Naruto melangkahkan kakinya menelusuri jalur setapak yang membelah sebuah hutan yang luas. udara malam hari yang dingin dan berangin seakan menembus Rompi Kevlar dan seragam tempur yang ia kenakan saat ini.
Naruto merutuki diri sepanjang perjalanan. kenapa ia nekat mengambil misi patroli di malam hari dan di tempat yang sial seperti ini!.
"Brengsek...!!" umpatnya lagi.
Patroli
Naruto by Masashi Kishimoto
Story by Leopard2RI
Selamat membaca!!!
.
.
.
.
Naruto melanjutkan perjalanannya menuju pos pengamatan terakhir di dekat sebuah bukit yang berjarak 3 kilometer lagi dari tempat ia berada sekarang.
Kalau saja ini bukan karena perintah Batalyon nya ia tidak mau berjalan sendirian sejauh 7 kilometer untuk berpatroli sendirian. di tengah hutan yang gelap dan dingin.
Apakah ia takut..? tentu saja TIDAK..!!!"
Naruto bukanlah seorang yang religius. ia sangat tidak percaya dengan adanya makhluk halus dan sejenisnya. menurutnya makhluk halus hanya ilusi bodoh dari seseorang ketika mabuk dan kebanyakan pikiran.
Namun desas desus yang beredar di Batalyon nya soal jembatan Qaddar menarik perhatian Prajurit Angkatan Darat berambut kuning itu.
Jembatan Qadar adalah sebuah jembatan penghubung utama antara Markas AD Amerika Serikat dengan 4 pos pengamatan garis depan di perbukitan Utara. jembatan itu dibangun diatas Sungai Jabbat oleh Pemerintah Soviet ketika mereka berkuasa di Afghanistan untuk keperluan angkut personil dan transportasi.
Naruto sering mendengar cerita kalau jembatan Qadar adalah tempat pertempuran 1000 pejuang Afghanistan melawan pasukan Soviet pada dekade 1970 an. dengan banyaknya korban jiwa di pihak Soviet yang rata rata termutilasi dan kepalanya dipenggal menjadi dasar cerita kenapa jembatan itu dianggap berhantu.
"Aku pernah lewat disitu ketika mengantar Pasokan Logistik di malam hari..." Lance Kopral Lee bercerita padanya suatu waktu ketika mereka makan siang. "Aku melihat 3 orang tentara berpakaian seperti tentara Russia mencegat kami di tengah jembatan...".
"Tentara Russia...?" tanya Sersan Neji. komandan kompinya pada Lee.
"Benar, mereka bahkan membawa senapan mereka.." lanjut Lee dengan semangat.
"Mereka meminta rokok pada kami dengan bahasa Inggris yang buruk. ketika kami beri malah mereka langsung menghilang.." sambungnya sekaligus mengakhiri cerita horor versinya sendiri itu.
Naruto tidak menelan mentah-mentah cerita Lee tersebut. toh Lee sering sekali mabuk saat mengantar logistik di malam hari. mungkin saja ia berhalusinasi tentang hantu tentara Russia karena efek minuman Alkohol.
Naruto memutuskan untuk tidak memikirkan cerita itu lagi. suara Walkie Takie di rompinya menjadi penghibur patroli malam ini. ia sebenarnya tak sendirian patroli, ada 2 anak buah yang mengawalnya. namun mereka sudah berangkat duluan karena Naruto ada urusan kebelakang.
"Eco Papa 4... kau dengar ganti...?" Naruto menghubungi anak buahnya melalui Walkie Takie untuk mengkonfirmasi posisinya.
"Eco Papa 4 disini... suaramu tidak jelas Sersan, mohon keraskan sedikit...!!"
Naruto menghela nafas panjang. ia lalu membalas pesan anak buahnya itu dengan setengah berteriak agar mereka bisa mendengarnya, sinyal disini memang buruk sekali.
"Baiklah, kami tunggu di jembatan Qaddar, Eco Papa 4 keluar..."
Naruto meletakkan kembali Walkie Takienya. sinyal disini begitu buruk sehingga setiap suara yang keluar dari Walkie Takienya terasa seperti siaran tv rusak yang menyeramkan. ia bahkan harus berteriak agar suaranya bisa di dengar oleh lawan bicaranya. namun ia tetap membiarkan Walkie Takienya menyala agar ia lebih mudah menghubungi anak buahnya.
