Sunbae Or Hyung

.

.

.

Cast : All member BTS other

Genre : Family, brother complex

School life (AU)

.

.

.

Part 3

.

.

.

Author Pov

Sebuah mobil terlihat memasuki pekarangan sebuah rumah yang cukup besar. Gerbang yang tadinya terbuka telah ditutup oleh sang penjaga, sekaligus menutup area rumah itu dari penglihatan orang luar. Setelah mesin mobil mati, 2 orang keluar dari dalam dan melangkah memasuki rumah itu. Salah satu dari mereka terlihat sedikit kelelahan, namun tetap menunjukkan senyumannya, sedang yang satunya betah dengan wajah datarnya.

"Bagaimana harimu tadi Seokjinie?"

Seorang yang tersenyum tadi berbalik dan menatap orang yang lebih tua darinya itu.

"Menyenangkan sekali Yoongi hyung, tadi aku bertemu dengan seorang teman yang sangat baik. Namanya Lee Wonho. Ia bahkan tadi menemaniku saat menunggu Yoongi hyung menjemputku" ucap Seokjin menjawab pertanyaan Yoongi. Dari raut wajah Seokjin saat bercerita, Yoongi dapat menebak anak yang bernama Wonho itu mungkin memang baik.

"Dia tahu kalau aku menjemputmu?"

Seokjin menggeleng, ia duduk diruang tamu dan melepas tasnya. "Tidak hyung. Ia sudah pergi sesaat sebelum hyung datang"

Yoongi mengangguk. Yoongi tidak mau ada siswa yang tau mengenai hubungannya dan Seokjin. Karena kalau sampai banyak yang tau, Seokjin akan diganggu habis-habisan oleh para penggemarnya dan juga 5 orang lainnya. Bukan hal buruk sih memang, hanya saja Yoongi tidak mau Seokjin merasa tidak nyaman. Hidupnya saja sudah menjengkelkan karena selalu diganggu orang-orang yang mengaku sebagai penggemarnya itu.

Yoongi mengamati Seokjin yang hampir tertidur disofa, jika mengingat pembicaraan tadi di kantin, bisa jadi Seokjin sudah memiliki penggemar tanpa disadarinya. Yoongi tersenyum, Seokjin terlalu polos untuk mengenal dunia luar, itulah mengapa para hyungnya selalu intens mengawasi Seokjin. Efek terlalu sayang.

"Jinnie, kau mengantuk?" Seokjin menggeliat, membuka matanya yang barusan terpejam. Tidak sepenuhnya tertidur.

Yoongi mengelus rambut Seokjin, "Lebih baik sekarang Jinnie mandi dulu, setelah itu turun untuk makan ne" Seokjin hanya mengangguk dan beranjak bangun untuk menuju kamarnya, setelah sebelumnya memeluk Yoongi singkat. Yah kebiasaan Seokjin saat mengantuk.

Yoongi menatap perginya Seokjin dengan tersenyum hangat. Di sekolah ia memang selalu menunjukkan wajah datar andalannya, tapi saat di rumah, Yoongi mudah sekali menunjukkan senyumannya. Tentu saja karena Seokjin. Merasa tubuhnya juga tidak nyaman setelah kegiatan sekolah, Yoongi beranjak menuju kamarnya juga, membersihkan diri sekalian menunggu 5 adiknya yang masih belum pulang.

.

Jam menunjukkan pukul 8 malam saat Namjoon, Hoseok, Jimin, Taehyung dan Jungkook datang. Nampak raut kelelahan terpampang jelas diwajah mereka, mau bagaimana lagi tugas sebagai pengurus OSIS dan panitia penerimaan siswa masih banyak, sedangkan sang ketua OSIS yang terhormat kini hanya menatap mereka sambil memakan cemilan di ruang tamu, ditemani Seokjin tentu saja.

"Kenapa baru pulang?" tanya Yoongi tanpa merasa bersalah.

Sebenarnya baik mereka ber 5 ingin sekali memukul kepala hyung tertuanya itu, mengingat ulah siapa mereka jadi terlambat pulang. Namun mereka sadar ada anak kecil yang harus dijaga kepolosannya.

"Hyung, kami lelah, tolong jangan bertanya dulu" ucap Namjoon menghela napas, jas sekolahnya sudah tersampir disofa yang tengah ia duduki.

"Hyungdeul pasti belum makan, bukan? Aku akan minta Ahn Ahjumma menghangatkan makanan ne" ucap Seokjin, ia kasihan saat melihat kepulangan hyungnya dalam keadaan yang mengenaskan. Tapi belum sempat beranjak Jungkook sudah lebih dulu memeluk adik kecil kesayangannya itu. Seokjin sendiri nyaman-nyaman saja sambil balas memeluk hyungnya.

