Sunbae Or Hyung
.
.
.
Cast : All member BTS other
Genre : Family, brother complex
School life (AU)
.
.
.
Part 8
.
.
.
Author Pov
Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore, dan hyungdeulnya belum ada yang pulang. Seokjin jadi bosan dam sendirian di rumah yang besar ini. Memang tadi Yoongi mengantarnya pulang, namun ia harus kembali ke sekolah karena ada urusan OSIS juga. Mungkin kalau tidak mengantar Seokjin, Yoongi pasti tidak akan keluar dari ruangannya.
Seokjin sendiri memaklumi saja. Hyungdeulnya itu anggota OSIS semua, yang otomatis akan ikut kegiatan apapun yang megayangkut organisasi sekolah itu. Mungkin nanti ia akan mencalonkan jadi anggota OSIS, selain bisa dekat dengan hyungnya, Seokjin ingin lebih sering bersosialisasi dengan banyak orang. Terlalu lama mendekam dalam rumah membuatnya tidak mudah untuk berinteraksi dengan banyak orang. Mungkin bisa dimulai dari OSIS pengalaman sosialnya bisa bertambah. Seokjin akan membicarakannya nanti dengan hyungnya.
DRT
Ponsel Seokjin bergetar menandakan ada pesan masuk. Dan benar ternyata pesan digrup chatnya dengan 3 temannya. Tadi sore Seokjin diundang ke grupchat temannya itu yang namanya cukup menggelikan.
.
SEOKJIN'S KNIGHT
WinkHoonie
Aku tidak mau tau, besok kau harus mentraktir kami karena meninggalkan Seokjin sendirian
L_WnH
Kenapa begitu?! Aku kan sudah minta maaf, lagipula aku juga ada urusan tadi
WinkHoonie
Aku tidak mau mendengar alasanmu
Handsome_Woojin
Hahahaha sudahlah terima saja, Jihoon akan terus memaksamu melakukan itu. Jadi mohon bantuannya ya besok Wonie sayang
L_WnH
Kalian keterlaluan :'(
.
Seokjin tentu terkekeh membaca chat teman-temannya itu. Mereka masih membahas acara meninggalkan Seokjin sendirian. Tapi buktinya ia tidak sendirian. Wonho tepat waktu datang saat Woojin dan Jihoon baru saja pergi. Jadi Seokjin tidak benar-benar sendirian. Yah mungkin Woojin dan Jihoon hanya ingin menggoda Wonho saja.
"SEOKJIN! HYUNG PULANG"
Seokjin sedikit terkejut saat ia mendengar teriakan yang memanggil namanya itu. Dan dari pintu depan 6 hyungnya bergantian masuk. Jungkook lalu berlari dan langsung memeluk Seokjin. Setelah melepasnya ia bersimpuh dihadapan Seokjin dengan tangan yang megelus pipi Seokjin.
"Jinnie sayangku, Kookie hyung minta maaf. Kau tadi pasti takut melihatku ne. Seharusnya aku tidak memandangmu seperti itu, hyung sungguh minta maaf ne" Seokjin hanya memandang Jungkook yang memandangnya dengan pandangan bersalah dan membiarkan hyungnya itu menangkup pipinya.
"Kau itu memang hyung yang jahat Jungkookie" cibir Jimin menggoda
"Iya pantas Seokjin lebih menyayangiku" ucap Taehyung membuat Jungkook semakin merasa bersalah.
"Jinnie, kau marah pada hyung?"
Seokjin tentu saja tersenyum mendengar rengekan Jungkook. Kalau begini ia jadi berpikir kalau Jungkook itu masih seumuran dengannya, atau bahkan lebih muda. Namun mengingat tampang hyungnya di sekolah tadi, otomatis Seokjin sadar mengenai posisinya yang menjadi maknae di keluarga ini.
"Tentu tidak hyung, untuk apa aku marah. Lagipula tadi hyung keren sekali. Aku belum pernah melihat hyung seperti itu, karena Kookie hyung itu biasanya manja" kekehan Seokjin membuat Jungkook tersenyum senang. Sedangkan 5 hyung lainnya hanya menggelengkan kepala dengan sikap Seokjin.
