Sunbae Or Hyung
.
All member BTS other
Family, brother complex
School life (AU)
.
.
.
Part 13
.
.
.
Author Pov
Setelah makan malam yang berisik karena teriakan Jungkook dan juga Taehyung yang mempertanyakan sikap Yoongi yang menghebohkan satu sekolah. Mereka bisa sedikit tenang setelah Yoongi menjelaskan semua rencananya. Yoongi juga sudah menidurkan Seokjin, adik manisnya itu sedikit khawatir tentang dirinya, padahal Yoongi yang khawatir pada Seokjin. Tapi Yoongi tidak menyesali tindakannya karena dengan begini beberapa orang yang ingin menyakiti Seokjin bisa berpikir dahulu.
"Aku mungkin biasa saja saat rumornya Yoongi hyung adalah kakak Seokjin. Tapi masalahnya banyak anak baru yang menyebarkan rumor kalau kau kekasih Seokjin, hyung. Aku tidak terima hal itu, seharusnya aku yang menjadi kekasih Seokjin" ucap Jungkook panjang. Ia masih belum kehilangan rasa kesalnya sejak pulang dari sekolah.
Bagaimana tidak, setiap melangkahkan kaki banyak siswa yang membicarakan Seokjin yang dijemput Yoongi. Mungkin itu tidak masalah untuknya. Tapi ia tidak suka saat ada beberapa siswa yang mengatakan kalau Yoongi ada hubungan spesial dengan Seokjin. Jungkook kan jadi cemburu, ingin juga punya skandal dengan Seokjin.
"Jangan mengada-ada ya Kook. Seharusnya tadi gosip yang tersebar itu percintaan Kim Taehyung dan Kim Seokjin" ucap Taehyung yang juga dilanda kekesalan akibat rumor di sekolah.
Sedangkan Jimin ia kesal, tapi hanya bisa diam. Karena baik Taehyung dan Jungkook sudah menyuarakan semua yang ia rasakan saat baru mendengar gosip tersebut.
Lain lagi dengan Hoseok dan Namjoon yang hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kekanakan maknae mereka. Bahkan mereka lebih kekanakan dari Seokjin. Beruntung sikap mereka yang seperti ini hanya muncul saat di rumah, kalau saja saat di sekolah mereka seperti itu, Hoseok dan Namjoon sudah pindah sekolah karena mendengar ocehan tidak berguna mereka bertiga.
Yoongi sendiri hanya diam sambil meminum coklat panas yang tadi sempat dibuatkan oleh Hoseok. Ia sama sekali tidak terusik dengan pertengkaran Taehyung dan Jungkook. Yoongi malah lebih senang lagi kalau dirinya dan Seokjin dirumorkan berpacaran, jadi Seulgi bisa berhenti macam-macam pada Seokjin. Tapi itu kalau siswi tersebut mengerti, kalau ia keras kepala? Yang ada ia semakin gencar membuat Seokjin merasa tidak nyaman.
"Sudah dapat informasi Kang Seulgi itu?" pertanyaan Yoongi membuat Taehyung dan Jungkook menghentikan acara ribut mereka.
"Aku sudah meminta bantuan Baekhyun untuk mencari tau. Kang Seulgi adalah anak Kang Jiho, pemilik perusahaan K.Corp, salah satu mitra bisnis keluarga Seokjin, hyung. Jadi sepertinya dugaanmu benar Yoongi hyung, ada kemungkinan ia mendekati Seokjin karena ada sesuatu, dan itu bisa saja untuk kepentingan bisnis keluarganya. Namun tidak menutup kemungkinan ia juga menginginkanmu"
Semuanya terdiam mendengar penjelasan Hoseok. Dunia terasa sempit sekali kalau begini. Padahal orang tuanya Seokjin ingin anaknya menghindari dunia bisnis karena kepolosannya. Tapi malah salah satu penghuninya bertemu Seokjin.
"Tapi menurut hyung, apa memang Seulgi ini diminta orang tuanya untuk mendekati Seokjin?" Tanya Namjoon.