"Jungkook hyung bau" Jungkook langsung melepas pelukannya dan menatap Seokjin yang menatapnya sambil menyengir.

"Jinnie sekarang nakal ne?" Seokjin langsung kabur sebelum Jungkook menggelitikinya, Seokjin tidak kuat dengan serangan seperti itu. Ia tertawa sambil terus menghindari Jungkook yang berlari pelan dibelakangnya. Sedangkan 5 orang lainnya hanya tersenyum melihat 2 orang yang bertingkah kekanakan itu.

"Bagaimana dengan urusan OSIS?" tanya Yoongi, ia masih sibuk dengan cemilannya sambil menonton aksi kejar-kejaran adiknya.

"Sudah beres hyung. Terima kasih atas kebaikanmu karena memberikan banyak tugas pada kami" ucap Taehyung malas.

"Sama-sama. Lain kali aku akan memberikannya lagi"

"Kau bercanda hyung?!" Jimin tentu saja tak percaya dengan ucapan Yoongi. Sudah cukup hari ini mereka mengurusi pekerjaan ketua OSIS yang dengan santainya tidur saat acara penerimaan siswa tadi, dan beranjak pulang dengan alasan menjemput Seokjin.

"Sudah sudah aku mau mandi dulu. Ini laporan acara hari ini, kau periksa saja lagi hyung" ucap Hoseok menyerahkan beberapa berkas yang dibawanya pulang. Yoongi hanya mengangguk dan mengambilnya.

Hoseok beranjak untuk menuju kamarnya, tapi sebelum itu ia menangkap Seokjin yang berlari kearahnya. Hoseok tersenyum sambil memeluk Seokjin yang tengah meronta minta dilepaskan.

"Kau tidak merindukan hyung eoh?" Seokjin berhenti berontak dan balik menatap Hoseok.

CUP

"Aku merindukan Hoseok hyung kok" ucap Seokjin tersenyum. Dan rasa lelah Hoseok sedikit berkurang setelah mendapat kecupan dipipi dari Seokjin.

"Kau hanya merindukan Hoseok hyung saja, Seokjinie?" ucap Jimin, ia berlari dan memeluk adik dan hyungnya, jadilah mereka bertiga berpelukan. Taehyung tanpa banyak bicara ikut memeluk juga.

"Aku datang" dan terakhir Jungkook.

Mereka berlima tertawa saja menghiraukan 2 orang yang tengah duduk tanpa ada niat menginterupsi.

Perlahan mereka melepaskan pelukannya dan beralih ke kamar masing-masing setelah mencuri ciuman dipipi Seokjin. Seokjin sendiri hanya diam karena sudah terbiasa dengan tingkah hyungnya. Ia lalu beralih pada Namjoon dan memeluknya dari belakang tempatnya duduk. Tangannya melingkar dibahu Namjoon sambil menyandarkan kepalanya.

"Namjoon hyung, aku juga merindukanmu kok" ucap Seokjin lalu mencium pipi Namjoon yang hanya tersenyum sambil mengelus lengan adiknya.

"Lebih baik sekarang Jinnie istirahat, besok kita akan berangkat bersama lagi" ucap Yoongi. Ia tidak mau Seokjin tidur terlalu malam, karena kegiatan sekolah sangat melelahkan, Yoongi ingin Seokjin menjaga kondisi tubuhnya.

"Baiklah hyung" Seokjin melepas pelukannya dari Namjoon. Sebelum beranjak menuju kemarnya, ia mendekati Yoongi untuk mencium pipinya juga.

"Selamat malam hyung"

"Ne selamat malam kesayangan hyung" ucap Yoongi balas mencium pipi Seokjin.

.

.

.

Hanya beberapa jam terlewati, dan matahari kembali membuka hari dengan sinar cerahnya. Pagi ini seperti biasa, orang-orang yang berada dalam rumah bak istana itu kembali terlihat beraktivitas. Tukang kebun yang selalu menyiram tanaman, Ahn ahjumma yang tengah menyiapkan sarapan, dan Park ahjussi yang tengah membersihkan mobilnya. Ia sedikit menyesal tidak bisa mengantar tuan muda kesayangannya kali ini, yah karena tuan mudanya itu akan berangkat dengan hyungnya. Namun Park ahjussi juga merasa lega karena ia percaya tuan muda yang lain akan menjaganya dengan baik.

Sedangkan tuan muda kecil kita, tidak kecil juga hanya saja sifat polosnya yang membuat semua orang menganggapnya masih kecil. Seokjin sudah duduk tenang di ruang makan sambil menunggu hyungdeulnya. Tidak seperti kemarin, hyungdeulnya tidak berangkat terlalu pagi lagi karena sekolah sudah aktif seperti biasa.

