Sunbae Or Hyung

.

.

.

Cast : All member BTS other

Genre : Family, brother complex

School life (AU)

.

.

.

Part 4

.

.

.

Author Pov

Wonho masih sibuk dengan pikirannya ketika banyak siswa yang berdatangan, sedangkan Seokjin sendiri tidak mempedulikan Wonho dan hanya fokus menyiapkan buku untuk materi pelajaran pertama. Seokjin sangat antusias di hari pertamanya ini, ia sangat bahagia hingga senyumannya sedikit merekah diwajah imutnya.

"Permisi"

Senyuman Seokjin langsung pudar dan berganti dengan mimik kebingungan saat seorang siswi menghampirinya, ia menengok kesampingnya, sepertinya siswi ini ingin mengajaknya bicara, dilihat dari tangan siswi tersebut yang dengan kurang ajarnya bertengger dibahu Seokjin.

"Kau Seokjin ya?" ucap siswi tersebut.

Seokjin sedikit canggung dengan cara siswi didepannya ini memanggilnya, "Ne, aku Seokjin"

Wonho yang tersentak saat mendengar suara Seokjin dan akhirnya sadar dari lamunannya, iris matanya menangkap siluet wanita yang ternyata kemarin menabrak dirinya dan Seokjin.

"Hey, kau yang menabrak kami kemarin kan?"

Siswi tersebut hanya menatap Wonho datar, ia kembali menatap Seokjin dengan pandangan penuh minat yang dibuat-buat.

"Aku Kang Seulgi. Aku kemari ingin minta maaf karena aku tidak sengaja menabrakmu kemarin Seokjin"

Seokjin sendiri hanya kebingungan. Sebenarnya ia sudah lupa dengan kejadian kemarin, lagipula ia tidak apa-apa karena Wonho membantunya, dan juga Guanlin. Dan tepat setelahnya Guanlin memasuki kelas mereka dan langsung menduduki kursinya tanpa meoleh pada Seokjin yang tepat berada dibelakangnya. Seokjin masih menatap Guanlin sampai siswi yang bernama Kang Seulgi itu memanggilnya lagi.

"Seokjin?"

"Aku baik-baik saja, kau tidak perlu minta maaf Seulgi-ssi" Seokjin sungguh merasa tidak nyaman dengan suasana seperti ini. Ia belum pernah berdekatan seperti ini sebelumnya dengan seorang wanita, apalagi tangan wanita ini masih setia dibahunya, Seokjin sangat risih.

Sebagai teman yang baik hati tentu saja Wonho menyadari gelagat Seokjin yang terlihat tidak nyaman. Dan dengan keberanian yang tinggi dengan cepat ia menepis tangan Seulgi dari bahu Seokjin.

"Seokjin tidak mempermasalahkannya, jadi kau kembalilah ke tempat dudukmu" ucap Wonho sarkatis. Ia memang tidak berpengalaman dengan seorang wanita, namun ia tau, bagaimanapun caranya ia harus menjauhkan wanita ini dari Seokjin.

Seulgi sempat ingin mengumpat namun menelannya lagi, dengan tersenyum ia kembali menatap Seokjin, "Baiklah, sekali lagi maafkan aku ya Seokjin" Seulgi beranjak dari samping Seokjin dengan terus menatap tajam Wonho, yang dibalas sama tajamnya oleh Wonho karena berani mendekati temannya.

Seokjin sendiri menghela napas lega, situasi seperti ini ia sungguh tak mampu menghadapinya. Seokjin tidak pernah diajarkan bersikap kasar pada orang, apalagi pada wanita. Akhirnya ia hanya diam meskipun ia tau hal yang dilakukan Seulgi membuatnya sangat tidak nyaman.

"Seokjin dengarkan aku" ucapan Wonho membuat Seokjin meoleh kearah temannya yang tengah menatapnya dengan serius.

