Pagi ini, Naruto mengawali hari dengan sebuah doa, ia bertekuk lutut sembari mengatupkan kedua tangannya, air matanya menetes melewati kedua pipinya. Didepan Naruto ada sebuah kotak yang terbuka, seolah benda di dalamnya adalah benda yang sangat berharga baginya.

"Sungguh, aku sangat bahagia saat ini."

[Hentikan...]

"Apasih!"

Ddraig menggeram di dalam Grimore milik Naruto. [Kumohon hentikan, sebelum aku bertindak.]

"Jangan gitu ah, aku sedang berdoa!"

Pendar merah keluar dari Grimore Naruto, [Hentikan Partner!]

"Tidak akan!"

Grimore tersebut melayang, kemudian melesat kencang tepat di dahi pemuda tersebut. [Hentikan doamu pada celana dalam gadis, manusia sialan!]

"Kau tak bisa untuk sekali saja menghentikan itu! Celana dalam seorang gadis itu adalah hal yang berestetika!"

[Diamlah!]

"Kau yang harus diam!"

...

..

.

Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya.

Warning: OOC, Au/Isekai, Typo, and many more

Tags: Isekai, Adventure, Romance.

Pairing: ...

..

.

Magic x Fist

..

.

Chapter 3: Khaos Brigade dan misi pertama mereka.

Enjoy it!

Naruto berjalan ke Academy seperti biasanya, terkadang juga ia akan langsung ke kantor kepala sekolah untuk menerima beberapa misi. Yah, Naruto sering menghindari cemooh dari para murid lain. Bukannya dia takut, tapi misi lebih penting daripada mendengar percakapan tak berguna dari mereka. Naruto sendiri memeang terkenal dengan nama Healer tak berguna, atau Healer Pecundang.

Mungkin karena ia akan lari ditengah pelajaran, atau saat ada praktek, seolah dirinya adalah pengecut. Tapi yang sebenarnya terjadi adalah, dirinya di telepati oleh Hashirama untuk menerima sebuah misi.

Ia hanya akan menerima misi tingkat A sampai S, ataupun B, dan ia akan menolak misi C sampai F. karena para Siswa di Academy itu masih belum ada yang bisa menerima misi tingkat B, ataupaun A dan S. Memang sih, beberapa dari mereka bisa saja menerima misi Tingkat B ataupun A, tetapi ditemani oleh seorang Guru pembimbing.

Pernah sekali, Hashirama ingin membuat sebuah kelompok yang akan di isi beberapa murid terkuatnya, termasuk Naruto itu sendiri. Tetapi ia membatalkannya, karena beberapa murid itu ingin melakukan misi sendiri-sendiri. Para murid itu terpencar di Academy itu, menyembunyikan diri mereka seperti Naruto, serta diberikan beberapa misi yang sanggup dikerjakan oleh mereka.

Naruto mengenal beberapa murid tersebut, salah satu dari mereka tergabung dalam Ten Miracle. Tetapi, dia tak melihat murid kuat itu di sana.

"Bisakah kau menyingkir?" Naruto mengerutkan dahinya mendengar sebuah suara yang amat dikenalnya. "Naruto, menyingkirlah!"

Pemuda itu menoleh ke belakang, terlihat ada sosok gadis pirang panjang dengan seragam perempuan khas Academy. Kedua mata merahnya menatap tajam Naruto yang masih berdiri di depannya.

"Vira?"

"Apa!?"

"Ih, galak." Naruto sedikit merinding ketakutan saat kedua mata ruby itu menatap tajam dirinya. "Aku baru melihatmu sekarang, darimana saja kau?"

Vira menghela napas lelah. "Aku diberi Misi oleh Kepala Sekolah. Sendirian, tak bersama Katalina-neesama."

Naruto terdiam melihat gadis itu seolah sedang kelelahan. Vira Lilie, salah satu Murid terkuat di Academy yang menyembunyikan dirinya, ia memiliki Magical Beast di dalam tubuhnya, ia disuruh Naruto untuk menyembunyikan semua kekuatannya, bahkan jika Vira serius, dia akan bisa mengalahkan beberapa pemegang kursi Ten Miracle.

