The Blonde Flugel

.

Naruto by Masashi Kishimoto

Highschool Dxd by Ichiei Ishibumi

.

Pair : Naruto x Irene x Lilith

.

Warning : Typo, OOC and etc.

.

Genre : Action, Martial Art, Supranatural and etc.

.

Summary : Flugel, ras yang terlupakan dan dianggap punah tanpa disangka tersisa seorang flugel yang masih hidup dengan dua perempuan disisinya.

.

Chapter 1


Great War, perang besar yang melibatkan 3 fraksi yaitu Malaikat, Malaikat Jatuh dan Iblis serta para naga yang datang tiba - tiba ke medan perang. Dalam perang tersebut berawal dari Underworld yang ditinggali fraksi Iblis merasa terganggu dengan kehadiran fraksi Malaikat Jatuh yang ingin memperluas wilayah di underworld dan karena hal itu memicu kemarahan fraksi Iblis sehingga terjadilah perang antara Iblis dengan Malaikat Jatuh, perang yang awalnya hanya berada di Underworld mulai merambah ke dunia manusia sehingga banyak manusia mati bahkan ras lain yang tidak mengerti apapun mengalami kepunahan.

Ditengah - tengah perang yang sedang berlangsung, muncul dua orang yang dilihat - lihat memiliki postur tubuh remaja tetapi wajah mereka ditutupi oleh topeng polos, orang pertama berjenis kelamin laki - laki jika dilihat dari rambutnya yang berwarna pirang dan memiliki sayap dipunggung seperti malaikat tanpa tanda halo dikepalanya sedangkan orang kedua memiliki penampilan seperti perempuan dengan rambut berwarna merah gelap yang dikucir dua sambil memegang tongkat sihir yang ujungnya berbentuk seperti tanduk rusa dan memiliki aura seperti naga. Setiap pemimpin dari ketiga fraksi itu melihat kedatangan kedua sosok itu sedikit terkejut, karena yang mereka tahu ras Flugel telah punah 10 tahun yang lalu karena telah dibantai oleh beberapa dewa yang dibantu Iblis dan Malaikat Jatuh karena eksistensi mereka yang mengerikan. Mereka mengacaukan perang itu dengan membantai sebagian pasukan Iblis dan Malaikat Jatuh sedangkan pasukan Malaikat mereka biarkan saja, sosok laki - laki itu hanya menggunakan pedangnya untuk membantai kedua fraksi itu dan dibantu oleh penyihirnya . Setelah melakukan pembantaian tersebut, mereka menghilang begitu saja dan meninggalkan kerugian yang besar bagi bangsa Iblis dan Malaikat Jatuh. Tidak sampai disitu, sesaat setelah kedua sosok itu menghilang kemudian mereka kedatangan eksistensi dua Naga Surgawi yaitu Albion dan Ddraig. Kami-sama yang melihat itu turun langsung dari surga untuk menghentikan Ddraig dan Albion yang ia jadikan Sacred Gear juga menyegel Trihexa yang dibayar dengan kematian-Nya.

Ketiga Fraksi akhirnya gencatan senjata dan mengakhiri perang tersebut dengan kerugian yang sangat berdampak besar bagi mereka terutama fraksi Malaikat yang baru saja kehilangan sosok Ayah bagi mereka. Beberapa tahun setelah perang itu berhenti, muncul sebuah perang yang berasal dari Dunia Bawah yang dilakukan antara Anti-Satan Faction dengan Old Satan Faction. Perang itu berlangsung cukup lama karena kekuatan dan pengalaman dari Old Satan Faction yang lebih banyak ketimbang Anti-Satan Faction. Mereka sempat mendesak Anti-Satan Faction tetapi tanpa diduga oleh kedua kubu, sosok yang yang dijuluki Blonde Flugel muncul dalam Great War kini berada diantara mereka ditemani partnernya. Tetapi penyihir yang bersama Flugel tersebut terlihat berbeda dari yang dulu, penyihir yang dulu berbut merah gelap sedangkan sekarang memiliki rambut merah pudar sampai pinggang dan seutas poni yang dijalin lalu berpakaian blus putih tanpa lengan dan kacamata di bagian mata topeng. Tanpa menunggu lama, sosok Flugel tersebut maju menyerang Old Satan Faction dan membabat habis pasukan mereka dan diawasi dari belakang oleh penyihir itu yang sedang membidik dengan senjata anti-tank miliknya sedangkan Anti-Satan Faction hanya diam melihat pembantaian itu.

"Hanya ini yang bisa kubantu untuk kalian, jangan melakukan perang yang tidak berguna lagi." ujarnya kepada semua Anti-Satan Faction yang sedang menatapnya. Salah satu dari mereka maju kedepan menghadap Flugel itu lalu mengucapkan terima kasih dengan menundukkan badannya diikuti semua Iblis yang berada disitu. Dia hanya diam lalu menghilang menuju tempat partnernya dan meninggalkan tempat itu.

