Disclaimer : Attack on Titan punya Hajime Isayama dan Bungou Stray Dogs punya Kafka Asagiri.


Levi Ackerman adalah seorang pria 27 tahun yang bekerja sebagai photographer di agensi milik ibunya. Tanpa ada yang tahu, disamping pekerjaannya sebagai photographer ia juga merupakan seorang anggota eksekutif organisasi gelap yang bernama Port Mafia . Tapi dibalik semua tabiat buruknya, Levi merupakan seseorang yang sangat menyayangi ibunya, pria itu tidak pernah bisa berkata tidak pada ibunya, singkatnya ia adalah seorang mama boy. Levi tinggal di sebuah penthouse kelas atas di tengah kota Tokyo sendirian, lelaki itu tidak tertarik dengan apapun kecuali pekerjaannya, ia merupakan seorang clean freak yang tidak akan pergi atau tinggal di penthouse nya sebelum tidak ada debu yang menempel di di sudut penthouse nya. Kediaman Levi sangat bersih dan simple karena lelaki itu tidak menyukai hal hal yang berbau crowded.

Di Port Mafia, Levi berperan sebagai Dealer yaitu orang yang bertugas mengurusi berbagai transaksi yang terjadi di Port Mafia. Levi tidak bertugas sendirian, ia memiliki anggota tim yang terdiri atas Chuuya Nakahara, Eld Jinn dan Gunter Schultz. Mereka berteman dekat dan rutin mabuk bersama. Levi merupakan lelaki dingin yang memiliki mulut seperti sampah, kadang sang ibu- Kuchel ingin sekali mencuci mulut anak semata wayangnya dengan sabun pencuci piring. Entah darimana Levi memiliki perangai buruk seperti ini, Kuchel merupakan wanita cerdas yang baik hati sementara ayahnya-Kenny merupakan pebisnis hebat yang sudah wafat sejak Levi masih berumur 5 tahun. Kuchel bekerja keras sampai ia berhasil membangun agensi hiburannya sendiri.

Kuchel Ackerman merupakan CEO sekaligus pemilik saham terbesar Daikoku Entertaiment yang dibangun dari uang peninggalan bisnis suaminya-Kenny Ackerman. Semenjak kematian suaminya-22 Tahun lalu Kuchel selalu bekerja keras agar tidak terpuruk dan membahagiakan anaknya dengan apapun yang ia bisa, merintis sebuah bisnis bukanlah hal yang mudah tetapi berkat kegigihannya, Kuchel berhasil menjadi wanita sosialita sekaligus salah satu pebisnis yang berpengaruh di dunia hiburan negaranya.

Sejak kecil Levi tertarik pada dunia photography, membuatnya banyak memiliki koleksi kamera yang terpajang rapi di lemari kaca penthouse nya. Meneruskan hobinya, Levi memasuki sekolah khusus dan resmi menyandang photographer bersertifikat. Ia pun berakhir bekerja di agensi ibunya, ia sering terlibat dalam projek pemotretan dan syuting video klip beberapa artis negara sebelah yang kadang membuat music video untuk single berbahasa Jepang.

Levi mengetahui organisasi gelap bernama port mafia sejak masih duduk dibangku SMA. Levi SMA adalah seorang siswa yang rebel yang selalu bolos pelajaran, tetapi anehnya ia selalu mendapat nilai yang bagus. Levi terkadang membolos ke pelabuhan, melihat kapal kapal datang dan pergi. Dan disanalah ia bertemu seorang lelaki yang hobi memakai mantel baik musim panas maupun musim dingin bernama Akutagawa. dan akutagawa inilah yang memperkenalkan Levi pada organisasi gelap bernama port mafia. awalnya Akutagawa berkata apakah Levi membutuhkan sebuah pekerjaan Levi menjawab iya karena saat itu keadaan finansial keluarganya tidak stabil. Akutagawa berkata bahwa Levi hanya perlu mengantarkan beberapa barang. Pada saat itu Levi tidak tahu bahwa barang yang diantarnya merupakan narkoba tetapi lama-kelamaan ia tidak memperdulikannya. Menurutnya pekerjaan ini cukup menyenangkan Dan akhirnya karena kesetiaannya 3 tahun kemudian iapunresmi menjadi anggota eksekutif organisasi gelap itu. Tidak ada yang tahu bahwa Levi merupakan anggota port mafia-bahkan ibunya sendiri pun. Levi terkenal dengan pekerjaannya yang rapi cepat dan bersih.Terlepas dari perangai buruk nya Levi sangat disukai oleh pemimpin port mafia dan juga anggota eksekutif lainnya.


