Sunbae Or Hyung

.

.

.

Cast : All member BTS other

Genre : Family, brother complex

School life (AU)

.

.

.

Part 7

.

.

.

Author Pov

Seokjin memasuki kelas dan kembali bergabung dengan Woojin dan Jihoon. Ia sedikit celingukan saat menyadari Wonho tidak ada disana.

"Wonho dimana?"

"Tadi ia berniat menyusulmu, kau tidak bertemu dengannya?" jawab Woojin dan dibalas gelengan oleh Seokjin.

"Mungkin ke toilet juga, ia akan segera kembali" ucap Jihoon sambil tersenyum. Seokjin mengangguk dan duduk dikursinya sambil menunggu Wonho. Dan mereka kembali memulai pembicaraan yang tertunda tadi.

Beberapa menit kemudian terdengar dengungan dari speaker didalam kelas. Suasana yang tadinya ramai langsung sunyi tanpa suara. Semua siswa siswi memfokuskan pendengaran mereka.

.

'Selamat Siang siswa dan siswi SHS. Saya selaku Wakil Kepala Sekolah ingin memberitahukan bahwa pelajaran terakhir kalian kosong. Karena para dewan guru akan melakukan rapat. Pelajaran akan dimulai seperti biasanya besok pagi. Terima kasih.'

.

Dan dengan itu teman sekelas Seokjin jelas berteriak senang. Awal sekolah dan pulang siang adalah kebahagiaan bagi siswa baru. Tapi tentu saja besok pasti mereka akan memulai pelajaran seperti biasa. Tapi sudahlah biarkan mereka senang hari ini. Namun ada beberapa yang terlihat biasa saja, bahkan nampak sedih. Dan jangan heran kalau yang sedih itu Seokjin ya, bukan sedih karena tidak mendapat pelajaran, ia baru saja mendapat pesan dari Yoongi hyungnya jika ia ada urusan sebentar. Dan terpaksa Seokjin harus menunggu hyungnya selesai dengan urusannya itu.

Semua siswa siswi sudah mengemasi barang mereka dan beranjak keluar. Seokjin sendiri juga mengemasi barangnya, dan tak lupa barang-barang Wonho juga. Entah kemana temannya itu. Seokjin berharap Wonho mau menemaninya menunggu Yoongi.

Jihoon dan Woojin yang sudah siap untuk untuk pulang terhenti saat melihat Seokjin yang masih betah duduk dikursinya sambil mendekap tas Wonho.

"Kau tidak pulang Seokjin?"

Seokjin menatap kedua temannya itu dan tersenyum, "Aku akan menunggu Wonho, kalian pulang duluan saja"

Jihoon dan Woojin saling berpandangan. Meninggalkan Seokjin sendirian? Tentu tidak akan mereka lakukan. Anak polos ini pasti akan ada yang mengganggunya kalau tidak dijaga. Dan dengan serentak Woojin dan Jihoon menggelengkan kepala mereka tanda menolak.

"Kami akan menemanimu menunggu Wonho" Jihoon kembali menaruh tasnya diatas meja dan duduk disamping Seokjin.

"Ya, mana tega kami meninggalkanmu sendirian" ujar Woojin bergidik ngeri 'kalau Seokjin diculik, aku tidak punya teman yang manis lagi. Jihoon terlalu galak untukku'

Seokjin yang melihat kedua temannya ini merasa senang. Ia memiliki teman yang baik disekitarnya. Seokjin tentu bersyukur karena temannya ini begitu peduli padanya. Seokjin berjanji akan menjaga mereka seperti mereka menjaganya. Kalau Seokjin bisa.

Karena kelas sudah hampir kosong, mereka bertiga menunggu Wonho didepan kelas. Di koridor hanya ada teman-teman Seokjin saja, kelas lain masih harus menyelesaikan jam pelajaran mereka. Yah sangat menguntungkan, karena kelas mereka kosong jadinya saat pengumuman tadi, kelas Seokjinlah yang pertama meninggalkan sekolah.

