Sunbae Or Hyung

.

All member BTS other

Family, brother complex

School life (AU)

.

.

.

Part 12

.

.

.

Author Pov

Jam istirahat adalah jam yang menyenangkan. Namun kali ini tidak bagi Seokjin. Dari awal dia sudah tidak fokus dengan pelajarannya sejak mendapat note dari Seulgi. Sampai saat ini Seokjin tidak mengerti arti note tersebut, ia hanya mampu menyimpannya sendiri. Seokjin masih ragu membicarakannya dengan Wonho apalagi ada Jihoon dan Woojin yang selalu mengikui kemanapun mereka pergi.

Seokjin sebenarnya ingin jujur saja kalau ia tinggal dengan siswa populer di sekolahnya. Bahkan 6 orang sekaligus, belum lagi mereka adalah hyung-hyungnya meskipun bukan saudara kandung, tapi bahkan lebih dekat meski tanpa hubungan darah.

"Hey, ada apa?" Wonho menepuk bahu Seokjin yang melamun. Seokjin sendiri hanya bisa tersenyum dan mengatakan tidak apa-apa.

Jihoon dan Woojin yang daritadi menatap Seokjin mengerti kalau ada yang salah setelah Seulgi memberinya sesuatu. Jadi mereka berpikir Seokjin begini karena wanita ular itu. tapi baik Woojin dan Jihoon tidak mungkin memaksa Seokjin bercerita kalau orangnya sendiri tidak mau melakukannya.

Seokjin yang kebingungan sangatlah kontras disadari oleh mereka. Orang yang tampak selalu ceria itu akan berubah diam, wajahnya lesu dan juga akan sering menghela napas. Oke Wonho sekarang juga sadar kalau ada yang tidak beres dengan Seokjin.

"Aku antar menemui hyung ya" ucapan Wonho berbuah kebingungan dari Jihoon dan Woojin. Sedangkan Seokjin sudah menatapnya bingung, tapi juga senang.

"Seokjin punya hyung disini?" tanya Woojin penasaran, sedangkan Jihoon sedang menunggu penjelasan.

Wonho menatap Seokjin sejenak dan mengelus rambutnya, "Kita bawa mereka juga menemui hyung ya" Seokjin hanya mengangguk. Ia benar-benar butuh hyungnya sekarang.

"Kalau begitu hubungi hyungmu ada dimana sekarang"

Seokjin mengikuti saran Wonho dan mengirim pesan pada Yoongi. Dalam sekejap balasan sudah Seokjin terima. Dan sang hyung sedang berda di ruang OSIS.

"Kalu begitu kita kesana, kalian juga ikut" ucap Wonho menarik pelan Seokjin dan melangkah menuju ruang OSIS diikuti Woojin dan Jihoon.

Beruntung sekali dijam istirahat begini hampir semua siswa siswi berada di kantin, atau bahkan menetap di kelas, atau bermain di lapangan sekolah. Setidaknya dengan begini tidak terlalu banyak orang yang memperhatikan mereka ketika akan memasuki ruang OSIS.

Tok Tok

Setelah mendengar kata masuk dari dalam, mereka berempat memasuki ruangan tersebut dan melihat sang ketua OSIS bersama 2 senior lainnya.

"Hyung..."

Seokjin berlari dan memeluk Yoongi. Sedangkan Yoongi tersenyum dan membalas pelukan Seokjin sambil mengelus pelan rambutnya.

Woojin dan Jihoon yang melihat kejadian tersebut jelas saja terkejut. Teman mereka, Kim Seokjin, adik sang ketua OSIS Min Yoongi?! Sungguh diluar perkiraan mereka.

Wonho yang melihat itu hanya mampu tersenyum, begitupun 2 orang yang ikut melihat adegan tersebut. Ingin memeluk Seokjin juga tapi mereka masih belum ingin mengekspos diri mereka.