Ia mengambil sebuah foto di kantung bajunya. foto itu merupakan foto tunangannya. Hinata Hyuuga. gadis cantik yang rencananya ia akan persunting begitu tour Afghanistannya selesai bulan depan.
"Aku berjanji untuk pulang dan menikahimu sayang..." ucapnya pelan dengan nada lirih pada foto Hinata. ia rindu sekali dengan gadis berambut indigo itu.
"Aku berjanji akan membawamu ke Amsterdam ketika kita bulan madu nanti.." ucapnya lagi dengan suara sangat pelan. seakan menjaga rahasianya dari rimbunan pohon dan semak semak yang sedari tadi ia lewati.
Jembatan Qaddar sudah di depan mata. ia bisa melihat bagaimana besarnya jembatan itu. dengan sungai besar yang mengalir di bawahnya, jembatan itu bisa jadi destinasi wisata yang ramai jika negara ini damai.
Naruto melihat 2 orang yang sedang berdiri di pinggir jembatan. kedua orang itu mengenakan seragam yang sama dengannya. lengkap dengan senapan terkalung di pundak. merekalah anak buah Naruto.
"Sial, sinyalnya semakin buruk. aku matikan saja..!!" gerutu Naruto ketika Walkie Takie nya mulai mengeluarkan suara gelombang radio yang memekakkan telinga karena kesulitan mendapat sinyal. ia memutuskan untuk mematikan benda itu.
"Hei, Kiba.. Jones...!!!" sapanya ramah ketika ia sampai di tepi jembatan tempat Kiba dan Jones menunggu.
"Selamat malam Sersan. lama sekali.." sindir Kiba pada atasannya itu. sementara Jones hanya diam.
"Maaf, aku sempat ada urusan sebentar.." balas Naruto pendek.
"Ada urusan atau memikirkan Hinata..? atau malah memikirkan Amsterdam..? aku mendengarkanmu lho dari tadi..." ucap Kiba sambil tertawa.
Naruto tertawa kecil. Kiba memang tukang nguping.
Mereka memutuskan untuk mulai berjalan ke Post pengamatan di perbukitan Utara. udara dingin menusuk seakan terasa semakin dingin walau tak ada angin yang lewat. bulu kuduk Naruto juga ikut merinding. atmosfir di sekitar jembatan ini memang aneh.
Mungkin perasaannya saja. cerita cerita mistis sialan itu mampu mempengaruhinya juga.
Mereka kembali berjalan sebelum Walkie Takie yang dibawa Kiba dan Jones berbunyi aneh. sama seperti bunyi Walkie Takie Naruto yang mengalami masalah sinyal lemah.
Area jembatan ini memang tidak mendapatkan sinyal yang bagus.
Naruto kembali hendak melanjutkan langkahnya sebelum menyadari sesuatu. tubuhnya tiba tiba membeku. tangan dan sekujur tubuhnya bergetar hebat. kakinya terasa lemas walau ia masih bisa berdiri. Ekspresi terkejut dan ketakutan bercampur aduk di wajah nya yang berkulit Eksotis itu.
Bodohnya dia! kenapa ia baru menyadari hal itu sekarang...!!???
Dengan segenap kekuatan yang masih Naruto miliki ia mengarahkan moncong senapannya ke arah Kiba dan Jones. menembaki mereka berdua dengan brutal sampai amunisinya habis lalu melarikan diri kembali ke Markas. meninggalkan jasad keduanya yang tak lagi dapat dikenali.
Naruto berlari kesetanan kembali ke jalan setapak menembus hutan-hutan yang rimbun. ia tidak peduli dengan Walkie Takie dan tas nya yang ia buang di pinggir jalan. ia lebih fokus untuk menyelamatkan diri terlebih dahulu.
Jantungnya berdegup kencang. tak henti hentinya ia melihat ke belakang. ia tidak peduli lutut dan sikunya lecet dan terluka karena berulang kali tersandung.
Sial...
Sial...
Cerita tentang jembatan terkutuk itu ternyata benar...!!!!
Author Notes :
Well, cerita horror - Militer pertamaku. dan mengandung unsur Riddle di dalamnya.
Bisa kalian tebak kenapa Naruto menembaki Kiba dan Jones..?
