The Blonde Flugel
.
Naruto by Masashi Kishimoto
Highschool Dxd by Ichiei Ishibumi
.
Pair : Naruto x Irene x Lilith x?
Warning : Typo, OOC and etc.
Genre : Action, Martial Art, Supranatural and etc.
.
Summary : Flugel, ras yang terlupakan dan dianggap punah tanpa disangka tersisa seorang flugel yang masih hidup.
Chapter 3
Disebuah ruangan yang hanya disinari sebagian cahaya, terdapat 2 siluet bayangan yang sedang bersandar ditembok.
"Bagaimana rencana kita?"
"Kita akan menyerang pertemuan 3 fraksi sesuai rencana awal kita."
"Bagaimana dengan 2 sosok yang mengalahkan Kokabiel dan pasukannya?"
"Jangan khawatir, meskipun mereka mengalahkan Kokabiel dengan mudah tapi kita jauh lebih kuat."
"Baiklah."
"Beritahu Katerea dan pasukannya untuk bersiap minggu depan begitu juga dengan pasukan tambahan."
"Bagaimana dengan dewa itu?"
"Untuk saat ini keberadaannya belum diketahui dewa mitologi jepang. "
"Baiklah, aku pergi dulu." setelah itu keduanya mulai pergi dengan lingkaran sihirnya masing - masing.
...XxX...
Sore hari itu, Naruto, Irene dan Lilith sekarang berada di apartemen mereka. Naruto duduk di sofa bersama Lilith disampingnya yang sedang membaca manga sedangkan Irene masih tidur dikamarnya.
"Setelah ini aku akan pergi dulu." kata Naruto pada perempuan yang sedak asik dengan kegiatan mereka itu.
"Kau ingin menemui gagak mesum itu?" tanya Lilith tanpa mengalihkan pandangannya dari manga yang ia baca.
"Yap, bukankah ia berkata ada seseorang yang ingin menemuiku."
"Aku ikut, bisa saja gagak mesum berbohong dan ingin menangkapmu."
"Terserah padamu sih." balas Naruto kepada Lilith yang khawatir padanya, tidak biasanya Lilith seperti itu.
"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Irene yang tiba - tiba sudah berada didekat mereka, wajahnya masih terlihat mengantuk karena baru saja bangun tidur.
"Kami akan pergi sebentar malam ini..." jawab Naruto sambil menoleh kearah Irene yang berdiri disampingnya. "Cucilah mukamu dulu, Irene." lanjut Naruto.
"Umm..."
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Irene langsung kembali ke ruang tamu untuk bergabung bersama Naruto dan Lilith.
"Kalian akan pergi tanpaku?" tanya Irene dengan nada dibuat sedih, sontak Naruto dan Lilith menoleh kearahnya.
"Ikut saja dengan kami." jawab Lilith kepada Irene, ia tahu jika itu hanya akting yang Irene buat - buat saja sedangkan Naruto hanya menghela nafas mendengar interaksi keduanya.
"Huh, kau tidak asik, Lilith. Jadi, apa rencana kita selanjutnya sebelum ke rencana utama." ujar Irene sambil duduk bersama mereka di sofa.
"Dari informasi yang Lilith berikan, kemungkinan besar salah satu dewa Yunani yang bergabung dengan Khaos Brigade akan menyerang pertemuan tiga fraksi." kata Naruto yang mulai beranjak dari sofa. "Aku akan ganti pakaian dulu, kau ingin ikut Lilith?" lanjut Naruto kepada Lilith yang juga belum bersiap - siap, berbeda dengan Irene yang sudah berganti pakaian tadi.
Duakh!
Lemparan buku yang dilemparkan Lilith tepat mengenai kepala Naruto yang langsung mengaduh kesakitan.
"Sakit tahu!" ucap Naruto sambil mengelus kepalanya yang terdapat benjolan kecil.
"Kau mesum!" Sementara keduanya berdebat, Irene hanya menatap mereka dan menahan tawa melihat wajah kesakitan Naruto.