Semua Iblis yang berada disitu akhirnya kembali dengan membawa kemenangan untuk mereka, kemudian 4 orang yang dianggap berjasa dalam perang tersebut diangkat menjadi pemimpin iblis di dunia bawah yaitu Sirzech Gremory menjadi Maou Lucifer, Ajuka Astaroth menjadi Maou Beelzebub, Falbium Glasya-Labolas menjadi Maou Asmodeus dan Serafall Sitri menjadi Maou Leviathan setelah memenangkan duelnya dengan Grayfia Lucifuge. Mereka tidak akan melupakan jasa sosok yang dijuluki Blonde Flugel itu atas bantuannya mengalahkan Old Satan Faction.


Disebuah apartemen yang cukup mewah tepatnya dikamar itu, seorang pemuda sedang tidur yang ditemani perempuan berambut merah gelap yang hanya memakai kaos dan celana dalam yang menutupi tubuhnya tetapi kaos itu kelihatan sesak karena dada besar miliknya. Keduanya masih tertidur sebelum seorang perempuan masuk ke kamar itu dan membangunkan mereka berdua.

"Hey, bangunlah kalian berdua...Ini sudah pagi."

"Engghh..." keduanya mulai mengerjapkan matanya dan mendudukkan dirinya ditempat tidur.

"Ohayou Naru-kun...Ohayou Irene-chan." ujar perempuan satunya kepada mereka.

"Ohayou Lilith-chan." ujar Naruto dan Irene bersamaan membalas Lilith.

"Kita akan masuk ke Kuoh Akademi bukan, Naru-kun?" tanya Lilith kepada Naruto yang sedang meregangkan tubuhnya.

"Ah iya...Aku akan mandi sekarang, kau ikut?" goda Naruto sambil tersenyum tipis kearah Lilith yang merona tipis mendengar itu.

"Kita masih belum boleh melakukan hal itu, Naru-kun." tolak Lilith sambil membereskan tempat tidur itu.

"Hmm...Kita sudah bersama sejak lama lho~"

"Lebih baik kau mandi sekarang jika tidak akan kutembak kau!" sahut Lilith sambil mengeluarkan pistol sihirnya. Naruto yang melihat Lilith mengeluarkan senjatanya langsung berkeringat dingin.

"O-oke." Naruto mulai berjalan menuju kamar mandi yang dipakai Irene dan mandi agar tidak terlambat di hari pertamanya sekolah.

Penampilan Naruto saat ini memiliki tubuh atletis dengan tinggi 178cm, berambut pirang pada bagian dalam sedangkan ujungnya berwarna merah dengan bentuk rambut belah tengah dan beberapa poni menutupi matanya (rambut ayanokouji). Wajah tampannya ditambah mata berwarna emas dan sekarang tubuhnya dibalut blazer Akademi Kuoh.

Penampilan Irene saat ini tubuhnya seperti perempuan berumur 20 tahun, berambut merah gelap yang dikucir dua yang berada di depan dan memiliki warna mata hitam. Penampilannya saat ini memakai atasan hitam memiliki lubang seperti berlian yang menampakkan dada bagian bawahnya yang begitu besar sampai bawah perut dan mengenakan rok hitam yang menutupi semua bagian bawahnya ditambah beberapa aksesoris seperti kalung berbentuk segi enam.

Penampilan Lilith saat ini seperti remaja lainnya yang berumur 17 tahun dengan tinggi 162cm, berambut merah pudar sampai punggung dan seutas rambutnya ditali yang berada di depan menambah kesan cantik padanya. Lilith sekarang menggunakan seragam seperti Naruto tapi versi perempuan diengan barret yang ia gunakan menambah kesan cantik padanya.

Ketiga orang itu sudah berada di meja makan dan memakan masakan yang dibuat Lilith. Mereka makan dengan suasana tenang dan sesekali Naruto mengawali pembicaraan yang mencairkan suasana di meja makan itu tepatnya menggoda Lilith yang sedari tadi tampak kesal dengan tingkahnya.

"Apa yang akan kita lakukan sekarang?" tanya Irene mengawali memecah keheningan setelah Naruto berhenti.

"Hmm, aku dan Lilith masuk ke akademi dan kau tidak ingin menjadi guru?" jawab Naruto dan balik bertanya kepada Irene yang melihatnya sedangkan Lilith masih diam dan menikmati makanannya.

"Aku malas mengajar dan itu hal yang merepotkan, Naru."

"Jika kau menjadi guru disana kita bisa bermesraan diatap-" belum sempat Naruto melanjutkan perkataannya, ia sudah dipukul Lilith yang terlihat memerah mendengar itu.

"Jangan membicarakan hal mesum!" sahut Lilith menceramahi Naruto yang mengaduh kesakitan sedangkan Irene tertawa renyah melihat Lilith yang memarahi Naruto.

"Kami belum melakukan itu kok, Lilith-chan. Cuma hal - hal kecil saja kok ufufu~" ujar Irene kepada Lilith yang beralih menatapnya.

"Kora kora~ jangan ikut - ikutan, Irene-chan."