"Ada apa heum?" ucap Yoongi dengan lembut. Membuat Woojin dan Jihoon kembali terkejut karena suara yang biasanya mereka dengar dari ketua OSIS itu datar. Tapi saat bersama Seokjin kenapa lembut sekali.

Seokjin melepas pelukannya dan mengambil note yang dari tadi berada di saku kemejanya. Ia mengambil kertas itu dan memberikannya pada Yoongi. "Aku mendapatkannya dari seseorang, hyung"

Mendengar kata mendapatkan, semua orang yang ada disana serempak menatap tajam kertas yang tadi dipegang Seokjin. Mereka semua jelas penasaran dengan isi didalam kertas tersebut.

Yoongi mengambil note tersebut dan membacanya. Nampak dari alisnya Yoongipun tengah bingung dengan isi pesan tersebut. Namun setelah membacanya lagi Yoongi tampak menyeringai yang dianggap Wonho, Jihoon, dan Woojin sangat menyeramkan.

"Kau dapat dari siapa, Seokjinie?"

Seokjin menunduk. ia ingin menjawab tapi ia juga takut.

" Jawab saja tidak apa-apa" ucap salah satu sunbae disana.

"Kang Seulgi sunbae" Jihoon yang tidak sabaran menunggu Seokjin menjawab akhirnya mengatakannya. Wonho yang mendengarnya terkejut sedangkan Woojin mengangguk mengiyakan.

"Benar sunbae. Tadi pagi Seulgi memberikan sesuatu pada Seokjin" Seokjin yang mendengar perkataan teman-temannya semakin menunduk.

Yoongi yang melihat Seokjinpun tersenyum, ia mengusap rambutnya, "Tidak apa-apa. Hyung tidak marah. Tapi lain kali kalau ada yang mengganggumu seperti ini, segera beritahu hyung. Mengerti?"

Seokjin hanya mengangguk dan kembali memeluk Yoongi. Seokjin tidak takut Yoongi marah, hanya saja ia khawatir kalau Yoongi mendapat masalah karena dirinya. Masih belum lama ia sekolah masa sudah menimbulkan masalah seperti ini.

"Tak perlu khawatir. Biar hyung yang mengurusnya" ucap Yoongi pelan. Ia menatap Woojin dan Jihoon yang berdiri dibelakang Wonho, "Kalian berdua juga teman Seokjin?"

Woojin dan Jihoon mengangguk mengiyakan. "Kami teman baru Seokjin dan Wonho, sunbae. Saya Park Jihoon dan disamping saya Park Woojin"

"Kalian bersaudara?" tanya salah satu sunbae.

Woojin menggeleng, "Bukan sunbae. Marga kami memang sama"

Mereka hanya mengangguk. Yoongi lalu menatap mereka intens, baik Wonho yang merasa tidak ditatap ikut terintimiasi juga. "Bisa aku minta tolong pada kalian berdua?" tanya Yoongi

Jihoon dan Woojin saling bertatapan, "Boleh sunbae" jawab Jihoon

"Aku sebelumnya sudah meminta Wonho untuk melakukannya. Tapi aku yakin kalau Wonho sendiri akan kesulitan. Jadi aku minta bantuan kalian untuk menjaga Seokjin saat berada di sekolah. Karena aku juga tidak bisa selalu disisi Seokjin saat di sekolah. Jadi bisakah kalian membantuku?" Yoongi bisa melihat sekilas kalau Jihoon dan Woojin adalah anak yang baik, mereka tentu bisa menjadi teman yang baik untuk Seokjin. Sekalian bisa membantu menjaga Seokjin.

Sama seperti Wonho sebelumnya, Jihoon dan Woojin mengangguk semangat. "Serahkan pada kami sunbae. Kami akan menjaga Seokjin dengan baik"

Yoongi dan yang lain yang mendengar itu tersenyum kecil. Sedangkan Seokjin yang masih memeluk Yoongi sudah memerah karena malu. Ia lalu mengangkat kepalanya dan mengerucutkan bibirnya, "Aku bisa menjaga diri, Yoongi hyung" ucapan Seokjin berbuah kekehan dari semua orang yang ada disana.

