Sunbae Or Hyung
.
All member BTS other
Family, brother complex
School life (AU)
.
.
.
Part 14
.
.
.
Author Pov
Jam pelajaran berjalan lancar seperti biasanya. Siswa-siwi teman sekelas Seokjin juga tidak terlalu banyak tanya mengenai masalah Yoongi dan Seokjin. Jadinya Seokjinpun juga tidak tergangu sama sekali, dan diapun juga tidak terlalu ambil pusing karena Yoongi bilang ia tidak perlu mengkhawatirkan hal yang terjadi di sekolah.
Setelah menyelesaikan 2 mata pelajaran tiba saat jam istirahat. Belum sempat Seokjin beranjak dari duduknya, seseorang sudah berdiri menghalanginya. Dan saat ia lihat ternyata Kang Seulgi lagi.
Wonho yang melihat itu langsung menarik Seokjin ke belakang tubuhnya. Jihoon dan Woojin masih duduk di tempat mereka, melihat situasi lebih dulu.
"Apa yang kau inginkan?" ucap Wonho sarkas. Sedangkan Seulgi masih terdiam memandang tajam Wonho. Belum sempat bicara,
"Hai Seokjin!"
Diambang pintu terlihat Kang Daniel berdiri dan beranjak menuju bangku Seokjin.
"LinLin halo" Belum sempat menemui Seokjin Daniel lebih dulu merangkul Guanlin yang duduk didepan Seokjin. Guanlin sendiri tak terlalu peduli dan fokus merapikan bukunya.
"Eh Daniel kenal Guanlin?" tanya Seokjin penasaran. Seulgi mengeram kesal karena keberadaannya seolah tak terlihat karena kedatangan Daniel ini.
Daniel sendiri tersenyum manis dan mengangguk, "Guanlin teman sekelasku dulu saat di junior high school. Tapi disini kami beda kelas. Sepertinya aku tidak seberuntung dirinya" ucanya tertawa saat Guanlin menatapnya tajam.
Daniel melepas rangkulannya dan menatap Seulgi yang terlihat kesal, "Oh, kau lagi. Hai"
Tanpa mempedulikannya Seulgi beranjak pergi meninggalkan Seokjin. 'Awas saja kau Kang Daniel'.
"Hai Daniel. Aku kira kau akan langsung ke kantin seperti janji kita kemarin" ucap Wonho yang sudah tenang karena kepergian Seulgi ia mulai membereskan barangnya yang ia lupakan sebentar.
"Aku menyusul kemari saja, kita bisa berangkat bersama"
"Kau tidak ada teman di kelasmu ya?" tanya Woojin merangkul bahu Daniel mengajaknya keluar diikuti Jihoon, Wonho dan Seokjin.
"Ada. Tapi mereka sudah duluan ke kantin"
Seokjin melirik Guanlin yang masih duduk dengan tenang, "Tidak ke kantin?"
Guanlin menatap Seokjin yang berada tidak jauh darinya, "Duluan saja"
Seokjin tersenyum dan mengangguk lalu kembali melangkah. Meninggalkan Guanlin yang masih terdiam dengan telinga yang memerah, "Kenapa senyumnya manis sekali"
.
Suasana kantin yang begitu ramai tak membuat ke 5 orang yang baru sampai itu susah mencari tempat. Karena kantin sekolah mereka memanglah sangat luas. Lagipula sebagian dari mereka memilih area outdor untuk menikmati makan siang.
Seokjin tengah terduduk menunggu pesanannya yang tengah dipesan oleh Wonho, Daniel dan Woojin. Seokjin sudah tidak lagi membawa bekal karena ia ingin makan di kantin seperti hyung-hyungnya. Lagipula Seokjin juga sudah besar kan?
Jihoon yang berada disampingnya tengah sibuk dengan ponselnya, entalah apa yang dilakukan temannya ini.