"Kalian ini sudah berumur ratusan tahun dan masih gadis, ayo ki-" Naruto baru menyadari perkataannya mengingat hal tabu yaitu dilarang berbicara umur didepan perempuan, aura menyeramkan menguar dari dua perempuan itu yang mulai berdiri dan berada didepannya. Naruto langsung ketakutan melihat Lilith mengeluarkan grimoire dan Irene mengeluarkan tongkat sihirnya, tidak lama setelah itu terdengar suara ledakan diapartemen itu.

Akademi Kuoh, sekolah yang dulu dikhususkan untuk perempuan sekarang menjadi sekolah campuran setelah perundingan yang dilakukan pihak sekolah. Walaupun sekarang menjadi sekolah campuran tetapi perbandingan antara murid perempuan dan murid laki - laki berbeda jauh yaitu 8 : 3.

Naruto dan Lilith saat ini sudah berada didepan akademi Kuoh dan mulai berjalan masuk untuk memberikan surat mengenai kepindahan mereka yang akan bersekolah disitu. Lilith berjalan seperti biasa dengan senyum menghiasi wajahnya melihat sekolah barunya berbeda dengan Naruto yang terlihat kesakitan dengan dua plester menghiasi dahi bagian kiri yang membentuk huruf X.

"Kau merasakan aura diakademi ini kan?" tanya Naruto sambil merasakan aura iblis yang lumayan banyak.

"Um...Lagipula kita sudah menyamarkan aura kita seperti manusia biasa kan." jawab Lilith sambil menatap kearah Naruto, ia sedikit kasihan melihat Naruto kesakitan karena kejadian tadi.

"Apa masih sakit, Naru?" tanya Lilith sedikit khawatir.

"Uh, tidak terlalu sakit...Kalau kau menciumnya mungkin akan sembuh hehe." jawab Naruto yang membuat Lilith memerah, jujur Naruto sangat suka menjahili Lilith karena selama mereka bersama, Lilith tidak menyukai jika ada yang membahas hal - hal dewasa.

"B-baka." gumam pelan Lilith sedangkan Naruto tersenyum tipis mendengar itu. Sebuah suara dari belakang menginterupsi keduanya yang membuat Naruto tidak jadi melanjutkan kegiatannya.

"Siapa kalian? murid baru kah?" tanya seorang gadis berambut pendek menggunakan kacamata ditambah aura tegas disekelilingnya yang membuatnya tampak cantik sekaligus tegas secara bersamaan. Naruto dan Lilith kini sudah membalikkan badannya menatap gadis itu dan merasakan aura iblis yang berada dalam tubuhnya dan tampaknya ia bersama temannya yang juga memiliki aura yang sama.

"Ah, Perkenalkan namaku Asami Lilith sedangkan laki - laki disebelahku bernama Namikaze Naruto. Kami baru saja akan bersekolah disini, etto..." ujar Lilith menjawab pertanyaan gadis itu sambil sedikit membungkukkan badannya sedangkan Naruto hanya tersenyum tipis.

"Perkenalkan namaku Sona Sitri, Ketua OSIS disini dan disebelahku bernama Tsubaki Shinra, dia wakil Ketua OSIS." ujar Sona memperkenalkan dirinya dan Tsubaki yang membungkukkan badannya. "Kalian ingin pergi keruang kepala sekolah? Mengingat kalian murid baru, mau kami antar?" tanya Sona menawarkan bantuan kepada Naruto dan Lilith.

"Boleh jika itu tidak merepotkanmu, Kaichou." jawab Lilith dengan sopan mengingat Sona merupakan ketua OSIS di akademi ini. Mereka berempat kemudian berjalan menuju ruang kepala sekolah, Sona dan Tsubaki mulai mengenalkan beberapa tempat yang mereka lewati kepada Naruto dan Lilith. Cukup lama mereka berjalan akhirnya sudah sampai didepan ruangan bertuliskan kepala sekolah.

"Kurasa cukup sampai disini." ujar Sona.

"Baik, Terima kasih bantuannya." ujar Naruto dan Lilith sambil membungkukkan badannya.

"Sampai jumpa, Asami-san dan juga Namikaze-san." Sona dan Tsubaki mulai berjalan meninggalkan mereka berdua. Naruto dan Lilith masih diam ditempat mereka sampai Sona dan Tsubaki menghilang dari pandangan mereka berdua.

Tok! Tok! Tok!

Setelah Lilith mengetuk pintu dan mereka berdua diijinkan masuk oleh kepala sekolah.

"Ada urusan apa kalian berdua?" tanya kepala sekolah.

"Kami berdua murid baru disini, sensei."

"Ah, jadi kalian berdua." setelah selesai mengurus berkas mereka, kepala sekolah memberitahukan kepada Naruto dan Lilith jika mereka ditempatkan di kelas 2-C. Setelah memberitahukan beberapa hal, kepala sekolah itu memanggil salah seorang guru untuk mengantar mereka ke kelas yang akan mereka tempati. Cukup lama mereka berjalan dilorong, sampailah mereka dikelas yang bertuliskan 2-C. Guru itu menyuruh Naruto dan Lilith menunggu diluar sedangkan dia akan memberitahu guru yang mengajar dikelas itu. Beberapa saat kemudian kedua guru itu keluar, guru yang mengantar mereka pergi karena urusannya sudah selesai sedangkan guru yang mengajar menyuruh mereka menunggu sebelum dia panggil kedalam.