"Tapi kau menikmatinya?"

"Tidak sama sekali, Misi Ranking A yang cukup mudah untuk dikerjakan. Aku tak berharap banyak tentang Misi ini," balas Vira, ia kemudian mendekati Naruto dan mencium pipi pemuda itu. Gadis itu tersenyum tipis melihat rona di wajah Naruto. "Itu sebagai tanda terima kasih untuk traktirannya kemarin, Naruto. Sampai Jumpa!" Vira pergi meninggalkan Naruto yang masih berdiri mematung.

Pemuda itu mengusap pipinya yang dicium oleh Vira. Setahunya, Vira adalah gadis Yandere yang akan galak pada pria-pria yang mencoba untuk mendekatinya, Vira bahkan tak segan untuk memukul kepala pria-pria itu.

"Sebuah keberuntungan aku dicium gadis Yandere."

Whuuss! Bugh!

"Kau mengatakan aku gadis Yandere, huh?"

"Astaga, telingamu sangat tajam."

Saat ini Naruto menahan pukulan dari Vira, keduanya memasang kuda-kuda yang sangat kuat. Vira langsung menggunakan tangannya yang lain untuk memukul perut Naruto. Pemuda itu tak tinggal diam, ia menahan pukulan tersebut menggunakan tangannya yang lain.

Para murid disekitar mereka ramai-ramai menatap keduanya, seorang murid paling lemah melawan gadis pirang. Ini akan menjadi tontonan gratis bagi para Murid disekitar.

"Lebih baik kita hentikan, aku akan mentraktirmu makan malam jika kita menghentikan ini."

Vira yang tadinya memasang wajah datar pun berangsur memberi sebuah senyuman pada Naruto, kedua pipi gadis itu terlihat merona. "Baik, kita hentikan. Sampai nanti malam Naruto." Kembali, Vira mencium pipi Naruto, membuat pemuda itu merona seketika.

Ia kembali menghela napas, melihat betapa riangnya si Vira. Di lain sisi, ia sendiri cukup senang mentraktir Vira makan malam. Ah, semoga saja kantongnya tidak habis.

..

..

"Ahhh, sialan..."

Naruto menatap malas arena yang menjadi tempatnya latih tanding. Sungguh, ia terlalu malas untuk mengikuti hal ini, dan lebih malasnya lagi yang menjadi lawannya adalah Ten Miracle.

"Oh ayolah, kenapa tak ada lawan lain sih?" dia kembali bergumam malas, setelah Ten Miracle muncul di hadapan mereka semua. Satu persatu dari mereka menatap sinis kepada kelas milik Naruto. Tetapi ada satu orang yang seolah malas untuk berlatih tanding. 'Ho, dia juga ikut?'

[Baiklah, untuk kali ini pertandingan latih tanding akan di adakan. Kelas E melawan Ten Miracle. Uzumaki Naruto dari kelas E silahkan maju!]

Naruto celingukan seolah ia sedang dipanggil oleh seseorang, dia kemudian menatap Guru yang sedang memanggilnya itu, lalu menunjuk dirinya sendiri dengan wajah bodohnya. "Yang benar saja!"

[Lalu Ten Miracle, Kursi kedua, Sirzech Gremory.]

Naruto mendengus kesal melihat siapa yang akan dilawannya kali ini, ia menatap malas pemuda yang sedang berjalan ke tengah lapangan. Mau tak mau, dia juga harus mengikuti ini. Padahal ia ingin sekali tidur di ruang kesehatan dan memikirkan uangnya.

"Salam kenal Uzumaki Naruto."

"Bodoh amat Sir!"

Sirzech tertawa kencang mendengar balasan Naruto. "Ayolah, kita akan bertanding kali ini. Aku tak akan segan untuk membunuhmu Naruto."

