Sunbae Or Hyung

.

.

.

Cast : All member BTS other

Genre : Family, brother complex

School life (AU)

.

.

.

Summary :

'Siapa yang akan kau pilih, Seokjin? Sunbae atau hyungmu?'

.

.

.

Part 2

.

.

.

Author pov

Perpustakaan SHS adalah salah satu ruangan yang sangat luas. Beragam buku tertata rapi pada rak-rak yang ada. Seokjin yang dari awal sudah penasaran dengan perpustakaan sekolahnya itu merasa sangat bahagia saat dirinya masuk. Pandangannya menunjukkan ketertarikan yang kentara. Wonho yang berdiri disampingnya hanya menggelengkan kepalanya, 'anak kecil yang aktif' pikirnya.

Tanpa perintah Seokjin langsung mengelilingi perpustkaan itu dengan sengaja menarik tangan Wonho yang berada disampingnya. Sang korban hanya menghela napas lagi menghadapi anak manis yang tengah menariknya itu.

"Karena aku suka membaca, aku punya ruang baca sendiri dirumah" ucap Seokjin sambil terus berkeliling.

"Aku juga punya. Hanya saja aku jarang membaca buku disana" ucap Wonho yang tengah melihat-lihat buku disamping kiri dan kanannya.

Seokjin yang mendengar hanya menggelengkan kepalanya. Ia mencari tempat duduk untuk mengistirahatkan tubuhnya. Sampai di pojok ruangan dekat jendela, Seokjin duduk sambil menaruh tas kecil yang dari tadi tidak lepas dari tangannya.

Wonho hanya menatap sekilas Seokjin. Ia tidak terlalu peduli sebenarnya apa yang dibawa Seokjin, namun matanya berbinar saat tanpa mengucapkan apapun Seokjin menyodoran satu potong roti manis padanya.

"Ahn ahjumma membawakanku itu untuk makan siang," ucap Seokjin riang "Untukmu"

Wonho mengambilnya dengan senang hati, kebetulan ia memang sedikit lapar.

"Terima kasih" dan Seokjin hanya tersenyum sambil melahap roti yang juga dipegangnya.

Dan biarkanlah dua anak manis itu menikmati makan siangnya ditempat sunyi tersebut.

Namun sesaat ketenangan di perpustkaan itu harus berubah saat seseorang membuka pintu perpustkaan dengan kasar. Nampak seorang namja yang berjalan terburu-buru, mengelilingi rak-rak buku mencari sesuatu. Wajahnya terlihat kesal dengan dahi berkerut, tatapan mata tajam dan napas yang memburu. Sedangkan tangannya sibuk memilih buku asal.

Namja tersebut terus berkeliling hingga sampai pada rak dibelakang Seokjin. Ia nampak tak peduli karena sibuk dengan roti manisnya, namun tidak dengan Wonho.

Wonho mencoba melirik apa yang dilakukan namja tersebut sehingga sedikit mengganggu ketenangan mereka. Hingga ia mengernyit saat namja yang dipandanginya balik memandangnya. Namja tersebut menatap bingung Wonho, sepertinya baru menyadari jika ada 2 anak tepat dibelakangnya.

"Kalian sedang apa?" tanya Namja tersebut tanpa mengalihkan pandangannya dari 2 anak kecil tersebut, 'anak baru' pikirnya.

"Kami sedang istirahat disini sunbaenim, karena temanku ini tidak sabar ingin melihat perpustakaan sekolah." ucap Wonho acuh, ia tidak tau sedang bicara dengan siapa, karena mencari aman ia memanggilnya sunbae saja. Seokjin hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Wonho dan menolehkan kepalanya,

"Maafkan kami sunbae, bolehkan kami duduk disini sebentar? Kami akan segera kembali ke aula setelah menghabiskan roti kami" ucap Seokjin tersenyum manis menatap orang yang dianggap sunbaenya itu.