Yoongi mengecup kening Seokjin yang berbuah pekikan dari Wonho, Woojin, dan Jihoon, "Hyung tau. Tapi hyung hanya khawatir padamu. Jadi jangan kemana-mana sendirian, ajak salah satu temanmu. Mengerti adik manis hyung?"

"Heum Seokjin mengerti" ucap Seokjin lalu tersenyum dan melepas pelukannya.

"Kalau begitu kami permisi dulu sunbae.."

"Hyung"

"Eh" Jihoon terkejut

Yoongi hanya tersenyum, "Panggil hyung"

Jihoon mengangguk kaku karena terkejut, "Baiklah Yoongi hyung dan hyung yang lain kami pergi dulu karena sebentar lagi jam istirahat akan selesai"

"Ne"

"Sampai jumpa hyung" ucap Seokjin lalu keluar bersama 3 temannya.

Yoongi hanya melambaikan tangannya dan tersenyum. Setelah keempat anak ayam itu sudah pergi wajah Yoongi mengeras dengan sendirinya, "Siapa anak bernama Kang Seulgi itu sampai berani menganggu Seokjin?"

2 sunbae itu yang ternyata Hoseok dan Namjoon menatap satu sama lain. Hoseok mengambil note yang tadi diberikan Seokjin, Namjoon juga mendekat ingin membaca. Wajah mereka berdua jelas terkejut namun hanya sebentar, "Apa mau anak ini?" ucap Namjoon setelah membacanya. Sedangkan Hoseok membuang note tersebut ke tempat sampah.

"Menurutmu bagaimana, hyung?" tanya Hoseok menatap Yoongi yang terdiam.

Yoongi hanya menggelengkan kepala, "Aku tidak tau apa yang diinginkan anak itu, hanya saja untuk saat ini kita hanya bisa mengawasinya saja untuk tau yang sebenarnya. Tapi kalau menurutku kalau tidak menyangkut Seokjin"

"Berarti kau hyung" Yoongi mengangguk mengiyakan pemikiran Namjoon. Kalau Seulgi tidak bermaksud mendekati Seokjin kemungkinan lain bisa saja anak itu ingin mendekati Yoongi melalui Seokjin.

"Tapi kan anak itu tidak tau hubunganmu dengan Seokjin, hyung" Hoseok pikir masalahnya tidaklah sesepele itu.

"Mungkin saja ada maksud lain, tapi yang jelas anak itu akan mencari tau tentang Seokjin dan juga aku. Untuk kedepannya cukup aku saja yang mengantar Seokjin. kalian jangan sampai diketahui oleh anak-anak yang lain. Anggap saja penyamaran sementara untuk mengetahui maksud Kang Seulgi ini" ucap Yoongi. Namjoon dan Hoseok hanya mengangguk. Semoga saja bukan hal buruk.

.

.

.

Setelah keluar dari ruang OSIS Seokjin sudah membaik dan kembali seperti biasanya. Senyumnya sudah kembali dan ia sudah banyak bicara. Rasanya senang sekali melihat Seokjin tidak murung lagi. Namun saat akan melewati kelas 10-2C tidak sengaja mereka bertemu Kang Seulgi yang memang sepertinya tengah menunggu mereka lewat.

Saat bertemu pandang dengan mereka berempat terutama Seokjin, Seulgi tersenyum sambil mendekat. "Habis bertemu seseorang ya?"

Seokjin yang mendengarnya terkejut dan menunduk. Sedangkan Wonho sudah menarik Seokjin untuk berdiri dibelakangnya. Berbeda dengan Jihoon dan Woojin yang menatap tajam Seulgi. Seokjin baru saja tenang, sudah datang lagi pengganggunya.