"Bunuh aku tolong, aku ingin masuk ke Surga dan dikelilingi bidadari! Dengan celana dalam yang indah tentuny—" tanpa aba-aba, Sirzech menyerang Naruto. "Aku belum mulai sialan!"

"Aku tak peduli!"

Sirzech langsung menargetkan wajah Naruto untuk dipukul, dan kali ini pukulan itu mengenai wajah Naruto membuat pemuda itu terpental cukup jauh. Si rambut merah itu langsung melesat menuju Naruto, tetapi ia berhenti setelah melihat lawannya itu pingsan.

Sirzech menatap datar pemuda pirang itu, dia tahu kalau Naruto hanya berpura-pura pingsan dan membuat dia bisa tidur di ruang kesehatan. Sirzech benar-benar tahu tabiat dari teman kuningnya tersebut.

"Sensei, bisakah aku membawa dia ke ruang kesehatan, Uzumaki Naruto terlihat pingsan!"

Sang Guru mengangguk kecil, lalu Sirzech menggendong Naruto di bahunya, seolah-olah Naruto adalah karung beras. "Kau berpura-pura lagi."

"Tapi itu sakit, sialan!"

Sirzech tertawa kecil mendengar gerutuan Naruto barusan, ia terus berjalan keluar dari arena itu. Sayup-sayup Sirzech mendengar cemooh dari para murid kelas Naruto, di dalam hati dia hanya tertawa mendengar cemoohan itu.

"Turunkan aku!" Naruto menghela napas lelah setelah ia diturunkan Sirzech. Kedua mata biru itu menatap pemuda merah tersebut. "Aku ingin bicara sebentar, dan ini masalah kita menyembunyikan identitas, kecuali kau dan dia!"

"Tenang Naruto, katakan apa yang akan kau bicarakan?"

"Aku akan membuat kelompok, dan hanya kita yang tersembunyi." Naruto berjalan ke sebuah tempat duduk yang berada di luar arena, ia duduk sembari mengeluarkan sebuah botol minum. "Kuberi nama Khaos Brigade, kelompok tersembunyi di Academy Arc. Aku akan meminta izin pada kepala sekolah, serta mengontak yang lain untuk berkumpul di tempat yang sudah kutentukan."

"Kelihatannya menarik, Naruto."

Naruto mengangkat sebelah alisnya, Sirzech sedikit terkejut. Keduanya melihat sosok pria berambur raven panjang dengan wajah sedikit menakutkan, ia adalah Uchiha Madara, wakil kepala sekolah. "Madara-sama?"

"Ya, aku tertarik dengan kelompokmu. Sama seperti Dewan Kedisiplinan yang pernah di usulkan Hashirama. Tetapi sifat kelompokmu ini akan sangat tersembunyi, dibandingkan dengan kelompok Ten Miracle, kelompokmu akan menjadi momok jika di publikasikan."

"Maka dari itu, aku ingin kelompok ini bergerak secara rahasia. Secara, kami semua berada satu level di atas Ten Miracle. Ah, Madara-sama, aku ingin kau menjadi guru pembimbing kami."

Madara tersenyum tipis mendengarnya. "Baik, aku akan menuruti permintaanmu."

Naruto tersenyum menatap Madara, ia mengalihkan pandangannya pada Sirzech. "Kau salah satu anggota, Sirzech Gremory."

Sirzech mengangkat jempolnya pada Naruto yang berarti dia menyetujui usulan Naruto.

"Besok kita berkumpul di ruang kepala sekolah, dan kumpulkan anggota lainnya!"

"Baik!"

..

.

..

Keesokan harinya, Naruto serta Vira berjalan bersama di koridor Academy, mereka berdua sangat akrab setelah kemarin Naruto mentraktir makan malam bersama Vira yang notabenya di incar beberapa lelaki untuk dijadikan tunangan. Padahal, gadis itu hanyalah seorang murid dari desa nan jauh yang ingin menjadi seorang Knight.