Namja tadi hanya terdiam, sesekali mengedipkan mata. Menatap tidak percaya apa yang dilihatnya barusan. Senyuman dari anak baru itu membuatnya panas dingin, 'manis sekali'. Ia menggelengkan kepalanya pelan lalu menatap anak yang dilihat adalah siswa baru di SHS.

"Silahkan saja. Aku akan pergi sekarang" namja tersebut langsung berjalan meninggalkan tempat duduk kedua anak tersebut.

"Sunbae?" ucap Seokjin sambil berdiri dari tempat duduknya, Wonho juga ikut bangkit karena ia pun sudah selesai dengan urusannya.

Namja tersebut menoleh dan mengangkat sebelah alisnya, kali ini Seokjin berjalan mendekat.

"Aku Kim Seokjin, dan disampingku ini Lee Wonho." Ucap Seokjin tersenyum.

Tanpa menjawab Seokjin, namja tersebut berbalik dan sedikit berlari pergi dari perpustakaan untuk menghindari anak manis di perpustakaan. Sedangkan Seokjin hanya menatap heran kelakuan sunbaenya itu.

"Ayo Seokjin, sebentar lagi jam istirahat selesai" ucap Wonho menarik tangan Seokjin yang diam menurut saja.

.

Setelah cukup lama berlari dari perpustakaan, namja yang juga salah seorang senior tersebut sampai di kelasnya. Terduduk disalah satu bangku yang tersedia disana sambil menarik napas berualang kali. Menetralkan deru napasnya sehabis berlari dan menenangkan jantungnya yang berdebar keras, 'ah jantungku'. Ia menghela napas sekali lagi, benar-benar perbuatan anak manis tadi bisa berefek seperti ini. Padahal ia hanya mengenalkan dirirnya saja.

"Hey"

"Mwo?!" namja tersebut terlonjak dari duduknya sambil mengelus dadanya. Pandangannya mengarah pada namja yang baru saja membuatnya kaget karena menepuk bahunya. Namja yang baru datang tersebut hanya terkekeh geli.

"Kau kenapa Yeol? Seperti habis marathon saja" ucap namja tadi karena melihat keadaan temannya yang dipanggil Yeol itu berkeringat. Belum lagi napas yang kembali memburu.

"Kau sudah mengambil buku yang kita perlukan, bukan? Kita harus menyelesaikan tugas fisika Song ssaem" Park Chanyeol hanya terdiam sesaat, beruntung ia ingat membawa bukunya dan tidak menjatuhkannya tadi.

Beberapa saat senyum bodoh hinggap di wajah Chanyeol, "Kau akan kecewa karena menyuruhku untuk mengambil bukunya sendiri, Minho. Kau tidak akan bertemu pemandangan seindah tadi di perpustakaan. Hahahaha..." ucap Chanyeol tertawa dan beralih masuk ke kelasnya.

"Gilanya kambuh lagi" ucap Minho mengggelengkan kepalanya.

.

.

Acara pengenalan sekolah di Seoul International High School tidaklah serumit disekolah lain. Panitia pengenalan benar-benar hanya mengenalkan SHS, namun dengan detail. Terlebih pengenalan bangunan sekolah yang sangat luas dan besar itu.

SHS tidak menerapkan masa orientasi karena hanya akan menguras tenaga saja. Karena kegiatan sekolah yang sangatlah padat, beragam kegiatan ekstra kulikuler dan kegiatan outdoor yang terus menerus, membuat sang Ketua OSIS Min Yoongi menyingkatkan acara pengenalan sekolahnya. Lagipula kegiatan seperti ini hanyalah sebuah formalitas, karena menurutnya orientasi sangatlah membosankan.

Itulah mengapa setelah jam istirahat selesai dan aula terisi para siswa baru lagi, tidak ada kegiatan yang penting setelahnya karena langsung pengumuman pembagian kelas. Saat ini wakil ketua OSIS SHS sedang berdiri diatas podium dengan panitia lain sambil melihat pebagian kelas yang dilakukan oleh panitia pendamping. Keadaan memang berisik, namun Kim Namjoon hanya membiarkannya dan hanya menatap asal keributan yang diciptakan siswa baru SHS tersebut.

