Sunbae Or Hyung

.

.

.

Cast : All member BTS other

Genre : Family, brother complex

School life (AU)

.

.

.

Part 6

.

.

.

Author Pov

Didalam kelas Seokjin suasana sedikit tenang, tapi juga sedikit ramai. Bukan apa-apa, karena guru mereka sedang tidak hadir dan kelas harus kosong untuk 2 jam kedepan. Tapi tidak ada dari mereka yang keluar dari kelas karena tidak mau mencari masalah diawal mereka sekolah, meskipun keinginan mereka semua sangat ingin keluar kelas. Jadinya mereka hanya bercanda atau bermain di kelas.

Begitupun dengan Seokjin, Wonho, Jihoon dan Woojin. Yang mereka lakukan hanya mengobrol biasa. Membicarkan hal yang penting sampai hal tidak penting.

"Jihoon sangat suka warna pink kau tau?" ucap Woojin yang membuat Seokjin dan Wonho terkejut. Tentu dengan alasan yang berbeda.

"Benarkah?" sepertinya Wonho dan Seokjin memang seperti teman lama yang bertemu kembali. Hubungan mereka kuat sekali sampai-sampai menjawab bersamaan.

Jihoon sendiri memerah malu dan menatap tajam Woojin yang tersenyum lebar. Jihoon berjanji akan menendang Woojin ke sungai Han.

"Aku juga suka warna pink seperti Jihoonie" dan sekarang 3 orang lainnya terpengarah dan menatap terkejut Seokjin yang hanya tersenyum.

"Kau juga menyukainya, Seokjin?" pertanyaan Jihoon dijawab anggukan oleh Seokjin. Dan Jihoon yang merasa senang langsung memeluk Seokjin dan tertawa.

"Aku tidak sendirian" dan Seokjin balas memeluk temannya dan ikut tertawa saja.

"Kenapa kau menyukai warna itu Seokjin?" tanya Woojin penasaran.

Seokjin lalu melepas pelukan Jihoon, "Tidak ada alasan khusus sebenarnya. Namun, warna pink terlihat manis dan aku menyukainya." Ucapnya tersenyum.

'Manis sepertimu' pikiran ketiga teman Seokjin yang melihat wajahnya berseri Seokjin.

"Oh iya" Jihoon yang sepertinya mengingat sesuatu menatap Seokjin dan Wonho, "Kalian berdua sepertinya dekat dengan 2 sunbae tadi yang di kantin itu"

Wonho yang mengingat kejadian tadi hanya mengerling kesal dengan tingkah Jaebum dan juga Yugyeom, "Tidak. Kami tidak dekat"

"Tapi sepertinya mereka ingin dekat dengan kalian?" ucap Woojin. Dilihat dari manapun wajah Jaebum dan Yugyeom menunjukkan ketertarikan pada 2 temannya ini.

"Entah. Aku tidak mau membahas mereka lagi" Wonho berharap 2 sunbae itu tidak mengganggunya lagi, terutama Seokjin.

Jihoon mengalihkan pandangannya pada Seokjin yang sepertinya tidak tertarik dengan pembicaraan mereka. Anak itu hanya diam saja sambil memperhatikan. "Kalau menurutmu Seokjin, apa kau dekat dengan 2 sunbae tadi?"

Woojin dan Wonho ikut mengalihkan pandangan dan menatap Seokjin. Sedangkan sang empunya hanya mengedikkan bahunya, "Kami tidak dekat kok, aku hanya tau namanya saja. Aku tidak terlalu mengenal Yugyeom sunbae atau Jaebum sunbae"

Wonho, Jihoon, dan Woojin saling berpandangan dan tersenyum sambil menghela napas. Beruntung Seokjin tidak terlalu ambil pusing dengan sikap 2 sunbae yang bisa dianggap mencari perhatian darinya. Sebenarnya hanya Yugyeom saja, karena Jaebum masih terpaku pada Wonho.

"Hai Seokjin"

Suara seorang siswi membuat mereka berempat tersentak. Lebih-lebih Seokjin yang memang namanya yang dipanggil oleh siswi yang tadi pagi juga menyapanya itu. Seulgi.

"Boleh aku bergabung denganmu Seokjin?"

Jihoon menatap aneh siswi yang berada didepannya ini. Sudah jelas kalau selain Seokjin masih ada mereka bertiga, tapi anak ini hanya menyapa Seokjin dengan suara yang dibuat semanis mungkin. Jihoon berdecih, ia menatap Seokjin yang sepertinya merasa tidak nyaman dengan kehadiran siswi ini.