"Kalian berdua seperti sepasang kekasih yang sedang kasmaran, Vira tadi malam kau di ajak makan malam oleh si kuning, dan sekarang kalian bermesraan seperti ini."

Naruto memalingkan wajahnya ke arah lain, sementara Vira tertawa kecil dengan wajahnya yang sudah merona. Sirzech menghela napas lelah melihat tingkah keduanya, ia kemudian masuk ke dalam ruang kepala sekolah di ikuti kedua orang tersebut.

Di dalam ruangan, ada Madara serta Hashirama yang menunggu, lalu ada empat orang yang sudah menunggu. Mereka adalah para murid kuat yang bersembunyi di antara Murid lainnya, mereka semua seolah dipandang remeh oleh yang lain.

"Sir, kau memergoki mereka sedang berpacaran?" Ejek seorang pemuda dengan rambut hitam jabrik, ia adalah sepupu Sirzech, Sairaog Bael. "Ayolah Naruto, kau harusnya bisa menjadi pacar Vira sekarang ini."

"Diam, Sairaorg!" Gerutu Naruto yang kesal akan ejekan Sairaorg, ia pun menarik kursi dan menawarkan Vira untuk duduk di sana. "Vira itu temanku tau," lanjut Naruto yang duduk di kursinya sendiri.

"Lalu, kenapa kau sangat Gentle pada Vira? Bukannya itu sudah menjelaskan Naruto?" kali ini sosok wanita berambut pirang dikepang ikut mengomentari tindakan Naruto barusan. Namanya adalah Athena, seorang gadis berusia tujuh belas tahun yang mempunyai sihir api serta dua buah senjata yang disimpan di dalam dimensi penyimpanan. "Kau itu, kalau memang kau suka Vira, katakan saja!"

"Jangan ikut-ikutan Sairaorg, aduh." Tawa kecil terdengar dari sosok gadis yang berada disamping Athena, Naruto melihat sosok gadis itu dengan kesal. "Kau juga jangan tertawa, Serafall!" dia adalah Serafall Sitri, sosok sahabat bagi Sirzech serta Sairaorg.

"Diamlah kalian semua!" Semuanya terdiam mendengar titah dari Hashirama. Pria itu terlihat menghela napas, lelah melihat para muridnya yang tadi bertengkar satu sama lain. "Kurang satu orang."

"Maaf, aku terlambat." Pintu ruangan itu terbuka sosok pemuda berambut hijau masuk ke dalam ruangan tersebut, semua yang ada di sana terlihat menatapnya datar. "Apa? Aku tadi mau menguji sesuatu pada Sirzech, tapi dia tak ada di kelasnya, dan aku ingat kalau disini ada rapat, karena Naruto mengontak diriku."

"Pikun."

"Diam kau kuning sialan!"

Hashirama menggebrak mejanya, ia sedikit berdehem untuk menyesuaikan suaranya. "Baiklah, ini seperti saat aku ingin membuat sebuah kelompok yang berisi kalian bertujuh, tapi kalian saat itu menolaknya. Namun, Naruto berhasil meyakinkan kalian untuk berkumpul serta mengadakan rapat ini, aku sebagai kepala sekolah berterima kasih pada Naruto karena mau mengumpulkan kalian. Penjelasan akan dilanjutkan Naruto!"

"Baiklah, seperti yang kalian tahu, aku mengumpulkan kita semua untuk bersiap jika suatu saat akan terjadi sebuah kejadian di masa depan, aku sedikit khawatir dengan beberapa pemberontak serta beberapa mata-mata kerajaan lain yang mungkin saja akan menyerang kita, tetapi aku mengumpulkan kalian untuk membuat sebuah kelompok yang menamakan diri Khaos Brigade. Kelompok ini akan berjalan secara beregu atau solo, tergantung nanti yang akan kita hadapi." Jelas Naruto, ia terlihat sangat serius sekarang, begitupula dengan yang lain.