Sudah lewat 10 menit mereka menunggu dan Wonho masih juga belum terlihat. Woojin melirik jam tangannya. Sebenarnya ia dan Jihoon sudah harus pergi sekarang karena masih ada yang harus mereka lakukan. Sedangkan Jihoon masih betah mengobrol dengan Seokjin, sepertinya ia lupa.

"Em..Jinnie, Hoonie, sepertinya aku tidak bisa menemani kalian. Aku masih ada keperluan setelah ini"

Seokjin dan Jihoon menatap Woojin. Seokjin tentu merasa bersalah karena ia, Woojin harus menemaninya seperti ini. Sedangkan Jihoon yang baru sadar menepuk keningnya, ia memang lupa kalau mereka ada janji dengan teman lama mereka.

"Tapi kau kan berangkat bersamaku Woojin-ah, kau kesana dengan apa?" tanya Jihoon. Ia jadi serba salah sekarang, ia dan Woojin ada janji, tapi membiarkan Seokjin sendirian juga sebuah kesalahan. Kalau terjadi sesuatu? Kalau ada yang menjahati Seokjin? 'Lee Wonho, dimana ia berada sih?'

"Tidak apa-apa. aku akan berangkat duluan dengan bus, kau temani Seokjin dulu menunggu Wonho"

"Tapi..."

"Kalian berdua pergilah. Pasti kalian berdua ada keperluan kan? Aku tidak apa-apa sendirian disini" Seokjin sebenarnya tidak apa-apa jika mereka berdua pergi duluan, hanya saja Woojin dan Jihoon yang tidak bisa baik-baik saja.

"Tidak Seokjin aku tidak bisa membiarkanmu sendirian" ucap Jihoon.

"Tapi kalau kau disini Woojin tidak ada temannya, daripada kalian membatalkan janji lebih baik kalian pergilah sekarang. Lagipula setelah Wonho datang aku tidak akan sendirian." Seokjin tersenyum menatap kedua temannya. Ia tidak mau merepotkan Jihoon dan Woojin karena menemaninya disini. Lagipula ia takut Yoongi akan datang dan mereka melihat hyungnya.

"Tidak tidak. Aku akan bersama Jihoon disini" Woojin seharusnya tidak membahas keperluannya kalau membuat Seokjin sendirian.

"Kalian pergilah tidak apa-apa, sebentar lagi mungkin Wonho datang. Dariada kalian membatalkan janji kalian? Aku jadi yang merasa bersalah"

'Park Woojin bodoh' Woojin menundukkan kepala merasa bersalah. Jihoon sebenarnya kesal dengan Woojin, tapi melihat Woojin yang diam saja ia hanya bisa menghela napas. Temannya itu mungkin tidak sengaja mengatakannya.

"Kalian mau pergi apa menunggu aku usir sih?" ucap Seokjin sambil mengerucutkan bibir. Seokjin tentu tidak kesal pada temannya, ia hanya mencoba meringankan rasa bersalah mereka.

Woojin dan Jihoon yang melihat wajah Seokjin ditambah suaranya yang lucu, mau tidak mau tertawa dibuatnya. dan mendengar temannya tertawa membuat Seokjin tersenyum, "Nah, kalian pergilah. Aku berjanji aku akan baik-baik saja"

Woojin dan Jihoon terpaksa mengalah meskipun dengan berat hati. Seokjin cukup keras kepala dengan pilihannya itu. Dan dengan tidak rela mereka akhirnya meninggalkan Seokjin.

"Ingat ya, kalau terjadi sesuatu hubungi kami, kalau Wonho belum datang panggil saja namanya sekeras mungkin, megerti Seokjinieku yang manis?" ucap Jihoon dengan wajah dibuat semenyeramkan mungkin. Tapi nyatanya malah terlihat lucu dimata Seokjin, mata membulat dengan tangan berkacak pinggang itu. Seokjin terkekeh sebentar sebelum akhirnya mengangguk.