"Minna, kita kedatangan dua murid baru saat ini. Kalian berdua boleh masuk!" ujarnya setengah berteriak, setelah itu Naruto dan Lilith masuk yang membuat suasana kelas seketika langsung gaduh.

"Tampan sekali dia."

"Dia tampan melebihi Kiba-kun."

"Ugh, dia idamanku~"

"Wow, cantik sekali dia."

Beberapa perkataan keluar dari mulut semua murid yang berada dikelas melihat kedatangan mereka berdua.

Brak!

Sensei yang mengajar disitu menggebrak meja yang membuat suasana menjadi diam dan menatap sensei itu.

"Bisakah kalian diam? Biarkan mereka memperkenalkan diri mereka dulu, silahkan perkenalkan diri kalian." ujar Sensei itu.

"Perkenalkan namaku Asami Lilith, kalian bisa memanggilku Lilith. Mohon bantuannya, minna." ujar Lilith sambil menundukkan kepalanya.

"Perkenalkan namaku Namikaze Naruto, kalian bisa memanggilku Naruto. Mohon bantuannya." ujar Naruto sambil tersenyum tipis kearah calon teman sekelasnya.

"Baiklah, kalian bisa bertanya pada Lilith dan Naruto saat istirahat nanti. Kalian silahkan duduk dibangku kosong dekat Issei, Issei tolong angkat tanganmu." ujar sensei itu sambil menunjuk meja dibelakang Issei. Naruto dan Lilith kemudian berjalan menuju meja itu lalu duduk disitu. Mereka berdua menyadari jika Issei adalah iblis terlebih lagi mempunyai Sacred Gear Boosted Gear sedangkan gadis disebelahnya sama seperti Issei yaitu memiliki aura iblis dan memiliki Sacred Gear Twilight Healing. Naruto menyeringai merasa tertarik untuk mengetes kekuatan Boosted Gear ingin menantangnya lagi setelah lama tidak bertarung dengan naga itu, Lilith yang melihat itu langsung mencubit pinggang Naruto dan membuat Naruto meringis pelan. Keduanya mengalihkan pandangan kearah Issei yang terlihat ingin berkenalan dengan mereka berdua.

"Hai, Namaku Issei. Salam kenal Namikaze-san, Asami-san." ujar Issei sambil tersenyum kearah mereka.

"Perkenalkan Namaku Asia Argento. Salam kenal Namikaze-san, Asami-san." ujar Asia.

"Salam kenal Hyodou-san, Argento-san. Jangan terlalu formal pada kami, cukup panggil nama depan kami saja." balas Naruto membalas perkenalan Issei.

"Baik, Naruto-san, Lilith-san. Kalian juga harus memanggil nama depan kami." ujar Issei.

"Baik, Issei-san, Asia-san." Perkenalan mereka cukup sampai disitu karena pelajaran kembali dimulai.

Kring!

Bel akademi berbunyi menandakan pelajaran telah usai digantikan jam istirahat. Naruto dan Lilith berjalan menuju atap setelah menolak ajakan teman kelas mereka yang cukup banyak. Naruto dan Lilith tidak sengaja berpapasan dengan dua perempuan cantik sekaligus primadona sekolah ini yaitu Rias Gremory dan Akeno Himejima. Dua gadis itu menatap intens Naruto dan Lilith yang disadari oleh Naruto yang tersenyum kearah mereka berdua sedangkan Lilith hanya diam menatap lurus kedepan. Rias dan Akeno yang melihat Naruto tersenyum kearah mereka tersentak kaget dan membalas senyuman Naruto.

Setelah saling melewati, Naruto dan Lilith sebenarnya sudah merasakan aura iblis yang berasal dari Rias dan Akeno. Mereka juga merasakan aura malaikat jatuh yang berasal dari Akeno. Cukup lama mereka berjalan akhirnya mereka sampai diatap dan duduk disana sambil melihat pemandangan dari atap itu.

"Bagaimana perkembangan mode Aeshma milikmu?" tanya Naruto.

"Tinggal sedikit lagi aku bisa menguasainya dan aku sudah mengubah penampilannya, mengingat dirimu yang mesum itu." jawab Lilith mengenai mode Aeshma miliknya.

"Hee...Aku tidak mesum." ujar Naruto sambil menghela nafas kecewa. Lilith yang melihat kelakuan absurd Naruto tertawa pelan. "Oh ya, kudengar dari Irene jika dewa Apollo sedang berada dijepang." lanjut Naruto.

"Jangan bertindak seenaknya lagi, sudah cukup kau membunuh dewa perang itu. Kita menjadi buronan Olympus, kau tahu!?" sahut Lilith dengan nada kesal kearah Naruto yang tersenyum kaku.

Flashback

Naruto bersama Lilith dan Irene saat ini berada di pulau Cyprus yang terletak didekat Yunani. Mereka dalam perjalanan menuju ke Mesir untuk berlibur karena permintaan Lilith yang sangat ingin melihat patung Sphinx.