Yoongi menggeleng, "Aku tidak yakin tentang hal itu. Kita tidak pernah tau kolega paman dan bibi Kim. Jadi aku juga belum bisa memastikan mengenai keberadaan Seulgi sejak awal disamping Seokjin"
"Maksud hyung Kang Seulgi ini sudah mendekati Seokjin dari awal?" pertanyaan Jimin dijawab anggukan Yoongi.
"Ne. Wonho sempat cerita padaku kalau awal masuk pengenalan sekolah, Seulgi ini menabrak Seokjin dengan sengaja saat pulang sekolah. Meskipun aku belum yakin, pasti memang ada maksud tertentu dengan anak perempuan itu. Kita harus lebih waspada. Masih tidak ada yang tau mengenai Seokjin yang tinggal bersama kita, kecuali rumornya denganku. Jadi aku harap kalian bisa jaga sikap selama di sekolah. Untuk masalah di kelas Seokjin, sudah ada ketiga temannya"
"Tapi bukankah lebih baik kita mengatakan kebenaran sekarang hyung? Jadinya baik Kang Seulgi atau orang lain bisa berpikir lagi untuk mendekati Seokjin" ucap Jungkook. Bukannya ia tidak menyukai usulan Yoongi. Hanya saja, kalau satu sekolah tau kalau Seokjin ada dalam perlindungan mereka, Seokjin bisa jauh lebih aman.
Yoongi kembali menggeleng, "Untuk saat ini jangan dulu. Masih belum ada 1 bulan sejak Seokjin masuk sekolah, dan kita tidak tau orang-orang seperti apa yang berada disekitar Seokjin. Entah mereka jahat, baik, licik atau bagaimana. Belum lagi ada beberapa orang yang sepertinya berniat mengencani Seokjin"
"TIDAK BOLEH!"
Yoongi menggeleng geli sedangkan Namjoon dan Hoseok menutup telinga mereka mendengar teriakan heboh 3 maknae yang langsung berdiri dengan raut muka terkejut dan tak terima. Tanpa tau bahwa itu hanya ulah Yoongi yang ingin menggoda mereka.
"Memangnya kenapa?" tanya Namjoon seolah mengejek mereka.
"Seokjin belum dewasa!"
"Masih kecil dan polos!"
"Tentu saja karena Seokjin milik Jungkook!"
"OMONG KOSONG!" Jimin dan Taehyung menatap Jungkook tajam yang balik menatap mereka.
"Sudah-sudah nanti Seokjin bangun. Lagipula kalian tidak tau saja tingkah Yoongi hyung yang suka membuat orang marah-marah" ucap Hoseok yang telinganya sedikit sakit. Yang benar saja malam-malam mereka malah latihan vocal begini.
Yoongi sendiri hanya menyeringai, "Kalaupun ada, mereka harus menghadapiku dulu. Termasuk kalian juga"
Tanpa diduga Jungkook, Jimin, dan Taehyung langsung bersimpuh dihadapan Yoongi yang membuat Namjoon dan Hoseok tertawa.
"Hyung, Seokjinie denganku saja ya" ucap Jungkook.
Taehyung lalu menyenggol Jungkook, "Tidak. Baby Jinnie pacaran denganku saja"
"Yoongi hyung tau kan kalau Jinnie lebih cocok denganku" ucap Jimin menatap Yoongi dengan senyumannya.
Yoongi menatap 3 maknaenya tajam, "Seokjin itu milikku malah ingin kalian ambil. Jangan bermimpi" Yoongi lalu beranjak dari duduknya menuju kamarnya meninggalkan 3 orang yang menatap Yoongi syok. Sedangkan Hoseok dan Namjoon ikut menuju kamar mereka masing-masing sambil menahan tawa melihat tingkah kekanakan mereka bertiga.
"YOONGI HYUNG!"
.
Seokjin baru mau masuk ke mobil Yoongi saat seseorang sudah memeluknya dari belakang. Ia menoleh dan melihat Jungkook yang sudah tersenyum menatapnya.
