Author pov
.
.
.
Aula Fakultas seni sangat ramai, penuh dengan mahasiswa yang siap dengan test mereka. Terdengar suara nyanyian, rap, bahkan lantunan nada yang memekakan telinga. Anak seni berusaha melatih suara atau gerakan mereka untuk test nanti.
Jam menunjukkan pukul 9 dan test siap dimulai. Hal itu karna Yoon ssaem yang mulai berdiri dan membuat anak seni yang tadinya berisik langsung diam.
"Baik. Kita mulai saja test kali ini. Kami akan memanggil nama kalian dan naiklah keatas panggung. Perkenalkan nama kalian serta lagu apa yang akan kalian tampilkan. Dan kami harap durasinya tidak lebih dari 1 menit. Terima kasih." Yoon ssaem duduk kembali. Mahasiswa seni mulai was was siapa yang akan tampil dahulu.
Mic yang awalnya dipegang Yoon ssaem beralih ke tangan Eunhyuk ssaem "Baik. Peserta pertama. Kang Minhyuk."
Minhyuk yang mendengar itu terbelalak, tangannya mencengkram tangan Seokjin erat "Seokjin, namaku dipanggil? Bagimana ini?" Minhyuk tampak terkejut saat mendengar namanya hingga membuatnya merasa gugup. Seokjin yang melihat itu tersenyum mencoba menenangkan Minhyuk "Tenanglah Minhyuk. Naiklah dulu, aku yakin kau bisa melakukannya."
"Tapi.."
"Sudahlah. Percayalah pada dirimu sendiri Minhyuk. Fighting!" ucap Seokjin menyemangati Minhyuk sambil memberi senyuman terbaiknya. Minhyuk yang melihat itu, sedikit lega dan mengambil napas pelan. Ya, dia pasti bisa. Senyuman kembali terlihat diwajah Minhyuk.
"Terima kasih Seokjin." Minhyuk akhirnya maju dan memulai testnya.
Seokjin percaya Minhyuk pasti bisa melewati test ini. Minhyuk memiliki suara yang bagus, hal ini tentu sangat mudah baginya yang berbakat. Dia pasti lolos.
.
.
.
"Kau tau Seokjin hyung..."
.
Suara berat itu membuat tubuh Seokjin menegang "Aku juga ingin saat aku akan tampil nanti kau mau memberiku senyumanmu itu" suara Jungkook terdengar pelan tapi Seokjin mampu mendengarnya. Karna Seokjin tau Jungkook tepat berada dibelakangnya.
Seokjin menengok sebentar dan menatap Jungkook yang tengah tersenyum lembut padanya. Pandangannya menatap anak Bangtan yang lain yang juga tengah menatapnya. Tak banyak yang bisa Seokjin lakukan, sesaat setelah melihat itu Seokjin kembali memalingkan wajahnya.
.
Pikirannya tidak fokus, hingga saat Minhyuk turun dan kembali memeluk Seokjin setelah sampai disampingnya membuatnya tersadar.
"Seokjin! Aku berhasil!" ucap Minhyuk senang sambil terus memeluk Seokjin. Seokjin yang mulai tersadar hanya mampu membalas pelukan Minhyuk seadanya.
"Bagaimana menurutmu suaraku?" tanya Minhyuk setelah melepas pelukannya
"Hah?!"
"Kau tak memperhatikanku ya?!" ucap Minhyuk cemberut mendengar itu. Seokjin yang mendengar itu hanya terkikik kecil dan memukul pelan kepala Minhyuk.
"Aku melihatmu Minhyuk-ah. Kau tampil dengan baik tadi. Sudah ku duga suaramu memang bagus." Ucap Seokjin. Meskipun tidak memperhatikannya selama tampil, tapi Seokjin bisa mendengar sedikit suara Minhyuk yang mengalun indah. "Benarkah?!" ucap Minhyuk antusias
"Ne. Aku yakin kau bisa lolos Minhyuk-ah." Ucap Seokjin tersenyum.
Minhyuk yang mendengar itu tertawa senang dan kembali memeluk Seokjin, "Gomawo Seokjin."
Acara berpelukan Minhyuk dan Seokjin membuat Jungkook yang melihat itu sedikit risih. Bibirnya yang maju beberapa centi membuatnya terlihat imut walaupun dengah wajah manly kebanggaannya. Jimin yang berada disampingnya hanya terkikik dan membiarkan sahabatnya itu.
.
.
.