"Jangan pernah dekat-dekat dengan siswi tadi, aku merasakan sesuatu yang buruk dari sikapnya itu"

Seokjin sebenarnya terkejut dengan permintaan Wonho, tapi dari ekspresinya hanya terlihat kebingungan, ia ingin mengatakan sesuatu sebelum Wonho memutus pembicaraanya,

"Jangan tanya kenapa aku melarangmu, aku yakin hyungmu juga akan melarangmu kalau dia tau kejadian ini. Jadi ikuti saja perkataanku. Mengerti?" mendengar kata hyungnya Seokjin langsung mengiyakan permintaan Wonho, kalau nanti hyungnya tidak akan suka, kenapa Seokjin harus memaksa menyukainya?

Wonho tersenyum setelahnya dan menepuk pelan kepala Seokjin, sedangkan siempunya hanya terkekeh. Mereka kembali berbincang tanpa menyadari seseorang didepan mereka mendengarkan pembicaraan mereka, dibalik ketidak peduliannya. Ia sedikit menoleh mencari keberadaan siswi yang tadi mendekati Seokjin, dan matanya menangkap sebuah seringai muncul diwajah siswi tersebut.

.

.

.

Beralih ke perkumpulan para panitia di ruang OSIS. Jika kemarin sang ketua OSIS malas-malasan, lain halnya bila sudah hari-hari biasa sekolah, wajah datar, mata tajam, sikap angkuh adalah tampilan seorang Min Yoongi. Ia duduk diujung dan dikelilingi para panitia penerimaan siswa lainnya. Disebelahnya juga ada teman-temannya.

"Baiklah. Karena acara penerimaan siswa baru sudah selesai, aku akan membubarkan kepanitian acara kemarin. Terima kasih atas kerja keras kalian, karena kalian acara kemarin berjalan lancar."

Meskipun Yoongi itu sifatnya dingin, ia juga tau caranya berterima kasih. Meskipun yang dilakukannya sebagai Ketua OSIS hanya memerintah saja. Setelah beberapa kata dari Yoongi selesai, para panitia penerimaan siswa baru meninggalkan ruangan menyisakan para anggota OSISnya saja.

"Yoongi hyung aku pamit dulu ne. Kau tidak ke kelas Jeon?" ucap Yugyeom yang berniat pergi. Yoongi sendiri hanya mengangguk dan kembali fokus dengan dokumen yang sedang ia baca. Sedangkan Jungkook hanya menghela napas dan kembali sibuk dengan ponselnya.

"Sebentar lagi. Kau duluan saja"

Yugyeom hanya mengangguk dan mengambil tasnya, belum beranjak dari kursinya ia melihat Jaebum yang tersenyum seperti orang gila. 'apa yang ia pikirkan'

"Jaebum hyung" Jaebum masih saja betah dengan dunianya sampai tidak menghiraukan panggilan Yugyeom.

Yugyeom yang kesal lalu menepuk bahu Jaebum kesal, "Aish apa sih Yugyeom, kau mengganggu saja"

Yugyeom mengernyit heran, "Kau itu kenapa hyung, daritadi kau tersenyum aneh begitu"

"Aku sedang bahagia" ucap Jaebum yang membuat Yugyeom semakin kesal. Temannya ini memang sedikit menjengkelkan.

"Aku tadi mencium kening anak itu Yugyeom" ucap Jaebum dengan senyum menyebalkan diwajahnya. Oh ayolah Yugyeom tidak mau menebak anak siapa lagi yang temannya ini permainkan. Im Jaebum, salah satu playboy SHS yang suka sekali mempermainkan hati orang.

"Siapa lagi sekarang? Anak baru?"

Jaebum mengangguk, "Ne, namanya Wonho. Anak manis yang kita temui kemarin sore"

Yugyeom mengernyit. Sepertinya ia pernah mendengar nama itu, kemarin sore? Ah teman anak manis itu,

"Ah maksudmu teman Kim Seokjin?"

Dan tepat setelah Yugyeom menyebut nama Kim Seokjin, 6 orang diantara mereka yang masih berada di ruang OSIS langsung menatap Yugyeom tajam. Sedangkan yang ditatap malah tidak merasa sepertinya, ia malah duduk kembali disamping Jaebum.