"Jinnie hanya milik Kookie hyung seorang, yang lain hanya boleh lihat" ucapan Jungkook membuat Seokjin tersenyum. Ia mengelus tangan Jungkook pelan.
"HEY! Main peluk-peluk kau Jeon" dengan cepat Seokjin sudah berada dipelukan Jimin dan menyembunyikannya dalam dekapannya.
Jungkook sudah mengerucutkan bibirnya, sedangkan Seokjin malah tertawa. Ia senang karena hyung-hyungnya sangat menyayinganya. Belum puas Jimin memeluk Seokjin ia sudah terdorong dan Seokjin sudah berada digendongan Taehyung.
"Jangan lama-lama, nanti Seokjin terlambat. Iya kan, baby?" ucap Taehyung lalu mencium pipi Seokjin. Seokjin mengangguk dan melingkarkan lengannya dileher Taehyung. Jimin berdecak kesal lalu menatap Taehyung tajam yang tidak dihiraukannya itu.
Taehyung berjalan mendekati mobil Yoongi dan membuka pintu depan. Ia melihat Yoongi yang sudah menatap tajam padanya. Sepertinya hyungnya ini daritadi melihat tingkah mereka.
"Lama"
"Hehehe maaf hyung, jangan marah ne. Kami hanya melakukan salam perpisahan" ucap Taehyung sambil mendudukkan Seokjin di kursi mobil. Yoongi hanya menghela napas, salam perpisahan apanya kalau nanti di sekolah mereka masih bisa bertemu.
"Terima kasih hyung" ucap Seokjin sambil tersenyum.
"Sama-sama. Hati-hati ne. Tunggu hyung meresmikan hubungan kita seperti Yoongi hyung denganmu" ucap Taehyung menampilkan senyum terbaiknya.
"Hubunganku dengan Yoongi hyung itu hyung dan dongsaeng, bukankah Taehyung hyung itu hyungnya Seokjin juga? Kenapa harus diresmikan?"
Taehyung menatap kosong Seokjin saat mendengar jawabannya, sedangkan Jungkook dan Jimin yang mendengar pembicaraan mereka sudah tertawa dibelakang Taehyung. Lain lagi dengan Yoongi yang menatap Taehyung seolah mengejeknya.
Taehyung mengelus rambut Seokjin, "Bukan hubungan seperti itu sayangku, Seokjin menyukai hyung?" Seokjin mengangguk, "Dan hyung menyukai Seokjin. Jadi tunggu hyung untuk mengajak Seokjin berpa-"
"STOP! STOP! Seokjin bisa terlambat Tae" Jimin lalu mendorong Taehyung dan menutup pintu mobil. Seokjin yang melihatnya terkikik geli. Jimin melambaikan tangannya saat mobil Yoongi beranjak pergi.
PLAK
"Yak!"
"Kenapa kau mendorongku?! Aku kan belum selesai bicara?!" ucap Taehyung kesal. Jungkook memandang Taehyung sambil menjulurkan lidah, mengejeknya. Ia lalu menuju mobilnya dan ikut pergi.
Sedangkan Jimin kembali menatap Taehyung yang sudah memukulnya itu, "Kau pikir kalau aku gagal, aku akan membiarkanmu berhasil? Hah. Tidak akan" ucap Jimin lalu beranjak memasuki mobilnya meninggalkan Taehyung yang mengerucutkan bibir merasa kesal.
"PARK JIMIN!"
.
Setelah beberapa saat berkendara, mobil Yoongi sampai di tempat parkir khusus sekolah. Terlihat beberapa orang yang melihatnya berhenti sesaat untuk melihatnya, seperti mengharapkan sesuatu. Yoongi mengedarkan pandangannya dan menyadari itu.
"Yoongi hyung kenapa?"
Yoongi menatap Seokjin yang juga menatapnya, ia menggeleng dan mengelus lembut rambut Seokjin, "Hyung baik-baik saja." Ucapnya tersenyum, "Nanti adik manis hyung ini tidak perlu memikirkan omongan anak-anak di sekolah dan tak perlu peduli tentang apa yang mereka bicarakan ne, apalagi itu tentang hyung dan Seokjinie. Mengerti?"
