You Actually Specials
.
.
.
Cast : All member BTS
Genre : Brothership, Family
Rate : T
.
.
.
Part 12
.
.
.
Author Pov
Pagi yang cerah menyambut kediaman tuan Jeon, namun tidak lagi, sekarang menjadi kediaman geng Bangtan. Sebenarnya masih terlalu pagi untuk menyibukkan diri untuk rutinitas kuliah, namun karena jarak rumah ke kampus sekitar 30 menit, jadi saat jam 7 pagi, 6 anak tampan itu sudah menikmati sarapan mereka. Mereka semua ada kuliah pagi.
Mereka hanya berenam karena sang hyung tertua sudah selesai dengan sarapannya dan tengah menyibukkan diri di kamarnya. Ia masih sibuk menata pakaiannya, yang benar-benar berbeda dari biasanya, atau biasanya penampilannya memang seperti itu?
Tubuh tingginya itu sudah dibalut celana jeans hitam dengan kaus hitam polos serta jacket denim, dengan snekers putih menghiasi kaki jenjangnya. Ia memasukkan buku kuliahnya kedalam tas, serta mengambil sebuah kunci yang tergeletak indah di atas nakas. Sebelum akhirnya tubuhnya hilang dibalik pintu kamar.
6 namja dibawah masih menikmati makanannya saat sang hyung tertua turun dari kamarnya dilantai dua. Saat melewati ruang makan ia mendapati keenam adiknya menatapnya dengan tatapan jahil.
"Ekhm...Jimin hyung, siapa namja tampan itu hyung?" ucap Jungkook berniat menggoda sang hyung.
Jimin yang duduk disebelahnya hanya terkikik mendengar pertanyaan Jungkook, "Kenapa kau tidak berkenalan dengannya agar kau tau, Kook" ucapan Jimin berbuah kekehan dari 5 namja lainnya.
Seokjin sendiri hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya yang pagi ini menyebalkan. Seokjin dengan santai berjalan menuju ruang tengah, menunggu adik-adiknya yang masih terdengar tengah menggodanya itu.
Seokjin mengambil poselnya yang bergetar tiba-tiba,
Minhyuk*
'Seokjin, mau ku jemput?'
.
Seokjin hanya tersenyum melihat pesan Minhyuk.
'tidak perlu'
'aku sudah terlanjur menuju apartemenmu'
'aku tidak tinggal disana lagi'
'WAE!!! Kau dimana sekarang? Kau tidak apa-apa kan?'
.
Seokjin hanya tertawa kecil. Ia belum memberi tau Minhyuk tentang semuanya.
.
'aku baik. Aku akan menjelaskan sesuatu nanti. Tunggu aku di kelas ne'
'HEH?! Seokjin kau yakin baik-baik saja kan?!'
'Seokjin cepat balas pesan ku'
'Yak!! Kim Seokjin?!'
'Hyung!!!!'
.
Seokjin hanya tertawa melihat pesan Minhyuk. Ia sedikit takut sebenarnya kalau Minhyuk akan marah karena ia menyembunyikan identitasnya selama ini. Tapi mau bagaimanapun ia harus menjelaskan pada Minhyuk tentang semuanya agar ia tidak salah paham nantinya.
"Hyung, kau baik-baik saja?" tanya Namjoon yang tengah berdiri dihadapannya. Sepertinya ia sudah siap.
Seokjin hanya mengangguk, "Aku baik" dan Namjoon hanya balas tersenyum.
Namjoon menatap hyungnya itu. Penampilannya berubah 180 derajat. Seokjin tampak lebih bersih dan rapi. Tidak lupa dengan tambahan 2 pasang percing ditelingan kirinya. Namjoon pikir ia tak mungkin melihat Seokjin memakai percing lagi, namun dugaannya salah. Seokjin terlihat lebih manly dari sebelumnya.
Seokjin yang merasa diperhatikan kembali menatap Namjoon dan mengangkat sebelas alisnya. Namjoon yang menyadarinya hanya tertawa kecil dan menggeleng.