"Bisakah kita istirahat sebentar? Aku kelelahan saat ini." ujar Lilith yang menunjukkan wajah kelelahannya. Naruto dan Irene yang mendengar itu hanya menghela nafas.

"Sebentar lagi kita sampai, Lilith-chan. Jika kau kelelahan Naruto bisa menggendongmu." jawab Irene sambil menunjuk Naruto yang bersemangat untuk menggendong Lilith.

"T-tidak! Ayo lanjutkan perjalanannya." sahut Lilith, ia tidak suka jika ada orang yang menyentuhnya terlebih lelaki mesum seperti Naruto. Mereka yang masih sedari tadi terbang tiba - tiba terhenti karena Naruto diam ditempatnya.

"Kenapa denganmu?" tanya Irene. Naruto yang ditanyai hanya menyeringai seakan mendapatkan sesuatu yang menarik sedangkan Irene dan Lilith sudah bersama Naruto sejak dulu, memahami arti seringaian itu. Jika Naruto menyeringai berarti ia merasakan eksistensi yang kuat. Mereka kemudian mengikuti arah pandang Naruto dan menemukan dewa Ares yang sedang menaiki kereta kuda miliknya.

"J-jangan melawannya, Naru." ujar Irene yang kaget karena dewa Ares berada disekitar mereka. Mereka sebenarnya tidak takut dengan dewa itu tetapi Ares adalah anak dewa Zeus dan dewi Hera. Jika mereka membunuh dewa Ares, mereka akan diburu oleh Olympus. Itu merupakan hal yang sangat beresiko untuk mereka. Sudah cukup mereka mengacau di Great War dulu, pikir Irene dan Lilith.

"Tenanglah...Aku hanya akan membuatnya babak belur. Terlebih Lilith ingin istirahat bukan?" tanya Naruto sambil memandangi dewa Ares.

"Jangan! Kita pergi sekarang!" perintah Lilith tetapi diabaikan Naruto yang sudah menghilang. Keduanya hanya pasrah melihat itu dan mengawasi sekitar jika terdapat saksi mata. Sangat beresiko jika pertarungan itu diketahui pihak Olympus.

Dewa Ares saat ini akan kembali ke Olympus setelah menghancurkan sebuah kota dengan senjata miliknya. Ia sangat suka berperang dan ia tahu jika sifatnya membuat ia dibenci dewa yang berada di Olympus termasuk ayahnya, dewa Zeus. Sejenak ia memikirkan dewi Aphrodite yang berhasil mencuri hatinya, ia berencana menggodanya dan mengajaknya bermain setelah ia kembali ke Olympus. Terlalu asik dengan lamunannya, sebuah tendangan mengarah kepadanya dan membuat ia terpental jatuh ke bawah dengan kereta kuda miliknya.

Duar!

Naruto yang melihat tendangannya berhasil membuatnya tersenyum puas dan melihat dewa Ares yang mulai bangkit berdiri. Mengingat dewa Ares sangat suka berperang pasti ego yang tinggi dalam pertarungan.

"Sialan! Siapa kau!?" Ares terlihat marah karena diganggu orang itu.

"Yoo, aku Naruto."

"Mana sopan santunmu kepada dewa, rendahan."

"Kalahkan aku dulu, dewa busuk!" teriak Naruto sambil menyeringai, Ares yang mendengar itu menggeram marah.

Ares mulai mengeluarkan tekanannya secara gila - gilaan tetapi Naruto terlihat biasa saja dengan itu, seolah hanya angin lewat. Naruto mengeluarkan pedang miliknya saat Ares sudah menggenggam tombaknya, kelihatannya Ares ingin bertarung cepat. Tanpa aba - aba keduanya sudah menghilang dari tempat mereka.

Trang!

Bunyi senjata yang saling bergesekan, terlihat Ares kesusahan menahan tekanan yang Naruto berikan. Ia tidak menyangka tenaga Naruto melebihi miliknya. Tidak mau kalah, Ares memiringkan tombaknya sehingga pedang Naruto bergeser kesamping. Ares lalu mengayunkan tombaknya kearah kiri menuju kepala Naruto, tetapi Naruto menghilang dari pandangannya.

Naruto muncul diatas Ares sambil mengayunkan pedangnya yang masih bisa ditahan dengan tombak Ares. Melihat serangannya gagal, Naruto menendang kepala Ares dengan kuat. Ares yang melihat itu tidak sempat menghindar terpaksa menerimanya.

Duagh!

Ares mengusap kasar hidungnya yang mengeluarkan darah karena tendangan Naruto. Belum sempat ia melihat Naruto, orang itu sudah berada didepannya lalu menebas armor Ares. Darah mengucur deras dari dalam armor itu, Ares menjerit kesakitan merasakan tebasan Naruto. Baru kali ini ia melihat seorang manusia dapat membuatnya seperti ini, tapi luka itu segera beregenerasi karena bagaimanapun ia adalah seorang dewa. Pertarungan mereka berhenti karena teriakan seorang perempuan.