"Kau menertawakanku, Irene?!" ujar Naruto yang menyadari jika Irene sedang melihatnya sambil menutup mulutnya.
"Ti-tidak." jawab Irene sambil mengalihkan pandangannya kearah lain. Naruto meninggalkan mereka begitu saja, Lilith sendiri masih melanjutkan kegiatannya membaca manga.
"Kau tidak berganti baju?"
"Tinggal sepuluh halaman lagi, setelah ini aku akan mengganti pakaianku." jawab Lilith tanpa mengalihkan pandangannya dari manga, Irene yang melihat itu hanya berkeringat dingin. Tiba - tiba ia mendapat sebuah ide untuk menjahili Lilith, diam - diam ia sudah berada dibelakang Lilith lalu memeluknya dari belakang.
"Sementara dia di kamar, ayo kita bermain, Lilith-chan." bisik pelan Irene kepada Lilith yang terkaget karena Irene tiba - tiba memeluknya.
"B-bermain apa, Irene?" tanya Lilith pada Irene, entah kenapa ia merasa sedikit merinding mendengar kata 'bermain' dari mulut Irene.
"Ufufufu...bermain seperti ini!" ujar Irene sambil menerjang Lilith dari depan, posisi mereka saat ini Irene berada diatas sedangkan Lilith berada dibawah.
"A-apa yang kau lakukan?!"
"Kyaa! Jangan meremas dadaku!" Lilith berusaha melepaskan remasan Irene yang berada didadanya.
"Nikmati saja, Lilith-chan~" ujar Irene sambil terus melakukan kegiatan itu.
"HENTI- Kyaa! Jangan! Ahh!"
"Hey kalian berdua! Hentikan kelakuan aneh kalian itu!" teriak Naruto dari dalam kamar yang mendengar kegiatan yang dilakukan kedua perempuan itu.
Setelah selesai mengganti pakaian, mereka bertiga sudah berkumpul di ruang tamu. Naruto mengenakan jaket dan celana jeans panjang berwarna hitam sedangkan Lilith dan Irene mengenakan jaket berwarna merah gelap dipadukan celana jeans seperti yang dikenakan Naruto.
"Kalian sudah siap?" tanya Naruto kepada memastikan mereka berdua jika ada yang tertinggal. Naruto yang melihat kedua perempuan itu mengangguk, ia anggap jika tidak ada yang tertinggal lagi.
"Kita berangkat."
Flash!
Mereka bertiga kini sudah berada di danau dan muncul didekat Azazel yang sedang berbincang dengan seorang pria yang mengenakan baju bangsawan dan disebelah pria itu ada seorang maid bersamanya. Ketiganya merasakan jika pria dan maid itu seorang iblis hanya bersikap biasa saja karena mereka tidak ingin ada keributan.
"Yo, mesum!" sapa Naruto kepada Azazel yang menyadari kedatangannya.
"Ah, kau sudah datang." ujar Azazel sambil melihat kearah Naruto atau lebih tepatnya kedua perempuan dibelakangnya, tanpa ia sadari sudah ada sebuah pistol sudah menodong kearahnya dan bola sihir yang sudah siap dilepaskan kearahnya. Azazel yang menyadari kecerobohannya langsung berkeringat dingin dan melihat kearah Naruto untuk meminta pertolongan.
"Fiuh...Fiuh...Malam ini indah sekali ya." ujar Naruto mengabaikan tatapan minta tolong Azazel yang membuat Azazel dan pria berambut merah serta maid disitu berkeringat dingin karenanya.
"Kau ingin mati gagak?" tanya Lilith dan Irene bersamaan kepada Azazel yang entah sejak kapan sudah bersujud dihadapan mereka. Naruto yang melihat itu hanya bisa menahan tawanya karena kejadian absurd itu.
"Pfftt, kalian bisa membunuhnya, Lilith, Irene." ujar Naruto menenangkan kedua perempuan itu.