"Hai Seokjin"
Tanpa diduga Chanyeol duduk disamping Seokjin membuatnya sedikit terkejut. Jihoon memandangnya kaget sedangkan sang empunya hanya tersenyum memandang Seokjin.
"Ah Chanyeol hyung, aku kira siapa" ucap Seokjin balas tersenyum.
"Sudah pesan makanan?"
"Sudah hyung. Wonho yang mengambilkannya"
Chanyeol mengangguk, ia lalu menatap Seokjin intents, "Kau benar adiknya Yoongi ya, Seokjin?"
Seokjin tersenyum mendengarnya, "Ne hyung. Yoongi hyung itu hyungnya Seokjin"
"Tapi kenapa ia tidak mengatakannya dari awal?" Chanyeol menatap Seokjin heran, yang dibalas gelengan Seokjin.
"Aku juga tidak tau hyung"
Chanyeol menghela napas. Mendapatkan Seokjin saja sudah sangat kesulitan, ini ditambah lagi rintangannya kalau Yoongi adalah kakak Seokjin. Apa ia harus menyerah sebelum memulai? Oh tentu saja tidak.
"Oh ya Seokjin, kemarin saat kita bicara mengenai pacaran, kau bilang kalau pacaran harus saling mencintai, dan kau bilang kalau kau tidak mencintai hyung kan?"
Seokjin kembali mengingat pembicaraan antara dirinya dan Chanyeol. Seokjin mengangguk mengiyakan.
"Tapi hyung sudah mencintaimu Seokjin. Bagaimana?"
Seokjin menatap Chanyeol sejenak. Lalu ia mulai tersenyum, "Kalau begitu terima kasih sudah mencintaiku hyung"
Jihoon membalikkan badannya menahan tawa saat melihat wajah syok Chanyeol yang menggelikan. Oh ya ampun, Jihoon merasa bersyukur sekali atas jawaban Seokjin jadi ia bisa menertawakan sunbaenya ini.
"Ah itu.."
PLAK
"Aduh!"
"Ternyata kau disini anak nakal"
Seseorang yang memukul Chanyeol barusan menyadari keberadaan Seokjin dan tersenyum, "Oh adik Yoongi. Halo Seokjin"
Seokjin yang belum mengenal sunbaenya itu hanya tersenyum kecil, "Halo sunbae"
Sunbae tersebut menggeleng, "Bukan sunbae, tapi hyung. Panggil aku.."
"Aish Suho hyung, kenapa kau memukulku?"
Sunbae tersebut adalah Kim Joonmyeon atau biasa dipanggil Suho. Salah satu anggota OSIS juga. Mendengar protesan Chanyeol membuat Suho menjewer telinganya itu.
"Hyung aduh!"
"Kita ada rapat. Jadi sebelum Yoongi marah, segera ke ruang OSIS sekarang. Percintaanmu itu urusan nanti. Ayo."
Suho melepas jewerannya membiarkan Chanyeol mengusap telinganya yang memerah. Ia menatap Seokjin yang masih melihatnya, "Panggil Suho hyung saja ya Seokjin. Kalau begitu hyung permisi dulu"
"Ne hyung" ucap Seokjin tersenyum.
"Aku juga pergi dulu ne. Bye Seokjin" Chanyeol sedikit mengusak rambut Seokjin sebelum beranjak pergi menyusul Suho.
Seokjin sendiri hanya menggeleng saja tak peduli. Jihoon yang daritadi seolah tak berada disana langsung berbalik menghadap Seokjin. ia merapikan rambut Seokjin yang sedikit berantakan, "Chanyeol sunbae itu sangat menginginkamu sepertinya"
Seokjin menatap Jihoon tak mengerti, "Maksudnya?"