"Naru! Cepat selesaikan pertarunganmu! Aku merasakan beberapa pasukan Olympus kearah kita!" teriak Irene memperingati Naruto yang masih bertarung dengan Ares. Naruto yang mendengar itu mendengus pelan, ia bahkan belum lama bertarung dengan Ares. Sedangkan Ares yang baru menyadari jika ada orang lain selain mereka berdua. Ia menajamkan pandangannya keasal suara itu dan menemukan dua perempuan berambut merah, ia tertegun sejenak melihat kecantikan kedua perempuan itu. Ares menyeringai lalu menatap kearah Naruto yang masih melihat kearah dua perempuan itu.

"Oi, sampah! Jika kau berikan kedua perempuan itu padaku...Aku akan melepaskanmu." ujar Ares yang terlihat ingin sekali mendapatkan kedua perempuan itu. Naruto yang mendengar itu hanya diam karena menyadari rencana dewa perang itu.

"bajingan!"

"Aku akan mengulur waktu sampai pasukan Olympus datang dan menangkap kalian lalu akan aku buat kedua perempuan itu menjerit kenikmatan hahaha." teriak Ares kesetanan, sedangkan Lilith dan Irene yang mendengar itu mendecih pelan lalu menatap Naruto yang wajahnya tertutupi rambut pirangnya.

"Bajingan itu memancing amarah Naru...Lihatlah kemampuan berpedang Naru, Lilith-chan. Kemampuannya menjadi momok yang menakutkan bagi siapapun sekalipun lawannya adalah dewa." ucap Irene, sedangkan Lilith mengangguk pelan sambil melihat Naruto menyiapkan kuda - kuda berpedangnya. Pernapasan perut yang Naruto lakukan membuat asap keluar dari mulutnya.

Langit yang awalnya cerah menjadi hitam, udara diarea itu bertambah berat diiringi kilatan petir yamg menyambar beberapa pohon dan tanah yang menghasilkan kawah besar.

Ares yang merupakan dewa perang, baru kali ini merasakan ketakutan. Ia melihat Naruto yang dikelilingi petir berwarna kuning kemerah - merahan. Naruto dalam posisi kuda - kuda berpedangnya tiba - tiba muncul sayap kecil yang mulai memanjang di punggungnya, petir mengelilingi tubuhnya dan disaat bersamaan ia membuka matanya menampilkan mata berpupil salib berwarna emas menggantikan mata biru saffirnya.

Ares terkejut melihat itu perubahan Naruto, ia seakan kembali teringat sebuah ras yang dulu menjadi ancaman bagi eksistensi lainnya. Ras Flugel, ras yang disebut - sebut sebagai ras pembunuh dewa bahkan kekuatannya mengalahkan seorang dewa jika ia menguasai seluruh kemampuannya. Tidak ia sangka dapat bertemu dengan seorang Flugel lagi.

[Hiraishin]

Naruto menghilang dari tempatnya, Ares yang seorang dewa pun tidak bisa merasakan keberadaan Naruro. Ia merasakan tubuhnya gemetar ketakutan, sensasi ini tidak pernah ia rasakan sebelumnya bahkan ayahnya Zeus tidak membuatnya seperti ini. Tanpa ia sadari, Naruto sudah berada didepannya dengan mengeluarkan sedikit pedang dari sarungnya. Pedang itu sekilas terdapat lambang pusar dibilang pedang itu.

"Sshh..."

[Kaminari no Kokyu : Go no Kata : Retsu Kairai]

Setelah Naruto mengucapkan itu, petir berwarna kuning kemerah - merahan menyambar tubuh Ares yang perlahan diselimuti cahaya putih. Teknik pernapasan petir milik Naruto perlahan mengikis tubuh dewa Ares mulai dari kulit sampai bagian - bagian terdalam. Hari itu, Olympus kehilangan salah satu dewa terkuatnya yang ditandai dengan hawa keberadaan dewa Ares yang menghilang, dewa Olympus yang mengetahui itu segera mengerahkan pasukannya untuk mencari orang yang telah membinasakan anak dewa petir Zeus. Sejak saat itu, Naruto dengan Irene dan Lilith menjadi buronan walaupun pihak Olympus tidak mengetahui keberadaan mereka dan karena itulah mereka bertiga menetap dijepang.

Flashback End

Lilith yang sedang mengingat kejadian itu tiba - tiba tersentak kaget karena kepala Naruto bersender dibahunya. Ia berniat menegurnya tetapi tidak jadi karena terdengar dengkuran halus dari mulut Naruto. Lilith lalu mengelus kepala Naruto pelan sambil merasakan kelembutan rambut pirang itu.

Momen itu terpaksa berhenti karena mendengar suara pintu terbuka, Lilith lalu membangunkan Naruto sebelum seseorang melihat mereka.

"Asami-san?Namikaze-san?" Lilith yang mendengar namanya dipanggil segera menolehkan keasal suara itu dan mendapati Sona disitu.

"Kaichou." ujar Lilith dengan sopan sedangkan Naruto terlihat masih mengumpulkan kesadarannya.

"Sebaiknya kalian berdua segera kembali ke kelas, pelajaran akan segera dimulai." ujar Sona kepada mereka berdua.