Pada suatu hari di musim panas Kuchel mengunjungi penthouse anak semata wayangnya. Wanita itu menemukan anaknya sedang berbaring di sofa sembari menonton berita didepannya ada secangkir kopi yang masih mengepul panas

"Levi-my baby!" wanita itu berteriak girang sembali memeluk anaknya yang terpaku dengan tatapan malas-seperti ikan mati.

"mama. ada apa mama kesini?"

"hanya berkunjung. gaboleh ya?" Kuchel akhirnya melepaskan pelukannya lalu beranjak dari sofa dan berkeliling penthouse anaknya yang amat sangat bersih tanpa noda. Perjalanan wanita itu terhenti di dapur, semangat memasaknya sedikit tergugah-selama ini ia jarang memasak untuk anaknya, semenjak Levi pindah rumah ia sudah jarang bertemu karena kesibukan masing masing, namun Levi kadang mengunjungi kantornya setelah pemotretan untuk sekedar minum teh.

"Lev, udah makan?" tanya Kuchel pada anaknya yang masih menonton tv

"belum" jawab Levi singkat

"yatta!, mama masak ya?" Kuchel sedikit berteriak lalu berlarian kesana kemari mencari apron dan mulai memilih bahan masakan apa yang akan dimasak

"iya iya terserah mama"

Setelah sekian lama berkutat dengan alat masak dan bahan bahannya, akhirnya pilihan Kuchel jatuh pada Okonomiyaki. Karena memasaknya cukup simple ditambah bahan yang ada hanya ada telur dan beberapa sayuran-maklum anak bujang.

"Levi kesini cepat" wanita itu memanggil Levi yang masih tidak berubah posisi. Mendengar namanya dipanggil, pria itu akhirnya bangkit dari duduknya dan berjalan gontai menuju arah dapur dan kembali mendudukan dirinya di meja makan tepat di seberang ibunya duduk.

"itadakimasu" Levi menepuk kedua tangannya pelan dan mulai memakan Okonomiyaki buatan ibunya perlahan.

"Lev, mama udah ga muda loh"

"hm hm"

"mama ingin cucu" Levi tersedak mendengarnya dan buru buru mencari minum, menegaknya cepat.

"ngga"

"kenapa ngga? kamu udah 27 taun loh, dua puluh tujuh taun, emangnya ga malu bujang selamanya?" Kuchel menatap putra nya heran

"ngga ma, aku gapunya waktu" Levi menjawab malas sembari memakan sisa Okonomiyaki yang tersisa

"mama cariin gimana?" Kuchel membuat penawaran berdoa dalam hati semoga anaknya mau dan mimpi menimang cucu bisa ia segera wujudkan.

"gausah ma, mama fokus kerjaan aja"

Kuchel menghela nafas, tiba tiba ia teringat sesosok gadis berambut strawberry blonde-salah satu top model di agensinya. Gadis itu memiliki kepribadian yang sangat ceria, cocok sekali bila dipasangkan dengan putra nya yang pendiam.

"Lev kamu tau Petra kan? Petra Jaeger"

"iya iya tau" wajah Kuchel sedikit menjadi lebih ceria dari sebelumnya "nah menurut kamu Petra gimana?"

"yah cantik, baik juga"

"mama mau kamu nikahin dia."