Jihoon menatap gemas Seokjin lalu memeluknya erat, "Tidak tidak. Tak usah pikirkan itu, biarkan itu menjadi urusan ku, Woojin dan Wonho nanti. Yang perlu kau lakukan tetap jadi anak manis saja"
Seokjin sama sekali tak mengerti jadi ia hanya mampu mengangguk saja. Sampi akhirnya 3 teman mereka datang membawa makanan dan mereka makan dengan tenang. Saat mereka semua sedang menikmati makanannya, seseorang menepuk bahu Seokjin.
"Hai Seokjin"
"Oh Yugyeom hyung" ucap Seokjin setelah menghentikan makannya. Yugyeom yang melihat itu jadi merasa bersalah.
"Maafkan aku menganggu makanmu. Hyung hanya ingin menyapamu saja, lanjutkan saja makannya ne. Hyung pergi dulu" Yugyeom mengelus rambut Seokjin dan beranjak pergi.
Sudah jelas kalau ada Yugyeom pasti ada Jaebum. Dan Wonho sudah sangat jelas tidak suka itu, ia bahkan sudah memandang tajam seniornya itu. Tapi sepertinya Jaebum tidak merasakan itu, ia tetap berjalan santai bersama Yugyeom tanpa memandang Wonho. Bahkan saat mereka pergi Jaebum hanya menyapa Seokjin seorang. Wonho jelas senang, sekaligus heran. Haruskah ia bersyukur subaenya itu tidak mengganggunya lagi?
"Sepertinya Seokjin sangat terkenal ya? Apalagi setelah seluruh siswa sekolah tau kalau dia adik Yoongi sunbae"
"Bahkan sebelum satu sekolah tau sudah ada yang terang-terangan mendekati Seokjin" ucap Woojin setelah menyelesaikan makannya. Sedangkan Seokjin tidak mempedulikan apa yang mereka bicarakan meskipun mereka membicarakan dirinya, ia tengah sibuk makan sekarang.
Daniel menatap Woojin, "Benarkah?"
"Tentu saja" Wonho menjawab, "Salah satunya tadi itu, Yugyeom sunbae. Dan kalau tidak salah yang kemarin itu Chanyeol sunbae"
"Dan sunbae itu tadi juga menemui Seokjin" ucap Jihoon menambahkan.
"Benarkah?!" seru mereka bertiga.
"Wah Seokjin, kau menarik perhatian banyak orang. Kalau aku ikut tertarik juga bagaimana?"
Ucapan Daniel membuat Jihoon, Wonho, dan Woojin langsung menatapnya tajam.
"Memang kau siapa?!"
"Kau punya apa?!"
"Kau hanya ingin main-main saja kan?!"
"Woh woh tenang teman-teman sekalian, aku hanya bercanda" ucap Daniel mengangkat tangannya.
"Kalian sedang apa?" tanya Seokjin setelah ia selesai makan.
"Tidak ada apa-apa" jawab mereka berempat serempak. Seokjin hanya mengangguk saja.
Setelah selesai mereka kembali ke kelas. Daniel sendiri juga semakin akrab dengan mereka berempat seolah mereka sudah melupakan bercandaan Daniel mengenai ketertarikannya pada Seokjin.
"Aku masuk dulu ya. Tidak apa-apa kan kalau setiap hari aku ke kantin dengan kalian?" Memang kalau dari kantin jelas mereka akan sampai lebih dulu di kelas Daniel.
"Tentu saja. Kau kan teman kami sekarang" ucap Wonho menepuk bahu Daniel.
"Lagipula menyenangkan juga kalau semakin banyak teman" ucap Seokjin tersenyum.
Daniel tersenyum menatap teman-teman barunya ini, "Terima kasih ya sudah mau berteman denganku. Kalau begitu segeralah ke kelas, sebentar lagi bel masuk berbunyi"
"Baiklah. Bye Daniel" ucap Jihoon lalu merangkul Seokjin yang tengah melambaikan tangannya pada Daniel.
"Sampai jumpa" ucap Wonho dan menarik Woojin yang juga melambaikan tangannya dengan heboh.