Sirzech mengangkat sebelah tangannya. "Jadi Ten Miracle masih belum cukup? Kita juga masih belum menentukan kursi pertama, belum ada yang cocok untuk menempati kursi tersebut."

"Sebaiknya, kau saja Sir. Kau lebih kuat daripada kursi lain. Lagipula, kau punya kharisma sebagai pemimpin mereka." Kali ini Sairaorg berkomentar. "Aku lebih suka kalau kau yang mengatur anak-anak manja itu daripada yang lain, kau seperti orang tua yang mengatur anaknya." Sairaorg tertawa kecil melihat tatapan tajam dari Sirzech.

"Kalau itu, sialan. Iya juga, aku seperti orang tua saja," balas Sirzech di akhiri sebuah tawa. "Bagaimana Hashirama-sama?"

"Aku setuju, kau akan di angkat menjadi kursi pertama, Sirzech Gremory. Untuk masalah kelompok ini, biarkan Naruto yang menjadi pemimpin, Ajuka menjadi seorang wakil sekaligus ahli strategi Tim." Semuanya mengangguk mengerti, Ajuka dan Naruto saling tatap satu, keduanya mengangguk. "Secara resmi, kelompok ini aku aktifkan! Dengan Madara yang menjadi pembimbing."

"Ha'i!"

Vira tersenyum, ia lalu mengeratkan genggamannya pada tangan Naruto. Gadis itu seolah sangat menikmati genggaman tangan yang dari tadi diberikan Naruto.

"Ah, aku sudah menyiapkan misi untuk kalian." Hashirama mengambil perkamen, ia melempar perkamen itu pada Naruto yang kemudian ditangkap oleh pemuda itu. "Misi itu agak merepotkan karena kalian harus mencari sebuah permata di sebelah barat kerajaan, di sebuah dungeon yang baru saja terbuka."

"Misi ini biar aku dan Vira yang mengerjakan."

"Oke, misi tingkat S akan dikerjakan Naruto dan Vira, kalian boleh bubar sekarang!" Ketujuh murid itu mengangguk, kemudian beranjak pergi dari kantor Kepala sekolah. "Sepertinya mereka akan menjadi kelompok terkuat."

"Kau benar, aku lebih memilih kelompok ini, daripada Ten Miracle dengan kesombongan mereka."

Hashirama tertawa lepas mendengar gerutuan Madara.

...

..

...

Bersama Sirzech.

Pemuda merah itu mengumpulkan semua Ten Miracle di sebuah ruangan khusus milik mereka. Dia menatap semua murid yang sudah berkumpul di sana. "Baik, rapat kali ini akan kubuka dengan diriku yang di utus untuk menjadi pemegang kursi pertama. Kita juga harus merekrut salah satu dari murid di Academy ini untuk menjadi pemegang kursi ke-sepuluh."

Semua anggota Sirzech terkejut dengan keputusan Kepala Sekolah, tapi mereka memaklumi karena Sirzech memang kuat dan mempunyai kharisma sebagai seorang Pemimpin.

"Akan kusebutkan semua pemegang kursi Ten Miracle. Kursi pertama aku, Sirzech Gremory, kursi kedua dipegang Kaguya Otsutsuki, ketiga dipegang Vali Lucifa, kursi keempat kali ini aku menempatkan Sasuke Uchiha, kursi kelima dipegang oleh Cao Cao, kursi keenam dipegang Rias Gremory, kursi ketujuh dipegang Sona Sitri, kursi kedelapan dipegang oleh Neji Hyuuga, kursi kesembilan dipegang oleh Arthur Pendragon.

Lalu, kita akan mengambil salah satu murid di saat event berlangsung. Kursi kesepuluh akan dipegang oleh pemenang dari Event Miracle yang di adakan pada bulan depan. Kalian setuju?"

"Kami setuju!"

"Baiklah, kita bubarkan rapat ini, dan kembali ke kelas kalian!"

Semuanya meninggalkan Sirzech yang masih duduk sendirian di ruangan itu. Ia menghela napas melihat para murid yang masih berkisaran di Ranking A. "Semoga saja mereka mau menuruti permintaanku."