"Tidak boleh. Kau carilah perkumpulan siswi yang lain. Tidakkah kau melihat kami semua ini laki-laki" kata-kata sarkas itu bukan Wonho yang mengucapkannya, tapi Woojin. Dari tadi sejak kemunculan wanita itu, ia sudah waspada. Woojin sudah curiga dengan gelagatnya. Meskipun mereka sibuk berbicara dari tadi, tapi Woojin menyadari ada seseorang yang memperhatikan mereka, dan yang ia lihat adalah wanita ini. Woojin memang tidak mengerti maksud siswi ini pada Seokjin, tapi ia harus lebih memperhatikan Seokjin sekarang.

"Aku hanya ingin berkumpul dengan kalian saja"

"Maaf ya Seulgi, seperti kata Woojin carilah teman yang lain, kami tidak bisa menerimamu" Wonho sengaja menekan kata tidak karena ia memang tidak suka dengan wanita ini. Hari pertama ia menabrak dirinya dan Seokjin, tapi sekarang ia malah bersikap manis.

Jihoon melihat senyum Seulgi sedikit luntur. Wanita ini memang ada maunya. Seokjin yang daritadi diam beranjak berdiri membuat Woojin, Jihoon, dan Wonho kaget.

"Aku ke toilet sebentar ya" Seokjin langsung berlari meninggalkan kelas. Wonho ingin menyusulnya tapi ia urungkan. Ia memilih menatap tajam siswi yang sudah merusak mood Seokjin.

"Berhentilah mendekati Seokjin jika kau mengharapkan sesuatu darinya Kang Seulgi" ucapan dingin Wonho tak luput dari pendengaran Jihoon dan Woojin.

"Ucapanmu itu tak akan bisa menghalangiku" Seulgi lalu beranjak dan kembali ketempat duduknya. Meninggalkan Wonho yang menahan kemarahannya, Jihoon dan Woojin yang menatap datar siswi tersebut.

"Ia sepertinya ingin berbuat buruk pada Seokjin" ucap Jihoon.

"Kita harus lebih mengawasinya" tambah Woojin.

"Tentu saja. Kita kan penjaga Seokjin" ucapan Wonho membuat mereka bertiga bertatapan. Dan tawa mereka menggema dikeributan kelas mereka. Siapapun itu jika berniat jahat pada Seokjin, harus menghadapi mereka bertiga dulu.

"Aku akan pergi sebentar sekalian menyusul Seokjin" Jihoon dan Woojin hanya mengangguk saat Wonho beranjak pergi.

.

.

.

Seokjin sebenarnya ke toilet hanya untuk cuci tangan saja. Alasan sebenarnya ia pergi adalah ia tidak nyaman dengan kehadiran Seulgi. Seokjin sendiri hanya merasa sedikit aneh ketika berdekatan dengan wanita itu. Apalagi hanya ia yang disapa olehnya, 3 temannya sama sekali tidak dipedulikan. Belum lagi Seokjin memang tidak terlalu terbiasa dekat dengan wanita, tentu saja Seokjin tidak nyaman dengan kehadiran siswi yang langsung sedekat itu dengannya.

Bukannya ia tidak punya teman wanita, hanya saja ia tidak memiliki teman yang begitu dekat juga. Karena Seokjin sendiri hanya bersikap biasa saja, baik pada teman laki-laki atau wanita.

Hidup dalam pengawasan 6 orang hyung membuatnya memang sedikit sulit menilai situasi. Karena selama ini memang para hyungnya yang menjaganya, menghindarkan Seokjin dari orang-orang yang bersikap tidak baik padanya. Jadinya Seokjin sudah terbiasa jadi objek yang selalu dilindungi. Buktinya Wonho, Jihoon, dan juga Woojin yang tanpa penyataan jelas berdiri dibaris depan untuk menghalangi orang yang berniat buruk padanya. Seokjin tentu sadar kalau sikap 3 temannya itu sedikit berlebihan padanya. Tapi karena itu tidak merugikannya, ia biarkan saja.

Setelah selesai dari toilet Seokjin langsung menuju kelasnya. Namun saat dibelokan koridor kelasnya, Seokjin tanpa sengaja hampir menabrak seseorang. Beruntung Seokjin langsung berhenti begitupun siswa yang berada didepannya ini. Seokjin tentu sedikit terkejut, ia menatap siswa tersebut dan membungkukkan sedikit tubuhnya, "Maafkan aku, aku hampir menabrakmu"

Siswa tersebut hanya tersenyum, "Tidak apa-apa. Aku juga minta maaf karena aku juga tidak melihatmu."