"Kalau begitu kami pergi ya. Hati-hati dan jangan merindukan kami" Woojin memeluk Seokjin sekilas dan dilanjutkan dengan Jihoon. Seokjin balas memeluk mereka berdua dan melambaikan tangannya saat mereka beranjak pergi.

"Bilang pada Wonho kami akan mengintrogasinya nanti" Seokjin hanya terkekeh mendengar teriakan Woojin.

Dan akhirnya Seokjin sendirian sambil menunggu Wonho datang. Koridor sudah sepi karena semua teman-temannya sudah pulang, yah meskipun kelas-kelas disampingnya masih ada siswa. Setidaknya Seokjin tidak benar-benar sendirian. Menghilangkan kebosanan ia memainkan ponselnya sambil menunggu Wonho. Masih belum ada balasan dari pesan yang ia kirimkan pada temannya itu. Entah kemana anak itu.

Beberapa saat kemudian terdengar langkah kaki yang tengah berlari dengan terburu-buru. Dan seperti perkiraan Seokjin, itu Wonho yang tengah menuju kearahnya. Saat sudah sampai dihadapan Seokjin, Wonho yang kelelahan pun langsung bersimpuh dihadapan Seokjin, dengan napas terengah, keringat dikeningnya dan wajah yang memerah. Wonho yang tengah menudukkan kepala langsung menatap Seokjin dengan pandangan memelas.

"Maafkan aku ya Seokjin, aku pasti membuatmu menunggu lama. Maafkan aku membuatmu menunggu sendirian. Aku tadi masih ada urusan sebentar, setelah selesai aku langsung kemari. Jadi aku"

"Hei hei, pelan-pelan Wonho. Tidak apa-apa, tadi aku bersama Woojin dan Jihoon kok. Baru saja mereka pulang karena ada urusan, yah karena paksaanku juga sih" Seokjin menyengir dan menepuk pelan bahu Wonho, "Aku baik-baik saja. Urusanmu sudah selesai bukan?"

'Kau memang orang yang sangat baik Seokjin. Aku jadi makin sayang' Wonho mengeelengkan kepalanya, "Sudah. Maafkan aku ya"

Seokjin tersenyum dan menarik Wonho untuk berdiri. Ia menyampirkan tas Wonho dipunggungnya, "Sudahlah, yang penting kau disini sekarang. Temani aku menunggu hyung ya"

Wonho tersenyum. Bersyukur ia memiliki teman seperti Seokjin. Ia berjanji akan melindungi temannya ini sebisanya. Kalau tidak bisa ia akan meminta bantuan Yoongi sunbae.

"Ayo kita tunggu digerbang"

SRET

Saat akan beranjak meninggalkan kelas, Seokjn dan Wonho dikejutkan dengan suara pintu kelas mereka yang terbuka. Dan ternyata masih ada temannya yang belum pulang.

"Eh Guanlin, ku kira kau sudah pulang" ucap Seokjin saat melihat tubuh tegak Guanlin saat keluar kelas. Ia kira tinggal dirinya seorang saja tadi.

"Aku masih mengerjakan sesuatu" jawab Guanlin datar. Ia lalu melirik Seokjin dan Wonho lalu melambaikan tangannya sekilas, "Aku pulang dulu, sampai jumpa Seokjin Wonho"

"Sampai jumpa" jawab Seokjin dan Wonho bersamaan. Dan menatap kepergian Guanlin yang semakin menjauh.

"Ayo Jinnie kita ke gerbang menunggu Yoongi hyung" ucap Wonho sambil memelankankan suaranya saat mengucapkan nama Yoongi.

"Ayo" Seokjin menggandeng tangan Wonho dan langsung pergi darisana. Menghiraukan Guanlin yang tengah berbalik dan menatap kedua orang teman yang berjalan berlawanan arah dengannya. Perlahan senyum kecil hinggap diwajahnya melihat Seokjin yang tengah bercanda dengan Wonho itu.

"Beruntung tidak ada yang mengganggunya tadi" Guanlin lalu melanjutkan jalannya menuju area parkir.

.

.

.

