Disclaimer: I don't own anything. I just own this story idea and imagination that push me to write it.
Warning: gaje,newbie,bahasa gak baku, typo(s), SemiCanon, OOC, Gray!Naru, Partner!Otama, etc.
Don't Like, Just Ignore It.
--xXxXx--
Seorang pemuda bersurai pirang tampak berjalan santai dengan menggendong seorang gadis kecil dibelakang punggung nya. Mereka tampak bersenda gurau sembari melontarkan tawa yang membuat perhatian sebagian masyarakat yang berlalu lalang disekitar mereka ikut tersenyum mendengar percakapan mereka yang diisi dengan berbagai pertanyaan konyol dari bocah perempuan yang berada dibalik punggung pemuda itu.
"Nacchi, Apakah benar ini kota yang Yama-Jii katakan ?." tanya gadis kecil tersebut kepada pemuda itu. "Energi dikota ini bermacam-macam. Dan aku tak merasakan Reiatsu dari mereka."
Pemuda tersebut hanya menoleh sebentar. "Entahlah Tama, aku juga merasakan sebuah perasaan aneh saat tiba di kota ini." balas pemuda tersebut. Fokus matanya tak pernah lepas dari jalanan didepannya. "Energi mereka bercampur aduk, tapi didominasi dengan energi yang gelap."
"Sebenarnya apa sih maksud dari Yama-Jii menyuruh kita kemari.?"
"Hm, entahlah Tama. Aku juga tak begitu mengerti dengan detail misi kita."
Deg.
Gadis kecil tersebut tampak tersentak. "Nacchi, ada sebuah pergerakan energi tak jauh dari sini."
"Hm.. kita kesana." dengan mengikuti petunjuk dari gadis kecil yang bernama Tama tersebut, pemuda itu berjalan menuju arahan.
Mereka berdua berjalan melewati jalan setapak yang dihiasi pohon-pohon yang menjulang tinggi. Perjalanan mereka saat ini sangat berbeda dengan perjalanan mereka sebelum nya. Saat ini terasa sangat hening. Hingga akhirnya merekapun menemukan sebuah taman dengan sebuah kekkai bulat mengitari area air mancur ditengah taman tersebut.
"Nacchi, ada kekkai disini." Tama tampak meraba kekkai berwarna kuning gelap.
Pemuda bernama Nacchi tak menjawab pertanyaan Tama, fokus matanya beralih pada sisi air mancur. "Tama, kau disini atau mengikuti ku masuk kedalam untuk memastikan apakah yang terjadi disini ?"
"Aku ikut denganmu Nacchi !" seru Tama spontan. "Aku gamau disini sendirian. Takut bila ada hantu menyerang ku." lanjutnya
Otama tampak ketakutan, hingga gadis kecil itu lupa bila saat ini ia tengah memeluk erat leher pemuda bernama Nacchi sangat erat.
"Ghh.. to-tolong lepaskan pelukan mematikan mu Tama."
"Kyaa.. maafkan aku Nacchi." Tama, gadis kecil itu segera melompat dari punggung pemuda yang wajahnya mulai membiru.
Pemuda itupun segera meraup oksigen sekuat-kuatnya. "Tama-chan, kau ingatkan apa status kita ?."
"Shinigami." balas Otama dengan cepat.
"Dan kau taukan apa tugas Shinigami ?."
"Tugas Shinigami adalah memurnikan para Hollow yang berbuat jahat di Dunia Manusia dengan membersihkan roh mereka. Serta membimbing Plus yang telah kehilangan jalan mereka setelah kematian, dengan melakukan penguburan jiwa, mereka lalu mengirim Plus ke Soul Society." balas Otama sembari manggut-manggut.
Nacchi hanya memandang datar kearah Otama. "Dan apakah kau pernah menemui seorang Shinigami yang takut dengan hantu ? ."
"Tehehe.." cengir Otama. "Gomenne, Nacchi." diikuti dengan jari telunjuk dan jari tengah membuat pose Peace disamping pipi tembem nya.
"Hm.."
Dug.. Krakk Krakk.
Nachhi, pemuda yang bernama asli Naruto itu terlihat menendang kekkai didepan dengan kaki kirinya. Melihat kekkai yang mulai retak, Otama mendorongnya pelan.
"Hancur, hancurlah Muehhehehe."
Pyar
"Muehehe, lihatlah Nachhi. Kekkai ini hancur." tawa Tama riang melihat kekkai tersebut hancur.