Seokjin mengangguk, "Jinnie mengerti, hyung"
"Masalah Seulgi, tidak usah pedulikan siswi itu. Dan kalau mau kemana-mana ajak Wonho, Jihoon, atau Woojin" ucap Yoongi lalu mencium kening Seokjin. "Ayo hyung antar ke kelasmu"
Yoongi masih melihat beberapa orang yang tadi berhenti masih menunggunya. Yoongi menyeringai, tak habis pikir apa yang mereka inginkan sebenarnya. Ia keluar dan menatap tajam beberapa siswa dan siswi yang berdiri tidak jauh darinya.
Disebelahnya Seokjin juga sudah keluar dan menatap pada mereka yang berdiri terdiam. Ia lalu menoleh pada Yoongi, "Mereka itu kenapa diam disana, hyung?"
Yoongi mengedikkan bahu tak peduli. Ia lalu menggandeng Seokjin dan membawanya memasuki area sekolah. Beberapa siswa hanya menoleh sekilas, beberapa lagi menatap terkejut dan heran. Teman-teman Yoongi beberapa ada yang terkejut juga, diantaranya Chanyeol yang tengah menganga disamping Sehun, Yugyeom yang membulatkan matanya, belum lagi siswa siswi baru yang melihat sang ketua OSIS berjalan dengan siswa baru seperti mereka.
Yoongi bisa mendengar beberapa bisikan kecil tentang siapa Seokjin, tapi sepertinya anak manis yang ia genggam tangannya ini tidak mempedulikannya. Ia malah tersenyum senang seolah tidak mendengar apa-apa, Seokjin lebih fokus pada genggaman tangan Yoongi sepertinya.
"Selamat pagi Yoongi, oh hai Seokjin" Jaehwan yang menyapa Yoongi juga ikut terkejut melihat Seokjin.
"Selamat pagi Jaehwan hyung" ucap Seokjin tersenyum, sedangkan Yoongi hanya mengangguk sekilas.
Jaehwan menatap Yoongi dan Seokjin bergantian, "Jadi gosip itu.."
"Apa?"
"Eh" Jaehwan menggaruk belakang lehernya, "Ah itu, tentang kau dan Seokjin, kalau kalian memiliki hubungan. Itu benar?"
Pertanyaan Jaehwan membuat beberapa orang yang tengah berjalan dikoridor kelas sedikit memelankan jalannya ingin mendengarkan pembicaraan mereka lebih lanjut. Yoongi mendengus, Seokjin memandang Jaehwan tidak mengerti.
"Hubungan apa maksudmu? Seokjin itu adikku."
"HAH?!"
Yoongi menatap tajam sekelilingnya, dan mereka semua langsung berlari menghindari tatapan Yoongi. Mereka jelas tidak mau memiliki masalah dengan sang ketua OSIS.
"Tak perlu menanyakan masalah marga, memang kalau Seokjin jadi adikku harus menyamakan marga dulu?" ia hanya menyeringai, "Aku akan mengantar Seokjin dulu" ucap Yoongi dan meninggalakn Jaehwan yang mengangguk serta para siswa yang masih terkejut dengan berita barusan. Ternyata adiknya, lantas siapa yang menyebarkan gosip tentang mereka yang berpacaran itu? Tapi entahlah, sekarang yang penting sudah jelas semuanya kalau gosip yang ada itu tidak benar.
Yoongi baru mau sampai ke kelas Seokjin saat ia melihat Wonho sudah melambaikan tangan menyambut Seokjin, "Seokjin"
"Hai" Seokjin ikut melambaikan tangannya. Ia juga melihat Jihoon dan Woojin yang berada dibelakang Wonho tengah tersenyum padanya.
Yoongi mengelus rambut Seokjin, "Pergilah. Belajar yang baik ne. Nanti jam pulang, hyung jemput kalau tidak sibuk"
"Ne hyung" Yoongi tersenyum dan membiarkan Seokjin meneruskan langkahnya menuju kelasnya. Yoongi berbalik dan menuju ruang OSIS tempat yang akan selalu ia datangi pertama sebelum kelasnya.