"Selamat pagi Seokjinie" ucap Taehyung yang baru duduk disamping Seokjin, tidak lupa dengan menunjukkan senyum cerah sehangat matahari pagi ini.

Seokjin balas tersenyum, "Pagi Hyungie. Hyungdeul yang lain mana?"

"Mereka.."

"Selamat pagi Seokjin" Hoseok yang selalu bersemangat langsung menghampiri Seokjin dan memeluknya. Disusul dibelakangnya Namjoon, Jimin, Jungkook, dan Yoongi yang berjalan perlahan.

"Pagi hyungdeul"

Mereka menempati tempat duduk masing-masing. Menikmati sarapan mereka dengan tenang. Seokjin merasa bahagia saat ia bersama para hyungnya. Ia anak tunggal, sedangkan ayah dan ibunya sibuk bekerja hingga membuat Seokjin tidak bisa menikmati waktu kebersamaan dengan keluarganya. Namun diusianya yang sekarang, Seokjin sudah cukup mengerti dengan kewajiban ayah ibunya. Jadinya ia tidak merengek lagi.

Belum lagi ia memiliki 6 orang hyung yang selalu melimpahinya dengan kasih sayang. Dan semua itu bisa menutupi kekosongan hati kecilnya yang kekurangan perhatian kedua orang tuanya. Meskipun bukan hyung kandungnya, perhatian mereka tulus pada Seokjin, itulah mengapa Seokjin sangat menyayangi hyungdeulnya.

Seokjin menatapi hyungnya satu persatu. 6 orang yang berbeda, 6 kepribadian pula, tapi perhatian mereka sama besarnya jika menyangkut Seokjin. Namun saat mengingat tingkah hyungnya di sekolah, Seokjin cukup kebingungan melihat sikap hyungdeulya yang sangat berbeda ketika berada di rumah. Saat disekolah hyungnya bahkan bisa dibilang selalu bermuka datar, tampak dingin dan tak tersentuh.

"Seokjin, kau melamun?" Seokjin tersentak mendengar suara Namjoon yang duduk didepannya. Seokjin hanya menggeleng dan tersenyum.

"Memikirkan apa?" tanya Jimin disampingnya.

Seokjin hanya mengedikkan bahu, "Hanya memikirkan hyungdeul"

6 orang lainnya mengernyit heran dengan jawaban Seokjin.

"Memang ada apa dengan kami, Jinnie?" tanya Yoongi.

"Tidak ada hyung. Aku hanya memikirkan, kalau hyung terlihat berbeda saat di sekolah dan di rumah" ucapan Seokjin berhasil menghentikan kegiatan sarapan mereka. 6 pasang mata menatap heran Seokjin yang masih mengunyah makanannya dengan tenang.

"Di rumah hyung hangat, namun di sekolah hyung telihat dingin" Seokjin hanya mengatakan apa yang terlintas dikepalanya. Ia tak terlalu mempedulikan ekpresi lucu hyungdeulnya karena sibuk dengan makanannya. Mereka menatap Seokjin gemas.

"Tapi kami tetap tampan kan?" tanya Taehyung tersenyum geli.

Seokjin mengangkat kepalanya dan mengangguk tanpa beban sama sekali, yang berbuah tawa di ruang makan itu. Yoongi bahkan harus rela menunjukkan senyumannya pagi ini.

"Apa ada yang salah hyungdeul?"

Yang lain hanya tersenyum dengan kepolosan Seokjin. Itulah kenapa mereka harus ekstra menjaga adik kecil ini.

"Kalau begitu, Seokjin lebih suka hyung yang mana? Di sekolah atau di rumah?" tanya Jungkook penasaran.

PLAK

"Aduh!!"

"Berhenti bicara sekarang dan selesaikan makanmu" ucap Namjoon menginterupsi setelah sempat memukul kepala Jungkook. Ia tidak mau Seokjin tertular pikiran kotor Jungkook. Sedangkan yang lain hanya diam penasaran, Seokjin tidak terlalu mengerti dengan arah pertanyaan Jungkook.

"Tentu saja aku suka saat hyung di rumah, karena hyung selalu tersenyum" jawab Seokjin. Ia sudah selesai dengan makannya.

Dan sekali lagi pagi ini, sepertinya mereka harus memulai hari ini dengan banyak tawa.

"Hyung akan selalu tersenyum padamu" ucap Hoseok sambil memeluk Seokjin.

"Baiklah, ayo kita berangkat" ucap Yoongi yang juga sudah menyelesaikan makannya.

