kapal mereka.

...

...

Walaupun ini bukan pertamakalinya bagi Law untuk menumpang di kapal Topi Jerami, tetap saja ia merasa risih kalau tiap berapa menit mendengar teriakan didek oleh sekumpulan manusia-manusia kurang kerjaan.

Tapi anehnya hari ini sangat tenang, ia hanya samar-samar mendengar suara desahan dan kikikan dari ruang pantau. Penasaran, Law segera beranjak menuju sumber suara. Ia menaiki tangga dengan hati-hati agar tidak membuat suara, lalu mengintip dengan melongokkan wajahnya sedikit.

Ia bisa melihat Kapten Topi Jerami sedang melakukan sesuatu (?) dengan anggota barunya tadi. Karena posisinya dari punggung Luffy ia tidak tahu apa yang sedang dia lakukan. Law hanya melihat kedua tangan dan kaki Yamato yang mengikat Luffy.

Beberapa saat kemudian barulah terlihat apa yang sedang mereka lakukan. Luffy terlihat asik mencium leher wanita itu, dan dibalas dorongan atau tawa tidak jelas oleh mereka berdua.

"Luffy!"

"Ayolah, cuma sekali aja!"

Tawa Yamato terdengar lagi, ia memeletkan lidahnya sambil menarik kuping Luffy. Tapi manusia karet itu tiba-tiba menyosor Yamato. Disambut oleh lawannya mereka asik berpangutan, kemudian Yamato terlihat menarik-narik tangan Luffy yang berkeliaran.

Law melihat dari jauh diaduk rasa cemburu dan jengkel. Jadi dari tadi suara tidak jelas itu dari mereka berdua? Enak banget ya bisa mesra-mesraan diatas kapal tengah malam begini?

Secara tidak sadar mata Law dan Yamato bertemu. Tiba-tiba tangan Yamato mendorong Luffy sampai jatuh dengan wajah merah padam. Refleks Luffy menoleh kearah pintu tangga, dan mendapati tidak ada siapapun disana.

Law beruntung karena room yang segera dia buat. Ia duduk lagi dibawah bersama yang lain dan berpura-pura tidur. Ia mendengar sesuatu yang jatuh dan mengintip dibalik topinya.

Luffy terlihat mengedarkan pandangan dengan ekspresi sangat marah. Keringat sebesar drum tengah jatuh deras menuruni pelipis Traflagar D Water Law.

Ia mendengar suara Yamato,

"Lebih baik kita tidur, kapten..."

"EH, kita belum selesai!"

"Pelankan suaramu, Bodoh!"

Lalu terdengar suara pukulan keras.

Law membuka matanya sedikit, seketika ia terkejut karena wajah Yamato hanya beberapa inci dari dirinya. Ia berpura-pura terbangun dan menatap Yamato sengit.

Gadis itu beranjak, berbalik, lalu berjalan menuju kamar wanita. Ia melambaikan tangannya pada Luffy dan menghilang dibalik pintu.

Belum keluar nafas lega milik Law, Luffy sudah duduk disampingnya dan menepuk pundak Law. Saat ditoleh, laki-laki itu nyengir 15 jari sambil berkata, "jangan bilang siapa-siapa ya?"

Law hanya menatap Luffy dengan wajah bingung dan penuh horor.

Fajar menyingsing, cerita tadi malam sudah hilang dikepala keduanya karena sekarang mereka hanya bercengkrama seperti biasa. Tapi Law masih mengingat adegan tadi malam, dia merasa malu sendiri.

"Torao, kenapa tumben diem saja?" Hidung Ussop muncul sebelum wajahnya, pertanyaannya pun dianggap angin lalu oleh Law. Tapi matanya menyebar kearea dek, ia melihat Yamato yang memakai baju biasa tetapi desainnya turtle neck.

Law tahu alasannya kenapa Yamato memakai baju seperti itu. Mungkin karena terlalu lama melihat kearah Yamato, Law tidak sadar Luffy sudah didekatnya. Sambil menepuk pundak Law sambil nyengir gaje,

"Torao, lihat apa hayo..." yang ditepuk berkeringat dingin. Ussop yang sepertinya mengerti apa yang terjadi ikut menepuk pudak Law dengan prihatin,

"Man, itu kenapa aku dan Chopper sering tidur cepat. Gimana kalau nanti malam tidur aja bareng kami di ruangan cowok?"

"Eh, emang ada apa?" Sanji tiba-tiba muncul ditangannya terdapat sandwices setumpuk dinampan. Ia juga membuat nasi kepal untuk Law karena orang itu benci roti.

Law menoleh lagi kearah Luffy karena pundaknya ditepuk keras, ia memberi kode 'rahasia please!' Dengan cengiran gaje yang luarbiasa lebar.