"Kau menciumnya hyung? Kau mau mempermainkannya ya?" Yugyeom tak habis pikir dengan Jaebum.

"Sepertinya aku tertarik dengannya. Ia manis, imut, membayangkannya saja membuatku berdebar"

"Kalian membicarakan apa?"

Jaebum dan Yugyeom menolehkan pandangan mereka dan menatap seseorang diseberang tempat mereka,"Mainan baru Im Jaebum, Suho hyung" jawab Yugyeom sarkatis, entah kenapa ia tidak suka teman Seokjin dipermainkan oleh Jaebum nantinya.

"Kim Seokjin?" tanya Suho, ia mendengar nama itu diobrolan mereka.

"Bukan hyung, tapi temannya, Lee Wonho" jawab Jaebum sambil tersenyum lebar, dan sungguh Yugyeom ingin membawa Jaebum ke rumah sakit jiwa sekarang.

"Aku kira Kim Seokjin" ucap Suho. Ia lalu sibuk membereskan barang-barangnya, ia harus segera kembali ke kelas, tidak mau tertinggal pelajaran.

"Memang kenapa hyung, kau mengenal Kim Seokjin?" tanya Yugyeom penasaran.

Suho hanya menggeleng, "Tidak. Hanya saja kemarin Chanyeol bercerita kalau ia jatuh cinta dengan anak baru bernama Kim Seokjin"

"Hah?!"

"Yugyeom, kalau kau berisik aku akan melemparmu dari atap sekolah" suara datar Yoongi membuat Yugyeom langsung menutup mulutnya. Ia hanya menyengir. Yoongi sebenarnya mendengar semua pembicaraan 3 orang anggotanya. Bukan hanya Yoongi, baik Namjoon, Hoseok, Jimin, Taehyung, dan Jungkook juga memperhatikan pembicaraan mereka dalam diam.

"Chanyeol hyung menyukai Seokjin juga, hyung?" tanya Yugyeom. Gawat, sepertinya saingannya berat.

Suho hanya mengedikkan bahu, "Entah. Ia hanya bilang terpesona dengan anak baru bernama Kim Seokjin. Sudahlah, Yoongi aku kembali ke kelas dulu"

"Ne"

Suho lalu beranjak meninggalkan ruang OSIS meninggalkan Yugyeom yang khawatir sendiri. Ia sadar Kim Seokjin itu pasti menarik perhatian banyak siswa nantinya, lagipula siapa yang bisa menolak pesona anak itu? Yugyeom saja langsung jatuh, bagaimana yang lain.

Tanpa menghiraukan Jaebum yang kembali sibuk dengan dunianya, Yugyeom langsung menarik atensi Jungkook dengan mengambil ponsel temannya itu.

"Yak?!"

"Jeon bantu aku"

Jungkook mengernyit, sepertinya ia mengerti arah pembicaraan ini, "Mendapatkan Seokjin? Tidak." Jungkook langsung mengambil ponselnya kembali. 'mendapatkan adik manisku? Terjun dari puncak gunung dulu sana'

"Ayolah. Sekarang lawan yang aku ketahui baru Park Chanyeol, belum lagi yang lain. Bisa-bisa aku gagal mendapatkan Seokjin" ucap Yugyeom berharap belas kasih Jungkook.

"Biar saja"

"Kau jahat Jeon, ayolah"

"Tidak"

"Jung.."

"Kalau kalian ingin ribut diluar saja sana. Suara kalian menganggu konsentrasi kami" Namjoon sudah cukup panas dengan pembicaraan mereka berdua. Apalagi mereka membicarakan Seokjin, tambah panaslah telinganya, apalagi hatinya.

"Aku ke kelas dulu hyung" tanpa mendengarkan ocehan Yugyeom, Jungkook lalu beranjak pergi.