Test kembali berlanjut dan sudah banyak anak seni yang sudah tampil. Member Bangtan juga sudah menyelesaikan testnya. Suara Jungkook yang mengalun merdu membuat Yeoja berteriak. Begitupun Taehyung, dengan suara berat seksinya itu membuatnya semakin berkharisma. Rap Yoongi dan juga Namjoon berhasil membuat GD ssaem memberi applouse pada mereka berdua saat mereka tampil menawan. Begitupun dibagian tari, dance memukau Hoseok dan Jimin mampu membuat Eunhyuk ssaem yang ahli dibidang dance itu tesenyum bangga. Benar-benar namja tampan yang berbakat.
Test memang berjalan lancar, tapi Seokjin masih gugup karna namanya belum dipanggil juga dari tadi. Seokjin mulai gusar, sempat tepikir apa namanya tidak ada disana. Minhyuk yang dari tadi disampingnya selalu mengelus pungggungnya untuk menenangkan jangtungnya yang terus berdebar cepat. Seokjin takut.
Setelah penuh dengan perasaan khawatir, terdengar nama seseorang yang dipanggil Yesung ssaem, "Kim Seokjin." Ucapan Yesung ssaem membuat tatapan mahasiswa lain menatap Seokjin malas. Seokjin yang mendengar namanya dipanggil langsung terkejut dan Minhyuk dibuat tertawa oleh sikap lucu temannya itu
"Seokjin..Seokjin.. sudah sana maju. Namamu sudah dipanggil," ucap Minhyuk sedikit menahan tawa. Seokjin yang melihat itu, hanya mendengus dan mulai berdiri menuju panggung.
Perjalanannya dipenuhi tatapan kesal, jengah dan juga benci dari anak seni lain yang melihatnya. Seokjin menyadari itu, tentu saja. Tapi dia mencoba tidak mempedulikannya dan berusaha fokus dengan testnya saat ini. Saatnya membuktikan siapa dirinya yang selalu diremehkan.
Yesung yang melihat Seokjin mulai naik panggung tersenyum menyambutnya, dan mendapat balasan senyum juga dari Seokjin.
"Kim Seokjin imninda. Aku akan menyanyikan lagu yang dibuat salah satu anak rap.' Ucapan Seokjin membuat anak-anak seni lain riuh karna lagu siapa yang mau dinyanyikan Seokjin. Begitupula dengan Bangtan.
.
.
.
"Apa salah satu lagu dari lagu buatanmu, hyung?" tanya Hoseok menatap Yoongi yang juga tengah berpikir, "Apa kau Namjoon? Setahuku hanya kau dan Yoongi hyung yang mampu membuat lagu di club rap" Lanjutnya juga menatap Namjoon yang hanya mampu diam.
"Kurasa tidak. Hyung tau sendiri kan Seokjin hyung tidak pernah bergabung dengan kita, bagaimana Seokjin hyung dapat lagu itu dari Yoongi hyung atau Namjoon hyung?" tanya Taehyung.
Jimin yang diam berpikir mulai mengingat sesuatu, "Yoongi hyung, bukankah beberapa hari lalu kau memberikan salah satu lagumu untuk Yesung ssaem kan? Mungkin saja Seokjin hyung mendapat lagumu dari Yesung ssaem." Ucapan Jimin membuat member Bangtan menatapnya terkejut. Mungkin saja.
Mereka menatap panggung tempat berdirinya Seokjin. Lantunan yang sangat-sangat Yoongi ketahui mengalun indah dipendengarannya.
"Hyung? Itu lagumu kan?" tanya Namjoon penasaran. Karna Namjoon tau lantunan lagu itu adalah lagu yang pernah didengarnya distudio tempatnya dan Yoongi bembuat lagu bersama. Dan Namjoon tau itu salah satu lagu buatan Hyungnya itu.
Yoongi yang mendengar pertanyaan Namjoon hanya mampu mengangguk sekilas karna itu memang benar lagu buatannya. Lagu itu Yoongi sengaja berikan untuk Yesung ssaem karna dia bingung suara siapa yang cocok untuk lagu buatannya itu, dan Yoongi tau Yesung ssaem mampu membantunya. Tapi Yoongi tidak tau, kalau lagunya itu akan dinyanyikan Seokjin.
Alunan musik itu mulai terdengar jelas dipendengaran anak Bangtan. Mereka hanya mampu terdiam mendengar suara yang akan terdengar setelah ini
.
'Mamuri doen i seonyul wieseo na hollo beotigo isseo
Ijen naege malhaejwo kkeutnatdan geol let me know'
.
Lantunan lembut suara Seokjin membuat anak seni sekaligus anak Bangtan terdiam. Suara merdu itu mampu membuat semua orang terpana dengan suara lembutnya.