Ada yang bahagia satu kelas dengan temannya, sedih karena sekelas dengan siswa yang tidak dikenalnya, atau hanya diam saja mendengarkan seperti yang dilakukan Seokjin dan Wonho. Mereka hanya terdiam menunggu nama mereka dipanggil.

"Lee Wonho 10-2A...Kim Seokjin 10-2A..." sayup-sayup terdengar Yugyeom mengucap nama mereka. Seokjin langsung bangkit dan tertawa kecil setelahnya, sedangkan Wonho hanya tersenyum. Ia sudah terbiasa sekarang dengan eksistensi teman barunya yang unik itu.

Seokjin merangkul lengan Wonho dan bersandar dibahunya, sesekali tersenyum.

"Kau senang sekali" ucap Wonho menepuk pelan tangan Seokjin.

Seokjin tersenyum makin lebar dengan wajah yang berbinar ia menganggukkan kepalanya dengan semangat, sedangkan Wonho gemas sendiri melihat tingkah temannya itu.

"Kau harus sebangku denganku ya" ucap Seokjin ceria yang menimbulkan anggukan dari lawan bicaranya itu.

Pembagian kelas terus dilakukan yang memakan waktu sekitar 1 jam. Setelah acara pembagian kelas selesai, para siswa baru mulai membubarkan diri menuju kelas mereka masing-masing didampingi panitia pendamping. Sang wakil ketua OSIS tidak mau adik kelasnya akan tersesat besok saat awal pelajaran baru dimulai.

Setelah sampai dikelas, para siswa langsung memilih tempat duduk mereka begitupun Wonho dan Seokjin, dan dengan cepat Wonho menarik Seokjin untuk duduk di bangku bagian tengah. Iris Seokjin memperhatikan sekitarnya, ada lebih dari 40 siswa dalam kelasnya, dan Seokjin hanya tersenyum karena akan memiliki banyak teman baru.

Sesaat setelah semua bangku terisi, Jungkook ikut memasuki kelas dan hanya menatap sekelilingnya, memastikan semua bangku sudah terisi.

"Baiklah. Kalian harus mengingat arah menuju kelas kalian ne. Mulai besok proses belajar mengajar akan dimulai. Jadi sunbae harap tidak ada yang terlambat datang dengan alasan lupa arah kelasnya. Mengerti?"

"Mengerti Sunbae"

"Bagus. Setelah ini ada pengarahan dari wali kelas kalian ne."

Jungkook lalu berjalan keluar sambil menunduk mempersilahkan seorang namja paruh baya untuk menggantikan tempatnya, namja paruh baya tersebut tersenyum, "Terima kasih, Jungkook." yang dibalas anggukan pada gurunya sebelum benar-benar keluar.

"Annyeonghaseyeo. Saya Lee Young Soo wali kelas 10-2A sekaligus guru Bahasa disini. Kalian bisa memanggilku Lee ssaem."

"Annyeong Lee ssaem" ucap semua disana.

Lee saaem tetap tersenyum, "Baiklah, hari ini..."

.

.

Pengarahan masing-masing kelas hanya berlangsung 30 menit sampai 1 jam saja. Tak banyak memakan waktu karna hanya diisi perkenalan saja atau sedikit bercanda sebelum menghadapi suasana sekolah yang sebenarnya. SHS memang merupakan salah satu sekolah yang bagus dalam cara mengajarnya, sehingga tak heran siswa SHS pun banyak yang berprestasi.

Tepat jam 3 sore acara pengenalan sepenuhya selesai. Para siswa baru juga sudah mulai meninggalkan kelas mereka menuju aula untuk penutupan pengenalan sekolah. Yugyeom dan Jungkook juga sudah menunggu didepan kelas 10-2A.

