Ubiquitous

OP |Kobayashi's Dragon Maid sama| M.D Luffy|Tohru K.|T|Romance|Family|Friendship|belong to Oda and COOL.


Happy Reading Minna!


.

.

"...Aktor Monkey D. Luffy membawa istrinya saat syuting Film One Piece: STAMPEDE namun ketika dikonfirmasi lebih lanjut..."

Nami membalik koran sambil terkekeh, bagaimana bisa media baru mengetahui hal ini. Luffy sudah melalang buana dari tahun 1999, bagaimana bisa mereka masih tidak menyadari hal itu, kemana sajakah pers selama ini ?

"Hei, pagi Luffy-san kau sudah membaca berita pagi ini?"

Nami melempar koran itu pada temannya, meski yang disebut sedang membawa kopi ditangan kanannya, ia masih dengan sigap menangkap koran dengan tangan kirinya kemudian duduk dikursi aktor dengan posisi senyaman mungkin. Luffy membaca tagline koran dengan alis terangkat sebelah.

"Keren,kan?" Nami mengejek dan terkekeh lagi, bagaimana kalau mereka tahu kalau Luffy sebenarnya sudah hampir punya anak?

"Ini namanya penghinaan"

Ussop menyeret kursinya lalu duduk diantara mereka, hidung panjangnya itu tengah diberi kertas penyerap keringat membuat keduanya (sebenarnya seisi studio) tidak nyaman, Ia menatap Luffy dan Nami dengan serius. Nami yang duduk dengan menyilangkan kakinya, dan menyangga dagu melempar Ussop dengan skrip.

"Lagipula itu salah Luffy sendiri yang tidak pernah memberikan tanggapan, tiap wawancara cuma diam, berdehem, dan membahas soal-soal penting saja, bener-bener tidak mirip seperti karaktermu di film ini" Nami kembali ke posisinya setelah berhasil menggaplok Ussop untuk kedua kalinya.

"Kamu mau aku bilang apa?" Luffy meletakkan koran diatas meja, ia melirik kedua temannya dengan lirikan yang cukup aneh,

"Bilang kek, akhirnya istiku hamil juga, atau sejenis itu…" Nami berbisik sambil memajukan bibir.

Luffy membalas Nami dengan tatapan agak kesal, kemudian tersenyum pada Ussop saat diberi ucapan selamat oleh Ussop.

Syuting untuk episode 851 hampir selesai, dan akan dilakukan selingan (baca : libur) untuk persiapan syuting cinematic game One Piece World Seeker di kepulauan Hawaii. Akibatnya Luffy memiliki waktu yang cukup untuk bersantai bersama istri dan calon anaknya. Yah, mau bagaimana lagi, ia adalah aktor papan atas yang wajahnya selalu ditempel didepan majalah, bahkan Jurnalis dan wartawan rela datang ke Brazil hanya untuk mewawancarai keluarganya. Sepanjang ia tahu, mereka tidak bisa mengorek lebih dari kerak luar tentang keluarga D.

Hari sudah semakin sore, setelah segmennya selesai Luffy pamit untuk pulang lebih dulu. Para kru dan aktor yang tersisa melambai sambil membungkuk hormat,

"Terimakasih untuk hari ini..."

Luffy berjalan menuju mobilnya diikuti asisten, sambil mereka berjalan menuju mobil. Asistennya membuka buku schedule lalu membacakan jadwalnya,

"Luffy-san besok ada janji dengan pihak iklan, jam 9 pagi"

"Ya"

"Lalu, janji lagi dengan pihak cocacola untuk sesi foto jam 10 sampai 11 pagi."

"Ya"

"Oh, ya satu lagi Luffy-san, besok ada undangan dari BNP jam 1 siang"

Luffy berhenti ketika membuka pintu mobil lalu berbalik kearah asistennya, "Katakan pada BNP, jam 12 siang aku harus ke Brazil selama 7 hari, jadi bisakah kau mencarikan jadwal yang lainnya?"

"L-Luffy-san itu sangat mendadak!" Asistennya melotot, "bagaimana aku mengatakannya coba, maksudku itu BNP lho…"

"Pokoknya cari sajalah alasan, aku punya urusan serius, daah..." Luffy memasuki mobil lalu melaju dan menghilang. Asistennya terdengar memanggil namanya dengan penuh rasa putus asa.

...


Mobil Luffy masuk kedalam sebuah rumah minimalis yang terpampang nama Monkey D didepan pagar rumah setinggi satu meter lebih. Luffy membuka kaca jendela mobilnya dan menyapa kamera pengawas rumahnya, ia memasukkan mobilnya kedalam garasi lalu muncul dari dalam mobil. Setelah pintu garasi ia turunkan, Luffy melepas pakaiannya sambil menarik nafas dan melengos, "Panas... panass...!"

Luffy membuka pintu, "Tadaima..."

Suara diseberang terdengar menyahut, muncul wanita dengan pupil merah-oranye dan rambut gantung blonde-pink. Ia mengelap tangannya dan berjalan menuju Luffy, bersyukur suaminya pulang dengan selamat, dan menyambut kedatangannya dengan senyum hangat.

"Bajunya dilepas lagi..."

"Habisnya panas..."

Wanita itu menarik nafas bingung, "Ini desember lho, cuaca diluar sudah mulai dingin..."

"Gak tau, mungkin aku masih belum terbiasa dengan udara dijepang" Luffy mencium pipi istrinya dan berjalan masuk kedalam kamar, wanita itu lalu memasukkan baju Luffy kedalam mesin cuci,

"mau aku panaskan air?" istrinya bertanya,

Luffy menutup pintu kamar mandi sambil menyahut, "Enggak usah..."

Wanita itu kemudian kembali memasak, menyambung kegiatan memotong stroberi yang akan diberikan pada cupcake. Belum selesai ia memotong, Luffy muncul lagi dengan rambutnya yang basah, matanya melotot, tanpa busana sambil membawa handuk dipundaknya, "Tohru tadi dikantongku ada tiket untuk besok lho!"

Tohru segera memeriksa kantung kemeja suaminya yang tadi baru saja ia jejalkan ke mesin cuci dan tidak menemukan apapun, setelah mendengar jawaban istrinya Luffy segera menuju ke kamarnya dan menyabet telepon rumah. Ia melotot ke buku telpon sambil menekan tombol angka pada benda itu.

"Oh ya, ada sama aku kenapa Luffy?" Sahut diujung sana setelah gilirannya ditelpon, jawaban Ussop yang enteng itu telah membuat laki-laki 25 tahun melengos lega namun dengan nada kesal.

"Syukurlah Ussop!" Luffy hendak mengucapkan terimakasih, namun suara Ussop tidak lagi terdengar. Saat Luffy menngalihkan pandangannya pada gagang telepon, benda itu sudah kuyub total oleh air dari rambutnya.

Sial, jika Tohru tahu ini dia bisa tidur diluar.


tbc.

Hai Wachi disini, terimakasih sudah mau meluangkan waktu, silahkan bisa direview. jujur aja ~