"Selamat pagi Seokjin" ucap Woojin menyambutnya saat Seokjin sudah berada di depan mereka. Jihoon tersenyum menatap Seokjin sedangkan Wonho sudah memeluknya seekilas.
"Pagi" jawab Seokjin. Mereka berempat kemudian memasuki kelas. Sudah banyak siswa yang sudah berada di kelas, beberapa ada yang menatap Seokjin namun tidak mengatakan apapun. Seokjin sendiri tidak peduli sebenarnya, namun 3 orang yang berada disampingnya yang panas sendiri hingga tanpa sadar menatap tajam siswa yang berani menatap Seokjin.
"Sungguh kemarin itu sekolah benar-benar heboh karena kau dan Yoongi hyung" ucap Jihoon sambil duduk dikursinya.
Woojin menganguk heboh, "Dan mereka menyerbu Wonho untuk menanyakan tentang hubunganmu dengan Yoongi hyung"
Wonho menatap Seokjin dengan tatapan sendu, "Maaf ya Seokjin, aku memberitau mereka kalau kau adik Yoongi hyung"
Seokjin yang mendengarnya hanya tersenyum saja. Ia menepuk bahu Wonho pelan, "Tidak apa-apa. Lagipula itu juga kemauan Yoongi hyung sendiri"
Mereka bertiga mengangguk mengerti dan melanjutkan obrolan mereka tentang beragam hal. Seokjin menaruh tasnya dan menyiapkan peralatannya untuk pelajaran pertama. Ia lalu mengambil buku dalam tasnya, namun tanpa sengaja ia menyenggol tempat pensilnya hingga terjatuh. Namun belum sempat mengambilnya, tangan seseorang sudah lebih dulu mengambilnya dan meletakkan kembali di meja Seokjin.
Seokjin yang melihatnya tersenyum, "Terima kasih, Guanlin"
Guanlin yang kembali duduk dikursinya setelah membantu Seokjin hanya mengangguk sekilas, "Lain kali hati-hati" Seokjin mengangguk mengiyakan.
"Eh itu dia"
Ucapan Woojin yang berbisik membuatnya menoleh padanya, ia mengikuti arah pandangan Woojin yang ternyata menatap Seulgi yang baru memasuki kelas. Dan beruntung anak itu tidak menatap Seokjin.
"Kau tau tidak, kemarin saat Yoongi hyung menjemputmu wajah wanita itu tampak terkejut sekali. Aku sampai ingin tertawa, lucu sekali wajah terkejutnya itu sampai aku gemas ingin memukulnya" ucapan Woojin membuat Wonho dan Jihoon tertawa.
"Dengan begini dia lebih bisa menahan diri untuk menganggumu lagi. Dan aku masih kesal dengan tingkahnya kemarin" ucap Jihoon menambahkan.
Seokjin hanya mengangguk. Ia berharap Seulgi bisa berhenti menganggunya, karena bagaimanapun ia merasa tidak nyaman dengan kehadiran siswi tersebut, dimanapun itu.
Wonho merangkul bahu Seokjin, "Kau tenang saja, ada kami disini yang akan selalu bersamamu"
"Terima kasih" ucap Seokjin tersenyum. Mereka bertiga tengah berbicara saat Seokjin menyadari ada note kecil disamping tempat pensilnya. Seokjn celingukan mencari siapa yang menaruh note ini. Ia mengambilnya dan membacanya tanpa sepengatahuan Wonho, Jihoon, dan Woojin.
'Teruslah tersenyum. Karna aku senang melihatnya'
Seokjin yang membacanya jadi tersenyum. Ia lalu melihat dibelakangnya masih ada note lagi.
'Tapi senyumanmu semakin membuatku jatuh'
Seokjin mengernyit. Jatuh? Tidak sakit kan?
Seokjin menggeleng masih dengan senyumannya dan menyimpan note tersebut didalam tas. Tanpa mengetahui seseorang ikut mengembangkan senyumannya saat melihatnya tersenyum.
.
.
.
tbc