Seokjin dan Wonho baru selesai membereskan tas mereka dan berniat untuk keluar, sebelum seorang yeoja tidak sengaja menabrak dirinya dari belakang. Seokjin yang tidak bisa menahan kesimbangan hampir terjatuh, namun seseorang lebih dulu memegang lengannya, menahan agar tidak jatuh.

"Hey! Hati-hati. Temanku hampir jatuh,yak!" Wonho hampir saja mengumpat pada siswi itu karna sudah menabrak mereka berdua, belum lagi ia hanya menoleh sebentar dan pergi tanpa merasa bersalah.

"Kau tidak apa-apa, Seokjin-ssi?" ucap seorang namja yang membantu Seokjin. Ia menatap Seokjin datar, namun tak menyadari bahwa ada binar ketertarikan dimatanya itu.

"Ne, terima kasih banyak sudah membantuku" ucap Seokjin tersenyum.

"Seokjin, kau baik?" Wonho langsung mengambil alih tubuh Seokjin dan memutar tubuhnya untuk melihat tubuh Seokjin, takut ada yang lecet. Namja yang tadi menolongnya itu hanya mendecak dan berjalan pergi menuju aula.

"Iya aku tidak apa-apa kok, eh...tunggu" Seokjin melihat namja tadi akan segera keluar, ia berbalik menatap Seokjin.

"Sekali lagi terima kasih, Guanlin-ssi" ucap Seokjin sedikit menunduk. Lai Guanlin hanya mengangguk dan berjalan lagi meninggalkan Wonho dan Seokjin di dalam kelas.

"Ayo kalian berdua, acaranya akan dimulai. Apa kalian tidak mau cepat pulang?" Yugyeom terlihat dibalik pintu kelas, ia melihat 2 anak manis yang masih didalam kelas tersebut. Seokjin dan Wonho langsung saja berlari dan segera menuju aula.

.

.

"Baiklah acara pengenalan sekolah cukup sampai disini. Sunbae harap kalian belajar dengan giat selama sekolah disini. Dengan begitu kalian akan menjadi siswa yang berprestasi, dan tidak lupa membanggakan nama sekolah kita ini." Ucap Kim Namjoon tegas. Saat penutupan sang ketua OSIS hanya berdiri diam, membiarkan sang wakil untuk berbicara.

"Mulai besok proses belajar mengajar sudah aktif dijalankan, kalian semua sudah mengetahui kelas kalian, bukan?"

"Ne sunbae."

"Jadi sunbae harap besok tidak ada yang terlambat saat hari pertama kalian. Arraseo?"

"Ne sunbae." Namjoon tersenyum dengan menunjukkan dimple kebanggaannya dan mundur untuk memberi ruang pada ketua OSIS untuk menyampaikan pesan terakhirnya.

"Selamat menikmati hari-hari kalian di SHS" ucap Min Yoongi padat, jelas, datar. "Sampai bertemu besok pagi."

Sorak sorai siswa baru mengakhiri acara pengenalan sekolah di SHS. Baik para senior pendamping dan panitia pengenalan merasa senang karena acara berjalan lancar. Para siswa barupun senang karena pengenalan sekolah mereka sangatlah menyenangkan, tidak ada embel-embel perintah dari senior, kata-kata kasar dan juga amukan.

.

Seokjin mengambil ponselnya untuk menghubungi Park Ahjussi untuk menjemputnya. Disampingnya juga masih ada Wonho yang sedang menemaninya. Ia sebenarnya akan segera pulang, namun melihat Seokjin yang masih berdiri didepan gerbang masuk membuatnya tidak tega.

"Kau pulang dulu saja Wonho, sebentar lagi jemputanku datang" ucap Seokjin yang merasa tidak enak dengan Wonho. Namun hanya berbuah gelengan kepala.

"Aku akan menemanimu sampai orang yang menjemputmu datang, lagipula rumahku dekat dengan sekolah ini" ucap Wonho.

Seokjin tersenyum senang karena mendapat teman yang baik.