"Ah aku semakin sayang padamu Seokjinie" ucap Jungkook memeluk Seokjin erat. Seokjin sediri hanya terdenyum dan balas memeluk hyungnya itu.
Tanpa menghiraukan yang lainnya, Jungkook mengangkat Seokjin sambil tetap memeluknya. Sedangkan Seokjin reflek melingkarkan kakinya disekeliling pinggang Jungkook, dan menyandarkan kepalanya dibahu tegap sang hyung.
"Yak?! Mau kau bawa kemana Seokjin-ku?" ucap Taehyung cemberut.
Ia juga ingin memeluk Seokjin. Sedangkan yang lain hanya diam karena lelah. Bahkan Jimin yang cemburunya setara dengan Taehyung kali ini hanya menghela napas saja. Ingin menerjang Jungkook tapi takut Seokjin jatuh, dan juga tubuhnya butuh istirahat. Sedangkan Hoseok, Namjoon dan Yoongi sudah memasuki kamar mereka masing-masing. Jungkook masih terus berjalan dan memeletkan lidahnya pada Taehyung.
Taehyung semakin cemberut, "Dasar kelinci manja berotot sialan!"
Seokjin hanya tertawa dan menyamankan posisinya.
.
Seokjin masih terjaga diatas kasurnya. Ia berbaring dengan nyaman meskipun badan kecilnya terhimpit oleh tubuh besar kedua hyungnya. Ia dan Jungkook hampir saja terlelap kalau saja pintu kamarnya tidak dibuka oleh Taehyung yang sudah membersihkan diri.
Jungkook yang lelah hanya diam saja dan kembali memeluk Seokjin. Setelah menutup pintu, Taehyung langsung menjatuhkan dirinya disisi kosong disebelah kiri Seokjin. Dan dengan nyamannya ia memeluk Seokjin. Dan Seokjin berakhir menghela napas menghadapi kedua hyung yang sedang kambuh manjanya.
Saat ingin tidur pintu kembali terbuka dan ada Hoseok disana, "Kau sudah makan malam, Jinnie?"
Seokjin berusaha bangun untuk menatap hyungnya itu, namun mana kuat ia kalau diapit begini. Seokjin hanya terkekeh, "Belum hyung"
Hoseok tersenyum, ia memasuki kamar adik kecilnya itu dan dengan sengang hati menjewer telinga kedua orang yang senang memonopoli Seokjin itu.
"HYUNG!!"
"Seokjin belum makan malam, jadi lepas pelukan kalian" ucap Hoseok membuat Taehyung Jungkook terpaksa membuka mata mereka. Setelah belenggu pelukan ditubuhnya hilang Seokjin tersenyum dan mengecup pipi Taehyung dan Jungkook bergantian.
"Ayo makan dulu hyung, setelah itu kita bisa tidur"
Taehyung dan Jungkook tentu saja terpengarah dan Hoseok bersumpah senyuman lebar kedua orang adiknya sangat menyebalkan.
Dan tanpa menunggu dua hyungnya yang masih betah memegang pipi mereka, Seokjin menarik tangan Hoseok dan mengajaknya ke meja makan setelah menutup pintu kamarnya dengan keras. Yang bunyinya menyadarkan 2 orang yang tengah berimajinasi kemana-mana.
"Yak Seokjin tunggu"
Hoseok dan Seokjin tertawa saja saat diluar, "Hyung tidak dicium juga nih" ucap Hoseok menggoda Seokjin.
Seokjin tertawa kecil dan merentangkan kedua tangannya, "Gendong dulu, nanti Jinnie cium"
Hoseok tersenyum dengan keimutan Seokjin, berharap ia masih mampu menjaga kewarasannya saat berhadapan dengan Seokjin. Dan dengan senang hati ia mengangkat Seokjin dan menggendongnya. Tepat setelah berada dipangkuan Hoseok, Seokjin mencium kedua pipi Hoseok.
"Terima kasih hyung" Seokjin menyandarkan kepalanya dibahu Hoseok.
"Iya adik kesayangan hyung"
.
Makan malam mereka hanya berisi bunyi dentingan piring dan alat makan lainnya. Sepertinya mereka sedikit lelah hari ini, karena biasanya makan malam seperti ini pasti akan diisi obrolan ringan. Dan Seokjin tentu memahami itu. Ia tidak terlalu banyak bicara dan hanya menanyakan beberapa hal saja.