"Kuampuni kau."
Azazel nampaknya sudah bernafas lega karena dirinya tidak jadi mati, ia akan menjaga ucapannya setelah ini.
"Ah, perkenalkan dia bernama Sirzech Gremory, Maou Lucifer dan disebelahnya adalah Grayfia Lucifuge." ujar Azazel memperkenalkan Sirzech dan Grayfia kepada Naruto.
"Salam kenal, Naruto-kun." ucap Sirzech sambil membungkukkan badannya kearah Naruto bersama Grayfia.
"Ah, salam kenal juga, Sirzech-san." balas Naruto lalu ia menoleh kearah Azazel untuk meminta penjelasan kenapa ia dipanggil kemari.
"Sebenarnya Sirzech ingin meminta bantuanmu." ujar Azazel kepada Naruto sejak tadi dilihat oleh Sirzech.
"Sebelum itu, aura milikmu terasa tidak asing...Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Sirzech memastikan dirinya pernah bertemu sebelumnya atau tidak.
"Kau lupa siapa yang mengacau saat Great War dulu, bukan? Naruto lah pelakunya." jelas Azazel kepada Sirzech yang terkejut dengan pernyataan itu, begitu juga dengan Grayfia yang berada disampingnya.
"T-tidak mungkin...Kenapa matamu berbeda sekara-" belum sempat Sirzech menyelesaikan ucapannya, Naruto sempat menutup matanya dan kemudian membuka matanya perlahan dan pupil matanya berubah salib terbalik ditambah muncul sayap seperti malaikat dipunggungnya.
Seketika Sirzech dan Grayfia membelalakan matanya melihat perubahan Naruto. Tanpa mereka sadari, Sirzech membungkukkam badannya bersama dengan Grayfia yang membuat Azazel kebingungan dengan tindakan mereka.
"Sebuah kehormatan bertemu denganmu, Naruto-san. Kami ingin mengucapkan terima kasih karena dulu membantu kami melawan Old Satan Faction." ujar Sirzech sambil mengingat kejadian dulu saat Naruto membantu mereka.
"Angkatlah kepalamu, Maou Lucifer tidak boleh merendahkan dirinya."
"Sekali lagi terima kasih, begitu juga dengan Lilith-san, Irene-san." ucap Sirzech dan membungkukan badannya sekali lagi.
"Yang bersama Naru-kun adalah Lilith-chan. Jangan berterima kasih padaku." sahut Irene yang merasa tidak enak karena ia tidak ikut bersama Naruto dan Lilith saat itu.
"Tidak, karena kalian bertiga, Great War dan konflik antar fraksi iblis bisa terselesaikan."
"Maaa, hal itu sudah berlalu jadi anggap saja itu pertolongan yang diberikan Kami-sama." ujar Naruto mencairkan keadaan disitu.
"Tidak kusangka kau juga membantu konflik dunia bawah, hebat sekali temanku satu ini." puji Azazel kepada Naruto yang sudah paham kenapa Sirzech dan Grayfia berterima kasih pada mereka.
"Terus puji aku hahahaha..."
"S-sialan!"
"Jadi, apa yang bisa kubantu?" ujar Naruto yang masih belum paham yang dijelaskan Azazel lalu menoleh kearah Sirzech.
"Mungkin ini tidak sopan, tapi aku ingin meminta bantuanmu untuk menyelamatkan adikku. Azazel berkata jika kau bersekolah di Kuoh, bukan?" Sirzech menjeda perkataannya sebentar sambil melihat kearah Naruto. "Jika iya, pasti kau mengenal Rias Gremory, dia adalah adikku." lanjutnya kepada Naruto yang menganggukan kepalanya, begitu juga dengan Lilith.
"Oh, dia adikmu ya, pantas saja."
Setelah itu, Sirzech menjelaskan alasan ia meminta bantuan kepada Naruto. Dari yang Sirzech jelaskan, Naruto sudah paham apa yang dimaksud oleh Sirzech.
