Tangan kekar itu meremas pantatnya kuat. Desahan halus pun meluncur dari bibir. Ponsel yang baru saja mati, ia lempar sembarang arah, meremas kuat sprei kemudian melenguh sembari menjulurkan lidah.

Sesuatu yang keras datang berulang kali menghantam tubuhnya. Begitu besar, hingga bagian yang jarang terjamah itu melonggar. Benda besar itu telah berada di sana semenjak beberapa hari yang lalu, hampir setiap waktu tubuhnya dimasuki, membuat tubuhnya terbiasa akan hal tersebut.

"Kyaah... uggh... lebih dalam-!"

Mereka telah melakukannya berulang kali, meski begitu pria yang ia layani seakan tak pernah puas. Selalu memaksa dirinya, ia yang pada awalnya dijebak, lalu dipaksa karena tak memiliki pilihan, mulai ketagihan.

Kenikmatan itu tak mampu ditolak wanita manapun. Ia ingin benda keras itu selalu memenuhi kebutuhan hidupnya yang mulai ada semenjak hari itu, yaitu kebutuhan seks.

—Ia ingin di tabrak setiap hari oleh penis tegang tersebut.

Kedua lengannya kemudian ditarik, tubuh yang sedang menungging itu terangkat, lidahnya terjulur saat tusukan dari belakangnya semakin cepat.

"Asuna-chan, kau yang terbaik~!" Puji pria yang menusuk tubuhnya dengan kasar, sebelum ia menusuk lebih dalam pada usaha yang terakhir.

"Uuggh~" Kepalanya kosong saat sesuatu mengembung di dalam sana. Lengannya kemudian dilepas, tubuh telanjang yang basah oleh keringat dan cairan lainnya itu ambruk ke depan, menelungkup tak berdaya.

—Mereka telah melakukannya hampir selama lima jam. Bahkan ia telah berhenti keluar semenjak ronde ke enam. Namun pria yang mengentot tubuhnya seakan memiliki stamina yang sama disetiap ronde mereka.

Dan kemudian penis itu kembali menempel di pantat Asuna. Tubuhnya dihimpit, telapak tangan lebar itu menyusup mencari payudara miliknya, sedangkan kepala pirang si pemilik menyusup di leher jenjang Asuna.

—Menjilati setiap bagian leher dan berlanjut di wajah.

"Asuna-chan. Stok kondom ku habis, tapi yang satu ini masih belum puas, nggak apapakan bermain tanpa kondom~?" Ia berbisik lirih di telinga Asuna. "Kau pasti penasarankan, rasa penis telanjangku?"

Goda pria itu sembari menggigit kecil kuping Asuna. Wanita itu hanya mengangguk mengiyakan, lagipula ia telah lama tenggelam oleh permainan sang pria.

"Tapi janji jangan keluar di dalam-!"

"Apapun itu untukmu, oh sayangku~" Penis yang tadinya menempel di pantat Asuna mulai berpindah, bibir tembem itu melebar saat penis tegang tersebut masuk dengan lancar.

"Ooouugghh! Ini lebih nilmat-tthh!"


Ayo Fav Foll cerita ini agar chapter depan lebih panjang!