TING
Seokjin langsung menghentikan gerakan makannya dan mengambil ponsel disaku celananya. Dan ternyata hanya chat di grup.
"Siapa Jinnie?" tanya Jimin yang berada disamping kanannya.
Seokjin menatap Jimin sekilas, "Hanya chat di grup hyung?"
Yang lain hanya terdiam mendengar percakapan Seokjin dan Jimin.
"Grup kelas?" tanya Namjoon yang berada didepannya.
Seokjin menggeleng, "Grup temanku hyung. Hanya ada 4 orang termasuk aku dalam chat itu"
Jimin mengerutkan keningnya, "Boleh hyung melihatnya?"
Seokjin menganggukkan kepala dan memberikan ponselnya pada Jimin. Saat pertama kali melihat nama grupnya tentu saja Jimin terheran, "Seokjin's Knight?"
Seokjin yang kembali melanjutkan makannya hanya mengangguk saja. Sedangkan hyungnya yang lain menatap heran Jimin. Bahkan Hoseok yang berada disamping Jimin ikut mengintip ponsel Seokjin.
.
SEOKJIN'S KNIGHT
L_WnH
Seokjin besok pagi tolong tunggu aku di gerbang depan ne. Aku tidak mau bertemu sunbae mesum itu lagi.
Jinnie_
Baiklah
Handsome_WoojinHohoho Wonho punya penggemar mesum :D
L_Wnh
Diam kau!
.
"Namanya lucu Jinnie. Memang siapa saja yang ada di grup chat ini?" tanya Hoseok penasaran. Beruntung saat ia menanyakannya, Seokjin sudah selesai dengan acara makannya.
"Lee Wonho, Park Woojin, dan Park Jihoon. Mereka teman sekelasku hyung, kalau Wonho teman sebangku"
"Wonho yang aku temui di toilet itu Jinnie?" tanya Yoongi.
"Ne Yoongi hyung"
"Hahahaha"
Yang lain langsung memandang Jimin heran saat melihatnya tertawa sambil menatap ponsel Seokjin.
"Hey kau kenapa, Jim?" tanya Taehyung yang tepat berada didepannya. Sekarang mereka semua malah penasaran dengan grup chat adik mereka itu.
"Aku membaca chat dari WinkHoonie, ia bilang mereka bertiga adalah pelindung Seokjin, jadi nama grupnya Seokjin's Knight. Oh ya ampun lucu sekali" Jimin tidak berhenti tertawa karenanya. Jungkook yang penasaran langsung merebut ponsel Seokjin dan membacanya juga begitupun Taehyung disampingnya.
"Entah kenapa mereka memanggil diri mereka pelindungku, padahal aku tidak kenapa-napa" ucapan Seokjin berbuah senyuman dari hyung-hyungnya.
Taehyung yang baru selesai membaca chat adiknya itu menoleh pada Seokjin, "Sunbae mesum itu siapa Jinnie?" dan pertanyaan Taehyung membuat suasana tiba-tiba diam. Baik Yoongi, Namjoon, Taehyung, Jungkook, Jimin, dan Hosoek, menatap Seokjin lekat.
Sedangkan Seokjin yang tidak menyadari perubahan suasana di meja makanpun hanya menatap hyungnya biasa, "Jaebum sunbae hyung. Wonho memanggilnya sunbae mesum karena tadi pagi ia mencium kening Wonho. Entahlah kenapa Wonho memanggilnya begitu. Hyungkan sering mencium keningku, masa aku memanggil hyung mesum juga sih?"
Dan ucapan Seokjin membuat suasana semakin mencekam.
"Jadi setelah kejadian itu, Wonho terus bersamaku. Ia bahkan menyuruhku mengatakan padanya kalau ada yang melakukan sesuatu padaku. Dan sekarang bertambah Woojin dan Jihoon. Dan mereka sepertinya kompak sekali, mereka bergantian menemaniku. Padahalkan aku berani meskipun sendirian di sekolah"
"Adik kecil manis kesayangannya hyung. Kau mendapat teman yang baik dihari pertama sekolahmu. Jadi hyung ijinkan kau berteman dengan mereka" ucap Yoongi tersenyum. Yang lainpun juga menghela napas lega, setidaknya ada teman yang bisa dipercaya untuk menjaga Seokjin saat diluar jangkauan mereka.