"Baiklah kalau begitu...kami permisi dulu, Kaichou." setelah mengucapkan itu, Lilith menggaet tangan Naruto dan mengajaknya kembali ke kelas.

"Entah kenapa aura murid bernama Namikaze itu terasa aneh, aku harus mengawasi mereka berdua." batin Sona menyadari aura Naruto yang sedikit berbeda dari aura manusia kecuali Lilith yang menyamarkan auranya seperti manusia sedangkan Lilith langsung memberitahu Naruto yang secara tidak sadar mengeluarkan sedikit auranya.

Kring!

Pelajaran hari itu telah usai, Naruto dan Lilith bergegas pulang ke apartemen mereka. Keduanya tidak sengaja melihat Issei dan Asia berjalan bersama seorang murid yang mereka ketahui bernama Yuuto Kiba, Knight dari peerage Gremory. Kenapa mereka bisa tahu semua yang berada di Kuoh? Jawabannya adalah Lilith. Lilith adalah orang yang sangat teliti dan mengetahui berbagai informasi tentang tempat yang mereka tempati, tidak lupa ditambah dengan kecerdasan Naruto sebagai Flugel. Mereka tidak ambil pusing dengan berbagai makhluk di kota ini kecuali mereka mengusik dan membuat kegaduhan dikota ini, saat ini mereka termasuk Irene hanya ingin menjadi pendatang saja kecuali jika terjadi hal - hal yang memungkinkan untuk ikut campur.

Saat mereka sampai di apartemen, keduanya melihat Irene yang terlihat memikirkan sesuatu. Mereka saling menatap dan akhirnya memutuskan mengganti baju mereka dahulu sebelum menghampiri Irene. Naruto dan Lilith saat ini sudah mengganti seragamnya dengan pakaian biasa, keduanya berjalan lalu duduk di sofa. Lilith berada disamping Irene sedangkan Naruto duduk didepan mereka. Irene masih melamun dan tidak menyadari jika keduanya sudah duduk dengannya.

"Irene-chan." ujar Lilith pelan sambil menepuk pelan bahu Irene yang langsung tersentak menyadari Naruto dan Lilith.

"A-ah, kalian berdua sudah kembali ya." Naruto dan Lilith bingung melihat sikap Irene yang menurut mereka aneh saat ini. Irene tampak gelisah seperti memikirkan sesuatu.

"Tenangkan dirimu lalu ceritakan apa yang terjadi, Irene." ujar Naruto dengan nada lembut kepada Irene yang menatapnya, setelah beberapa menit ia memasang wajah yang serius tetapi perasaan gelisah masih terlihat. Irene memutuskan untuk menceritakan yang ia pendam.

"Kalian tahu bukan kalau aku setengah naga?" tanya Irene kepada Naruto dan Lilith yang mulai menganggukan kepalanya, mengerti dengan yang ia ucapkan.

"Kau tahu, Naruto-kun. Kita sudah bersama saat berumur 15 tahun, selama ini aku selalu menahannya setiap hal itu terjadi, tetapi aku tidak yakin bisa menahannya saat ini..." Irene menjeda perkataannya terlebih dahulu. Naruto dan Lilith terlihat sangat menunggu kelanjutan perkataan Irene yang saat ini mulai mengeluarkan suaranya lagi.

"Itu...Anu..."

"Katakan dengan jelas, Irene-chan." Lilith menyahut perkataan Irene yang tergagap saat ingin mengatakan sesuatu.

"Mu-musim k-kawin naga." ujar Irene terbata - bata sambil menggigit bibir bawahnya. Naruto dan Lilith seketika blank mendengar perkataan Irene.

"Hah?! Jika kau bisa menahannya selama itu, kenapa musim selanjutnya kau tidak bisa menahannya?!" Naruto masih kaget dengan pernyataan Irene. Selama mereka bersama, Irene tidak pernah menunjukkan tanda - tanda seperti ini sebelumnya, pertama kalinya setelah beratus - ratus tahun mereka bersama sebelum mereka bertemu Lilith.

"Ini berbeda, Naru. Tahun ini berbeda...Pokoknya kau harus tanggung jawab ufufu~" Otak cerdas Naruto seketika berhenti mendengar perkataan Irene, dia tidak bisa membayangkan jika itu terjadi. Dia memang mesum tapi jika menyangkut hal seperti ini membuatnya tidak bisa berpikir. Sedangkan Lilith sedari tadi hanya diam dan memerah, dia sangat anti jika seseorang membicarakan hal vulgar.

"Kalian tidak boleh melakukannya! Aku akan mengawasimu, Irene-chan!" sahut Lilith dengan wajah yang memerah menahan kesal.

"Hmm, jangan seperti itu, Lilith-chan. Kau boleh bergabung kok~" goda Irene kepada Lilith.

"Tidak akan!" ujar Lilith lalu meninggalkan mereka berdua dan menuju kamarnya. Naruto sedari tadi mengamati perdebatan itu hanya diam.

"S-sebaiknya aku pergi keluar dulu."