Seokjin mengangguk, "Aku sungguh minta maaf"

"Sudahlah tidak apa-apa. Oh ya, aku Kang Daniel kelas 10-2C, kau?" Daniel mengulurkan tangannya dihadapan Seokjin masih dengan senyumannya.

Seokjin lalu balas tersenyum karena mereka sama-sama anak baru, ia lalu menyambut uluran tangan Daniel, "Aku Kim Seokjin kelas 10-2A. Salam kenal Daniel"

"Wah kau anak baru juga ya Seokjin. Sayang sekali aku tidak sekelas dengan siswa manis sepertimu." Seokjin yang mendengarnya hanya tersenyum saja. Jangan berharap wajahnya akan memerah karena pujian Daniel. Karena ia sudah bosan mendengar para hyungnya memanggilnya manis.

"Baiklah. Kalau begitu..."

"Apa yang sedang kalian lakukan diwaktu pelajaran seperti ini?"

Suara seseorang membuat perkataan Seokjin terhenti. Ia dan juga Daniel membalikkan badan dan melihat salah seorang senior tengah mendekati mereka. Mereka mengenali wajah seniornya ini sebagai salah satu anggota OSIS. Terkecuali untuk Seokjin, senior didepannya ini juga hyungnya, Jeon Jungkook.

"Maafkan kami sunbae, kami hanya tidak sengaja bertemu disini. Saya ingin ke toilet"

Jungkook hanya menatap datar Daniel dan beralih menatap Seokjin, "Lalu kau?"

Seokjin hanya mengerjap, "Saya baru mau ke kelas setelah dari toilet sunbae" ia masih menatap senior merangkap hyungnya ini. 'Seperti bukan Kookie hyung saja'

"Kalau begitu segera kembali ke kelas, ini masih jam pelajaran jadi jangan berkeliaran"

Seokjin dan Daniel mengangguk, "Baik sunbae"

Jungkook lalu beranjak pergi tanpa mengucapkan sepatah kata lagi. Seokjin yang melihat hanya diam saja. Lebih tepatnya membayangkan Kookie hyungnya yang terkadang manja dan suka main itu menjadi sunbae yang dingin seperti tadi.

Seokjin lalu menatap Daniel, "Kalau begitu aku kembali ke kelas dulu. Sampi jumpa"

Daniel tersenyum saat Seokjin melambaikan tangannya dan beranjak pergi, "Sampai jumpa Seokjin" dan melanjutkan jalannya menuju toilet dengan senyum yang semakin lebar, "Hah.. dia manis sekali. Andai ia milikku" dan Daniel hanya menggelengkan kepala membayangkan pertemuannya dengan Seokjin.

.

.

.

Wonho yang tadi keluar untuk menyusul Seokjin sedikit mengubah arahnya menuju ruang OSIS. Tentu saja, ia berniat melaporkan kejadian barusan kepada hyungnya Seokjin, Min Yoongi. Bukannya ia terlalu berpikiran negatif, hanya saja ia menyadari kalau Seulgi sebenarnya menginginkan sesuatu dari Seokjin. Dan Wonho yakin itu bukan sesuatu yang bagus.

Wonho sudah berdiri didepan ruang OSIS. Dari dalam sedikit terdengar ada pembicaraan, dan mungkin saja Yoongi sunbae ada didalam. Belum sempat mengetuk pintu, dari dalam seseorang keluar dan terheran melihat Wonho.

"Hei, ada yang bisa aku bantu?" sapa seorang senior ramah.

Wonho menatap senior didepannya, dan sedikit membungkukkan badan, "Maaf sunbae, saya ingin menemui Yoongi sunbae"

"Hm Yoongi ne. Ada perlu apa?"

Wonho sedikit mengigit bibirnya, ia ingin memberitau perihal Seokjin tapi nanti sunbae didepannya ini curiga padanya. Wonho jadi serba salah. Beritau tidak?

"Baekhyun-ah kau belum pergi?"

Wonho terperanjat saat telinganya mendengar suara khas dari Yoongi. Dan ternyata benar, seniornya itu telah berada disamping Baekhyun, senior yang menanyainya barusan.

"Wonho?"