Daniel hanya menggelengkan kepalanya, "Andai saja kita satu kelas" Daniel beranjak masuk ke kelasnya. Dan beberapa saat kemudian bel masuk berbunyi.
.
Beberapa jam kemudian, akhirnya waktu pulang sudah tiba. Semua siswa sudah berhamburan untuk pulang, termasuk Seokjin. Tapi saat ini ia sudah berada di depan ruang OSIS menunggu Yoongi, karena hyungnya masih ada rapat. Jadinya Seokjin menunggu disana. Sedangkan 3 temannya sudah pulang duluan atas paksaan Seokjin. Sebenarnya mereka ingin menemani Seokjin, namun karena Seokjin yang memaksa ya sudah akhirnya ia sekarang sendirian.
Sekolah sudah hampir sepi karena sudah lewat 15 menit dari jam pulang. Seokjin yang ingin ke kamar mandi meletakkan tasnya dibangku depan ruang OSIS. Beruntung kamar mandinya tidak jauh dari tempatnya berada. Setelah selesai dengan urusannya, saat baru keluar dari kamar mandi, Seokjin melihat Yugyeom yang berdiri dihadapannya.
"Yugyeom hyung" ucap Seokjin menyapa sebentar lalu melewatinya.
Belum sempat jauh berjalan, Seokjin merasa tangannya dipegang seseorang dan itu lagi-lagi Yugyeom. "Ada apa hyung?"
Yugyeom hanya terdiam sambil menatap Seokjin. Tangannya masih setia memegang tangan Seokjin. Sedangkan sang empunya tidak mengerti apa yang diinginkan sunbaenya ini.
"Hyung.."
"Seokjin, boleh hyung minta sesuatu?"
Seokjin menatap Yugyeom heran, tapi ia mengangguk, "Apa hyung?"
Yugyeom masih menatap Seokjin, sebelum akhirnya menghela napas, "Bisakah kau sedikit menjauhi Chanyeol hyung?"
"Ne?"
Yugyeom menatap Seokjin tajam, "Menjauhlah dari Chanyeol hyung"
Seokjin menatap aneh Yugyeom, "Tapi kenapa hyung?"
"Kau tidak perlu tau, cukup menjauh dari Chanyeol hyung. Dia berbahaya"
"Tapi.."
"Tidak ada tapi-tapian Seokjin" Yugyeom tanpa sadar meninggikan suaranya. Seokjin yang terkejut karena suara Yugyeom menatapnya merasa bersalah.
"Hyung.."
Yugyeom meremas bahu Seokjin, ia bahkan meringis saat merasa sakit dibahunya, "Hyung sudah memperingatimu kalau..."
"Apa yang kau lakukan!"
Seseorang langsung menepis tangan Yugyeom dan menarik Seokjin kesisinya. Seokjin menunduk karena ia merasa takut dengan Yugyeom.
"Diam kau Jeon"
Ternyata Jeon Jungkook.
"Kau yang diam! Tidak lihat kalau Seokjin ketakutan saat bersamamu!" Yugyeom menatap Seokjin yang berada disamping Jungkook dan tanpas sadar Seokjin perlahan menyembunyikan dirinya dibelakang Jungkook. Yugyeom yang baru sadar akan tingkahnya merasa bersalah.
"Seokjin...aku.."
"Cukup! Jangan macam-macam kau. Kalau kau kembali melakukan sesuatu pada Seokjin, aku akan melaporkannya pada Yoongi hyung"
Jungkook menarik pelan Seokjin untuk melangkah bersamanya. Meninggalkan Yugyeom yang meratapi kesalahannya karena tersulut emosi. Ia tidak suka saat Seokjin didekati orang lain. Ia memukul keras dinding ruangan didepannya hingga tangannya memerah. "Sialan kau Kim Yugyeom!"
.