"Seokjin hyung ayo kita berangkat" ucap Jungkook dari belakang punggungnya. Seokjin berdiri dan melihat semua adiknya sudah siap untuk berperang oh kuliah sebenarnya.
Namjoon kembali menarik pelan tangan Seokjin untuk segera keluar menuju mobil mereka. Dan sudah berjejer rapi 4 mobil dengan merk dan warna yang berbeda pula, tengah menunggu sang tuan untuk menaikinya.
"Kalian yakin ingin aku membawa mobil sendiri?" tanya Seokjin ragu.
"Tentu saja." Seokjin kembali menghelas napas mendengar jawaban adiknya secara bersamaan.
.
Flashback
"Lantas apa yang ingin kalian lakukan?" tanya Seokjin mengenai permainan adiknya itu. Mau tidak mau ia menuruti saja permintaan mereka, karena bagaimanapun ini semua ada sangkut pautnya dengan dirinya.
"Kita tidak bisa langsung membunuh Ken bukan? Jadi mari bermain dengan penduduk Big Hit terlebih dahulu" ucapan Yoongi membuatnya meringis ngeri. Sedangkan yang lain mengangguk mengiyakan. 'lindungi aku'.
"Rencana hyung?" tanya Jungkook.
Yoongi menampilkan smirknya, "Kita buat semua penduduk Big Hit tau tentang siapa Seokjin hyung terlebih dahulu"
"Maksud hyung" tanya Taehyung
"Selama ini Seokjin hyung dicap tak berguna, lemah, buruk dan yang lainnya. Besok kita buat mereka gempar tentang Seokjin hyung yang sebenarnya. Mungkin Lee Jaehwan sudah tau, tapi tidak yang lainnya bukan?"
"Seokjin hyung, besok kau akan berangkat bersama kami semua" ucap Yoongi. Seokjin mengangguk mengerti, ia harus siap saat semua oarang melihatnya keluar dari salah satu mobil geng Bangtan.
"Tapi kau membawa mobil sendiri" tambah Yoongi yang membuat Seokjin terbelalak.
"Mwo?! Kau bercanda Yoon?" pergi bersama geng Bangtan saja pasti akan membuat heboh? dan ini berangkat bersama mereka dan membawa mobil sendiri? Seokjin ingin mati rasanya.
"Setuju hyung. Aku benar-benar tidak sabar melihat reaksi orang-orang tak berguna itu besok" ucap Taehyung mengiyakan. Yang lainnya tentu saja mengiyakan juga, ide bagus tentu saja.
"Tapi aku yakin rencana Yoongi hyung bukan itu saja, bukan?" ucap Namjoon menatap Yoongi.
Yoongi kembali menampilkan smirknya, "Kau memang mengenalku"
Sedangkan Seokjin hanya berdo'a semoga harinya baik-baik saja besok.
Flashback Off
.
Seokjin memantapkan hatinya sebelum memasuki mobilnya. Sebenarnya sedikit tidak adil baginya, karena yang lain semobil berdua, apa salahnya menambah 1 penumpang saja. Seokjin merasa dipermainkan. Tapi bukankah ini memang sebuah permainan? Yah sang tuan muda Min itu yang sudah menjebaknya dalam permainan ini, dan sadarkan Seokjin kalau masih ada 5 tuan muda lain yang belum bertindak.
"Sudahlah hyung. Kau tinggal masuk dan pergi ke kampus." ucap Jungkook menimpali dari belakangnya. Ia berjalan menuju mobilnya yang sudah ada Jimin didalamnya. Taehyung dan Namjoon, sedangkan Yoongi dengan Hoseok.
Seokjin kembali menghelas napas dan akhirnya memasuki kendaraannya. Menghidupkan mobil mewahnya sebelum akhirnya melaju meninggalkan kediaman mereka diikuti 3 mobil mewah lainnya dibelakang.
.
.