"Kau mengenalnya ya? Dia bilang ingin bertemu denganmu" ucap Baekhyun.

"Tidak juga. Kau pergilah, biar aku yang mengurusnya"

Baekhyun mengangguk dan tersenyum menatap Wonho yang masih terdiam, "Kau Wonho, ya? Baiklah, sampai jumpa Wonho. Aku pergi Yoongi"

Yoongi mengangguk menatap kepergian Baekhyun, kemudian beralih menatap Wonho, "Ada apa kau ingin menemuiku?"

Wonho semakin tegang, ia sebenarnya tidak yakin ingin memberitau Yoongi karena ia sendiri masih ragu dengan pemikirannya.

"Tidak apa-apa. Bicaralah."

"Maaf hyung, tapi ini tentang Seokjin"

Yoongi mengernyitkan kening, "Ada apa dengan anak manis itu?"

Wonho ingin tertawa mendengar panggilan Yoongi pada Seokjin, namun karena ini bukan saatnya bercanda ia memilih diam. "Em, sebenarnya"

"Kita bicara didalam saja. Ayo"

Yoongi beranjak masuk dan diikuti Wonho dibelakangnya yang masih sedikit gugup. 'demi temanku'

.

"Begitu hyung. Hyung bisa mengatai aku berlebihan. Tapi mau bagaimanapun aku melihat Seulgi, dia memang seperti mendekati Seokjin karena menginginkan sesuatu"

Yoongi yang dari tadi mendengar cerita Wonho masih memikirkan ucapan teman adiknya itu. mungkin sekilas terdengar berlebihan, namun Yoongi sedikit mencurigai siswi yang bernama Kang Seulgi ini. Apalagi saat kemarin ia menjemput Seokjin, sekilas ia menangkap sekelebat bayangan, dan dari perawakannya ia yakin itu seorang wanita. Lebih tepatnya siswi di sekolahnya. Jika benar, maka incaran siswi itu bukan Seokjin, tapi dirinya.

"Terima kasih sudah menjaga Seokjin ne. Lebih baik kau awasi dulu saja, jika memang dia berniat buruk pada Seokjin, segera beritau aku"

Wonho mengangguk. Sepertinya Yoongi mempercayai perkataannya, dan itu membuatnya besyukur. Dan semoga itu hanya firasatnya, karena dalam hati yang paling dalam, Wonho berharap tingkah Seulgi hanya sikap seorang teman biasa saja. 'Semoga saja'

Dan mereka mendengar dengungan dari speaker ruang OSIS ini. Sepertinya akan ada pengumuman. Dan ternyata benar, dewan guru mengadakan rapat, dan semua siswa boleh pulang.

"Kau bisa kembali ke kelasmu, Seokjin mungkin sedang menunggumu. Aku juga akan menunggu di gerbang"

Yoongi beranjak dan mengambil kunci mobilnya diatas meja. Namun ia melihat Wonho masih terduduk.

"Ada yang ingin kau bicarakan lagi?"

Wonho terkejut, "Em hyung, apa kau mengenal Jaebum dan Yugyeom sunbae?"

Yoongi mengernyit heran, "Ya, aku mengenal mereka. Kenapa?"

"Hyung pasti tau kan mengenai Yugyeom sunbae yang tertarik pada Seokjin kan? Tapi Jaebum sunbae itu"

Yoongi masih menunggu perkataan Wonho selesai. Nampak sekali Wonho malu mengatakannya, "Hyung, Yugyeom sunbae dan Jaebum sunbae itu suka sekali mendekati aku dan Seokjin. Aku hanya takut saja hal yang tidak-tidak akan terjadi"

"Apa sebelum ini telah terjadi sesuatau?"

Wonho diam. Wajahnya jelas memerah, jika Seokjin melihatnya ia pasti mengejeknya, "Seokjin?!" seolah mengingat sesuatu, Wonho langsung berdiri begitu saja.

"Hyung! aku harus pergi sekarang, Seokjin pasti sudah menungguku. Ya ampun aku terlalu lama disini, Yoongi hyung aku permisi ya. Aku akan menemui Seokjinku dulu. Annyeong" dan dengan segera ia berlari keluar dari ruang OSIS dengan terburu meninggalkan Yoongi yang memandangnya aneh.

"Seokjinku? Lucu sekali" sepertinya tingkah teman Seokjin itu sangat unik. Ia lalu ikut keluar untuk menjemput Seokjin.

.

.

.

tbc