Another place
Amano Yumma atau Raynare, Da-tenshi tersebut tampak memandang sosok pemuda dibawahnya rendah. Misi nya kali ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Ia diharuskan mengeksekusi manusia didepannya hanya karena terdapat sebuah artefak yang konon katanya dapat membunuh Tuhan sekalipun.
Artefak dengan kekuatan besar tersebut harus ia musnahkan bersama dengan pemiliknya. Dan ia harus segera membunuh manusia didepannya agar rencana Tuan-nya berjalan lancar.
"A-aapa yang kau katakan Yumma-chan ? Apa aku tak salah mendengar ?" manusia didepannya tampak terkejut dengan perubahannya saat ini. Dengan pakaian super minim dengan beberapa potong kain yang hanya menutupi area intimnya ditambah dengan sepasang sayap membentang dipunggungnya.
"Kau tak salah mendengar manusia. Dengan adanya Secred Gear ditubuhmu, kau harus kumusnahkan." balasnya. "Dan sudah kukatakan, namaku Raynare dan Amano Yumma hanya nama samaranku saat membaur dengan para manusia rendahan."
Sring
Perlahan, muncul sebuah tombak didalam genggaman Raynare. Ia dengan cepat melemparkan Tombak cahaya tersebut menuju pemuda yang terlihat shock akan kejadian yang baru saja ia alami.
Wush
Tombak cahaya tersebut meluncur dengan cepat hingga dalam jarak 1 meter mendadak hancur karena bertabrakan dengan katana berwarna hitam dengan aksen orange jialatan api di gagangnya.
Pyarrr..
"Huuhh ?.." Raynare tampak bingung dengan kejadian tersebut. Tombak yang ia luncurkan harusnya meluncur mulus menembus perut pemuda berSecred Gear tersebut. Tapi, dengan anehnya harus hancur setelah bertabrakan dengan pedang hitam didepannya. "Siapa yang berani menggagalkan tujuanku ?." ucapnya marah.
Matanya tampak mengobservasi daerah disekitarnya. Ia yakin telah membuat Kekkai untuk memuluskan tujuannya tetapi siapa yang menggagalkannya ?. Raynare tampak berfikir, Kekkai yang ia buat cukup untuk mengalihkan perhatian para manusia agar tak mengetahui seluk beluk dunia supranatural. Ia mencoret manusia sebagai salah satu daftarnya. Ia tahu, Kuoh saat ini adalah teritori Iblis. Terlebih kedua adik Maou yang menjaganya. Tetapi, sensornya tak merasakan hawa Iblis disekitarnya. Ia pun mencoret iblis didaftar nya. Bila Malaikat ? atau Yokai ? itupun mustahil.
Disaat ia sedang berasumsi tentang siapa pelaku yang menggagalkan tujuannya, insting nya berteriak untuk segera melompat kebelakang. Dan benar, didepannya tampak seorang pemuda dengan pakaian berupa haori hitam dengan obi putih tampak mengayunkan pedang yang menghancurkan tombak cahayanya.
"Siapa kau ?." ucapnya penuh penekanan.
" ... "
"Kutanya sekali lagi, Siapa kau ? dan apa tujuanmu menggagalkan rencanaku membunuh manusia rendahan itu ?." Pemuda itu hanya diam memandang seorang gadis atau wanita didepannya. Sosok tersebut terlihat berbeda dengan Manusia dilihat adanya sepasang sayap dibelakang punggungnya.
Pemuda itu tampak mengobservasi sosok tersebut. Banyak sekali spekulasi berkeliaran di dalam kepala bersurai pirang tersebut.
"Nacchi, Wanita gak punya malu itu adalah malaikat jatuh." Tama berteriak kepada pemuda itu. "Aku mencuri ingatan pemuda mesum ini. Geez, aku sangat malu mencuri ingatan dari pemuda ini tau. Yang ada didalamnya hanya Oppai, Oppai dan Oppai. Huhh sangat menjijikkan." lanjutnya dengan kedua pipi digembungkan.
"Malaikat jatuh ?"
"Ya, Nacchi. Ada momen beberapa saat yang lalu saat mereka berbicara. Walau tampak bodoh, pemuda ini merekam semua ucapan Malaikat jatuh itu didalam ingatannya." lanjut Tama sembari berjalan menuju Pemuda bernama Nacchi. "Ia akan dibunuh, tujuan Malaikat jatuh gak punya malu itu membunuhnya karena ada ano..." Tama tampak berpikir sembari kembali mengingat ingatan yang ia curi tadi. "Secered, sekerad, sekured aahhhh iya Secred Gear. Pemuda itu memiliki sebuah Secred Gear dalam tubuhnya, itulah alasan malaikat jatuh itu membunuhnya agar tak menggagalkan rencana Tuan-nya."