..

.

Naruto dan Vira

Naruto berjalan keluar Academy dengan sebuah jubah hitam yang menutupi hampir seluruh tubuhnya, dia juga memakai topeng polos miliknya untuk menutupi identitasnya. Sementara itu, Vira hanya memandang Naruto dengan sangat datar, kedua mata ruby itu seolah ingin mengekuarkan laser.

"Nee, kau tak bisa menggunakan pakaian yang tidak mencolok seperti ini?"

"Umm, bagaiaman ya? Tidak."

"Bodoh." Vira berjalan mendahului Naruto, ia masa bodoh dengan pemuda pirang itu.

Naruto tertawa di balik topengnya, tapi saat berjalan ia malah tersandung oleh batu tepat di punggung Vira. Keduanya jatuh terjerembab ke depan, Naruto berada tepat di atas tubuh Vira.

Dibalik topeng itu ia mengerutkan dahinya karena merasakan sesuatu yang empuk. "Hyah!" Naruto terkejut saat mendengar sebuah suara desahan, dia langsung beranjak dari tempatnya jatuh.

"Vi-vira! Ma-maafkan aku!"

Gadis pirang itu merona hebat, ia menutupi sebagian tubuhnya. "Mesum!"

"A-aku tidak..."

"Menjauh dariku, mesum!"

Cewek Yandere seperti Vira bisa malu seperti itu, dan itu membuat Naruto bingung. "Ba-baik, aku mesum. Kau puas?"

Vira berdiri sambil membersihkan tubuhnya dari debu yang menempel. "Ki-kita lanjutkan perjalanan!"

Naruto menaikkan sebelah alisnya, mendengar nada yang dikeluarkan Vira barusan. Dia mengangkat kedua bahunya tak peduli, dan melanjutkan perjalanan.

Sementara itu, Vira seolah tak berani menatap Naruto, dia masih malu dengan adegan yang tak disengaja itu.

Di perjalanan, Vira semakin menjauhi langkah Naruto, dan menatap datar pemuda itu. Dia cukup kesal akan kelakuan Naruto saat perjalanan. "Jangan pegang pantatku lagi!"

"Ayolah Vira!"

Vira menggeram kesal, wajahnya sudah merona hebat saat Naruto dengan sengaja meremas pantatnya. Astaga, pemuda ini sungguh mesum, padahal dia tadi tak sengaja memegang dia, tapi sekarang... Ugh, Vira ingin memukul kepala pirang Naruto.

Tiba-tiba, Vira dikejutkan dengan Naruto yang memeluk tubuhnya, menghirup aroma dari tubuh Vira. "Padahal aku pasanganmu, tapi kau malah menolaknya, kenapa?"

"Aku malu bodoh! Kau orangnya sangat mesum!" Gumam Vira ia seolah merasa nyaman saat dipeluk pemuda itu. Sama seperti saat dia dipeluk oleh kakak Angkatnya. "Tapi aku suka saat kau memelukku seperti hyahh! Kau meremas dadaku lagi!"

"Aku tak sengaja."

"Dasar mesum!" Vira mencubit punggung tangan Naruto saat tangan itu meremas dadanya. "Kita lanjutkan perjalanan, aku tak mau kita sampai saat malam hari."

"Oke, Vira!" Naruto melepas topengnya, ia mencium pipi Vira, lalu menggendong Vira. Pemuda itu melompat tinggi untuk mempercepat perjalanannya.

[Manusia dan kisah percintaannya.] Ddraig bergumam bosan menatap adegan partner serta pasangannya itu. [Aku merasakan sebuah firasat.]

Beberapa saat kemudian, mereka sampai di sebuah gua besar dengan sebuah pintu yang besar pula. Naruto melepas jubahnya untuk mempermudah jalannya misi. Kedua orang itu mengangguk, lalu membuka pintu Dungeon bersamaan.