"Ara ara~ kau harus mau jika saat itu tiba, Naru~" Naruto yang mendengar itu berjengit kaget lalu menghilang meninggalkan Irene yang tertawa puas karena sudah menceritakan hal tadi.


Naruto saat ini berjalan di taman kota sambil melihat sekitar, banyak restoran dan toko pakaian disana juga stand makanan yang mulai dibuka karena hari sudah sore. Tanpa ia sadari banyak perempuan memandangnya dengan tatapan nafsu, wajahnya yang tampan sekaligus aura miliknya memikat banyak perempuan yang berada disekitarnya. Naruto yang tidak suka keramaian mulai menjauhkan dirinya dan sekarang berada di sebuah danau. Ia menikmati udara disekitar danau itu yang terasa menyejukkan. Naruto sedari tadi mengabaikan pria disampingnya yang memiliki aura Malaikat Jatuh.

"Orang tuamu tidak mencarimu?" ujar pria itu, Naruto diam sebentar lalu menatapnya.

"Tidak, aku tinggal di apartemen bersama temanku."

"Hmm, siapa namamu? Namaku Azazel." ujar pria bernama Azazel itu sambil mengamati alat pancingnya.

"Namaku Naruto...Kau sudah lama disini?"

"Lumayan lama aku disini." ujar Azazel sedangkan Naruto hanya menatapnya lalu mengalihkan pandangannya kearah ember kosong. Mungkin sedikit mengejeknya bisa menjadi hiburan, pikir Naruto.

"Kukira kau baru sebentar melihat embermu masih kosong."

"Ugh, ucapanmu pedas sekali, Naruto-kun." Naruto tidak berniat membalas perkataan Azazel dan menikmati udara didanau itu. Cukup lama mereka berbincang disitu, Naruto memutuskan untuk pulang karena merasa lapar. Sesaat ia merasakan aura Hakuryuukou yang mendekat kearah mereka berdua.

"Aku pulang dulu, pak tua."

"Ya-"

Bum!

Seketika tempat itu terjadi ledakan dan dipenuhi debu, dibalik kepulan asap itu terlihat sosok remaja yang berjongkok lalu menegakkan tubuhnya. Cukup lama kepulan asap itu mulai menghilang dan menampakkan remaja itu dengan kedua sayap naga berwarna putih kebiruan di punggungnya. Keadaan disekitar danau itu tampak rusak tepatnya ditempat Naruto dan Azazel tadi. Mengingat itu, Azazel saat ini berada diatas yang sudah mengeluarkan sayapnya sedangkan Naruto entah menghilang kemana saat ini. Azazel kemudian turun menghampiri remaja itu.

"Kau merusak tempatku, Vali." ujar Azazel kepada remaja yang bernama Vali itu. Penampilan Vali saat ini memiliki rambut putih, wajah sedikit tampan dan mengenakan kemeja putih dipadukan jeans hitam.

"Dimana orang itu?" Vali mengabaikan ucapan Azazel dan menanyakan Naruto.

"Aku tidak tahu, auranya terlihat samar tadi saat aku bertemu dengannya." ujar Azazel mengingat pertemuannya dengan Naruto. Walau dia merasakan aura manusia dalam dirinya, ia juga sedikit merasakan aura misterus.

"Heh, kurasa dia orang yang menarik. Siapa namanya?" balas Vali sambil mengingat Naruto yang menghilang sebelum serangannya mengenai Naruto, sesaat ia melihat tersenyum tipis sebelum menghilang. Darahnya mendidih ingin bertarung dengan Naruto.

"Jangan gegabah Vali, kita belum tahu dia memihak siapa."

"Aku tidak peduli, Azazel. Jika dia kuat aku akan melawannya." Azazel yang mendengar itu hanya menghela nafasnya pelan lalu menatap tempat Naruto tadi.

"Siapa dirimu, Naruto-kun? "

Beralih ke Naruto yang saat ini sudah berada diapartemennya, Naruto langsung menuju kamarnya dan mengganti bajunya terlebih dahulu lu disebelah Irene yang sudah tidur mendahuluinya sedangkan Lilith kelihatannya juga sudah tidur dikamarnya. Tanpa disadari Irene mulai memeluknya seperti mencari kehangatan sedangkan Naruto membalas pelukan itu dan menyelam ke alam mimpi.

TBC

Info :

Namikaze Naruto (Anime Naruto, dah tau kan?)

- Semua pernapasan kecuali Bunga, Cinta sama Serangga.

-info ras Flugel bisa liat di fandom chara Jibril (No Game no Life).

-beberapa kekuatan juga saya ambil dari anime lain.

-Kekuatan cannon cuma saya ambil Hiraishin.

Irene Belserion (Anime Fairy Tail)

-kekuatan kaya cannon

Asami Lilith ( Anime Trinity Seven)

-kekuatan kaya cannon dengan mode magusnya yang udah 90% dikuasai.

Issei dan Asia sdh jadi peerage Rias.

Ada beberapa adegan cannon yang saya rubah seperti pertemuan 3 fraksi nanti.

Fict Kuro Mahou on Progress sembari rewatch anime lawas cari pengetahuan lebih.

~Imajinasi terlalu berlebih~

Ja nee~