"Kau juga harus memberitau hyung-hyungmu ini kalau terjadi sesuatu padamu ne Seokjinnie" ucap Namjoon tersenyum.
"Ne Joonie hyung"
Setelah makan malam, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat, sedangkan Jungkook dan Taehyung tentu saja kembali ke kamar Seokjin untuk tidur bersama. Jungkook mematikan lampu dan masuk kedalam selimut yang sudah ada Seokjin serta Taehyung didalamnya.
"Selamat malam Seokjinie" ucap Jungkook mencium kening Seokjin.
"Malam Kookie hyung"
Taehyung mengeratkan pelukannya dan mengikuti Jungkook untuk mencium kening Seokjin, "Selamat tidur Jinnie"
"Taetae Hyung juga"
.
.
.
Hari berikutnya Seokjin kembali berangkat bersama Yoongi menuju sekolah. Dan seperti biasa mereka memang selalu berangkat lebih pagi dari yang lainnya karena tidak ingin ada orang lain yang melihat Seokjin dan yoongi berangkat bersama. Tapi Yoongi sendiripun sadar, cepat atau lambat, siswa lainnya pasti akan tau hubungannya dengan Seokjin.
"Hyung, itu Wonho"
Yoongi berhenti tepat didepan gerbang sekolah. ia melihat Wonho tersenyum memandang mobil Yoongi, menanti Seokjin.
"Hyung aku duluan"
"Hati-hati ne. Nanti tunggu hyung" ucap Yoongi. Seokjin menganguk dan berlari keluar setelah sebelumnya mencium pipi Yoongi. Mobil Yoongi akhirnya kembali melaju menuju area parkir khusus, meningalkan Seokjin dan Wonho yang berjalan pelan menuju kelas mereka.
"Beruntung hari ini eomma memberiku uang lebih untuk mentraktir Jihoon dan Woojin"
Yah mau bagaimana lagi, kedua teman barunya itu sangat kurang ajar. Tapi memang kesalahannya sih meninggalkan Seokjin sendirian. Ia tentu tidak mungkin memberitau mereka berdua kalau ia baru saja menemui hyungnya Seokjin, sang ketua OSIS Min Yoongi.
"Aku tidak perlu Wonho. Kau tau kan kalau Ahn ahjumma selalu membawakanku bekal" ucap Seokjin
"Benar sih. Kalau begitu biarkan aku membelikanmu minumnya ya" ucap Wonho. Tentu saja dia ingin mentraktir Seokjin juga.
"Boleh"
Mereka berdua bercengkrama sambil menuju kelas. Saat hampir sampai kelas, mereka melihat seseorang tengah duduk dibangku depan kelas.
"Eh? Guanlin? Selamat pagi" ucap Wonho saat mengenali wajah teman sekelasnya itu.
Guanlin yang disapa oleh Wonho menoleh kearahnya, ia juga menoleh kearah Seokjin yang tersenyum padanya, "Pagi Wonho, pagi Seokjin"
"Pagi juga Guanlin. Kau datang pagi sekali?" tanya Seokjin lalu duduk disamping Guanlin. Begitupun Wonho yang ikut duduk juga disebelahnya.
"Ayahku harus berangkat terlalu pagi, jadi aku sudah disini sekarang." Jawab Guanlin. Wonho dan Seokjin mengangguk.
"Kalau begitu ayo masuk kelas" Wonho menarik Seokjin masuk kelas, sedangkan Guanlin hanya menatap kedua temannya itu.
"Saat pagi begini ia begitu manis" dan Guanlin memasuki kelas dengan senyuman kecil diwajahnya.
.
"Kau masih ingat janjimu kan Wonho sayangku?" tanya Woojin saat sudah berada dihadapan Wonho yang menatapnya jengkel. Sedangkan Jihoon hanya tertawa melihat wajah Wonho.
"Tenang saja, kami tidak akan menguras uang sakumu kok" ucap Jihoon mencoba menenangkan.