Big Hit Art mungkin salah satu kampus favorit di Seoul. Selain fasilitas yang memadai, tenaga pengajarnya juga sangat mumpuni. Belum lagi para mahasiswa kaya raya yang tampan dan juga cantik yang belajar disana. Dan tidak lupa pesona geng-geng anak konglomerat yang menjadi daya tarik tambahan.
Seperti biasa pagi itu para mahasiswa yang kedapatan jadwal pagi sudah banyak berdatangan, para dosen juga sudah memasuki ruangannya masing-masing. Tidak ada yang aneh sebenarnya, karena pagi ini memang seperti pagi-pagi biasanya.
Tepat ketika 4 mobil mewah melewati gerbang Big Hit Art, seperti biasa pula para wanita penjilat sudah berteriak tidak jelas disepanjang area parkir menyambut geng Bangtan. Para lelaki yang melihatnya hanya menatap jengah atau bahkan langsung memilih pergi karena tidak mau telinganya rusak. Salah satu geng yang merupakan teman-teman geng Bangtan hanya diam saja menunggu diatas kap mobil mereka.
Setelah memarkirkan mobil, mereka ber 6 langsung keluar dari mobil, menyisakan Seokjin yang masih menghela napas didalam mobilnya. 'Tuhan, apa yang harus aku lakukan?'.
"Yo Namjoon!" Namjoon hanya mengangguk membalas sapaan temannya, Jackson. Ia tengah berdiri dengan teman-teman gengnya juga, berniat menunggu 6 orang yang malah berkumpul disamping mobil yang tadi dikemudikan Seokjin.
Menyadari Seokjin belum mau keluar, Namjoon langsung membuka pintu kemudi dan menampilkan dimplenya saat melihat sang hyung sedang menenangkan diri, "Hyung"
Seokjin membuka kedua matanya dan menatap tajam Namjoon. Sedangkan Namjoon hanya terkekeh menyadari sang hyung tengah gugup.
Sebenarnya Seokjin tidak mau melakukan ini, namun ia juga sudah menerima ajakan adik-adiknya itu. Ia juga tidak berniat melakukan apapun pada para mahasiswa di Big Hit yang sudah bersikap buruk padanya 2 tahun ini. Seokjin sadar sikap mereka seperti itu hanyalah ketidaktahuan saja.
Namun sekali lagi, adik-adiknya itu meyakinkan dirinya untuk tetap menunjukkan dirinya. Bukan untuk balas dendam, tapi karena ini memanglah dirinya. Kim Seokjin yang sebenarnya adalah ia yang tengah duduk didalam mobil ini, bukan yang selalu mendapat perlakuan buruk, cacian dan bullyan. Bagaimanapun Seokjin tidak bisa lagi melarikan diri dari kenyataan hidupnya ini. Sudah cukup 2 tahun kehidupannya adalah pelajaran untuk menjadikannya menjadi kuat. Ia tidak harus hidup seperti itu seterusnya.
Seokjin juga merasa diam tak berkutik didalam mobil tidak akan menghasilkan apapun. Hidupnya akan terus berjalan tidak peduli Seokjin adalah orang yang berbeda dari sebelumnya. Karena memang tidak ada yang berbeda dalam dirinya, ia hanya kembali pada jati dirinya yang sudah ditinggalkan. Seokjin hanya kembali menjadi dirinya kembali. Dan itu bukan sebuah kesalahan.
Setelah menguatkan tekatnya, Seokjin mengambil tas disebelahnya. Namjoon yang melihat itu semakin mengembangkan senyumannya dan beralih dari pintu mobil. Tepat setelah itu Seokjin menunjukkan dirinya pada dunia. Hal pertama yang dilihat adalah tentu saja wajah ke 6 adiknya yang menatapnya dengan senyuman. Seperti yang sudah dibicarakan, mereka akan selalu bersama Seokjin.
Beberapa saat setelah Seokjin melangkah keluar, suasana area parkir yang tadi ramai langsung terdiam. Beberapa orang yang tengah berada diparkiran tentu saja bingung melihat ada orang lain diantara geng Bangtan, mereka mengira-ngira siapa namja tampan yang berdiri disamping mereka.