" Jadi ?"
"Nacchi ingin menolongnya ? Ia belum saatnya mati. Percuma juga kita membiarkannya mati." Nacchi hanya memandang datar ucapan Tama. "Nacchi tau sendiri, Jiwa yang ditakdirkan belum saatnya pergi akan berubah menjadi Hollow hitam dan itu besar kemungkinan akan menjadi bencana dimasa depan terlebih kita menunjukkan diri disini."
"Aku akan membunuh malaikat jatuh itu. Tama, kau bawa pemuda itu pergi."
"Ha'i. Ingat Nacchi, Minimalisir penggunaan kekuatanmu. Disini bukan dimensi kita." ucap Tama menjauh sembari menyeret pemuda mesum.
Raynare yang sedari tadi menyimak pembicaran pemuda pirang dengan seorang bocah perempuan pun mengasumsikan bahwa mereka berdua berbahaya. Aura yang dikeluarkan pemuda itu sangat tak mengenakkan terlebih hawa yang keluar dari pedang yang digenggamnya. Berbeda dengan pemuda tersebut, Aura bocah kecil itu sangat menyejukkan, apabila kedua makhluk didepannya tadi sedang berbicara Aura yang mereka keluarkan tampak menyatu. Bukannya saling mendominasi tapi lebih bersinkron, saling melengkapi keduanya. Dan ia pun menyatakan bahwa kedua makhluk tersebut adalah partner.
Ia juga mendengar bahwa pemuda didepannya mendeklarasikan bahwa akan membunuhnya. Instingnya bergerak tajam saat sebuah magma meluncur menuju arahnya. Raynare tampak mengepakkan sayapnya terbang setinggi mungkin menghindari lajur magma tersebut.
Bernafas lega, ia kembali dikejutkan dengan datangnya pemuda didepannya. Ia terkejut dengan kemampuan pemuda tersebut saat berada di depannya. Tak ada sayap, dikaki nya pun tak terlihat mana yang terkompres. Lalu bagaimana cara pemuda tersebut melayang ?
Menciptakan sebuah Tombak cahaya, ia segera melemparkan menuju pemuda tersebut. Tapi usahanya hanya sia sia karena dengan sekali ayunan pedang itu tombaknya pecah berhamburan sama seperti sebelumnya. Ia pun beranggapan bahwa kekuatan pemuda tersebut lebih kePedangnya dan ia yakin bahwa pemuda itu akan terus mencari celah untuk mendekatinya agar bisa menggunakan pedangnya. Kalian tahu ? Raynare melupakan fakta bahwa tadi ia diserang dengan magma yang sangat panas dan ia hanya beranggapan bahwa pemuda tersebut hanya bisa bertarung digaris depan ?.
Sakurajima : Tsuga
Sebuah tebasan vertikal tajam dengan magma mengarah kepada Raynare membuatnya segera menghindar. Ia tak percaya bahwa pengguna pedang dapat mengeluarkan elemen seperti magma melalui tebasannya atau memang pedang itu yang memilikinya ?
Sakurajima : Akainu
Belum sempat berpijak, ia dikejutkan kembali datangnya magma berbentuk Anjing besar kearahnya. Ia melihat bahwa serangan barusan berasal dari tangan kiri yang ditinjukan pemuda itu. Dan akhirnya ia tahu, bahwa pemuda itu memiliki elemen magma. Berarti spekulasi tentang pedang berelemen itu salah dan ia harus berhati-hati.
Crasshh
"Arrggghh." sebelah sayapnya tampak terpotong dengan pemuda yang tadi berjarak sangat jauh didepannya sekarang muncul dibelakangnya sembari mengayunkan pedang. Perlahan efek potongan tersebut menjalar magma di sayap yang terpotong hingga hangus. "Ku-kurang ajar."
Raynare hanya berteriak marah saat ia terpaksa menukik akibat sayapnya terpotong sebelah.
Duumm
Sleebb
Kawah besar dengan kepulan asap membumbung. Suara benda menancap ia dengar diiringi dadanya yang terasa sakit seperti tertimpa sesuatu. Dan benar, ia merasakan diinjak dengan pedang menancap disebelah kepalanya.
"Maaf." ucapan terakhir yang ia dengar sebelum tubuhnya ditelan magma yang berpusat dikaki pemuda tersebut.
TBC.