Seokjin yang melihat ketiga temannya itu hanya tertawa saja. Dan saat menoleh ke pintu kelas Seulgi baru saja datang. Seokjin jelas langsung merasa tidak nyaman dengan kedatangan siswi itu. Meskipun tidak mengenalnya Seokjin jelas sudah merasa tidak nyaman karena kesan anak perempuan itu padanya saat pertama bertemu. Ia berharap anak itu tidak menganggunya pagi ini.
Dan ia sangat bersyukur karena Woojin dan Jihoon berada dihadapan Seokjin, yang otomatis menghalangi pandangan Seulgi untuk melihatnya. Dan tentu saja Wonho yang berada disamping Seokjin yang memberi instruksi pada dua temannya itu, saat menyadari raut wajah Seokjin.
Selang beberapa menit bel sekolah berbunyi. Dan seorang namja paruh baya memasuki kelas mereka.
"Selamat pagi semuanya. Saya Han In Soo, guru sejarah kalian." Ucap namja tersebut.
"Selamat pagi seonsaengnim"
Han ssaem tersenyum saat mendengar suara siswanya, "Baiklah sebelum memulai pelajaran.." Han ssaem meneliti buku yang dibawanya. Dan ia menghela napas karena ternyata ia salah membawa materinya.
"..Ssaem ingin minta tolong pada salah satu dari kalian untuk mengambilkan tas ssaem di ruang guru"
Han ssaem mengambil absen kelas dan mencari nama seseorang yang akan dimintai tolong olehnya, "Emm..Kim Seokjin"
"Saya seonsaengnim" tanpa banyak tanya Seokjin langsung berdiri.
"Tolong ke ruang guru dan ambilkan tas ssaem. Kau bisa minta tolong pada seonsaengnim yang ada disana."
Seokjin mengangguk patuh, "Ne seonsaengnim"
Ia lalu beranjak dari tempat duduknya dan menuju ruang guru. Beruntung saat pengenalan kelas kemarin para senior memberitahukan letak-letak ruangan yang ada di sekolah ini.
Dan tanpa waktu lama Seokjin sampai didepan ruangan guru itu, "Permisi"
Dan seorang yeoja paruh baya menyambut Seokjin dengan senyuman, "Ada yang bisa saya bantu, haksaeng?"
Seokjin balas tersenyum, "Saya Kim Seokjin, saya diminta Han seonsaengnim untuk mengambilkan tasnya"
"Baiklah. Tunggu ne"
Seokjin menunggu didepan pintu ruang guru. Beberapa saat kemudian ada seseorang yang juga berdiri disampingnya. Dan Seokjin seperti pernah melihat namja tinggi ini. Anak tersebut menolehkan pandangannya dan balik menatap Seokjin. Dan saat mengenali anak manis ini, wajahnya memerah.
"Ini tas Han ssaem, Seokjin. Dan apa yang kau lakukan disini Chanyeol?"
Seokjin menerima tas gurunya itu, "Terima kasih seonsaengnim" dan menatap kembali seseorang yang sudah dikenalnya ini, 'sunbae diperpustakaan itu'
"Saya ingin mengambil materi Lee ssaem yag tertinggal"
"Tunggu ne"
Seokjin yang sudah selesai dengan urusannya berniat pergi, namun kalau tidak menyapa sunbaenya ini ia bisa dianggap tidak sopan. Lebih baik ia sapa saja saja. Namanya Chanyeol bukan?
"Chanyeol sunbae saya duluan"
Seokjin pergi dari ruang guru setelah menunduk sedikit untuk pamit pada Chanyeol.
Sedangkan Chanyeol yang seolah baru saja sadar disapa oleh junior tercintanya seolah hilang akal sehat. Ia masih terdiam bahkan saat yeoja paruh baya tadi sudah membawa barang yang dimintanya itu.
"Chanyeol"
Dan ia langsung mengambil sebuah buku dari tangan yeoja tersebut, "Terima kasih ssaem"
Chanyeol kembali ke kelasnya dengan senyuman lebar yang menakutkan. Dikepalanya masih terngiang-ngiang suara juniornya itu saat memanggil namanya. 'Chanyeol sunbae'
"Ah aku ingin selalu mendengar suaranya disepanjang hidupku"
.
.
.
tbc