Jungkook membawa Seokjin ke taman belakang sekolah. Ia dengan pelan mendudukkan Seokjin dibangku sedangkan ia bersimpuh dihadapannya. Jungkook bisa melihat Seokjin yang bergetar karena takut. Ia mengeram pelan, marah atas kelakukan salah satu temannya itu. Beruntung ia terlambat masuk ruang OSIS, dan bisa bertemu Seokjin.
Jungkook menggenggam tangan Seokjin dan mengecupnya pelan. Ia mengelus tangan itu sampai ia merasakan Seokjin berhenti gemetar.
"Seokjin..sayang.."
Seokjin mengangkat kepalanya dan menatap Jungkook dengan mata yang berkaca-kaca, "Hyung.."
"Sstt...hyung disini...Seokjinie tenang ne" ucap Jungkook mengelus pipi Seokjin. Tanpa sadar setetes air mata jatuh perlahan melewati pipi gembilnya itu.
"Jangan menangis ne" Jungkook yang tidak tega langsung menarik Seokjin kepelukannya. Ia mengelus punggung Seokjin menenangkannya. Sedangkan Seokjin mencoba untuk tenang dan tidak menangis.
"Jinnie takut hyung"
Jungkook semakin mengeratkan pelukannya pada Seokjin.
"Yugyeom hyung membentak Jinnie"
Ia sungguh tidak akan memaafkan Yugyeom untuk masalah ini.
"Maafkan Yugyeom hyung ne. Nanti biar Jungkook hyung beri hukuman. Sekarang Seokjinie tenang, hyung bersamamu sekarang"
Jungkook bisa merasakan Seokjin mengangguk pelan. Jungkook tidak habis pikir apa yang berusaha dilakukan Yugyeom itu. Mereka bahkan tidak pernah berkata kasar pada Seokjin, ini orang lain malah membentak.
SREK
"Siapa disana?!" seruan Jungkook membuat Seokjin menoleh kearahnya.
"Cepat keluar sebelum aku menghabisimu" ucap Jungkook tak lupa menutup sekilas telinga Seokjin agar tak mendengar yang ia katakan.
Seokjin yang tidak mengerti melepas pelukannya dan melihat sekitarnya. Tidak ada siapa-siapa. Lantas Jungkook bicara dengan siapa?
Sesaat tidak ada yang terlihat keluar. Belum sempat Jungkook menuju tempat suara barusan, seseorang berjalan perlahan mendekati Jungkook dan Seokjin yang sudah ia tarik kebelakang tubuhnya.
"Eh"
Jungkook menoleh kearah Seokjin yang terkejut saat melihat seseorang yang sudah berdiri dihadapannya ini.
"Seokjinie kenal?"
Seokjin mengangguk, "Dia teman Seokjin, hyung. Guanlin"
Ternyata yang bersembunyi itu Guanlin. Ia menunduk merasa bersalah karena mengikuti mereka berdua.
Jungkook menatapnya tajam. "Sejak kapan kau mengikuti kami?"
Guanlin sedikit mengangkat kepalanya, "Maaf sunbae. Saat Seokjin bertemu dengan Yugyeom sunbae saya sudah disana"
Jungkook mengernyit heran, "Kau mengikuti Seokjin?"
Guanlin terkejut dengan ucapan Jungkook, "Tidak sunbae. Saya tidak"
"Kau mengawasinya begitu?"
"Tidak. Saya hanya ingin menemani Seokjin karena ia terlihat sendirian, sunbae. Maafkan atas kelancangan saya"
Jungkook yang medengarnya hanya diam saja. Kalau dilihat sih Guanlin ini sepertinya tidak ada niatan buruk pada Seokjin, Jungkook pikir dia anak baik. Tapi yang tidak baik itu hatinya. Mana ada orang yang mau membuang waktunya hanya untuk menemani seseorang kalau tidak ada rasa ketertarikan.
Jungkook menghelas napas, ia melihat Seokjin yang masih betah berdiri dibelakangnya. "Kau sekelas denganya, Jinnie?"
"Ne hyung"
"Dia baik padamu?"