.
'Girl let me know girl let me know
Imi da kkeutnan geon algo itjiman miryeonirado namji ankeman'
.
Nada tinggi Seokjin benar-benar menakjubkan. Yoon ssaem yang mendengar itu tersenyum karna dia tau Seokjin adalah salah satu anak yang berbakat. Dan dia yakin suara Seokjin itu akan menarik banyak perhatian seperti yang dilihatnya dari atas panggung ini.
.
'Girl let me know, girl let me know, girl let me know mworado malhaejwo'
.
Suara Seokjin yang jernih. Suara indah yang benar-benar memukau. Yesung ssaem sangat senang karna pilihannya untuk memilih Seokjin ternyata tepat. Karna Seokjin mampu mendalami isi lagu itu dan seolah dialah yang ada dilirik itu.
.
'I just wanna know know know
I just wanna know know know'
.
Seokjin tau, ini lagu buatan temannya, Yoongi. Seokjin mengerti ini adalah perasaan temannya. Dan Seokjin mengerti ini adalah tentang dirinya. Seokjin sanat mengerti.
.
'Miryeoni machimpyo apeseo beotigo isseo
Geureoni mworado naege malhaejwo girl let me know'
.
Diakhiri dengan suara apik. Tepuk tangan yang terdengar riuh seusai penampilan Seokjin. Berhasil. Ya Seokjin berhasil. Seokjin mampu membuktikan kemampuannya dihadapan semua orang yang meremehkannya.
Tatapannya memanas, pandangan matanya beralih menuju anak Bangtan yang duduk dengan tenang mendengarkannya bernyanyi. Senyum tulus terpancar diwajah Seokjin.
"Terima kasih ... Suga."ucapnya mengakhiri penampilannya dan turun untuk kembli duduk.
Mendengar nama panggilannya disebutkan oleh orang yang memberikan nama Suga dihadapan semua anak seni, langsung membuat Yoongi tersenyum. Begitupun dengan yang lain. tidak ada yang tau nama panggilan itu kecuali dirinya, anak Bangtan, dan tentu saja Seokjin.
"Seokjin, kau hebat. Suaramu bagus sekali. Bahkan lebih bagus dariku." Ucap Minhyuk sesaat setelah Seokjin duduk kembali dikursinya. Seokjin yang mendengar itu hanya tersenyum senang. "Terima kasih"
Penampilan Seokjin sangat menarik perhatian anak seni yang ada disana. Anggapan buruk tentang Seokjin seolah menghilang dari pikiran mereka. Kecuali bagi mereka yang benar-benar menganggap Seokjin sebagai sampah. Mereka tetap membenci Seokjin.
"Minhyuk aku ke kamar mandi sebentar ne." Ucap Seokjin sambil berdiri
"Mau aku temani Seokjin?" Minhyuk yang melihat berniat ikut, tapi melihat Seokjin yang menggeleng membuatnya mengerti dan membiarkan Seokjin pergi. "Jangan lama-lama Seokjin."
"Ne hanya sebentar."
.
.
.
.
.
Seokjin berjalan sambil tersenyum bahagia. Penampilannya membuatnya merasa puas. Merasa bersyukur karna menerima permintaan Yesung ssaem untuk menyanyikan lagu Yoongi. Awalnya Seokjin memang tidak tau kalau itu lagu Yoongi. Tapi tadi pagi dia sempat melihat inisial S.G di sudut bawah lirik yang dipegangnya. Seokjin sempat berpikir siapa yang mampu membuat lagu seperti ini dengan inisial nama S.G. Banyak nama yang keluar dari mulutnya, hingga terdengar nama yang tak asing bagi Seokjin, "Su..Ga"
Hingga akhirnya dia percaya bahwa lagu yang sedang dipegannya itu adalah lagu buatan Suga atau Min Yoongi. Dan ternyata benar. Karna saat penampilannya Yoongi terus melihatnya dan mendengarkan dengan seksama lagu yang dinyanyikannya itu. Lagipula Seokjin percaya lagu sedalam itu pasti buatan Suga. Yah keyakinan karna mereka saling terhubung.
Toilet sangat sepi saat dirinya masuk. Seokjin melihat wajahnya dipantulan kaca toilet. Seokjin percaya perlahan pandangan semua orang padanya akan berubah. Awalnya dia tidak tau bagaimana merubah pandangan orang padanya, tapi dia yakin kedepannya perlahan mereka mampu menerima keberadaannya di BigHit. Seokjin Mencuci mukanya sebentar dan menatap kaca dengan senyum bahagianya.