Naruto belum mengetahui level berapa Dungeon tersebut, dia harusnya bertanya lebih lanjut pada Hashirama. Dia lalu menggunakan sensor untuk mengobservasi sekitarnya. Vira sendiri bersiap dengan pedang merah miliknya, menunggu aba-aba dari pemuda itu.

"Vira, sepertinya kita akan lama disini."

"Magical Beast Ranking berapa?"

"Rata-rata, A dan B, tetapi disini masih banyak Magical Beast B."

"Ini akan bagus!"

Naruto memijit pangkal hidungnya saat mendengar nada maniak dari kekasihnya itu. "Ayolah, kita hanya mencari sebuah permata bukan?"

"Yah, sekalian berlatih membunuh Magical Beast!"

Cahaya merah menyelimuti pedang milik Vira, dia kemudian melompat tinggi sembari mengarahkan pedang merah itu.

[Frantic Thrust!]

Beberapa bayangan berwujud pedang besar muncul, dan mengenai beberapa Magical Beast kelas B itu. Tak sampai disitu, Vira beberapa kali memotong para Magical Beast yang menghalangi jalannya.

Sementara Naruto hanya bisa menghela napas melihat kelakuan Vira. Dia segera mengikuti Vira dari belakang, memang sih Vira pantas ikut di kelompoknya.

[Boost!]

Naruto mendapatkan energi dari Ddraig. "Terima kasih." Pendar merah keluar dari Grimore Naruto, aura yang dikeluarkan dari tubuh Naruto begitu pekat hingga membumbung ke langit-langit Dungeon. Dengan kecepatan tinggi, Naruto melesat melewat kawanan Magical Beast Rank B, sebelum akhrinya ia berdiri memunggungi kawanan Magical Beast, serta Vira yang selesia dengan urusannya.

Gadis itu tersenyum menatap Naruto. "Tak asik, kau mengalahkan mereka dengan..."

Blarr!

"...satu serangan." Dibelakang mereka sebuah ledakan tercipta akibat serangan Naruto barusan.

"Wú Èr Dǎ, atau No Second Strike, sebuah teknik yang membuatku mengompres Mana dalam jumlah besar, dan mengamplikasikannya pada salah satu tanganku, tetapi ini berbeda, aku mengamplikasikannya pada aura milikku sendiri, jadi bisa membuat para Magical Beast ini meledak karena menerima auraku.

Dan kita akan melanjutakn perjalanan."

"Baik!"

Keduanya langsung berlari masuk lebih dalam ke Dungeon itu.

...

..

.

To Be Continue!

..

.

Keterangan:

Kali ini, semuanya sudah kuperkenalkan:

- Kursi pertama: Sirzech Gremory

- Kursi kedua: Kaguya Otsutsuki

- Kursi ketiga: Vali Lucifa

- Kursi keempat: Sasuke Uchiha

- Kursi kelima: Cao Cao

- Kursi keenam: Rias Gremory

- Kursi ketujuh: Sona Sitri

- Kursi kedelapan: Hyuuga Neji

- Kursi kesembilan: Arthur Pendragon

- Kursi kesepuluh: kosong

Ada perubahan untuk Ten Miracle.

Sementsra itu di Kelompok Khaos Brigade: Naruto Uzumaki, Vira Lilie, Sairaorg Bael, Serafall Sitri, Ajuka Astaroth, Sirzech Gremory, dan Athena.

Mereka bertujuh akan melakukan misi secara diam-diam dari Hashirama.

...

No Secon Strike: Salah satu Signature Move milik Li Shuwen (Assassin) yang seharusnya targetnya hanya satu, tapi jika kalian melihat Noble Phantasm di Fate/Extella kalian akan tahu bagaimana cara kerja Noble Phantasm itu.

Frantic Thrust: salah satu Signature Move milik Vira. Para pemain Granblue Fantasy pasti tahu akan Charge Attack satu ini.

Saya lupa satu hal, Pair Naruto sudah Lock, single!

Sekian, sampai jumpa di chapter selanjutnya!