"Ne"

.

.

.

Setelah sampai di sekolah yang masih minim siswa itu, Seokjin memilih untuk segera menuju kelasnya. Ia tidak mau diantar hyungnya karena ia bisa kesana sendiri, lagi pula hyungdeulnya juga ada pertemuan antar panitia. Seokjin menikmati paginya di sekolah dengan menyusuri koridor menuju kelasnya sambil bersenandung kecil. Berkat pengarahan kemarin ia masih ingat jalan menuju kelasnya.

"Jin"

Seokjin perlahan berhenti saat mendengar seseorang memanggil namanya. Terdengar langkah terburu dari belakang punggungnya. Saat menoleh, ia melihat Wonho yang tengah berlari menuju kearahnya. Belum sempat menyapa, Wonho lebih dulu menarik Seokjin untuk ikut berlari dengannya. Seokjin yang tidak tau apa-apa hanya mengikuti Wonho.

Setelah sampai di kelas Wonho melepaskan tangannya pada Seokjin dan sibuk menetralkan deru napasnya, lari pagi yang tidak bermanfaat. Seokjin sendiri hanya menghela napas, tidak terlalu lelah karena jarak kelasnya dan tempat Seokjin berhenti tadi tidak jauh.

"Kenapa kau berlari tadi Wonho?" tanya Seokjin. Wonho menatap Seokjin ia menggelengkan kepalanya, bingung.

"Ada orang aneh di gerbang" ucap Wonho pelan. Ia mendudukkan diri untuk mengistirahatkan tubuhnya yang kelelahan.

"Siapa?"

"Sunbae yang kemarin menghampiri Yugyeom sunbae saat bertemu kita"

Seokjin memiringkan kepalanya memikirkan sunbae yang disebutkan Wonho barusan, "Maksudmu Jaebum sunbae?"

Kali ini Wonho yang terkejut," Kau mengenalnya!?"

Seokjin menggeleng, "Tidak. Aku melihat nametag yang ada diseragamnya kemarin." Wonho kembali menghela napas. Menyesal ia berlari.

"Memang ada apa?"

Wonho terdiam," Itu.."

Flashback

Wonho baru sampai tepat 30 menit sebelum jam masuk sekolah. Ia baru akan melewati gerbang saat ia melihat sebuah sepeda motor lewat disebelahnya. Tanpa mempedulikannya, ia terus melangkah menuju kedalam sekolah. Baru beberapa langkah seseorang menepuk bahunya.

"Tunggu"

Wonho sedikit terkejut tapi ia tetap berbalik. Didepannya berdiri seseorang yang dikiranya teman Yugyeom sunbae, karena kemarin ia melihat orang ini menyusul sunbaenya itu.

"Ada apa sunbae?"

Namja didepannya ini hanya diam saja, dan tanpa berkata apa-apa,

CUP

Wonho merasa keningnya sedikit hangat. Ia memegang dahi yang telah dinodai oleh sunbenya ini. Sedangkan sang sunbae tersenyum setelah berbuat tak sopan padanya.

"Selamat pagi Wonho-ya"

Dan tepat setelah itu, Wonho segera berlari meninggalkan sunbae gila yang dengan beraninya mengecup kening tanpa seizinnya itu. sedangkan sang sunbae tersenyum saja melihat tingkah gemas incarannya itu. 'tunggu aku little boy'

Flashback off

Wonho menundukkan kepalanya, selain sakit kepala dadakan, ia juga tengah menetralkan debar jantungnya kerena teringat kejadian digerbang. Seokjin yang mendengar cerita Wonho terkejut sebenarnya, namun ia bahkan tidak bereaksi menghebohkan.

"Hyungdeulku biasanya juga sering menciumku dikening?", pikiran polos Seokjin berhasil membuat Wonho bergidik. Tapi Wonho bersyukur karena Seokjin tidak akan menggodanya karena sudah ada sunbae yang mengincarnya saat hari pertama sekolah.

Seokjin duduk disamping Wonho, ia membiarkan dirinya saat Wonho memeluknya erat. Sebenarnya Seokjin bisa mendengar suara detak jantung Wonho, namun ia tidak mau bertanya. Setelah memeluk Seokjin, Wonho menatap teman polosnya yang menggemaskan ini.

"Seokjin, jika terjadi sesuatu padamu segera katakan padaku, atau jika ada sunbae atau teman kita yang bicara sesuatu yang aneh padamu kau juga harus mengatakannya padaku, atau paling tidak katakan pada hyungmu"

Seokjin hanya terdiam, "Kenapa memangnya?"

Wonho hanya menghela napas, 'lindungi temanku Tuhan'.

.

.

.

tbc