"Kami tidak punya urusan denganmu, lebih baik menyingkir sekarang" ucap Woojin. Ia sungguh kesal melihat wajah pura-pura manis anak dihadapannya ini.

Seulgi hanya tersenyum remeh, "Kenapa kalian yang menjawab? Aku bertanya pada Seokjin ko"

Wonho sudah mendelik mendengarnya, "Pergi sekarang sebelum aku menyeretmu"

"Hoh aku takut. Tapi tidak...Ah!"

"Hey Seokjin" Daniel yang tadi melihat Seokjin langsung berlari menghampirinya tanpa peduli dengan wanita yang ia tabrak barusan sampai jatuh.

Daniel hanya melihat saja dan tidak punya keinginan untuk membantunya, meskipun ia tau dirinya yang salah. Tapi salahkan saja siswi yang menghalangi pandangannya pada Seokjinnya ini. Karena Daniel lebih mempedulikan Seokjin, dan itu sudah jelas saat ia malah berdiri dihadapan Seulgi yang tengah terduduk sambil meringis menahan sakit.

"Daniel" ucap Seokjin pelan

"Hai..darimana? Ah perkenalkan aku Kang Daniel dari kelas 10-2C, teman ah belum, kenalan Seokjin. Senang bertemu dengan kalian" ucapnya sambil tersenyum menatap ketiga teman Seokjin yang menatapnya heran.

"Ah aku Lee Wonho, ini Park Woojin dan disebelahnya Park Jihoon" ucap Wonho sambil membalas senyuman Daniel.

"Kalian mau kembali ke kelas ya? Wah padahal aku ingin berlama-lama dengan Seokjin. Bolehkah besok aku ikut makan siang dengan kalian? Aku ingin.."

"Hei kau yang menabrakku! Sudah tidak minta maaf, tidak membantuku, malah menghiraukanku! Dasar..."

"Kau diam, aku sedang bicara dengan Seokjin, kau orang lain tidak boleh ikut campur" Daniel menatap Seulgi tajam, namun segera tersenyum saat kembali melihat Seokjin dan temannya, "Jadi bolehkan besok aku ikut? Aku ingin berteman dengan kalian dan Seokjin"

Mereka bertiga hanya terdiam sambil menunggu persetujuan Seokjin. dan Seokjin hanya tersenyum dan mengangguk, "Boleh"

"Baiklah besok kita bertemu di kantin saat makan siang. Sebentar lagi bel akan berbunyi. Lanjutkan jalan kalian" ucap Daniel sambil menyingkir dari hadapan mereka berempat dan dengan sengaja mendorong Seulgi yang sudah berdiri untuk mundur.

Dalam hati baik Wonho, Woojin dan Jihoon sangat senang sekali dengan sikap Daniel. Wonho tersenyum dan menepuk bahu Daniel, "Sampai jumpa besok. Dan terima kasih" Daniel hanya mengangkat bahunya seolah tidak melakukan apapun.

Seokjin juga tersenyum menatap Daniel, sedangkan dibelakang mereka Woojin dan Jihoon sudah tersenyum remeh menatap Seulgi. Dan segera pergi setelah menyapa Daniel.

"Apa yang kau lakukan padaku?!" ucap Seulgi dan menatap sengit Daniel.

Sedangkan Daniel menatapnya tajam, "Aku tidak tau apa yang kau inginkan dari Seokjin, tapi kalau kau sampai menganggu Seokjin, kau hadapi aku dulu" ucapnya lalu berjalan memasuki kelasnya. Meninggalkan Seulgi yang kesal karena rencananya gagal untuk mencari tau hubungan Seokjin dan ketua OSIS sekolahnya itu.

"Tenang, masih banyak waktu" ucap Seulgi dan menyeringai. Ia beranjak dan melangkah ke kelasnya. Ia selalu tidak tau keberadaan seseorang yang selalu mengikutinya dari belakang sejak ia keluar dari kelas. Siapa lagi kalau bukan Lai Guanlin.

"Dan masih banyak orang yang akan menghalangimu"

.