"Ti-tidak ada, Kuroashi-ya..." Law agak terbata, ia bingung dengan kombinasi antara kesal, dan kasihan. Untuk Sanji, dijawab seperti itu ia hanya melotot penasaran, lalu berjingkrak-jingkrak kearah kumpulan wanita di ujung sana.

"Robin-chwaan, Nami-swaan, Yamao-kyuun! Melowrinee!~~ ", Sanji bergoyang komikal, "Ini sandwices!"

"Ah, aku tahu sarapannya pasti sandwiches!" Nami tersenyum ganjen,

"Terimakasih Sanji-kun..." Robin tersenyum dengan cool,

"Sandwices ? Itu enak engga?" Yamato mendekat dengan wajah penasaran.

Hari ini mereka lewati dengan biasa, perjalanan masih sangat jauh. Menjelang sore, sudah terjadi antri di kamar mandi. Seperti biasa, mereka ribut-ribut sendiri. Law juga ikut ribut-ribut karena dimana ada Luffy dan krunya disitu keributan akan terjadi.

Padahal para gadis tenang-tenang saja saat mandi tadi. Makan malam malah luar biasa ribut, bahkan walaupun dibantu Nami. Sanji masih kualahan untuk memenuhi nafsu makan yang lain.

Malam datang dengan cepat, setelah makan besar. Law memutuskan ikut dengan Ussop dan Chopper dikamar cowok, ia juga melihat Sanji yang ikut tidur. Aneh sekali, bukannya Sanji adalah anggota yang tidurnya paling larut?

Kembali di cerita yang sama, Law sangat penasaran karena lenguhan sangat keras terdengar dari dek belakang. Jujur saja ia tidak ingin ikut campur, tapi ia tidak bisa tidur!-walaupun ia bisa melihat yang lain molor dengan bebas.

Saat melongokkan wajahnya, tanpa melihat dulu dia langsung berkata, 'Stop kalian, lebih baik tidur!'

Dan dibalas tatapan kaget dari Nami dan Zoro yang masing-masing tengah sibuk bergulat. Nami yang hendak berteriak kaget disumpal seketika oleh Zoro menggunakan bandananya.

Law mematung, ditambah tatapan kesal Zoro dan Nami. Kapten Bajak Laut Hearts yang selalu apes itu didatangi Zoro yang posisinya mengangkat wanita itu dengan mudahnya, lalu berkata dengan datar.

Law mau mimisan, tapi ditahan sekuat tenaga untuk menjaga imagenya. Ia mencuri pandang kearah Nami yang malu, sakit, dan entahlah Law berbalik sambil membiarkan hidungnya berdarah.

"Jangan bilang siapa-siapa, Torao..."

Aah, saus tartar. Law ketiban apes untuk kesekian kalinya. Apa wajar untuk Bajak Laut Topi Jerami melakukan hal 'semacam itu' di kapal. Bukannya itu bawa sial?

Ia berjalan dengan wajah malu, merah padam karena menyaksikan body aduhai Nami yang diewer-ewer Zoro. Lalu menuju ke body depan kapal untuk duduk nongkrong bareng Franky. Sudah jatuh ketiban tangga, Law melihat cybrog itu bersama Robin duduk mesra.

Mereka tidak seperti Luffy dan Zoro, Robin hanya duduk membelakangi Franky sambil membahas sesuatu. Tanpa tedeng aling, Law berjalan dan memaksa untuk join diskusi mereka.

Ketiduran di haluan, saat dia terbangun ternyata yang dihaluan bukan Franky dan Robin. Tapi Jimbei, tampaknya ia juga baru bangun. "Ah, selamat pagi Traflagar Law. Kok bisa ketiduran disini?"

Law mengubah posisinya menjadi duduk, ia lalu menyender. "Kyokan-ya, kau tidak merasa risih kalau setiap malam ada yang melakukan hal nyeleneh dikapal ini?"

Jembei bingung sendiri, "Aku tidak mengerti maksudmu..."

Law mendecih, "Ayolah, kau tidak tahu sudah dua malam aku memergoki setiap anggota Topi Jerami?"

Jimbei tertawa, membuat mantan Shicibukai itu malu didalam hati.

"Yah, itu waktu untuk mereka-kan. Jadi, mereka dapat melakukan apa yang mereka mau..."

Law menatap manusia ikan itu tidak percaya. Mereka dipanggil untuk sarapan, dan muncul Franky yang menawarkan mereka untuk sarapan dengan yang lain, "Biar aku dan Robin yang menjaga haluan depan..."

"Terimakasih Franky" Jimbe menyahut santai, langkahnya diikuti Law yang masih berwajah kecut karena ingat dia ditinggal oleh mereka berdua.

Chopper muncul dengan wajah bahagia, ia berlari-lari dengan gula kapas ditangannya. Imut memang, tapi kalau mengingat betapa apes dirinya beberapa waktu ini. Chopper terlihat tidak imut lagi.

"Law, kenapa sih elo?" Ussop nyelonong, ia melempar pertanyaan dengan wajah jengkel. Pertanyaannya dianggap angin lalu oleh Law membuat hidung panjang itu berteriak.