Sesaat hanya berlalu dengan obrolan ringan dari mereka berdua, hingga pendengaran mereka menangkap bunyi motor dari belakang mereka. Beberapa senior hendak pulang, namun salah satu dari mereka berhenti tepat saat netranya melihat 2 junior manis yang masih berdiri didepan gerbang.

"Kalian belum pulang?" tanya senior tersebut, ia melepas helmnya,

"Belum Yugyeom sunbaenim, Seokjin masih menunggu jemputannya." Ucap Wonho saat mengenali wajah seniornya itu.

Yugyeom hanya mengangguk, matanya tak melepaskan pandangannya dari Seokjin, anak manis yang dari hari pertamanya langsung menggemparkan hati beberapa seniornya tanpa ia sadari, termasuk Yugyeom tentu saja. Ia gemas sekali ingin membawa Seokjin pulang ke rumahnya. Menyadari pemikirannya ia langsung menggelengkan kepalanya.

"Ayo cepat bodoh, kenapa berhenti segala?" seseorang menghampiri Yugyeom yang masih terdiam diatas motor sportnya. Yugyeom hanya menoleh sekilas pada temannya dan kembali memakai helm untuk segera pergi.

"Hyung pergi dulu ne. Jadi kalian tidak usah memanggil ku sunbae lagi, tapi hyung" Yugyeom kembali menjalankan motornya meninggalkan seseorang yang menatap jengah kelakuan temannya itu.

Seseorang itu lalu menoleh pada kedua siswa baru yang masih berdiri didepan gerbang, salah satu dari mereka hanya menatapnya datar, meskipun terlihat lucu karena wajah imutnya. Sedangkan anak disebelahnya juga sangat manis tapi lebih memilih sibuk dengan ponselnya.

"Kalian hati-hati dijalan" seseorang itu hanya mengedipkan mata sebelum pergi meninggalkan Seokjin dan juga Wonho 'senior aneh' pikirnya.

Seokjin mengangkat kepalanya dan menatap Wonho, "Kau pulanglah dulu Wonho"

Wonho menghela napas, "Seokjin, sudah ku bilang kan,"

"Aku sudah dijemput kok, hanya saja mereka tidak mau dilihat olehmu" ucap Seokjin membuat Wonho mengernyit heran.

"Hah?!"

"Kakak ku yang menjemputku, dan dia sudah disekitar sini. Kau pulanglah ne?"

"Tapi.."

"Tidak apa-apa Wonho. Kau pulang dulu ne, besok kita bertemu disini lagi" ucap Seokjin tersenyum. Ia berusaha meyakinkan Wonho untuk segera meninggalkannya, karena ia harus menyembunyikan identitas kakaknya itu. Park ahjussi tidak bisa menjemputnya sekarang jadinya ia harus pulang bersama kakaknya.

Sebenarnya ia tak mau berbohong pada teman barunya itu mengenai keluarganya, tapi mau bagaimana lagi, kakak-kakaknya menyuruhnya bungkam, 'demi keselamatanmu Seokjinie'.

Sekali lagi Wonho menghela napas, "Baiklah. Kau hati-hati disini, aku pulang dulu Seokjin" Wonho melambaikan tangannya dan menampilkan senyuman sebagai salam perpisahan yang dibalas dadahan heboh Seokjin.

PLUK

"Ayo pulang Jinnie"

Seokjin langsung menoleh saat seseorang menepuk bahunya pelan. Senyumnya merekah saat melihat hyungnya datang.

"Maaf hyung lama ne?"

Seokjin hanya menggeleng. Sang hyung hanya tersenyum kecil

"Baiklah kita pulang sekarang" sang hyung mengecup kening Seokjin singkat, lalu menarik pelan tangannya menuju parkir khusus disekolah untuk mengambil mobilnya.

"Ne Yoongi hyung" ucap Seokjin mengikuti jalan sang hyung. Min Yoongi.

.

.

.

tbc