Tapi berbeda dengan salah seorang yang langsung terbelalak melihat namja tersebut. Setelah turun dari mobilnya ia langsung berlari ke hadapan Seokjin. Wajahnya menunjukkan keterkejutan saat mengenali seseorang yang juga tengah menatapnya dengan tersenyum canggung itu, "Kau..."
"Mmm..Min.."
"KIM SEOKJIN!!" teriak orang itu dan langsung memeluk Seokjin dengan erat, siapa lagi kalau bukan teman satu-satunya Seokjin, Kang Minhyuk.
Mendengar teriakan Minhyuk semua orang yang terdiam diarea parkir semakin terkejut. Namja yang bersama geng bangtan itu Kim Seokjin? Sang mahasiswa beasiswa sekaligus korban bulliyan mereka? Banyak diantara mereka tidak percaya dengan ucapan Minhyuk. Beberapa orang bahkan mendekat untuk benar-benar memastikan siapa namja yang saat ini juga tengah memeluk Minhyuk itu.
Seokjin sadar dengan keadaan sekitar, tapi ia bahkan tidak peduli. Seokjin semakin mengeratkan pelukannya saat mendengar isakan Minhyuk,
"Sudah sudah, ayo kita pergi dulu dari sini. Aku akan menjelaskan sesuatu padamu" ucap Seokjin sedikit menjauhkan tubuh Minhyuk yang masih bergetar itu. Wajahnya memerah dengan air mata yang mengalir dari kedua matanya.
Seokjin mengalihkan pandangannya pada ke 6 adiknya,"Kalian masuk lah, aku akan bicara dengan Minhyuk dulu"
Yoongi hanya mengangguk dan pergi begitu saja disusul Namjoon yang beralih menuju Jackson dan teman-temannya yang masih terpaku dengan kejadian barusan. Sedangkan Hoseok memberikan senyumannya lebih dulu sebelum beranjak. Menyisakan 3 maknae kesayangan Seokjin yang masih tidak rela melepas sang hyung sendirian.
"Boleh kami menemanimu, hyung?" tanya Jungkook. Ia yakin setelah Seokjin memasuki area kampus nanti, keadaan didalam akan lebih parah dari diluar.
Seokjin hanya tersenyum, ia masih mengelus kepala Minhyuk yang masih terisak, "Tidak apa-apa. Aku kan bersama Minhyuk, tidak akan terjadi sesuatu"
"Tetap saja hyung, kami hanya ingin memastikan saja kau baik-baik saja nanti. Jadi bolehkan kami ikut? Ne?" ucap Jimin menambahkan, mereka hanya khawatir.
Taehyung tanpa banyak bicara langsung merangkul Seokjin dan mengajaknya masuk menyisakan Minyuk yang melongo dan Jungkook serta Jimin yang hanya menatap jengah Taehyung. Terkadang ia memang suka seenaknya saja sama seperti hyungnya, Kim Namjoon.
Seokjin sendiri yang tadinya terkejut karena dibawa kabur hanya mendengus dan mencubit pinggang Taehyung, "Ish hyung"
Seokjin tidak mempedulikan ringisan Taehyung, tapi ia membiarkan dirinya tetap dalam rangkulan Taehyung yang tengah tersenyum. Jimin menyusul dibelakangnya bersama Jungkook yang menggandeng tubuh Minhyuk yang seolah kehilangan nyawanya.
Setelah kejadian menggempakan di area parkir kampus, seperti teriakan Minhyuk, dan juga rangkulan Taehyung, anak-anak Big Hit Art menyimpan banyak sekali pertanyaan dikepala mereka. Mereka tidak percaya, Apa yang tengah mereka lihat itu? Kenapa Seokjin datang bersama geng bangtan? Kenapa Taehyung tersenyum dengan Seokjin? Siapa Kim Seokjin sebenarnya?
.
.
.