Seokjin tersenyum, "Tentu saja. Dia juga sering membantu Jinnie"
Jungkook mengangguk mengerti. Ia lalu menarik Seokjin mendekat dan kembali menatap Guanlin "Aku akan memberitahukan sebuah rahasia padamu. Tapi aku harap kau bisa menyimpannya dan tidak mengatakannya pada siapapun"
Guanlin mengangguk, "Baik sunbae"
Jungkook yakin anak didepannya ini bisa menjaga rahasianya, "Aku hyungnya Seokjin"
Jungkook sudah mengira kalau Guanlin pasti akan terkejut, "Ne?! Tapi Yoongi sunbae"
"Yoongi hyung itu hyungku. Kami memang bukan saudara kandung, tapi Seokjin sudah ku anggap adikku dan Yoongi hyung seperti hyungku sendiri. Kami tinggal bersama, tapi tidak ada yang pernah tau hal ini. Kau siswa pertama yang tau. Tapi aku harap kau bisa menjaga rahasia ini baik-baik"
Guanlin masih terlihat terkejut dengan fakta barusan. Tapi ia mengangguk mengerti meskipun sebenarnya otaknya masih memproses semua informasi ini.
"Rapat OSIS masih belum selesai. Kau mau menemani Seokjin menunggu Yoongi hyung? Aku harus kembali kesana juga sekarang"
"Ah ne sunbae. Saya akan menemani Seokjin sampai Yoongi sunbae selesai" ucap Guanlin. Ia masih canggung berhadaan dengan Jungkook meskipun ia tau fakta kalau Jungkook kakak Seokjin.
"Dan berhenti memanggilku sunbae. Cukup hyung saja"
"Ne hyung"
Jungkook mengangguk dan menatap Seokjin disampingnya, "Nah Seokjinie sekarang bersama Guanlin dulu ne, sampai Yoongi hyung selesai rapat. Kookie hyung juga harus ikut rapat sekarang. Baik-baik disini ne"
"Ne hyung" ucap Seokjin sambil tersenyum.
"Manis sekali. Hyung pergi dulu ne" ucap Jungkook lalu mencium kening Seokjin membuat Guanlin sedikit memalingkan wajahnya melihat pemandangan itu.
Jungkook lalu menepuk bahu Guanlin, "Titip Seokjin ne"
"Ne hyung"
Jungkook lalu beranjak meninggalkan Seokjin dan Guanlin. Seokjin sendiri kembali duduk dibangku sedangkan Guanlin masih berdiri canggung disampingnya.
"Ah apa kita kembali ke ruang OSIS saja, kalau kita menunggu disini takutnya Yoongi hyung mencariku nanti" ucap Seokjin sambil menatapnya.
Guanlin sendiri hanya mengangguk sekilas, "Tidak apa-apa. Ayo kesana"
"Ayo"
Tanpa sadar Seokjin menarik pelan tangan Guanlin mengajaknya berjalan bersama. Membiarkan Guanlin yang sudah merasakan panas diwajahnya. Seokjin sendiri terus tersenyum seolah melupakan kejadian antara dirinya dan Yugyeom tadi.
"Aku sempat mengira Jungkook hyung akan marah padaku"
Seokjin hanya menoleh sekilas, "Kookie hyung orangnya baik kok"
Guanlin tersenyum mendengarnya, "Ne dia sangat baik"
'Tapi saat tau aku menyukaimu apa Jungkook hyung akan tetap baik?'
Guanlin menggelengkan kepalanya, itu urusan nanti saja. Ia sekarang masih menikmati sedikit kebahagiaan yang diberikan Tuhan karena bisa menggenggam tangan Seokjin.
.
.
.
tbc
Hai semuanyaaaa
Maaf ya updatenya lama
terima kasih atas semua dukungan kalian untukku, dan untuk ceritaku
semoga hari kalian menyenangkan
dan semoga cerita ini selalu bisa menghibur kalian