"Yak Jungkook! Hyung maaf ya. Jeon tunggu" Yugyeom lalu berlari dan tidak lupa menyeret Jaebum yang masih sibuk dengan dunianya. Benar saja Jaebum terkejut karena kerah bajunya ditarik paksa oleh Yugyeom.

"Jangan sangkut pautkan aku dengan masalahmu Yugyeom"

3 orang itu langsung pergi meninggalkan ruang OSIS. Akhirnya suasana sunyi kesukaan Yoongi kembali. Ia daritadi sibuk dengan dokumen yang dipegangnya, namun pikirannya dipenuhi oleh Seokjin. Adik manisnya itu tenyata sudah memiliki penggemar. Dan sekarang yang ia ketahui hanya 2 orang, dalam kurun waktu 1 hari. Yoongi tidak bisa membayangkan berapa jumlah penggemar Seokjin selama 3 tahun kedepan.

Yoongi hanya menghela napas. Hal seperti itu biarlah menjadi urusan nanti, yang terpenting mereka harus lebih mengawasi Seokjin. Dan sepertinya Yoongi juga ingin bertemu dengan Wonho, ia harus memastikan dengan siapa saja Seokjin berteman.

"Aku jadi penasaran dengan anak yang bernama Kim Seokjin itu, sampai Yugyeom dan Chanyeol menyukainya" salah satu anggota OSIS bersuara.

"Jangan memulai Sandeul" jawab yang lainnya.

"Iya iya Jaehwan, aku akan melihat anak itu nanti. Kami pergi dulu Yoongi" Jaehwan dan Sandeul segera meningggalkan ruang OSIS juga. Setelah itu disusul anggota lain yang juga harus segera mengikuti pelajaran. Hingga menyisakan 5 orang yang masih betah duduk dengan pemikiran yang berbeda.

"Bagaimana menururmu Yoongi hyung, baru 1 hari dan Seokjin kita sudah memikat Yugyeom dan Chanyeol hyung, seperti yang pernah kau bayangkan" ucap Taehyung masih betah dengan komik yang dibacanya.

"Dan kau akan membiarkan mereka mendapatkannya dengan mudah?" tanya Yoongi menyeringai.

"Tidak sebelum mereka melewatiku dulu hyung" jawab Jimin. Ia melihat jam ditangannya. Membolos sekalian sepertinya tidak apa-apa,

"Dan pasti akan semakin banyak siswa yang akan berlomba untuk mendapatkan adik polos kita hyung, sedangkan dia pasti kebingungan sendiri" ucap Hoseok terkekeh. Ia yakin Seokjin tidak akan mudah didapatkan karena kepolosannya itu. Kalaupun ada yang menarik perhatian Seokjin nanti, mereka ber 6 akan maju duluan untuk menilai orang tersebut.

"Bukankah kita harus lebih mengawasinya hyung?" tanya Namjoon.

"Tentu saja. Tidak akan aku biarkan milikku disentuh orang dengan mudahnya" Yoongi hanya tersenyum saja, sedangkan yang lain mendengus sebal.

Ia berpikir, Seokjin bahkan belum memahami dunia luar karena dari dulu dia selalu ikut home schooling. Dan itu semua karena perusahaan besar yang dimiliki oleh kedua orang tuanya. Mereka tidak ingin Seokjin akan dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dan bisa saja Seokjin akan bertemu musuh keluarganya. Itulah yang dihindari keluarga Seokjin.

Beruntung sekarang Seokjin satu sekolah dengan mereka ber 6, setidaknya ada mereka yang mengawasi Seokjin, menghindari ada hal-hal buruk yang terjadi saat Seokjin berada di sekolah. Merepotkan? Untuk Seokjin tidak ada kata merepotkan bagi Yoongi.

"Kita harus lebih mengawasi Seokjin. Kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi kedepannya nanti" yang lain mengangguk mengiyakan. Mereka harus lebih hati-hati sekarang. Karena bisa saja, ada bahaya yang mengitari Seokjin di sekolah ini.

.

.

.

tbc