"Hei lihat Torao, istana gurita!" Luffy menunjuk tumpukan takoyaki yang menggunung. Kreasi Sanji yang segera raib dimangsa kaptennya.

"Luffy aku mau!" Yamato berteriak, gadis itu tidak terima jika gunung takoyaki dihabiskan oleh orang itu sendiri.

"Nih" Luffy memberikan beberapa takoyakinya, dan itu menjadi bahan histeris oleh semua orang yang hadir disana termasuk Law sendiri.

"LUFFY BERBAGI MAKANAN!?" teriak Ussop tidak percaya membuat takoyaki yang harusnya masuk ke mulut malah terlempar keluar,

"MUSTAHIL!" sahut Nami dari kursinya ia berteriak paling keras. Chopper yang sibuk dengan permen kapas tersedak,

"TIDAK BISA DIPERCAYA!" Sanji melotot ia lupa kalau sedang membuat asam-manis gurita sehingga bumbunya gosong,

"SI LUFFY NGASIH MAKANAN KE ORANG LAIN!?" Zoro berwajah paling horor diantara mereka semua mulutnya menganga lebar,

"INI MENGAGETKAN..." Robin ikut terkejut, "ENGGAK MUNGKIN, LUFFY!" Franky berteriak walaupun dia dihaluan depan.

"UHUK-LUFFY-KUN KAU TAK APA!?" Jimbei tersedak sambil melempar pertanyaannya pada sang kapten.

"LUFFY-SAN, JIWAMU ENGGAK APA-APA KAN INI?" Brook menghentikan proses makanannya sambil mencoba memeriksa Luffy.

Law terkejut walaupun tak sealay mereka, ia hanya membatin 'Sudah kuduga' sambil mengunyah beberapa takoyaki.

Mereka berteriak-teriak, lupa dengan adegan beberapa waktu lalu ketika Luffy, Zoro, dan Kiku mencuri segerobak makanan yang harusnya dikirim ke Orochi, warga langsung mempreteli barang curian. Saat itu, Luffy memberikan sebuah apel kepada Otama.

Itu adalah pertamakalinya Luffy membagikan makanan pada seseorang. Kru tentu tidak banyak tahu, bahkan seseorang yang ada disana saja tidak mengingatnya. Selang beberapa menit, kru mulai tenang dan sibuk mengerjakan urusan masing-masing.

Akhirnya disiang yang cukup panas, kapten bajak laut hearts itu dijemput kru mereka setelah vivre card menunjuk kearah sebuah pulau. Mereka berpisah disana, tak lupa Law mengingatkan kalau suatu hari ia akan melawan Luffy demi mendapatkan One Piece. Warning ini hanya dijawab cengiran Luffy yang lebar, dan masing-masing dari mereka pergi kearah yang berbeda.

Bonus :

Sebelum berjalan menuju krunya, Law meminta pembicaraan pribadi dengan Luffy dan Nami. Ketika mereka berjalan agak jauh dari kerumunan, Law menepuk kedua pundak 'temannya' ini dengan senyum tipis.

"Rahasia kalian 'aman' denganku, ingat kalau 'kita' perlu mengalahkan Akagami no Shanks. Jadi, aku tunggu aliansi persahabatan kita selanjutnya..."

Awalnya Luffy tidak mudeng, tapi ketika Law menyebutkan nama Yamato. Kapten muda itu 'mingkem' seketika sambil melotot kearah Law.

"Tidak baik menyimpan hal seperti itu didalam kru, kan keluarga?" Law memancing lagi, kini matanya melirik kearah Nami.

Yang dilirik salah tingkah, berkeringat dingin, memerah, lalu menawarkan beberapa uang. Namun ditolak dengan halus oleh Law, karena dirinya mengincar hal yang lebih besar.

"Baiklah mari kita kembali Mugiwara-ya, Nami-ya"

Law meninggalkan Luffy dan Nami yang shock disana. Mereka saling pandang, sesaat kemudian Nami mencak-mencak.

...

End.

Note : Hai,lama banget aku enggak ngepost sesuatu. Bawaannya males nulis, udah beratus-ratus draftku numpuk dilaptop ataupun note hape. Nah, mumpung aku lagi suka sama suatu karakter (namanya Yamato, dia anaknya Kaido, rambutnya ngingetin aku sama karakter di Kimetsu no Yaiba) dia karakter cewek yang bisa jejer bareng Luffy di cover komiknya.

Makasih udah mampir, tuliskan saran dan kesan kalian, flame jg boleh. Btw tentang judul. Paint Something with a Board Bush adalah idom buat "menjelaskan sesuatu secara umum dan mengabaikan detailnya" aku lihat ini dikamus dan kepikiran bikin cerita kayak gini, aku tau ini gak nyambung tapi bodo amat

With love, wachi ja.