.

.

Selama jam pelajaran untung saja Seokjin tidak terlalu memikirkan apa yang ditemuinya tadi saat jam istirahat. Meskipun dari tadi Seokjin sadar kalau Seulgi menatapnya dari tempat duduknya, tapi ia tidak menghiraukannya. Karena menurutnya ia tidak memiliki masalah dengannya lagi. Ingatkan Seokjin untuk lain kali tidak perlu menerima hadiah dari Seulgi.

Sudah lewat 2 pelajaran terakhir, saatnya jam pulang. Kim ssaem yang mengajar pelajaran terakhir berhenti didepan pintu kelas kala melihat seseorang yang dikenalnya.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Kim ssaem

"Saya menjemput adik saya ssaem"

Kim ssaem terlihat terkejut, "Kau punya adik ternyata? Siapa?"

"Kim Seokjin ssaem"

"Ah anak manis itu. Dia belajar dengan giat. Dia akan menjadi siswa yang pintar seperti hyungnya nanti" ucap Kim ssaem tersenyum.

"Terima kasih"

"Ya sudah aku pergi dulu, Yoongi-ah"

"Ne ssaem. Hati-hati di jalan"

Yah Min Yoongi sang ketua OSIS kita sedang berdiri didepan kelas 10-2A untuk menjemput Seokjinnya. Siswa siswi lain belum sadar akan kehadirannya karena masih sibuk membereskan peralatan belajar mereka.

Hingga salah satu siswa menyadari keberadaannya dan malah berteriak, "Sunbe!"

Semua anak 10-2A menatap kearah pintu kelas dan terkejut melihat Yoongi yang berdiri bersedekap dengan tenang. Bahkan Wonho, Seokjin, Jihoon, dan Woojin juga ikut terkejut. Pantas saja Yoongi tidak mengatakan apapun saat di ruang OSIS, dia sepertinya sudah menyiapkan ini sebagai kejutan.

"Seokjin ayo pulang" ucapnya tenang. Seokjin yang sadar segera mengambil tasnya dan pergi meningalkan ketiga temannya.

"Wonho ikut?" pertanyaan Yoongi membuat semua atensi siswa balik menatap Wonho.

"Ah saya sudah dijemput sunbae" jawabnya pelan. Ia tidak nyaman dengan suasana di kelas saat ini.

Yoongi hanya mengangguk. Ia melihat Seokjin yang sudah berada didepannya tengah menatapnya takut, "Hyung.."

Yoongi tersenyum dan menepuk pelan kepala Seokjin, "Tidak apa-apa. Ayo pulang" Yoongi lalu menarik pelan tangan Seokjin dan membawanya pergi. Meninggalkan kelas yang berisik mempertanyakan hubungan Min Yoongi dan kim Seokjin.

Sepertinya Yoongi juga sudah merencanakan ini semua. Ia membiarkan semua anak SHS tau mengenai status mereka yang merupakan adik kakak. Setelah ini jelas Seokjin akan semakin banyak mendapat teman. Tapi jelas seokjin tak pernah tau, apakah orang yang berteman dengannya itu tulus atau tidak, untuk masalah itu Yoongi bisa serahkan pada Wonho, Jihoon, dan Woojin.

Karena tugas Yoongi hanya menyayangi Seokjin. ia menoleh ke sampingnya dan melihat Seokjin tersenyum, sepertinya adiknya senang dijemput olehnya.

"Hyung akan selalu menjemputmu kalau tidak sedang sibuk"

Seokjin semakin mengembangkan senyumnya, "Terima kasih hyung"

Oke kita tinggalkan sekolah yang sudah dihebohkan oleh tingkah dadakan Yoongi.

.

.

.

tbc

aku ucapkan terima kasih buat kalian semua yg sudah dukung aku n ceritaku,

all the best for u all

and please stay safe, anytime, anywhere

terakhir, semoga cerita ini masih bisa menghibur kalian