Seokjin dan Wonho berjalan menuju gerbang sambil bercanda satu sama lain. Namun saat hampir mendekati gerbang, Wonho terhenti begitu saja dan membuat Seokjin juga ikut berhenti. Seokjin menyadari perubahan wajah wonho yang tadinya cerah, malah muram. Dan saat menolehkan pandangan kearah gerbang depan, Yugyeom dan Jaebum sunbae sedang berdiri disana.

"Seokjin ayo sembunyi. Aku tidak mau berurusan dengan mereka lagi sungguh. Cukup hari ini" dan tanpa persetujuan Seokjin, Wonho langsung menarik Seokjin bersembunyi dibalik sebuah mobil sedan hitam di area parkir khusus. Tidak ada tempat lain lagi, Wonho sudah cukup kesal hari ini, dan ia berharap harinya tidak semakin buruk jika bertemu mereka lagi.

Seokjin sendiri hanya menurut saja. Melihat Wonho yang kesal membuatnya kasihan juga, tapi mau bagaimana lagi, 2 seniornya itu sepertinya suka sekali mendekati mereka. Dekat dalam artian wajar bagi Seokjin, tapi berbahaya bagi Wonho.

"Kalian sedang apa?"

Wonho dan Seokjin langsung terperanjat dan menoleh kearah belakang. Dengan wajah terkejut mereka melihat Yoongi yang duduk disebelah mereka, seperti ikut bersembunyi.

"Ya ampun hyung, kau mengagetkanku" itu Wonho. Karena Seokjin masih mengelus dadanya. Dan tentunya Yoongi terkekeh dibuatnya.

"Kenapa kalian disini?"

"Kami sembunyi dari Yugyeom dan Jaebum sunbae, hyung" ucapan Seokjin berbuah tatapan tajam dari Wonho. Dan tentu saja Seokjin tidak mempedulikan itu.

Sedangkan Yoongi yang sudah mendengar cerita Wonho tadi hanya menggelengkan kepalanya. Sepertinya hanya Wonho yang terganggu, Seokjin malah terlihat santai saja, tapi dengan sikap santainya itu ia jadi sasaran empuk.

"Kalau begitu ayo masuk ke mobil hyung. Kau juga akan aku antar pulang" Yoongi bangkit dan memasuki mobil sedan hitam tempat Seokjin dan Wonho tersenyum. Dan Seokjin langsung menarik Wonho memasuki mobil karena tau Wonho akan menolak ajakan Yoongi.

"Err Seokjin aku"

"Sudahlah, kau mau aku antar menemui Jaebum sunbae saja?" ucapan Seokjin membuat Wonho bungkam. Ia mendelik menatap Seokjin yang hanya dibalas kekehan.

"Ayo pergi"

Yoongi lalu menghidupkan mesin mobil dan melaju meninggalkan sekolah. saat melewati gerbang mereka melihat Jaebum dan Yugyeom masih berdiri disana. Entahlah, mereka sedang menunggu siapa. Tapi kalau mereka mencari Seokjin dan Wonho tentu saja mereka sudah menghilang dibalik kaca buram mobil Yoongi.

10 menit perjalanan memang terasa sebentar. Yoongi berhenti didepan rumah sederhana tapi terlihat nyaman. Rumah Lee Wonho.

"Yoongi hyung, Seokjinie, terima kasih sudah mengatarku pulang"

"Sama-sama Wonho. Sampai jumpa besok pagi" ucap Seokjin sambil memeluk Wonho sekilas. Yoongi hanya tersenyum melihat interaksi 2 teman yang sangat akrab itu.

"Dah Seokjin"

"Dadah" Seokjin tersenyum menatap Wonho yang sudah berdiri didepan pagar rumahnya.

"Sudah"

"Ayo hyung"

Seokjin melambaikan tangannya pada Wonho sebelum akhirnya mobil Yoongi melaju meninggalkan Wonho yang tersenyum menatap mobil hitam yang sudah menghilang itu. Ia beranjak dan memasuki rumahnya.

"Aku pulang"

.

.

.

tbc