Seperti yang dikatakan Jungkook, keadaan di dalam lebih heboh daripada di area parkir tadi. Hampir semua fans Bangtan berdiri dikoridor untuk menyaksikan kejadian yang menurut mereka adalah mustahil akan terjadi. Beberapa ada yang memandang tidak percaya, banyak juga yang berbisik saat melihat Seokjin memasuki kelas dengan Taehyung yang masih merangkulnya.
Tepat saat mereka berempat akan memasuki kelas, beberapa wanita menghadang di depan pintu. Nampak dari mereka seolah tidak percaya apa yang sudah terpampang jelas dihadapan mereka.
"Tae oppa? Siapa namja ini?"
"Op..oppa..kami hanya.."
"Lebih baik menyingkir sebelum aku melakukan sesuatu yang buruk pada kalian" ucapan dingin Taehyung membuat gerombolan itu merasa takut, bahkan ada yang langsung berlari, menyisakan Lee Young Joo, Han Yeri dan juga Park Inha yang memaksakan diri meskipun keringat dingin terlihat dikening mereka.
Seokjin sendiri hanya menatap datar Young Joo, ia segera mengalihkan pandangannya saat Young Joo balik menatapnya. Seokjin tidak akan lupa semua perlakuan wanita ini padanya. Hampir semua kesialannya adalah ulah Young Joo. Sedangkan 2 wanita lainnya hanya beberapa kali sempat berurusan dengan Seokjin.
Minhyuk yang merasa jengah dengan hanya melihat wajah 3 wanita ular itu langsung maju menarik Seokjin. Tanpa mengatakan apapun langsung mendorong mereka bertiga dan bergerak memasuki kelas.
"Oppa?! Kenapa kau mendorongku sih? Kami tidak.."
"Hentikan ocehan kalian dan pergilah" ucap Jimin sebelum mengikuti Seokjin dan Minhyuk, Taehyung hanya mendecih meninggalkan ketiga wanita yang semakin merasa takut dengan tatapan Taehyung, belum lagi tatapan dingin Jimin.
Jungkook hanya berjalan tidak peduli, namun saat berada dihadapan Youn Joo, ia menatapnya tajam.
"Mengganggu saja" ucapan dingin Jungkook meninggalkan 3 wanita yang tengah bergetar ketakutan. Terutama Youn Joo, deru napasnya memburu,'Tidak tidak. Aku akan baik-baik saja'
Dan dari kejadian barusan, semua penghuni Big Hit Art meyakinkan diri mereka, bahwa perlakuan mereka pada Seokjin selama ini adalah sebuah kesalahan yang besar. Mereka cukup tau kalau Seokjin memiliki hubungan dengan geng Bangtan, tapi untuk hubungan apa mereka tidak tau tentang itu. Namun mereka yakin, menyentuh milik geng Bangtan, kehancuranlah yang akan datang.
.
Namjoon masih berada diarea parkir bersama Jackson dan Mark, setelah sebelumnya ia sedikit menjelaskan keadaan yang terjadi sekaligus penjelasan mengenai Kim Seokjin. Tentu saja mereka semua kaget, tidak menyangka kalau Seokjin adalah bagian dari Bangtan. Karena memang dari awal Bangtan ada 7 orang, dan selamanya akan tetap ber 7.
"Lantas bagaimana mengenai anak-anak yang sering membully Seokjin" tanya Mark memastikan. Bagaimananpun ia cukup mengenal geng ini, dan mereka tentu tidak akan diam saja saat ada yang mengganggu mereka.
Namjoon hanya terdiam, pandangannya menatap salah satu mobil yang baru memasuki area parkir diseberang tempat Namjoon. Dari dalam mobil tersebut, seseorang keluar dan berlari dengan tergesa. Dan dengan melihat orang tersebut cukup membuat Namjoon menguarkan aura membunuh yang membuat Mark serta Jackson merinding dibuatnya.
"Hey kenapa menatap Jaehwan seperti itu?" tanya Jackson dengan bodohnya.
"Tidak" arah pandang Namjoon masih mengikuti Jaehwan yang perlahan menghilang dibalik gedung kampus.
.
.
.
'Kau berurusan dengan orang yang salah.'
.
.
.
tbc