Seokjin berniat pergi sebelum ada tangan yang menariknya dan mendorongnya kedinding toilet,
.
"Akkkhh!" jeritan tertahan Seokjin terdengar jelas menggema di toilet.
.
"Hei Seokjin. Kau pikir kau sudah membuat kami melupakan siapa dirimu itu dengan bernyanyi seperti tadi hah?!" ucap orang yang mendorong Seokjin tadi
Seokjin membuka matanya yang sempat tertutup saat merasakan sakit dipunggungnya, "Jaehwan?" ucap Seokjin melihat teman sekelasnya itu
"Kau itu tetap sampah Seokjin. Suaramu memang cukup bagus, tapi itu tak menjamin kau pantas bersama kami disini." Young Joo terlihat keluar dari dalam salah satu bilik kamar mandi dan mendekati Seokjin yang masih dihalangi Jaehwan. "Kami masih membencimu Seokjin. Sangat membencimu."
.
.
PLAKK
.
.
Tamparan tangan Young Joo mengenai pipi Seokjin. Seokjin hanya meringis dan terlihat darah yang sedikit keluar dari sudut bibirnya. "Dan sampah tetaplah sampah."
.
.
PLAKK
.
.
Rasa panas yang menghantam pipi Seokjin membuat pipinya memerah. Tak ada perlawanan dari Seokjin, dia sudah biasa seperti ini. Tapi sekali lagi, hatinya hancur mendengar kata-kata itu. Dia tak seburuk itu untuk dianggap sampah. Sungguh Seokjin berharap ini segera berakhir.
.
.
BYUUUURRR
.
.
Siraman dari Jaehwan membuat baju yang dipakai Seokjin basah. "Ingat Seokjin. Tak ada tempat untuk seorang sampah sepertimu. Anak orang miskin." Ucap Jaehwan mendorongnya dan membuat Seokjin tersungkur.
Seokjin hanya diam. Dia bahkan tak tau bagaimana untuk melawan. Tubuhnya sudah lemas karna hatinya telanjur hancur dahulu sebelum mampu melawan.
Terlihat teman-teman Jaehwan masuk kedalam toilet. "Kalian, bawa Seokjin ke gudang belakang dan kurung dia disana. Cepat!" ucap Jaehwan memerintah temannya. Seokjin yang tadinya menunduk mengangkat kepalanya dengan mata yang membulat terkejut.
Teman-teman Jaehwan mulai menarik tangan Seokjin. Seokjin yang tidak terima mencoba berontak, "Apa yang akan kalian lakukan?! Lepaskan aku!" Ucap Seokjin mencoba menarik tangannya kembali.
"Diamlah Seokjin atau kami akan memukulmu. Ayo cepat!" ucap salah seorang teman Jaehwan
"Tidak mau! Lepaskan aku, kalian akan..."
.
.
PLAKKK
.
.
"Lebih baik kau diam Seokjin! Cepat bawa pergi sebelum ada yang melihat." Ucapan Seokjin terhenti karna tamparan Jaehwan di pipinya. Air mata Seokjin menetes karna menahan sakit dipinya dan ditangannya yang ditarik paksa oleh teman Jaehwan.
Sungguh Seokjin merasa hidupnya akan berakhir sebentar lagi. Air matanya semakin deras mengalir dari kedua mata indahnya. Tak mampu lagi untuk memberontak, Seokjin pasrah mereka akan membawanya kemana.
Hingga Seokjin sadar mereka ada ditaman belakang kampus,"Kalian akan membawaku kemana?! Ku mohon lepaskan aku" ucap Seokjin lemah. Teman-teman Jaehwan tidak menjawab dan terus membawanya menuju gudang halaman belakang kampus.
Seseorang membuka pintu gudang dan yang lainnya melempar Seokjin kedalam denhan keadaan baju basah, wajah memar dan juga mata yang bengkak.
"Selamat tidur Kim Seokjin. Semoga kita masih bisa bertemu nanti. Hahahahahah..." ucap salah satu dari mereka
"Ku mohon, jangan kunci pintunya. Lepaskan aku kumohon..." air mata Seokjin terus mengalir
"Hahahahhaahha..." mereka tidak peduli dan mengunci Seokjin didalam gudang tersebut.
"Ku mohon buka pintunya hiks... buka pintunya..." Seokjin berusaha memanggil teman-teman Jaehwan, tapi hanya suara jeritannya yang terdengar, tak ada siapapun disana. Hanya dirinya sendiri ditempat gelap dan sunyi itu.
.
.
.
"Hikss... siapapun tolong aku ..."
.
.
.
.
.
t.b.c