"Hmm, jadi kau ingin aku membantumu membatalkan pernikahan adikmu dengan iblis phenex itu?" tanya Naruto dibalas anggukan oleh Sirzech.
"Jika kau memikirkan hadiah, aku akan memberikan apapun yang kau mau. Bahkan Rias akan kuberikan jika kau bisa membuatnya menyukaimu." balas Sirzech dengan penuh keyakinan, yang pasti jika pernikahan adiknya dibatalkan ia akan merasa senang.
"Huh, bagaimana ya...Kalian punya pendapat?" tanya Naruto kepada Lilith dan Irene yang sejak tadi mendengarkan pembicaraan Naruto dan Sirzech
"Boleh saja tapi tidak dengan hadiah yang terakhir." jawab Lilith dengan nada mengancam, yang lain mendengar itu hanya berkeringat dingin karena itu. Naruto lalu melihat kearah Irene yang masih terdiam memikirkan pertanyaan Naruto.
"Satu hal yang ingin kutanyakan padamu..." Irene menjeda perkataannya terlebih dahulu lalu menatap Naruto yang menatapnya balik. "Kau yakin ingin melawan burung kecil itu?" lanjutnya dengan nada polos keluar dari mulutnya. Naruto dan Lilith yang mendengar itu langsung menepuk jidatnya sedangkan Azazel, Sirzech dan Grayfia tersenyum kaku mendengarnya.
"Ufufufu, bercanda. Asalkan kau harus menepati janjimu dulu." kata Irene sambil tersenyum misterius bagi Azazel, Sirzech dan Grayfia tetapi berbeda dengan Naruto dan Lilith yang wajahnya sudah memerah.
"B-baik."
"Yosh, terima kasih karena ingin membantu, Naruto-san. Jika kalian memiliki waktu luang, silahkan berkunjung ke dunia bawah dan kami akan menyambut kalian dengan baik." ucap Sirzech berterima kasih kepada Naruto.
"Baiklah, kapan - kapan kami akan berkunjung." ujar Naruto yang ingin pergi dari situ bersama Lilith dan Irene.
"Cepat sekali, Naruto. Mau kemana kau?"
"Kencan lah, bego. Tidak sepertimu yang perjaka tua."
"Ohokk, ucapanmu tajam sekali." ucapan Naruto bagaikan pisau yang menancap ditubuh Azazel. "Setidaknya bagi sa-" belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, ia sudah dihadapkan sebuah pistol dan bola sihir lagi.
"Mati kau!"
"Ampu-"
Duar!
Ledakan tercipta di area danau tepatnya tempat Azazel duduk, sak empu terlihat sudah gosong karena serangan itu. Naruto dan Sirzech terlihat menahan tawa karena kondisi Azazel yang sudah gosong itu
"K-kalau begitu, aku pergi dulu."
"Aku juga akan pergi." sahut Sirzech yang sudah menyiapkan lingkaran sihir bersama Grayfia.
Setelah itu, Naruto, Lilith dan Irene pergi meninggalkan tempat itu disusul Sirzech dengan Grayfia. Disitu tersisa Azazel yang masih belum sadarkan diri karena serangan tadi.
"Mulut sialan..."
End
Lama tak jumpa ya hehe...
Maaf karena 1 atau 2 bulan sebelumnya sampai sekarang sudah mulai kuliah jadi ya sibuk sangat dengan tugas. Kalo ga jelas ya maafkan karena dah lama ga ngetik,
Chap kali ini mungkin pendek dulu karena coba ngetik lagi dan cuma percakapan aja,
Untuk fict Kuro Mahou sudah mulai dicicil dan masih cari chara yang cocok buat nanti festival u know laaa yaa...
Saya juga udh buat fict baru satu lagi dan udah jadi hehe...Tapi akan saya publish di akun lama jadi tunggu aja,
Sekian aja guys.
